Saya balik lagi bawa ff *jangan bosen ya..* pesenan(lagi) dari dongsaeng saya(lagi) yang punya acc fb najla ‘cacha’ salsabila…. Ni ff nya …. Mianhae kalo masih banyak kekurangan, mianhae kalo banyak typo, mian lagi kalo ff nya gaje … saya masih pemula … hehe …..
Tittle : Prince in my heart
Author : okky oktavia
Rating : G
Genre : romance, fluff, AU
Length : oneshot
Main cast : Kim NaYoung/ Alicia Kim(Najla ‘cacha’ salsabila), Jang WooYoung/Jasson, No MinWoo/Jerremy
Other Cast : Kim JaeJoong, yoon bomi, oh hayoung, lee jieun, park chorong
R/R
Happy Reading ^^
©©©
‘hon ja ga a nin dul dul dul gasumi tolyeo wa wa wa’ ‘klik’.
“yeobseyo ?”
‘nayoung-ah ?’
“ne, nuguya ?” tanya nayoung pada si penelepon
‘ini appa ! kau masih ingat appa kan ?’ tanya si penelepon itu. Pikiran nayoung melayang ke waktu setahun lalu. Dimana pada tahun itu orang tua nayoung bercerai dan hasil sidang memutuskan nayoung untuk ikut dengan eomma nya. Padahal ia sangat ingin ikut dengan appa nya. Karena nayoung tahu, kalau eomma nya itu sangat tidak menyayangi nayoung. Buktinya, sekarang nayoung tinggal di inggris bersama halmeoni nya. Ia kabur dari rumah eomma nya dan langsung melakukan penerbangan ke inggris untuk tinggal dengan hallmeoni nya, yang menyayanginya, walaupun nayoung hanyalah cucu nya.
“appa! Bogoshipo ! aku ingin pulang appa ! disini aku merasa tidak enak dengan cucu halmeoni yang lain..” nayoung mulai menangis.
‘pulanglah nak …. Tapi, appa harap kau tidak marah pada appa setelah kau pulang ke rumah …’
“ne…” nayoung meengiyakan tanpa mengetahui sebab appa nya berbicara seperti itu pada nayoung. Nayoung tak sabar menunggu hari esok datang, karena besok ia akan pulang ke kampung halamannya, seoul.
©©©
*adegan naik pesawat dll saya skip, takut kepanjangan :p*
Nayoung sampai di bandara incheon dan mengedarkan pandangannya ke seluruh arah. Mencari sosok namja tinggi yang disuruh appa nya untuk menjemput dan mengantar nayoung ke rumah appa nya. Lalu, nayuong melihat namja dengan mengangkat secarik kertas bertuliskan ‘alicia kim/kim nayoung. Nayoung langsung menghampiri namja itu, namja yang memakai celana jeans selutut dan kaos bergambar ayam dan tentunya yang sedang mengangkat secarik kertas itu.
“ini, bawakan barang barangku…” perintah nayoung pada namja itu tanpa tahu siapa namja itu sebenarnya. Namja itu menarik koper nayoung sambil menghela nafas panjang lalu mengikuti nayoung ke mobil yang akan membawa mereka pulang.
Keluarga nayoung memang keluarga yang sangat berada. Alasan kenapa orang tua nayoung, kim jaejoong dan jung so min, bercerai, itu karena kesibukan masing masing dan juga karena tidak cocok. Tidak cocok ? tapi kenapa dari ketidak cocokan itu lahir seorang anak bernama kim nayoung ?.
Mobil yang ditumpangi namja berkaus ayam dan nayoung telah sampai di rumah, sebenarnya tidak pantas disebut rumah karena bangunan itu terlalu besar jika dinamakan rumah. Bangunan itu seperti istana, tepatnya. Sikap nayoung biasa saja, karena ia sudah terbiasa dengan lingkungan yang seperti itu. Nayoung membuka pintu mobil dan langsung masuk ke istana milik appa nya itu. Namja yang menjemput nayoung tadi, mengikutinya dibelakang.
Pintu rumah terbuka dan tampaklah namja tinggi, tampan namun sudah agak tua sendang berdiri diambang pintu dan merentangkan tangannya, ancang ancang untuk memeluk puterinya, untuk melepas kerinduan setelah setahun tidak bertemu dengan puteri semata wayangnya, namun, kata semata wayang itu sudah tidak pantas melekat pada diri nayoung.
Nayoung berlari dan langsung memeluk appa nya. “appa, bogoshipo !” appa nayoung, kim jaejoong membalas pelukan anaknya itu. “nado bogoshipo aegi-ya ..”. nayoung melepas pelukannya dan melirik namja yang membawakan kopernya sekarang sedang memerhatikannya yang sedang melepas rindu dengan appa nya. Appa nayoung tersenyum, “appa lupa, appa ingin memperkenalkan seseorang, em .. tepatnya dua orang padamu , tapi kita masuk dulu dan mengobrol didalam lebih baik, kau setuju my princess ?” tawar appa, “ne appa, anything for you J” nayoung masuk ke dalam dan tangannya melingkar di pinggang appa nya. Namja itu ikut masuk dan menyerahkan koper nayoung pada pelayan. Nayoung, appa nya, dan namja yang masih belum diperkenalkan namanya oleh appanya itu, mereka duduk di ruang tengah.
“siapa yang mau appa perkenalkan padaku ?” tanya nayoung to the point
“em.. sebenarnya, setelah appa cerai dari umma mu, appa menikah lagi dengan seorang yeoja, yeoja yang sudah mempunyai 2 anak namja, appa ingin sekali memperkenalkan istri appa yang baru itu, dia yeoja yang baik, tapi sayang dia sudah meninggal…” jelas appa nayoung, appa langsung menunduk, menahan rasa sedih nya. Namja itu juga ikut menunduk.
“appa, uljima …. Kata appa tadi akan mengenalkan 2 orang kepadaku .. nuguseyo ?” tanya nayoung. Appa nayoung langsung mengusap air matanya yang mengalir di pipinya.
“nayoung, ini, jang wooyoung kau juga bisa memanggilnya jasson, yang tadi menjemputmu, dia oppa mu sekarang..” namja yang bernama wooyoung tersenyum pada nayoung.
“omo … mianhae oppa, aku kira tadi oppa sopir, jadi aku bersikap seenaknya, mianhae ..” nayoung berdiri dan membungkukkan badannya beberapa kali. Nayoung, walaupun dia puteri dari pengusaha kaya, namun ia tetap diajarkan tatakrama.
“gwenchana nae yeodongsaeng ^^” wooyoung tersenyum pada yeodongsaeng baru nya itu.
Nayoung kembali duduk di tempatnya. Seorang namja muncul dari arah dapur, namja itu sedang meneguk susu kotak, lalu menatap ke arah orang-orang yang sedang mengobrol di ruang tengah.
“minwoo-a !!” panggil appa pada namja yang baru muncul itu.
“ne ? ada apa appa ?” namja itu berjalan menghampiri appa nya dan duduk disamping wooyoung.
“nah nayoung, dia oppa mu juga, walaupun kau lebih muda 2 bulan darinya, appa harap kau bisa memanggilnya oppa juga seperti pada wooyoung.. namanya no minwoo kau bisa memanggilnya minwoo atau jerremy” jaejoong memperkenalkan namja yang bernama minwoo pada nayong. Minwoo tersenyum manis pada nayoung, manis sekali. “bangapseumnida oppa ^^” nayoung berdiri dan membungkukan badannya. “nado bangapta saeng ^^” balas minwoo.
©©©
Setelah nayoung kembali pulang ke rumah, kim jaejoong, appa nayoung langsung memasukkan nayoung ke sekolah yang sama dengan minwoo dan wooyoung. Jaejoong pikir nayoung akan lebih diperhatikan oleh oppa-oppa nya.
“kami berangkat appa !” woooung pamit mewakili 2 dongsaengnya yang sudah berada di dalam mobil. Mobil pun melaju perlahan mennggalkan pekarangan rumah yang luas menuju sekolah, sseoul highschool.
-seoul highschool-
Nayoung ditempatkan di kelas yang sama dengan minwoo. Ia bisa langsung beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan langsung mendapatkan banyak teman, nayoung benar-benar yeoja yang sangat supel. Tak hanya itu, nayoung pun juga pintar di berbagai mata pelajaran.
©©©
-1 bulan kemudian-
Sebulan naoung tinggap di rumah appa nya, membuatnya mengetahui sifat sebenarnya dari 2 oppa nya itu. Wooyoung, dia memang sosok oppa yang baik, pelindung, penyayang. Itu menurut nayoung. Nayoung mempunyai perasaan pada wooyoung, perasaan seorang yeoja menyukai seorang namja. Nayoung berpikir, ia tidak salah menyukai wooyoung, karena mereka tidak mempunyai hubungan darah sedikitpun. Minwoo, ternyata dibalik senyumnya yang manis itu tersembunyi sifat yang sangat jahil, minwoo suka menjahili nayoung, di rumah, terutama di sekolah, karena di sekolah ia tidak diperhatikan oleh appa nya.
-seoul highschool-
Nayoung & minwoo class
Tttttteeeeeetttteeeeeeeettttttt. Bel pulang sekolah berbunyi dan nayoung hendak langsung mengambil tasnya. Pada saat nayoung mau mengangkt tasnya, tasnya itu sangat berat. Lalu terdengar suara cekikikan di bangku belakang, no minwoo. “wae ? kenapa kau tertawa seperti itu ?” minwoo sedikit menahan tawa nya. “ah .. aniya ….”jawab minwoo. Mnwoo langsung melangkahkan kakinya keluar kelas dan melanjutkan kembali acara tertawa nya.
Nayoung mencoba mengangkat tasnya, ia heran, padahal pelajaran hari ini tidak begitu banyak, tapi kenapa tasnya begitu berat. Karena penasaran, nayoung membuka resleting tasnya dan… “no minwoo !!!!! apa yang kau lakukan !!!!!!!” nayoung menemukan sebongkah batu berukuran aga besar di dalam tasnya.
Nayung mengeluarkan batu itu dari tasnya dan menaruhnya di bangku minwoo. Lalu nayoung menenteng tasnya dan pulang. Saat nayoung melewati lapangaan sepak bola di sekolahnya, nayoung berjalan ssambil menunduk karena sinar matahari yang memaksa masuk kedalam matanya, itu membuatnya silau. Tiba tiba…. ‘dukkk’ kepala nayoung terkena bola yang ditendang oleh seseorang. ‘aisss.. apalagi kesialan hari ini yang menimpaku ?’ gerutu nayoung dalam hati. Lalu ada namja yang sangat familiar di penglihatan nayoung berlari ke arahnya, minwoo. Minwoo langsung memungut bola nya dan hendak kembali ke lapangan, tapi nayoung menarik minwoo dan langsung mengaitkan tangannya dengan erat ke leher minwoo dan menjitak kepala minwoo. “kau dongsaeng kurang ajar..” dengus minwoo.
dua yeoja menghampiri minwoo dan nayoung. “kau beruntung bisa tinggal serumah dengan kedua pangeran di sekolah ini (read : minwoo, wooyoung)..” kata yeoja yang bernama bomi. “ne, kau benar benar beruntung” kata yeoja disamping bomi yang bernama hayoung dengan nada sinis. Nayoung melepaskan kaitan tangannya di leher minwoo. “mwo ? pangeran ? bocah tengil ini kalian sebut pangeran ?” tanya nayoung heran sambil menunjuk ke arah minwoo yang sedang melakukan ‘mehrong’. Minwoo menghampiri 2 yeoja yang sedang mengajak nayoung berdebat. “bomi-a ..” panggil minwoo pada yeoja yang bernama bomi. “ne oppa ?” yeoja itu berkata dengan suaranya yang manis, tapi dibuat-buat. “aku punya sesuatu untukmu.. berikan tanganmu..” perintah minwoo, bomi histeris dan langsung mengulurkan tangannya ke arah minwoo. “ketika aku menyimpannya di tanganmu, kau harus mengepalkan tanganmu dan kau bisa membukanya jika aku sudah pergi .. arraseo ?” bomi mengangguk kesenangan. Minwoo langsung menyimpan sesuatu di tangan bomi, dan bomi langsung mengepalkan tangannya. “kajja, kita pulang ..” minwoo menarik tangan nayoung dan langsung menuju parkiran karena mobil jemputan sudah menunggu.
Disisi lain, bomi merasakan ada sesuatu mengeliat di dalam kepalan tangannya, lalu bomi membuka kepalan tangannya dan bomi mendapati seekor ulat sedang berguling-guling di telapak tangannya. “kkkyyyyyaaaaaaaa!!!!!” bomi dan hayoung menjerit karena ketakutan. Bomi langsung melempar ulat di telapak tangannya.
-di mobil-
“hahaha… makannya jangan mengganggu dongsaengku … iya kan dongsaengku tersayang ?” kata minwoo setelah menceritakan semuanya termasuk apa yang ia berikan pada bomi kepada wooyoung dan nayoung. Wooyoung hanya mengangguk melihat tingkah dongsaengnya ang sangat jahil, nayoung hanya diam memikirkan perlakuan minwoo tadi padanya. ‘apa tadi minwoo mau menolongku dari omongan-omongan tidak jelas bomi dan hayoung ? ah.. tapi, pasti ada maksud lain.. mungkin setumpuk kejahilannya akan menimpaku di rumah.. apalagi sekarang appa sedang pergi ke tokyo, pasti dia akan menjahiliku sepuasnya’ pikir nayoung.
©©©
Sesampainya di rumah minwoo, nayoung dan wooyoung pergi ke kamarnya masing masing dan langsung mandi karena cuaca sedang sangat panas.
Nayoung menuruni tangga menuju ruang tv. Nayoung hanya memakai tanktop berwarna merah dan celana jeans selutut yang berwarna putih *cinta indonesia xD*. Nayoung duduk dan menyalakan tv, mencari chanel yang menarik. Lalu wooyoung datang dan langsung duduk di samping nayoung. Wooyoung merangkul bahu nayoung, itu membuat detak jantung nayoung tidak beraturan. Itu karena nayoung menyukai wooyoung. Lalu seorang namja muncul hanya menggunakan celana jeansnya. Namja itu, minwoo, topless, alias tidak memakai baju. Minwoo masih berdiri di dekat kursi dimana wooyoung dan nayoung duduk. Minwoo sedang minum air di botolnya dan handuk yang masih melingkar di lehernya, terlihat sekali ia baru selesai mandi. Lalu minwwoo duduk juga disamping nayoung *posisinya : minwoo-nayoung-wooyoung*. Nayoung menoleh kearah minwoo dan langsung mengalihkan penglihatannya ke tv. ‘aigo.. kenapa aku deg deg-an seperti ini hanya karena melihat si jahil minwoo topless ? padahal memang setiap hati aku melihatnya topless begini .. aigoo .. aku kenapa ….. aku kan menyukai wooyoung oppa…’ batin nayoung. ‘everyone put your hands up and get your drinks up’ handphone wooyoung berbunyi dan woo young langsung berdiridan berjalan mennggalkan 2 dongsaengnya untuk mengangkat teleponnya. Tak lama kemudian wooyoung kembali dengan penampilan yang sudah rapi, bisa ditebak wooyoung berpenampilan seperti itu tidak lain adalah untuk berkencan.
Minwoo tahu bahwa nayoung sangat menyukai wooyoung, minwoo tahu karena ia pernah menyelinap ke kamar nayoung dan membaca buku diary nayoung yang tergeletak tak berdaya di meja belajarnya. Minwoo membaca lembaran demi lembaran diary nayoung. Dan terdapat satu tulisan yang agak besar ‘wooyoung oppa, saranghae’. Minwoo sangat terkejut saat ia mengetahui bayoug menyukai hyung nya.
Karena tahu perasaan nayoung pada wooyoung dan juga tahu bahwa wooyoung akan pergi berkencan, terlintas dipikiran minwoo untuk memanas manasi nayoung. “oh.. hyung, mau kemana ? mau kencan ya ?” tanya minwoo yang berusaha memanas manasi nayou ng. wooyoung tersenyum lalu mengangguk. “dengan siapa hyung ?” tanya minwoo lagi, kini minwoo tahu nayoung sudah kesal dengan apa yang ia perbuat. Minwoo sengaja merangkul pundak nayoung. Wooyoung menggaruk tengkuknya seraya tersenyum, “dengan ji eun” jawab wooyoung. Minwoo membentuk mulutnya menjadi huruf ‘o’. “ne, hyung pergilah, nanti ji eun noona lama menunggu hyung, biar dongsaeng kita ini aku yang jaga …” kata minwoo. Wooyoung mengacungkan jempolnya pada minwoo lalu pergi meninggalkan rumah dengan Mercedes-Benz SLR McLaren nya yang dihadiahkan appa nya di ulang tahunnya.
Di rumah, minwoo masih merangkul pundak nayoung. Nayoung hanya memandang ke arah tv dengan tatapan kosong. “ya, nayoung-ah ? waeyo ?” tanya minwoo muli khawatir, karena sedari tadi nayoung hanya diam, itu tidak seperti biasanya. “sana pakai bajumu !” perintah nayoung, ia tidak menjawab pertanyaan minwoo. “mwo ? aku kan sedang kepanasan! Hey, jawab pertanyaanku!” minwoo balik memerintah. “aku akan menjawab pertanyaanmu kalau kau memakai bajumu…” seru nayoung. “ne.. baiklah ….” Minwoo menyerah dengan sifat nayoung yang keras kepala. Minwoo berjalan menuju kamarnya, memakai baju dan kembali lagi duduk disamping nayoung. “nah .. jawab pertanyaanku” tagih minwoo. “mwo ? memangnya tadi kau tanya apa ?” nayoung balik bertanya.
Minwoo menghela nafas, “baiklah, kau sebenarnya kenapa ? saat kau tahu wooyoung hyung mau berkencan, kenapa kau jadi melamun terus ?” tanya minwoo.
“ah … aniyo ..” jawab nayoung. “aishh .. aku tahu kau menyukai wooyoung hyung..” papar minwoo.
“sudah tahu kenapa kau bertanya padaku ? kenapa kau memanas manasiku seperti tadi ? huh .. menyebalkan ..” nayoung melipat tangannya di dada.
Minwoo memegang pundak nayoung, membuatnya dan nayoung berhadap-hadapan. “ya! Apa yang akan kau lakukan ?!” minwoo yang ditanya hanya diam dan menatap nayoung dengan tatapan serius.
Minwoo mendekatkan wajahnya ke wajah nayoung. 20cm, 15cm, 10cm, 5cm, 2cm, dan …………. “bhahahahahahahahahahahahaha!!!!!” minwoo tertawa terbahak bahak didepan wajah nayoung yang sekarang berwarna merah padam gara-gara apa yang akan minwoo lakukan. “wajahmu merah, kau menyukaiku ya ?” tanya minwoo yang masih menahan tawa nya. “heu .. kau ! aku tak mungkin menyukaimu!” jawab nayoung. “kau pasti menyukaiku, kenapa wajahmu merah ? itu pasti karena kau menyukaiku ? iya kan ?!”. “aniya !! mana mungkin wajahku merah gara-gara ulahmu ..!” seru nayoung. “aku pasti akan membuat wajahmu berwarna merah !” minwoo yakin. “tidak akan !!” kata nayoung tak kalah yakin dari minwoo. Lalu, Chu~….. minwoo mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir nayoung. Wajah nayoung berwarna merah padam(lagi). Lalu nayoung berlari meninggalkan minwoo. Nayoung berlari ke kamarnya. Minwoo tersenyum puas dengan apa yang ia lakukan.
©©©
-Keesokan harinya-
Minwoo, wooyoung, dan nayoung sarapan bersama di meja makan. Nayoung hanya diam, tidak seperti biasanya. Gara-gara hal kemarin yang minwoo lakukan padanya, nayoung sikap nayoung jadi canggung pada minwoo. “kajja, kita berangkat!” titah wooyoung. Mereka bertida melenggangkan kaki mereka ke halaman dan berangkat ke sekolah diantarkan oleh sopir, karena baik wooyung ataupun minwoo dan nayoung belum diberi izin membawa mobil ke sekolah, tapi tidak untuk hari-hari diluar sekolah.
Posisi duduk di mobil, wooyoung duduk di samping sopir, dan di kursi belakang ada minwoo dan nayoung. Menuju perjalanan ke sekolah, suasana begitu hening. Minwoo memegang tangan nayoung yang terletak di paha nayoung. Nayoung terkejut, karena rasa canggungnya pada minwoo begitu besar, ia langsun menepis pegangan tangan minwoo. Minwoo tak kalah terkejut lalu kembali memegang tangan nayoung. Kali ini nayoung menyerah dan tidak menlak dengan apa yang minwoo lakukan padanya.
Mobil sampai di depan sekolah. Wooyoung turun duluan lalu keluar minwoo dan nayoung. Wooyoung melangkahkan kakinya duluan ke dalam sekolah karena ia belum mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan hari ini. Nayoung berjalan agak cepat meninggalkan minwoo, namun minwoo berhasil menyeimbangkan langkahnya dengan langkah kaki nayoung. “ya! Kau kenapa ?” tanya minwoo, “ne ? gwenchana ..” jawab nayoung. “lalu kenapa sikapmu jadi canggung seperti itu ?” tanya minwoo (lagi). “menurutmu ?” nayoung berjalan lebih cepat, lalu minwoo berhasil menyusulnya(lagi) dan langsung memegang pergelangan tangan nayoung. Mereka pergi ke kelas bersama.
©©©
Nayoung kini menyadari bahwa ia hanya menyukai wooyoung sekedar sebagai dongsaeng yang mengagumi oppa nya. Ia baru menyadari perasaannya yang sebenarnya. Ia menyadari siapa sebenarnya namja yang ia sukai bahkan ia cintai.
--
Waktu istirahat, nayoung berjalan di koridor sekolah menuju kantin. Nayoung melihat minwoo sedang bersama jessica sunbae. Minwoo memegang tangan sunbae, “noona, sebenarnya aku menyukai yeoja yang lebih tua dariku..” kata minwoo, jessica tersenyum manis. Nayoung melangkahkan kakinya ke kantin melewati minwoo dan jessica.
Di kantin, nayoung memesan makanannya dan duduk di bangku yang kosong. Wajah nayoung masih terlihat ada rasa tidak suka saat nayoung melihat minwoo menyatakan perasaannya pada jessica sunbae. ‘aku kenapa ? kenapa aku harus tidak suka melihat mereka ?’ pertanyaan itu terus melintas di kepala nayoung.
--
Saat sampai di rumah setelah melakukan sebuah perjalanan dari sekolah menuju rumah, nayoung langsung pergi ke lantai 2, ke kamarnya. Saat nayoung hendak membuka pintu kamarnya, nayoung menemukan secarik kertas tak berdosa(?) terinjak oleh kakinya. Karena penasaran, nayoung memungut kertas itu. Terdapat beberapa patah kata yang tertulis di kertass itu. Nayoung langsung membaca tulisan di kertas itu,
“Nayoung, aku tunggu sekarang di taman rumah, disamping kolam ikan, sekarang!”
nayoung mengangkat sebelah alis nya. ‘mwo ? siapa yang menyuruhku ke taman ?’ gumam nayoung. Nayoung langsung masuk ke kamarnya, ganti baju dan berjalan ke taman, karena penasaran siapa yang menyuruhnya pergi ke taman di rumahnya itu.
--
Nayoung duduk di taman rumahnya, tepatnya duduk dipinggir kolam ikan sambil menunggu orang yang menyuruhnya datang ke taman. Tangan kanan nayoung menyentuh air di kolam itu dan tangan kiri nayoung memegang bibirnya. ‘aigo~ kenapa dadaku berdetak lebih cepat dari biasanya? Siapa yang menyuruhku kesini ya?’ batin nayoung bertanya-tanya. Kaki nayoung pegal karena dari tadi dia jongkok sambil memainkan air kolam. Nayoung berdiri dari jongkoknya.
Nayoung merasakan ada sepasang tangan melingkar di pinggangnya dan ada sebuah dagu yang bertumpu di pundaknya. Nayoung menoleh dan mendapati minwoo yang menyimpan dagu nya di pundak nayoung sambil memejamkan mata nya. “ya, apa yang kau lakukan ? jadi kau yang menyuruhku kesini ? mau apa ? cepat lepaskan tanganmu !” perintah nayoung. “shireo …” yawab minwoo.
“hhhhh… apa alasanmu menyuruhku datang kesini ? ini salah satu dari kejahilanmu kan ?” tanya nayoung curiga.
“saranghae.. aku tak pernah macam-macam dengan kata itu.. aku hanya mengucapkannya pada yeoja yang aku cintai ..” minwoo semakin mengeratkan pelukannya.
“kau bohong, kau menyukai jessica sunbae kan…?” tanya nayoung.
“aku tidak pernah menyukainya.. waktu itu kau salah paham, aku mendekati jessica noona hanya untuk membuatmu cemburu, mungkin saja kau menyukaiku….” Jawab minwoo. Nayoung tersenyum. Ia tidak tau kenapa bisa tersenyum setelah mendengar alasan minwoo.
-flashback-
-minwoo pov-
Aku melihat nayoung berjalan ke arahku dan jessica noona, em… tepatnya mungkin ia akan pergi ke kantin. Aku mencoba memanas manasi nayoung dengan aku mengatakan aku menyukai jessica noona. aku memegang tangan jessica noona, “noona, sebenarnya aku menyukai yeoja yang lebih tua dariku..” kataku, dan jessica noona tersenyum manis. Nayoung melangkahkan kakinya ke kantin melewatiku dan jessica noona. Ah .. aku berhasil .. haha .. kulihat wajahnya ditekuk, terlihat sekali dia cemburu padaku. Ternyata dia menyukaiku, mungkin mencintaiku.
“gomawo noona .. J” aku dan jessica noona melakukan highfive dan kami tertawa bersama.
-minwoo pov end-
-flashback end-
“hey, bagaimana perasaanmu padaku ?” tanya minwoo
“menurutmu ?” nayoung balik bertanya
“nayoung, aku serius !” seru minwoo
“ne, aku memang menyukaimu …” jawab nayoung. Minwoo tersenyum mendengar jawaban nayoung. Minwoo membalikkan badan nayoung, kini mereka berhadap hadapan.
“sarangahae..” kata minwoo sambil membelai pipi nayoung, lalu memeluk tubuh nayoung erat.
“nado saranghae …” balas nayoung di pelukan minwoo.
.
.
.
-END -


0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^