Selasa, 24 April 2012

FF | My Little Family | OneShot

Tittle : My Little Family
Author : Okky Oktavia
Rating : PG-15
Genre : AU, romance
Length : OneShot
Main cast : Byun Baekhyun, Lee Sunmi
Support cast : find it by yourself
Disclaimer : BAEKHYUN is MINE!! DON’T TOUCH BAEKHYUN #plakk. This story is mine
Warning[!] : badfic, OC, OOC

**


“silahkan mencium pasangan” ujar sang pastor. Dengan perlahan,  Baekhyun, sang mempelai pria mendekatkan wajahnya ke wajah mempelai wanita, lee Sunmi. Sunmi memejamkan matanya, bukan ia menikmati, tapi ia sungguh tidak mau bibirnya disentuh oleh namja yang menyebalkan, menurutnya.

“ya! Tenang saja, mana mau aku mencium yeoja sepertimu!” bisik Baekhyun saat wajahnya dengan wajah Sunmi hanya berjarak 1cm saja. Sunmi memeletkan lidahnya, “memangnya siapa juga yang mau dicium olehmu! Lebih baik aku mencium anak ayam milik tetanggaku” balas Sunmi dengan suara sepelan mungkin dan juga wajah yang memerah. “hey~ tapi wajahmu merah, apa kau menyukaiku ?” goda Baekhyun masih berbisik. “mwo ? bab—“ Baekhyun langsung menempelkan bibirnya yang membuat wajah Sunmi semakin memerah.

Semua orang yang melihat kedua mempelai sedang berciuman, semuanya bertepuk tangan. karena semua acara dilaksanakan dalam satu hari, dan tempat yang sama, dari pengucapan janji hingga resepsi, semuanya dilakukan di halaman belakang rumah Sunmi yang sangat luas. Banyak tamu yang datang, mulai dari rekan bisnis keluarga orang tua yang menikah, teman-teman Sunmi dan Baekhyun, bahkan guru-guru pun datang.

Wajar saja, mereka kan baru satu minggu lulus dari SMA. Semua orang tidak menyangka kalau tom and jery di sekolah mereka, di seoul highschool, sepasang anak manusia yang jarang sekali terlihat akur, akan menikah dalam waktu secepat ini. takdir kah ? atau, paksaan ?

**

“ah.. akhirnya semuanya selesai…” ujar Baekhyun sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur di rumah barunya. Ya, dengan jahatnya, kedua orang tua mereka langsung memberikan rumah untuk pengantin baru itu dan langsung ‘mengusir’ mereka untuk pergi ke rumah baru nya. Rumah sederhana yang cocok untuk pengantin baru.

Sunmi yang masih mengenakan gaun pengantin yang super berat berkacak pinggang di dekat tempat tidur. Memelototi Baekhyun yang sudah berganti pakaian. “ya! Neo, keluar, aku mau ganti baju !” Baekhyun bangun dari tidurannya. “mwo ? aku kan suamimu, untuk apa aku keluar”

“aish.. neo! Kalau bukan karena anak hilang itu, ini semua tidak akan terjadi !”

“haha.. kau benar Sunmi, kalau bukan anak itu, ini tidak akan terjadi, dan aku masih bisa bebas melakukan apapun sesuai yang kuinginkan..”

Flashback

Beberapa hari setelah kelulusan diumumkan, Sunmi dan Baekhyun pergi berdua ke game center, catat, bukan untuk kencan, tapi untuk melakukan taruhan. Siapa yang menang, boleh mejadikan yang kalah sebagai pembantu selama seminggu. Ketika mereka sedang berdebat tentang game apa yang akan mereka mainkan, seorang anak kecil, namja menarik ujung baju Sunmi dan Baekhyun. Otomatis, yang empunya baju melirik ke bawah dan melihat si anak kecil yang sedang terisak. Lalu Baekhyun dan Sunmi saling memandang, “kau yang urus!” ucap mereka berdua serentak. Si anak kecil itu menangis dengan suara cemprengnya yang membuat mereka menjadi pusat perhatian di game center.

Baekhyun dan Sunmi terus berdebat, dan anak kecil itu terus menangis. “dasar anak muda, tidak kasihan apa pada anaknya, bertengkar di depan anak sendiri, itu tidak baik..” cibir seorang ajushhi yang lewat di hadapan mereka. Sunmi dan Baekhyun berhenti berdebat.

Baekhyun menggendong si anak hilang dengan satu tangannya dan tangannya yang satu lagi menarik tangan Sunmi. Mereka masuk ke dalam mobil milik Baekhyun, dan Baekhyun melajukan mobilnya ke rumahnya.

-rumah Baekhyun-

Di rumahnya, Baekhyun menurunkan anak kecil itu. Anak itu diam memerhatikan orang dewasa yang sedang berdiri di hadapanya. Sunmi berjongkok, sedangkan Baekhyun mengalihkan pandangannya kea rah lain.

“di mana rumahmu ?” Tanya Sunmi lembut. “aku dari panti asuhan di busan” jawab anak itu. “kalau begitu ayo kita antarkan!” saran Baekhyun. Tap tap tap. Terdengar suara langkah kaki yang menuruni tangga. Baekhyun dan Sunmi menoleh kearah tangga. “umma!” seru Baekhyun dan Sunmi bersamaan setelah melihat umma nya sedang mengobrol. Umma Sunmi dan Baekhyun langsung tersenyum aneh. “sudah kubilang, mereka pacaran kan ?” ucap umma Baekhyun tegas. “ahah.. ne, sekarang aku percaya.. omo~ lihat mereka juga sudah mengurus seorang anak kecil..” timpal umma Sunmi.

“ani umma~! Dia anak hilang, dan kami mau mengembalikannya ke rumahnya..” sangkal Sunmi sambil menunjuk-nunjuk anak kecil yang lucu itu. Baekhyun hanya diam. “berarti kita sepakat ya~!” kata umma Baekhyun pada umma Sunmi, dan mereka bersalaman, entah apa yang mereka rencanakan.

Setelah kejadian itu, terjadilah hal yang tidak mereka inginkan, pernikahan. Entah sejak kapan umma mereka merencanakan ini.

Flashback end

“aish.. semuanya gara-gara anak itu! Ah.. kau masih ingin bebas kan ? silahkan saja, aku tidak akan mengaturmu.. mau bersama yeoja atau namja, itu terserah padamu”

“aku mau ganti baju, kau bisa keluar ?” kata Sunmi, lagi. Baekhyun tersenyum seduktif. “tapi aku ingin bersama dengan istriku” ucap Baekhyun manja. “shireo! Bukannya kau mau bebas tadi ? sana pergi bermain bersama teman namja atau teman yeoja mu!”

“ya~! Kalau aku bermain bersama yeoja, apa kau tidak cemburu ?”

“untuk apa aku cemburu.. aku tidak mempunyai perasaan apapun padamu, kau juga begitu kan ? sejak dulu, kita ini hanya saingan dalam hal apapun, tentu kau ingat bukan ?”

“aish.. walaupun seperti itu, hargailah aku sebagai suamimu, walaupun terpaksa..” Baekhyun merajuk sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Melihat Baekhyun ynag bersikap seperti itu, Sunmi menjadi sedikit merasa bersalah. Sunmi berjalan mendekati Baekhyun yang kini duduk di pinggiran tempat tidur. Sunmi memegang pundak Baekhyun yang memunggunginya. “mianhae, kurasa kata-kataku barusan terlalu kasar, mianhae” Baekhyun tetap pada posisinya, ia tidak menoleh sedikitpun pada Sunmi.

“aish.. geurae, yeobo, bisa keluar sebentar? Aku mau ganti baju dulu.. kau tidak kasihan padaku, huh ?” ucap Sunmi yang langsung ingin menggaruk bibirnya karena merasa aneh setelah melontarkan beberapa patah kata seperti tadi. Baekhyun menoleh dan tersenyum aneh. “mwo ?” Tanya Sunmi heran. “coba sekali lagi katakan ?” Baekhyun tersenyum jahil. “eh ? jadi kau pura-pura marah tadi ? aish ! cepat keluaaarrr!” Baekhyun berdiri dan berlari keluar kamar, sebelum benar-benar keluar, sebuah bantal jjinbang berhasil mendarat di kepala Baekhyun. Untung hanya sebuah bantal, kalau batu ? bayangkan sendiri bagaimana rasa sakitnya -__-“.

Sunmi mendekat ke pintu kamar, menutupnya rapat-rapat dan menguncinya, berjaga-jaga kalau nanti ‘Baekhyun genit’ mengintip, itu panggilan Sunmi pada Baekhyun saat mereka masih sekolah.

Sunmi mulai melepaskan balutan kain di tubuhnya. ‘mimpi kah aku menikah dengannya ? ani.. ini nyata..’ gumam Sunmi.

Degg

Degg

‘apa ini ? ada apa denganku ? perasaan apa ini ?’ Tanya Sunmi dalam hatinya sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang. ‘apa aku …..? ani! Itu tidak mungkin!!’ sangkal Sunmi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sunmi membuka koper dan mencari pakaian yang belum sempat ia bereskan. Sunmi memakai celana selutut dan kaos lengan pajang. Sunmi melangkahkan kakinya keluar kamar.

Di ruang tengah, Sunmi melihat Baekhyun tertidur di sofa dan tv masih menyala. Lalu ia melirik jam dinding. ‘pukul 19.45’ gumam Sunmi, lalu melangkahkan kakinya ke dapur, berharap ada makanan atau bahan makanan di sana. Sunmi tersenyum senang setelah melihat kulkas telah terisi penuh dengan bahan makanan. Orang tua Sunmi dan Baekhyun ternyata sudah mempersiapkan semuanya sampai sedetail itu. Saat ini Sunmi merasa berterimakasih karena mempunyai orang tua seperti mereka yang begitu perhatian.

Sunmi mengeluarkan beberapa bahan makanan dan mengolahnya menjadi makanan yang bergizi dan penuh nutrisi*apaini?*. Sunmi menatanya di meja makan.

“ya~ ireona, kau tidak lapar ?” Sunmi mengguncangkan pelan bahu suaminya*cieee* yang sedang terlentang di sofa. “enghh…” lenguh Baekhyun lalu bangun dan duduk di sofa sambil menatap kosong, pertanda nyawanya belum berkumpul seluruhnya. Dengan langkah sedikit malas dan kantuk yang berat, Baekhyun mengikuti Sunmi dan duduk di kursi meja makan.

“bagaimana ?” Tanya Sunmi pada Baekhyun yang sedang melahap makanan buatannya. Baekhyun hanya memberikan 2 jempolnya, lalu kembali makan. Sunmi tersenyum puas. Entah kenapa Sunmi merasakan seperti itu, bukankah Sunmi masih sedikit tidak menyukai Baekhyun saat pernikahan mereka berlangsung ? buktinya, di altar pun, mereka sempat saja berdebat hal yang tidak penting.

Tapi, sekarang Sunmi selalu merasakan perasaan aneh. Sebentar saja ia tidak melihat Baekhyun, ia merasakan perasaan rindu, seperti sudah lama tidak melihat. Aneh, pikir Sunmi.

Baekhyun berdiri dari meja makan dan berjalan menuju kamar. “ya! Mau kemana ?” seru Sunmi. Baekhyun menoleh, “ke kamar.. aku masih ngantuk” sahut Baekhyun. “mwo ? jadi aku yang harus membersihkan semua ini ?” protes Sunmi. “ya tentu saja, kau kan sekarang ibu rumah tangga” ejek Baekhyun. “aish.. setidaknya kau menyikat gigimu sebelum tidur..”

Baekhyun berjalan mendekati Sunmi yang sedang membereskan piring-piring kotor. “wae?” Tanya Sunmi, merasa heran dengan tingkah Baekhyun yang aneh. “kau perhatian sekali padaku” ujar Baekhyun. Sunmi langsung menatap Baekhyun dan memasang tampang datar. “wae ? kenapa wajahmu seperti itu ?” Tanya Baekhyun dengan kerutan di dahinya. “gosok gigimu sana! Mulutmu bau” kata Sunmi sambil menutup hidungnya. Baekhyun pun menyerah dan berjalan ke kamar mandi.

“tidak tidur ?” Tanya Baekhyun setelah selesai menggosok giginya pada Sunmi ynag sedang menonton tv. “aku belum ngantuk..” sahut Sunmi tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv. Mendengar jawaban Sunmi, Baekhyun berjalan menuju satu-satunya kamar yang ada di rumah mereka. Baekhyun tidak menutup pintu kamarnya, kalau saja Sunmi berubah pikiran dan akan tidur.

Sunmi sedang menonton tv dengan hati yang berdegup kencang. “aish.. kau kenapa Sunmi? Bukankah sejak dulu dia adalah sainganmu? Bukankah selama sekolah kau dan Baekhyun tidak pernah akur ? tapi, kenapa sekarang sifatnya melunak seperti itu ? kenapa dia jadi bersikap lembut padamu Sunmi ?” ujar Sunmi dalam hatinya. Sunmi melirik kamarnya yang masih terbuka. Sunmi bisa melihat sosok jangkung sedang terbaring di kasur. “apa aku harus tidur dengannya ? aniyo!” Sunmi mengendap-ngendap masuk kedalam kamarnya dan Baekhyun, berusaha tidak menimbulkan suara sedikitpun. Sunmi mengambil bantal jjinbang kesayangannya di kasur dan juga mengambil selimut yang ada di kopernya. Lalu Sunmi kembali keluar kamar dan memutuskan untuk tidur di sofa sambil menonton film action kesukaannya.

Sunmi mematikan tv karena rasa kantuk sudah menyerangnya. “hhh.. semoga tidak ada maling” gumam Sunmi sebelum menutup matanya.

Baekhyun Pov

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali untuk membiasakan mataku yang baru terbuka dengan cahaya yang ditimbulkan oleh matahari? Tidak, kurasa ini hanya lampu kamar yang terlalu terang. Kulirik di sebelahku, tidak ada siapa-siapa. Kemana yeoja itu ?

Badanku pegal rasanya. Kulirik jam dinding di kamarku, ah.. ternyata baru pukul 23.25. aku haus. Dengan berat kulangkahkan kakiku ke dapur. Di ruang tengah, tepatnya di sofa di depan tv, kulihat ada gumpalan di bawah selimut. Dapat kupastikan itu adalah Sunmi. “ya~ kenapa tidur di sini ?” Tanya ku sia-sia, karena ia tidak bergerak sama sekali, apalagi menjawab pertanyaanku.

Kulanjutkan langkah kakiku menuju dapur dan meneguk segelas air untuk menghilangkan rasa haus yang kurasakan. Aku akan kembali tidur di kamar, tapi kulirik sesosok manusia sedang meringkuk di sofa dan di bawah selimut tipis. Dan parahnya sesosok itu adalah seorang yeoja ynag berstatus sebagai istriku.

“kenapa tidur di sini sih..” gumamku sambil mengangkat tubuhnya dari sofa. aku tidak menyangka tubuhnya seringan ini. aku kira dia berat. “maling… ngghhh…..” aku menatap wajahnya yang sedang tertidur. “aigo~ pasti kau kelelahan sampai berbicara saat tidur”

Kurebahkan tubuhnya yang ringan itu di kasur. Aku pun ikut merebahkan tubuhku di sampingnya, jangan berpikir macam-macam, aku membatasi jarak diantara kami dengan guling. “aku tidak menyangka sainganku selama di sekolah kini adalah istriku”. Kututup kembali mataku, karena kantuk sudah mulai menyerangku kembali.

Author pov

Sunmi mengerjap-ngerjapkan matanya, bukan karena sinar matahari yang mamaksa masuk ewat jendela kaca kamarnya, akan tetapi karena suara alarm yang berasal dari handphone Baekhyun. “dasar, alarm sekeras itu tapi tidak bangun juga” gerutu Sunmi. Sunmi baru sadar sepenuhnya, dan mata Sunmi langsung terbuka seluruhnya. Sunmi menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan Sunmi bernafas lega karena ia masih berpakaian lengkap. Akan tetapi Sunmi menemukan Baekhyun yang memeluk pinggangnya dengan mata yang masih tertutup. Sunmi mencoba duduk di kasurnya. Sunmi melirik jam dinding. “baru pukul 05.00” gumamnya. Tangan Baekhyun masih melingkar di pinggang Sunmi. Sunmi menatap wajah suaminya yang sedang tertidur. “neomu kyeopta” ujar Sunmi dengan suara pelan. ‘mwo ? apa yang aku katakan barusan ? apa jangan-jangan, aku sudah mulai menyukainya ? apa benar? Molla.. aku masih pusing…’.

Sunmi mengelus puncak kepala Baekhyun. “kurasa benar, aku sudah mulai menyayangi suamiku ini. namun, yang masih tidak aku percaya, kenapa aku merasakannya secepat ini.. bukankah saat pernikahan berlangsung, aku masih tidak memiliki perasaan apapun padanya, tapi.. sekarang aku…” Sunmi memegangi dadanya yang berdegup kencang.

Sunmi menghentikan aktifitasnya mengelus-ngelus rambut Baekhyun, dan dengan perlahan ia melepaskan tangan Baekhyun yang meingkar di pinggangnya, agar Baekhyun tidak terbangun dari tidurnya. Setelah berhasil menyingkirkan tangan Baekhyun, Sunmi berdiri dan langsung mandi.

Tidak lama kemudian, Sunmi selesai mandi dan melihat Baekhyun masih tertidur, “apa dia begitu kelelahan ?” Tanya Sunmi pada dirinya sendiri. “kalau begitu aku harus memasak makanan yang special untuknya” Sunmi mengambil mantelnya yang ia gantung di capstok di belakang pintu kamarnya. Sunmi pergi ke super market setelah melihat jam, jam menunjukan pukul 06.00.

Sebelum pergi ke super market, Sunmi pergi ke rumah mertuanya terlebih dahulu. Ia akan menanyakan apa yang Baekhyun sukai dan apa yang Baekhyun benci. Sunmi memutuskan, ia akan berusaha menjadi istri yang baik.

Di super market Sunmi membeli bahan-bahan makanan yang ia butuhkan. Setelah sekiranya cukup, Sunmi berjalan ke kasir dan membayar semua belanjaannya.

“aku harus bergegas, ini sudah jam 8, mungkin Baekhyun sudah menungguku, mungkin dia kebingungan karena aku sudah tidak berada di rumah” Sunmi sedikit berlari menuju rumahnya.

Di teras rumahnya, Sunmi melihat sepasang sepatu yeoja. Sunmi mengerutkan keningnya, “aku tidak pernah memiliki sepatu seperti itu, apa ada tamu ?” untuk memastikan, Sunmi langsung masuk ke dalam rumah.

Sunguh, Sunmi enggan melihat suasana seperti ini. Sunmi melihat suaminya, Baekhyun, sedang disuapi oleh seorang yeoja. Yeoja itu sangat cantik, tubuhnya tinggi semampai, langsing dan juga rambut panjang indahnya dibiarkan tergerai. Dengan perlahan Sunmi melangkahkan kakinya ke dapur. Baekhyun menyadari keberadaan Sunmi. “ah.. kau dari mana ? saat bangun tadi, aku mencarimu” Tanya Baekhyun dengan mulut penuh makanan yang disuapkan oleh yeoja yang belum diketahui identitasnnya oleh Sunmi. Sunmi menjawab pertanyaan Baekhyun dengan senyuman tipis. “aku baru dari super market”

“kenapa begitu lama ? aku hamper mati kelaparan..”

“banyak yang harus aku beli. Kau kan sedang makan, jadi kau sudah tidak merasakan kelaparan lagi, kan ? kalian, lanjutkan saja, aku mau ke dapur dulu, banyak sekali yang harus aku bereskan..” Sunmi berjalan dengan langkah gontai menuju dapur.

Di dapur, Sunmi duduk di lantai sambil memeluk lututnya, “kenapa begitu sakit ? padahal, aku sendiri yang membiarkannya bebas.. tapi, aku tidak menyangka rasanya akan seaakit ini..” Sunmi memegangi dadanya, lalu menyeka air matanya yang sempat membasahi wajah cantiknya.

Sunmi bangun dari duduknya dan membersihkan bajunya yang sedikit kotor. “kenapa aku seperti ini ? bukankah itu keinginanku dan juga dia ? aku harus mempertanggungjawabkan omonganku sendiri.. biarlah mereka bersenang-senang.. I don’t care” ucap Sunmi panjang lebar di dalam hatinya. Dengan sedikit kasar, Sunmi memotong-motong sayuran tanpa dosa itu.

Cukup lama Sunmi berkutat dengan pisau dan juga sayuran yang sudah tidak berbentuk lagi. Masakan Sunmi tak kunlee selesai. Tanpa Sunmi duga, Baekhyun sudah ada di hadapannya, memperhatikan Sunmi yang sedang memotong-motong sayuran. “kau mau memasak, Sunmi-ah?” Sunmi mengangguk pelan tanpa memandang wajah Baekhyun yang sedang memerhatikannya. “memasak apa ?”

“apa saja, yang penting aku bisa makan”

“mau kubantu?”

“ani.. tidak usah.. Baekhyun, meninggalkan tamu itu tidak baik lho” ujar Sunmi dengan senyum yang dipaksakan. Baekhyun berjalan dan berhenti tepat di samping Sunmi. “dia sudah pulang, suaminya menyuruhnya pulang, padahal aku masih mau makan disuapi oleh bibiku yang satu itu..” Sunmi tetap pada pekerjaannya dan tidak memperdulikan ucapan Baekhyun. “hey, kau kenapa Sunmi-a ? tidak biasanya seperti ini?” Tanya Baekhyun polos, sungguh polos. “gwenchana” sahut Sunmi sambil memasukan sayuran yang tadi ia potong-potong ke dalam kulkas dan mengambil sepotong buah apel.

Sunmi berjalan meninggalkan Baekhyun yang masih berdiri mematung di dapur. Sunmi duduk di kursi yang ada di balkon rumahnya, Baekhyun mengikutinya dan duduk di samping Sunmi. “kau… cemburu?” tukas Baekhyun. Sunmi langsung menatap Baekhyun, “mwo? Tidak mungkin..” sahut Sunmi sambil memasukan potongan apel ke dalam mulutnya. “jeongmal?” goda Baekhyun. Sunmi mengangguk. Baekhyun terus menatap Sunmi, membuat Sunmi sedikit risih. “kenapa kau berubah seperti ini? kau tahu, kau aneh… dulu, kau sainganku dan juga sering menjahiliku, sering berdebat denganku, kenapa kau berubah ?”

“aku hanya ingin jadi pendamping yang pantas untukmu..” sahut Baekhyun yang membuat membuat Sunmi balas menatapnya. “neomu isanghae..” ucap Sunmi singkat. Baekhyun memegang pundak Sunmi erat. Memosisikan tubuh Sunmi menghadap ke tubuhnya. “wae ? kau tidak suka aku berubah ? kau tidak suka aku berbuat baik padamu ? apakah salah jika aku ingin menjadi suami yang baik untukmu? Apakah salah ?” bentak Baekhyun yang membuat Sunmi menundukkan kepalanya. “angkat kepalamu saat suamimu bicara Sunmi-a!” Sunmi mengangkat kepalanya, cairan bening sudah memenuhi mata indah Sunmi.

“mian.. aku.. aku—“

“ani.. jangan minta maaf, aku yang salah.. tidak salah jika kau ingin berubah.. dan kau sukses melakukannya secepat ini.. tapi, aku bukan menyalahkanmu, bukan aku tidak menyukai perubahanmu, namun aku hanya sedikit belum terbiasa.. tapi aku akan berusaha untuk membiasakan diriku dengan perubahanmu..”

“Sunmi-a.. kau juga berubah…”

“eh? Aku ?” Baekhyun mengangguk. “ne, kau pun sama, sekarang kau selalu bersikap lembut padaku, aku semakin mencintaimu” ucap Baekhyun keceplosan, kini ia menutup mulutnya sendiri. “mwo?!”

“hh.. baiklah aku ketahuan sekarang.. aku memang sudah mencintaimu sejak lama.. aku bersikap buruk padamu agar aku selalu diingat olehmu, walaupun aku hanya diingat sebagai namja yang buruk olehmu..” Baekhyun berdiri dan hendak berjalan meninggalkan Sunmi sendirian, namun Sunmi menahan Baekhyun dengan memegang erat pergelangan tangan Baekhyun. Baekhyun menoleh, “kalau aku mengatakan aku juga sudah mengagumimu, mencintaimu, menyukaimu sejak dulu? Sejak pertemuan kita saat masa orientasi” Baekhyun tersenyum setelah mendengarkan perkataan Sunmi.

“jinja?” Sunmi mengangguk. Baekhyun menarik Sunmi ke dalam pelukannya. “saranghae chagi..”

“nado saranghae oppa…” balas Sunmi dengan membalas pelukan Baekhyun. Baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap istrinya lekat. “kenapa menatapku seperti itu ? aku jelek ya ?”

Baekhyun menggeleng, “ani.. kau bahkan lebih cantik dibandingkan dengan bidadari sekalipun, kau istriku yang paling cantik.. saranghae” Sunmi menundukan kepalanya, ia merasa senang dengan Baekhyun yang seperti ini.

Baekhyun memegang dagu Sunmi dan membuat Sunmi menatapnya. “our second kiss” kata Baekhyun dengan senyuman menggoda, lalu melumat bibir istrinya. Tangan Baekhyun tidak tingal diam, jari-jari lentik Baekhyun mengelus perut Sunmi, membuat Sunmi mendorong tubuh Baekhyun hingga tautan bibir mereka terlepas, “oppa, apa yang kau lakukan?!” Tanya Sunmi dengan wajah memerah. “aku hanya menginginkan kehadiran malaikat kecil di keluarga kita, aku ingin Baekhyun junior”

“eh.. eh eh oppa! Ya~! Turunkan aku !!” Sunmi sedikit berteriak ketika bakhyun menggendongnya dengan bridal style. Baekhyun menggendong Sunmi dan masuk kedalam kamar mereka.

‘BLAMM’

Epilog

“oppa, ireona.. ini sudah siang, kau tidak pergi ke kantor umm?” Sunmi membangunkan suaminya, Baekhyun dengan suara lembutnya. “ngghh… morning chagi..” ucap Baekhyun dengan mata setengah terbuka. “morning oppa”

Baekhyun menyentuh bibirnya sendiri dengan jari telunjuknya, “mwoya?”

“morning kiss” pinta Baekhyun. “shireo~!”

“kau berani menolakku, hemm? Sudah berani rupanya…” Baekhyun bangun dan memegang pipi Sunmi, sedetik kemudian, bibir mereka bertaut.

‘BRAKK’

“eomma! Appa! Aku lupa mengerjakan pr mate—“ ucapan seonghyun, Baekhyun junior, hasil dari cinta mereka, langsung membungkam mulutnya sendiri. Anak lelaki yang baru menempati bangku sekolah dasar. Baekhyun dan Sunmi terkejut dan melepaskan tautan bibir mereka. Seonghyun menutup kembali pintu kamar orang tuanya.

“omo~ apa itu tadi =__=’ seharusnya aku mengetuk pintu dulu” seonghyun berjalan dengan kaki gemetar ke kamarnya, karena mata sucinya telah melihat scene berbahaya.

END

8 komentar:

  1. wah, bagus banget thor! ceritanya simpel tp menarik ^^ i like this.
    tapi masa saya gabisa ngebayangin baekhyun gara2 backgroundnya suho! jd kebayang2 suho muluuuu~ suho mengalihkan pikiranku #eaea mian thor, wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Gwenchana xD .. Gomawo ya udah mau komen :D

      Hapus
  2. Haha lucu banget ceritanya,, dan romantis

    BalasHapus
  3. wkwkwkwkkw....
    lucu bnget,,,coo cweeett :D

    BalasHapus
  4. Waaaaaaa, keren. Pas baca ini, aku ketawa ketawa sendiri. Kaya org gila. Hahahahhaha

    BalasHapus
  5. Lucu pas bagian akhir nya. Keren ff nya ka😚

    BalasHapus

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template