Tittle : Tomchan
Author
: Okky Oktavia
Rating
: T
Genre :
Friendship, Romance
Length
: Oneshot
Main
cast : Byun Baekhyun, Han Minchan
Support
cast : find it by yourself
Disclaimer
: they are belong to themselves
Warning
: AU, Badfic, OC, OOC, typo(s)
a/n :
tolong hargai FF ini. RnR please~
Rok? Aku tidak pernah mau memakai benda itu. tapi, karena
tuntutan pihak sekolah, dengan sangat terpaksa aku memakai benda mengerikan
itu. pernah sewaktu aku masuk sekolah dan meminta kepada kepala sekolah agar
aku diberi izin untuk memakai celana panjang. dan hasilnya, DITOLAK.
Dengan sangat terpaksa, aku menggunakan rok saat sekolah.
Walaupun cara berjalanku masih seperti anak laki-laki.
Aku memang seorang yeoja tulen. Tapi, hanya sikapku yang
seperti laki-laki. Maka dari itu, aku tidak suka memakai rok, mini dress, atau
baju feminim lainnya. Aku lebih suka memakai kaos dan celana jeans panjang. itu
lebih simple menurutku.
Walaupun aku ini tomboy, aku masih normal. Maksudku, aku
bisa menyukai bahkan mencintai seorang namja. Seperti saat ini, aku sedang
mengalami rasanya jatuh cinta entah pada pandangan keberapa. Aku jatuh cinta
pada sahabatku sendiri, byun baekhyun.
Mungkin ini cerita yang sudah biasa, seorang sahabat
mencintai sahabatnya. Tapi, aku rasa cerita cintaku akan lain lagi. Sahabatku
ini benar-benar bodoh dan tidak peka dalam hal cinta. Aku benar-benar tidak
habis pikir, apa sebenarnya yang ada di dalam otaknya itu ?.
Author Pov
Ptukk
Minchan tersadar dari lamunannya saat ia merasakan ada benda
kecil, berwarna putih mengenai kepalanya. Minchan berpikir, “sial, siapa yang
berani melemparku dengan benda bodoh ini?.”
“sudah selesai melamun nona han?.”
Minseok seonsaengnim berdiri di samping meja minchan. Tangan
kanannya memegang tongkat yang terbuat dari rotan, dan tangan kirinya ia
masukan kedalam saku celananya.
“sudah saem.”
Jawab minchan enteng, yang membuat minseok saem geram.
‘PTAKK’
Tongkat itu mendarat mulus di meja minchan, membuat suasana
kelas semakin hening.
“PERGI KE PERPUSTAKAAN DAN KERJAKAN EVALUASI BAB 1-5!!!
SEKARANG!!.”
.…
“otakku lela~h.” keluh minchan. Ia tengah duduk di kantin
sendirian setelah selesai mengumpulkan tugas yang diberikan oleh minseok
seonsaengnim. Minchan terkejut saat merasakan ada benda dingin yang menyentuh
pipinya.
Minchan menoleh, “mau ice cream strawberry?.”
“shireo~ aku tidak suka makanan manis, kau makan saja
sendiri.” Tolak minchan. Namja itu –baekhyun- duduk di hadapan minchan sambil
menjilati ice cream strawberry yang tadi ia tawarkan kepada minchan.
“aku baru menemukan yeoja yang tidak suka makanan manis.
Lalu kau makan apa eoh?.” Tanya baekyun yang masih menikmati ice creamnya.
“simple, hanya makanan yang asin.” Jawab minchan dengan
ekspresi sedang membayangkan sesuatu. Entah apa itu.
“misalnya?.”
“semacam garam. Aku makan itu setiap hari.”
“ya~! Aku serius!”
“ck. Apa saja asal jangan makanan yang terlalu manis.” Jawab
minchan sambil menaruh(?) kepalanya di meja kantin dengan tangan sebagai
bantalan kepalanya.
“babo~ makanan manis itu enak. Kenapa kau tidak menyukainya
eoh?.”
“itu makanan yeoja baekhyun-ah~.”
“lalu kau apa? Kau juga yeoja kan? Ckck, dasar tomchan.”
Minchan tertawa, memamerkan deretan giginya yang putih. Ia
tertawa karena ia lupa pada gendernya sendiri. Aneh.
Tomchan. Itulah panggilan sayang dari baekhyun untuk
minchan. Panggilan sayang dari seorang sahabat, tidak lebih.
Di pikiran baekhyun, minchan itu setengah yeoja setengah
namja. Hanya satu yang bisa membuktikan dia yeoja saat di sekolah, rok yang
dipakainya. Intinya minchan itu adalah seorang yeoja tomboy. Namun, daripada
memanggil minchan dengan sebutan tomboy, baekhyun lebih memilih memanggil
minchan dengan sebutan tomchan, supaya berbeda dari orang lain yang memanggil
minchan dengan sebutan tomboy. Hey~ bukannya tomboy dan tomchan tidak terlalu
jauh? Kkk~.
“kalau aku tomchan, kau lebah.” Ujar minchan sambil
tersenyum pada ajushi yang mengantarkan makanan pesanannya.
“eh? Apa hubungannya tomchan dengan lebah?.” Tanya baekhyun
dengan ekspresi bodohnya.
“tidak ada. Ck.. sudahlah, aku mau makan. Kau mau?.”
Baekhyun menggeleng pelan, “makananmu pedas, tidak baik
untuk tenggorokanku.”
….
“panas sekali hari ini~.” keluh minchan. Ia mengeluarkan
sebuah karet kecil di saku bajunya dan mengikat poninya. Persis seperti apel.
Baekhyun yang berjalan di sampingnya hanya menggeleng pelan
karena kelakuan sahabatnya itu yang terkadang lupa pada gendernya sendiri.
Tiba-tiba tatapan baekhyun fokus pada satu objek. “astaga,
itu benar-benar indah, sempurna.” Gumam baekhyun. minchan melirik baekhyun yang
sedikit bersikap aneh.
“kau sakit baekhyun-ah?.” Tanya minchan sambil menempelkan
punggung tangannya di dahi baekhyun.
Baekhyun menggeleng, “oh tuhan~ yuri sunbaenim sangat
cantik.” Puji baekhyun saat melihat seorang yeoja berjalan kearah mereka.
Baekhyun terdiam saat yuri benar-benar di hadapan mereka.
“pesta ulang tahunku. Kuharap kalian berdua datang^^.” Yuri
memberikan amplop kecil berwarna ungu pada baekhyun dan juga minchan. Baekhyun
hanya diam, karena ia terlalu memerhatikan wajah yuri. Minchan menatap baekhyun
dengan tatapan malas, lalu ia membungkuk, berterimakasih pada yuri karena
mengundangnya ke acara ulang tahunnya.
Yuri telah berlalu dari hadapan mereka, namun baekhyun tetap
pada posisinya. “senyum yuri sunbaenim sangat indah, dia sangat cantik,
benar-benar tipe ku.” Celoteh baekhyun yang sudah sadar dari khayalannya. Ia
berceloteh sambil membayangkan sosok yuri.
“senyumanku lebih indah.” Celetuk minchan yang membuat
baekhyun menatapnya. Minchan memamerkan senyumannya. Senyuman yang sebenarnya
lebih mirip dengan seringai tajam.
“itu smirk tomchan!.”
“hehe.”
**
“tomchan~.”
Minchan melepaskan sebelah earphone nya. “wae?.” Baekhyun
duduk di samping minchan.
“err~ aku ada satu permintaan padamu.” Minchan kembali pada
music yang ia dengarkan dengan sebelah earphonenya. “kau pikir aku doraemon?.”
“jika kau mau menolongku, aku akan membelikanmu 1 kaset game
terbaru.” Minchan terlihat sedang menimbang-nimbang perkataan baekhyun. “ck.
Baiklah, apa yang kau inginkan?.”
“kau kan yeoja yang sedikit tidak punya malu, kau mau kan
mendekatkanku dengan yuri sunbaenim?.” Minchan mendelik tajam pada baekhyun.
membuat baekhyun diam dengan wajah pucat.
“kalau aku tidak punya malu, aku tidak bisa pipis.” Ujar
minchan polos. Sangat polos. Saking polosnya, kepolosannya itu sudah
dikategorikan pada jenis bodoh. Wajah baekhyun yang tadinya takut, kini
memasang ekspresi -> -__-“.
“kau mau kan?.” Pinta baekhyun. minchan menggeleng. “aku
menolak.” Jawab minchan tegas.
“waeyo? Kenapa kau tidak mau membantuku mendekatkanku dengan
yuri sunbaenim?.” Minchan menundukan kepalanya, lalu menatap lurus kedepan.
Minchan menggerutu di dalam hatinya, “karena aku mencintaimu, bodoh!.”
“pikirkan sendiri, dasar tidak peka.” Baekhyun terlihat
sedang berpikir, lalu ia tersenyum jahil pada minchan, hingga minchan merasa
aneh dengan senyuman baekhyun itu.
“kau.. menyukaiku ya?.” Tebak baekhyun dan tepat mengenai sasaran.
“nah, itu kau tahu. Kenapa kau masih memintaku mendekatkanmu
dengan yuri sunbaenim?.” Ujar minchan acuh, lalu kembali bersenandung kecil.
“hey~, kau serius eoh?.”
Minchan hanya diam, tidak menjawab pertanyaan baekhyun.
minchan berdiri dan berjalan hendak meninggalkan kelas.
”tomchan!.” Minchan menghentikan langkahnya dan menoleh. Ia
mendapati baekhyun sudah ada di belakangnya.
“ada apa?.”
“kau mau kemana?.”
“bukannya kau ingin aku mendekatkanmu dengan yuri
sunbaenim?.”
Baekhyun diam. Ia memikirkan perkataan minchan yang
mengatakan kalau minchan menyukainya. “bukannya kau menyu—“
“aku hanya bercanda, tidak usah dipikirkan.”
Minchan berlalu dari hadapan baekhyun, dan baekhyun hanya
diam di tempatnya. Di wajahnya terlihat kalau ia sedang banyak pikiran. Entah
apa yang sedang dipikirkannya. “tapi wajahnya tidak menunjukan kalau ia sedang
bercanda.” Gumam baekhyun.
….
“kata yuri sunbaenim, jika kau benar-benar menyukainya, kau
harus memberinya bukti di pesta ulang tahunnya nanti.” Celetuk minchan memecah
keheningan saat ia dan baekhyun pulang bersama.
“kau bilang apa pada yuri sunbaenim eoh?.” Tanya baekhyun
dengan ekspresi terkejut yang berlebihan.
“aku hanya berbicara 1 kalimat pada yuri sunbaenim.”
“beritahu aku tomchan!.”
“aku hanya mengatakan padanya kalau kau menyukainya.”
Wajah baekhyun bersemu merah. Lalu baekhyun menjitak kepala
minchan. “dasar kau srigala berbulu karpet!. Aku sudah berbaik hati menolongmu,
kau malah menyakiti kepalaku!.” seru minchan sambil mengusap kepalanya yang
memang terasa sakit. “bahkan aku sampai mengorbankan hati dan perasaanku.”
lanjut minchan dalam hatinya.
“kenapa kau mengatakan itu padanya?!.”
“kau kan bilang kalau kau ingin dekat dengannya!, aku sudah
menolongmu, seharusnya kau berterimakasih!.” Minchan berlari meninggalkan
baekhyun.
“ya! Tomchan!!.” Baekhyun berlari dan mengejar minchan.
….
Minchan Pov
Ck. Apa yang kulakukan? Kenapa aku lari seperti ini?
bukannya sudah biasa kalau baekhyun suka memukul kepalaku. Tapi, kenapa aku
lari?. Dan… aku merasakan hatiku sangat sakit.
Seharusnya aku mengubur perasaan cintaku pada baekhyun.
seharusnya aku melakukan itu sejak dulu. Aku tahu sampai kapanpun baekhyun
tidak akan membalas perasaanku. Aku tahu baekhyun tidak akan membalas
perasaanku karena aku bukan type yeoja nya. Aku tidak mempunyai bentuk tubuh
yang bagus, aku tidak suka memakai pakaian feminim, rambutku pun seperti namja
hanya sedikit panjang.
“rupanya kau di sini.”
Author Pov
Minchan yang sedang duduk di halte bis melirik kearah kirinya
karena ada sebuah tangan yang menyentuh bahunya. “kenapa kau lari eoh?.”
Minchan menggaruk leher belakangnya, “aku berlari karena aku ingin.” Jawab
minchan datar. Baekhyun merasa aneh pada sikap minchan ini. tidak biasanya
minchan seperti ini.
“tomchan, kau marah padaku?.” Minchan menatap lurus kedepan.
Menatap kendaraan yang berlalu-lalang di hadapannya.
“kau sudah memikirkan cara untuk membuktikan rasa cintamu
pada yuri sunbaenim saat ulang tahunnya nanti?.” Bukannya menjawab pertanyaan
baekhyun, minchan malah balik bertanya pada baekhyun. berusaha menghindar dari
pertanyaan baekhyun yang membuatnya sedikit sesak.
“tomchan~ aku ini sedikit bodoh dalam hal cinta. Apa kau
bisa memberiku 1 ide untuk membuktikan padanya?.” Minchan menatap baekhyun sesaat,
lalu kembali menatap jalan.
“kau saja bodoh, apalagi aku,” keduanya kembali diselimuti
oleh keheningan. “aku adalah yeoja yang selalu tidak beruntung soal cinta
baekhyun-ah, jika kau meminta saran padaku, kau salah orang,” baekhyun tetap
diam. Tapi ia mendengarkan apa yang diucapkan minchan.
“ah bukannya pestanya nanti malam? Aku tidak mempunyai baju
yang bagus. Kau mau kan menemaniku membeli baju?.”
“anything for you tomchan.” Jawab baekhyun dengan senyuman
manisnya yang membuat minchan terdiam sesaat.
“ckck. Simpan kata-kata romantismu untuk kau ungkapkan nanti
malam pada yuri sunbaenim!.”
….
Di dalam kamarnya, minchan sedang berusaha untuk memakai
pakaian yang tadi ia beli bersama baekhyun. sebelum memakai mini dress, minchan
memakai tanktop dan juga hot pants hitamnya. Entah kenapa minchan sangat ingin
memakai tanktop dan juga hotpants sebelum memakai mini dress nya.
Minchan memakai dress nya yang berwarna putih. Lalu memakai
rompi berbulu warna putih tulang. Minchan sedikit bingung bagaimana ia akan
menata rambutnya. Minchan tidak mau terlalu lama terlarut dalam kebingungan, ia
membiarkan rambutnya seperti itu, tanpa sentuhan apapun, tanpa hiasan semacam
jepit rambut satupun. Tak lupa high heels pun kini menghiasi kakinya yang
ramping.
Minchan memandang pantulan dirinya di kaca. “aku terlihat
seperti yeoja sekarang.” Ujar minchan sambil terkekeh kecil.
Minchan membuka pintu kamarnya. Ia menuruni tangga dengan
sangat hati-hati karena high heels yang dipakainya.
“kau benar-benar terlihat seperti yeoja, han minchan!.” Seru
seorang namja yang sedang santai menonton tv.
Namja itu menatap minchan dari ujung kaki hingga ujung
kepala. namja itu –kim himchan- bukan terpesona, tapi ia terlihat menahan
tawanya. “kalau kau bukan sepupuku, sudah kutendang kau dari sini!.” Gerutu
minchan dalam hatinya.
….
Di kediaman yuri sudah ramai. Karena pesta belum dimulai,
semua tamu undangan yang notabene adalah teman-teman yuri di sekolah hanya
sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Dengan langkah yang penuh keraguan, minchan memasuki halaman
belakang rumah yuri yang sudah dipenuhi orang-orang termasuk sahabatnya, byun
baekhyun.
Baekhyun menghampiri minchan yang terlihat tidak nyaman
dengan apa yang ia kenakan sekarang. “wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?
ck, aku tahu aku memang tidak pantas mengenakan pakaian seperti ini, tapi kau
tidak perlu menatapku seperti itu, mengganggu saja.”
“hehe.. benar apa yang kau katakan, kau memang tidak pantas
memakai pakaian seperti itu.” canda baekhyun. namun minchan langsung terdiam
mendengar perkataan baekhyun. entah mengapa perkataan baekhyun membuatnya
sakit. Ini tidak seperti biasanya. Apa ini efek dari cinta?.
“iya, aku tahu aku tidak pantas memakai pakaian seperti ini.
aku tidak seperti yuri sunbaenim yang memiliki bentuk tubuh yang bagus dan
pantas memakai baju apa saja.” Ujar minchan lirih, namun baekhyun masih bisa
mendengarkan ucapan minchan ditengah keriuhan suasana pesta.
“baekhyun-ah, yuri sunbaenim menatapmu! Ppali, kau kesana.
Ini kesempatanmu!.” Dengan perlahan,
baekhyun berjalan meninggalkan minchan yang kini berjalan menjauhi tempat pesta
dengan menjinjing high heels nya.
Baekhyun ingin mengejar minchan, namun ia urungkan niatnya
karena ia mendengar namanya dipanggil oleh yuri sunbaenim.
Halaman depan rumah yuri begitu sepi. Minchan bersembunyi di
balik pohon yang ada di halaman depan rumah yuri. “untung aku memakai tanktop
dan juga hot pants.” Ujar minchan. Ia membuka resleting dress nya dan
menanggalkannya dari tubuhnya. Lalu ia kenakan rompi berbulu tadi utuk menutupi
tubuh bagian atasnya yang hanya dibalut oleh tanktop hitam.
Minchan berjalan tanpa mengenakan alas kaki. Kakinya terasa
sakit akibat dari high heels yang ia kenakan.
“kalau aku pulang, aku pasti akan diganggu si bodoh himchan,”
minchan melihat keadaan di sekitarnya. Lalu matanya menangkap sosok toko roti
yang berdiri kokoh di seberang jalan.
“bagus! Kebetulan aku sedang lapar!.”
**
“tomchan!.” Panggil baekhyun saat minchan sedang menyantap
makan siangnya di ayunan yang ada di depan rumahnya. Ini hari minggu, jadi
minchan bersantai sambil makan siang di ayunan, karena biasanya ia akan makan
siang di kantin sekolahnya.
“wae?.”
“kemarin kau kemana? Aku mencarimu!.”
“kemarin? Kapan?.” Minchan balik bertanya sambil mengunyah
sandwich buatan himchan, sepupunya.
Baekhyun menarik nafasnya, lalu kembali menghembuskannya,
“maksudku semalam.”
Minchan hanya ber’oh’ ria. “aku hanya lapar dan mencari
makanan. makanan di pesta yuri sunbaenim benar-benar tidak sesuai dengan
lidahku.”
“kalau kau ingin keluar, kenapa kau tidak mengajakku?.”
Baekhyun kini duduk di ayunan di samping minchan.
“untuk apa aku mengajakmu? Bukannya saat itu kau akan
melancarkan aksimu mendekati yuri sunbaenim?.”
“aku memang sudah melakukan itu semalam.” Ujar baekhyun.
mata minchan membulat. Ia benar-benar tidak sanggup lagi mendengar apa yang
akan dikatakan baekhyun selanjutnya. Yang pasti itu akan membuat hati minchan
semakin tersakiti. Tapi, jika minchan menolak untuk mendengarkan cerita
baekhyun, baekhyun akan semakin menyangka kalau perkataan baekhyun yang
mengatakan kalau minchan itu menyukai baekhyun memang benar. Walaupun itu
memang sebuah kebenaran, tapi minchan rasa ini bukanlah waktu yang tepat untuk
mengatakan semuanya secara gamblang pada baekhyun.
“lalu? Hasilnya bagaimana?.” Dengan berat hati, minchan
bertanya seperti itu. sebuah pertanyaan yang mungkin akan membunuh perasaannya
secara perlahan.
“dia sudah memiliki namjachingu. Jadi apa yang aku lakukan
semalam sia-sia.” Jawab baekhyun. tangan baekhyun mengambil 1 sandwich di
piring lalu memakannya.
“hey~ kau memakan sandwich ku.” Protes minchan. Sebenarnya
perasaan minchan saat mengethui yuri sudah memiliki namjachingu dan perbuatan
baekhyun semalam sia-sia, minchan merasa sangat senang. Namun perasaan
senangnya itu ia tahan. Minchan lebih memilih untuk berteriak di dalam hatinya
sendiri. Karena jika ia tertawa saat itu juga, ia bisa disangka tertawa di atas
penderitaan orang lain. Walaupun itu memang benar. Kkk~.
“tomchan, kenapa kau diam eoh? Kau kasihan padaku? Aku tidak
perlu dikasihani olehmu. Lagipula semalam aku melakukan semuanya tanpa rasa
apapun. Aku tidak tahu kenapa rasa sukaku pada yuri sunbaenim hilang begitu
saja. Yang aku pikirkan hanyalah seseorang.”
“bisa-bisanya kau memikirkan orang lain selain yuri
sunbaenim di saat seperti itu, dasar bodoh.”
“ck. Bukannya sudah kubilang perasaan sukaku pada yuri
sunbaenim lenyap begitu saja tomchan.”
“lalu kau memikirkan siapa? Target baru mu eoh?.”
“aku memikirkanmu.” Sahut baekhyun yang membuat minchan
memuncratkan sandwich yang masih dikunyahnya. Minchan menatap baekhyun yang
duduk di sampingnya. “jangan bercanda bodoh.”
“aku tidak bercanda tomchan.”
“kenapa kau memikirkanku? Aku kan hanya sahabatmu, kenapa
kau memikirkanku disaat seperti itu?.” di dalam hatinya minchan berharap
baekhyun akan menjawab, “karena aku mencintaimu, tomchan.”
“aku tidak tahu kenapa aku memikirkanmu. Aku masih bingung
dengan apa yang hatiku rasakan sekarang.”
**
Saat pelajaran chanyeol seonsaengnim, baekhyun benar-benar
tidak memerhatikan pelajaran sama sekali. Yang ia perhatikan adalah sosok minchan yang tengah serius memerhatikan
materi yang disampaikan chanyeol saem. Entah minchan serius atau hanya
memandang chanyeol saem dengan tatapan kosong dan pikiran melayang kemana saja.
“tomchan, kurasa aku tahu kenapa aku memikirkanmu saat itu, aku tahu apa yang
kurasakan saat memikirkanmu.” Ujar baekhyun dalam hatinya.
Ya, setelah apa yang terjadi di malam minggu di pesta yuri
sunbaenim, minchan memang bersikap seperti biasanya, namun semua yang minchan
lakukan di hadapan baekhyun tidak terlihat sebuah ketulusan. Intinya, seperti
dibuat-buat. baekhyun bingung kenapa minchan sedikit berubah.
“han minchan, byun baekhyun, bisa kalian berdiri?.” Perintah
chanyeol saem. Baekhyun dan juga minchan yang tersadar dari pikirannya
masing-masing pun berdiri di bangkunya.
“kalian tahu kenapa aku menyuruh kalian berdiri?.” Tanya
chanyeol seonsaengnim. Minchan dan juga baekhyun menggeleng pelan.
“kalian tidak tahu? Baguslah. Sekarang aku perintahkan
kalian untuk menutup pintu kelas dari luar! Kalian mengerti?.” Keduanya
berjalan pasrah saat chanyeol seonsaengnim mengusir mereka dari kelasnya secara
tidak langsung.
….
Baekhyun pov
Setelah kami berdua ‘diusir’ dari kelas, kami berdua
berjalan ke halaman belakang sekolah. Sungguh ini pertama kalinya aku merasakan
atmosfer yang berbeda saat bersama tomchan. Canggung. Itulah yang aku rasakan.
Padahal, tidak biasanya aku ataupun tomchan terlarut dalam keheningan seperti
ini.
Aku ingin bicara seperti biasanya pada tomchan ku ini. tapi,
aku sedikit sungkan padanya. Sepertinya dia marah padaku. Sikapnya memang sama,
tapi aku yakin itu hanyalah akal-akalannya untuk menyembunyikan sikapnya yang
sesungguhnya.
“tomchan, jika aku mempunyai salah padamu, katakan saja.”
Ujarku memulai pembicaraan saat kami berdua duduk di hamparan rumput di halaman
belakang sekolah. Dia menatapku dengan tatapan datarnya.
“kau tidak mempunyai salah apapun baekhyun-ah.” Kulihat
tomchan duduk bersila di rumput dengan kepala menengadah dan mata tertutup,
merasakan sinar matahari yang terik siang ini di wajahnya.
“jinja?.”
“kau tidak percaya padaku eoh?.”
“ahahaha.. aniyo~ aku percaya padamu.” Keheningan itu
kembali menghampiri kami berdua. Aku bingung harus berbicara apa. Padahal
biasanya selalu ada hal yang aku bicarakan pada minchan. Entah kenapa aku
serasa tidak bisa berpikir saat ini.
“tomchan, apa kau ingin tahu alasan kenapa aku memikirkanmu
saat di pesta ulang tahun yuri sunbaenim?.”
Ia menatapku. Entah kenapa wajahnya saat ini begitu cantik
di mataku. Padahal setiap hari aku selalu bersamanya, baru kali ini aku
menyadari kalau tomchan itu benar-benar cantik. Hanya saja kecantikannya itu
tidak menonjol, karena sikap tomboy nya jauh lebih menonjol.
“apa aku perlu mengetahui alasanmu?,” Tanyanya. Aku tidak
menjawabnya karena aku juga bingung harus menjawab apa.
“kajja, jam pelajaran chanyeol saem sudah berakhir!.” Ia
mengulurkan tangannya kearahku. Aku menyambut uluran tangannya dan ikut berdiri.
Aku merasakan kalau tomchan sudah kembali jadi tomchan yang dulu. Hehe.
“traktir aku ice cream di kantin, ne?.” ia melotot kearahku,
lalu memamerkan senyumnya yang manis disertai dengan eyesmile nya yang indah.
“anything for you baekhyun.” jawabnya. Aku merasakan perasaanku sangat senang.
Apa aku menyukainya? Apa aku menyukai sahabatku ini? apa aku mencintainya?.
“jeongmal?.” Tanyaku memastikan.
“aniyo, aku hanya bercanda. Ckck mana mungkin aku mau
mentraktirmu benda dingin bodoh itu.” ia berlari mendahuluiku sambil memeletkan
lidahnya.
“ya~! Tunggu aku!.”
**
Author Pov
BRUKK
Minchan terjatuh karena menabrak seseorang, begitupun orang
yang ditabrak minchan, ia juga terjatuh. Minchan bangun dan melihat keadaan
korban(?) nya. “gwenchana?.” Tanya minchan. Orang itu –namja tepatnya- juga
berdiri lalu menepuk-nepuk baju seragam sekolahnya yang sedikit kotor. Minchan
baru sadar kalau seragam yang dikenakan namja itu sama dengan seragam
sekolahnya.
“aku belum pernah melihatnya di sekolah.” Ujar minchan di
dalam hatinya dengan mata masih menyelidik namja di hadapannya. “neo
gwenchana?.” Tanya minchan lagi. Namja itu menatap minchan lalu tersenyum. “nan
gwenchana.” Sahut namja itu.
“astaga~ senyumnya mirip leeteuk super junior, lesung
pipinya, astaga~ tampan sekali.” Puji minchan di dalam hatinya. Minchan
memandang wajah namja itu dengan tatapan terpesona. Sepertinya ia telah
menemukan cinta baru dan sepertinya ia telah melupakan perasaannya pada
baekhyun. mungkin saja.
“neo gwenchana?.” Kini namja itu yang bertanya pada minchan.
Minchan tersadar dari pengaruh wajah tampan namja itu. “ah gwenchana,” jawab
minchan.
Minchan kembali memerhatikan seragam yang dikenakan namja
itu, “kau sekolah di seoul highschool juga?.” Tanya minchan. Mereka berdua
berjalan berdampingan.
Namja itu terlihat sedikit bingung. “ng, sepertinya iya.
Tapi aku mempunyai satu masalah,” minchan menatap namja itu dengan tatapan penuh
tanya. Namja itu balas menatap minchan lalu tersenyum aneh. “aku lupa di mana
letak seoul highschool.” Minchan menatap namja yang belum ia ketahui namanya
itu dengan tatapan datar khas seorang han minchan.
“aku satu sekolah denganmu. Kau pasti siswa baru kan? Kita
berangkat bersama, aku han minchan, kau?.”
“aku zhang yi xing, ne aku siswa baru, kau boleh memanggilku
Lay, memang jauh dari zhang yi xing disebut lay, aku tidak tahu kenapa aku
dipanggil seperti itu sepertinya aku—“
Minchan membekap mulut lay dengan tangannya. “stop lay.”
Ujar minchan singkat. Lay mengangguk, minchan menyingkirkan tangannya dari
mulut lay.
“ah, lay, karena aku bersedia berangkat bersamamu ke
sekolah, aku ingin meminta bantuanmu untuk sedikit ‘urusan’. Kau tahu kan di
dunia ini tidak ada yang gratis?.” Minchan memamerkan smirk andalannya, lay
hanya mengangguk. Minchan member isyarat pada lay untuk mendekat, lalu minchan
membisikan beberapa patah kata. Lay mengangguk.
“kajja, kalau tidak cepat, kita pasti dihukum kris seonsaengnim!
Kuberitahu, kalau dia marah, dia akan seperti naga!.” Seru minchan.
“wujudnya?.” Tanya lay.
“bukan, tapi bau mulutnya.” Seketika lay tertawa
terbahak-bahak. Minchan terus beralan meninggalkan lay yang berhenti sesaat
hanya untuk menghabiskan tawanya.
….
Benar saja, minchan dan lay terlambat. Kris senonsaengnim
sudah berada di dalam kelas. minchan masuk kedalam kelas dengan perasaan
was-was. Lay berjalan di samping minchan membuat semua siswa si kelas
bertanya-tanya siapa lay.
“kau terlambat 5 menit penuh han minchan!.” Seru kris
seonsaengnim.
“astaganaga-.-“ gumam minchan. Otak minchan berputar mencari
akal agar ia terhindar dari omelan kris seonsaengnim. Ia melirik baekhyun yang
sedang duduk manis di bangkunya sambil menatap minchan dengan tatapan prihatin
seolah-olah berkata –maaf-aku-tidak-bisa-membantu-.
Minchan baru ingat kalau ia membawa orang asing kedalam
kelasnya.
“stop!.” Minchan mengangkat sebelah tangannya saat ia
melihat kris seonsaengnim sudah membuka bibir mungilnya yang akan mengeluarkan
omelan yang panjang sepanjang jalan kenangan.
“di jalan, aku menemukannya,” minchan menunjuk lay dengan
jari telunjuknya yang lentik.
“dia siswa baru di sini. Aku terlambat karena dia. Aku
menolongnya yang tidak tahu jalan sampai kemari.” Jelas minchan. Kris
seonsaengnim hanya mengangguk dan menyuruh minchan duduk ke bangkunya.
“lalu, aku bagaimana saem?.” Tanya lay.
“kenalkan dirimu.”
Laly mengangguk, “anyeonghaseyo^^. Jae ireumeun…,” hening,
lay belum menyebutkan namanya sendiri, semua siswa menatapnya, lay pun balas
menatap mereka satu persatu.
Krikk
krikk
“zhang yixing imnida, kalian bisa memanggilku lay, jangan
pakai tambahan crispy di belakangnya karena itu akan lain lagi artinya.
Manasseo bangapseumnida^^.” Lanjut lay dengan senyuman manisnya.
….
Istirahat
“tomchan, kajja kita ke kantin^^.” Ajak baekhyun. minchan
terlihat berpikir, tidak biasanya minchan seperti ini. “baiklah, tapi ajak lay
ya?.” Ujar minchan sambil menunjuk lay. “eng, baiklah.” Ucap baekhyun sedikit
terpaksa.
“kajja, lay!.” Minchan menarik lay dan berjalan ke kantin
duluan meninggalkan baekhyun yang mengajaknya ke kantin.
Bmereka bertiga duduk di bangku yang sama, baekhyun duduk di
depan minchan yang bersebelahan dengan lay. “tomchan, kau mau pesan apa?.”
Tanya baekhyun.
“aku terserah lay saja, lay kau mau pesan apa?.” Baekhyun
terlihat sedikit kesal. “lay, lay, lay, lay, dan lay. Terus saja seperti itu.”
gerutu baekhyun dalam hatinya.
“ng, makanan apapun kumakan.” Jawab lay.
Baekhyun berdiri dan pergi memesan makanan untuk mereka
bertiga.
“tomchan itu nama panggilanmu ya?.” Tanya lay pada minchan
saat baekhyun sudah kembali duduk di hadapan minchan dan lay. Minchan
mengangguk, “dia yang member panggilan itu padaku.” Ujar minchan sambil menunjuk
baekhyun. baekhyun tersenyum simpul. Dengan seperti itu, baekhyun merasa kalau
ia masih dianggap ada di hadapannya.
“boleh aku memanggilmu seperti itu juga?.” Tanya lay.
Minchan diam lalu menatap baekhyun yang sedang menatapnya dengan tatapan malas.
“boleh saja^^.” Jawab minchan dengan eyesmile nya yang cantik.
Brakk
Seluruh siswa yang ada di kantin menatap ke arah mereka.
Tepatnya menatap baekhyun yang tiba-tiba menggebrak meja. “kau!,” baekhyun
menunjuk lay tepat di depan hidung mancungnya.
“yang boleh memanggilnya seperti itu hanya aku!!!.” Baekhyun
menarik tangan minchan dan membawa minchan kembali ke kelasnya, meninggalkan
lay yang tersenyum simpul di kantin. Entah kenapa ia tersenyum -.-
Keadaan kelas kosong, karena semua siswa menghabiskan waktu
istirahat di luar kelas. “ya! Tanganmu menyakitiku baekhyun!.” baekhyun
mendudukan minchan di bangkunya, sedangkan baekhyun berdiri di hadapan minchan.
Baekhyun menggenggam tangan minchan, “jangan biarkan siapapun memanggilmu
seperti itu. hanya aku yang boleh memanggilmu dengan sebutan tomchan.”
“wae? Kau cemburu eoh?.” Tanya minchan dengan smirknya.
Baekhyun menatap minchan, “sebelum kau menanyakan itu
padaku, aku ingin bertanya satu hal padamu. Kenapa kau terlalu dekat dengan
siswa baru itu?.”
“aku juga ingin bertanya padamu sebelum aku menjawab
pertanyaanmu padaku, kenapa kau bertanya seperti itu? kau kan hanya sahabatku,
kau tidak berhak mengaturku.”
“aku menyukaimu, ah aniya, saranghae!.” Ungkap baekhyun.
seketika wajah minchan memanas dan juga berwarna merah.
“sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kau terlalu dekat
dengannya?.”
“hanya untuk balas dendam.” Baekhyun menatap minchan dengan
tatapan penuh tanya. “balas dendam padamu yang kemarin-kemarin membuatku
cemburu karena yuri sunbaenim.” Lanjut minchan.
Baekhyun tersenyum puas mendengar perkataan minchan. “balas
dendam? Kau salah melakukan itu padaku nona han. Kau harus mendapat hukuman.”
Baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah minchan. “apa yang akan kau lakukan
eoh?! Dasar mesum! Menjauh dariku!.” Minchan mendorong baekhyun hingga wajah
baekhyun menjauh darinya.
Minchan berjalan cepat menjauhi baekhyun dengan muka
memerah. “ya! Tomchan! Kita kan sudah jadi sepasang kekasih, setidaknya aku
boleh melakukan hal yang romantic padamu!.” Seru baekhyun, minchan menoleh,
“romantic dari mana? Itu yadong babo! Sembuhkan dulu penyakit yadongmu itu,
baru kau boleh mendekatiku!.” Minchan berjalan semakin cepat, ketika ia lihat
baekhyun akan mengejarnya.
“ya~!!!.”
END
Oke ini gaje. Super gaje. Ayo koment koment.. kasih saran +
kritik.. kritik pedes bakal author terima dengan lapang dada, kalo untuk
perubahan jadi yg lebih baik, apa salahnya menerima kritik pedes?

Lucu ff ny
BalasHapusAigoooo~~ Seru Bgt thor ff nya. Sequel dong~
BalasHapusAnyeong!! Aku author baru.
BalasHapusBagus ff nya..
Kunjungi blogku ya exoandonedirection.blogspot.com