Tittle : will you kiss me ?
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : fluff, romance
Length : oneshot
Main cast : Oh sehun, Park hyojin (OC)
Support cast : Kim Hyun Il (Ray C-Clown)
Disclaimer : ff ini milik author. Cast (kecuali OC) milik tuhan, keluarganya, dan agensinya.
Warning : AU, Badfic, OC, OOC, typo(s), alur berantakan, dll
**
Aku sudah memutuskan. Orang yang merebut ciuman pertamaku harus menjadi pendamping hidupku. Untuk selamanya. Jika tidak ada, maka aku akan membuat orang yang aku sukai merebut ciuman pertama ku, membuatnya cinta padaku dan menjadikannya pendamping hidupku. Jika itu menjadi kenyataan, betapa indahnya dunia ini.
**
Hyojin membuka kulkas. Mencari cemilan untuk mengganjal rasa lapar di perutnya. Matanya berbinar setelah menemukan 1 mangkuk besar ice cream. Tangannya hendak meraih ice cream itu, namun ia urungkan niatnya dan melirik kesana kemari.
“eomma~ ini ice cream siapa ?” tanya hyojin pada eomma nya yang sedang duduk manis sambil menonton drama favoritnya di tv. “itu untukmu, chagi~” sahut eomma nya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv.
‘untukku ? tumben sekali eomma memberikanku ice cream ? jangan jangan..’ batin hyojin menaruh curiga pada eomma nya.
Hyojin mengambil mangkuk yang berisi ice cream itu dan berjalan ke ruang tv di mana eomma nya duduk. hyojin duduk di samping eomma nya sambil menyuapkan ice cream ke mulutnya sendiri.
“eomma kenapa ? tumben sekali memberikanku ice cream” tanya hyojin penuh kecurigaan. Harusnya ia berterima kasih karena eomma nya telah berbaik hati padanya. Tapi kenapa hyojin malah berperasangka buruk ? entahlah.
Eomma hyojin melirik hyojin yang duduk di sebelahnya lalu kembali fokus pada layar kaca di hadapannya. “suasana hati eomma sedang baik hari ini” jawab eomma hyojin.
Hyojin masih curiga pada gelagat eomma nya. Eomma nya yang sangat pelit jika sudah berurusan dengan makanan dingin yang diberi nama ice cream itu, tiba-tiba menyerahkan benda keramat kesayangannya pada hyojin secara Cuma-Cuma. Bagaimana hyojin tidak merasa curiga ?. “selain itu ?” tanya hyojin lagi.
“teman eomma pergi dan menetap di jepang” ujar eomma hyojin.
“lalu ?”
“salah satu anaknya masih sekolah dan akan tetap berada di seoul”
“lalu apa hubungannya dengan eomma ? sampai eomma sesenang itu ?”
“ia akan tinggal di sini ^^. Dan anak teman eomma itu sangat tampan ditambah lagi, dia seumuran denganmu lho~”
“eh ? kenapa eomma mengatakan padaku kalau anak teman eomma itu tampan ? apa hubungannya denganku ?”
“yah~ memang tidak ada hubungannya denganmu. Tapi eomma harap, setelah dia tinggal di sini, dia akan mempunyai ‘hubungan’ denganmu ^^. Eomma akan sangat senang jika itu terjadi ^^”
“MWORAGO ??????!!!!!!!!!!” hyojin menyimpan mangkuk ice creamnya yang telah kosong di meja dekat tv.
“itu, ice creamnya aku kembalikan pada eomma !” hyojin berjalan dengan menghentakkan kakinya di lantai menuju kamarnya.
“hey~! Ice creamnya sudah habis ! jika anak teman eomma datang, kau harus berbuat baik padanya ! eomma tidak mau tahu! Nanti malam, ia tiba di sini bersama appa mu!” teriak eomma hyojin.
‘ini pasti sulit~’ batin hyojin sambil membenamkan wajahnya di bantal spongebob miliknya.
Hyojin memang selalu bersikap seperti itu. ia anak tunggal di rumah ini. hyojin bukan tipe yeoja yang mudah membenci seseorang, namun gara-gara ia selalu sendiri di rumahnya, selalu sendiri tanpa saudara ia menjadi seperti itu. sulit untuk menerima kehadiran orang baru di rumahnya sendiri.
--
“kau tidur di sana” hyojin menunjukan sebuah tempat tidur di kamarnya. Ya, anak teman eomma hyojin yang bernama oh sehun telah tiba di rumah hyojin. Dan karena tidak ada kamar lain di rumah hyojin, eomma hyojin membeli tempat tidur baru dan menaruhnya di kamar hyojin. Hyojin menerimanya dengan sangat terpaksa.
Karena kamar hyojin memang besar jadi posisi tempat tidur mereka hanya diberi penghalang dengan lemari pakaian yang besar. “ne, gamsa~” ujar sehun dengan senyuman yang sangat mirip dengan anak kecil yang baru diberi permen.
Hyojin berjalan ke sisi kamarnya yang lain. Ia duduk di kursi meja belajarnya. Tiba-tiba sehun duduk di ranjang miliknya.
“namamu hyojin ?” tanya hyojin yang hanya dibalas dengan anggukan. Kini sehun tiduran di kasur milik hyojin. ‘kurang ajar’ batin hyojin.
“hey itu kasurku” sehun menatap hyojin yang sedang duduk di kursi meja belajarnya. Lalu sehun memejamkan matanya, tidak mengindahkan ucapan hyojin. “siapapun itu, yag tidur di kasurku akan kutendang !” seru hyojin.
“apa kau berani menendangku ?” tantang sehun. Hyojin terdiam. Ia ingat kata-kata eomma nya. Jika ia macam-macam pada sehun, ia akan menerima akibatnya. ‘sebenarnya aku atau sehun sih anaknya eomma itu ?’ batin hyojin.
“hey~ kenapa diam dan menatapku seperti itu ? kau menyukaiku ? sudah kuduga. Aku memang tampan. Kau pasti menyukaiku kan ?” hyojin berdiri dari kursinya.
“mworago ? aku menyukaimu ? sebelum kau berkata seperti itu, bisakah kau bercermin sebentar ? kau seperti seonggok daging berambut jamur” hyojin meledek gaya rambut sehun yang memang mirip jamur.
Hyojin hendak meninggalkan sehun di kamarnya, namun sehun memegang pergelangan tangan hyojin. Hyojin menoleh, “apa ? mau balas meledekku ?”
“aniya~ aku baru menemukan yeoja yang tidak menyukaiku. Kkk~ lihat saja, lambat laun, kau akan menyukaiku”
“mwo ? silahkan bermimpi sehun” hyojin melepaskan pegangan sehun pada tangannya. “baiklah~ karena hidup itu berawal dari mimpi. Dan aku yakin mimpiku akan menjadi kenyataan”
“terserah kau saja!” hyojin berusaha tidak mendengar ocehan sehun dan meninggalkan sehun sendirian di kamarnya.
Sehun hanya terkekeh melihat tingkah hyojin. “baru kali ini aku menemukan yeoja seperti dia. Hmm.. aku tertarik pada yeoja keras seperti dia. Dan akan kubuat dia tertarik padaku juga” tekad sehun.
“aigo~ aku baru merasakan hal seperti ini. inikah love at the first sight ? aku tidak percaya aku menrasakan sendiri hal ini” sehun berdiri dan berujar sambil melihat-lihat apa saja yang ada di meja belajar yeoja yang baru dicintainya itu.
“akan kujadikan kau milikku, park hyojin”
**
“kau berangkat bersama sehun ya” titah appa hyojin, park jungsoo. Mendengar perkataan appa nya, sontak membuat hyojin menghentikan sarapan nya. “tapi appa, aku sudah ada janji akan berangkat bersama deng—“
“alasan saja” tukas appa hyojin. Hyojin meneguk gelas air miliknya. “aku berangkat sendiri saja abeoji” sehun mulai bersuara. What ? abeoji katanya ? gerutu hyojin. Namun hyojin tersenyum kemenangan saat sehun berkata demikian.
“aniya sehunnie, kau berangkatlah bersama hyojin. Kau belum tahu jalan di daerah ini kan ? berangkatlah berdua naik bus, ne ?” eomma hyojin memberi usul dan disetujui olelh appa hyojin dan juga sehun sendiri. Namun tidak dengan hyojin. Senyumnya yang tadi terukir di wajahnya luntur begitu saja. “baiklah” ujar hyojin terpaksa. Sangat terpaksa.
Kali ini sehun yang tersenyum kemenangan. ‘menyebalkan’ batin hyojin.
Hyojin bukan membenci sehun. Hanya saja ia sedikit tidak suka dengan orang yang begitu saja masuk kedalam hidupnya. Ani, hyojin bukan membenci atau tidak menyukai sehun. Tepatnya hyojin hanya belum terbiasa dengan keberadaan sehun di dekatnnya.
“kajja!” ajak hyojin yang berjalan duluan keluar rumah. Sehun dengan senang hati mengekor di belakang hyojin.
**
“annyeonghaseyo, oh sehun imnida. Bangapseumnida” sehun memperkenalkan dirinya di depan kelas karena ia adalah siswa baru di sekolah hyojin. Setelah membungkukkan badannya, sehun melangkahkan kakinya ke bangku yang masih kosong. Bangku yang berada di belakang bangku yang diduduki hyojin.
Hampir semua yeoja di kelas –kecuali hyojin- menatap sehun dengan tatapan kagum, cinta, dan sebagainya. Memang wajah sehun sangat tampan, namun sekarang wajah sehun tampak lucu dengan mushroom hairstyle nya.
“sudah cukup memerhatikan sehun. Ayo kita mulai pelajarannya!” seru kyungsoo seonsaengnim.
--
Saat waktu istirahat tiba, sehun dikerubungi banyak yeoja. Bak sampah yang dikerubungi lalat hijau. Atau bak bunga yang indah yang dihinggapi banyak kupu-kupu cantik. Atau, terserah..
“sehun-ah, mau ke kantin bersamaku ?”
“sehun-ah, aku membawa bekal lebih, kau mau makan bersamaku ?”
“sehun-ah, apa kau suka membaca buku ?”
“sehun-ah, tipe yeoja ideal mu seperti apa?”
Itulah runtutan pertanyaan yang dilontarkan penggemar sehun. Heran,baru masuk sekolah, fans sehun sudah lumayan banyak. ‘ternyata susah juga menjadi namja tampan’ batin sehun.
Hyojin yang masih duduk di bangkunya yang berada di depan bangku sehun merasa terganggu dengan ocehan fans sehun. Ia menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Sehun menyadari itu dan hanya tersenyum simpul.
“ah mianhae..” ujar sehun. Ia berdiri dari bangkunya dan menarik tangan hyojin, mengajaknya keluar kelas. hyojin kaget karena ia tiba-tiba ditarik oleh sehun. “ya! Apa maumu ?” tanya hyojin dengan nada protes nya. Sehun menjawab tingkah protes hyojin dengan senyuman yang menawan.
“di kelas sangat bising. Jadi aku mau kau menemaniku untuk menenangkan diri di rooftop”
“cih, dasar pemaksa” umpat hyojin.
“tapi, kau ikut kan ?”
“itu karena kau yang menarikku, dasar bodoh. Seharusnya kau tidak melakukan ini. bisa-bisa aku diserang fans dadakanmu itu. aku tidak mau ada masalah dengan mereka”
“tenang saja. Selama oh sehun ada di dekatmu, kau aman. Jangan takut, ne ?”
“aish~ aku bukan takut. Aku hanya malas saja jika mempunyai masalah dengan mereka”
Karena sepanjang jalan sibuk beradu argument, tak terasa mereka sampai di rooftop. Sehun membentangkan tangannya, merasakan angin yang berhembus menerpa wajah tampannya.
sehun melirik hyojin yang berdiri tak jauh darinya. Ia member isyarat pada hyojin untuk berdiri tepat di sebelahnya. Hyojin menuruti sehun dan berdiri di samping sehun dengan malas.
“hyojin-ah” panggil sehun.
“….”
Hening . tidak ada jawaban. Entah hyojin mendengar panggilan seun, atau ia memang mengabaikan panggilan sehun.
“aku ingin bicara padamu”
“katakanlah. Lagipula itu kau sudah berbicara denganku”
“uhm. Ne.. aku—“
“cepatlah.. waktu istirahat sebentar lagi habis”
“aku menyukaimu” ungkap sehun. Hyojin menatap sehun yang juga menatapnya. Hyojin tersenyum, senyum meremehkan.
“sayangnya aku tidak memiliki perasaan apapun padamu” hyojin menolak pernyataan sehun tadi.
“tapi, tapi aku—“
“sudahlah~ kita baru bertemu dan juga baru berkenalan kemarin. Ini terlalu cepat untuk kau katakan padaku”
“….”
“sudah selesai ? aku kembali ke kelas duluan” dengan perlahan, hyojin meninggalkan sehun sendirian.
“aku serius ! aku merasakan love at the first sight!” teriak sehun yang masih bisa hyojin dengar. Namun hyojin mengabaikannya. Ia merasa ini terlalu cepat, makannya ia sama sekali tidak mempercayai ucapan sehun tadi.
Sehun masih tetap pada posisinya. Ia tersenyum sesaat lalu tertawa. Mentertawakan dirinya sendiri tepatnya. “aku ditolaknya” ujar sehun. “tapi aku akan mendapatkannya! Aku yakin! Lihat saja nona park~ mungkin nanti kau yang akan mengemis cinta dariku.. kkk~”
**
Hyojin masuk kedalam rumahnya tanpa mengucapkan salam. Sehun berjalan di belakangnya.
Hyojin masuk kedalam kamarnya, sehun pun dengan setia mengikuti hyojin di belakangnya. “ya! Kau mengikutiku ?”
“kamarku juga di sini” jawab sehun santai. Dan hyojin merutuki kebodohannya barusan.
Hyojin merebahkan tubuhnya yang lelah di tempat tidurnya tanpa mengganti seragamnya, karena ia tidak bisa mengganti pakaiannya jika sehun masih ada di kamarnya. Sehun duduk di kursi meja belajar hyojin, “hey~ aku benar-benar menyukaimu sejak pandangan pertama” ucap sehun yang membuat mata hyojin yang tertutup kembali terbuka.
“sudah kubilang aku tidak menyukaimu. Apa itu kurang jelas ?”
“aku ingin tahu alasan kenapa kau tidak menyukaiku. Apa kau sudah memiliki namjachingu ? atau kau memiliki seseorang yang kau sukai saat ini ?”
“aku bukan yeoja yang mudah tersentuh. Jadi aku jarang merasakan yang namanya jatuh cinta. Tapi kalau seseorang yang aku kagumu, itu ada”
“hey~ kau belum menjawab pertanyaanku tadi”
“alasan aku tidak menyukaimu ?” sehun mengangguk. “alasannya.. kau itu orangnya berisik dan juga selalu bersikap seperti anak kecil. Satu lagi yang membutku sedikit tidak menyukaimu. Gaya rambutmu.. sungguh kekanak-kanakan..” sehun hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
‘dia kenapa ?’ tanya hyojin dalam hatinya. Apa sehun diam seperti ini karena ucapannya tadi terlalu pedas ?.
“kau kenapa ? kenapa diam seperti itu ? kata-kataku keterlaluan ? mianhae” sehun tersenyum simpul. “gwenchana~ bukan salahmu” sehun berdiri dan keluar dari kamar hyojin.
Hyojin terus memikirkan gelagat sehun yang baru dikenalnya kemarin. Sampai ia tertidur pulas di kasurnya karena terlalu lelah berpikir.
--
Hyojin membuka matanya. Dilirirk jam dinding, dan waktu menunjukan pukul 15:30. “ung.. sudah sore..” hyojin meregangkan tangannya yang terasa pegal. Ia berdiri dan melirik tempat tidur yang terhalang oleh lemari besar. Nihil. Ia tidak menemukan sosok sehun di sana. “kemana dia ?” hyojin menggaruk kepala belakangnya. “ah.. aku tidak peduli”.
--
Saat makan malam, hyojin masih belum melihat sosok sehun. “eomma, sehun kemana ?” tanya hyojin akhirnya. Walaupun hyojin tidak menyukai sehun, ia merasa sedikit ada yang kurang saat namja itu tidak ada di hadapannya.
Eomma hyojin tidaak menjawab. Hyojin mendapat tatapan tajam dari appa nya. Hyojin mengerti, sunguh tidak sopan berbicara saat makan.
“eomma, sehun kemana ?” tanya hyojin lagi saat makan malam sudah selesai. Hyojin juga tidak menemukan appa nya. Namun ia tidak khawatir. Mungkin saja appa nya sedang berada di ruang kerja nya.
“sehun menginap di rumah temannya. Katanya ia rindu pada temannya yang satu itu”
“oh~”
Eomma hyojin menatap hyojin lekat. Membuat hyojin merasa sedikit risih. “wa.. wae ? kenapa eomma menatapku seperti itu ?” tanya hyojin terbata. Eomma hyojin memamerkan senyuman jahil pada hyojin yang membuat hyojin bergidik.
“kenapa kau menanyakan sehun hm ? kau merindukannya ?”
“…”
“haha.. sudah kuduga kau menyukainya. Kau menyukainya kan ?”
“mworago ?? aku sama sekali tidak menyukainya! Tidak akan!!!” hyojin berjalan dengan cepat ke kamarnya. Menutup dan mengunci pintunya.
**
Pagi ini hyojin berangkat sekolah sendirian. Ya, sendirian tanpa sehun di sampingnya seperti kemarin. Hyojin merasa senang karena sehun yang dianggapnya sebagai pengganggu tidak ada di sampingnya saat ini. namun, hati kecil hyojin merasakan ada yang kurang saat sehun tidak berada di sampingnya.
Hyojin turun dari bus yang ia tumpangi lalu masuk ke dalam sekolahnya yang megah.
BRUKK
Hyojin berjalan menghadap lurus kedepan, namun pikirannya melayang kemana-mana. Memikirkan sehun tepatnya. Entah kenapa ia memikirkan sehun sampai seperti ini hingga ia tidak sadar membiarkan orang –namja tepatnya- yang ditubruknya tetap pada posisi jatuhnya yang tidak elit. Hingga beberapa detik kemudian hyojin baru menyadarinya.
“ah mianhae~” ujar hyojin sambil mengulurkan tangannya pada namja itu. namja yang ditubruk hyojin dengan senang hati menerima uluran tangan hyojin. “ne, gwenchana~” sahut namja itu.
Namja itu memandang hyojin dari ujung kepala hingga ujung kaki. Hingga membuat yang dipandang –hyojin- merasa risih dengan perlakuannya itu. “eng, kau kenapa memandangiku seperti itu ? apa ada yang salah denganku ?”
Namja itu menggeleng pelan. “ani.. aku hanya merasa sedikit terkejut” jawab namja itu yang membuat hyojin bertanya-tanya. Apa yang membuatnya terkejut ? apa hyojin tampak seperti hantu di hadapannya hingga namja itu terkejut ?
“terkejut ?” tanya hyojin dan namja itu mengangguk. “aku hanya sedikit terkejut dan juga err.. gugup”
‘Namja itu tersenyum. Jujur, senyumannya itu sangat manis dan juga wajahnya err.. tampan. Namun sehun lebih tampan dan juga senyuman sehun lebih manis dan menawan di mataku’ pikir hyojin lalu menggeleng kecil karena ia kembali memikirkan sosok oh sehun yang menghilang begitu saja dari kemarin sampai sekarang.
“aku kim hyun il. Kau bisa memanggilku Ray ^^. Kau park hyojin kan ?” hyojin hanya mengangguk dan wajahnya masih penuh dengan tanda tanya. Ia masih bertanya-tanya –dalam hatinya- kenapa ray terkejut dan gugup saat melihatnya.
“masalah tadi ?” hyojin mnegangguk. “kajja, kujelaskan sambil berjalan ^^” lanjut ray.
Mereka berdua berjalan berdampingan hingga membuat semua siswa memandang mereka iri. Karena mereka berdua –ray, hyojin- seperti sepasang kekasih sungguhan.
“kau tahu nama ku dari mana ?” tanya hyojin pada ray yang sedari tadi tidak menjelaskan apa yang hyojin tanyakan.
“tentu saja. Aku selalu memerhatikanmu sejak dulu” jawabnya sambil tersenyum. Ray sesekali merapikan rambutnya. Sungguh gaya rambut seorang namja yang hyojin sukai. Dengan poni yang menutup dahi nya, namun tidak menyerupai jamur seperti sehun. Entah kenapa hairstyle seperti itu terlihat manly di mata hyojin.
“maksudmu ?”
“sejak dulu aku menyukaimu. Aku selalu memerhatikanmu. Aku memang namja pengecut. Aku hanya bisa memerhatikanmu dari jauh tanpa bisa mengungkapkan perasaanku. Hingga kemarin aku mempunyai pikiran untuk menyerah mendapatkanmu karena aku melihatmu dengan seorang namja yang sangat tampan.. aku iri pada namja itu” jelas ray panjang lebar.
Mata hyojin yang bulat semakin membulat setelah mendengar penjelasan ray. Hyojin hanya diamm, tidak memberikan reaksi apapun pada apa yang diungkapkan ray tadi. “yah, walaupun kenyataannya aku tidak bisa mendapatkanmu, aku berharap kita bisa berteman dekat ^^” lanjut ray.
“ah, ne.. tentu saja. Aku bisa berteman dengan siapa saja ^^” sahut hyojin yang membuat ray tersenyum karenanya.
“kita berpisah di sini ^^.. hehe” hyojin mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya, sementara ray masuk kedalam kelasnya.
GREPP
Ada sebuah tangan yang memegang bahu hyojin. Itu membuat hyojin teekejut. Hyojin menoleh dan mendapati sehun di sana. Jujur saja, saat itu hyojin sangat ingin tersenyum dan juga memeluk sehun. Memeluk sehun ? konyol, pikir hyojin. Namun tidak bisa ia pungkiri kalau ia merindukan sosok sehun. Padahal baru kemarin dia menghilang dan sekarang muncul lagi di hadapan hyojin. Namun setidaknya kini rasa rindu hyojin sedikit terobati.
Kenapa hyojin bisa mempunyai rasa rindu pada sehun ? mungkin saja kini hyojin sudah bisa menerima keberadaan sehun di sampingnya, di sekatnya. “kau kema—“
“jadi yang tadi itu namja yang kau kagumi? Yang kau bicarakan kemarin hm ?” tanya sehun sambil merangkul pundak hyojin.
Sampai ke kelas pun, sehun masih belum melepas rangkulannya, hingga semua yeoja –fans sehun- di kelas menatap hyojin dengan tatapan iri.
“hey~ bilang saja kau rindu padaku hingga kau terus menatapku tanpa menjawab pertanyaanku tadi” ucap sehun dengan nada jahil yang langsung dihadiahi cubitan keras di pinggang sehun yang ramping.
“aniya” jawab hyojin.
“jangan bohong~ tadi aku memerhatikanmu yang memerhatikan senyumannya. Dia namja yang kau kagumi kan ? ayolah mengaku~”. Hyojin akui hyojin memang merindukan sosok sehun. Namun sekarang saat sehun di sampingnya, ia kembali kesal pada namja tampan satu ini.
“kalau IYA, kenapa ?” hyojin member penekanan pada kata ‘iya’ hingga membut sehun terkekeh.
“ckck.. seleramu itu buruk sekali. Bahkan dia tidak lebih tampan dariku. Apa yang kau suka darinya hm ?” sehun melepaskan rangkulannya di pundak hyojin dan membiarkan yeoja itu duduk di bangkunya sendiri.
“hey oh sehun, berhentilah meremehkan orang lain. Dan aku menyukainya, karena ia mempunyai gaya rambut yang bagus. Tidak sepertimu. Dasar jamur”. Bohong. Itu semua hanyalah kebohongan yang dibuat hyojn untuk membalas setiap kata yang meluncur dari bibir pink sehun.
“kau terus memujinya. Padahal kau tahu aku menyukaimu. Ah aniya, aku mencintaimu. Tapi kau memujinya di hadapanku. Aku cemburu” ungkap sehun sambil merapikan rambutnya yang masih menyerupai bentuk jamur itu.
“tapi sudah kubilang kemarin kalau aku tidak memiliki perasaan apapun padamu sehun. Apa itu kurang jelas ?”
“tapi, aku mencintaimu park hyojin”
“ck.. terserah padamu saja”
“kau menerima ku ?” tanya sehun senang.
“aniya !” jawab hyojin tegas.
--
Hyojin keluar kelas diikuti sehun di belakangnya saat jam perlajaran hari itu telah usai. Hyojin tersenyum manis saat ia melihat ray tengah berdiri di dekat kelasnya. Ray pun membalas senyuman hyojin. Sedangkan sehun hanya mendengus kesal dengan mulut yang terus menggerutu tidak jelas.
“aku pulang saja. Gelagat kalian sangat tidak enak dipandang”. Sehun berjalan menjauhi ray dan hyojin yang menatapnya dengan tatapan –dia kenapa ?-.
“dia kenapa ?” tanya ray. Hyojin menggeleng. “molla”.
“temani aku jalan-jalan, ne ?” ajak ray. “kajja!”
Sehun Pov
Ck.. dasar hyojin menyebalkan. Bukankah dia sudah tahu kalau aku ini menyukainya ? kenapa dia malah dekat-dekat dengan namja itu? aku tidak mengerti apa yang dia suka dari namja itu.
Di dekat tempat parkir, kulihat mereka berdua berjalan keluar dari sekolah. Dan apa itu ?! namja itu memegang tangan hyojin dan hyojin tidak protes sama sekali. Berbeda jika aku yang memegang tangannya. Dia pasti protes habis-habisan.
Kuputuskan untuk mengikuti kemana saja mereka pergi. Aku tidak akan membiarkan seseorang yang akan kumiliki direbut oleh orang lain. Aku tidak akan membiarkannya.
Author Pov
Sehun terus memerhatikan hyojin dan ray yang kini duduk di bangku taman. ‘apa yang mereka lakukan ?’ pikir sehun. Sehun bersembunyi di balik pohon yang terletak di belakang bangku yang diduduki oleh ray dan hyojin. Sehun memfokuskan pendengarannya pada apa yang sedang hyojin an ray bicarakan.
“kau sangat cantik hyojin-ah” puji ray. Hyojin tersenyum dan tersipu saat dipuji oleh ray. Sedangkan sehun yang mendengar pujian ray dan melihat reaksi hyojin, rasanya ingin tertawa keras saat itu juga.
Sehun berhenti mengupin pembicaraan mereka yang garing. Sangat garing.
Sehun berjalan menjauhi taman dan kembali ke kediaman keluarga park yang kini jadi rumahnya juga.
**
“kau sangat cantik hyojin-ah” hyojin melirik sehun yang bersandar di lemari pakaian yang membatasi tempat tidurnya dan juga milik sehun. Hyojin melihat sehun yang terlihat seperti menerawang. Wajah sehun mendongkak dengan senyuman aneh di wajahnya. kali ini senyuman sehun aneh di mata hyojin.
Hyojin berusaha tidak mempedulikan sehun. Hyojin kembali ke buku yang sedang ia baca. “kau memiiliki wajah yang sempurna. Kau begitu cantik. Kau bagaikan malaikat yang turun dari khayangan”. Hyojin tahu itu adalah kata-kata ray yang ditujukan padanya saat di taman. ‘apa dia mengikutiku?’ pikir hyojin.
“aku bahagia sekali bisa mengenal yeoja sepertimu” sehun terus saja menggoda hyojin dengan meniru apa saja yang dikatakan ray siang tadi.
“uuh… so sweet~” ujar sehun dengan nada yang dibuat imut dan juga ekspresi wajah yang berlebihan.
“berhenti menggodaku oh sehun!” seru hyojin yang kini sudah jengkel dengan kelakuan sehun.
Sehun berdiri di samping hyojin yang sedang fokus membaca di meja belajarnya. “kenapa kau pergi dengannya ?” tanya sehun. Ekspresi wajah sehun sangat datar sekarang. Tidak ada seringai jahil di wajah tampannya.
“karena aku mau” jawab hyojin singkat.
“jika aku yang mengajakmu, apa kau mau pergi denganku ?”
“….”
“sudah kuduga. Kau pasti tidak mau. Seberapa besar kau menyukainya huh ? apa yang kurang dari diriku hingga kau menyukainya dan tidak menyukaiku ?”
“.....”
“apa yang harus aku lakukan hingga kau bisa membalas perasaanku ?”
“……”
“geurae. Aku tahu kau tidak menyukaiku Karena mushroom hairstyle ku, sikapku yang seperti anak-anak, karena aku selalu berisik, aku selalu mengganggumu. Dan aku juga tahu kau menyukai sosok namja dengan hairstyle seperti namja itu. ckck.. itu bukan suka ataupun cinta jika kau hanya memandang fisik. Itu nafsu”
“…..”
“baiklah. Aku tahu kau tidak akan menjawab apa-apa walaupun aku mengajukan pertanyaan semudah apapun” sehun kembali ke tempat tidurnya. Sedangkan hyojin hanya diam. Ia tidak percaya pada apa yang sehun katakan padanya.
“sehun aku—“
“sudahlah. Berhenti bicara dan jangan pernah memiliki perasaan kasihan terhadapku”
**
Keesokan harinya, seperti biasa hyojin dan ray pergi berjalan-jalan. Wajah hyojin terlihat bahagia, namun hatinya tidak. Ia memikirkan sehun yang berbeda hari ini. selama di sekolah, sehun terus menghindarinya dan juga selalu bersikap dingin padanya.
Sehun memang bersikap dikin dan juga selalu mengacuhkan hyojin seharian ini. namun tanpa hyojin ketahui, ia selalu mengikuti hyojin dan juga ray kemana pun mereka pergi.
Sudah sekitar 2 minggu sehun selalu bersikap dingin dan juga mengacuhkan hyojin di sekolah, dan juga di rumah. Namun sehun tetap saja suka mengikuti hyojin dan ray. Sehun mengamati mereka daan sehun melihat hubungan mereka semakin dekat dari hari ke hari.
**
Hari minggu yang cerah namun sikap sehun tidak secerah hari ini. karena sesuatu yang ia lihat kemarin. Sehun melihat ray melakukan sesuatu yang seharusnya sehun lakukan pada hyojin. Sehun duduk di pinggiran tempat tidurnya. Kejadian kemarin kembali terbayang di pikiran sehun.
Flashback
Malam minggu ini hyojin dijemput ray. Hanya untuk makan malam katanya.
Sehun tetap diam di kamarnya yang juga kamar hyojin. Ia duduk di kursi meja belajar hyojin. Meja belajar hyojin sangat berantakan, membuat sehun ingin sekali membereskan meja itu. dengan perlahan, sehun menata buku-buku milik hyojin pada tempatnya. Hingga sehun menemukan sebuah buku kecil berwarna hitam. Sepertinya itu adalah buku diary milik hyojin.
Keadaan buku itu yang terbuka membuat sehun membaca apa yang tertulis di halaman buku itu.
Aku sudah memutuskan. Orang yang merebut ciuman pertamaku harus menjadi pendamping hidupku. Untuk selamanya. Jika tidak ada, maka aku akan membuat orang yang aku sukai merebut ciuman pertama ku, membuatnya cinta padaku dan menjadikannya pendamping hidupku. Jika itu menjadi kenyataan, betapa indahnya dunia ini.
Seperti meraih jaketnya dan pergi ke tempat di mana ray dan hyojin.
Sepanjang jalan, sehun berlari dan melihat hyojin dan ray masuk kedalam sebuah restoran yang tidak terlalu ramai. Sehun ikut masuk dan mencari tempat yang membuat dirinya tidak terlihat, namun sehun tetap bisa melihat apa saja yang mereka lakukan.
Sehun melihat ray memegang kedua tangan hyojin. Sehun melihat ekspresi hyojin bahagia. Ekspresi yang tidak pernah sehun lihat saat hyojin sedang bersamanya.
Sehun melihat ray berdiri dan mendekatkan wajahnya ke wajah hyojin. karena ia tidak tahan melihat hal-hal seperti ini, sehun memutuskan untuk kembali ke rumah. Dan juga akan berusaha merelakan hyojin yang ia cintai untuk ray. Sehun rela melepaskan hyojin, asalkan hyojin menemukan kebahagiaannya.
Flashback end
Mata sehun sembab. Sepertinya saat ia kembali ke rumah, ia menangis. Benar. Semalaman sehun menangis. Menangisi seorang yeoja yang kini sudah ia relakan untuk namja lain. “namja yang menangis itu berani. Berani tidak malu” rutuk sehun pada dirinya sendiri. Mata sehun yang sembab kembali tertutup. Tubuh lelahnya kembali berbaring di tempat tidurnya. Pikirannya juga lelah. Hatinya lebih lelah. Itu semua membuat kesehatan sehun sedikit memburuk.
Sehun menarik selimut hingga menutupi tubuhnya. Ia berusaha untuk tertidur kembali namun usahanya gagal, karena ia mendengar suara hyojin memanggilnya.
“sehun-ah, ireona. Sarapan sudah siap. Eomma dan appa sudah menunggu di meja makan”
“….”
“gwenchana ?” tanya hyojin. sehun tetap diam hingga hyojin menempelkan punggung tangannya di dahi sehun. “kau demam ?”
“….”
“tunggu sebentar, aku akan mengambilkan obat untukmu”
“jangan pedulikan aku” ucap sehun tegas.
“ne ?”
“sudahlah. Jangan pernah mempedulikanku. Bukankah sudah kubilang untuk tidak mengasihaniku ? aku sakit seperti ini karena ulahku sendiri. Jadi kau tidak berhak untuk mengurusku”
“tapi sehun-ah aku—“
“sudah kubilang jangan peduli padaku. Kau bukan siapa-siapa untukku. Jadi jangan melakukan apapun untukku”
Hyojin diam. Ia duduk di kursi meja belajar milik sehun. Hyojin menatap sehun yang terbaring di kasurnya dengan ekspresi yang tidak bisa hyojin artikan. “jika aku ingin menjadi ‘siapa-siapa’ untukmu. Apa aku boleh peduli padamu ?”
“sudahlah. Berhenti bersikap seperti itu. kau seperti itu hanya membuatku terus berharap kau memiliki perasaan yang sama denganku. Tidak kah kau sadar ? kau sudah jadi miliknya. Kenapa kau berbuat seperti ini padaku ?”
Hyojin terdiam. Pikirannya kembali pada peristiwa semalam. Peristiwa dimana ray akan menciumnya. namun saat itu, hyojin memalingkan wajahnya hingga ray tidak menciumnya. Dan malam itu, hyojin memutuskan untuk tidak berada di dekat ray karena ia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada namja itu dan juga tidak ingin memberikan harapan palsu pada ray.
Hyojin tersadar dari lamunannya dan mendapati sehun sedang tidur dengan posisi membelakangi dirinya. Hyojin berpikir, apa sehun mengikutinya semalam hingga ia bersikap seperti ini ?
“aku bukan miliknya sehun-ah. Dan juga semalam dia tidak menciumku karena aku menghindar”
“….”
“aku menolaknya. Aku menolak ray. Karena aku menyukai seseorang. Seseorang yang kini mengacuhkanku. Aku menginginkannya menjadi milikku”
Sehun menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Tidak ada yang berubah dari ekspresi wajahnya. tetap datar. Sehun berdiri dan hendak keluar dari kamar.
“mainhae. Dulu aku memang menginginkanmu, namun sekarang tidak. Aku lelah bersikap seperti ini. melakukan apapun, namun aku tidak pernah diperhatikan olehmu”
“sudahlah, berhenti bersikap seperti ini. cepat turun. Bukannya eommonim dan abeoji sudah menunggu?” lanjut sehun sebelum ia benar-benar keluar dari kamar.
“sakit. Ternyata ditolak itu rasanya seperti ini. sakit” hyojin memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
**
Leesokan harinya
Di sekolah, biasanya sehun yang mengikuti hyojin. namun sekarang hyojin yang mengekor di belakang sehun. Sepertinya yeoja itu memang benar-benar menginginkan sehun. Amun sehun tetap saja acuh pada hyojin.
Sehun pergi ke perpustakaan dan hyojin tetap mengekor di belakang.
“hyojin-ah~!” panggil seseorang. Sehun dan hyojin menoleh dan melihat ray yang melambai ke arah mereka. Ray melangkah mendekati hyojin dan sehun. Hyojin bergerak dan bersembunyi di belakang sehun.
“bisa tinggalkan kami sebentar ? kami butuh bicara” pinta ray pada sehun. Sehun memegang pundak hyojin yang berdiri di belakangnya dan mendorong hyojin pada ray. “dia milikmu bukan ? kau tidak perlu meminta ijin dariku” ujar sehun lalu kembali melanjutkan langkahnya ke perpustakaan.
--
Hyojin telah menyelesaikan urusannya dengan ray. Hyojin sedikit berlari ke arah perpustakaan.
Hyojin mencari sehun di dalam perpustakaan. Sedikit susah mencari sehun di perpustakaan yang luas ini. hingga hyojin menemukan sehun sedang berdiskusi dengan seorang yeoja di sudut perpustakaan. Entah apa yang mereka bicarakan. Hyojin tidak mau melihat itu terlalu lama jadi ia membalikkan tubuhnya dan keluar dari perpustakaan.
“jadi seperti ini yang sehun rasakan saat ia melihatku bersama ray. Sakit” lirih hyojin.
--
Pulang sekolah
Di dalam kelas hanya ada hyojin dan sehun. Hyojin yang meminta sehun tetap diam di kelas karena ada sesuatu yang harus hyojin bicarakan dengan sehun.
“mau bicara apa ? jika memang tidak penting kita bicarakan saja di rumah. Aku ada janji. Kau pulang saja sendirian” sehun keluar dari kelas meninggalkan hyojin yang tetap pada posisinya.
“bahkan kau sama sekali tidak memandangku”
**
19.30 KST @kamar hyojin & sehun
“sehun-ah, bisa kita bicara ?” tanya hyojin pada sehun yang sedang membaca komik di kasurnya. Komik itu menghalangi wajah sehun, namun bisa hyojin lihat sehun mengubah gaya rambutnya. Tidak ada poni yang menutupi kening sehun. Rambut jamur sehun sudah hilang.
“bicaralah. Aku akan mendengarkannya” jawab sehun masih fokus pada komik yang sedang ia baca.
Hyojin menarik komik yang sedang sehun baca hingga sehun memandang hyojin dengan tatapan tajam. “setidaknya kau menatapku ketika aku sedang berbicara”.
“baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan denganku ?”
Hyojin tetap diam hingga sehun berdiri di hadapannya. Jarak tubuh mereka tidak terlalu jauh. Dengan perlahan hyojin menggenggam kedua tangan sehun. Kepala hyojin tetap menunduk. Lalu ia mengangkat kepalanya dan menatap sehun.
“maukah kau selalu menjagaku dan memandangku saja ?”
Sehun hanya diam. Tapi matanya masih memandang wajah hyojin. “selama kau mengacuhkan ku beberapa hari kemarin, dipikiranku hanya dirimu. Hatiku selalu sesak saat melihatmu dengan yeoja lain seperti siang tadi. Aku seperti orang gila, namun itulah yang aku rasakan”
“….”
“aku ingin jujur padamu sehun-ah”
“mengenai apa ?” tanya sehun.
“aku mencintaimu sehun-ah..” sehun terkejut saat mendengar 1 kalimat keramat dari bibir mungil hyojin. “maukah kau. . err.. maukah kau menciumku ?” lanjut hyojin dengan wajah semerah tomat.
Hyojin menundukan kepalanya. Saking malu nya, hyojin sampai tidak berani menatap sehun.
Hyojin mengangkat kepalanya. “aish~ ini benar-benar memalukan. Tapi aku—“
Sehun memegang pipi hyojin dan mendaratkan bibirnya di bibir hyojin. sehun melepaskan bibirnya dari bibir hyojin dan menatap hyojin yang juga menatapnya dengan tatapan à O_O.
“nado saranghae” ucap sehun lalu kembali mencium bibir yeoja nya. Kali ini hyojin membalas ciuman dari sehun. Hyojin membuka mulutnya, membiarkan lidah sehun menjelajahi rongga mulutnya.
Hyojin mengalungkan tangannya di leher sehun. Sehun menghisap bibir bawah hyojin dan menjilat bibir atas hyojin.
CKLEK
Pintu kamar hyojin dan sehun terbuka. Tautan bibir mereka terlepas. Hyojin dan sehun menatap siapa yang membuka pintu kamar mereka. Namun posisi mereka masih tetap seperti mereka sedang berciuman tadi.
“ah~ eomma mengganggu kalian ya ? kkk~ lanjutkan saja” ucap eomma hyojin menutup kembali pintu kamar hyojin dan sehun.
“yeobo~! Sepertinya kita harus menerima ajakan tuan Oh untuk menjodohkan sehun dengan hyojin!”
END
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : fluff, romance
Length : oneshot
Main cast : Oh sehun, Park hyojin (OC)
Support cast : Kim Hyun Il (Ray C-Clown)
Disclaimer : ff ini milik author. Cast (kecuali OC) milik tuhan, keluarganya, dan agensinya.
Warning : AU, Badfic, OC, OOC, typo(s), alur berantakan, dll
**
Aku sudah memutuskan. Orang yang merebut ciuman pertamaku harus menjadi pendamping hidupku. Untuk selamanya. Jika tidak ada, maka aku akan membuat orang yang aku sukai merebut ciuman pertama ku, membuatnya cinta padaku dan menjadikannya pendamping hidupku. Jika itu menjadi kenyataan, betapa indahnya dunia ini.
**
Hyojin membuka kulkas. Mencari cemilan untuk mengganjal rasa lapar di perutnya. Matanya berbinar setelah menemukan 1 mangkuk besar ice cream. Tangannya hendak meraih ice cream itu, namun ia urungkan niatnya dan melirik kesana kemari.
“eomma~ ini ice cream siapa ?” tanya hyojin pada eomma nya yang sedang duduk manis sambil menonton drama favoritnya di tv. “itu untukmu, chagi~” sahut eomma nya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv.
‘untukku ? tumben sekali eomma memberikanku ice cream ? jangan jangan..’ batin hyojin menaruh curiga pada eomma nya.
Hyojin mengambil mangkuk yang berisi ice cream itu dan berjalan ke ruang tv di mana eomma nya duduk. hyojin duduk di samping eomma nya sambil menyuapkan ice cream ke mulutnya sendiri.
“eomma kenapa ? tumben sekali memberikanku ice cream” tanya hyojin penuh kecurigaan. Harusnya ia berterima kasih karena eomma nya telah berbaik hati padanya. Tapi kenapa hyojin malah berperasangka buruk ? entahlah.
Eomma hyojin melirik hyojin yang duduk di sebelahnya lalu kembali fokus pada layar kaca di hadapannya. “suasana hati eomma sedang baik hari ini” jawab eomma hyojin.
Hyojin masih curiga pada gelagat eomma nya. Eomma nya yang sangat pelit jika sudah berurusan dengan makanan dingin yang diberi nama ice cream itu, tiba-tiba menyerahkan benda keramat kesayangannya pada hyojin secara Cuma-Cuma. Bagaimana hyojin tidak merasa curiga ?. “selain itu ?” tanya hyojin lagi.
“teman eomma pergi dan menetap di jepang” ujar eomma hyojin.
“lalu ?”
“salah satu anaknya masih sekolah dan akan tetap berada di seoul”
“lalu apa hubungannya dengan eomma ? sampai eomma sesenang itu ?”
“ia akan tinggal di sini ^^. Dan anak teman eomma itu sangat tampan ditambah lagi, dia seumuran denganmu lho~”
“eh ? kenapa eomma mengatakan padaku kalau anak teman eomma itu tampan ? apa hubungannya denganku ?”
“yah~ memang tidak ada hubungannya denganmu. Tapi eomma harap, setelah dia tinggal di sini, dia akan mempunyai ‘hubungan’ denganmu ^^. Eomma akan sangat senang jika itu terjadi ^^”
“MWORAGO ??????!!!!!!!!!!” hyojin menyimpan mangkuk ice creamnya yang telah kosong di meja dekat tv.
“itu, ice creamnya aku kembalikan pada eomma !” hyojin berjalan dengan menghentakkan kakinya di lantai menuju kamarnya.
“hey~! Ice creamnya sudah habis ! jika anak teman eomma datang, kau harus berbuat baik padanya ! eomma tidak mau tahu! Nanti malam, ia tiba di sini bersama appa mu!” teriak eomma hyojin.
‘ini pasti sulit~’ batin hyojin sambil membenamkan wajahnya di bantal spongebob miliknya.
Hyojin memang selalu bersikap seperti itu. ia anak tunggal di rumah ini. hyojin bukan tipe yeoja yang mudah membenci seseorang, namun gara-gara ia selalu sendiri di rumahnya, selalu sendiri tanpa saudara ia menjadi seperti itu. sulit untuk menerima kehadiran orang baru di rumahnya sendiri.
--
“kau tidur di sana” hyojin menunjukan sebuah tempat tidur di kamarnya. Ya, anak teman eomma hyojin yang bernama oh sehun telah tiba di rumah hyojin. Dan karena tidak ada kamar lain di rumah hyojin, eomma hyojin membeli tempat tidur baru dan menaruhnya di kamar hyojin. Hyojin menerimanya dengan sangat terpaksa.
Karena kamar hyojin memang besar jadi posisi tempat tidur mereka hanya diberi penghalang dengan lemari pakaian yang besar. “ne, gamsa~” ujar sehun dengan senyuman yang sangat mirip dengan anak kecil yang baru diberi permen.
Hyojin berjalan ke sisi kamarnya yang lain. Ia duduk di kursi meja belajarnya. Tiba-tiba sehun duduk di ranjang miliknya.
“namamu hyojin ?” tanya hyojin yang hanya dibalas dengan anggukan. Kini sehun tiduran di kasur milik hyojin. ‘kurang ajar’ batin hyojin.
“hey itu kasurku” sehun menatap hyojin yang sedang duduk di kursi meja belajarnya. Lalu sehun memejamkan matanya, tidak mengindahkan ucapan hyojin. “siapapun itu, yag tidur di kasurku akan kutendang !” seru hyojin.
“apa kau berani menendangku ?” tantang sehun. Hyojin terdiam. Ia ingat kata-kata eomma nya. Jika ia macam-macam pada sehun, ia akan menerima akibatnya. ‘sebenarnya aku atau sehun sih anaknya eomma itu ?’ batin hyojin.
“hey~ kenapa diam dan menatapku seperti itu ? kau menyukaiku ? sudah kuduga. Aku memang tampan. Kau pasti menyukaiku kan ?” hyojin berdiri dari kursinya.
“mworago ? aku menyukaimu ? sebelum kau berkata seperti itu, bisakah kau bercermin sebentar ? kau seperti seonggok daging berambut jamur” hyojin meledek gaya rambut sehun yang memang mirip jamur.
Hyojin hendak meninggalkan sehun di kamarnya, namun sehun memegang pergelangan tangan hyojin. Hyojin menoleh, “apa ? mau balas meledekku ?”
“aniya~ aku baru menemukan yeoja yang tidak menyukaiku. Kkk~ lihat saja, lambat laun, kau akan menyukaiku”
“mwo ? silahkan bermimpi sehun” hyojin melepaskan pegangan sehun pada tangannya. “baiklah~ karena hidup itu berawal dari mimpi. Dan aku yakin mimpiku akan menjadi kenyataan”
“terserah kau saja!” hyojin berusaha tidak mendengar ocehan sehun dan meninggalkan sehun sendirian di kamarnya.
Sehun hanya terkekeh melihat tingkah hyojin. “baru kali ini aku menemukan yeoja seperti dia. Hmm.. aku tertarik pada yeoja keras seperti dia. Dan akan kubuat dia tertarik padaku juga” tekad sehun.
“aigo~ aku baru merasakan hal seperti ini. inikah love at the first sight ? aku tidak percaya aku menrasakan sendiri hal ini” sehun berdiri dan berujar sambil melihat-lihat apa saja yang ada di meja belajar yeoja yang baru dicintainya itu.
“akan kujadikan kau milikku, park hyojin”
**
“kau berangkat bersama sehun ya” titah appa hyojin, park jungsoo. Mendengar perkataan appa nya, sontak membuat hyojin menghentikan sarapan nya. “tapi appa, aku sudah ada janji akan berangkat bersama deng—“
“alasan saja” tukas appa hyojin. Hyojin meneguk gelas air miliknya. “aku berangkat sendiri saja abeoji” sehun mulai bersuara. What ? abeoji katanya ? gerutu hyojin. Namun hyojin tersenyum kemenangan saat sehun berkata demikian.
“aniya sehunnie, kau berangkatlah bersama hyojin. Kau belum tahu jalan di daerah ini kan ? berangkatlah berdua naik bus, ne ?” eomma hyojin memberi usul dan disetujui olelh appa hyojin dan juga sehun sendiri. Namun tidak dengan hyojin. Senyumnya yang tadi terukir di wajahnya luntur begitu saja. “baiklah” ujar hyojin terpaksa. Sangat terpaksa.
Kali ini sehun yang tersenyum kemenangan. ‘menyebalkan’ batin hyojin.
Hyojin bukan membenci sehun. Hanya saja ia sedikit tidak suka dengan orang yang begitu saja masuk kedalam hidupnya. Ani, hyojin bukan membenci atau tidak menyukai sehun. Tepatnya hyojin hanya belum terbiasa dengan keberadaan sehun di dekatnnya.
“kajja!” ajak hyojin yang berjalan duluan keluar rumah. Sehun dengan senang hati mengekor di belakang hyojin.
**
“annyeonghaseyo, oh sehun imnida. Bangapseumnida” sehun memperkenalkan dirinya di depan kelas karena ia adalah siswa baru di sekolah hyojin. Setelah membungkukkan badannya, sehun melangkahkan kakinya ke bangku yang masih kosong. Bangku yang berada di belakang bangku yang diduduki hyojin.
Hampir semua yeoja di kelas –kecuali hyojin- menatap sehun dengan tatapan kagum, cinta, dan sebagainya. Memang wajah sehun sangat tampan, namun sekarang wajah sehun tampak lucu dengan mushroom hairstyle nya.
“sudah cukup memerhatikan sehun. Ayo kita mulai pelajarannya!” seru kyungsoo seonsaengnim.
--
Saat waktu istirahat tiba, sehun dikerubungi banyak yeoja. Bak sampah yang dikerubungi lalat hijau. Atau bak bunga yang indah yang dihinggapi banyak kupu-kupu cantik. Atau, terserah..
“sehun-ah, mau ke kantin bersamaku ?”
“sehun-ah, aku membawa bekal lebih, kau mau makan bersamaku ?”
“sehun-ah, apa kau suka membaca buku ?”
“sehun-ah, tipe yeoja ideal mu seperti apa?”
Itulah runtutan pertanyaan yang dilontarkan penggemar sehun. Heran,baru masuk sekolah, fans sehun sudah lumayan banyak. ‘ternyata susah juga menjadi namja tampan’ batin sehun.
Hyojin yang masih duduk di bangkunya yang berada di depan bangku sehun merasa terganggu dengan ocehan fans sehun. Ia menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Sehun menyadari itu dan hanya tersenyum simpul.
“ah mianhae..” ujar sehun. Ia berdiri dari bangkunya dan menarik tangan hyojin, mengajaknya keluar kelas. hyojin kaget karena ia tiba-tiba ditarik oleh sehun. “ya! Apa maumu ?” tanya hyojin dengan nada protes nya. Sehun menjawab tingkah protes hyojin dengan senyuman yang menawan.
“di kelas sangat bising. Jadi aku mau kau menemaniku untuk menenangkan diri di rooftop”
“cih, dasar pemaksa” umpat hyojin.
“tapi, kau ikut kan ?”
“itu karena kau yang menarikku, dasar bodoh. Seharusnya kau tidak melakukan ini. bisa-bisa aku diserang fans dadakanmu itu. aku tidak mau ada masalah dengan mereka”
“tenang saja. Selama oh sehun ada di dekatmu, kau aman. Jangan takut, ne ?”
“aish~ aku bukan takut. Aku hanya malas saja jika mempunyai masalah dengan mereka”
Karena sepanjang jalan sibuk beradu argument, tak terasa mereka sampai di rooftop. Sehun membentangkan tangannya, merasakan angin yang berhembus menerpa wajah tampannya.
sehun melirik hyojin yang berdiri tak jauh darinya. Ia member isyarat pada hyojin untuk berdiri tepat di sebelahnya. Hyojin menuruti sehun dan berdiri di samping sehun dengan malas.
“hyojin-ah” panggil sehun.
“….”
Hening . tidak ada jawaban. Entah hyojin mendengar panggilan seun, atau ia memang mengabaikan panggilan sehun.
“aku ingin bicara padamu”
“katakanlah. Lagipula itu kau sudah berbicara denganku”
“uhm. Ne.. aku—“
“cepatlah.. waktu istirahat sebentar lagi habis”
“aku menyukaimu” ungkap sehun. Hyojin menatap sehun yang juga menatapnya. Hyojin tersenyum, senyum meremehkan.
“sayangnya aku tidak memiliki perasaan apapun padamu” hyojin menolak pernyataan sehun tadi.
“tapi, tapi aku—“
“sudahlah~ kita baru bertemu dan juga baru berkenalan kemarin. Ini terlalu cepat untuk kau katakan padaku”
“….”
“sudah selesai ? aku kembali ke kelas duluan” dengan perlahan, hyojin meninggalkan sehun sendirian.
“aku serius ! aku merasakan love at the first sight!” teriak sehun yang masih bisa hyojin dengar. Namun hyojin mengabaikannya. Ia merasa ini terlalu cepat, makannya ia sama sekali tidak mempercayai ucapan sehun tadi.
Sehun masih tetap pada posisinya. Ia tersenyum sesaat lalu tertawa. Mentertawakan dirinya sendiri tepatnya. “aku ditolaknya” ujar sehun. “tapi aku akan mendapatkannya! Aku yakin! Lihat saja nona park~ mungkin nanti kau yang akan mengemis cinta dariku.. kkk~”
**
Hyojin masuk kedalam rumahnya tanpa mengucapkan salam. Sehun berjalan di belakangnya.
Hyojin masuk kedalam kamarnya, sehun pun dengan setia mengikuti hyojin di belakangnya. “ya! Kau mengikutiku ?”
“kamarku juga di sini” jawab sehun santai. Dan hyojin merutuki kebodohannya barusan.
Hyojin merebahkan tubuhnya yang lelah di tempat tidurnya tanpa mengganti seragamnya, karena ia tidak bisa mengganti pakaiannya jika sehun masih ada di kamarnya. Sehun duduk di kursi meja belajar hyojin, “hey~ aku benar-benar menyukaimu sejak pandangan pertama” ucap sehun yang membuat mata hyojin yang tertutup kembali terbuka.
“sudah kubilang aku tidak menyukaimu. Apa itu kurang jelas ?”
“aku ingin tahu alasan kenapa kau tidak menyukaiku. Apa kau sudah memiliki namjachingu ? atau kau memiliki seseorang yang kau sukai saat ini ?”
“aku bukan yeoja yang mudah tersentuh. Jadi aku jarang merasakan yang namanya jatuh cinta. Tapi kalau seseorang yang aku kagumu, itu ada”
“hey~ kau belum menjawab pertanyaanku tadi”
“alasan aku tidak menyukaimu ?” sehun mengangguk. “alasannya.. kau itu orangnya berisik dan juga selalu bersikap seperti anak kecil. Satu lagi yang membutku sedikit tidak menyukaimu. Gaya rambutmu.. sungguh kekanak-kanakan..” sehun hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
‘dia kenapa ?’ tanya hyojin dalam hatinya. Apa sehun diam seperti ini karena ucapannya tadi terlalu pedas ?.
“kau kenapa ? kenapa diam seperti itu ? kata-kataku keterlaluan ? mianhae” sehun tersenyum simpul. “gwenchana~ bukan salahmu” sehun berdiri dan keluar dari kamar hyojin.
Hyojin terus memikirkan gelagat sehun yang baru dikenalnya kemarin. Sampai ia tertidur pulas di kasurnya karena terlalu lelah berpikir.
--
Hyojin membuka matanya. Dilirirk jam dinding, dan waktu menunjukan pukul 15:30. “ung.. sudah sore..” hyojin meregangkan tangannya yang terasa pegal. Ia berdiri dan melirik tempat tidur yang terhalang oleh lemari besar. Nihil. Ia tidak menemukan sosok sehun di sana. “kemana dia ?” hyojin menggaruk kepala belakangnya. “ah.. aku tidak peduli”.
--
Saat makan malam, hyojin masih belum melihat sosok sehun. “eomma, sehun kemana ?” tanya hyojin akhirnya. Walaupun hyojin tidak menyukai sehun, ia merasa sedikit ada yang kurang saat namja itu tidak ada di hadapannya.
Eomma hyojin tidaak menjawab. Hyojin mendapat tatapan tajam dari appa nya. Hyojin mengerti, sunguh tidak sopan berbicara saat makan.
“eomma, sehun kemana ?” tanya hyojin lagi saat makan malam sudah selesai. Hyojin juga tidak menemukan appa nya. Namun ia tidak khawatir. Mungkin saja appa nya sedang berada di ruang kerja nya.
“sehun menginap di rumah temannya. Katanya ia rindu pada temannya yang satu itu”
“oh~”
Eomma hyojin menatap hyojin lekat. Membuat hyojin merasa sedikit risih. “wa.. wae ? kenapa eomma menatapku seperti itu ?” tanya hyojin terbata. Eomma hyojin memamerkan senyuman jahil pada hyojin yang membuat hyojin bergidik.
“kenapa kau menanyakan sehun hm ? kau merindukannya ?”
“…”
“haha.. sudah kuduga kau menyukainya. Kau menyukainya kan ?”
“mworago ?? aku sama sekali tidak menyukainya! Tidak akan!!!” hyojin berjalan dengan cepat ke kamarnya. Menutup dan mengunci pintunya.
**
Pagi ini hyojin berangkat sekolah sendirian. Ya, sendirian tanpa sehun di sampingnya seperti kemarin. Hyojin merasa senang karena sehun yang dianggapnya sebagai pengganggu tidak ada di sampingnya saat ini. namun, hati kecil hyojin merasakan ada yang kurang saat sehun tidak berada di sampingnya.
Hyojin turun dari bus yang ia tumpangi lalu masuk ke dalam sekolahnya yang megah.
BRUKK
Hyojin berjalan menghadap lurus kedepan, namun pikirannya melayang kemana-mana. Memikirkan sehun tepatnya. Entah kenapa ia memikirkan sehun sampai seperti ini hingga ia tidak sadar membiarkan orang –namja tepatnya- yang ditubruknya tetap pada posisi jatuhnya yang tidak elit. Hingga beberapa detik kemudian hyojin baru menyadarinya.
“ah mianhae~” ujar hyojin sambil mengulurkan tangannya pada namja itu. namja yang ditubruk hyojin dengan senang hati menerima uluran tangan hyojin. “ne, gwenchana~” sahut namja itu.
Namja itu memandang hyojin dari ujung kepala hingga ujung kaki. Hingga membuat yang dipandang –hyojin- merasa risih dengan perlakuannya itu. “eng, kau kenapa memandangiku seperti itu ? apa ada yang salah denganku ?”
Namja itu menggeleng pelan. “ani.. aku hanya merasa sedikit terkejut” jawab namja itu yang membuat hyojin bertanya-tanya. Apa yang membuatnya terkejut ? apa hyojin tampak seperti hantu di hadapannya hingga namja itu terkejut ?
“terkejut ?” tanya hyojin dan namja itu mengangguk. “aku hanya sedikit terkejut dan juga err.. gugup”
‘Namja itu tersenyum. Jujur, senyumannya itu sangat manis dan juga wajahnya err.. tampan. Namun sehun lebih tampan dan juga senyuman sehun lebih manis dan menawan di mataku’ pikir hyojin lalu menggeleng kecil karena ia kembali memikirkan sosok oh sehun yang menghilang begitu saja dari kemarin sampai sekarang.
“aku kim hyun il. Kau bisa memanggilku Ray ^^. Kau park hyojin kan ?” hyojin hanya mengangguk dan wajahnya masih penuh dengan tanda tanya. Ia masih bertanya-tanya –dalam hatinya- kenapa ray terkejut dan gugup saat melihatnya.
“masalah tadi ?” hyojin mnegangguk. “kajja, kujelaskan sambil berjalan ^^” lanjut ray.
Mereka berdua berjalan berdampingan hingga membuat semua siswa memandang mereka iri. Karena mereka berdua –ray, hyojin- seperti sepasang kekasih sungguhan.
“kau tahu nama ku dari mana ?” tanya hyojin pada ray yang sedari tadi tidak menjelaskan apa yang hyojin tanyakan.
“tentu saja. Aku selalu memerhatikanmu sejak dulu” jawabnya sambil tersenyum. Ray sesekali merapikan rambutnya. Sungguh gaya rambut seorang namja yang hyojin sukai. Dengan poni yang menutup dahi nya, namun tidak menyerupai jamur seperti sehun. Entah kenapa hairstyle seperti itu terlihat manly di mata hyojin.
“maksudmu ?”
“sejak dulu aku menyukaimu. Aku selalu memerhatikanmu. Aku memang namja pengecut. Aku hanya bisa memerhatikanmu dari jauh tanpa bisa mengungkapkan perasaanku. Hingga kemarin aku mempunyai pikiran untuk menyerah mendapatkanmu karena aku melihatmu dengan seorang namja yang sangat tampan.. aku iri pada namja itu” jelas ray panjang lebar.
Mata hyojin yang bulat semakin membulat setelah mendengar penjelasan ray. Hyojin hanya diamm, tidak memberikan reaksi apapun pada apa yang diungkapkan ray tadi. “yah, walaupun kenyataannya aku tidak bisa mendapatkanmu, aku berharap kita bisa berteman dekat ^^” lanjut ray.
“ah, ne.. tentu saja. Aku bisa berteman dengan siapa saja ^^” sahut hyojin yang membuat ray tersenyum karenanya.
“kita berpisah di sini ^^.. hehe” hyojin mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya, sementara ray masuk kedalam kelasnya.
GREPP
Ada sebuah tangan yang memegang bahu hyojin. Itu membuat hyojin teekejut. Hyojin menoleh dan mendapati sehun di sana. Jujur saja, saat itu hyojin sangat ingin tersenyum dan juga memeluk sehun. Memeluk sehun ? konyol, pikir hyojin. Namun tidak bisa ia pungkiri kalau ia merindukan sosok sehun. Padahal baru kemarin dia menghilang dan sekarang muncul lagi di hadapan hyojin. Namun setidaknya kini rasa rindu hyojin sedikit terobati.
Kenapa hyojin bisa mempunyai rasa rindu pada sehun ? mungkin saja kini hyojin sudah bisa menerima keberadaan sehun di sampingnya, di sekatnya. “kau kema—“
“jadi yang tadi itu namja yang kau kagumi? Yang kau bicarakan kemarin hm ?” tanya sehun sambil merangkul pundak hyojin.
Sampai ke kelas pun, sehun masih belum melepas rangkulannya, hingga semua yeoja –fans sehun- di kelas menatap hyojin dengan tatapan iri.
“hey~ bilang saja kau rindu padaku hingga kau terus menatapku tanpa menjawab pertanyaanku tadi” ucap sehun dengan nada jahil yang langsung dihadiahi cubitan keras di pinggang sehun yang ramping.
“aniya” jawab hyojin.
“jangan bohong~ tadi aku memerhatikanmu yang memerhatikan senyumannya. Dia namja yang kau kagumi kan ? ayolah mengaku~”. Hyojin akui hyojin memang merindukan sosok sehun. Namun sekarang saat sehun di sampingnya, ia kembali kesal pada namja tampan satu ini.
“kalau IYA, kenapa ?” hyojin member penekanan pada kata ‘iya’ hingga membut sehun terkekeh.
“ckck.. seleramu itu buruk sekali. Bahkan dia tidak lebih tampan dariku. Apa yang kau suka darinya hm ?” sehun melepaskan rangkulannya di pundak hyojin dan membiarkan yeoja itu duduk di bangkunya sendiri.
“hey oh sehun, berhentilah meremehkan orang lain. Dan aku menyukainya, karena ia mempunyai gaya rambut yang bagus. Tidak sepertimu. Dasar jamur”. Bohong. Itu semua hanyalah kebohongan yang dibuat hyojn untuk membalas setiap kata yang meluncur dari bibir pink sehun.
“kau terus memujinya. Padahal kau tahu aku menyukaimu. Ah aniya, aku mencintaimu. Tapi kau memujinya di hadapanku. Aku cemburu” ungkap sehun sambil merapikan rambutnya yang masih menyerupai bentuk jamur itu.
“tapi sudah kubilang kemarin kalau aku tidak memiliki perasaan apapun padamu sehun. Apa itu kurang jelas ?”
“tapi, aku mencintaimu park hyojin”
“ck.. terserah padamu saja”
“kau menerima ku ?” tanya sehun senang.
“aniya !” jawab hyojin tegas.
--
Hyojin keluar kelas diikuti sehun di belakangnya saat jam perlajaran hari itu telah usai. Hyojin tersenyum manis saat ia melihat ray tengah berdiri di dekat kelasnya. Ray pun membalas senyuman hyojin. Sedangkan sehun hanya mendengus kesal dengan mulut yang terus menggerutu tidak jelas.
“aku pulang saja. Gelagat kalian sangat tidak enak dipandang”. Sehun berjalan menjauhi ray dan hyojin yang menatapnya dengan tatapan –dia kenapa ?-.
“dia kenapa ?” tanya ray. Hyojin menggeleng. “molla”.
“temani aku jalan-jalan, ne ?” ajak ray. “kajja!”
Sehun Pov
Ck.. dasar hyojin menyebalkan. Bukankah dia sudah tahu kalau aku ini menyukainya ? kenapa dia malah dekat-dekat dengan namja itu? aku tidak mengerti apa yang dia suka dari namja itu.
Di dekat tempat parkir, kulihat mereka berdua berjalan keluar dari sekolah. Dan apa itu ?! namja itu memegang tangan hyojin dan hyojin tidak protes sama sekali. Berbeda jika aku yang memegang tangannya. Dia pasti protes habis-habisan.
Kuputuskan untuk mengikuti kemana saja mereka pergi. Aku tidak akan membiarkan seseorang yang akan kumiliki direbut oleh orang lain. Aku tidak akan membiarkannya.
Author Pov
Sehun terus memerhatikan hyojin dan ray yang kini duduk di bangku taman. ‘apa yang mereka lakukan ?’ pikir sehun. Sehun bersembunyi di balik pohon yang terletak di belakang bangku yang diduduki oleh ray dan hyojin. Sehun memfokuskan pendengarannya pada apa yang sedang hyojin an ray bicarakan.
“kau sangat cantik hyojin-ah” puji ray. Hyojin tersenyum dan tersipu saat dipuji oleh ray. Sedangkan sehun yang mendengar pujian ray dan melihat reaksi hyojin, rasanya ingin tertawa keras saat itu juga.
Sehun berhenti mengupin pembicaraan mereka yang garing. Sangat garing.
Sehun berjalan menjauhi taman dan kembali ke kediaman keluarga park yang kini jadi rumahnya juga.
**
“kau sangat cantik hyojin-ah” hyojin melirik sehun yang bersandar di lemari pakaian yang membatasi tempat tidurnya dan juga milik sehun. Hyojin melihat sehun yang terlihat seperti menerawang. Wajah sehun mendongkak dengan senyuman aneh di wajahnya. kali ini senyuman sehun aneh di mata hyojin.
Hyojin berusaha tidak mempedulikan sehun. Hyojin kembali ke buku yang sedang ia baca. “kau memiiliki wajah yang sempurna. Kau begitu cantik. Kau bagaikan malaikat yang turun dari khayangan”. Hyojin tahu itu adalah kata-kata ray yang ditujukan padanya saat di taman. ‘apa dia mengikutiku?’ pikir hyojin.
“aku bahagia sekali bisa mengenal yeoja sepertimu” sehun terus saja menggoda hyojin dengan meniru apa saja yang dikatakan ray siang tadi.
“uuh… so sweet~” ujar sehun dengan nada yang dibuat imut dan juga ekspresi wajah yang berlebihan.
“berhenti menggodaku oh sehun!” seru hyojin yang kini sudah jengkel dengan kelakuan sehun.
Sehun berdiri di samping hyojin yang sedang fokus membaca di meja belajarnya. “kenapa kau pergi dengannya ?” tanya sehun. Ekspresi wajah sehun sangat datar sekarang. Tidak ada seringai jahil di wajah tampannya.
“karena aku mau” jawab hyojin singkat.
“jika aku yang mengajakmu, apa kau mau pergi denganku ?”
“….”
“sudah kuduga. Kau pasti tidak mau. Seberapa besar kau menyukainya huh ? apa yang kurang dari diriku hingga kau menyukainya dan tidak menyukaiku ?”
“.....”
“apa yang harus aku lakukan hingga kau bisa membalas perasaanku ?”
“……”
“geurae. Aku tahu kau tidak menyukaiku Karena mushroom hairstyle ku, sikapku yang seperti anak-anak, karena aku selalu berisik, aku selalu mengganggumu. Dan aku juga tahu kau menyukai sosok namja dengan hairstyle seperti namja itu. ckck.. itu bukan suka ataupun cinta jika kau hanya memandang fisik. Itu nafsu”
“…..”
“baiklah. Aku tahu kau tidak akan menjawab apa-apa walaupun aku mengajukan pertanyaan semudah apapun” sehun kembali ke tempat tidurnya. Sedangkan hyojin hanya diam. Ia tidak percaya pada apa yang sehun katakan padanya.
“sehun aku—“
“sudahlah. Berhenti bicara dan jangan pernah memiliki perasaan kasihan terhadapku”
**
Keesokan harinya, seperti biasa hyojin dan ray pergi berjalan-jalan. Wajah hyojin terlihat bahagia, namun hatinya tidak. Ia memikirkan sehun yang berbeda hari ini. selama di sekolah, sehun terus menghindarinya dan juga selalu bersikap dingin padanya.
Sehun memang bersikap dikin dan juga selalu mengacuhkan hyojin seharian ini. namun tanpa hyojin ketahui, ia selalu mengikuti hyojin dan juga ray kemana pun mereka pergi.
Sudah sekitar 2 minggu sehun selalu bersikap dingin dan juga mengacuhkan hyojin di sekolah, dan juga di rumah. Namun sehun tetap saja suka mengikuti hyojin dan ray. Sehun mengamati mereka daan sehun melihat hubungan mereka semakin dekat dari hari ke hari.
**
Hari minggu yang cerah namun sikap sehun tidak secerah hari ini. karena sesuatu yang ia lihat kemarin. Sehun melihat ray melakukan sesuatu yang seharusnya sehun lakukan pada hyojin. Sehun duduk di pinggiran tempat tidurnya. Kejadian kemarin kembali terbayang di pikiran sehun.
Flashback
Malam minggu ini hyojin dijemput ray. Hanya untuk makan malam katanya.
Sehun tetap diam di kamarnya yang juga kamar hyojin. Ia duduk di kursi meja belajar hyojin. Meja belajar hyojin sangat berantakan, membuat sehun ingin sekali membereskan meja itu. dengan perlahan, sehun menata buku-buku milik hyojin pada tempatnya. Hingga sehun menemukan sebuah buku kecil berwarna hitam. Sepertinya itu adalah buku diary milik hyojin.
Keadaan buku itu yang terbuka membuat sehun membaca apa yang tertulis di halaman buku itu.
Aku sudah memutuskan. Orang yang merebut ciuman pertamaku harus menjadi pendamping hidupku. Untuk selamanya. Jika tidak ada, maka aku akan membuat orang yang aku sukai merebut ciuman pertama ku, membuatnya cinta padaku dan menjadikannya pendamping hidupku. Jika itu menjadi kenyataan, betapa indahnya dunia ini.
Seperti meraih jaketnya dan pergi ke tempat di mana ray dan hyojin.
Sepanjang jalan, sehun berlari dan melihat hyojin dan ray masuk kedalam sebuah restoran yang tidak terlalu ramai. Sehun ikut masuk dan mencari tempat yang membuat dirinya tidak terlihat, namun sehun tetap bisa melihat apa saja yang mereka lakukan.
Sehun melihat ray memegang kedua tangan hyojin. Sehun melihat ekspresi hyojin bahagia. Ekspresi yang tidak pernah sehun lihat saat hyojin sedang bersamanya.
Sehun melihat ray berdiri dan mendekatkan wajahnya ke wajah hyojin. karena ia tidak tahan melihat hal-hal seperti ini, sehun memutuskan untuk kembali ke rumah. Dan juga akan berusaha merelakan hyojin yang ia cintai untuk ray. Sehun rela melepaskan hyojin, asalkan hyojin menemukan kebahagiaannya.
Flashback end
Mata sehun sembab. Sepertinya saat ia kembali ke rumah, ia menangis. Benar. Semalaman sehun menangis. Menangisi seorang yeoja yang kini sudah ia relakan untuk namja lain. “namja yang menangis itu berani. Berani tidak malu” rutuk sehun pada dirinya sendiri. Mata sehun yang sembab kembali tertutup. Tubuh lelahnya kembali berbaring di tempat tidurnya. Pikirannya juga lelah. Hatinya lebih lelah. Itu semua membuat kesehatan sehun sedikit memburuk.
Sehun menarik selimut hingga menutupi tubuhnya. Ia berusaha untuk tertidur kembali namun usahanya gagal, karena ia mendengar suara hyojin memanggilnya.
“sehun-ah, ireona. Sarapan sudah siap. Eomma dan appa sudah menunggu di meja makan”
“….”
“gwenchana ?” tanya hyojin. sehun tetap diam hingga hyojin menempelkan punggung tangannya di dahi sehun. “kau demam ?”
“….”
“tunggu sebentar, aku akan mengambilkan obat untukmu”
“jangan pedulikan aku” ucap sehun tegas.
“ne ?”
“sudahlah. Jangan pernah mempedulikanku. Bukankah sudah kubilang untuk tidak mengasihaniku ? aku sakit seperti ini karena ulahku sendiri. Jadi kau tidak berhak untuk mengurusku”
“tapi sehun-ah aku—“
“sudah kubilang jangan peduli padaku. Kau bukan siapa-siapa untukku. Jadi jangan melakukan apapun untukku”
Hyojin diam. Ia duduk di kursi meja belajar milik sehun. Hyojin menatap sehun yang terbaring di kasurnya dengan ekspresi yang tidak bisa hyojin artikan. “jika aku ingin menjadi ‘siapa-siapa’ untukmu. Apa aku boleh peduli padamu ?”
“sudahlah. Berhenti bersikap seperti itu. kau seperti itu hanya membuatku terus berharap kau memiliki perasaan yang sama denganku. Tidak kah kau sadar ? kau sudah jadi miliknya. Kenapa kau berbuat seperti ini padaku ?”
Hyojin terdiam. Pikirannya kembali pada peristiwa semalam. Peristiwa dimana ray akan menciumnya. namun saat itu, hyojin memalingkan wajahnya hingga ray tidak menciumnya. Dan malam itu, hyojin memutuskan untuk tidak berada di dekat ray karena ia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada namja itu dan juga tidak ingin memberikan harapan palsu pada ray.
Hyojin tersadar dari lamunannya dan mendapati sehun sedang tidur dengan posisi membelakangi dirinya. Hyojin berpikir, apa sehun mengikutinya semalam hingga ia bersikap seperti ini ?
“aku bukan miliknya sehun-ah. Dan juga semalam dia tidak menciumku karena aku menghindar”
“….”
“aku menolaknya. Aku menolak ray. Karena aku menyukai seseorang. Seseorang yang kini mengacuhkanku. Aku menginginkannya menjadi milikku”
Sehun menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Tidak ada yang berubah dari ekspresi wajahnya. tetap datar. Sehun berdiri dan hendak keluar dari kamar.
“mainhae. Dulu aku memang menginginkanmu, namun sekarang tidak. Aku lelah bersikap seperti ini. melakukan apapun, namun aku tidak pernah diperhatikan olehmu”
“sudahlah, berhenti bersikap seperti ini. cepat turun. Bukannya eommonim dan abeoji sudah menunggu?” lanjut sehun sebelum ia benar-benar keluar dari kamar.
“sakit. Ternyata ditolak itu rasanya seperti ini. sakit” hyojin memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
**
Leesokan harinya
Di sekolah, biasanya sehun yang mengikuti hyojin. namun sekarang hyojin yang mengekor di belakang sehun. Sepertinya yeoja itu memang benar-benar menginginkan sehun. Amun sehun tetap saja acuh pada hyojin.
Sehun pergi ke perpustakaan dan hyojin tetap mengekor di belakang.
“hyojin-ah~!” panggil seseorang. Sehun dan hyojin menoleh dan melihat ray yang melambai ke arah mereka. Ray melangkah mendekati hyojin dan sehun. Hyojin bergerak dan bersembunyi di belakang sehun.
“bisa tinggalkan kami sebentar ? kami butuh bicara” pinta ray pada sehun. Sehun memegang pundak hyojin yang berdiri di belakangnya dan mendorong hyojin pada ray. “dia milikmu bukan ? kau tidak perlu meminta ijin dariku” ujar sehun lalu kembali melanjutkan langkahnya ke perpustakaan.
--
Hyojin telah menyelesaikan urusannya dengan ray. Hyojin sedikit berlari ke arah perpustakaan.
Hyojin mencari sehun di dalam perpustakaan. Sedikit susah mencari sehun di perpustakaan yang luas ini. hingga hyojin menemukan sehun sedang berdiskusi dengan seorang yeoja di sudut perpustakaan. Entah apa yang mereka bicarakan. Hyojin tidak mau melihat itu terlalu lama jadi ia membalikkan tubuhnya dan keluar dari perpustakaan.
“jadi seperti ini yang sehun rasakan saat ia melihatku bersama ray. Sakit” lirih hyojin.
--
Pulang sekolah
Di dalam kelas hanya ada hyojin dan sehun. Hyojin yang meminta sehun tetap diam di kelas karena ada sesuatu yang harus hyojin bicarakan dengan sehun.
“mau bicara apa ? jika memang tidak penting kita bicarakan saja di rumah. Aku ada janji. Kau pulang saja sendirian” sehun keluar dari kelas meninggalkan hyojin yang tetap pada posisinya.
“bahkan kau sama sekali tidak memandangku”
**
19.30 KST @kamar hyojin & sehun
“sehun-ah, bisa kita bicara ?” tanya hyojin pada sehun yang sedang membaca komik di kasurnya. Komik itu menghalangi wajah sehun, namun bisa hyojin lihat sehun mengubah gaya rambutnya. Tidak ada poni yang menutupi kening sehun. Rambut jamur sehun sudah hilang.
“bicaralah. Aku akan mendengarkannya” jawab sehun masih fokus pada komik yang sedang ia baca.
Hyojin menarik komik yang sedang sehun baca hingga sehun memandang hyojin dengan tatapan tajam. “setidaknya kau menatapku ketika aku sedang berbicara”.
“baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan denganku ?”
Hyojin tetap diam hingga sehun berdiri di hadapannya. Jarak tubuh mereka tidak terlalu jauh. Dengan perlahan hyojin menggenggam kedua tangan sehun. Kepala hyojin tetap menunduk. Lalu ia mengangkat kepalanya dan menatap sehun.
“maukah kau selalu menjagaku dan memandangku saja ?”
Sehun hanya diam. Tapi matanya masih memandang wajah hyojin. “selama kau mengacuhkan ku beberapa hari kemarin, dipikiranku hanya dirimu. Hatiku selalu sesak saat melihatmu dengan yeoja lain seperti siang tadi. Aku seperti orang gila, namun itulah yang aku rasakan”
“….”
“aku ingin jujur padamu sehun-ah”
“mengenai apa ?” tanya sehun.
“aku mencintaimu sehun-ah..” sehun terkejut saat mendengar 1 kalimat keramat dari bibir mungil hyojin. “maukah kau. . err.. maukah kau menciumku ?” lanjut hyojin dengan wajah semerah tomat.
Hyojin menundukan kepalanya. Saking malu nya, hyojin sampai tidak berani menatap sehun.
Hyojin mengangkat kepalanya. “aish~ ini benar-benar memalukan. Tapi aku—“
Sehun memegang pipi hyojin dan mendaratkan bibirnya di bibir hyojin. sehun melepaskan bibirnya dari bibir hyojin dan menatap hyojin yang juga menatapnya dengan tatapan à O_O.
“nado saranghae” ucap sehun lalu kembali mencium bibir yeoja nya. Kali ini hyojin membalas ciuman dari sehun. Hyojin membuka mulutnya, membiarkan lidah sehun menjelajahi rongga mulutnya.
Hyojin mengalungkan tangannya di leher sehun. Sehun menghisap bibir bawah hyojin dan menjilat bibir atas hyojin.
CKLEK
Pintu kamar hyojin dan sehun terbuka. Tautan bibir mereka terlepas. Hyojin dan sehun menatap siapa yang membuka pintu kamar mereka. Namun posisi mereka masih tetap seperti mereka sedang berciuman tadi.
“ah~ eomma mengganggu kalian ya ? kkk~ lanjutkan saja” ucap eomma hyojin menutup kembali pintu kamar hyojin dan sehun.
“yeobo~! Sepertinya kita harus menerima ajakan tuan Oh untuk menjodohkan sehun dengan hyojin!”
END


wah....
BalasHapuskeren deh thor...
dsni g ad yaoi yh thor?/slah stu anggota exo.x d ganti jd cewk ajj deh...
kan bbgus thor... jebal?
yg couple yh....
>.<
Nggak bisa bikin FF yaoi u,u mian
Hapuswahhh author keren bgt ceritanya aku suka bgt thor sequel pliss yayayaya *Bbuing Bbuing* hehe
BalasHapuslagi proses ^^
HapusKeren ^^ So Sweet ..
BalasHapusAdakah Sequel'a ??
Bgs thor ff ny..
BalasHapuskliatannya komenku tlat banget ya. tpi tak apa yg pnting komen
BalasHapusbagus kok thor feelnya dapet banget smpai hmpir nangis bacanya. keren deh pkoknya daebak....
Feelnya dapet, alurnya juga nggak berantakan. Bagus.
BalasHapusKeep writing ;)
Aku suka banget FFnya, kereenn
BalasHapusSweet....
BalasHapusyaelaah gue baca sambil deg deg serrr thor :D
BalasHapusDaebak !!! GILA.
BalasHapus.
Ngakak bagian akhirrr.huhuhuhu ketahuan > _ <
Uwohhhh.. keren thorrrr. feel nya dapet bgt. suka suka suka.. :'D
BalasHapus