Tittle : Prince only for a Princess
Author : Okky Oktavia
Rating : G
Genre : Angst
Length : Ficlet
Cast : Oh Sehun, Kim MyunHee, Kim JoonMyun
Disclaimer : they are belong to themselves
Warning : AU, Bad fic, OC, OOC, typo(s)
**
Appa
selalu berkata kepadaku sejak aku masih kecil, “pangeran itu hanya
berjodoh dengan putri raja”. Sampai sekarang pun, aku masih mempercayai
perkataan appa. Namun, apakah selamanya akan seperti itu ?, aku ingin
merubah semuanya. Tapi, apakah aku bisa ?
Setiap
melihatnya berjalan di hadapanku aku selalu terpikat oleh aura yang
keluar dari dirinya. Sungguh namja yang sempurna. Fisik sempurna, hati
pun sempurna. Selalu ada keinginan di dalam hati kecilku untuk memiliki
sosok namja sempurna itu. tapi, bila keinginan itu ada, perkataan appa
pun selalu terngiang di telingaku.
Aku mengerti. Aku
yang serba kekurangan ini memang tidak pantas untuk mendapatkan sosok
sempurna itu. selalu merasakan tidak pantas walaupun hanya menatapnya
dari jauh. Walaupun begitu, aku selalu mengatakan ‘oh sehun, aku
mencintaimu’, walaupun aku hanya mengucapkannya di dalam hati kecilku.
Jika
secara terang-terangan aku menunjukkan perasaanku padanya, mungkin aku
sudah dibunuh oleh fans nya. Aku tidak mau sampai hal itu terjadi. Jadi
biarlah sehun sendiri yang menyadari perasaanku padanya. Walau
kemungkinannya sangatlah kecil. Atau mungkin saja selamanya sehun takkan
menyadari perasaanku padanya.
Author Pov
“ah
itu sehun !” seru yeoja yang duduk di kelas yang sama dengan myunhee
dan juga sehun tentunya. Saat sehun masuk, hampir semua yeoja –kecuali
myunhee- memberikan apa yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri
untuk sehun. Namun selalu saja sehun menolaknya dengan halus.
“sehun, ini bekal untukmu!”
“tidak usah, makanlah. Sepertinya kau lebih membutuhkannya” tolak sehun seraya tersenyum.
Sehun
berjalan ke bangkunya yang berada di belakang bangku myunhee. Sedari
tadi, tanpa sadar myunhee menatap sehun dengan tatapan berbeda. Sehun
menyadari itu dan hanya bisa menyapa dan juga tersenyum pada myunhee.
“annyeong
myunhee ^^” sapa sehun. Namun myunhee tidak membalas sapaan sehun. Ia
hanya bisa menunduk. Karena myunhee selalu mengingat perkataan appa nya,
kim joonmyun. Guru bahasa inggris di sekolah mereka.
Terlihat dahi sehun mengernyit. Seolah-olah bertanya-tanya tentang sikap myunhee padanya.
--
“kau kim myunhee ?” tanya seorang yeoja. Sepertinya dari kelas lain. Myunhee hanya mengangguk pelan. “waeyo ?” tanya myunhee.
Yeoja
itu beserta teman-temannya hanya memasang tampang malas. “masih
bertanya kenapa. Dasar kau orang yang tidak pernah menyadari kesalahan
sendiri!” yeoja itu membentak myunhee. Tidak ada yan membela myunhee,
karena ini jam pulang sekolah. Dan sekarang hanya ada myunhee dan juga
yeoja yang membentaknya beserta komplotannya.
“ikut kami!” yeoja itu menyeret myunhee ke gudang sekolah
**
“appa,
na wasseo” ujar myunhee sambil menjinjing sepatunya masuk kedalam
rumah. Kim joonmyun –appa myunhee- hanya bisa menatap putrinya dengan
tatapan sedih karena myunhee pulang dengan mata merah dan juga wajah
yang masih basah dengan air mata.
“kau baik-baik saja
hee-ya ?” tanya joonmyun. Myunhee menyimpan sepatunya di rak. Sebelah
tangannya bergerak seperti sedang mengusap air mata di wajahnya lalu
berbalik menghadap appa nya. Myunhee mencoba tersenyum dengan wajah yang
sembab. “aku baik-baik saja appa”
“jika mempunyai masalah, kau bisa menceritakannya pada appa, hee-ya”
Myunhee
menggeleng kecil, “aku memang sedikit ada masalah. Tapi aku masih bisa
mengatasinya sendiri appa. Nanti, jika bebanku sudah tidak bisa
kutanggung sendiri, aku akan menceritakannya pada appa”
Kim
joonmyun hanya bisa memberkan senyuman, namun terlihat wajahnya begitu
sedih karena melihat keadaan anaknya yang seperti ini.
Myunhee
masuk ke dalam kamarnya. Dan joonmyun hanya bisa duduk di sofa sambil
mengurut keningnya. “appa sudah mengetahui semuanya hee-ya. Appa sudah
tahu kejadian apa yang menimpamu hari ini” lirih joonmyun.
**
Keadaan
sekolah sudah sepi. Myunhee berada di kelas di saat orang lain tidak
ada itu sudah biasa. Tapi, kini di kelas masih ada sehun yang masih
sibuk dengan catatannya.
Myunhee berdiri dan hendak
meninggalkan kelas. “hee-ya, tunggu” myunhee menghentikan langkahnya.
Baru kali ini ada yang memanggil myunhee dengan nama hee-ya selain appa
nya. Myunhee menoleh, “ada apa ?”
Sehun tersenyum dan
member isyarat untuk mendekat pada myunhee. Myunhee berjalan ke bangku
sehun. Sehun menyuruh myunhee duduk di sampingnya, namun myunhee
menolaknya.
“waeyo ?” tanya sehun.
“aku di sini saja” myunhee tetap berdiri di tempat.
“ayolah,
tidak apa-apa” myunhee menyerah dan akhirnya duduk di sebelah sehun.
“kenapa kau menyuruhku diam di sini ?” tanya myunhee setelah
mengumpulkan keberaniannya.
“aku hanya ingin kau menemaniku di sini. Kau keberatan ?”
Myunhee menunduk. “aniya, hanya saja aku selalu merasa sedikit ta—“
“takut pada fans ku ?” seolah-olah mengetahui apa yang ada di pikiran myunhee, sehun memotong perkataan myunhee begitu saja.
“kau
tenang saja hee-ya. Aku akan melindungimu dari perlakuan buruk mereka
padamu” lanjut sehun. Myunhee menatap sehun tidak percaya. “kenapa kau
melakukan ini padaku ?”
“aku hanya ingin melindungi seseorang dengan tanganku ini”
“tapi, kenapa kau harus melindungiku ?”
“apa kau percaya jika aku mengatakan kalau aku melindungimu karena kau itu adalah orang yang special untukku?”
“sejujurnya aku tidak percaya” jawab myunhee. Sehun menunduk dan wajahnya terlihat sedikit kecewa.
Tap
Tap
Tap
Seorang lelaki paruh baya memasuki kelas dimana myunhee dan sehun berada. Kim joonmyun.
Saat
joonmyun berdiri dihadapan sehun dan myunhee, joonmyun langsung menarik
tangan myunhee hingga myunhee berdiri. Joonmyun menarik tangan myunhee
keluar kelas.
“tunggu di sini” perintah joonmyun pada myunhee. Myunhee hanya mengangguk menuruti apa kata appa nya.
Joonmyun
kembali masuk ke kelas. myunhee menguping apa yang sedang dibicarakan
appa nya dengan sehun. Namun karena kelas myunhee yang besar, ia tidak
terlalu jelas mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.
--
Joonmyun
berdiri di dekat bangku yang di duduki sehun. Terlihat jelas di wajah
joonmyun wajah kekhawatiran seorang appa pada anaknya. Sehun yang tidak
mengerti hanya bisa diam.
“ada apa saem ?” tanya sehun.
“saem mohon jangan pernah mendekati myunhee lagi sehun”
“waeyo ?” tanya sehun.
“kau tahu, seorang pangeran itu hanya untuk seorang putri raja. Dan itulah kenyataannya”.
“saem, aku tidak mengerti”
“kau
tahu sehun, myunhee itu memiliki perasaan suka padamu, bahkan lebih
dari menyukaimu. Dan sepertinya itu diketahui oleh fansmu dan sesuatu
terjadi pada myunhee”
Sehun hanya diam. Walaupun ini murni bukan kesalahannya, namun ia tetap merasakan perasaan bersalah di dalam hatinya.
“memangnya apa yang terjadi pada myunhee ? maaf jika aku lancing saem” tanya sehun.
Flashback
“ikut
kami!” joonmyun melihat seorang yeoja menyeret myunhee ke gudang
sekolah. Joonmyun mengikuti mereka. Karena ia mengkhawatirkan anaknya.
Mengkhawatirkan myunhee yang selalu di bully dan myunhee tidak pernah
melakukan kesalahan sedikitpun.
Joonmyun mengintip apa
yang mereka lakukan pada myunhee di gudang. Joonmyun melihat kerah
seragam myunhee dicengkram oleh yeoja yang menyeretnya tadi.
“ya! Kim myunhee! Apa yang kau lakukan hingga sehun tersenyum dan menyapamu tadi pagi huh ?” bentak yeoja itu.
“aku hanya—“
“diam
bodoh! Kami tahu kau menggodanya bukan ? kuperingatkan kali ini kim
myunhee, sekali lagi aku mendengar sehun tersenyum atau melakukan apapun
padamu, aku bersumpah kau tidak akan tenang sekolah di sini walaupun
appa mu berstatus sebagai guru di sini! Seharusnya kau itu sadar ! kau
hanya lah yeoja yang serba kekurangan! Kau itu seperti pengemis !
pengemis cinta yang mengharapkan diperhatikan oleh sehun !”
Yeoja
itu melepaskan cengkramannya di kerah seragam myunhee dan meninggalkan
myunhee yang duduk menangis di lantai gudang yang kotor.
Joonmyun hanya bisa diam dan membiarkan anaknya. Joonmyun akan bertindak jika myunhee sendiri yang mengadukan semua ini padanya.
Flashback end
Sehun
sangat terkejut mendengar cerita joonmyun. “kalau begitu, ijinkan aku
menjaga myunhee saem.. melindungi myunhee dan menjadikannya yeoja yang
special untukku. Bolehkah ?”
Joonmyun terdiam untuk
beberapa detik ini. kemudian joonmyun menggeleng. “tidak boleh.. jika
kau mau melindungi myunhee dan ingin menjadikannya yeoja special
untukmu, maka jauhilah dia. Berada di dekatmu, myunhee bisa saja
terluka. Hatinya sudah pasti terluka. Dan jangan sampai fisiknya ikut
terluka”. Joonmyun berjalan menjauhi sehun yang masih duduk di kursinya.
“kajja hee-ya, kita pulang” ajak joonmyun. Myunhee menurut.
“apa yang appa bicarakan tadi ?” tanya myunhee.
“urusan
pria, wanita tidak boleh mengetahuinya” jawab joonmyun seraya
tersenyum. Degan kaki yang masih terus berjalan, myunhee menoleh dan
mendapati sehun sedang berdiri di dekat pintu kelas dengan senyuman yang
sangat indah. Namun menurut pengamatan myunhee, tergambar jelas di
wajah sehun kekecewaan yang begitu besar.
Myunhee membalas senyuman sehun lalu kembali menghadap ke depan. “appa, apa yang appa bicarakan dengan sehun um ?”
Joonmyun masih menarik tangan myunhee. “hanya membicarakan sesuatu yang tidak penting hee-ya~”
“tapi, tadi aku melihat wajah sehun begitu kecewa dan juga sedikit sedih”
“appa lebih rela sehun yang kecewa dan sedih daripada kau yang mengalami semua itu”
“maksud appa “
“kau tahu hee-ya, seorang pangeran itu hanya ditakdirkan untuk putrid raja. Kau harus ingat itu”
Myunhee
hanya menunduk. Myunhee mengerti semuanya. Myunhee mengerti apa yang
tadi appa nya dan sehun bicarakan. Myunhee mengerti appa nya melakukan
ini semua demi kebaikannya sendiri. Myunhee mengerti appa nya melakukan
ini semua karena appa nya sangat menyayanginya.
**
Sehun-ah.
Kau sosok pangeran untukku. Selalu ada keinginan di dalam hatiku untuk
memilikimu. Namun aku kembali sadar jika aku ini bukanlah siapa-siapa.
Aku tidak pantas mendapatkan dirimu.
Appa benar. .
Kau di takdirkan untuk seseorang yang sempurna layaknya dirimu. Seorang yeoja layaknya putrid raja.
Aku tahu.
Sosok yeoja itu bukanlah diriku
END
ff gaje. cuma beberapa jam bikinnya. hasilnya amburadul. hancur..
Selasa, 21 Agustus 2012
EXO FanFiction | Prince only for a Princess | ficlet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

wwwwaaahhh daebbakkk thorr,,,,,,.. sedih banget baca nya kupikir waktu pertama kali baca bakal happy ending ternyata dugaan ku salahhh huuuaaaaaa :( keep writing....
BalasHapus