Sabtu, 29 September 2012

EXO FanFiction | I'm sorry | Drabble


Tittle : I’m sorry
Author  okky oktavia
Rating : G
Genre : friendship
Length : drabble
Main cast : Oh sehun, Luhan
Disclaimer : they are belong to themselves
Warning : AU, badfic, OC, OOC, typos(s), ff dadakan(?)
a/n : RnR please

**

Sehun dan luhan adalah sepasang sahabat yang selalu bersama sejak mereka kecil. Susah senang bersama. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Mereka terlalu dekat, layaknya saudara kandung. Bahkan sepintas, wajah mereka sedikit serupa.

“hyung? Kau melihat apa?.” Tanya sehun saat ia dan luhan tengah olah raga pagi bersama. Sehun memperhatikan tingkah luhan yang akhir-akhir ini selalu mengamati sesuatu –seseorang tepatnya- di kursi taman yang ada di bawah pohon.

“aniya, aku hanya sedikit melamun^^. Kajja!.” Luhan mengajak sehun kembali berlari pagi itu.


Sehun tahu apa yang selalu diperhatikan oleh luhan. Apa yang sehun tidak tahu tentang luhan? Sehun mengetahui semuanya tentang luhan, kecuali isi hatinya saat ini. luhan memerhatikan seorang yeoja yang selalu duduk di kursi taman itu.

Sehun tahu luhan menyukai yeoja itu, dan sehun berniat untuk mencari segala sesuatu tentang yeoja itu, hingga sehun mengetahui satu dari yeoja itu yang membuat sehun sendiri tidak percaya.


“sehunnie, antar hyung ke taman. Sepertinya hyung ingin ice cream, kau mau kan?.” Sehun hanya mengangguk saat luhan datang ke rumahnya dan memintanya untuk membeli ice cream di taman. Sehun tahu luhan bukan hanya ingin membeli ice cream, tapi luhan juga ingin melihat yeoja yang dicintainya.

“kajja.”


Saat di taman, luhan mengedarkan pandangannya ke seluruh arah mencari sosk yang ingin dilihatnya saat ini. “gomawo^^.” Ucap sehun saat menerima 2 cup ice cream cokelat.

Mereka berdua duduk di kursi yang ada di taman itu sambil menikmati ice cream masing-masing. “hyung, aku mau bertanya satu hal padamu.”

“apa?.”

“kau menyukai yeoja itu?.” tanya sehun yang membuat pipi luhan sedikit merona. “ne.” jawab luhan.

“kau jangan menyukai yeoja itu hyung.”

“wae?.” Tanya luhan, kini terdengar nada tidak suka saat luhan bertanya itu.

“kau menyukainya juga sehun?.” Sehun menatap luhan, “aku tidak akan pernah menyukai yeoja jalang seperti dia!.” Jawab sehun sedikit berteriak.

“mwo? Jalang? Apa maksudmu mengatakan itu padaku?! Ah.. aku tahu, kau mengatakan ini padaku karena kau juga ingin memeiliki yeoja itu.” bentak luhan.

“kau salah paham hyung! Aku berbicara seperti ini karena aku menyayangimu!.”

“kalau kau menyayangiku, seharusnya kau mendukung apa yang kulakukan, apa yang kuinginkan!.”

“walaupun apa yang kau lakukan dan apa yang kau inginkan itu salah? Aku hanya ingin kau mendapatkan yeoja yang baik-baik, tidak seperti yeoja jalang yang kau sukai itu hyung!.” Sehun berdiri dan berbalik menjauhi luhan.

“kau tahu apa tentang dia huh? Sampai kau menyebutnya jalang. Kau tahu apa?!!.” Seru luhan.

Sehun menoleh, “aku tahu, karena aku mencari tahu tentangnya. Tentang dia yang selalu melayani namja berbeda di setiap malamnya.”

“ck! Terserah kau saja! Aku akan tetap memperjuangkannya! Aku tidak peduli apa yang kau katakan! Lupakan persahabatan kita! Kau bukan sahabatku!! Kau tidak mendukung ataupun membantuku dalam mendapatkannya! Mulai saat ini, lupakan persahabatan kita, lupakan aku, anggap saja kita tidak perah saling mengenal!.”

“baiklah kalau itu maumu, hannie hyung.” Sehun kembali menghadap kedepan dan kembali berjalan meninggalkan luhan.

“ck.. apa yang kukatakan barusan? Aku terlalu berlebihan pada sehun.” Sesal luhan sambil menutup wajahnya dengan sebelah tangannya.


1 week laters

Minggu lalu, saat ia membentak sehun, luhan merasakan penyesalan di hatinya. Ternyata benar apa yang dikatakan sehun tentang yeoja itu. luhan benar-benar menyesal.

Ditambah lagi, selama seminggu ini sehun tidak pernah muncul di hadapannya, jendela kamar sehun yang berhadapan dengan kamar luhan selalu tertutup. “wajar kalau sehun marah padaku. Dia ingin melindungiku, tapi aku membentaknya dan menuduhnya yang bukan-bukan. Sehunnie, bogoshipo.. maafkan hyung. Hyung sangat menyesal.”

Luhan berjalan ke rumah sehun, berniat untuk meminta maaf pada sehun.

Tokk

Tokk

Tokk

Pintu rumah sehun terbuka. Luhan disambut senyuman oleh umma sehun. Namun senyuman umma sehun terlihat berbeda, tersirat sedikit kesedihan di wajahnya.

“umma, sehun ada?.”

“ada. Kau ingin menemuinya?.” Luhan mengangguk.

“kau yakin?.” Luhan heran dengan pertanyaan umma sehun. Yakin? Tentu saja ia yakin.

Luhan menaiki tangga menuju kamar sehun.

Kamar sehun sedikit terbuka.

Krieeet

Luhan mendorong pintu kamar sehun. Ia melihat sehun sedang duduk di kursi sambil menghadap ke arah jendela yang tertutup.

“sehunnie.” Panggil luhan dengan lembut.

“…”

“sehunnie, hyung minta maaf. Apa yang kau katakan semuanya benar. Hyung minta maaf sehunnie.”

“….”

“kau mendengarkanku?.” Tanya luhan.

Sehun menoleh dengan wajah tanpa ekspresi. Tidak ada senyuman di wajahnya. kini luhan hanya bisa mnikmati wajah datar sehun. “ini semua salahku.” Sesal luhan dalam hatinya.

Sehun menatap luhan dari ujung kaki sampai ujung kepala. luhan sedikit risih dipandang sehun seperti itu.

“kau baik-baik saja sehunnie?.” Luhan memastikan keadaan sehun dengan memegang kedua pipi sehun.

“apa aku pernah mengenalmu?. Apa kita pernah saling mengenal sebelumnya?.”

END

3 komentar:

  1. Hah, apa ini, selalu saja tak terduga, ahahahaha, daebak thor!!!

    BalasHapus
  2. Hah, apa ini, selalu saja tak terduga, ahahahaha, daebak thor!!!

    BalasHapus

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template