Sabtu, 29 September 2012

EXO FanFiction | Tomchan | Oneshot


Tittle : Tomchan
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : Friendship, Romance
Length : Oneshot
Main cast : Byun Baekhyun, Han Minchan
Support cast : find it by yourself
Disclaimer : they are belong to themselves
Warning : AU, Badfic, OC, OOC, typo(s)
a/n : tolong hargai FF ini. RnR please~

**

Rok? Aku tidak pernah mau memakai benda itu. tapi, karena tuntutan pihak sekolah, dengan sangat terpaksa aku memakai benda mengerikan itu. pernah sewaktu aku masuk sekolah dan meminta kepada kepala sekolah agar aku diberi izin untuk memakai celana panjang. dan hasilnya, DITOLAK.

Dengan sangat terpaksa, aku menggunakan rok saat sekolah. Walaupun cara berjalanku masih seperti anak laki-laki.

Aku memang seorang yeoja tulen. Tapi, hanya sikapku yang seperti laki-laki. Maka dari itu, aku tidak suka memakai rok, mini dress, atau baju feminim lainnya. Aku lebih suka memakai kaos dan celana jeans panjang. itu lebih simple menurutku.

Walaupun aku ini tomboy, aku masih normal. Maksudku, aku bisa menyukai bahkan mencintai seorang namja. Seperti saat ini, aku sedang mengalami rasanya jatuh cinta entah pada pandangan keberapa. Aku jatuh cinta pada sahabatku sendiri, byun baekhyun.

Mungkin ini cerita yang sudah biasa, seorang sahabat mencintai sahabatnya. Tapi, aku rasa cerita cintaku akan lain lagi. Sahabatku ini benar-benar bodoh dan tidak peka dalam hal cinta. Aku benar-benar tidak habis pikir, apa sebenarnya yang ada di dalam otaknya itu ?.

Author Pov

Ptukk

Minchan tersadar dari lamunannya saat ia merasakan ada benda kecil, berwarna putih mengenai kepalanya. Minchan berpikir, “sial, siapa yang berani melemparku dengan benda bodoh ini?.”

“sudah selesai melamun nona han?.”

Minseok seonsaengnim berdiri di samping meja minchan. Tangan kanannya memegang tongkat yang terbuat dari rotan, dan tangan kirinya ia masukan kedalam saku celananya.

“sudah saem.”

Jawab minchan enteng, yang membuat minseok saem geram.

‘PTAKK’

Tongkat itu mendarat mulus di meja minchan, membuat suasana kelas semakin hening.

“PERGI KE PERPUSTAKAAN DAN KERJAKAN EVALUASI BAB 1-5!!! SEKARANG!!.”

.…

“otakku lela~h.” keluh minchan. Ia tengah duduk di kantin sendirian setelah selesai mengumpulkan tugas yang diberikan oleh minseok seonsaengnim. Minchan terkejut saat merasakan ada benda dingin yang menyentuh pipinya.

Minchan menoleh, “mau ice cream strawberry?.”

“shireo~ aku tidak suka makanan manis, kau makan saja sendiri.” Tolak minchan. Namja itu –baekhyun- duduk di hadapan minchan sambil menjilati ice cream strawberry yang tadi ia tawarkan kepada minchan.

“aku baru menemukan yeoja yang tidak suka makanan manis. Lalu kau makan apa eoh?.” Tanya baekyun yang masih menikmati ice creamnya.

“simple, hanya makanan yang asin.” Jawab minchan dengan ekspresi sedang membayangkan sesuatu. Entah apa itu.

“misalnya?.”

“semacam garam. Aku makan itu setiap hari.”

“ya~! Aku serius!”

“ck. Apa saja asal jangan makanan yang terlalu manis.” Jawab minchan sambil menaruh(?) kepalanya di meja kantin dengan tangan sebagai bantalan kepalanya.

“babo~ makanan manis itu enak. Kenapa kau tidak menyukainya eoh?.”

“itu makanan yeoja baekhyun-ah~.”

“lalu kau apa? Kau juga yeoja kan? Ckck, dasar tomchan.”

Minchan tertawa, memamerkan deretan giginya yang putih. Ia tertawa karena ia lupa pada gendernya sendiri. Aneh.

Tomchan. Itulah panggilan sayang dari baekhyun untuk minchan. Panggilan sayang dari seorang sahabat, tidak lebih.

Di pikiran baekhyun, minchan itu setengah yeoja setengah namja. Hanya satu yang bisa membuktikan dia yeoja saat di sekolah, rok yang dipakainya. Intinya minchan itu adalah seorang yeoja tomboy. Namun, daripada memanggil minchan dengan sebutan tomboy, baekhyun lebih memilih memanggil minchan dengan sebutan tomchan, supaya berbeda dari orang lain yang memanggil minchan dengan sebutan tomboy. Hey~ bukannya tomboy dan tomchan tidak terlalu jauh? Kkk~.

“kalau aku tomchan, kau lebah.” Ujar minchan sambil tersenyum pada ajushi yang mengantarkan makanan pesanannya.

“eh? Apa hubungannya tomchan dengan lebah?.” Tanya baekhyun dengan ekspresi bodohnya.

“tidak ada. Ck.. sudahlah, aku mau makan. Kau mau?.”

Baekhyun menggeleng pelan, “makananmu pedas, tidak baik untuk tenggorokanku.”

….

“panas sekali hari ini~.” keluh minchan. Ia mengeluarkan sebuah karet kecil di saku bajunya dan mengikat poninya. Persis seperti apel.

Baekhyun yang berjalan di sampingnya hanya menggeleng pelan karena kelakuan sahabatnya itu yang terkadang lupa pada gendernya sendiri.

Tiba-tiba tatapan baekhyun fokus pada satu objek. “astaga, itu benar-benar indah, sempurna.” Gumam baekhyun. minchan melirik baekhyun yang sedikit bersikap aneh.

“kau sakit baekhyun-ah?.” Tanya minchan sambil menempelkan punggung tangannya di dahi baekhyun.

Baekhyun menggeleng, “oh tuhan~ yuri sunbaenim sangat cantik.” Puji baekhyun saat melihat seorang yeoja berjalan kearah mereka. Baekhyun terdiam saat yuri benar-benar di hadapan mereka.

“pesta ulang tahunku. Kuharap kalian berdua datang^^.” Yuri memberikan amplop kecil berwarna ungu pada baekhyun dan juga minchan. Baekhyun hanya diam, karena ia terlalu memerhatikan wajah yuri. Minchan menatap baekhyun dengan tatapan malas, lalu ia membungkuk, berterimakasih pada yuri karena mengundangnya ke acara ulang tahunnya.

Yuri telah berlalu dari hadapan mereka, namun baekhyun tetap pada posisinya. “senyum yuri sunbaenim sangat indah, dia sangat cantik, benar-benar tipe ku.” Celoteh baekhyun yang sudah sadar dari khayalannya. Ia berceloteh sambil membayangkan sosok yuri.

“senyumanku lebih indah.” Celetuk minchan yang membuat baekhyun menatapnya. Minchan memamerkan senyumannya. Senyuman yang sebenarnya lebih mirip dengan seringai tajam.

“itu smirk tomchan!.”

“hehe.”

**

“tomchan~.”

Minchan melepaskan sebelah earphone nya. “wae?.” Baekhyun duduk di samping minchan.

“err~ aku ada satu permintaan padamu.” Minchan kembali pada music yang ia dengarkan dengan sebelah earphonenya. “kau pikir aku doraemon?.”

“jika kau mau menolongku, aku akan membelikanmu 1 kaset game terbaru.” Minchan terlihat sedang menimbang-nimbang perkataan baekhyun. “ck. Baiklah, apa yang kau inginkan?.”

“kau kan yeoja yang sedikit tidak punya malu, kau mau kan mendekatkanku dengan yuri sunbaenim?.” Minchan mendelik tajam pada baekhyun. membuat baekhyun diam dengan wajah pucat.

“kalau aku tidak punya malu, aku tidak bisa pipis.” Ujar minchan polos. Sangat polos. Saking polosnya, kepolosannya itu sudah dikategorikan pada jenis bodoh. Wajah baekhyun yang tadinya takut, kini memasang ekspresi -> -__-“.

“kau mau kan?.” Pinta baekhyun. minchan menggeleng. “aku menolak.” Jawab minchan tegas.

“waeyo? Kenapa kau tidak mau membantuku mendekatkanku dengan yuri sunbaenim?.” Minchan menundukan kepalanya, lalu menatap lurus kedepan. Minchan menggerutu di dalam hatinya, “karena aku mencintaimu, bodoh!.”

“pikirkan sendiri, dasar tidak peka.” Baekhyun terlihat sedang berpikir, lalu ia tersenyum jahil pada minchan, hingga minchan merasa aneh dengan senyuman baekhyun itu.

“kau.. menyukaiku ya?.” Tebak baekhyun dan tepat mengenai sasaran.

“nah, itu kau tahu. Kenapa kau masih memintaku mendekatkanmu dengan yuri sunbaenim?.” Ujar minchan acuh, lalu kembali bersenandung kecil.

“hey~, kau serius eoh?.”

Minchan hanya diam, tidak menjawab pertanyaan baekhyun. minchan berdiri dan berjalan hendak meninggalkan kelas.

”tomchan!.” Minchan menghentikan langkahnya dan menoleh. Ia mendapati baekhyun sudah ada di belakangnya.

“ada apa?.”

“kau mau kemana?.”

“bukannya kau ingin aku mendekatkanmu dengan yuri sunbaenim?.”

Baekhyun diam. Ia memikirkan perkataan minchan yang mengatakan kalau minchan menyukainya. “bukannya kau menyu—“

“aku hanya bercanda, tidak usah dipikirkan.”

Minchan berlalu dari hadapan baekhyun, dan baekhyun hanya diam di tempatnya. Di wajahnya terlihat kalau ia sedang banyak pikiran. Entah apa yang sedang dipikirkannya. “tapi wajahnya tidak menunjukan kalau ia sedang bercanda.” Gumam baekhyun.

….

“kata yuri sunbaenim, jika kau benar-benar menyukainya, kau harus memberinya bukti di pesta ulang tahunnya nanti.” Celetuk minchan memecah keheningan saat ia dan baekhyun pulang bersama.

“kau bilang apa pada yuri sunbaenim eoh?.” Tanya baekhyun dengan ekspresi terkejut yang berlebihan.

“aku hanya berbicara 1 kalimat pada yuri sunbaenim.”

“beritahu aku tomchan!.”

“aku hanya mengatakan padanya kalau kau menyukainya.”

Wajah baekhyun bersemu merah. Lalu baekhyun menjitak kepala minchan. “dasar kau srigala berbulu karpet!. Aku sudah berbaik hati menolongmu, kau malah menyakiti kepalaku!.” seru minchan sambil mengusap kepalanya yang memang terasa sakit. “bahkan aku sampai mengorbankan hati dan perasaanku.” lanjut minchan dalam hatinya.

“kenapa kau mengatakan itu padanya?!.”

“kau kan bilang kalau kau ingin dekat dengannya!, aku sudah menolongmu, seharusnya kau berterimakasih!.” Minchan berlari meninggalkan baekhyun.

“ya! Tomchan!!.” Baekhyun berlari dan mengejar minchan.

….

Minchan Pov

Ck. Apa yang kulakukan? Kenapa aku lari seperti ini? bukannya sudah biasa kalau baekhyun suka memukul kepalaku. Tapi, kenapa aku lari?. Dan… aku merasakan hatiku sangat sakit.

Seharusnya aku mengubur perasaan cintaku pada baekhyun. seharusnya aku melakukan itu sejak dulu. Aku tahu sampai kapanpun baekhyun tidak akan membalas perasaanku. Aku tahu baekhyun tidak akan membalas perasaanku karena aku bukan type yeoja nya. Aku tidak mempunyai bentuk tubuh yang bagus, aku tidak suka memakai pakaian feminim, rambutku pun seperti namja hanya sedikit panjang.

“rupanya kau di sini.”

Author Pov

Minchan yang sedang duduk di halte bis melirik kearah kirinya karena ada sebuah tangan yang menyentuh bahunya. “kenapa kau lari eoh?.” Minchan menggaruk leher belakangnya, “aku berlari karena aku ingin.” Jawab minchan datar. Baekhyun merasa aneh pada sikap minchan ini. tidak biasanya minchan seperti ini.

“tomchan, kau marah padaku?.” Minchan menatap lurus kedepan. Menatap kendaraan yang berlalu-lalang di hadapannya.

“kau sudah memikirkan cara untuk membuktikan rasa cintamu pada yuri sunbaenim saat ulang tahunnya nanti?.” Bukannya menjawab pertanyaan baekhyun, minchan malah balik bertanya pada baekhyun. berusaha menghindar dari pertanyaan baekhyun yang membuatnya sedikit sesak.

“tomchan~ aku ini sedikit bodoh dalam hal cinta. Apa kau bisa memberiku 1 ide untuk membuktikan padanya?.” Minchan menatap baekhyun sesaat, lalu kembali menatap jalan.

“kau saja bodoh, apalagi aku,” keduanya kembali diselimuti oleh keheningan. “aku adalah yeoja yang selalu tidak beruntung soal cinta baekhyun-ah, jika kau meminta saran padaku, kau salah orang,” baekhyun tetap diam. Tapi ia mendengarkan apa yang diucapkan minchan.

“ah bukannya pestanya nanti malam? Aku tidak mempunyai baju yang bagus. Kau mau kan menemaniku membeli baju?.”

“anything for you tomchan.” Jawab baekhyun dengan senyuman manisnya yang membuat minchan terdiam sesaat.

“ckck. Simpan kata-kata romantismu untuk kau ungkapkan nanti malam pada yuri sunbaenim!.”

….

Di dalam kamarnya, minchan sedang berusaha untuk memakai pakaian yang tadi ia beli bersama baekhyun. sebelum memakai mini dress, minchan memakai tanktop dan juga hot pants hitamnya. Entah kenapa minchan sangat ingin memakai tanktop dan juga hotpants sebelum memakai mini dress nya.

Minchan memakai dress nya yang berwarna putih. Lalu memakai rompi berbulu warna putih tulang. Minchan sedikit bingung bagaimana ia akan menata rambutnya. Minchan tidak mau terlalu lama terlarut dalam kebingungan, ia membiarkan rambutnya seperti itu, tanpa sentuhan apapun, tanpa hiasan semacam jepit rambut satupun. Tak lupa high heels pun kini menghiasi kakinya yang ramping.

Minchan memandang pantulan dirinya di kaca. “aku terlihat seperti yeoja sekarang.” Ujar minchan sambil terkekeh kecil.

Minchan membuka pintu kamarnya. Ia menuruni tangga dengan sangat hati-hati karena high heels yang dipakainya.

“kau benar-benar terlihat seperti yeoja, han minchan!.” Seru seorang namja yang sedang santai menonton tv.

Namja itu menatap minchan dari ujung kaki hingga ujung kepala. namja itu –kim himchan- bukan terpesona, tapi ia terlihat menahan tawanya. “kalau kau bukan sepupuku, sudah kutendang kau dari sini!.” Gerutu minchan dalam hatinya.

….

Di kediaman yuri sudah ramai. Karena pesta belum dimulai, semua tamu undangan yang notabene adalah teman-teman yuri di sekolah hanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Dengan langkah yang penuh keraguan, minchan memasuki halaman belakang rumah yuri yang sudah dipenuhi orang-orang termasuk sahabatnya, byun baekhyun.

Baekhyun menghampiri minchan yang terlihat tidak nyaman dengan apa yang ia kenakan sekarang. “wae? Kenapa kau menatapku seperti itu? ck, aku tahu aku memang tidak pantas mengenakan pakaian seperti ini, tapi kau tidak perlu menatapku seperti itu,  mengganggu saja.”

“hehe.. benar apa yang kau katakan, kau memang tidak pantas memakai pakaian seperti itu.” canda baekhyun. namun minchan langsung terdiam mendengar perkataan baekhyun. entah mengapa perkataan baekhyun membuatnya sakit. Ini tidak seperti biasanya. Apa ini efek dari cinta?.

“iya, aku tahu aku tidak pantas memakai pakaian seperti ini. aku tidak seperti yuri sunbaenim yang memiliki bentuk tubuh yang bagus dan pantas memakai baju apa saja.” Ujar minchan lirih, namun baekhyun masih bisa mendengarkan ucapan minchan ditengah keriuhan suasana pesta.

“baekhyun-ah, yuri sunbaenim menatapmu! Ppali, kau kesana. Ini kesempatanmu!.”  Dengan perlahan, baekhyun berjalan meninggalkan minchan yang kini berjalan menjauhi tempat pesta dengan menjinjing high heels nya.

Baekhyun ingin mengejar minchan, namun ia urungkan niatnya karena ia mendengar namanya dipanggil oleh yuri sunbaenim.

Halaman depan rumah yuri begitu sepi. Minchan bersembunyi di balik pohon yang ada di halaman depan rumah yuri. “untung aku memakai tanktop dan juga hot pants.” Ujar minchan. Ia membuka resleting dress nya dan menanggalkannya dari tubuhnya. Lalu ia kenakan rompi berbulu tadi utuk menutupi tubuh bagian atasnya yang hanya dibalut oleh tanktop hitam.

Minchan berjalan tanpa mengenakan alas kaki. Kakinya terasa sakit akibat dari high heels yang ia kenakan.

“kalau aku pulang, aku pasti akan diganggu si bodoh himchan,” minchan melihat keadaan di sekitarnya. Lalu matanya menangkap sosok toko roti yang berdiri kokoh di seberang jalan.

“bagus! Kebetulan aku sedang lapar!.”

**

“tomchan!.” Panggil baekhyun saat minchan sedang menyantap makan siangnya di ayunan yang ada di depan rumahnya. Ini hari minggu, jadi minchan bersantai sambil makan siang di ayunan, karena biasanya ia akan makan siang di kantin sekolahnya.

“wae?.”

“kemarin kau kemana? Aku mencarimu!.”

“kemarin? Kapan?.” Minchan balik bertanya sambil mengunyah sandwich buatan himchan, sepupunya.

Baekhyun menarik nafasnya, lalu kembali menghembuskannya, “maksudku semalam.”

Minchan hanya ber’oh’ ria. “aku hanya lapar dan mencari makanan. makanan di pesta yuri sunbaenim benar-benar tidak sesuai dengan lidahku.”

“kalau kau ingin keluar, kenapa kau tidak mengajakku?.” Baekhyun kini duduk di ayunan di samping minchan.

“untuk apa aku mengajakmu? Bukannya saat itu kau akan melancarkan aksimu mendekati yuri sunbaenim?.”

“aku memang sudah melakukan itu semalam.” Ujar baekhyun. mata minchan membulat. Ia benar-benar tidak sanggup lagi mendengar apa yang akan dikatakan baekhyun selanjutnya. Yang pasti itu akan membuat hati minchan semakin tersakiti. Tapi, jika minchan menolak untuk mendengarkan cerita baekhyun, baekhyun akan semakin menyangka kalau perkataan baekhyun yang mengatakan kalau minchan itu menyukai baekhyun memang benar. Walaupun itu memang sebuah kebenaran, tapi minchan rasa ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya secara gamblang pada baekhyun.

“lalu? Hasilnya bagaimana?.” Dengan berat hati, minchan bertanya seperti itu. sebuah pertanyaan yang mungkin akan membunuh perasaannya secara perlahan.

“dia sudah memiliki namjachingu. Jadi apa yang aku lakukan semalam sia-sia.” Jawab baekhyun. tangan baekhyun mengambil 1 sandwich di piring lalu memakannya.

“hey~ kau memakan sandwich ku.” Protes minchan. Sebenarnya perasaan minchan saat mengethui yuri sudah memiliki namjachingu dan perbuatan baekhyun semalam sia-sia, minchan merasa sangat senang. Namun perasaan senangnya itu ia tahan. Minchan lebih memilih untuk berteriak di dalam hatinya sendiri. Karena jika ia tertawa saat itu juga, ia bisa disangka tertawa di atas penderitaan orang lain. Walaupun itu memang benar. Kkk~.

“tomchan, kenapa kau diam eoh? Kau kasihan padaku? Aku tidak perlu dikasihani olehmu. Lagipula semalam aku melakukan semuanya tanpa rasa apapun. Aku tidak tahu kenapa rasa sukaku pada yuri sunbaenim hilang begitu saja. Yang aku pikirkan hanyalah seseorang.”

“bisa-bisanya kau memikirkan orang lain selain yuri sunbaenim di saat seperti itu, dasar bodoh.”

“ck. Bukannya sudah kubilang perasaan sukaku pada yuri sunbaenim lenyap begitu saja tomchan.”

“lalu kau memikirkan siapa? Target baru mu eoh?.”

“aku memikirkanmu.” Sahut baekhyun yang membuat minchan memuncratkan sandwich yang masih dikunyahnya. Minchan menatap baekhyun yang duduk di sampingnya. “jangan bercanda bodoh.”

“aku tidak bercanda tomchan.”

“kenapa kau memikirkanku? Aku kan hanya sahabatmu, kenapa kau memikirkanku disaat seperti itu?.” di dalam hatinya minchan berharap baekhyun akan menjawab, “karena aku mencintaimu, tomchan.”

“aku tidak tahu kenapa aku memikirkanmu. Aku masih bingung dengan apa yang hatiku rasakan sekarang.”

**

Saat pelajaran chanyeol seonsaengnim, baekhyun benar-benar tidak memerhatikan pelajaran sama sekali. Yang ia perhatikan adalah  sosok minchan yang tengah serius memerhatikan materi yang disampaikan chanyeol saem. Entah minchan serius atau hanya memandang chanyeol saem dengan tatapan kosong dan pikiran melayang kemana saja. “tomchan, kurasa aku tahu kenapa aku memikirkanmu saat itu, aku tahu apa yang kurasakan saat memikirkanmu.” Ujar baekhyun dalam hatinya.

Ya, setelah apa yang terjadi di malam minggu di pesta yuri sunbaenim, minchan memang bersikap seperti biasanya, namun semua yang minchan lakukan di hadapan baekhyun tidak terlihat sebuah ketulusan. Intinya, seperti dibuat-buat. baekhyun bingung kenapa minchan sedikit berubah.

“han minchan, byun baekhyun, bisa kalian berdiri?.” Perintah chanyeol saem. Baekhyun dan juga minchan yang tersadar dari pikirannya masing-masing pun berdiri di bangkunya.

“kalian tahu kenapa aku menyuruh kalian berdiri?.” Tanya chanyeol seonsaengnim. Minchan dan juga baekhyun menggeleng pelan.

“kalian tidak tahu? Baguslah. Sekarang aku perintahkan kalian untuk menutup pintu kelas dari luar! Kalian mengerti?.” Keduanya berjalan pasrah saat chanyeol seonsaengnim mengusir mereka dari kelasnya secara tidak langsung.

….

Baekhyun pov

Setelah kami berdua ‘diusir’ dari kelas, kami berdua berjalan ke halaman belakang sekolah. Sungguh ini pertama kalinya aku merasakan atmosfer yang berbeda saat bersama tomchan. Canggung. Itulah yang aku rasakan. Padahal, tidak biasanya aku ataupun tomchan terlarut dalam keheningan seperti ini.

Aku ingin bicara seperti biasanya pada tomchan ku ini. tapi, aku sedikit sungkan padanya. Sepertinya dia marah padaku. Sikapnya memang sama, tapi aku yakin itu hanyalah akal-akalannya untuk menyembunyikan sikapnya yang sesungguhnya.

“tomchan, jika aku mempunyai salah padamu, katakan saja.” Ujarku memulai pembicaraan saat kami berdua duduk di hamparan rumput di halaman belakang sekolah. Dia menatapku dengan tatapan datarnya.

“kau tidak mempunyai salah apapun baekhyun-ah.” Kulihat tomchan duduk bersila di rumput dengan kepala menengadah dan mata tertutup, merasakan sinar matahari yang terik siang ini di wajahnya.

“jinja?.”

“kau tidak percaya padaku eoh?.”

“ahahaha.. aniyo~ aku percaya padamu.” Keheningan itu kembali menghampiri kami berdua. Aku bingung harus berbicara apa. Padahal biasanya selalu ada hal yang aku bicarakan pada minchan. Entah kenapa aku serasa tidak bisa berpikir saat ini.

“tomchan, apa kau ingin tahu alasan kenapa aku memikirkanmu saat di pesta ulang tahun yuri sunbaenim?.”

Ia menatapku. Entah kenapa wajahnya saat ini begitu cantik di mataku. Padahal setiap hari aku selalu bersamanya, baru kali ini aku menyadari kalau tomchan itu benar-benar cantik. Hanya saja kecantikannya itu tidak menonjol, karena sikap tomboy nya jauh lebih menonjol.

“apa aku perlu mengetahui alasanmu?,” Tanyanya. Aku tidak menjawabnya karena aku juga bingung harus menjawab apa.

“kajja, jam pelajaran chanyeol saem sudah berakhir!.” Ia mengulurkan tangannya kearahku. Aku menyambut uluran tangannya dan ikut berdiri. Aku merasakan kalau tomchan sudah kembali jadi tomchan yang dulu. Hehe.

“traktir aku ice cream di kantin, ne?.” ia melotot kearahku, lalu memamerkan senyumnya yang manis disertai dengan eyesmile nya yang indah. “anything for you baekhyun.” jawabnya. Aku merasakan perasaanku sangat senang. Apa aku menyukainya? Apa aku menyukai sahabatku ini? apa aku mencintainya?.

“jeongmal?.” Tanyaku memastikan.

“aniyo, aku hanya bercanda. Ckck mana mungkin aku mau mentraktirmu benda dingin bodoh itu.” ia berlari mendahuluiku sambil memeletkan lidahnya.

“ya~! Tunggu aku!.”

**

Author Pov

BRUKK

Minchan terjatuh karena menabrak seseorang, begitupun orang yang ditabrak minchan, ia juga terjatuh. Minchan bangun dan melihat keadaan korban(?) nya. “gwenchana?.” Tanya minchan. Orang itu –namja tepatnya- juga berdiri lalu menepuk-nepuk baju seragam sekolahnya yang sedikit kotor. Minchan baru sadar kalau seragam yang dikenakan namja itu sama dengan seragam sekolahnya.

“aku belum pernah melihatnya di sekolah.” Ujar minchan di dalam hatinya dengan mata masih menyelidik namja di hadapannya. “neo gwenchana?.” Tanya minchan lagi. Namja itu menatap minchan lalu tersenyum. “nan gwenchana.” Sahut namja itu.

“astaga~ senyumnya mirip leeteuk super junior, lesung pipinya, astaga~ tampan sekali.” Puji minchan di dalam hatinya. Minchan memandang wajah namja itu dengan tatapan terpesona. Sepertinya ia telah menemukan cinta baru dan sepertinya ia telah melupakan perasaannya pada baekhyun. mungkin saja.

“neo gwenchana?.” Kini namja itu yang bertanya pada minchan. Minchan tersadar dari pengaruh wajah tampan namja itu. “ah gwenchana,” jawab minchan.

Minchan kembali memerhatikan seragam yang dikenakan namja itu, “kau sekolah di seoul highschool juga?.” Tanya minchan. Mereka berdua berjalan berdampingan.

Namja itu terlihat sedikit bingung. “ng, sepertinya iya. Tapi aku mempunyai satu masalah,” minchan menatap namja itu dengan tatapan penuh tanya. Namja itu balas menatap minchan lalu tersenyum aneh. “aku lupa di mana letak seoul highschool.” Minchan menatap namja yang belum ia ketahui namanya itu dengan tatapan datar khas seorang han minchan.

“aku satu sekolah denganmu. Kau pasti siswa baru kan? Kita berangkat bersama, aku han minchan, kau?.”

“aku zhang yi xing, ne aku siswa baru, kau boleh memanggilku Lay, memang jauh dari zhang yi xing disebut lay, aku tidak tahu kenapa aku dipanggil seperti itu sepertinya aku—“

Minchan membekap mulut lay dengan tangannya. “stop lay.” Ujar minchan singkat. Lay mengangguk, minchan menyingkirkan tangannya dari mulut lay.

“ah, lay, karena aku bersedia berangkat bersamamu ke sekolah, aku ingin meminta bantuanmu untuk sedikit ‘urusan’. Kau tahu kan di dunia ini tidak ada yang gratis?.” Minchan memamerkan smirk andalannya, lay hanya mengangguk. Minchan member isyarat pada lay untuk mendekat, lalu minchan membisikan beberapa patah kata. Lay mengangguk.

“kajja, kalau tidak cepat, kita pasti dihukum kris seonsaengnim! Kuberitahu, kalau dia marah, dia akan seperti naga!.” Seru minchan.

“wujudnya?.” Tanya lay.

“bukan, tapi bau mulutnya.” Seketika lay tertawa terbahak-bahak. Minchan terus beralan meninggalkan lay yang berhenti sesaat hanya untuk menghabiskan tawanya.

….

Benar saja, minchan dan lay terlambat. Kris senonsaengnim sudah berada di dalam kelas. minchan masuk kedalam kelas dengan perasaan was-was. Lay berjalan di samping minchan membuat semua siswa si kelas bertanya-tanya siapa lay.

“kau terlambat 5 menit penuh han minchan!.” Seru kris seonsaengnim.

“astaganaga-.-“ gumam minchan. Otak minchan berputar mencari akal agar ia terhindar dari omelan kris seonsaengnim. Ia melirik baekhyun yang sedang duduk manis di bangkunya sambil menatap minchan dengan tatapan prihatin seolah-olah berkata –maaf-aku-tidak-bisa-membantu-.

Minchan baru ingat kalau ia membawa orang asing kedalam kelasnya.

“stop!.” Minchan mengangkat sebelah tangannya saat ia melihat kris seonsaengnim sudah membuka bibir mungilnya yang akan mengeluarkan omelan yang panjang sepanjang jalan kenangan.

“di jalan, aku menemukannya,” minchan menunjuk lay dengan jari telunjuknya yang lentik.

“dia siswa baru di sini. Aku terlambat karena dia. Aku menolongnya yang tidak tahu jalan sampai kemari.” Jelas minchan. Kris seonsaengnim hanya mengangguk dan menyuruh minchan duduk ke bangkunya.

“lalu, aku bagaimana saem?.” Tanya lay.

“kenalkan dirimu.”

Laly mengangguk, “anyeonghaseyo^^. Jae ireumeun…,” hening, lay belum menyebutkan namanya sendiri, semua siswa menatapnya, lay pun balas menatap mereka satu persatu.

Krikk

krikk

“zhang yixing imnida, kalian bisa memanggilku lay, jangan pakai tambahan crispy di belakangnya karena itu akan lain lagi artinya. Manasseo bangapseumnida^^.” Lanjut lay dengan senyuman manisnya.

….

Istirahat

“tomchan, kajja kita ke kantin^^.” Ajak baekhyun. minchan terlihat berpikir, tidak biasanya minchan seperti ini. “baiklah, tapi ajak lay ya?.” Ujar minchan sambil menunjuk lay. “eng, baiklah.” Ucap baekhyun sedikit terpaksa.

“kajja, lay!.” Minchan menarik lay dan berjalan ke kantin duluan meninggalkan baekhyun yang mengajaknya ke kantin.

Bmereka bertiga duduk di bangku yang sama, baekhyun duduk di depan minchan yang bersebelahan dengan lay. “tomchan, kau mau pesan apa?.” Tanya baekhyun.

“aku terserah lay saja, lay kau mau pesan apa?.” Baekhyun terlihat sedikit kesal. “lay, lay, lay, lay, dan lay. Terus saja seperti itu.” gerutu baekhyun dalam hatinya.

“ng, makanan apapun kumakan.” Jawab lay.

Baekhyun berdiri dan pergi memesan makanan untuk mereka bertiga.

“tomchan itu nama panggilanmu ya?.” Tanya lay pada minchan saat baekhyun sudah kembali duduk di hadapan minchan dan lay. Minchan mengangguk, “dia yang member panggilan itu padaku.” Ujar minchan sambil menunjuk baekhyun. baekhyun tersenyum simpul. Dengan seperti itu, baekhyun merasa kalau ia masih dianggap ada di hadapannya.

“boleh aku memanggilmu seperti itu juga?.” Tanya lay. Minchan diam lalu menatap baekhyun yang sedang menatapnya dengan tatapan malas. “boleh saja^^.” Jawab minchan dengan eyesmile nya yang cantik.

Brakk

Seluruh siswa yang ada di kantin menatap ke arah mereka. Tepatnya menatap baekhyun yang tiba-tiba menggebrak meja. “kau!,” baekhyun menunjuk lay tepat di depan hidung mancungnya.

“yang boleh memanggilnya seperti itu hanya aku!!!.” Baekhyun menarik tangan minchan dan membawa minchan kembali ke kelasnya, meninggalkan lay yang tersenyum simpul di kantin. Entah kenapa ia tersenyum -.-

Keadaan kelas kosong, karena semua siswa menghabiskan waktu istirahat di luar kelas. “ya! Tanganmu menyakitiku baekhyun!.” baekhyun mendudukan minchan di bangkunya, sedangkan baekhyun berdiri di hadapan minchan. Baekhyun menggenggam tangan minchan, “jangan biarkan siapapun memanggilmu seperti itu. hanya aku yang boleh memanggilmu dengan sebutan tomchan.”

“wae? Kau cemburu eoh?.” Tanya minchan dengan smirknya.

Baekhyun menatap minchan, “sebelum kau menanyakan itu padaku, aku ingin bertanya satu hal padamu. Kenapa kau terlalu dekat dengan siswa baru itu?.”

“aku juga ingin bertanya padamu sebelum aku menjawab pertanyaanmu padaku, kenapa kau bertanya seperti itu? kau kan hanya sahabatku, kau tidak berhak mengaturku.”

“aku menyukaimu, ah aniya, saranghae!.” Ungkap baekhyun. seketika wajah minchan memanas dan juga berwarna merah.

“sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kau terlalu dekat dengannya?.”

“hanya untuk balas dendam.” Baekhyun menatap minchan dengan tatapan penuh tanya. “balas dendam padamu yang kemarin-kemarin membuatku cemburu karena yuri sunbaenim.” Lanjut minchan.

Baekhyun tersenyum puas mendengar perkataan minchan. “balas dendam? Kau salah melakukan itu padaku nona han. Kau harus mendapat hukuman.” Baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah minchan. “apa yang akan kau lakukan eoh?! Dasar mesum! Menjauh dariku!.” Minchan mendorong baekhyun hingga wajah baekhyun menjauh darinya.

Minchan berjalan cepat menjauhi baekhyun dengan muka memerah. “ya! Tomchan! Kita kan sudah jadi sepasang kekasih, setidaknya aku boleh melakukan hal yang romantic padamu!.” Seru baekhyun, minchan menoleh, “romantic dari mana? Itu yadong babo! Sembuhkan dulu penyakit yadongmu itu, baru kau boleh mendekatiku!.” Minchan berjalan semakin cepat, ketika ia lihat baekhyun akan mengejarnya.

“ya~!!!.”


END

Oke ini gaje. Super gaje. Ayo koment koment.. kasih saran + kritik.. kritik pedes bakal author terima dengan lapang dada, kalo untuk perubahan jadi yg lebih baik, apa salahnya menerima kritik pedes?

3 komentar:

  1. Aigoooo~~ Seru Bgt thor ff nya. Sequel dong~

    BalasHapus
  2. Anyeong!! Aku author baru.

    Bagus ff nya..

    Kunjungi blogku ya exoandonedirection.blogspot.com

    BalasHapus

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template