Jumat, 20 Desember 2013

EXO FanFiction | Merah & Tebal | Drabble


Title: Merah dan tebal
Author: Ykey (OkkyOktavia)
Length: drabble
Genre: romance, fluff
Main cast: Luhan, HanMinchan
Warning: typo, ooc


**

Polos boleh, tapi terlalu polos juga tidak boleh. Itu bodoh namanya eh?

“Minchan, bibirmu kecil dan juga tipis.” Ujar Jihyun disela mereka—Jihyun dan Minchan bergosip.

“Memangnya kenapa? Bukankah ini lucu?” dengan tangan kanannya Minchan meraih cermin di dalam tasnya, lalu dengan senyum aneh dan bibir sedikit mengerucut dia bercermin sambil memegangi bibirnya.

“jangan-jangan kau tidak pernah berciuman eoh?” ejek Jihun.

Deg

Umurku sudah 19 tahun dan aku belum pernah ciuman sama sekali, batin Minchan. Minchan menatap wajah Jihyun yang sedang menanti jawaban darinya dengan tatapan anak anjing hilang.

Sudah bisa mengira jawaban yang akan diberikan Minchan, Jihyun hanya bisa tertawa mengejek sekaligus menjahili dan membodohi temannya yang paling polos itu—Minchan.

“Kau tahu ciri bibir yang sudah pernah berciuman?” Minchan menggeleng dan menatap Jihyun dengan tatapan ingin tahu.

“Kau mau tahu?” Minchan mengangguk pasti.

“Bibir berwarna merah menggoda,”

Minchan kembali meraih cermin miliknya dan kembali memerhatikan bibirnya seraya mendengarkan penuturan bodoh dan menyesatkan Jihyun.

‘Bibirku pink,’ batin Minchan sambil memerhatikan bibirnya di cermin.

“Sedikit tebal,” lanjutnya.

‘bibirku sangat tipis,’ Minchan terus memegangi bibirnya dengan perasaan khawatir. Bodoh? Tentu saja. Minchan dengan kepolosannya yang overdosis—bodoh.

“Kau mau tahu salah seorang dengan bibir seperti itu?” Minchan mengangguk antusias.

“Pacarmu, Luhan.”

Minchan menatap Jihyun dengan tatapan penuh tanya.

“Kau tahu? Bibir Luhan begitu kissable. Aku yakin dia sering berciuman.” Ujar Jihyun dengan ekspresi sedang membayangkan bibir Luhan yang memang begitu menggoda.

‘Aku belum pernah berciuman, jadi pacarku ciuman dengan siapa? Dengan gadis lain? Awas saja si bodoh itu! Dia tidak akan selamat!’ umpat Minchan dalam hatinya. Gadis polos—bodoh teriak bodoh? Lucu sekali.

Melihat perubahan ekspresi Minchan Jihyun semakin ingin menertawakan kepolosan Minchan yang berlebihan.
.
.
.
“Oppa, kau pernah berciuman ya?” tanya Minchan to the point.

Luhan menatap wajah kekasihnya yang sedikit kusut—kenapa? Luhan menyeringai, ‘sedikit menjahilinya, aku rasa akan seru.’ Pikirnya.

“Tentu saja pernah. Bahkan aku berciuman setiap hari.” Jawaban luhan membuat wajah Minchan memerah. Malu atau marah? Tentu saja itu sudah jelas jawabannya.

“Dengan si—siapa?”

“Gelas.” Jawab luhan.

“Babo!” Minchan memukul pundak Luhan pelan.

Luhan tersenyum lembut sambil mengusap pelan pipi Minchan. “Kenapa kau menanyakan itu hm?” tanya Luhan.


Bingung.


Minchan bingung maumenjawab apa. Bukan bingung, tapi malu. Iya tentu saja malu.

“Eng—itu—itu—“

Luhan memiringkan kepalanya sambil menatap wajah Minchan, menunggu jawaban yang akan keluar dari bibir mungil milik kekasihnya.

“Temanku mengejek bibirku.” Jawab Minchan akhirnya.

“Memangnya ada apa dengan bibirmu dear?”

“Katanya bibirku kecildan tipis, dan kata temanku itu karena aku belum pernah—“

Luhan mengecup bibir kecil nan tipis milik Minchan sekejap dan membuat Minchan terdiam dengan mata yang membulat sempurna. Ciuman pertama mereka setelah menjalin huungan selama 2 bulan terakhir ini.

“Belum pernah berciuman eh?” Luhan melanjutkan perkataan Minchan yang terpotong tadi.

‘Polos sekali kekasihku ini. Apa ini efek dari sejak kecil disekolahkan di sekolah khusus wanita, dan selama hidupnya hanya diisi oleh belajar, belajar, dan belajar?’ batin Luhan.

Semburat merah terlihat di pipi Minchan. Minchan berbalik memunggungi Luhan, mengeluarkan cermin dari tas cangklongnya, kemudian memerhatikan bibirnya yang memang tidak mengalami perubahan sama sekali setelah kecupan Luhan tadi. Tidak berubah menjadi merah menggoda atau menjadi sedikit lebih tebal.

Minchan bergumam tidakjelas tentang bibirnya yang sama sekali tidak berubah warna dan juga tidak bertambah tebal, hanya sedikit rasa—ingin—disentuh—lagi di area bibirnya.

“Apa aku harus menciummu hingga bibirmu merah dan juga tebal?” goda Luhan.

Oh..

Ternyata Luhan mendengar gumamannya tadi.

“Haruskah?”

Fin

Gaje? Pasti. Maaf ya^/\^
Komen komen :v
 vv

0 komentar:

Posting Komentar

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template