Tittle : Dangsin-ui (if you’re happy I will be happy)
Author : Okky Oktavia
Rating : G
Genre : Angst, AU, Romance
Main cast : Song EunBin, Chen, Kai
Support cast : BaekHyun, ChanYeol, Sehun, Kris
Warning : OC, OOC, typo(s)
**
I admit I really want you, but now I realize I of you. I don’t understand this all to happen. I admit that I really expect, but now I realize I couldn’t. I don’t understand this all to happen. Forget about me, go back to him. I was a nobody for you. I love you not mean I must have you forever.
**
Chen Pov
“ayolah chen! Kau kan namja, masa melakukan itu saja kau tidak mampu ? masa mengucapkan kalimat singkat dan sederhana seperti itu sangat sulit!” kai, sahabatku, mendorong tubuhku yang masih berdiri tegak, tidak bergerak seperti patung yang diberikan nyawa. Kai terus mendorongku kearah yeoja yang sedang duduk di bawah pohon di taman belakang sekolah.
Aku membalikkan tubuhku, memosisikan menghadap ke tubuh kai yang begitu kurus, sangat kurus tepatnya. “aish.. ini tidak segampang yang kau bayangkan kkamjong !”
“ish.. berhenti memanggilku kkamjong !”
“baiklah, dan kau berhenti untuk menyuruhku untuk mengatakan semuanya sekarang pada eunbin!” kai menggaruk tengkuknya. “kalau kau tidak mau mengatakannya sekarang, lalu kapan kau akan mengatakannya ? kau ingin mengatakan semua perasaanmu padanya setelah ada seorang namja yang sudah mendampinginya ?” benar juga apa yang dikatakan kai, kalau tidak sekarang, lalu kapan ? ini juga kesempatan langka. Jarang aku melihat eunbin duduk bersantai di bawah pohon. Biasanya ia tidak mudah ditemukan keberadaannya(?).
Ingin sekali aku melangkahkan kakiku ke tempat eunbin duduk. tapi entah kenapa kakiku ini terasa sangat berat. Kurasakan satu dorongan lagi dari kai, hingga kakiku kini berjalan kea rah eunbin, song eunbin yeoja yang sebenarnya sudah lama kusukai, bahkan aku mencintainya, gombal ? aku tidak peduli, yang penting aku senang.
Aku sudah berdiri di depan eunbin yang duduk di rerumputan dan bersandar ke batang pohon yang sangat kokoh. Dia tetap fokus pada buku yang ada di pangkuannya. Aku sangat bingung, apa yang harus kulakukan? Aku melirik kai yang bersembunyi tak jauh dari tempatku. Aku memasang wajah seolah-olah mengatakan –apa-yang-harus-aku-lakukan-. Dapat kubaca dengan jelas pergerakan mulut kai. ‘kau ajak saja dia ngobrol, basa-basi dulu sebelum kau membicaraka topic utama!’ aku mengangguk paham.
“annyeong, boleh aku duduk di sampingmu ?” tanyaku basa-basi. Dia mengangguk, dan…. Tersenyum ! senyuman favoritku ! jika ada waktu dan dia mengijinkannya, aku ingin mengabadikan senyumannya itu. Manis, sungguh senyuman yang sangat manis. Aku duduk di sampingnya yang sedang membaca buku. Kebingungan kembali melandaku. Aku bingung, apa yang harus aku bicarakan. Aku memang satu kelas dengannya, tapi aku terkenal tidak banyak bicara, aku bisa banyak bicara hanya pada kai dan 2 sahabatku yang lain.
“eunbin-ah..” dengan susah payah aku mengeluarkan satu patah kata dari mulutku. “ne ?” dia menutup bukunya. Aku berdiri dan kembali duduk, tapi kini aku duduk di hadapannya. “aku ingin membicarakan sesuatu ..”
“bicaralah, aku akan mendengarkannya ^^”
“eng.. aku tahu ini mungkin salah dan juga mungkin ini akan mengejutkanmu.. tapi aku katakan sejujur-jujurnya, aku… aku menyukaimu! Saranghae eunbin-ah” kutundukkan kepalaku setelah semua kata-kata yang telah kurancang dengan kai sejak lama keluar dengan lumayan lancar dari bibirku.
Dia hanya diam, aku tidak tahu apa yang kini sedang ia lakukan karena kepalaku tertunduk setelah kata-kata keramat tadi terucap. Apa ini ? aku merasakan sebuah tangan yang lebih kecil dari tanganku, dan juga tangan yang sangat lembut menggenggam tanganku. Aku mendongkak, dan menemukannya sedang menggenggam tanganku dengan senyuman manis yang terulas di bibir mungilnya.
“jadi?” tanyaku ragu dan ia mengangguk dengan pasti. Senyumanku merekah sempurna. “gomawo” kugenggam kedua tangannya dengan tanganku. Ia tersenyum membalas senyumanku. “kau menyukaiku juga eunbin-ah ?” ia mengangguk.
Aku bahagia, ini adalah hari terindah dalam hidupku. Aku ingin hari ini terus ada selamanya. Terus ada selamanya dengan eunbin, yang sekarang menjadi yeojachinguku, selalu ada dia di sampingku, kurasa itu akan menjadi lebih indah.
Kai Pov
Aku rasa, semuanya sudah berjalan dengan lancar. Chen berhasil mendapatkan yeoja yang ia inginkan. Ah.. aku juga ikut merasa bahagia. Haha.. semoga kalian lancar. Aku mendukung hubungan kalian. Takkan kubiarkan siapapun mengganggu hubungan kalian.
Author Pov
Kai membalikkan tubuhnya yang terhalangi oleh tembok dan kembali ke kelasnya. Kai tersenyum bahagia melihat chen, sahabatnya bisa tersenyum dengan yeoja yang sangat ia cintai.
**
I believe in you, than what people say to me. I believe you, no matter what people say about you. I believe you, life is not meaningful without you by my side. I believe you , you never cease to always love me. All I know you’re always cool off my heart, that I know you’re always there in my time need you, you’re always there ini my time fragile, in my time down.
**
Setiap hari, setiap pagi, kini chen tidak menjemput sahabatnya, kai. Biasanya chen selalu mampir ke rumah kai sebelum ia pergi ke sekolah, dan mengajak kai untuk berangkat bersamanya. Tapi, setelah chen mempunyai yeojachingu, chen tidak bisa melakukan rutinitas pagi nya itu. Kai sangat mengerti dan kai memilih untuk berangkat bersama dengan hyung nya, karena chen berangkat dengan eunbin.
“ah.. kai, mianhae aku tadi tidak berangkat bersamamu” sesal chen saat ia sudah duduk di bangkunya, di samping kai. Kai hanya tersenyum, “gwenchana.. aku mengerti keadaanmu, lagipula aku kan bukan anak kecil yang harus selalu di jemput ? hehe… kau kan mempunyai kehidupan sendiri, jadi aku mana bisa mengatur hidupmu, iya kan?”
“kau sangat baik kai, aku beruntung memiliki sahabat sepertimu”
“ani.. hehe.. kau juga baik, makannya eunbin juga menyukaimu”
Orang yang duduk di depan bangku chen dan kai menoleh. Tepatnya 2 orang itu menoleh dan menatap kai dan chen seolah-olah mengatakan, -ada-apa-cepat-kalian-ceritakan-kepada-kami-.
“he.. kenapa wajah kalian seperti itu ?” Tanya chen sedikit takut dengan ekspresi 2 sahabatnya selain kai. “hey, ekspresi kalian seperti ayam yang belum disuntik faksin” ejek kai. “ya~! Kami kan sahabatmu juga chen, jadi cerita juga pada kami tentang hubunganmu.. haha” ujar baekhyun.
“ne, kau juga harus berbagi cerita pada kami” timpal chanyeol. “hah.. baiklah jika kalian memaksa..” ucap chen pasrah. Baekhyun dan chanyeol pun membalikkan kursi mereka den memosisikannya menghadap bangku chen dan kai.
Chen menceritakan semuanya tanpa terkecuali dengan semangatnya yang tinggi. Dan ketiga sahabatnya itu mendengarkannya dengan antusias. “aigo~! Kalian ini seperti teletubies saja, tidak berpelukan kalian pasti bergosip” tukas seorang namja yang melewati bangku chen+kai, yang bername tag ‘oh sehun’. Ketua kelas yang terkenal dengan blank face nya.
“daripada kau blank face, miskin ekspresi” ejek chanyeol tidak terima. “diam kau tinky winky” sahut sehun sambil memeriksa tas 4 sekawan itu, karena dikhawatirkan membawa barang tidak berguna ke sekolah. “yak.. kalian lulus pemeriksaan” ucap sehun puas. “pasti, kami kan anak-anak yang baik dan tidak suka neko-neko” timpal baekhyun. Chen, chanyeol dan kai hanya tersenyum menanggapi perkataan sahabat mereka yang kekanak-kanakan.
“ya ya.. aku tahu.. kalian adalah teletubies yang selalu patuh pada aturan” ujar sehun lalu berlalu dari hadapan 4 sekawan itu.
“ayo lanjutkan kembali ceritamu^^” ucap chanyeol tidak sabar. Chen kembali bercerita dan sahabatnya mendengarkannya dengan menopang dagu.
“wah chen, kau beruntung mendapatkan eunbin.. dia itu cantik dan juga dia itu pintar.. kau pasti bangga karena telah memilikinya..” baekhyun berkomentar. “iya.. kau sangat beruntung chen.. dia memilihmu sebagai namjachingunya diantara namja lain yang menyukainya.. lihatlah betapa beruntungnya dirimu..” chanyeol ikut berkomentar. Chen hanya tersenyum simpul.
“ne.. aku merasa sebagai manusia yang paling bahagia di dunia ini.. ini semua berkat kai.. dia selalu mendorongku untuk maju dan terus berusaha^^” kai tersenyum. “sebagai sahabat yang baik, sudah sepantasnya aku selalu mendukungmu, iya kan ?” chen, baekhyun dan chanyeol mengangguk pasti.
Obrolan mereka terhenti saat aura hitam masuk ke kelas mereka, “perasaanku tidak enak..” ujar chanyeol sambil menelan saliva nya dengan susah payah. Ketiga sahabatnya pun mengangguk, menyetujui perkataan chanyeol.
“kita ulangan lisan untuk hari ini” ucap kris seonsaengnim saat ia telah benar-benar duduk di kursi guru. Semuanya hanya mengngguk pasrah. “apa yang kubilang, firasatku selalu benar” ucap chanyeol pasrah.
**
Kai Pov
Lelah sekali hari ini. kubaringkan tubuhku yang kurus di tempat tidurku. Kutatap langit-langit kamarku. Chen sudah memiliki yeojachingu, lalu kapankah aku akan mempunnyai yeojachingu ? sebenarnya aku sedikit kesepian. Aku selalu berpikir apakah ada seorang yeoja yang menaruh perasaan padaku ? aigo~.
‘baby don’t cry tonight~’ kuraih ponselku. ‘chen?’ gumamku lalu menerima panggilan dari chen. “yeobseyo?”
“kai!!” kujauhkan ponselku dari telingaku.
“aish.. kau tidak perlu berteriak seperti itu! Aku tidak mempunyai kuping cadangan! Ada apa ?” tanyaku akhirnya.
“eng.. anu kai.. aku mengajak eunbin jalan-jalan sore nanti..” dahi ku seketika membuat beberapa garis kerutan. “lalu ? kenapa kau malah menghubungiku?”
“itulah masalahnya.. aku selalu gugup bila berdua saja dengannya.. aku ingin mengajakmu jalan-jalan dengan kami.. setidaknya jika kau ikut, aku tidak akan terlalu terlihat kikuk di hadapannya, kai.. jebal” ada-ada saja bocah ini. mau menjadikanku obat nyamuk ya ? tapi, daripada aku melamun di rumah sendirian ? kuputuskan untuk menerima ajakan chen, tidak buruk juga ^^. “eung.. baiklah ..”
**
Author Pov
Kai pun mengendarai motornya dan langsung melesat(?) ke lotte world, dimana ia sedang ditunggu oleh chen dan juga eunbin yang sudah berangkat. Sempat terbesit di otak kai, apakah ia akan menjadi perusak kencan mereka? Tapi apa boleh buat, kai menuruti permintaan chen dan tidak ada niatan lain.
Kai sampai di tujuan dan langsung memarkirkan motornya. Ia tengok kanan-kiri mencari dimana kedua sejoli itu berada. Kai memutuskan untuk masuk ke lotte world, mungkin saja eunbin dan chen sudah berada di dalam. Dan benar saja mereka sudah berada di dalam. Kai tersenyum melihat chen yang sedang memegang tangan eunbin.
“ah.. annyeong chen, kau di sini juga rupanya, kebetulan sekali” sapa kai. Sesuai rencananya dengan chen, ia harus berpura-pura kebetulan bertemu dengan chen dan eunbin. “kalian sedang kencan ya ?” eunbin hanya tersenyum lalu mengangguk. “eh kai, ngomong-ngomong kau sedang menunggu siapa ?” Tanya chen pada kai, yang sebenarnya itu hanyalah sandiwara belaka.
Kai menggaruk kepalanya, “tadi aku menunggu chanyeol dan baekhyun, tapi mereka tidak bisa datang, jadi kuputuskan untuk menikmati wahana lotte world sendirian” jelas kai sesuai scenario yang ia buat dengan chen.
“aha.. kalau begitu bagaimana kalau kau ikut saja bersama kami ?” tawar chen. Kai melirik eunbin, chen mengerti. “chagiya, boleh kah ?” Tanya chen pada eunbin. tangan kanan chen masih memegang tangan kiri eunbin. eunbin terlihat ragu, atau.. gugup? Sesaat kemudian, eunbin mengangguk, “ne, terserah oppa saja ^^” chen membalas senyuman yeojachingu nya itu.
“kajja!” ajak chen, kai mengikuti mereka dari belakang.
**
Mereka bertiga banyak menaiki wahana di lotte world. Terakhir, mereka menaiki wahana gyro swing. Setelah turun dari wahana itu, kai terlihat sempoyongan dan mendekati tong sampah(?) terdekat dan mengeluarkan semua yang harus ia keluarkan lewat mulutnya, ya, kai muntah.
Chen dan eunbin terlihat sangat khawatir pada kai. Eunbin terlihat lebih khawatir pada kai, terlihat dari perhatiannya pada kai. Eunbin mengeluarkan aroma therapy yang berbentuk tabung kecil dengan roll on. “ige, pakailah ini, mungkin akan membuatmu lebih baik” kai mengambil aroma therapy itu dari eunbin dan menghirupnya. “gomawo” kai mengembalikan aroma therapy itu pada eunbin setelah ia mengoleskannya pada keningnya.
Kai berusaha berjalan, namun ia terlihat masih sempoyongan. Tanpa disuruh, eunbin memapah kai. “oiya, kalian lapar? Kajja kita cari tempat makan^^” ajak chen. “ne oppa” jawab eunbin sambil memapah kai.
**
Setelah kejadian itu, eunbin makin menunjukkan perhatiannya pada kai. Chen tidak mempermasalahkan itu karena ia percaya pada eunbin dan juga kai. Chen berpikir tidak mungkin 2 orang yang sangat berharga baginya mengkhianatinya begitu saja. Mungkin perhatian eunbin pada kai hanay sebatas perhatian kepada sahabat namjachingunya.
Chen sedang mengerjakan tugas tambahannya di waktu istirahat. Dan kai setia duduk di sampingnya. Eunbin menghampiri chen, “oppa, kajja kita makan !” ajak eunbin. “mianhae chagiya, oppa sedang mengerjakan tugas dari kris seonsaengnim..” eunbin memasang wajah kecewa nya. “bagaimana kalau kau pergi bersama kai saja ?” usul chen. Kai membelalakan matanya, tidak percaya. Kai menatap chen, dan chen mengangguk dan juga disertai dengan senyumannya. “pergilah, aku tidak mau orang disekitarku kelaparan karena aku.. kekeke~”. Kai dan eunbin pun melangkahkan kakinya keluar kelas, kai sempat menoleh dan chen membalas tatapan kai, “pergilah” ujar chen lagi.
**
“ya! Chen” teriak seseorang dengan suara beratnya. Chen melihat siapa yang meneriakan namanya. “waeyo chanyeol? Baekhyun ?” Tanya chen. Terlihat ekspresi baekhyun dan chanyeol tidak enak untuk menyampaikan apa yang akan mereka lihat. “waeyo ? kenapa ekspresi kalian seperti itu ?”
“itu.. aku dan baekhyun tadi melihat eunbin dan kai—“
“makan bersama di kantin ?” sela chen. Baekhyun dan chanyeol mengangguk. Chen hanya tersenyum simpul dan membuat 2 orang sahabatnya ini melongo dengan tanggapan chen. “hey, kau tidak cemburu huh ?” goda baekhyun. “ah ani.. aku tahu mereka tidak akan bermain di belakangku..”
“jinja ? tapi tadi kulihat eunbin menyuapi kai” celetuk chanyeol. Mata chen sedikit melebar. “jinja ?” baekYeol mengangguk. “ah.. hanya menyuapi saja, tidak apa-apa.. aku tahu eunbin bisa menjaga hatiku” baekhyun dan chanyeol tidak habis pikir pada sahabatnya yang satu ini. chen itu terlalu baik atau terlalu polos ?
Baekhyun dan chanyeol kembali keluar kelas membiarkan chen duduk sendirian di bangkunya. Sebenarnya hati chen sedikit merasakan perasaan yang bernama cemburu itu. Tapi akal sehatnya kembali mengingatkannya kalau itu hanyalah hal biasa, dan tidak perlu untuk dipikirkan lebih lanjut. Akal sehat chen terus saja berargumen. “sadarlah chen, kau harus mempercayai yeojachingumu dan juga sahabatmu sendiri. Mereka tidak mungkin menyakitimu chen, apalagi kai. Dia dtidak akan pernah tega untuk menyakitimu” chen berkata pada dirinya sendiri.
**
What have I done? You made this. You tug my heart to the pain I guess. What is it that you want. There was no intention at all serious to me. Tell the truth. Don’t willy-nilly like this. Finally, now I understand what you have in mind for this. You just want fun of my feelings. There was no heart, no love.
**
Setiap chen dan eunbin berkencan, pasti saja ada kai diantara mereka. Terkadang chen yang meminta pada eunbin untuk mengajak kai dan eunbin menyetujuinya. Namun ini yang jadi pikiran chen, eunbin juga pernah beberapa kali meminta pada chen untuk mengajak kai di acara mereka berdua. Kai yang hanya jadi orang yang diundang hanya menurut saja, karena kai pernah diajarkan kedua orang tuanya bahwa ia harus memenuhi setiap undangan yang diberikan padanya.
“chagi, sepulang sekolah kita ke caffe Exotic di dekat sekolah ya” ajak chen. Eunbin tersenyum, “ne oppa, tapi kai juga diajak ya~” pinta eunbin. chen mengerutkan dahinya. “chagi, aku ingin berdua saja.. bisa ?”
Eunbin mengerucutkan bibirnya, “kau kenapa chagi ?”
“aku rasa aku tidak bisa pergi denganmu sepulang sekolah nanti oppa”
Chen menghembuskan nafas beratnya, “baiklah, nanti akan kuajak kai juga, kau senang ?” chen berusaha untuk tersenyum setulus mungkin. Kini eunbin tersenyum, “gomawo oppa, aku mengajak kai supaya suasana menjadi lebih ramai dan juga tidak membosankan saja”
Degg
‘apa aku membosankan di mata yeoja ku sendiri ?’ pikir chen. Chen mencoba tersenyum. “ne, arraseo.. akan kuajak kai nanti.. sekarang kembalilah ke bangkumu sana, sebentar lag kris seonsaengnim akan masuk kelas” eunbin mengangguk dengan senyuman yang terus menempel di wajahnya setelah chen mengeluarkan beberapa patah kata tadi, setelah chen menyetujui permintaan eunbin untuk mengajak kai bersama mereka.
Sepulang sekolah, mereka; chen dan eunbin dan juga kai menyertai mereka sesuai permintaan eunbin pergi ke caffe Exotic yang terletak tak jauh dari sekolah mereka. Sesampainya di caffe dan mereka memesankan pesanan masing-masing, eunbin terlihat lebih berinteraksi dengan kai daripada dengan chen. Chen hanya mengaduk-ngaduk minumannya dengan sedotan. Kai mulai mengerti dengan keadaan sekarang.
Kai berpura-pura berlagak seperti menerima telepon. Kai berdiri dan berdiri di dekat daun pintu caffe Exotic. Setelah kai selesai berpura-pura menerima telepon, kai kembali ke meja dimana ada eunbin dan chen yang masih terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
“ah mianhae, aku harus pulang.. appa ku menyuruhku pulang.. aku duluan ya” chen mengangguk lemah, sedangkan eunbin mengangguk sembari tersenyum namun ada sedikit garis kekecewaan di wajah cantiknya.
“oppa..” panggil eunbin. chen memandang wajah eunbin sekarang dan senyum menempel di bibir chen. “ne chagi?”
“aku mau pulang…” pinta eunbin. chen hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan eunbin. karena percuma saja chen menolak karena eunbin pasti akan merengek dan memaksa agar keinginannya bisa chen kabulkan. “ne, kajja..” chen berjalan duluan keluar caffe. Tidak seperti biasanya, karena biasanya chen selalu menggenggam tangan eunbin. eunbin pun hanya bisa menundukkan pandangannya selama ia berjalan mengikuti chen di belakang.
**
“oppa, pulang sekolah nanti temani aku di taman belakang sekolah ya..” pinta eunbin. chen mengangguk. “apa aku perlu mengajak kai ?”
Eunbin terlihat gugup, “ani.. aku hanya ingin berdua saja..”
Chen akhirnya bisa tersenyum dengan lega. ‘akhirnya aku hanya bisa berdua dengannya.. apakah hari ini adalah hari bahagiaku ?’ ucap chen pada dirinya sendiri. “ah baiklah.. sepulang sekolah kan ? memangnya ada apa chagi..?”
Eunbin terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan chen yang sangat sederhana. “eng.. nanti juga kau akan tahu oppa..”
“ah ne…” chen mengelus puncak kepala eunbin penuh sayang.
Pulang sekolah
Chen sedikit berlari menuju taman belakang sekolah. Chen yakin eunbin sudah di sana. Chen sedikit terlambat karena ia ada jadwal di klub seni dan teater. Benar apa yang chen kira. Chen sudah melihat eunbin duduk di atas rerumputan dengan punggung menyandar ke batang pohon dan tangan memeluk lututnya, tak lupa mata indah eunbin menatap fenomena matahari yang sudah hamper tenggelam.
“chagi, mian aku terlambat.. aku ada kegiatan klub tadi..” chen duduk di samping eunbin. “ada yang mau kau bicarakan ?” Tanya chen. Eunbin mengangguk lemah. “oppa .. aku—“
Eunbin menatap chen tepat ke matanya, “mianhae.. aku rasa aku sudah tidak bisa bersamamu lagi, mianhae..” chen terkejut, sangat terkejut. “waeyo ? apa salahku ?”
“aniyo, kau tidak punya kesalahan apapun padaku.. aku rasa kau terlalu baik untukku.. aku benar-benar takut menyakitimu.. aku yeoja yang sangat tidak pantas untuk berada di sisimu..”
“tapi, kalau aku tidak mempunyai salah padamu, kenapa kau ingin berpisah denganku ?”
“aku takut menyakitimu. Karena aku—“
“karena kau menyukai kai ?” sela chen. Eunbin kini merasa sedikit takut dengan sorot mata chen saat ini. dengan sedikit keberanian, eunbin mengangguk. “ne.. tapi ini hanya aku yang menyukainya.. kai tidak tahu apa-apa soal ini”
“kau tenang saja, aku masih punya kesadaran.. mana mungkin aku menghajar sahabatku sendiri hanya karena seorang yeoja”
“kau tidak marah padaku ?” Tanya eunbin hati-hati.
“marah ? tentu! Aku marah padamu, dan aku juga sangat kecewa padamu.. seharusnya jika kau menyukai kai, kau jujur.. mungkin aku tidak akan sekecewa saat ini”
“mianhae..”
“jangan minta maaf.. karena aku sama sekali tidak ada hak untuk membencimu dan juga menerima permintaan maaf darimu.. karena aku rasa yag namanya perasaan itu tidak bisa dipaksakan dan yah.. begitulah.. aku tidak bisa menjelaskan semuanya, namun aku tahu kau pasti mengerti..”
Sesaat keheningan menyelimuti mereka berdua. “kau menyukai kai kan ? pergilah, mungkin dia masih ada di tempat latihan dance.. temui dia dan katakana semua yang kau rasakan”
Eunbin menatap chen tidak percaya. Eunbin benar, chen orang yang teramat baik di dunia ini, orang seperti chen mungkin bisa dihitung dengan jari. “pergilah.. jika itu membuatmu bahagia, aku tidak apa-apa.. karena aku mencintaimu, aku bisa merelakan kebahagiaanku sendiri demi kebahagiaan orang yang kucintai.. pergilah..”
Eunbin tersenyum pada chen, senyuman untuk terakhir kalinya. “gomawo” ucap eunbin lalu berdiri dan berjalan meninggalkan chen yang masih duduk menghadap kearah barat.
**
Trying to understand, look for cracks your heart. When you have to cry, I cry but my tears have been exhausted. I had given everything, but you never no sense. Maybe we should live, love is quite up here. Trying to penetrate, touch your soul though. When you have pleaded, I begged her. But I think this has reached the end of me tired. I had given everything, but you never no sense. Maybe we should live, love is quite up here.
**
Beginikah kisah cintaku pada akhirnya ? apa aku tidak pantas untuk merasakan cinta ? atau aku memang orang yang selalu tidak beruntung dalam masalah cinta ? kenapa nasibku seperti ini ?. apakah ada seorang yeoja yang benar-benar mencintaiku setulus hatinya?. Aku harap ada..
Sakit yang kurasakan aku rasa akan terus membekas di hatiku. Seperti seseorang yang sudah membuat lubang yang begitu besar dan dalam, dan tidak menutupnya kembali. Yah.. perasaanku bisa digambarkan seperti itu sekarang. Tapi aku teringat perkataanku sendiri pada eunbin. perasaan itu memang tidak bisa dipaksakan. Aku tidak bisa seenaknya menyuruh seseorang untuk mencintaiku begitu saja.
Aku sadar cinta itu memang tidak perlu memiliki. Tapi rasa ingin memiliki itu pasti ada, dan itu wajar adanya. Seperti aku yang memang sangat menginginkan seorang song eunbin yang ternyata lebih menyukai sahabatku sendiri, aku benar-benar menginginkannya, namun apa boleh buat. Aku tidak bisa memaksanya untuk tetap di sisiku. Aku rela ia tidak bersamaku dan lebih memilih untuk bersama sahabatku dengan satu syarat, asalkan dia bahagia. Asalkan eunbin bahagia dengan orang yang dicintainya aku pun ikut bahagia.
If you’re happy, I will be happy
-end-

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^