Tittle : Only you, nothing else
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : AU, Romance
Length : doubleshot
Main cast : Kim jihyun (OC), LuHan
(EXO-M)
Support cast : find it by yourself
xP
Disclaimer : They was
not my mine, they are belong to themeselves. LuHan © SM Entertainment and
themselves
Warning[!!] : OC, OOC, BadFic, Typo[s]
[a/n] 1. yang nggak suka nggak usah baca. Daripada baca
ntar ujung-ujungnya mutah(?) ato bash nggak jelas. 2. Ini hanya fanfiction,
hanya imajinasi author ^^. 3. Ceritanya, luhan itu orang korea ya xD
**
Di seoul international university, biasanya jika weekend
akan mengadakan satu kegiatan, kencan kelompok. Yang mengikutinya hanya orang
yang sedang mencari pasangan, mengisi waktu luang atau hanya menjadi pelengkap
jumlah.
Salah satunya kim jihyun, yeoja yang tidak bisa disebut
cantik karena lucu lebih mendominasi wajahnya. Ia seorang yeoja yang ceria. Ia
diajak dalam kencan kelompok oleh mahasiswi lain hanya untuk melengkapi jumlah
mereka yang kekurangan satu anggota.
Namun sayangnya jihyun tidak menyadari niat teman-temannya
yang tidak pantas disebut teman itu. Jihyun tidak menyadari bahwa ia hanya
dijadikan sebagai pelengkap jumlah kencan kelompok dengan mahasiswa kyunghee
university. Jihyun tidak menyadarinya karena ia terlalu polos dan juga ia
terlalu senang karena baru kali ini ia diajak dalam kegiatan di luar lembaga
oleh teman-temannya itu.
“aku harus memakai pakaian seperti apa ? ini pertama
kalinya untukku” jihyun mengacak rambutnya karena ia merasa pusing dengan
pakaian yang akan ia kenakan. Tiba-tiba pintu kamar jihyun terbuka dan muncul
lah seseorang yang sangat jihyun sayangi, kim minseok, satu-satunya oppa yang
ia miliki. “kau mau kemana jihyun-ah ?” Tanya minseok sambil memerhatikan
gerak-gerik dongsaengnya.
“aku diajak kencan kelompok oleh teman-temanku di kampus,
tapi aku bingung harus mengenakan pakaian seperti apa.. oppa ada usul ?”
“hmm.. usul oppa, lebih baik kau menjadi diri sendiri
saja.. jangan terlalu memaksakan diri ^^” usul minseok lalu kembali keluar an
menutup pintu kamar jihyun.
Jihyun berpikir. Menjadi diri sendiri ?. pertanyaan itu terus
melintas di kepala jihyun. “ah.. baiklah..” senyuman di bibir mungil jihyun
mengembang.
.
.
Di salah satu restoran di seoul yang telah di sewa semalam
oleh mahasiswa dari universitas kyunghee keadaannya begitu ramai. Yang tidak
memiliki pasangan, kini telah memiliki pasangan karena acara ‘konyol’ ini.
namun tidak dengan satu namja yang sedang duduk di meja yang terletak di sudut
ruangan. Ia hanya menopang dagunya sambil menatap jalanan seoul yang ramai
karena ini weekend.
“luhan-ssi, kau tidak bergabung dengan yang lainnya ?”
Tanya sunmi pada luhan yang terlihat sesekali menghembuskan nafasnya dengan
berat. Luhan menatap sunmi yang duduk di hadapannya. “aniyo.. aku kemari hanya
mengisi waktu luang dan mengilangkan rasa bosan..” jawab luhan lalu kembali
memerhatikan jalanan seoul.
Tiba-tiba seorang namja dengan eyeliner, yang membuat
matanya lebih tajam berjalan menghampiri sunmi. “chagi, kajja kita bergabung
dengan yang lainnya” ajak baekhyun pada yeojachingunya yang baru berumur
beberapa menit. Sunmi tersenyum manis pada baekhyun, “ne, kajja oppa” sunmi
berdiri dan berlalu bersama baekhyun meninggalkan luhan yang masih saja
memerhatikan jalan. entah apa yang menarik yang akan ia temukan di jalan.
Pandangan luhan teralih pada seorang yeoja yang duduk di
meja yang tak jauh dari tempatnya. Yeoja itu berbeda dengan yang lainnya.
Terutama dari sisi pakaian yang ia kenakan. Yeoja itu mengenakan celana jeans
dan juga hoodie dengan neko mimi yang membuat yeoja itu terlihat lebih lucu.
Luhan tersenyum sambil menatap yeoja itu. yang tak lain adalah jihyun.
Jihyun merasakan ada yang memerhatikannya. Jihyun melirik
seorang namja yang duduk tak jauh dari tempat duduknya. Namja itu sedang
menopang dagu sambil menatapnya dengan senyuman yang tidak luntur dari wajah
tampannya.
Dengan santai, jihyun berjalan menghampiri namja itu dan
duduk di hadapan namja itu. Sepertinya kesadaran namja itu belum kembali.
Karena, namja itu tetap pada posisinya yang tersenyum sambil menopang dagu
dengan tatapan lurus kearah jihyun. padahal kini jihyun sudah duduk di
hadapannya. “mian, apa ada yang salah dengan wajahku?” Tanya jihyun yang
membuat kesadaran luhan kembali.
“ah mianhae..” ujar luhan.
“tidak bergabung dengan yang lainnya ?” Tanya jihyun.
Luhan menggeleng pelan, “aku luhan, kau ?”
“kim jihyun^^” jihyun menyebutkan namanya dengan memamerkan
eyesmilenya. Lagi-lagi luhan tersenyum karena pesona dari jihyun. “kenapa kau
tidak bergabung dengan mereka ?” Tanya jihyun sambil mengarahkan telunjuknya
kearah pasangan-pasangan yang sedang menikmati moment mereka. “aniyo.. aku hanya
sedikit malas dengan suasana seperti ini.. berisik dan juga terlalu banyak
orang.. aku kurang suka.. kau sendiri ?”
“hehe.. sepertinya aku baru sadar kalau aku hanya dijadikan
sebagai pelengkap saja.. hehe.. pantas saja daritadi tidak ada yang menyapaku
ataupun mengajakku untuk bergabung” jawab jihyun dengan bibir mengerucut dan
pipi chubby nya sedikit menggembung. Membuat luhan tidak bisa menahan
senyumannya karena melihat yeoja di hadapannya.
“mm.. kalau begitu kita keluar dari sini saja.. kita
mencari tempat yang tenang.. aku kurang suka dengan suasana yang sangat bising
seperti ini, bagaimana denganmu?”
Bibir mengerucut dan pipi menggembung seketika menghilang
dari wajah jihyun yang kini digantikan dengan senyuman yang sangat manis di
wajah jihyun. “kajja!” tanpa sadar jihyun menggenggam tangan luhan. “ah ..
mianhae.. aku tidak sengaja” jihyun melepaskan tangannya pada tangan luhan.
“gwenchana^^” luhan berdiri dan kali ini ia yang
menggenggam tangan jihyun. menariknya keluar dari restoran. Dan semua orang
tidak menyadari mereka keluar, karena semua orang sedang sibuk dengan dunianya
sendiri, seolah-olah dunia hanya milik mereka dan yang lain ngontrak.
.
.
Jihyun dan luhan berdiri
bersebelahan di pagar pembatas di sungai han. Tidak ada percakapan diantara
keduanya. Jihyun lebih memerhatikan aliran sungai sementara luhan menengadahkan
kepalanya dengan mata tertutup.
“eng.. kita teman sekarang ?” tanya
jihyun yang membuat luhan menatapnya dengan senyuman yang manis. Luhan tidak
menjawab jihyun. luhan kembali menatap lurus kedepan. “mm.. kau tidak mau ya?
Ya sudah..” ujar jihyun sambil menatap jam tangan miliknya. “ah ini sudah
malam, aku pulang dulu luhan-ssi^^” jihyun berbalik namun tangannya berhasil
diraih oleh luhan.
“ada apa ?” Tanya jihyun. “aku tidak mau menjadi temanmu,
jihyun-ah” jawab luhan. Jihyun tersenyum tipis. “ne gwenchana luhan-ssi^^”
“tapi aku mau lebih dari sekedar
teman, eotte ?”
“maksudmu ?” jihyun memang tidak
mengerti karena sepertinya ia terlalu bodoh dalam urusan seperti ini.
Luhan menarik tangan jihyun membuat
tubuh jihyun lebih dekat dengan tubuhnya. “aku rasa aku merasakan yang namanya
love at the first sight” mata jihyun yang bulat semakin membulat. Jihyun
menatap luhan yang berada di dekatnya. “jinja ?” Tanya jihyun dan luhan
mengangguk.
“jawabanmu ?”
“hmm.. baiklah jika itu membuatmu
bahagia, aku menerimamu^^.. aku bahagia melihat orang lain bahagia karenaku”
“saranghae^^”
“nado :3.. ah ini sudah malam, aku
harus pulang.. aku pulang dulu”
“mau kuantar ?” tawar luhan. Jihyun
menggeleng pelan. “tidak usah, sebaiknya kau juga pulang.. aku tidak mau kau
sakit karena mengantarkanku dan pulang terlalu malam, pulanglah ^^”
Jihyun melambaikan tangannya kearah
luhan dan berjalan menuju halte bus. Sementara luhan, ia tetap berdiri menatap
sungai han dengan senyuman yang tidak lepas dari bibir mungilnya.
“dia benar-benar yeoja yang aku
idam-idamkan.. haaaahh….”
**
Sorang yeoja cantik berjalan menghampiri
tempat duduk jihyun di kelasnya. Yeoja itu tinggi, langsing dengan rambut
bergelombang dan bentuk wajah yang indah. “hey~ kau pacaran dengan luhan,
mahasiswa dari universitas kyunghee ?” Tanya yeoja itu, tepatnya membentak.
Jihyun hanya tersenyum tipis. “ne, karena dia yang memintaku” jawab jihyun
enteng.
“hah ? aku tidak percaya.. mana mau
luhan pada yeoja berpipi bakpao sepertimu.. jangan terlalu jauh jika sedang
mengkhayal jihyun-ssi” tegas yeoja itu lalu keluar dari kelas jihyun. jihyun
kembali memasukan bukunya kedalam tas. Sejenak ia berpikir. Apa yang luhan suka
dari dirinya ? kenapa luhan memilih yeoja seperti jihyun ? padahal di luar sana
banyak yeoja yang menarik dibandingkan dengan jihyun.
“apa aku dipermainkan ?” gumam
jihyun. jihyun berdiri dari kursinya dan melangkahkan kakinya keluar kelas. tak
jarang, setiap orang yang dilewati jihyun di koridor kampus selalu memerhatikan
dirinya. Kenapa ? jihyun selalu bertanya-tanya akan hal itu.
Ya, semua orang tak jarang
memerhatikan jihyun, karena pakaian yang ia kenakan. Bukan aneh, tapi terlihat
kekanak-kanakan. Jihyun selalu memakai pakaian simple jika ke kampus. Apa itu
salah ? tentu saja tidak, itu hanya pendapat orang yang berlebihan.
Karena berjalan sambil melamun,
tidak terasa jihyun sudah sampai di gerbang. Jihyun berjalan ke halte bus dan
duduk di sana. Jihyun mengeluarkan satu buku yang tipis dari tasnya dan
menjadikannya kipas di hari sepanas ini.
Jihyun berdiri karena ada bus yang
melaju menuju halte di mana ia duduk. “jihyun-ah!” seru seseorang saat jihyun
akan masuk kedalam bus. Jihyun menoleh dan mendapati luhan sedang mengayuh
sepeda nya. Jihyun mengurungkan niatnya yang akan menaiki bus tadi. “kau mau
pulang ?” Tanya luhan. Jihyun mengangguk seraya tersenyum simpul.
“kajja, pulang bersamaku!” tawar
luhan.
“apa tidak apa-apa ?”
“maksudmu?” Tanya luhan tidak
mengerti.
“maksudku apa tidak ada yang marah
jika aku pulang bersamamu ?” tanya jihyun polos dengan memainkan jarinya dan
menggigit bibir bawahnya, menambah aksen lucu pada wajah bulatnya.
Luhan terkekeh pelan. “siapa yang
akan marah ? kau kan yeojachingu ku.. kalau aku membonceng yeoja selain dirimu,
itu baru ada yang marah.. iya kan ?” jihyun ber’oh’ria dan berjalan mendekati
luhan.
“apa benar tidak apa-apa?”
“gwenchana chagiya ..” ucap luhan
menenangkan jihyun sambil mengusap puncak kepala jihyun. “cepatlah naik, aku akan
membawamu ke suatu tempat” jihyun menurut dan duduk di boncengan sepeda luhan.
Jihyun hanya duduk dan tidak berpegangan pada luhan. Luhan meraih kedua tangan
jihyun dan melingkarkannya di pinggangnya. “kalau tidak begini, kau bisa
jatuh”. Jihyun menarik satu tangannya dan membarkan tangannya yang satu lagi
melingkar di pinggang luhan saat sepeda mulai merjalan.
Jihyun menyentuh dadanya yang
tiba-tiba berdetak lebih kencang. ‘aku kenapa ><’ Tanya jihyun dalam hatinya.
.
.
“nah sampai..” jihyun turun dari sepeda luhan dan menatap ke
berbagai arah. “mau apa kita kesini luhan-ssi ?” Tanya jihyun bingung. Luhan
berjalan mendekati jihyun. “panggil aku oppa, baru akan kuberitahu..”
“oppa”
“hanya itu ?” protes luhan.
“kan tadi kau menyuruhku memanggilmu
oppa ?”
“…….” Luhan hanya diam dan meantap
kearah lain.
“luhan oppa, saranghaeyo..” luhan
kembali menatap jihyun.
“jeongmal ?” Tanya luhan tidak
percaya.
Jihyun mengangguk, “aku
mengatakannya dari sini^^” jihyun menepuk-nepuk dadanya sambil tersenyum lebar
dan juga sedikit semburat merah di pipinya. Luhan menggenggam tangan jihyun dan
menariknya ke exotic caffe yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
“kita makan, kau lapar kan ?” jihyun
mengangguk.
.
.
Jihyun melahap bibimbap sampai
rongga mulutnya penuh dan membuat pipinya yang bulat semakin bulat. “kau lucu
sekali” ujar luhan saat ia selesai menghabiskan makanannya. “ne ?”
“aku suka padamu, kau tidak
pilih-pilih makanan, dan bisa makan apa yang aku makan^^”
“pilih-pilih makanan itu tidak baik
oppa xD”
“sudah selesai ?” Tanya luhan saat
ia melihat jihyun menyuapkan suapan terakhir pada mulutnya. “ne.. aku kenyang,
mungkin berat badanku naik sekarang” jawab jihyun polos. Luhan hanya tersenyum
simpul.
“kajja! Kita pulang ^^”
“ne, kajja oppa ^^”
.
.
“oppa, aku masuk dulu, be carefull
oppa ^^” ucap jihyun sambil melambaikan tangannya dan berjalan menuju pintu
rumahnya. “chagiya~” panggi luhan. Jihyun berhenti dan menoleh. Luhan membuat
isyarat dengan tangannya agar jihyun berjalan mendekatinya.
Jihyun menurut. Dan setelah ia ada
di hadapan luhan, jihyun bertanya “ada apa oppa ?”
Luhan menepuk pipinya dengan jari
telunjuknya. “oh….” Jihyun ber’oh’ria. Luhan senang, karena jihyun mengerti apa
yang ia inginkan.
Tangan jihyun mulai mengusap pipi luhan,
luhan menutup matanya.
Wajah jihyun mulai mendekat ke wajah
luhan, dengan tangan yang masih mengusap pipi luhan.
“lain kali oppa bersihkan sendiri
debu yang ada di pipimu^^.. nah, sudah bersih.. aku masuk dulu ya~ minseok oppa
sudah menungguku di dalam.. bye oppa~!” kali ini jihyun benar-benar masuk ke
dalam rumahnya.
Luhan menatap punggung jihyun yang
sesaat kemudian hilang karena jihyun masuk kedalam rumahnya. “lucu sekali”
luhan terkikik sendiri saat ia membayangkan dirinya tadi yang meminta sebuah
kecupan kecil di pipinya, namun yang ada jihyun menyangka luhan memintanya
membersihkan debu di pipinya.
.
.
.
“oppa, aku ingin bertanya kepadamu,
boleh ?” Tanya jihyun pada luhan saat mereka sedang makan siang bersama. Luhan
menelan makanannya. “ne, tapi habiskan dulu makanannya..” perintah luhan.
“ne..” jihyun mulai menyuapkan
sendok demi sendok makanan.
.
.
“mau bertanya apa ?” Tanya luhan
saat makanan mereka sudah habis.
“eng… aku mau bertanya, kenapa oppa
menyukai yeoja sepertiku ?”
“………”
“kenapa oppa menyukai yeoja
sepertiku ? lihatlah, aku mempunyai pipi chubby.. kenapa oppa menyukaiku?”
luhan mengacak rambut jihyun dengan senyuman yang selalu menempel.
“benar kau ingin tahu ?” Tanya luhan
meyakinkan.
“ne”
“kau itu lucu….” Ucap luhan.
“jinja ??” mata jihyun berbinar
mendengar jawaban dari luhan.
“seperti babi^^” lanjut luhan
“………………..”
TBC
.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^