Minggu, 27 Mei 2012

FF | Only you, nothing else | Part 1



Tittle : Only you, nothing else
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : AU, Romance
Length : doubleshot
Main cast : Kim jihyun (OC), LuHan (EXO-M)
Support cast : find it by yourself xP
Disclaimer : They was not my mine, they are belong to themeselves. LuHan © SM Entertainment and themselves
Warning[!!] : OC, OOC, BadFic, Typo[s]
[a/n] 1. yang nggak suka nggak usah baca. Daripada baca ntar ujung-ujungnya mutah(?) ato bash nggak jelas. 2. Ini hanya fanfiction, hanya imajinasi author ^^. 3. Ceritanya, luhan itu orang korea ya xD


**

Di seoul international university, biasanya jika weekend akan mengadakan satu kegiatan, kencan kelompok. Yang mengikutinya hanya orang yang sedang mencari pasangan, mengisi waktu luang atau hanya menjadi pelengkap jumlah.

Salah satunya kim jihyun, yeoja yang tidak bisa disebut cantik karena lucu lebih mendominasi wajahnya. Ia seorang yeoja yang ceria. Ia diajak dalam kencan kelompok oleh mahasiswi lain hanya untuk melengkapi jumlah mereka yang kekurangan satu anggota.

Namun sayangnya jihyun tidak menyadari niat teman-temannya yang tidak pantas disebut teman itu. Jihyun tidak menyadari bahwa ia hanya dijadikan sebagai pelengkap jumlah kencan kelompok dengan mahasiswa kyunghee university. Jihyun tidak menyadarinya karena ia terlalu polos dan juga ia terlalu senang karena baru kali ini ia diajak dalam kegiatan di luar lembaga oleh teman-temannya itu.

“aku harus memakai pakaian seperti apa ? ini pertama kalinya untukku” jihyun mengacak rambutnya karena ia merasa pusing dengan pakaian yang akan ia kenakan. Tiba-tiba pintu kamar jihyun terbuka dan muncul lah seseorang yang sangat jihyun sayangi, kim minseok, satu-satunya oppa yang ia miliki. “kau mau kemana jihyun-ah ?” Tanya minseok sambil memerhatikan gerak-gerik dongsaengnya.

“aku diajak kencan kelompok oleh teman-temanku di kampus, tapi aku bingung harus mengenakan pakaian seperti apa.. oppa ada usul ?”

“hmm.. usul oppa, lebih baik kau menjadi diri sendiri saja.. jangan terlalu memaksakan diri ^^” usul minseok lalu kembali keluar an menutup pintu kamar jihyun.

Jihyun berpikir. Menjadi diri sendiri ?. pertanyaan itu terus melintas di kepala jihyun. “ah.. baiklah..” senyuman di bibir mungil jihyun mengembang.

.
.
Di salah satu restoran di seoul yang telah di sewa semalam oleh mahasiswa dari universitas kyunghee keadaannya begitu ramai. Yang tidak memiliki pasangan, kini telah memiliki pasangan karena acara ‘konyol’ ini. namun tidak dengan satu namja yang sedang duduk di meja yang terletak di sudut ruangan. Ia hanya menopang dagunya sambil menatap jalanan seoul yang ramai karena ini weekend.

“luhan-ssi, kau tidak bergabung dengan yang lainnya ?” Tanya sunmi pada luhan yang terlihat sesekali menghembuskan nafasnya dengan berat. Luhan menatap sunmi yang duduk di hadapannya. “aniyo.. aku kemari hanya mengisi waktu luang dan mengilangkan rasa bosan..” jawab luhan lalu kembali memerhatikan jalanan seoul.

Tiba-tiba seorang namja dengan eyeliner, yang membuat matanya lebih tajam berjalan menghampiri sunmi. “chagi, kajja kita bergabung dengan yang lainnya” ajak baekhyun pada yeojachingunya yang baru berumur beberapa menit. Sunmi tersenyum manis pada baekhyun, “ne, kajja oppa” sunmi berdiri dan berlalu bersama baekhyun meninggalkan luhan yang masih saja memerhatikan jalan. entah apa yang menarik yang akan ia temukan di jalan.

Pandangan luhan teralih pada seorang yeoja yang duduk di meja yang tak jauh dari tempatnya. Yeoja itu berbeda dengan yang lainnya. Terutama dari sisi pakaian yang ia kenakan. Yeoja itu mengenakan celana jeans dan juga hoodie dengan neko mimi yang membuat yeoja itu terlihat lebih lucu. Luhan tersenyum sambil menatap yeoja itu. yang tak lain adalah jihyun.

Jihyun merasakan ada yang memerhatikannya. Jihyun melirik seorang namja yang duduk tak jauh dari tempat duduknya. Namja itu sedang menopang dagu sambil menatapnya dengan senyuman yang tidak luntur dari wajah tampannya.

Dengan santai, jihyun berjalan menghampiri namja itu dan duduk di hadapan namja itu. Sepertinya kesadaran namja itu belum kembali. Karena, namja itu tetap pada posisinya yang tersenyum sambil menopang dagu dengan tatapan lurus kearah jihyun. padahal kini jihyun sudah duduk di hadapannya. “mian, apa ada yang salah dengan wajahku?” Tanya jihyun yang membuat kesadaran luhan kembali.

“ah mianhae..” ujar luhan.

“tidak bergabung dengan yang lainnya ?” Tanya jihyun.

Luhan menggeleng pelan, “aku luhan, kau ?”

“kim jihyun^^” jihyun menyebutkan namanya dengan memamerkan eyesmilenya. Lagi-lagi luhan tersenyum karena pesona dari jihyun. “kenapa kau tidak bergabung dengan mereka ?” Tanya jihyun sambil mengarahkan telunjuknya kearah pasangan-pasangan yang sedang menikmati moment mereka. “aniyo.. aku hanya sedikit malas dengan suasana seperti ini.. berisik dan juga terlalu banyak orang.. aku kurang suka.. kau sendiri ?”

“hehe.. sepertinya aku baru sadar kalau aku hanya dijadikan sebagai pelengkap saja.. hehe.. pantas saja daritadi tidak ada yang menyapaku ataupun mengajakku untuk bergabung” jawab jihyun dengan bibir mengerucut dan pipi chubby nya sedikit menggembung. Membuat luhan tidak bisa menahan senyumannya karena melihat yeoja di hadapannya.

“mm.. kalau begitu kita keluar dari sini saja.. kita mencari tempat yang tenang.. aku kurang suka dengan suasana yang sangat bising seperti ini, bagaimana denganmu?”

Bibir mengerucut dan pipi menggembung seketika menghilang dari wajah jihyun yang kini digantikan dengan senyuman yang sangat manis di wajah jihyun. “kajja!” tanpa sadar jihyun menggenggam tangan luhan. “ah .. mianhae.. aku tidak sengaja” jihyun melepaskan tangannya pada tangan luhan.

“gwenchana^^” luhan berdiri dan kali ini ia yang menggenggam tangan jihyun. menariknya keluar dari restoran. Dan semua orang tidak menyadari mereka keluar, karena semua orang sedang sibuk dengan dunianya sendiri, seolah-olah dunia hanya milik mereka dan yang lain ngontrak.
.
.
Jihyun dan luhan berdiri bersebelahan di pagar pembatas di sungai han. Tidak ada percakapan diantara keduanya. Jihyun lebih memerhatikan aliran sungai sementara luhan menengadahkan kepalanya dengan mata tertutup.

“eng.. kita teman sekarang ?” tanya jihyun yang membuat luhan menatapnya dengan senyuman yang manis. Luhan tidak menjawab jihyun. luhan kembali menatap lurus kedepan. “mm.. kau tidak mau ya? Ya sudah..” ujar jihyun sambil menatap jam tangan miliknya. “ah ini sudah malam, aku pulang dulu luhan-ssi^^” jihyun berbalik namun tangannya berhasil diraih oleh luhan.

“ada apa ?”  Tanya jihyun. “aku tidak mau menjadi temanmu, jihyun-ah” jawab luhan. Jihyun tersenyum tipis. “ne gwenchana luhan-ssi^^”

“tapi aku mau lebih dari sekedar teman, eotte ?”

“maksudmu ?” jihyun memang tidak mengerti karena sepertinya ia terlalu bodoh dalam urusan seperti ini.

Luhan menarik tangan jihyun membuat tubuh jihyun lebih dekat dengan tubuhnya. “aku rasa aku merasakan yang namanya love at the first sight” mata jihyun yang bulat semakin membulat. Jihyun menatap luhan yang berada di dekatnya. “jinja ?” Tanya jihyun dan luhan mengangguk.

“jawabanmu ?”

“hmm.. baiklah jika itu membuatmu bahagia, aku menerimamu^^.. aku bahagia melihat orang lain bahagia karenaku”

“saranghae^^”

“nado :3.. ah ini sudah malam, aku harus pulang.. aku pulang dulu”

“mau kuantar ?” tawar luhan. Jihyun menggeleng pelan. “tidak usah, sebaiknya kau juga pulang.. aku tidak mau kau sakit karena mengantarkanku dan pulang terlalu malam, pulanglah ^^”

Jihyun melambaikan tangannya kearah luhan dan berjalan menuju halte bus. Sementara luhan, ia tetap berdiri menatap sungai han dengan senyuman yang tidak lepas dari bibir mungilnya.

“dia benar-benar yeoja yang aku idam-idamkan.. haaaahh….”

**

Sorang yeoja cantik berjalan menghampiri tempat duduk jihyun di kelasnya. Yeoja itu tinggi, langsing dengan rambut bergelombang dan bentuk wajah yang indah. “hey~ kau pacaran dengan luhan, mahasiswa dari universitas kyunghee ?” Tanya yeoja itu, tepatnya membentak. Jihyun hanya tersenyum tipis. “ne, karena dia yang memintaku” jawab jihyun enteng.

“hah ? aku tidak percaya.. mana mau luhan pada yeoja berpipi bakpao sepertimu.. jangan terlalu jauh jika sedang mengkhayal jihyun-ssi” tegas yeoja itu lalu keluar dari kelas jihyun. jihyun kembali memasukan bukunya kedalam tas. Sejenak ia berpikir. Apa yang luhan suka dari dirinya ? kenapa luhan memilih yeoja seperti jihyun ? padahal di luar sana banyak yeoja yang menarik dibandingkan dengan jihyun.

“apa aku dipermainkan ?” gumam jihyun. jihyun berdiri dari kursinya dan melangkahkan kakinya keluar kelas. tak jarang, setiap orang yang dilewati jihyun di koridor kampus selalu memerhatikan dirinya. Kenapa ? jihyun selalu bertanya-tanya akan hal itu.

Ya, semua orang tak jarang memerhatikan jihyun, karena pakaian yang ia kenakan. Bukan aneh, tapi terlihat kekanak-kanakan. Jihyun selalu memakai pakaian simple jika ke kampus. Apa itu salah ? tentu saja tidak, itu hanya pendapat orang yang berlebihan.

Karena berjalan sambil melamun, tidak terasa jihyun sudah sampai di gerbang. Jihyun berjalan ke halte bus dan duduk di sana. Jihyun mengeluarkan satu buku yang tipis dari tasnya dan menjadikannya kipas di hari sepanas ini.

Jihyun berdiri karena ada bus yang melaju menuju halte di mana ia duduk. “jihyun-ah!” seru seseorang saat jihyun akan masuk kedalam bus. Jihyun menoleh dan mendapati luhan sedang mengayuh sepeda nya. Jihyun mengurungkan niatnya yang akan menaiki bus tadi. “kau mau pulang ?” Tanya luhan. Jihyun mengangguk seraya tersenyum simpul.

“kajja, pulang bersamaku!” tawar luhan.

“apa tidak apa-apa ?”

“maksudmu?” Tanya luhan tidak mengerti.

“maksudku apa tidak ada yang marah jika aku pulang bersamamu ?” tanya jihyun polos dengan memainkan jarinya dan menggigit bibir bawahnya, menambah aksen lucu pada wajah bulatnya.

Luhan terkekeh pelan. “siapa yang akan marah ? kau kan yeojachingu ku.. kalau aku membonceng yeoja selain dirimu, itu baru ada yang marah.. iya kan ?” jihyun ber’oh’ria dan berjalan mendekati luhan.

“apa benar tidak apa-apa?”

“gwenchana chagiya ..” ucap luhan menenangkan jihyun sambil mengusap puncak kepala jihyun. “cepatlah naik, aku akan membawamu ke suatu tempat” jihyun menurut dan duduk di boncengan sepeda luhan. Jihyun hanya duduk dan tidak berpegangan pada luhan. Luhan meraih kedua tangan jihyun dan melingkarkannya di pinggangnya. “kalau tidak begini, kau bisa jatuh”. Jihyun menarik satu tangannya dan membarkan tangannya yang satu lagi melingkar di pinggang luhan saat sepeda mulai merjalan.

Jihyun menyentuh dadanya yang tiba-tiba berdetak lebih kencang. ‘aku kenapa ><’ Tanya jihyun dalam  hatinya.
.
.
“nah sampai..”  jihyun turun dari sepeda luhan dan menatap ke berbagai arah. “mau apa kita kesini luhan-ssi ?” Tanya jihyun bingung. Luhan berjalan mendekati jihyun. “panggil aku oppa, baru akan kuberitahu..”

“oppa”

“hanya itu ?” protes luhan.

“kan tadi kau menyuruhku memanggilmu oppa ?”

“…….” Luhan hanya diam dan meantap kearah lain.

“luhan oppa, saranghaeyo..” luhan kembali menatap jihyun.

“jeongmal ?” Tanya luhan tidak percaya.

Jihyun mengangguk, “aku mengatakannya dari sini^^” jihyun menepuk-nepuk dadanya sambil tersenyum lebar dan juga sedikit semburat merah di pipinya. Luhan menggenggam tangan jihyun dan menariknya ke exotic caffe yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

“kita makan, kau lapar kan ?” jihyun mengangguk.
.
.
Jihyun melahap bibimbap sampai rongga mulutnya penuh dan membuat pipinya yang bulat semakin bulat. “kau lucu sekali” ujar luhan saat ia selesai menghabiskan makanannya. “ne ?”

“aku suka padamu, kau tidak pilih-pilih makanan, dan bisa makan apa yang aku makan^^”

“pilih-pilih makanan itu tidak baik oppa xD”

“sudah selesai ?” Tanya luhan saat ia melihat jihyun menyuapkan suapan terakhir pada mulutnya. “ne.. aku kenyang, mungkin berat badanku naik sekarang” jawab jihyun polos. Luhan hanya tersenyum simpul.

“kajja! Kita pulang ^^”

“ne, kajja oppa ^^”

.
.
“oppa, aku masuk dulu, be carefull oppa ^^” ucap jihyun sambil melambaikan tangannya dan berjalan menuju pintu rumahnya. “chagiya~” panggi luhan. Jihyun berhenti dan menoleh. Luhan membuat isyarat dengan tangannya agar jihyun berjalan mendekatinya.

Jihyun menurut. Dan setelah ia ada di hadapan luhan, jihyun bertanya “ada apa oppa ?”

Luhan menepuk pipinya dengan jari telunjuknya. “oh….” Jihyun ber’oh’ria. Luhan senang, karena jihyun mengerti apa yang ia inginkan.

Tangan jihyun mulai mengusap pipi luhan, luhan menutup matanya.

Wajah jihyun mulai mendekat ke wajah luhan, dengan tangan yang masih mengusap pipi luhan.

“lain kali oppa bersihkan sendiri debu yang ada di pipimu^^.. nah, sudah bersih.. aku masuk dulu ya~ minseok oppa sudah menungguku di dalam.. bye oppa~!” kali ini jihyun benar-benar masuk ke dalam rumahnya.

Luhan menatap punggung jihyun yang sesaat kemudian hilang karena jihyun masuk kedalam rumahnya. “lucu sekali” luhan terkikik sendiri saat ia membayangkan dirinya tadi yang meminta sebuah kecupan kecil di pipinya, namun yang ada jihyun menyangka luhan memintanya membersihkan debu di pipinya.

.
.
.

“oppa, aku ingin bertanya kepadamu, boleh ?” Tanya jihyun pada luhan saat mereka sedang makan siang bersama. Luhan menelan makanannya. “ne, tapi habiskan dulu makanannya..” perintah luhan.

“ne..” jihyun mulai menyuapkan sendok demi sendok makanan.
.
.
“mau bertanya apa ?” Tanya luhan saat makanan mereka sudah habis.

“eng… aku mau bertanya, kenapa oppa menyukai yeoja sepertiku ?”

“………”

“kenapa oppa menyukai yeoja sepertiku ? lihatlah, aku mempunyai pipi chubby.. kenapa oppa menyukaiku?” luhan mengacak rambut jihyun dengan senyuman yang selalu menempel.

“benar kau ingin tahu ?” Tanya luhan meyakinkan.

“ne”

“kau itu lucu….” Ucap luhan.

“jinja ??” mata jihyun berbinar mendengar jawaban dari luhan.

“seperti babi^^” lanjut luhan

“………………..”

TBC

0 komentar:

Posting Komentar

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template