Senin, 17 September 2012

EXO Fanfiction | Ugly girl fall in love | Ficlet


Tittle : Ugly girl fall in love
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : Romance
Length : Ficlet
Main Cast : Byun Baekhyun, Han Minchan
Support cast : Find it by yourself
Disclaimer : they are belong to themselves
Warning : AU, Badfic, OC, OOC, typo(s), alur berantakan, alurnya kecepetan, jalan cerita gampang ditebak, sinetron banget kayaknya -__-
a/n : pikir sendiri itu POV siapa ya~. Tapi yang jelas di sini Cuma ada POV Minchan, sama author. Ah iya, author dapet ide nya pas denger lagu ungu-waktu yang dinanti sama  cinta dalam hati xD hahaha xD, jadi maaf ya, kalo ff nya sinetron banget xD

Ok. Happy reading all ^^.

RnR please~



**


Pergi ke sekolah dengan penampilan yang baru. Entah kenapa aku merasa percaya diri sekali sekarang. Apa karena aku memakai bando pemberian sehun oppa, namjachingu ku?, atau karena potongan rambutku yang baru?. ah~  molla.


Kupercepat langkah kaki ku, karena aku rasa aku terlalu lambat berjalan. Aku bisa terlambat masuk kelas!.


Sesampainya di kelas, aku masih bisa menghirup nafas dengan lega karena chen seonsaengnim belum masuk ke kelas. kuedarkan pandanganku ke seluruh arah di kelas. mata bulat ku menangkap sosok namjachingu ku di sudut kelas yang sedang berpelukan dengan seorang yeoja. Ingin sekali aku menghampiri mereka. Namun niatku gagal karena chen saem sudah masuk ke kelas.


--


Waktu istirahat tiba. Minchan hanya duduk di kursi nya tanpa melakukan apapun. Kepalanya menunduk. Hanya dirinya yang berdiam diri di kelas saat ini. Ia merasa hatinya sangat sakit karena melihat namjachingu nya berpelukan dengan yeoja yang masih sekelas dengannya. Park hyosun.


Untuk menghilangkan rasa bosan, Minchan mengambil komik yang ia taruh di kolong meja. Baru saja Minchan membuka halaman pertama komiknya –yang baru dibelinya kemarin-, ada sebuah tangan cantik yang merebut komik Minchan dan merobeknya. Sontak mata bulat Minchan semakin melebar.


ya!! Apa yang kau lakukan eoh?, aku tidak melakukan kesalahan padamu! Kenapa kau merobek komik ku?!.” Yeoja itu –park hyosun- hanya berdiri dengan melipat tangan di dada.


“masih tidak menyadari kesalahanmu eoh?! babo saram!.”


“aku tidak mengerti kau sedang membicarakan apa.”


“kau melihatnya kan? kau melihat sehun, namjachingu mu memelukku. Dan dia juga mengatakan sesuatu yang mengejutkan sekaligus membuatku sangat senang.” Ujar hyosun.


“apa itu?.” tanya Minchan sambil berusaha menahan amarahnya.


“dia mengatakan kalau dia hanya mempermainkanmu, han Minchan. Sebenarnya aku sudah menduganya dari awal. Sehun hanya menjadikanmu pelabuhan baru nya setelah putus dariku. Dan yang aku tahu sehun tidak mungkin menyukai bahkan sampai mencintai yeoja jelek sepertimu! Sehun yang tampan mana mau bersanding dengan dirimu yang sangat jelek ! ckck.. bagaikan angsa dan itik buruk rupa! YEOJA JELEK SEPERTIMU TIDAK PANTAS UNTUK MERASAKAN CINTA DARI SEORANG KEKASIH! KARENA MANA ADA NAMJA YANG MAU MENCINTAI YEOJA BURUK RUPA SEPERTI DIRIMU!!!.”


“itu tidak benar!.” Sanggah Minchan.


“sayangnya yang dikatakan hyosun itu benar adanya.” Ujar sebuah suara di dekat pintu kelas. sehun.


oppa~.” Dengan manja, hyosun berjalan mmenuju sehun dan mengaitkan tangannya di lengan sehun.


“we broke up Minchan~.” Ujar sehun lalu berjalan keluar kelas dengan hyosun yang menggelayut manja di lengannya yang kekar itu.


“sejelek itukah diriku?.” tanya Minchan pada dirinya sendiri seraya meraba wajahnya sendiri.


**


-1 year later-


Masa smp yang sangat menyedihkan. Tapi aku tidak mau terlalu larut dalam kesedihan hanya karena dipermainkan oleh namja itu. lagi pula, ini sudah setahun setelah kejadian itu. aku sudah menginjak bangku SMA sekarang. Dan yang aku harapkan, aku bisa menemukan cinta baru yang bisa menerimaku apa adanya.


Aku merasa sangat senang karena sehun tidak masuk SMA yang sama denganku. Yah~ walaupun dia satu sekolah denganku, aku tidak akan memandangnya sama sekali.


Jalanan begitu sepi. Apa karena ini hari minggu?. ah entahlah. Kuteruskan langkah kakiku hingga akhirnya aku sampai di sebuah taman. Aku tidak tahu kenapa aku kemari. Mungkin hanya untuk melepas lelah dan untuk menghirup udara segar.


Aku duduk di kursi yang berada di bawah pohon. Tiba-tiba mata ku menagkap sosok yang sangat aku kenal. Ia berjalan terseok-seok. Sepertinya dia habis dipukuli atau habis dikeroyok. Entahlah aku tidak tahu. Sosok itu menyadari keberadaanku dan ia mulai berjalan kearahku.


Sosok namja itu duduk di sampingku sambil memegangi kakinya yang sepertinya terkilir atau apa. “Baekhyun? kau kenapa?.” tanyaku padanya.


“ah~ aku terjatuh dan masuk kedalam lobang yang ada di sebelah sana, Aigo~ kakiku.” Baekhyun menunjuk ke arah utara, tempat ia terjatuh lalu memegangi kakinya.


“dasar kau, Seperti bocah saja.” Ejekku sambil memukul kaki nya yang sakit itu. astaga. Aku tidak sengaja.


“sakit!.”


“hehe. Mianhae aku tidak sengaja Baekhyun-ah.” Kulihat ia hanya mengerucutkan bibirnya. Astaga, tampan sekali namja ini. aku rasa aku menyukainya. Tapi, kata-kata hyosun dulu masih kuingat. Yeoja jelek sepertiku mana pantas merasakan cinta dari seorang lelaki. Ah.. aku terlalu banyak berharap.


“kau melamun ?.” Baekhyun melambaikan telapak tangannya di depan wajahku. Dan aku langsung tersadar dari lamunanku.


“kau punya plester? betisku berdarah dan mungkin itu karena ada kulitnya yang robek.” Aku mengangguk dan mengeluarkan plester bergambar pororo dari saku jaket ku yang selalu kubawa kemana-mana.


“ah~ gomawo aku merasa sangat tertolong.” Ujarnya sambil tersenyum manis. Astaga senyumannya itu terlalu manis dan juga wajahnya terlihat sedikit cantik. Lebih cantik dariku. Padahal aku ini seorang yeoja dan dia namja.


Ya tuhan. Aku rasa aku benar-benar menyukai namja ini. tapi apa yeoja sepertiku pantas untuk berada di sampingnya?. maksudku, apa yeoja dengan kacamata minus yang bertengger di wajahnya, dengan rambut di kucir kuda dan poni yang menutupi dahinya, apa aku pantas untuk menjadi seseorang yang special untuknya? aku rasa tidak. Benar apa yang hyosun katakan. Aku memang jelek.


ne, cheonmaneyo. Lagipula itu hanya plester ^^.” Entah kenapa aku tersenyum saat ini. ia yang melihat senyumanku membalas senyumanku dan mengacak rambutku pelan.


Baekhyun berhenti mengacak rambutku setelah kami menyadari kalau ada 2 pasang kaki yang berdiri di hadapan kami. Aku sangat tidak ingin melihat mereka berdua. Kenapa mereka muncul lagi di hadapanku?.


“Minchan, itu namja baru mu?.” tanya sehun padaku. Aku tidak bisa menjawab apapun. Lidahku kelu di hadapannya. Aku anya menundukkan kepalaku.


“aku tidak menyangka ada juga yang mau menjadi kekasih yeoja super jelek sepertimu!.” Aku tahu siapa yang mengucapkan kata-kata jahat itu. park hyosun. Siapa lagi kalau bukan dia?. aku tetap menunduk. Aku tidak tahu apa yang sedang Baekhyun lakukan sekarang. Telapak tangan Baekhyun masih ada di atas kepalaku. Lalu tangannya berubah menjadi merangkul pundakku.


ne, aku namjachingu nya, Apa ada masalah?.” kuangkat kepalaku dan kutatap wajah Baekhyun. ia balas menatapku dengan senyuman manisnya.


“kau tadi bilang apa? dia yeoja super jelek? kau salah besar, Menurutku dia lebih cantik dari dirimu! Kau memang cantik, tapi hatimu busuk. Aku tahu yeojachingu ku ini tidak lebih cantik darimu, tapi kebaikan hatinya membuatnya lebih cantik dari siapapun!.”


Tuhan. Aku benar-benar tersentuh mendengar apa yang Baekhyun katakan. Aku tahu dia hanya berpura-pura. Aku tahu dia hanya berniat baik menolongku. Tapi, kata-katanya itu membuatku senang. Aku benar-benar terharu. Baru kali ini ada yang membelaku saat aku dihina oleh pasangan itu. walaupun aku tahu ini hanya sandiwara, aku merasakan hatiku kembali hangat setelah mendengar perkataan Baekhyun tadi. Aku rasa sekarang aku sudah yakin dengan hatiku. Aku menyukai Baekhyun. aku memang jelek, tapi aku punya hak untuk merasakan cinta.


Kulihat pasangan itu berjalan menjauhiku dan Baekhyun.


gomawo Baekhyun-ah, Kau sudah membelaku.” Dia hanya diam sambil menatap lurus kedepan. Kini  tangannya sudah tidak merangkul ku lagi. Beberapa saat keheningan menyelimuti kami berdua.


“kenapa kau hanya diam saja saat mereka menghinamu seperti tadi?.” tanya Baekhyun. ia menatapku. Aku merasakan kalau baekhyun menatapku. Aku merasakan tatapannya berbeda dari biasanya. Atau hanya perasaanku saja? Entahlah.


“karena aku tahu mereka bukan menghinaku Baekhyun-ah. Tapi mereka mengatakan kebenaran. Kebenaran kalau aku meamanglah yeoja yang jauh dari kata cantik.”


Baekhyun terdiam. ia berdiri di hadapanku. “sebelum kau mengatakan hal seperti tadi, seharusnya kau mengetahui apa itu cantik yang sebenarnya.” Ujar Baekhyun. lagi-lagi dengan senyumannya. Aku benar-benar menyukainya. Aku mencintainya.


**


Minchan diam di kelas walaupun ini adalah waktu istirahat. Minchan lebih memilih untuk diam di kelas dan membaca komik miliknya. “aku juga ingin jadi yeoja yang cantik.” Gumamnya.


“Jika kau ingin menjadi yeoja yang cantik, maka jadilah dirimu sendiri. Bukan menyembunyikan sosokmu dibalik kacamata itu. aku tahu, kau yang sekarang bukanlah kau yang sebenarnya. Aku tahu kau berpenampilan seperti ini karena perkataan yeoja yang kemarin. Iya kan?.” jelas Baekhyun yang duduk di belakang bangku Minchan. Minchan sama sekali tidak menyadari sosok Baekhyun.


Minchan menoleh. “perkataanmu memang sangat benar Baekhyun. tapi, aku rasa aku sudah kehilangan rasa percaya diriku.” Baekhyun menyeret kursinya dan memosisikannya di samping kursi Minchan.


Baekhyun memegang kacamata yang dikenakan Minchan. “menurutku, kau bisa jadi cantik dengan penampilan seperti apapun. Kuncinya hanya satu, kau jangan memperdulikan perkataan orang lain yang menjatuhkanmu. Kau harus menjadikannya motivasi untuk berubah menjadi lebih baik lagi,” Jelas Baekhyun.


“tapi, jika kau benar-benar ingin merubah penampilanmu yang sekarang, mulailah dari hal yang mudah.” Baekhyun melepas kacamata yang dikenakan Minchan. “kau terlihat berbeda Minchan^^.”  Puji Baekhyun.


Minchan menundukkan kepalanya, namun Baekhyun memegang dagu minchan dan membuat minchan menatapnya. “percaya dirilah, kau itu cantik. Kau harus yakin itu.”


Minchan bertanya dalam hatinya, “kenapa ada namja tampan seperti baekhyun yang memiliki sifat sebaik ini ?.”


gomawo baekhyun, kau memberiku motivasi seperti ini.” baekhyun hanya tersenyum dan mengusap puncak kepala minchan.


--


Betapa lelahnya tubuhku saat ini. namun lelah ini terbayar dengan softlens yang kini kumiliki.


Atas saran baekhyun, aku harus melepaskan kacamata ku dan menggantinya dengan softlens. Aku hanya menurut, karena aku ingin merubah penampilanku menjadi seperti diriku sewaktu smp dulu.


Baekhyun sangat baik kepadaku. Ia selalu memberikan saran dan juga selalu memberiku motivasi. Namja tampan nan baik hati, kau selalu berbuat baik kepadaku. Aku jadi semakin mencintaimu, berharap kepadamu, berharap kau memiliki perasaan yang sama denganku.


Oh tuhan, aku benar-benar mencintainya. Yang selalu jadi pertanyaanku, apa dia memiliki perasaan yang sama denganku?. aku hanya berharap yang terbaik. Aku harap ia juga memiliki perasaan yang sama denganku.


**


Pagi ini, minchan tampil beda dari biasanya. Kacamata yang bertengger di wajahnya diganti dengan softlens warna cokelat, rambutnya yang selalu dikuncir, kini ia biakan rambutnya tergerai indah.


Minchan duduk di bangkunya. Keadaan kelas masih sangat sepi, hnaya ada baekhyun yang duduk di bangkunya dengan mata fokus pada buku yang sedang ia baca.


Baekhyun menyadari keberadaan minchan, dan berjalan menuju bangku yeoja itu. “kau minchan? Ini benar dirimu? Kau berubah secepat ini.” baekhyun terlihat sangat kagum pada perubahan pada diri minchan.


Minchan berdiri dan memosisikan dirinya menghadap ke tubuh baekhyun. “tentu saja!.” Sahut minchan semangat. Baekhyun tidak pernah melihat minchan sesemangat ini sejak pertama ia melihat minchan saat penerimaan siswa baru.


“kau benar-benar berubah minchan.” Puji baekhyun lagi.


“tentu saja! Aku hanya ingin terlihat cantik di hadapan namja yang aku cintai!.” Minchan menutup mulutnya yang mengatakan hal yang seharusnya tidak dikatakannya. Perlahan, warna wajah minchan berubah menjadi merah.


“kau mencintaiku?.” Tanya baekhyun. benar sekali, tepat pada sasaran.


aniya.. aku.. aku.. aku.. hanya itu.. aku—.” Minchan menundukan kepalanya, karena ia tidak tahu harus mengatakan apa.


Lagi-lagi baekhyun memegang dagu minchan, membuat minchan mau tidak mau menatap wajah baekhhyun. Wajah baekhyun sangat dekat dengan wajahnya. minchan hendak memalingkan tatapannya ke arah lain, namun baekhyun menahannya karena tangannya masih memegang dagu minchan.


Wajah baekhyun semakin mendekat ke wajah minchan. Minchan membulatkan matanya saat ia merasakan ada benda lembut dan juga sedikit basah menyentuh, lalu mengulum bibirnya.


Baekhyun melepaskan tautan bibirnya, “akhirnya aku bisa melakukan hal ini pada yeoja yang aku cintai setelah aku menunggumu dari dulu.”


“maksudmu? Maksudmu kau jug—.” Ucapan minchan terhenti karena bibir baekhyun kembali menguasai bibirnya.



End


Gaje kan? Pasti dong ini gaje. Hahaha xD
Author buatnya Cuma sekitar 2-3 jam-an lah~. Mianhae, soalnya ff ini ancur T_T
Tapi, buat yang udah baca, kasih komentarnya ya^^.

3 komentar:

  1. daebak kok thor...

    mian aku komen trus yah...
    aq skak bgt diem" lok g ad krja'an bca ff thor...

    berharap ad yang buatin sulay...
    tp slah stu jd cewk...

    tp susah bgt!!!

    yg jlas nih bgus!!

    >.<

    BalasHapus
  2. Wah, ff ini daebak!!! *keprokkeprok*

    sehun kok jahat bener ya *nimpukin Sehun*

    Untung ada namja baik bin tampan sambutlah dia Byun Baekhyun *cuit, cuit*

    Sukaaa banget aku sama ff ini.
    Buat lagi ya chingu :D

    Salam kenal!!!

    kimrrains

    BalasHapus

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template