Tittle : Ugly girl fall in love
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : Romance
Length : Ficlet
Main Cast : Byun Baekhyun, Han Minchan
Support cast : Find it by yourself
Disclaimer : they are belong to
themselves
Warning : AU, Badfic, OC, OOC,
typo(s), alur berantakan, alurnya kecepetan, jalan cerita gampang ditebak,
sinetron banget kayaknya -__-
a/n : pikir sendiri itu POV siapa
ya~. Tapi yang jelas di sini Cuma ada POV Minchan, sama author. Ah iya, author
dapet ide nya pas denger lagu ungu-waktu yang dinanti sama cinta dalam hati xD hahaha xD, jadi maaf ya,
kalo ff nya sinetron banget xD
Ok. Happy reading all ^^.
RnR please~
**
Pergi ke sekolah dengan penampilan
yang baru. Entah kenapa aku merasa percaya diri sekali sekarang. Apa karena aku
memakai bando pemberian sehun oppa, namjachingu ku?, atau karena
potongan rambutku yang baru?. ah~ molla.
Kupercepat langkah kaki ku, karena aku
rasa aku terlalu lambat berjalan. Aku bisa terlambat masuk kelas!.
Sesampainya di kelas, aku masih bisa
menghirup nafas dengan lega karena chen seonsaengnim belum masuk ke
kelas. kuedarkan pandanganku ke seluruh arah di kelas. mata bulat ku menangkap
sosok namjachingu ku di sudut kelas yang sedang berpelukan dengan
seorang yeoja. Ingin sekali aku menghampiri mereka. Namun niatku gagal
karena chen saem sudah masuk ke kelas.
--
Waktu istirahat tiba. Minchan hanya
duduk di kursi nya tanpa melakukan apapun. Kepalanya menunduk. Hanya dirinya
yang berdiam diri di kelas saat ini. Ia merasa hatinya sangat sakit karena
melihat namjachingu nya berpelukan dengan yeoja yang masih
sekelas dengannya. Park hyosun.
Untuk menghilangkan rasa bosan, Minchan
mengambil komik yang ia taruh di kolong meja. Baru saja Minchan membuka halaman
pertama komiknya –yang baru dibelinya kemarin-, ada sebuah tangan cantik yang
merebut komik Minchan dan merobeknya. Sontak mata bulat Minchan semakin
melebar.
“ya!! Apa yang kau lakukan
eoh?, aku tidak melakukan kesalahan padamu! Kenapa kau merobek komik ku?!.” Yeoja
itu –park hyosun- hanya berdiri dengan melipat tangan di dada.
“masih tidak menyadari kesalahanmu
eoh?! babo saram!.”
“aku tidak mengerti kau sedang
membicarakan apa.”
“kau melihatnya kan? kau melihat
sehun, namjachingu mu memelukku. Dan dia juga mengatakan sesuatu
yang mengejutkan sekaligus membuatku sangat senang.” Ujar hyosun.
“apa itu?.” tanya Minchan sambil
berusaha menahan amarahnya.
“dia mengatakan kalau dia hanya
mempermainkanmu, han Minchan. Sebenarnya aku sudah menduganya dari awal. Sehun
hanya menjadikanmu pelabuhan baru nya setelah putus dariku. Dan yang aku tahu
sehun tidak mungkin menyukai bahkan sampai mencintai yeoja jelek
sepertimu! Sehun yang tampan mana mau bersanding dengan dirimu yang sangat
jelek ! ckck.. bagaikan angsa dan itik buruk rupa! YEOJA JELEK SEPERTIMU
TIDAK PANTAS UNTUK MERASAKAN CINTA DARI SEORANG KEKASIH! KARENA MANA ADA NAMJA
YANG MAU MENCINTAI YEOJA BURUK RUPA SEPERTI DIRIMU!!!.”
“itu tidak benar!.” Sanggah Minchan.
“sayangnya yang dikatakan hyosun itu
benar adanya.” Ujar sebuah suara di dekat pintu kelas. sehun.
“oppa~.” Dengan manja, hyosun
berjalan mmenuju sehun dan mengaitkan tangannya di lengan sehun.
“we broke up Minchan~.” Ujar sehun
lalu berjalan keluar kelas dengan hyosun yang menggelayut manja di lengannya
yang kekar itu.
“sejelek itukah diriku?.” tanya Minchan
pada dirinya sendiri seraya meraba wajahnya sendiri.
**
-1 year later-
Masa smp yang sangat menyedihkan.
Tapi aku tidak mau terlalu larut dalam kesedihan hanya karena dipermainkan oleh
namja itu. lagi pula, ini sudah setahun setelah kejadian itu. aku sudah
menginjak bangku SMA sekarang. Dan yang aku harapkan, aku bisa menemukan cinta
baru yang bisa menerimaku apa adanya.
Aku merasa sangat senang karena
sehun tidak masuk SMA yang sama denganku. Yah~ walaupun dia satu sekolah
denganku, aku tidak akan memandangnya sama sekali.
Jalanan begitu sepi. Apa karena ini
hari minggu?. ah entahlah. Kuteruskan langkah kakiku hingga akhirnya aku sampai
di sebuah taman. Aku tidak tahu kenapa aku kemari. Mungkin hanya untuk melepas
lelah dan untuk menghirup udara segar.
Aku duduk di kursi yang berada di
bawah pohon. Tiba-tiba mata ku menagkap sosok yang sangat aku kenal. Ia
berjalan terseok-seok. Sepertinya dia habis dipukuli atau habis dikeroyok.
Entahlah aku tidak tahu. Sosok itu menyadari keberadaanku dan ia mulai berjalan
kearahku.
Sosok namja itu duduk di
sampingku sambil memegangi kakinya yang sepertinya terkilir atau apa. “Baekhyun?
kau kenapa?.” tanyaku padanya.
“ah~ aku terjatuh dan masuk kedalam lobang
yang ada di sebelah sana, Aigo~ kakiku.” Baekhyun menunjuk ke arah utara,
tempat ia terjatuh lalu memegangi kakinya.
“dasar kau, Seperti bocah saja.” Ejekku
sambil memukul kaki nya yang sakit itu. astaga. Aku tidak sengaja.
“sakit!.”
“hehe. Mianhae aku tidak
sengaja Baekhyun-ah.” Kulihat ia hanya mengerucutkan bibirnya. Astaga, tampan
sekali namja ini. aku rasa aku menyukainya. Tapi, kata-kata hyosun dulu
masih kuingat. Yeoja jelek sepertiku mana pantas merasakan cinta dari
seorang lelaki. Ah.. aku terlalu banyak berharap.
“kau melamun ?.” Baekhyun
melambaikan telapak tangannya di depan wajahku. Dan aku langsung tersadar dari
lamunanku.
“kau punya plester? betisku berdarah
dan mungkin itu karena ada kulitnya yang robek.” Aku mengangguk dan
mengeluarkan plester bergambar pororo dari saku jaket ku yang selalu kubawa
kemana-mana.
“ah~ gomawo aku merasa sangat
tertolong.” Ujarnya sambil tersenyum manis. Astaga senyumannya itu terlalu
manis dan juga wajahnya terlihat sedikit cantik. Lebih cantik dariku. Padahal
aku ini seorang yeoja dan dia namja.
Ya tuhan. Aku rasa aku benar-benar
menyukai namja ini. tapi apa yeoja sepertiku pantas untuk berada
di sampingnya?. maksudku, apa yeoja dengan kacamata minus yang
bertengger di wajahnya, dengan rambut di kucir kuda dan poni yang menutupi
dahinya, apa aku pantas untuk menjadi seseorang yang special untuknya? aku rasa
tidak. Benar apa yang hyosun katakan. Aku memang jelek.
“ne, cheonmaneyo. Lagipula
itu hanya plester ^^.” Entah kenapa aku tersenyum saat ini. ia yang melihat
senyumanku membalas senyumanku dan mengacak rambutku pelan.
Baekhyun berhenti mengacak rambutku
setelah kami menyadari kalau ada 2 pasang kaki yang berdiri di hadapan kami.
Aku sangat tidak ingin melihat mereka berdua. Kenapa mereka muncul lagi di
hadapanku?.
“Minchan, itu namja baru mu?.”
tanya sehun padaku. Aku tidak bisa menjawab apapun. Lidahku kelu di hadapannya.
Aku anya menundukkan kepalaku.
“aku tidak menyangka ada juga yang
mau menjadi kekasih yeoja super jelek sepertimu!.” Aku tahu siapa yang
mengucapkan kata-kata jahat itu. park hyosun. Siapa lagi kalau bukan dia?. aku
tetap menunduk. Aku tidak tahu apa yang sedang Baekhyun lakukan sekarang.
Telapak tangan Baekhyun masih ada di atas kepalaku. Lalu tangannya berubah
menjadi merangkul pundakku.
“ne, aku namjachingu
nya, Apa ada masalah?.” kuangkat kepalaku dan kutatap wajah Baekhyun. ia balas
menatapku dengan senyuman manisnya.
“kau tadi bilang apa? dia yeoja
super jelek? kau salah besar, Menurutku dia lebih cantik dari dirimu! Kau
memang cantik, tapi hatimu busuk. Aku tahu yeojachingu ku ini tidak
lebih cantik darimu, tapi kebaikan hatinya membuatnya lebih cantik dari
siapapun!.”
Tuhan. Aku benar-benar tersentuh
mendengar apa yang Baekhyun katakan. Aku tahu dia hanya berpura-pura. Aku tahu
dia hanya berniat baik menolongku. Tapi, kata-katanya itu membuatku senang. Aku
benar-benar terharu. Baru kali ini ada yang membelaku saat aku dihina oleh
pasangan itu. walaupun aku tahu ini hanya sandiwara, aku merasakan hatiku
kembali hangat setelah mendengar perkataan Baekhyun tadi. Aku rasa sekarang aku
sudah yakin dengan hatiku. Aku menyukai Baekhyun. aku memang jelek, tapi aku
punya hak untuk merasakan cinta.
Kulihat pasangan itu berjalan
menjauhiku dan Baekhyun.
“gomawo Baekhyun-ah, Kau
sudah membelaku.” Dia hanya diam sambil menatap lurus kedepan. Kini tangannya sudah tidak merangkul ku lagi.
Beberapa saat keheningan menyelimuti kami berdua.
“kenapa kau hanya diam saja saat
mereka menghinamu seperti tadi?.” tanya Baekhyun. ia menatapku. Aku merasakan
kalau baekhyun menatapku. Aku merasakan tatapannya berbeda dari biasanya. Atau
hanya perasaanku saja? Entahlah.
“karena aku tahu mereka bukan
menghinaku Baekhyun-ah. Tapi mereka mengatakan kebenaran. Kebenaran kalau aku
meamanglah yeoja yang jauh dari kata cantik.”
Baekhyun terdiam. ia berdiri di
hadapanku. “sebelum kau mengatakan hal seperti tadi, seharusnya kau mengetahui
apa itu cantik yang sebenarnya.” Ujar Baekhyun. lagi-lagi dengan senyumannya.
Aku benar-benar menyukainya. Aku mencintainya.
**
Minchan diam di kelas walaupun ini
adalah waktu istirahat. Minchan lebih memilih untuk diam di kelas dan membaca
komik miliknya. “aku juga ingin jadi yeoja yang cantik.” Gumamnya.
“Jika kau ingin menjadi yeoja
yang cantik, maka jadilah dirimu sendiri. Bukan menyembunyikan sosokmu dibalik
kacamata itu. aku tahu, kau yang sekarang bukanlah kau yang sebenarnya. Aku tahu
kau berpenampilan seperti ini karena perkataan yeoja yang kemarin. Iya kan?.”
jelas Baekhyun yang duduk di belakang bangku Minchan. Minchan sama sekali tidak
menyadari sosok Baekhyun.
Minchan menoleh. “perkataanmu memang
sangat benar Baekhyun. tapi, aku rasa aku sudah kehilangan rasa percaya diriku.”
Baekhyun menyeret kursinya dan memosisikannya di samping kursi Minchan.
Baekhyun memegang kacamata yang
dikenakan Minchan. “menurutku, kau bisa jadi cantik dengan penampilan seperti
apapun. Kuncinya hanya satu, kau jangan memperdulikan perkataan orang lain yang
menjatuhkanmu. Kau harus menjadikannya motivasi untuk berubah menjadi lebih
baik lagi,” Jelas Baekhyun.
“tapi, jika kau benar-benar ingin
merubah penampilanmu yang sekarang, mulailah dari hal yang mudah.” Baekhyun melepas
kacamata yang dikenakan Minchan. “kau terlihat berbeda Minchan^^.” Puji Baekhyun.
Minchan menundukkan kepalanya, namun
Baekhyun memegang dagu minchan dan membuat minchan menatapnya. “percaya
dirilah, kau itu cantik. Kau harus yakin itu.”
Minchan bertanya dalam hatinya, “kenapa
ada namja tampan seperti baekhyun yang memiliki sifat sebaik ini ?.”
“gomawo baekhyun, kau
memberiku motivasi seperti ini.” baekhyun hanya tersenyum dan mengusap puncak
kepala minchan.
--
Betapa lelahnya tubuhku saat ini.
namun lelah ini terbayar dengan softlens yang kini kumiliki.
Atas saran baekhyun, aku harus
melepaskan kacamata ku dan menggantinya dengan softlens. Aku hanya menurut,
karena aku ingin merubah penampilanku menjadi seperti diriku sewaktu smp dulu.
Baekhyun sangat baik kepadaku. Ia selalu
memberikan saran dan juga selalu memberiku motivasi. Namja tampan nan
baik hati, kau selalu berbuat baik kepadaku. Aku jadi semakin mencintaimu,
berharap kepadamu, berharap kau memiliki perasaan yang sama denganku.
Oh tuhan, aku benar-benar
mencintainya. Yang selalu jadi pertanyaanku, apa dia memiliki perasaan yang
sama denganku?. aku hanya berharap yang terbaik. Aku harap ia juga memiliki
perasaan yang sama denganku.
**
Pagi ini, minchan tampil beda dari
biasanya. Kacamata yang bertengger di wajahnya diganti dengan softlens warna
cokelat, rambutnya yang selalu dikuncir, kini ia biakan rambutnya tergerai
indah.
Minchan duduk di bangkunya. Keadaan kelas
masih sangat sepi, hnaya ada baekhyun yang duduk di bangkunya dengan mata fokus
pada buku yang sedang ia baca.
Baekhyun menyadari keberadaan
minchan, dan berjalan menuju bangku yeoja itu. “kau minchan? Ini benar
dirimu? Kau berubah secepat ini.” baekhyun terlihat sangat kagum pada perubahan
pada diri minchan.
Minchan berdiri dan memosisikan
dirinya menghadap ke tubuh baekhyun. “tentu saja!.” Sahut minchan semangat. Baekhyun
tidak pernah melihat minchan sesemangat ini sejak pertama ia melihat minchan
saat penerimaan siswa baru.
“kau benar-benar berubah minchan.” Puji
baekhyun lagi.
“tentu saja! Aku hanya ingin
terlihat cantik di hadapan namja yang aku cintai!.” Minchan menutup
mulutnya yang mengatakan hal yang seharusnya tidak dikatakannya. Perlahan,
warna wajah minchan berubah menjadi merah.
“kau mencintaiku?.” Tanya baekhyun.
benar sekali, tepat pada sasaran.
“aniya.. aku.. aku.. aku..
hanya itu.. aku—.” Minchan menundukan kepalanya, karena ia tidak tahu harus
mengatakan apa.
Lagi-lagi baekhyun memegang dagu
minchan, membuat minchan mau tidak mau menatap wajah baekhhyun. Wajah baekhyun
sangat dekat dengan wajahnya. minchan hendak memalingkan tatapannya ke arah
lain, namun baekhyun menahannya karena tangannya masih memegang dagu minchan.
Wajah baekhyun semakin mendekat ke
wajah minchan. Minchan membulatkan matanya saat ia merasakan ada benda lembut
dan juga sedikit basah menyentuh, lalu mengulum bibirnya.
Baekhyun melepaskan tautan bibirnya,
“akhirnya aku bisa melakukan hal ini pada yeoja yang aku cintai setelah
aku menunggumu dari dulu.”
“maksudmu? Maksudmu kau jug—.” Ucapan
minchan terhenti karena bibir baekhyun kembali menguasai bibirnya.
End
Gaje kan? Pasti dong ini gaje. Hahaha
xD
Author buatnya Cuma sekitar 2-3
jam-an lah~. Mianhae, soalnya ff ini ancur T_T
Tapi, buat yang udah baca, kasih
komentarnya ya^^.

daebak kok thor...
BalasHapusmian aku komen trus yah...
aq skak bgt diem" lok g ad krja'an bca ff thor...
berharap ad yang buatin sulay...
tp slah stu jd cewk...
tp susah bgt!!!
yg jlas nih bgus!!
>.<
Wah, ff ini daebak!!! *keprokkeprok*
BalasHapussehun kok jahat bener ya *nimpukin Sehun*
Untung ada namja baik bin tampan sambutlah dia Byun Baekhyun *cuit, cuit*
Sukaaa banget aku sama ff ini.
Buat lagi ya chingu :D
Salam kenal!!!
kimrrains
Nan joha..
BalasHapus