Selasa, 20 November 2012

EXO Fanfiction | Blue Envelope - Ficlet


Tittle : Blue envelope
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : little-bit angst
Length : Ficlet
Main cast : Oh Sehun, Lee Sunmi(OC)
Support cast : find it by yourself
Disclaimer : they are belong to themselves
Warning : AU, badfic, OOC, typo
a/n : setelah beberapa lama hiatus tanpa pemberitahuan(?) dari dunia per-FF-an, author comeback bawa FF baru (dan melupakan FF chapter yang belum kelar, oke maaf). FF ini khusus dibuat untuk merayakan(?) 10.000 likers fanpage milik author (lirik EXO FanFiction).

**

Kau pergi begitu saja disaat keterpurukan menimpaku.

**

Tokk

Tokk

Tokk

Kulangkahkan kakiku dengan malas. Siapa yang bertamu sepagi ini?. setelah kubuka pintu rumah kecilku ini, aku tidak menemukan siapapun. Kulihat kearah kanan dan kiri, aku tidak menemukan siapapun. Saat aku akan kembali masuk kedalam rumah, sempat kulirik satu buah amplop berwarna biru.

Kuambil amplop itu dan masuk kedalam rumah.

Perasaanku tidak enak. Kenapa ini?

Kubuka dengan perlahan amplop itu. dan isi dari amplop itu merupakan mimpi buruk untukku.


Kupakai jas untuk menutupi kemeja yang kupakai. Sebenarnya aku tidak yakin dengan semua ini. aku takut. Aku takut tidak sanggup melihat semua ini, aku takut tidak sanggup menerima semua ini. semuanya terjadi begitu cepat. Semuanya terjadi begitu saja.

Aku harus kuat. Aku –oh sehun- harus kuat menerima semua ini.

Kututup pintu kediaman kecilku dan melangkahkan kakiku ke tempat yang –mungkin- sebentar lagi akan menjadi neraka untukku.

Di perjalanan ke tempat tujuan, mata tajamku melirik sebuah taman yang dulu sempat menjadi tempat yang bersejarah untukku –dan juga dirinya.

Flashback

 “sebenarnya apa tujuanmu mengajakku kemari, sehun?.” Tanya yeoja itu –lee sunmi-.

Kukeluarkan sebuah kotak berukuran sedang dari tas yang kubawa. Kuserahkan kotak itu pada sunmi –yeoja yang aku cintai.

“apa ini?.” tanyanya dengan raut wajah yang sedikit bingung.

“itu hadiah dariku. Aku harap kau menyukainya.” Tangannya dengan perlahan membuka kotak pemberianku. “parfum?.” Aku menganggukan kepalaku dan menatap tepat ke bola matanya.

“aku mencintaimu.” Ujarku tegas. Kulihat ia sedikit terkejut, namun sesaat kemudian aku melihat matanya yang tadinya terkejut kini membuat sebuah lengkungan eyesmile. Sungguh cantik.

“aku juga.” Cintaku diterima? Oh, terimakasih tuhan. Aku harap cinta ini berlangsung selamanya.

Flashback end

Kini aku hanya bisa tersenyum pahit menerima semuanya. Kembali kulanjutkan langkahku yang terhenti. Kulirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku. “masih terlalu lama menuju acara inti.” Kuputuskan untuk berjalan-jalan sebentar, sekedar untuk mempersiapkan hatiku nanti.

Kakiku berhenti di sebuah caffe mewah yang dulu sering aku kunjungi bersama sunmi. Tapi, karena keadaanku sekarang aku sudah tidak bisa menikmati apa saja yang ada di caffe itu. dan juga karena keadaanku sekarang sunmi menjadi.. ah sudahlah.

Tiba-tiba sebuah kenanganku bersama sunmi berputar begitu saja di otakku.

Flashback

“aku ingin bertemu. Apa kau ada waktu?.” Tanyaku pada seseorang di seberang sana.

“aku sedang ada waktu luang. Di mana kita bertemu, sehun?.” Tanyanya. Yeoja ini, meskipun ia sudah lumayan lama menjalin hubungan denganku, dia tidak mau memanggilku dengan sebutan ‘oppa’, ‘chagi’, atau yang lainnya. Katanya ia lebih suka memanggilku dengan namaku sendiri.

“di caffe biasa. Aku tunggu jam 19:00.”

“baiklah.”

“saranghae.” Sesaat ia terdiam. aku tidak tahu kenapa ia diam seperti itu.

“eng. . nado.”

Kuputuskan sambungan telepon. Dan sebaiknya aku siap-siap untuk menemuinya nanti malam. Aku harap ia mau menerimanya.


Kutunggu sunmi di caffe di mana kami sering bertemu. Cukup lama aku menunggunya. Kulihat jam tanganku, ini sudah menunjukkan pukul 19:35. Kemana sunmi?

Tak lama kemudian kulihat sosoknya berjalan kearahku.

“sehun-ah, mianhae aku terlambat.” Ucapnya.. dan aku merasakan ada nada penyesalan saat ia berkata tadi. Aku hanya tersenyum kecil. “gwenchana. Kau kan sudah di sini.”

“eng, sebenarnya ada apa?.”

Ya tuhan. Aku harus bagaimana? Bagaimana aku harus memulainya? Apa yang harus aku katakana? Aku sangat gugup!.

Kurogoh saku jaket yang kukenakan dan kuletakkan sebuah kotak kecil, lalu kubuka kotak itu.

Dan seperti dugaanku sebelumnya, ia sangat terkejut. “ap–apa maksud semua ini sehun-ah?.”

“aku ingin kau menjadi pendampingku. Apa kau bersedia nona lee sunmi?.”

Kulihat wajahnya. ekspresinya terlihat bingung. Ya tuhan, aku harap ia menerima lamaranku. Aku benar-benar mencintainya. Aku hanya mencintai sunmi.

“aku–aku . . sudahlah,aku bingung mau berkata apa. Tapi yang penting aku mau jadi pendampingmu!.” Kini aku bisa merasakan rasa lega. Mataku masih menatap wajahnya yang kini bersemu merah. Bibirku membuat sebuah lengkungan senyuman.

Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “kau jangan menatapku seperti itu! aku malu! Kau juga katakan Sesuatu, aku sangat malu!.”

Aku berdiri dan mengecup puncak kepalanya, “saranghae.”

Flashback end

Kenangan yang indah. Ya kenangan. Kini semua itu hanyalah sebuah kenangan.

Aku ingin menangis. Jujur, aku tidak kuat menerima semua ini. kini aku tidak memiliki siapapun. Aku tidak memiliki siapapun untuk aku ajak bicara ataupun tempatku mencurahkan keluh kesahku.

Sebaiknya aku mengunjungi makam kedua orang tuaku. Yah~ untuk mencurahkan semua yang aku rasakan saat ini. walaupun aku sudah tahu mereka tidak akan memberikan respon apalagi solusi untukku. Tapi, setidaknya mungkin itu akan mengurangi beban yang aku pikul.

Tak terasa langkah kakiku terhenti di sebuah pemakaman. Terlihat begitu sepi.

Kubersihkan makam kedua orang tuaku dari dedaunan kering yang berjatuhan. “umma, appa, aku sangat merindukan kalian.” Ujarku dengan berusaha menahan air mata yang sudah memenuhi sudut mataku.

“berubahnya semua yang ada pada diri sunmi, aku tidak akan pernah menyalahkan kepergian kalian, aku tidak akan pernah menyalahkan takdir yang menimpaku. Ya~ aku harus sabar. Aku harus kuat. Aku ingat umma dan appa selalu mengatakan hal yang membuatku setidaknya bisa menjadi orang yang kuat. Aku ingat umma dan appa selalu berkata ‘sehun namja kuat! Sehun tidak akan menangis!.’ Aku masih mengingat semua nasihat yang kalian berikan kepadaku. Aku sangat berterimakasih. Karena nasihat kalian, aku menjadi sedikit lebih kuat dengan keadaanku yang sekarang ini.”

Kuseka air mataku yang hendak mengalir di pipiku. “aku harus kuat!.”


Kembali kakiku melangkah ke tempat tujuan utamaku. Walau hatiku enggan untuk pergi kesana. Namun aku ingat perkataan orang tuaku, “penuhilah setiap undangan.”

Mungkin sebagian orang sedikit bingung kenapa aku seperti ini. dulu, aku memang anak pengusaha kaya di seoul. Namun tuhan berkehendak lain. Tuhan mengambil kedua orang tuaku dengan sebuah kecelakaan. Perusahaan kacau, dan akhirnya bangkrut. Itulah yang menyebabkan aku menjadi seperti ini. menjadi seorang yang tidak berkecukupan.

hingga seseorang yang sangat aku cintai meninggalkanku karena keadaanku yang seperti ini. ya, aku menerimanya. Menerima keputusannya yang meninggalkanku begitu saja karena kondisiku saat ini.

aku mengerti. Aku mengerti ia ingin bahagia dengan hidup segala berkecukupan. Dan jika ia tetap bersamaku, ia tidak akan merasakan itu semua.


Kini aku telah sampai. Sampai di tujuanku. Sebuah tempat yang kini akan berubah menjadi sumber kesakitanku, kesakitan hatiku.

Sebuah resepsi pernikahan yang sangat mewah.

Datang karena sebuah amplop berwarna biru yang datang begitu saja ke rumah dengan berisikan undangan resepsi perikahan. Dengan bertuliskan nama Lee SunMi & Byun Baekhyun.

Kuhampiri sepasang manusia yang tengah berbahagia itu. yang tengah berbahagia di atas penderitaanku. Tapi, tidak apa-apa. Asalkan dia bahagia.

“selamat atas pernikahan kalian, Sunmi-ah, Baekhyun-ah.”


END

2 komentar:

  1. aaaah... baru paham. kemarinnya q bacanya buru2 hehehe. ksian sehun. q tau bangeeeet rasanya ditinggal nikah org yg kita cintai. nyesek. dan kadang... ad pikiran jahat berharap mrk berpisah hahaa

    not bad sih. hanya aja perlu diperhatiin penulisan2nya, yg huruf kapital, pemisahan awalan atau sisispan 'di' biar lebih jelas lg. dan cafe yg benar, bukan caffe. oke? XD

    BalasHapus

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template