Kamis, 05 April 2012

FF | “Book of Death” | chapter 3 | Book of Death, Revealed (ending)


Tittle : “Book of Death” | chapter 3 | Book of Death, Revealed (ending)
Author : Okky Oktavia
Rating : PG-13
Genre : AU, Romance
Length : chaptered (3 of 3)
Main cast : Jo YoungMin, Cho Sooyeon (OC)
Support cast : Cho KyuHyun, Kim DongHyun
Disclaimer : They was not my mine, they are belong to themeselves. This story is mine
Warning : OOC, typo(s), Badfic


R/R

Book of Death
In 3rd episode
Book of Death, Revealed

Previous chap~

Sooyeon masuk ke kelasnya dan mendapati youngmin sedang membaca ‘book of death’ miliknya. Sooyeon dengan langkah seribu menghampiri youngmin. Mereka bertemu pandang. Wajah sooyeon berwarna merah padam, masih belum diketahui penyebabnya. Entah karena malu atau marah. Author juga bingung *plakk*

“kau….!!!”

Book of Death
In 3rd episode
Book of Death, Revealed

“kau…..!!!” seru sooyeon sambil menunjuk wajah youngmin dengan telunjuknya. Youngmin yang terkejut, reflek mengangkat kedua tangannya seolah-olah dia sudah dikepung oleh polisi, dan book of death milik sooyeon terjatuh ke lantai. “omo~ mian.. aku… aku… aku hanya—“ youngmin dengan susah payah akan memberikan pembelaan. Namun sooyeon menyela, “ssssttt!!” sooyeon meletakkan jari telunjuknya yang tadi menunjuk youngmin di bibir pinknya.

“kau tidak perlu setakut itu, buku itu memang isinya tentangmu, semuanya, tanpa terkecuali” youngmin menurunkan kembali tangannya, dan heran melihat reaksi sooyeon yang ternyata di luar dugaan. “kau.. kau tidak err.. tidak marah padaku ?” Tanya youngmin hati-hati, karena youngmin takut sooyeon memiliki sifat evil seperti oppa nya. Sooyeon berjalan dan duduk di bangkunya sendiri, sedangkan youngmin berdiri di samping bangku sooyeon.

“marah ? untuk apa aku marah ?”

“karena aku sudah membaca catatan pribadimu.. seharusnya kau marah padaku..”

Sooyeon menghela nafasnya, “kau benar, seharusnya aku marah padamu, marah besar..”

Ekspresi takut mulai kembali muncul di wajah tampan youngmin. “tapi untuk apa aku marah, karena itu memang kebenarannya, semua yang tertera di buku itu adalah kebenaran, sebuah perasaan yang tersurat dalam sebuah buku.. itu semua untukmu, dan itu adalah kebenaran yang harusnya kau ketahui..”

“aku—“

Lagi-lagi sooyeon menyela, “ssttt! Kau tidak perlu menjawabnya.. aku sudah puas dengan kau tahu perasaanku yang sebenarnya.. lagipula aku sudah tahu apa yang akan kau katakan padaku” sooyeon tersenyum pahit. “tapi, sooyeon aku—“

“semuanya, kembali ke tempat duduk masing-masing!” seru donghyun seonsaengnim. Dengan langkah berat youngmin berjalan ke bangkunya sendiri. ‘padahal aku juga mau jujur padamu sooyeon-ah..’ gumam youngmin.

“kita ulangan hari ini!!” lanjut donghyun seonsaengnim yang langsung membuat keadaan kelas ricuh, dan penuh dengan kata-kata protes.

Book of Death
In 3rd episode
Book of Death, Revealed

Saat pulang sekolah, sooyeon berjalan ke kelas kyuhyun, “oppa, kajja kita pulang!” ajak sooyeon. Kyuhyun pamitan pada teman-temannya dan langsung keluar kelas menghampiri dongsaengnya. Dengan tidak sengaja manik mata kyuhyun melirik seorang namja yang sedang memerhatikan sooyeon dari kejauhan.

“ya~ kau yakin mau pulang bersamaku ?” Tanya kyuhyun.

“ne, memangnya kenapa oppa ?”

“lalu bagaimana dengan namja mu ?”

“hah ?-,-“ kyuhyun menunjuk seorang namja dengan dagu nya. Sooyeon melihat pada arah yang ditunjukan oleh kyuhyun. Dan benar saja, di sana sooyeon melihat youngmin yang sedang memerhatikannya. “dia bukan namja ku oppa, kajja kita pulang!”

“kau yakin ? sepertinya dia diam seperti itu karena dia ingin pulang bersamamu lho~”

“oppa so’ tahu… untuk apa dia mau pulang bersamaku ? menyukaiku pun dia tidak..”

Mata kyuhyun langsung melotot, “jadi, kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?”

“secara tidak langsung sih iya..”

“maksudmu ?”

“dia membaca buku diary milikku yang tergeletak di meja..”

“lalu dia mengatakan apa padamu?”

“aku memintanya untuk tidak menjawab, karena kau tahu kalau dia memang tidak menyukaiku..” ucap sooyeon pesimis. Kyuhyun dengan santainya langsung menjitak kepala sooyeon dengan jitakan yang lumayan keras. “aish~ apo.. oppa jangan sembarangan menjitakku, kalau aku jadi bodoh dan tidak pintar lagi, oppa yang harus bertanggung jawab!”

“babo ! jangan pernah kau mengambil kesimpulan sendiri ! kau ingin menyesal ? au ingin menghancurkan harapan seseorang padamu ?” bentak kyuhyun. Untung saja keadaan sekolah sudah cukup sepi, hingga scene saling membentsk diantara adik-kakak itu tidak menjadi tontonan gratis. “oppa, mulutmu itu tida berpendidikan sekali, bisa pelankan suaramu ? aku jadi merasa sebagai tersangka  utama di sini” kata sooyeon so’ bijak yang dihadiahi jitakan keras dari kyuhyun.

“apo~” sooyeon mengusap kepalanya. Dari kejauhan, youngmin memerhatikan tingkah kakak beradik itu. Youngmin ingin sekali menghampiri mereka, tepatnya menghampiri sooyeon dan menariknya, melindunginya dari jitakan oppa nya. Tapi kaki youngmin terasa sangat kaku, dan serasa sulit untuk di gerakkan. Dan juga alasan lain, youngmin masih memiliki sedikit, ya, sedikit rasa takut pada sunbae, sekaligus oppa dari yeoja yang sebenarnya sangat ia cintai itu.

“oppa, kajja kita pulang..” ajak sooyeon lagi. “pulang saja bersama namja mu, oppa ada janji dengan seseorang” tolak kyuhyun, kali ini disertai dengan senyuman yang begitu manis. Sooyeon mengerutkan keningnya. “dengan yeojachingumu oppa ?” Tanya sooyeon dan kyuhyun mengangguk. Sooyeon benar-benr tidak percaya kalau oppa nya yang terkenal sangat jutek pada yeoja kini sudah memiliki yeojachingu. “he.. aku kira oppa akan menyendiri selamanya xD, yeoja seperti apa yang bisa menaklukkan evil kyu oppa ? apa malaikat berkostum iblis ? kekeke~”

“babo~! Daripada kau , jomblongenes(?)” ucap kyuhyun singkat sambil menonyor kening sooyeon. “aku pergi, kau bersenang-senanglah dengannya, arra ?” lanjut kyuhyun lalu berjalan memunggungi sooyeon, berjalan meninggalkan sooyeon secara perlahan.

Benar saja, setelah kyuhyun pergi meninggalkan sooyeon sendirian, youngmin mulai berjalan mendekati sooyeon. Sooyeon menyadari itu langsung gugup seketika. Gara-gara insiden siang tadi, sooyeon jadi sedikit gugup bila ada youngmin di dekatnya. Ia selalu merasa rendah diri jika youngmin ada di dekatnya, karena sooyeon sadar, ia adalah salah satu dari fangirl youngmin. Seorang fangirl yang memiliki perasaan yang lebih dari seorang fans pada idolanya.

Untuk meredakan rasa gugupnya itu, sooyeon berjalan agak cepat sebelum youngmin benar-benar berjalan mendekatinya. Youngmin sedikit lebih mempercapat langkah kakinya agar ia bisa menyusul langkah kaki sooyeon. “ya~! Sooyeon-ah! Chamkanman !” teriak youngmin, namun sooyeon tidak menoleh maupun menyahut. Youngmin kini berlari dan berhasil menggenggam erat tangan soyeon. Sooyeon menoleh dengan sedikit rasa gugup di hatinya. “waeyo ?” Tanya sooyeon dengan intonasi suara yang dibuat setenang mungkin. Youngmin terlihat sedang berusaha menstabilkan nafasnya.

“kenapa kau berjalan begitu cepat ?” Tanya youngmin yang tangannya semakin erat menggenggam tangan sooyeon. “apa kau sedang terburu-buru ?” Tanya youngmin lagi. “aku—“. Youngmin semakin menatap sooyeon, membuat sooyeon salah tingkah. “aku hanya .. aku.. aku hanya lapar dan aku ingin cepat berada di rumah” sooyeon beralasan. ‘alasan bodoh’ batin sooyeon. Kini youngmin tersenyum. “kebetulan” ucap youngmin singkat, padat dan tidak jelas.

“eh ?”

“kau lapar bukan ? aku juga sama”

“jadi ?”

“kau ikut denganku dan makan bersamaku ^^” kata youngmin lalu menarik tangan sooyeon ke kedai ramen di dekat sekolah mereka. Youngmin menarik tangan sooyeon begitu saja, hingga membuat yeoja itu tidak diberi kesempatan untuk menerima atau menolak ajakan youngmin. Dalam hatinya, sooyeon merasa sangat senang, karena kini ia bersama namja yang dicintainya. Walaupun sebenarnya hanya sooyeon yang mencintai youngmin dan youngmin sepertinya tidak memiliki perasaan apapun padanya, itu yang ada di benak sooyeon.

Mereka memilih tempat di sudut, karena di sana terdapat jendela yang membuat mereka masih bisa melihat orang yang berlalu-lalang di jalan raya. mereka melahap ramen dan sampai makanan mereka habis tidak ada yang memulai pembicaraan. “sooyeon-ah” panggil youngmin. Sooyeon mengangkat wajahnya dan menatap youngmin yang ada di hadapannya. Youngmin terlihat kebingungan dengan apa yang akan ia katakan pada sooyeon. Sooyeon kembali menundukan kepalanya dan dengan sigap youngmin memegang dagu sooyeon dan mengangkat wajahnya agar tetap memandang youngmin.

“ah mianhae..”

“kau ingin bicara apa ?” Tanya sooyeon.

“emm.. aku.. aku hanya ingin bertanya padamu, apa kau membenciku ?” Tanya youngmin.

“mwo ? untuk apa aku membencimu ?”

“itu, aku berpikir kau membenciku karena kau terlihat selalu bersikap dingin padaku dan kau jarang sekali menyapaku, tidak seperti pada orang lain.. dan juga, apa kau membenciku karena aku sengaja membaca buku diary mu?”

Sooyeon tersenyum simpul membuat youngmin sedikit tidak mengerti dengan senyuman sooyeon. “kau salah. Aku sama sekali tidak membencimu.. masalah aku jarang menyapamu dan aku bersikap dingin padamu, itu karena aku melihatmu terlihat begitu dingin terhadap siapa saja, jadi aku mengambil kesimpulan kau susah didekati karena kau seorang idola di sekolah, dan aku juga berpikir kau sama sekali tidak mengenaliku, dan aku juga sebenarnya terlalu gugup bila aku berada di dekatmu”

Kini youngmin juga tersenyum simpul. “kau juga salah, sebenarnya aku sudah mengenalimu sejak kau masuk ke sekolah ini, dan sudah lama aku memerhatikanmu”

“eh ? maksudmu ?”

“saranghae” kata youngmin. Satu kata itu membuat sooyeon membulatkan matanya, saking ia tidak percaya terhadap apa yang ia dengar. Lalu sooyeon tersenyum, senyuman yang dipaksakan. “kau jangan memberi harapan pada fangirl mu ini youngmin-ah”

Youngmin menaikkan sebelah alisnya, “kau tidak percaya padaku ?” sooyeon hanya memutar-mutar sedotan pada gelas yang masih berisi lemon juice. “molla~”

“kalau kau belum yakin, kau bisa Tanya pada oppa mu, oppa mu sudah mengetahui semuanya, bahkan sejak dulu..”

“jinja ?” youngmin mengangguk. “awalnya oppa mu menyuruhku untuk menjauhimu, tapi kini oppamu sepertinya sudah mengijinkanku untuk mendekatimu..” kata youngmin. “aku juga merasa sangat senang setelah membaca diary mu, ternyata kau memiliki perasaan yang sama denganku.. tapi, saat aku juga ingin memberitahukan perasaanku padamu, kau malah melarangku untuk menjawabnya” lanjutnya.

“mian, aku terlalu gugup..”

“jadi ?” Tanya youngmin meyakinkan.

“jadi apa ?”

Youngmin berdiri dari kursi nya dan memegang dagu sooyeon yang masih duduk di kursinya. Dengan gerakan cepat, youngmin mengarahkan wajahnya ke wajah sooyeon dan, chu~.. bibir youngmin menempel di bibir pink sooyeon. Sooyeon langsung tersadar dan langsung menjauhkan wajahnya dari wajah youngmin, melepaskan tangan youngmin yang memegang dagunya.

“mian, tapi aku benar-benar menginginkanmu..”

“setidaknya kau melakukan itu padaku harus tahu tempat ^^”

“jadi? Itu artinya—“ sooyeon mengangguk. Kini bibir youngmin membentuk sebuah senyuman bahagia.

Youngmin menarik tangan sooyeon keluar kedai dan mengajaknya ke taman yang tak jauh dari sana. Sooyeon duduk di ayunan, sedangkan youngmin berjongkok di depan sooyeon. Youngmin memegang kedua tangan sooyeon. “saranghae” ucap youngmin. “nado saranghae…” balas sooyeon. Youngmin sedikit berjinjit *sambil jongkok tuh, ngerti kan ?* dan kembali menempelkan bibirnya di bibir mungil milik sooyeon.

‘gomawo book of death..’ kata sooyeon dalam hatinya. Karena gara-gara isi buku itu terungkap, kini sooyeon bisa bersama dengan namja idola yang sangat dicintainya. Bisa memiliki namja itu untuknya sendiri.

 Kissing scene dintara mereka berlangsung cukup lama, mereka tidak memperdulikan orang yang berlalu lalang sambil memerhatikan mereka. Mungkin tenggelam dalam cinta itu seperti memiliki dunia ini. serasa dunia milik berdua.

Di dunia ini, kisah cinta tidak selalu seorang pangeran ditakdirkan bersama seorang putri bangsawan. Kisah cinta seperti kisah Cinderella pun bisa saja terjadi.

-end-

Gimana ?? kasih masukan ya ^^ kritik pedes pun saya terima, asal jangan bash ! inget ! kritik, bukan bash ! kalo bash, takut munculin flame war *takut*

0 komentar:

Posting Komentar

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template