Tittle : “Book of Death” |
chapter 3 | Book of Death, Revealed
(ending)
Author : Okky Oktavia
Rating : PG-13
Genre : AU, Romance
Length : chaptered (3 of 3)
Main cast : Jo YoungMin, Cho Sooyeon
(OC)
Support cast : Cho KyuHyun, Kim
DongHyun
Disclaimer : They was not my mine, they are belong to
themeselves. This story is mine
Warning : OOC, typo(s),
Badfic
R/R
Book of Death
In 3rd episode
Book of Death, Revealed
Previous chap~
Sooyeon masuk ke kelasnya dan
mendapati youngmin sedang membaca ‘book of death’ miliknya. Sooyeon
dengan langkah seribu menghampiri youngmin. Mereka bertemu pandang. Wajah
sooyeon berwarna merah padam, masih belum diketahui penyebabnya. Entah karena
malu atau marah. Author juga bingung *plakk*
“kau….!!!”
Book of Death
In 3rd episode
Book of Death, Revealed
“kau…..!!!” seru sooyeon sambil
menunjuk wajah youngmin dengan telunjuknya. Youngmin yang terkejut, reflek
mengangkat kedua tangannya seolah-olah dia sudah dikepung oleh polisi, dan book
of death milik sooyeon terjatuh ke lantai. “omo~ mian.. aku… aku… aku hanya—“
youngmin dengan susah payah akan memberikan pembelaan. Namun sooyeon menyela,
“ssssttt!!” sooyeon meletakkan jari telunjuknya yang tadi menunjuk youngmin di
bibir pinknya.
“kau tidak perlu setakut itu,
buku itu memang isinya tentangmu, semuanya, tanpa terkecuali” youngmin
menurunkan kembali tangannya, dan heran melihat reaksi sooyeon yang ternyata di
luar dugaan. “kau.. kau tidak err.. tidak marah padaku ?” Tanya youngmin hati-hati,
karena youngmin takut sooyeon memiliki sifat evil seperti oppa nya. Sooyeon
berjalan dan duduk di bangkunya sendiri, sedangkan youngmin berdiri di samping
bangku sooyeon.
“marah ? untuk apa aku marah ?”
“karena aku sudah membaca catatan
pribadimu.. seharusnya kau marah padaku..”
Sooyeon menghela nafasnya, “kau
benar, seharusnya aku marah padamu, marah besar..”
Ekspresi takut mulai kembali
muncul di wajah tampan youngmin. “tapi untuk apa aku marah, karena itu memang
kebenarannya, semua yang tertera di buku itu adalah kebenaran, sebuah perasaan
yang tersurat dalam sebuah buku.. itu semua untukmu, dan itu adalah kebenaran
yang harusnya kau ketahui..”
“aku—“
Lagi-lagi sooyeon menyela,
“ssttt! Kau tidak perlu menjawabnya.. aku sudah puas dengan kau tahu perasaanku
yang sebenarnya.. lagipula aku sudah tahu apa yang akan kau katakan padaku”
sooyeon tersenyum pahit. “tapi, sooyeon aku—“
“semuanya, kembali ke tempat
duduk masing-masing!” seru donghyun seonsaengnim. Dengan langkah berat youngmin
berjalan ke bangkunya sendiri. ‘padahal aku juga mau jujur padamu sooyeon-ah..’
gumam youngmin.
“kita ulangan hari ini!!” lanjut
donghyun seonsaengnim yang langsung membuat keadaan kelas ricuh, dan penuh
dengan kata-kata protes.
Book of Death
In 3rd episode
Book of Death, Revealed
Saat pulang sekolah, sooyeon
berjalan ke kelas kyuhyun, “oppa, kajja kita pulang!” ajak sooyeon. Kyuhyun
pamitan pada teman-temannya dan langsung keluar kelas menghampiri dongsaengnya.
Dengan tidak sengaja manik mata kyuhyun melirik seorang namja yang sedang
memerhatikan sooyeon dari kejauhan.
“ya~ kau yakin mau pulang
bersamaku ?” Tanya kyuhyun.
“ne, memangnya kenapa oppa ?”
“lalu bagaimana dengan namja mu
?”
“hah ?-,-“ kyuhyun menunjuk
seorang namja dengan dagu nya. Sooyeon melihat pada arah yang ditunjukan oleh
kyuhyun. Dan benar saja, di sana sooyeon melihat youngmin yang sedang
memerhatikannya. “dia bukan namja ku oppa, kajja kita pulang!”
“kau yakin ? sepertinya dia diam
seperti itu karena dia ingin pulang bersamamu lho~”
“oppa so’ tahu… untuk apa dia mau
pulang bersamaku ? menyukaiku pun dia tidak..”
Mata kyuhyun langsung melotot,
“jadi, kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?”
“secara tidak langsung sih iya..”
“maksudmu ?”
“dia membaca buku diary milikku
yang tergeletak di meja..”
“lalu dia mengatakan apa padamu?”
“aku memintanya untuk tidak
menjawab, karena kau tahu kalau dia memang tidak menyukaiku..” ucap sooyeon
pesimis. Kyuhyun dengan santainya langsung menjitak kepala sooyeon dengan
jitakan yang lumayan keras. “aish~ apo.. oppa jangan sembarangan menjitakku,
kalau aku jadi bodoh dan tidak pintar lagi, oppa yang harus bertanggung jawab!”
“babo ! jangan pernah kau
mengambil kesimpulan sendiri ! kau ingin menyesal ? au ingin menghancurkan harapan
seseorang padamu ?” bentak kyuhyun. Untung saja keadaan sekolah sudah cukup
sepi, hingga scene saling membentsk diantara adik-kakak itu tidak menjadi
tontonan gratis. “oppa, mulutmu itu tida berpendidikan sekali, bisa pelankan
suaramu ? aku jadi merasa sebagai tersangka
utama di sini” kata sooyeon so’ bijak yang dihadiahi jitakan keras dari
kyuhyun.
“apo~” sooyeon mengusap
kepalanya. Dari kejauhan, youngmin memerhatikan tingkah kakak beradik itu.
Youngmin ingin sekali menghampiri mereka, tepatnya menghampiri sooyeon dan
menariknya, melindunginya dari jitakan oppa nya. Tapi kaki youngmin terasa
sangat kaku, dan serasa sulit untuk di gerakkan. Dan juga alasan lain, youngmin
masih memiliki sedikit, ya, sedikit rasa takut pada sunbae, sekaligus oppa dari
yeoja yang sebenarnya sangat ia cintai itu.
“oppa, kajja kita pulang..” ajak
sooyeon lagi. “pulang saja bersama namja mu, oppa ada janji dengan seseorang”
tolak kyuhyun, kali ini disertai dengan senyuman yang begitu manis. Sooyeon
mengerutkan keningnya. “dengan yeojachingumu oppa ?” Tanya sooyeon dan kyuhyun
mengangguk. Sooyeon benar-benr tidak percaya kalau oppa nya yang terkenal
sangat jutek pada yeoja kini sudah memiliki yeojachingu. “he.. aku kira oppa
akan menyendiri selamanya xD, yeoja seperti apa yang bisa menaklukkan evil kyu
oppa ? apa malaikat berkostum iblis ? kekeke~”
“babo~! Daripada kau ,
jomblongenes(?)” ucap kyuhyun singkat sambil menonyor kening sooyeon. “aku
pergi, kau bersenang-senanglah dengannya, arra ?” lanjut kyuhyun lalu berjalan
memunggungi sooyeon, berjalan meninggalkan sooyeon secara perlahan.
Benar saja, setelah kyuhyun pergi
meninggalkan sooyeon sendirian, youngmin mulai berjalan mendekati sooyeon.
Sooyeon menyadari itu langsung gugup seketika. Gara-gara insiden siang tadi,
sooyeon jadi sedikit gugup bila ada youngmin di dekatnya. Ia selalu merasa
rendah diri jika youngmin ada di dekatnya, karena sooyeon sadar, ia adalah
salah satu dari fangirl youngmin. Seorang fangirl yang memiliki perasaan yang
lebih dari seorang fans pada idolanya.
Untuk meredakan rasa gugupnya
itu, sooyeon berjalan agak cepat sebelum youngmin benar-benar berjalan
mendekatinya. Youngmin sedikit lebih mempercapat langkah kakinya agar ia bisa
menyusul langkah kaki sooyeon. “ya~! Sooyeon-ah! Chamkanman !” teriak youngmin,
namun sooyeon tidak menoleh maupun menyahut. Youngmin kini berlari dan berhasil
menggenggam erat tangan soyeon. Sooyeon menoleh dengan sedikit rasa gugup di
hatinya. “waeyo ?” Tanya sooyeon dengan intonasi suara yang dibuat setenang
mungkin. Youngmin terlihat sedang berusaha menstabilkan nafasnya.
“kenapa kau berjalan begitu cepat
?” Tanya youngmin yang tangannya semakin erat menggenggam tangan sooyeon. “apa
kau sedang terburu-buru ?” Tanya youngmin lagi. “aku—“. Youngmin semakin
menatap sooyeon, membuat sooyeon salah tingkah. “aku hanya .. aku.. aku hanya
lapar dan aku ingin cepat berada di rumah” sooyeon beralasan. ‘alasan bodoh’
batin sooyeon. Kini youngmin tersenyum. “kebetulan” ucap youngmin singkat,
padat dan tidak jelas.
“eh ?”
“kau lapar bukan ? aku juga sama”
“jadi ?”
“kau ikut denganku dan makan
bersamaku ^^” kata youngmin lalu menarik tangan sooyeon ke kedai ramen di dekat
sekolah mereka. Youngmin menarik tangan sooyeon begitu saja, hingga membuat
yeoja itu tidak diberi kesempatan untuk menerima atau menolak ajakan youngmin.
Dalam hatinya, sooyeon merasa sangat senang, karena kini ia bersama namja yang
dicintainya. Walaupun sebenarnya hanya sooyeon yang mencintai youngmin dan
youngmin sepertinya tidak memiliki perasaan apapun padanya, itu yang ada di
benak sooyeon.
Mereka memilih tempat di sudut,
karena di sana terdapat jendela yang membuat mereka masih bisa melihat orang
yang berlalu-lalang di jalan raya. mereka melahap ramen dan sampai makanan
mereka habis tidak ada yang memulai pembicaraan. “sooyeon-ah” panggil youngmin.
Sooyeon mengangkat wajahnya dan menatap youngmin yang ada di hadapannya.
Youngmin terlihat kebingungan dengan apa yang akan ia katakan pada sooyeon.
Sooyeon kembali menundukan kepalanya dan dengan sigap youngmin memegang dagu
sooyeon dan mengangkat wajahnya agar tetap memandang youngmin.
“ah mianhae..”
“kau ingin bicara apa ?” Tanya
sooyeon.
“emm.. aku.. aku hanya ingin
bertanya padamu, apa kau membenciku ?” Tanya youngmin.
“mwo ? untuk apa aku membencimu
?”
“itu, aku berpikir kau membenciku
karena kau terlihat selalu bersikap dingin padaku dan kau jarang sekali
menyapaku, tidak seperti pada orang lain.. dan juga, apa kau membenciku karena
aku sengaja membaca buku diary mu?”
Sooyeon tersenyum simpul membuat
youngmin sedikit tidak mengerti dengan senyuman sooyeon. “kau salah. Aku sama
sekali tidak membencimu.. masalah aku jarang menyapamu dan aku bersikap dingin
padamu, itu karena aku melihatmu terlihat begitu dingin terhadap siapa saja,
jadi aku mengambil kesimpulan kau susah didekati karena kau seorang idola di
sekolah, dan aku juga berpikir kau sama sekali tidak mengenaliku, dan aku juga
sebenarnya terlalu gugup bila aku berada di dekatmu”
Kini youngmin juga tersenyum
simpul. “kau juga salah, sebenarnya aku sudah mengenalimu sejak kau masuk ke
sekolah ini, dan sudah lama aku memerhatikanmu”
“eh ? maksudmu ?”
“saranghae” kata youngmin. Satu
kata itu membuat sooyeon membulatkan matanya, saking ia tidak percaya terhadap
apa yang ia dengar. Lalu sooyeon tersenyum, senyuman yang dipaksakan. “kau
jangan memberi harapan pada fangirl mu ini youngmin-ah”
Youngmin menaikkan sebelah
alisnya, “kau tidak percaya padaku ?” sooyeon hanya memutar-mutar sedotan pada
gelas yang masih berisi lemon juice. “molla~”
“kalau kau belum yakin, kau bisa
Tanya pada oppa mu, oppa mu sudah mengetahui semuanya, bahkan sejak dulu..”
“jinja ?” youngmin mengangguk. “awalnya
oppa mu menyuruhku untuk menjauhimu, tapi kini oppamu sepertinya sudah
mengijinkanku untuk mendekatimu..” kata youngmin. “aku juga merasa sangat
senang setelah membaca diary mu, ternyata kau memiliki perasaan yang sama
denganku.. tapi, saat aku juga ingin memberitahukan perasaanku padamu, kau
malah melarangku untuk menjawabnya” lanjutnya.
“mian, aku terlalu gugup..”
“jadi ?” Tanya youngmin meyakinkan.
“jadi apa ?”
Youngmin berdiri dari kursi nya
dan memegang dagu sooyeon yang masih duduk di kursinya. Dengan gerakan cepat,
youngmin mengarahkan wajahnya ke wajah sooyeon dan, chu~.. bibir youngmin
menempel di bibir pink sooyeon. Sooyeon langsung tersadar dan langsung
menjauhkan wajahnya dari wajah youngmin, melepaskan tangan youngmin yang
memegang dagunya.
“mian, tapi aku benar-benar
menginginkanmu..”
“setidaknya kau melakukan itu
padaku harus tahu tempat ^^”
“jadi? Itu artinya—“ sooyeon
mengangguk. Kini bibir youngmin membentuk sebuah senyuman bahagia.
Youngmin menarik tangan sooyeon
keluar kedai dan mengajaknya ke taman yang tak jauh dari sana. Sooyeon duduk di
ayunan, sedangkan youngmin berjongkok di depan sooyeon. Youngmin memegang kedua
tangan sooyeon. “saranghae” ucap youngmin. “nado saranghae…” balas sooyeon. Youngmin
sedikit berjinjit *sambil jongkok tuh, ngerti kan ?* dan kembali menempelkan
bibirnya di bibir mungil milik sooyeon.
‘gomawo book of death..’
kata sooyeon dalam hatinya. Karena gara-gara isi buku itu terungkap, kini
sooyeon bisa bersama dengan namja idola yang sangat dicintainya. Bisa memiliki
namja itu untuknya sendiri.
Kissing scene dintara mereka berlangsung cukup
lama, mereka tidak memperdulikan orang yang berlalu lalang sambil memerhatikan
mereka. Mungkin tenggelam dalam cinta itu seperti memiliki dunia ini. serasa
dunia milik berdua.
Di dunia ini, kisah cinta tidak
selalu seorang pangeran ditakdirkan bersama seorang putri bangsawan. Kisah cinta
seperti kisah Cinderella pun bisa saja terjadi.
-end-
Gimana ?? kasih masukan ya ^^
kritik pedes pun saya terima, asal jangan bash ! inget ! kritik, bukan bash !
kalo bash, takut munculin flame war *takut*

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^