Selasa, 24 April 2012

FF | Jeosong haeyo, appa (I’m sorry, dad) | ficlet


Tittle : Jeosong haeyo, appa (I’m sorry, dad)
Author : Okky oktavia
Rating : PG
Genre : famil
Length : ficlet
Main cast : Kim JoonMyun (Suho EXO-K), Kim MyunHee(OC)
Other cast : will appear over the story ^^
Disclaimer : semua main cast milik author #digampar
Warning[!] : OC, OOC, Badfic, typo[s]
Summary : “jeoseong haeyo appa.. aku terlalu egois, aku terlalu memikirkan diri sendiri dan juga kesenangan ku, seharusnya aku lebih mementingkan appa.. bodohnya aku, seharusnya aku meneladani idolaku yang mementingkan appa mereka.. kenapa aku seperti ini, jebal, jeoseonghaeyo, appa..”

**


“hey~! Lihat ini, aku sudah mendapatkan tiket konser Super Junior dan juga EXO” seorang yeoja dengan penampilan yang ‘wah’ yang menunjukkan dia adalah orang berada. Yeoja itu mengibas-ngibaskan selembar tiket kepada teman-temannya. “ya~! Seharusnya kau tidak perlu pamer seperti itu lee hyeri.. kau pikir aku juga tidak punya ? haha.. aku juga punya..” sahut gyuri pada hyeri sambil memamerkan tiket VIP miliknya, gyuri menunjukkan tiket konsernya, namun tidak dengan kim myunhee yang sedari tadi hanya bungkam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

“myunhee-ah? Kau tidak menonton ? bukankah kau sangat ingin melihat donghae oppa dan juga baekhyun oppa eoh ?” Tanya gyuri dan disertai dengan pandangan penuh Tanya dari hyeri, yang notabene adalah sahabat myunhee.

Myunhee hanya tersenyum pahit. Ia ragu, jika ia mengatakan akan menonton, ia belum mempunyai tiket, dan jika ia meminta pada appa nya, kim joonmyun, pasti ia tidak akan diberikan, dan juga tidak akan diizinkan. Karena appa myunhee hanyalah seorang buruh pabrik yang penghasilannya hanya cukup untuk makan, biaya sekolah myunhee, dan juga biaya untuk pengobatan penyakit asma appanya.

Myunhee berpikir keras saat itu. Ia ingin menonton konser, tapi itu akan mengorbankan appa nya, satu-satunya yang ia miliki di sunia ini, karena eomma myunhee meninggalkannya demi selingkuhannya. Dan jika ia lebih mementingkan appa nya, myunhee pasti iri dengan temannya yang bisa menonton konser dengan sangat mudah.

Setelah berpikir agak lama, myunhee engangguk di depan teman-temannya. “ne, aku akan menonton” jawab myunhee, sebenarnya masih ada perasaan ragu di hati nya. “kalau begitu nanti kita berangkat bersama ya^^” ajak hyeri dan dijawab oleh anggukan dari myunhee dan gyuri.

**

“appa, apa appa mempunyai uang ?” Tanya myunhee hati-hati.

“untuk apa anakku ?” joonmyun bertanya balik pada anaknya setelah ia berhasil meminum obat untuk menyembuhkan sakitnya. “aku ingin menonton konser super junior dan exo, appa!” pinta myunhee dengan intonasi sedikit memaksa. Joonmyun menyimpan gelas yang tadi ia pegang di meja makan. Joonmyun tersenyum lembut pada anaknya. “myunhee sayang, kau mengerti keadaan ekonomi keluarga kita seperti apa ? bisa makan, membayar biaya sekolah dan juga untuk pengobatan appa, kita sudah beruntung.. appa tidak mau membuang uang hanya untuk menonton konser, coba bayangkan olehmu uang sebesar itu bisa digunakan untuk biaya kuliahmu nanti..”

Myunhee menatap appa nya tajam, dengan cairan bening yang sedikit lagi akan tumpah membasahi pipinya. “appa bohong jika appa menyayangiku ! kalau appa menyayangiku saharusnya appa bisa menuruti apa yang aku minta! Aku benci appa! Aku benci keadaanku yang seperti ini! aku bosan hidup seperti ini ! aku ingin seperti hyeri, gyuri, mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan mudah!” myunhee menghentakkan kakinya dan berlari ke kamarnya. Myunhee mengunci kamarnya, ia sangat tidak ingin meihat appa nya yang tidak bisa mengabulkan apa yang ia inginkan.

“myunhee, maafkan appa.. buka pintunya sayang.. appa begini karena appa menyayangimu, ayolah, jangan seperti itu” joonmyun mengetuk pintu kamar anaknya, dan perkataannya tidak dipedulikan oleh anaknya sendiri. Sakit, memang sakit.

Joonmyun berjalan dengan perasaan yang sangat sedih. “aku harus bagaimana untuk menyenangkan perasaan putriku ? aku membuat anakku sendiri sedih seperti ini, padahal aku selalu berjanji untuk membuatnya selalu bahagia.. aku orang tua yang gagal.. myunhee, mianhae.. appa akan berusaha mencari uang agar kau bisa menonton konser idola mu..”

**

Sudah 4 hari myunhee mngurung diri di kamar. Joonmyun semakin khawatir dengan keadaan anaknya. Joonmyun berjalan keluar rumah dan berjalan menuju tempat kerjanya. Joonmyun berharap ia akan diberikan pinjaman uang dari bos nya.

Setelah sampai, joonmyun langsung mengetuk pintu ruangan bos nya. “masuk” sahut seseorang di dalam ruangan dengan suara beratnya. Joonmyun membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan bos nya. “ada apa joonmyun-ah ?” Tanya kris sajjangnim. “sajjangnim, mianhae bila ini lancing, tapi apakah aku boleh mendapatkn pinjaman uang ?”

Kris mengerutkan dahi nya, “duduklah dulu” perintah kris dengan suaranya yang berat. Joonmyun menuruti apa yang diperintahkan atasannya. “kau membutuhkan berapa, joonmyun-ah ?” Tanya kris, kali ini dengan senyumannya. “aku hanya membutuhkan uang untuk membelikan tiket konser untuk anakku, dia mengurung diri di kamarnya selama 4 hari terakhir gara-gara aku tidak bisa membelikannya tiket seperti yang ia inginkan” jelas joonmyun dengan ekspresi yang sedih.

Kris memberikan selembar amplop cokelat pada joonmyun. “aku akan membayarnya secepat aku mampu, sajjangnim” ujar joonmyun sambil berdiri dan membungkukkan badannya. dan joonmyun pamit pada atasannya.

Joonmyun kembali ke rumahnya dan langsung menghampiri kamar anaknya. “myunhee-ah, buka pintunya nak” tidak ada sahutan dari dalam. “myunhee, jebal.. buka pintunya..”

“aku akan membukakan pintunya jika appa sudah mendapatkan tiket konser untukku !” sahut myunhee. Joonmyun kembali tertunduk. Ia berpikir. Persediaan obat untuk penyakitnya sudah habis. Uang pun hanya cukup untuk membelikan tiket untuk myunhee. Joonmyun tidak mau kalau ia sampai kembali lagi ke kantor kris hanya untuk meminjam uang lebih banyak lagi. “aku ingin anakku senang!” tekad joonmyun.

Joonmyun pergi ke tempat penjualan tiket. Ia melihat antrian yang cukup panjang. dengan nekat ia menerobos antrian, dan tak jarang joonmyun mendapatkan makian dari anak-anak muda yang sedang mengantri. “aku beli satu tiket VIP” ucap joonmyun matap. “maaf tuan, tapi anda harus mengantri”

“ayolah.. ini demi anakku, sudah 4 hari dia mengurung di kamarnya. Hanya dengan selembar tiket ini ia baru mau keluar dari kamarnya” pinta joonmyun dengan air mata yang sudah mengalir, membuat anak sungai di pipi tirusnya. “sekali lagi, maaf, tapi anda harus mengantri seperti yang lainnya..”

Joonmyun merasa nafasnya begitu sesak. Penyakitnya kambuh. Ia terus mencoba berbicara, namun ia tak kuasa. Joonmyun ambruk, dan pamdangan joonmyun kabur, setelah itu pandangannya benar-benar gelap. Ia pingsan.

Semua orang di sana menghampiri joonmyun dan mengangkat tubuh kurus joonmyun. Seseoang dari mereka memanggil ambulance, dan joonmyun dilarikan ke rumah sakit.

Di rumah sakit, joonmyun dirawat dengan baik, sampai keadaannya sekarang sedikit membaik, namun beberapa alat rumah sakit masih menempel di tubuh kurusnya.

‘BRAKK’ pintu ruangan di mana joonmyun dirawat terbuka dengan keras. Joonmyun kaget dan melihat dengan ekor matanya, ia melihat putri kesayangannya dengan ekspresi khawatir yag tergambar jelas di wajah myunhee.

“appa, gwenchana ?” Tanya myunhee khawatir sambil memegangi tangan appa nya. Joonmyun hanya tersenyum tipis. “kau tahu appa di sini ?” Tanya joonmyun dengan suara yang lembut, penuh kasih sayang. “tadi nomor appa memanggil ke nomorku, dan seseorang yang memakai handphone appa mengatakan kalau appa pingsan dan dirawat di rumah sakit, jeoseonghaeyo appa, ini salahku” myunhee menangis. “sudahlah.. appa baik-baik saja.. jangan menangis seperti itu.. kau lebih cantik bila tersneyum.. tersenyumlah untuk appa..” myunhee mencoba tersenyum walaupun ia sulit melakukannya.

Tangan lemah joonmyun meraih amplop cokelat yang ternyata ada di meja di samping ranjangnya. “ini..” myunhee melihat amplop itu dengan ekspresi penuh Tanya.  “ini apa, appa ?”

“belilah tiket, itu uang yang appa pinjam dari kris sajjangnim” sahut joonmyun dengan suara yang lemah. Myunhee menggeleng cepat. “ani! Lebih baik aku menggunakan uang ini untuk pengobatan appa!”

“appa baik-baik saja myunhee-ah, pergilah.. belilah tiket dengan uang itu.. appa bahagia jika kau bahagia” myunhee menggeleng cepat.

“jeoseong haeyo appa.. aku terlalu egois, aku terlalu memikirkan diri sendiri dan juga kesenangan ku, seharusnya aku lebih mementingkan appa.. bodohnya aku, seharusnya aku meneladani idolaku yang mementingkan appa mereka.. kenapa aku seperti ini, jebal, jeoseonghaeyo, appa..” myunhee menangis semakin keras, dan air matanya semakin deras membasahi wajah cantiknya yang begitu mirip dengan joonmyun. Myunhee menangis dengan membenamkan kepalanya di dada appanya.

Joonmyun mengelus kepala anaknya penuh kasih sayang. “gwenchana..”

Myunhee mengangkat kepalanya, “sudah kuputuskan aku akan menggunakan uang ini untuk kesembuhan appa! Appa jangan menolak!”

Joonmyun hanya tersenyum, senyuman favorit myunhee. “kau yakin myunhee-ah ? kau tidak akan menyesal menggunakan uang itu untuk kesembuhan appa ?”

Myunhee mnggeleng lagi, “appa lebih penting untukku dibandingkan konser itu! Appa adalah satu-satunya orang yang paing aku sayangi di dunia ini, aku tidak akan menyesal.. aku pasti menyesal jika aku menggunakan uang itu untuk sesuatu yang tidak penting”

“gomawo, myunhee”

“ani appa, gomawo..” myunhee memeluk tubuh appa nya yang terbaring di ranjang rumah sakit. Yang keadaannya jauh lebih membaik setelah myunhee berkata kalau appa nya adalah yang paling penting untuk dirinya.

end

0 komentar:

Posting Komentar

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template