Tittle :
Jeosong haeyo, appa (I’m sorry, dad)
Author : Okky oktavia
Rating : PG
Genre : famil
Length : ficlet
Main cast : Kim JoonMyun (Suho EXO-K), Kim MyunHee(OC)
Other cast : will appear over the story ^^
Disclaimer : semua main cast milik author #digampar
Warning[!] : OC, OOC, Badfic, typo[s]
Summary : “jeoseong haeyo appa.. aku terlalu egois, aku terlalu
memikirkan diri sendiri dan juga kesenangan ku, seharusnya aku lebih
mementingkan appa.. bodohnya aku, seharusnya aku meneladani idolaku yang mementingkan
appa mereka.. kenapa aku seperti ini, jebal, jeoseonghaeyo, appa..”
**
“hey~! Lihat ini, aku sudah
mendapatkan tiket konser Super Junior dan juga EXO” seorang yeoja dengan
penampilan yang ‘wah’ yang menunjukkan dia adalah orang berada. Yeoja itu
mengibas-ngibaskan selembar tiket kepada teman-temannya. “ya~! Seharusnya kau
tidak perlu pamer seperti itu lee hyeri.. kau pikir aku juga tidak punya ?
haha.. aku juga punya..” sahut gyuri pada hyeri sambil memamerkan tiket VIP
miliknya, gyuri menunjukkan tiket konsernya, namun tidak dengan kim myunhee
yang sedari tadi hanya bungkam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
“myunhee-ah? Kau tidak menonton ?
bukankah kau sangat ingin melihat donghae oppa dan juga baekhyun oppa eoh ?”
Tanya gyuri dan disertai dengan pandangan penuh Tanya dari hyeri, yang notabene
adalah sahabat myunhee.
Myunhee hanya tersenyum pahit. Ia
ragu, jika ia mengatakan akan menonton, ia belum mempunyai tiket, dan jika ia
meminta pada appa nya, kim joonmyun, pasti ia tidak akan diberikan, dan juga
tidak akan diizinkan. Karena appa myunhee hanyalah seorang buruh pabrik yang
penghasilannya hanya cukup untuk makan, biaya sekolah myunhee, dan juga biaya
untuk pengobatan penyakit asma appanya.
Myunhee berpikir keras saat itu. Ia
ingin menonton konser, tapi itu akan mengorbankan appa nya, satu-satunya yang
ia miliki di sunia ini, karena eomma myunhee meninggalkannya demi
selingkuhannya. Dan jika ia lebih mementingkan appa nya, myunhee pasti iri
dengan temannya yang bisa menonton konser dengan sangat mudah.
Setelah berpikir agak lama, myunhee
engangguk di depan teman-temannya. “ne, aku akan menonton” jawab myunhee,
sebenarnya masih ada perasaan ragu di hati nya. “kalau begitu nanti kita
berangkat bersama ya^^” ajak hyeri dan dijawab oleh anggukan dari myunhee dan
gyuri.
**
“appa, apa appa mempunyai uang ?”
Tanya myunhee hati-hati.
“untuk apa anakku ?” joonmyun
bertanya balik pada anaknya setelah ia berhasil meminum obat untuk menyembuhkan
sakitnya. “aku ingin menonton konser super junior dan exo, appa!” pinta myunhee
dengan intonasi sedikit memaksa. Joonmyun menyimpan gelas yang tadi ia pegang
di meja makan. Joonmyun tersenyum lembut pada anaknya. “myunhee sayang, kau
mengerti keadaan ekonomi keluarga kita seperti apa ? bisa makan, membayar biaya
sekolah dan juga untuk pengobatan appa, kita sudah beruntung.. appa tidak mau
membuang uang hanya untuk menonton konser, coba bayangkan olehmu uang sebesar
itu bisa digunakan untuk biaya kuliahmu nanti..”
Myunhee menatap appa nya tajam,
dengan cairan bening yang sedikit lagi akan tumpah membasahi pipinya. “appa
bohong jika appa menyayangiku ! kalau appa menyayangiku saharusnya appa bisa
menuruti apa yang aku minta! Aku benci appa! Aku benci keadaanku yang seperti
ini! aku bosan hidup seperti ini ! aku ingin seperti hyeri, gyuri, mereka bisa
mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan mudah!” myunhee menghentakkan
kakinya dan berlari ke kamarnya. Myunhee mengunci kamarnya, ia sangat tidak
ingin meihat appa nya yang tidak bisa mengabulkan apa yang ia inginkan.
“myunhee, maafkan appa.. buka
pintunya sayang.. appa begini karena appa menyayangimu, ayolah, jangan seperti
itu” joonmyun mengetuk pintu kamar anaknya, dan perkataannya tidak dipedulikan
oleh anaknya sendiri. Sakit, memang sakit.
Joonmyun berjalan dengan perasaan
yang sangat sedih. “aku harus bagaimana untuk menyenangkan perasaan putriku ?
aku membuat anakku sendiri sedih seperti ini, padahal aku selalu berjanji untuk
membuatnya selalu bahagia.. aku orang tua yang gagal.. myunhee, mianhae.. appa
akan berusaha mencari uang agar kau bisa menonton konser idola mu..”
**
Sudah 4 hari myunhee mngurung diri
di kamar. Joonmyun semakin khawatir dengan keadaan anaknya. Joonmyun berjalan
keluar rumah dan berjalan menuju tempat kerjanya. Joonmyun berharap ia akan
diberikan pinjaman uang dari bos nya.
Setelah sampai, joonmyun langsung
mengetuk pintu ruangan bos nya. “masuk” sahut seseorang di dalam ruangan dengan
suara beratnya. Joonmyun membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan bos nya. “ada
apa joonmyun-ah ?” Tanya kris sajjangnim. “sajjangnim, mianhae bila ini
lancing, tapi apakah aku boleh mendapatkn pinjaman uang ?”
Kris mengerutkan dahi nya, “duduklah
dulu” perintah kris dengan suaranya yang berat. Joonmyun menuruti apa yang
diperintahkan atasannya. “kau membutuhkan berapa, joonmyun-ah ?” Tanya kris,
kali ini dengan senyumannya. “aku hanya membutuhkan uang untuk membelikan tiket
konser untuk anakku, dia mengurung diri di kamarnya selama 4 hari terakhir
gara-gara aku tidak bisa membelikannya tiket seperti yang ia inginkan” jelas
joonmyun dengan ekspresi yang sedih.
Kris memberikan selembar amplop
cokelat pada joonmyun. “aku akan membayarnya secepat aku mampu, sajjangnim”
ujar joonmyun sambil berdiri dan membungkukkan badannya. dan joonmyun pamit pada
atasannya.
Joonmyun kembali ke rumahnya dan
langsung menghampiri kamar anaknya. “myunhee-ah, buka pintunya nak” tidak ada
sahutan dari dalam. “myunhee, jebal.. buka pintunya..”
“aku akan membukakan pintunya jika
appa sudah mendapatkan tiket konser untukku !” sahut myunhee. Joonmyun kembali
tertunduk. Ia berpikir. Persediaan obat untuk penyakitnya sudah habis. Uang pun
hanya cukup untuk membelikan tiket untuk myunhee. Joonmyun tidak mau kalau ia
sampai kembali lagi ke kantor kris hanya untuk meminjam uang lebih banyak lagi.
“aku ingin anakku senang!” tekad joonmyun.
Joonmyun pergi ke tempat penjualan
tiket. Ia melihat antrian yang cukup panjang. dengan nekat ia menerobos
antrian, dan tak jarang joonmyun mendapatkan makian dari anak-anak muda yang
sedang mengantri. “aku beli satu tiket VIP” ucap joonmyun matap. “maaf tuan,
tapi anda harus mengantri”
“ayolah.. ini demi anakku, sudah 4
hari dia mengurung di kamarnya. Hanya dengan selembar tiket ini ia baru mau
keluar dari kamarnya” pinta joonmyun dengan air mata yang sudah mengalir,
membuat anak sungai di pipi tirusnya. “sekali lagi, maaf, tapi anda harus
mengantri seperti yang lainnya..”
Joonmyun merasa nafasnya begitu
sesak. Penyakitnya kambuh. Ia terus mencoba berbicara, namun ia tak kuasa.
Joonmyun ambruk, dan pamdangan joonmyun kabur, setelah itu pandangannya
benar-benar gelap. Ia pingsan.
Semua orang di sana menghampiri
joonmyun dan mengangkat tubuh kurus joonmyun. Seseoang dari mereka memanggil
ambulance, dan joonmyun dilarikan ke rumah sakit.
Di rumah sakit, joonmyun dirawat
dengan baik, sampai keadaannya sekarang sedikit membaik, namun beberapa alat
rumah sakit masih menempel di tubuh kurusnya.
‘BRAKK’ pintu ruangan di mana
joonmyun dirawat terbuka dengan keras. Joonmyun kaget dan melihat dengan ekor
matanya, ia melihat putri kesayangannya dengan ekspresi khawatir yag tergambar
jelas di wajah myunhee.
“appa, gwenchana ?” Tanya myunhee
khawatir sambil memegangi tangan appa nya. Joonmyun hanya tersenyum tipis. “kau
tahu appa di sini ?” Tanya joonmyun dengan suara yang lembut, penuh kasih
sayang. “tadi nomor appa memanggil ke nomorku, dan seseorang yang memakai
handphone appa mengatakan kalau appa pingsan dan dirawat di rumah sakit,
jeoseonghaeyo appa, ini salahku” myunhee menangis. “sudahlah.. appa baik-baik
saja.. jangan menangis seperti itu.. kau lebih cantik bila tersneyum..
tersenyumlah untuk appa..” myunhee mencoba tersenyum walaupun ia sulit
melakukannya.
Tangan lemah joonmyun meraih amplop
cokelat yang ternyata ada di meja di samping ranjangnya. “ini..” myunhee
melihat amplop itu dengan ekspresi penuh Tanya.
“ini apa, appa ?”
“belilah tiket, itu uang yang appa
pinjam dari kris sajjangnim” sahut joonmyun dengan suara yang lemah. Myunhee
menggeleng cepat. “ani! Lebih baik aku menggunakan uang ini untuk pengobatan
appa!”
“appa baik-baik saja myunhee-ah,
pergilah.. belilah tiket dengan uang itu.. appa bahagia jika kau bahagia”
myunhee menggeleng cepat.
“jeoseong haeyo appa.. aku terlalu
egois, aku terlalu memikirkan diri sendiri dan juga kesenangan ku, seharusnya
aku lebih mementingkan appa.. bodohnya aku, seharusnya aku meneladani idolaku
yang mementingkan appa mereka.. kenapa aku seperti ini, jebal, jeoseonghaeyo,
appa..” myunhee menangis semakin keras, dan air matanya semakin deras membasahi
wajah cantiknya yang begitu mirip dengan joonmyun. Myunhee menangis dengan
membenamkan kepalanya di dada appanya.
Joonmyun mengelus kepala anaknya
penuh kasih sayang. “gwenchana..”
Myunhee mengangkat kepalanya, “sudah
kuputuskan aku akan menggunakan uang ini untuk kesembuhan appa! Appa jangan
menolak!”
Joonmyun hanya tersenyum, senyuman
favorit myunhee. “kau yakin myunhee-ah ? kau tidak akan menyesal menggunakan
uang itu untuk kesembuhan appa ?”
Myunhee mnggeleng lagi, “appa lebih
penting untukku dibandingkan konser itu! Appa adalah satu-satunya orang yang
paing aku sayangi di dunia ini, aku tidak akan menyesal.. aku pasti menyesal
jika aku menggunakan uang itu untuk sesuatu yang tidak penting”
“gomawo, myunhee”
“ani appa, gomawo..” myunhee memeluk
tubuh appa nya yang terbaring di ranjang rumah sakit. Yang keadaannya jauh
lebih membaik setelah myunhee berkata kalau appa nya adalah yang paling penting
untuk dirinya.
end

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^