Tittle : my friend, you’re the most important
Author : Okky Oktavia
Rating : G
Genre : AU, friendship
Main cast : Song EunBin, Chen, Kai
Support cast :
Length : oneshot
Disclaimer : They was not my mine, they are belong to themeselves
Warning : OC, OOC, typo(s)
**
Beginikah kisah cintaku pada akhirnya ? apa aku tidak pantas untuk merasakan cinta ? atau aku memang orang yang selalu tidak beruntung dalam masalah cinta ? kenapa nasibku seperti ini ?. apakah ada seorang yeoja yang benar-benar mencintaiku setulus hatinya?. Aku harap ada..
Sakit yang kurasakan aku rasa akan terus membekas di hatiku. Seperti seseorang yang sudah membuat lubang yang begitu besar dan dalam, dan tidak menutupnya kembali. Yah.. perasaanku bisa digambarkan seperti itu sekarang. Tapi aku teringat perkataanku sendiri pada eunbin. perasaan itu memang tidak bisa dipaksakan. Aku tidak bisa seenaknya menyuruh seseorang untuk mencintaiku begitu saja.
Aku sadar cinta itu memang tidak perlu memiliki. Tapi rasa ingin memiliki itu pasti ada, dan itu wajar adanya. Seperti aku yang memang sangat menginginkan seorang song eunbin yang ternyata lebih menyukai sahabatku sendiri, aku benar-benar menginginkannya, namun apa boleh buat. Aku tidak bisa memaksanya untuk tetap di sisiku. Aku rela ia tidak bersamaku dan lebih memilih untuk bersama sahabatku dengan satu syarat, asalkan dia bahagia. Asalkan eunbin bahagia dengan orang yang dicintainya aku pun ikut bahagia.
If you’re happy, I will be happy
**
Berakhir ? benar. Semuanya berakhir. Chen yang menginginkan kebahagiaan, yang ditemuinya sekarang adalah kekecewaan dan juga penyesalan ? yah.. sedikit penyesalan karena chen merasa salah memilih pasangan. Chen terus berusaha menjadi seorang namja yang kuat. Chen tidak pernah menangis karena ia ditinggalkan eunbin. chen berprinsip bahwa masih banyak yeoja di luar sana yang bisa mencintai chen apa adanya.
Walaupun prinsip chen patut diaungi jempol, akan tetapi ia juga manusia, manusia yang memiliki perasaan. Dikhianati, disakiti itu tidak mudah memulihkannya. Walaupun semua orang mengatakan semua penyakit ada obatnya, tapi sakit hati ? apakah sabar bisa jadi obatnya ?. ya, chen bersabar menghadapi ujian yang tuhan anugerahkan kepadanya. Chen sedikit merelakan eunbin, karena mungkin eunbin bukan takdir chen dan juga mungkin eunbin bukan yang terbaik untuk chen.
“semuanya berakhir.. aku harus bersedih atau aku harus bersyukur ?” chen berbicara sendiri sambil menatap langit-langit kamarnya. Suasana malam sangat sepi, seolah mendukung chen untuk berpikir lebih tenang. “mungkin eunbin dan kai.. mereka mungkin sudah bersama.. aku harus senang atau aku harus kecewa ?” chen memeluk guling yang ada di samping tubuhnya. “ani.. aku tidak boleh seperti ini! bagaimanapun, eunbin dan kai adalah orang yang berharga bagiku! Aku harus bahagia, jika mereka terutama eunbin bahagia… tapi, aku rasa itu kata-kata orang yang munafik.. mana mungkin aku bahagia bila melihat orang yang aku cintai bahagia bersama namja selain diriku ?” chen menggaruk kepalanya, frustasi.
Chen pov
Kupikirkan kembali kata-kataku barusan. Mungkin aku memang tidak benar-benar bahagia, tapi melihat orang yang berharga bagiku bahagia, aku rasa itu sudah cukup membuatku tersenyum walau hati ini berkata berlainan.
Kai, eunbin, jika kalian memang bersama.. aku akan tersenyum untuk kebahagiaan kalian. Setulus hati aku ingin mengucapkan kata selamat kepada kalian.
Author pov
Chen menutup matanya dan mengharapkan ia akan merasakan kebahagiaan di dalam mimpinya walaupun hanya sesaat. Dan merasakan kebahagiaan esok hari.
**
“chen !” teriak seorang namja yang suaranya sangat familiar di telinga chen. Chen yang sedang berjalan menuju sekolah seketika menghentikan langkahnya dan menoleh. Lalu chen tersenyum dan melambaikan tangan pada orang yang memanggilnya, kai.
Kai sudah ada di hadapan chen, “kajja! Kita berangkat bersama ke sekolah!” ajak chen pada kai. Tidak ada nada sinis ataupun marah dari suara chen. Chen terlihat biasa saja. “hey chen-chen, kemana motormu ? kau jalan kaki sekarang ?” Tanya kai dengan tangannya yang merangkul bahu chen.
“motorku ? menginap di bengkel” jawab chen pasrah. Kai mengangguk, mengerti. Sejenak, keheningan menyelimuti mereka. Chen teringat kembali kejadian yang ia alami kemarin sore. “chen, gwenchana ?” Tanya kai khawatir. “ne.. gwenchana..” jawab chen dengan senyuman yang berbeda dari biasanya.
Chen melirik kai yang berada di sebelahnya, “ah kai, kemarin apa eunbin menemuimu ?” Tanya chen. Kai terlihat ragu untuk menjawab. “dia datang ya ? kau tidak usah khawatir.. aku yang menyuruhnya untuk menemuimu.. kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi..” lanjut chen. Raut wajah kai menggambarkan perasaan sungkan pada chen yang memang terlalu baik kepada siapa saja. “lalu bagaimana ?” Tanya chen yang membuat kai sedikit tidak mengerti.
“bagaimana apanya ?” kai balik bertanya pada chen.
“apa kau menerimanya sebagai yeojachingumu ?”
“eng.. kemarin memang dia memintaku untuk jadi namjachingunya, tapi—“
“kai, bahagiakan dia demi aku.. aku juga ingin kau bahagia bersamanya, dengan begitu akupun akan bahagia melihat kalian bahagia”
“eh ? apa kau benar-benar bahagia ? aku rasa itu akan membuatmu semakin tersakiti..”
“ya.. gwenchana.. asalkan aku bisa melihat kalian bahagia.. itu sudah cukup untukku..” chen tersenyum tulus, namun kai melihat banyak sekali kesedihan dan juga kekecewaan di mata chen yang tidak secerah biasanya.
“shireo.. kau terlihat sangat menderita.. aku tidak mau melihatmu seperti itu..”
“jangan pedulikan penampilanku yang terlihat menderita kai, aku akan benar-benar bahagia bila kau dan eunbin bersatu, ne? jebal kai..”
“hh.. baiklah.. ini demi kau chen, bukan karena aku menyukai eunbin atau apa..”
“bahagiakan dia kai.. jebal..”
“aku akan berusaha..”
**
Terik matahari tidak menghentikan langkah chen untuk terus berjalan menuju rumahnya. Meskipun peluh sudah mengalir di pelipisnya ia terus berjalan. Chen tidak naik bus karena itu mungkin akan membuat tubuhny semakin panas. Ditambah lagi hatinya yang sedikit panas karena melihat adegan sewaktu istirahat tadi. Walaupun itu permintaannya pada kai, namun ia masih saja merasakan sakit di hatinya.
flashback
waktu istirahat, chen pergi ke uks untuk meminta obat kepada lay seonsaengnim karena chen merasakan kepalanya sedikit pening. “gomawo seonsaengnim” chen membungkukkan badannya dan pergi dari ruangan uks. Karena uks berada di belakang, chen melihat sepasang manusia sedang berada di bawah pohon dimana dulu ia menyatakan perasaannya pada eunbin. chen menyipitkan matanya dengan harapan ia dapat bisa melihat lebih jelas lagi siapa orang yang sedang duduk di sana.
Benar saja yang chen sangka. Mereka adalah kai dan eunbin. kai terlihat diam saja namun terlihat jelas sebuah senyuman kecil di bibir kai. Lain dengan eunbin. dia terlihat sedang melakukan aegyo di depan kai. Tak lama dari itu hal yang tidak ingin chen lihat terjadi. Eunbin memeluk tubuh kai yang sedang bersandar di pohon. Chen memegangi dadanya yang sesak lalu kembali berjalan ke kelas.
Flashback end
Chen Pov
Berpelukan. Ya, mereka berpelukan. Bahkan eunbin saja belum pernah memelukku dulu. Ya~ kini aku mengerti dengan pikiran eunbin yang sebenarnya. Eunbin meninggalkanku bukan semata-mata karena ia tidak mau menyakitiku, tapi karena sejak awal memang eunbin menerima cintaku karena ia tahu aku dekat dengan kai dan ia menjadikanku sebagai batu loncatan untuk mendapatkan kai. Dan itu berhasil. Dia sudah memiliki kai sekarang.
Harusnya aku senang. Bibirku memang tersenyum untuk mereka, namun hatiku tidak bisa melakukan itu.
Aish.. aku harus melupakan semuanya dan memulai kisahku dari awal lagi. Pasti ada seorang yeoja di luar sana yang bisa mencintaiku dengan setulus hatinya. Aku yakin, yakin bahwa tuhan tidak akan membiarkan hambanya menjalani ujian diluar kemampuannya.
**
Author Pov
“perasaanku tidak enak lagi..” ujar chanyeol untuk kesekian kalinya saat ia sedang mengobrol bersama 3 sahabatnya; chen, kai, dan baekhyun. “eh ? apa yang kau rasakan dan siapa pelakunya ?” baekhyun melontarkan pertanyaan aneh pada chanyeol. “aku rasa ini.. ini berasal dari kris seonsaengnim” jawab chanyeol. Dan benar saja kris seonsaengnim masuk. Namun kali ini tidak ada aura gelap yang mengiringinya.
“eh dia tampak berbeda, sedikit.. bercahaya ..” komentar chen. Mulut chanyeol terbuka karena ia tidak percaya kalau perasaannya salah kali ini. kali ini, senyuman tidak luntur dari bibir mungil kris seonsaengnim. “mungkin kali ini dia sudah membeli pasta gigi jadi dia bisa bebas tersenyum” kini baekhyun berkomentar.
“tidak ada ulangan untuk pertemuan hari ini karena perasaan saya sedang baik ^^, keluarkan lks dan kerjakan semua latihannya, it’s easy? Saya akan kembali nanti, dan tugas harus sudah selesai” baru saja kris seonsaengnim duduk, ia sudah keluar kelas lagi.
“sebenarnya dia kenapa sih ?” kai mulai heran pada guru teladan itu.
“mungkin dia sudah mempunyai yeojachingu, aku jamin ia tidak akan kembali sampai waktu jam pelajarannya habis” chen kini bersuara.
Bukannya mengerjakan tugas, sebagian besar murid malah mengabaikan tugas yang diberikan dan memilih untuk pergi ke kantin. Dan hanya beberapa dari mereka yang mengerjakan, salah satunya chen. “ya! Kajja, kita ke kantin !” ajak chanyeol yang disetujui dengan anggukan oleh kai dan baekhyun.
“chen, kajja!” ajak kai, karena baekyeol sudah melesat ke kantin karena perut mereka sudah mengadakan konser gratis. “ani, kau duluan saja, aku mau mengerjakan tugas ini, jaga-jaga jika kris seonsaengnim kembali”
“aish chen, ayolah~!” kai mulai memaksa chen.
“aish kai.. jika kris seonsaengnim kembali, jika tidak ada yang mengerjakan tugas, kau mau mencontek pada siapa ?”
“hehe.. kau benar, aku duluan ya~!” chen mengangguk, lalu kembali mengerjakan tugas yang lumayan banyak yang diberikan kris seonsaengnim. “oppa” terdengar sebuah suara yang lembut di telinga chen. Chen melihat siapa yang memanggilnya. Eunbin. chen berusaha tersenyum membalas senyuman eunbin. “ada apa ?” tanya chen. “aku—“
“ah.. mencari kai ya ? tadi dia sudah pergi ke kantin bersama baekhyun dan chanyeol..” chen memotong jawaban eunbin, padahal tadi ia bertanya pada eunbin. chen melakukan ini karena ia tidak mau lama-lama melihat wajah eunbin. bukan karena chen membenci eunbin, tapi chen takut menjadi cengeng jika terus melihat eunbin di hadapannya.
“padahal aku belum selesai bicara” ucap eunbin lirih lalu berlalu dari hadapan chen. Chen menghembuskan nafas beratnya. “mianhae, aku tidak mau terlihat rapuh di hadapanmu..”
**
“chen !” seru seseorang saat chen sedang berjalan menuju rumahnya. Chen menoleh dan menemukan kai yang sedang berlari ke arahnya. “waeyo ?” Tanya chen dengan wajah heran. “haish kau ini masih bisa bertanya kenapa.. kenapa kau meninggalkanku, biasanya kan kita pulang bersama” protes kai.
“mereka kembali berjalan. “bukannya aku ingin meninggalkanmu, mau mengajakmu pun mungkin percuma karena kau mungkin akan pulang bersama dengan eunbin”
“untuk apa aku pulang bersamanya, lebih baik aku pulang dengan sahabatku ini”
“eh, dia kan yeojachingumu ?”
“mwo ? yeojachingu ? ani.. aku menolaknya..”
“eh ? waeyo ? bukankah sudah kubilang kau harus membahagiakannya?”
“untuk apa jika aku bahagia jika kau terlihat menderita, itu sama saja membuatku menderita juga..”
“tapi kemarin, bukankah kau dan eunbin di taman belakang—“
“oh itu..” kai memotong omongan chen. “begini…” lanjut kai.
Flashback
Kai Pov
Aku sedang mendinginkan pikiranku di sini. Dibawah pohon di taman belakang sekolah. Kupejamkan mataku, berharap aku dapat menemukan sebuah jalan keluar untuk pilihan yang harus kutentukan. “oppa~!” kubuka mataku karena kau merasa mendengar sebuah suara. Eunbin, yeoja yang menyakiti sahabatku.
“ada apa ?” tayaku dengan sedikit malas. Sedikit ? ani, mungkin aku memang benar-benar malas terhadapnya.
“aku mau menanyakan jawabanmu atas pernyataanku kemarin..”dia duduk di hadapanku diatas rumput-rumout di taman ini. dia melakukan aegyo di hapanku. Percuma song eunbin, itu tidak akan mempan terhadapku.
“mianhae.. aku tidak bisa..” jawabku jujur dengan sedikit senyuman di bibirku.
“waeyo ?” tanyanya.
“kau tidak perlu tahu eunbin-ah..”
Tidak kusangka ia langsung memeluk tubuhku yang tersandar di pohon. “ya~ geumanhae” perntahku. Dapat kurasakan dia menggeleng.
“kau menolakku, aku terima.. tapi biarkan aku memelukmu untuk kali ini saja”
Aku hanya diam dan membiarkannya memeluk tubuh kurusku ini.
Flashback end
Author Pov
“aish~ kenapa kau menolaknya dan membuatnya menangis ?” protes chen.
“untuk membalasnya karena menyakitimu, kau mau apa lagi ? protes ?”
“ani~ gomawo kai, kau sudah banyak berbuat baik padaku, aku bingung harus membalasnya dengan apa..”
“kau mau membalas semua yang aku lakukan ?” chen mengangguk.
“jangan terlalu baik kepada orang lain chen, belajarlah untuk sedikit egois~ kekeke~!”
“mwo ? permintaan macam apa itu ? ya~! Kai~! Kkamjong !!!” teriak chen karena kai sudah berlari meninggalkannya.
-END-
mian kalo gaje ^^V *kabur bawa baekhyun*

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^