Tittle : The anticipated time
Author : Okky Oktavia
Rating : G
Genre : AU, Romance
Length : Oneshot
Main cast : Song MinRa, Byun BaekHyun
Support cast : Song Joongki, park jiyeon, Kim myungsoo
Disclaimer : ini ff milik author.
Warning : BadFic, OC, OOC, Typo[s]
[a/n] : tolong hargai BadFic ini hanya dengan RCL~
**
“mwo ? kau menjadikanku bayaran gara-gara kau kalah taruhan ?!! tega!” bentak seorang yeoja yang bername tag ‘song min ra’. Yang dibentak hanya bisa tersenyum licik dengan teman-temannya. “seharusnya kau sudah menyadarinya sejak awal minra.. aku tidak perah tulus padamu~” ucap Joongki santai sambil merangkul yeoja lain di sampingnya.
Minra hanya diam. Menyadari kebodohannya yang langsung percaya pada sosok Joongki. Tiba-tiba semua teman Joongki mendekati minra. “Joongki-ssi, pintar sekali kau memilih yeoja dan menjadikannya sebagai bayaran taruhan .. haha” ucap salah satu teman Joongki sambil memegang dagu minra dan langsung ditepis oleh minra. “oww~ dia ternyata bisa melawan juga ya.. hahaha”
“ne, tentu saja.. mencari yeoja itu sangat gampang, tinggal dibuat jatuh cinta, dan dia pasti akan menuruti apa yang kita katakana.. simple bukan ?”
BRAKK
Pintu gudang terbuka dan semua seonsaengnim masuk dan mengamankan ‘anak-anak nakal’ itu. Kecuali minra yang tentunya jadi korban.
.
.
“minra? Kenapa kau melamun ?” jiyeon menepuk pundak sahabatnya yang sedari tadi hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Minra hanya menggeleng pelan seraya tersenyum manis, “aniyo”. Jiyeon duduk di samping minra. “kau bisa ceritakan semuanya padaku”
“kau baik sekali jiyeon-a.. tapi kurasa aku tidak perlu menceritakannya” tolak minra halus dengan senyuman yang sedikit dipaksakan. “apa ini soal cintamu dulu saat smp ?” minra mengangguk. “kau belum melupakannya ?”
Minra menggeleng pelan, “itu kejadian yang paling menyakitkan. Aku tidak mungkin bisa melupakannya semudah itu”. Jiyeon menepuk pundak minra lagi, “kau pasti bisa mendapatkan cinta baru, yang tentunya lebih baik dari namja itu”.
“ne, gomawo^^”
“ne~ ah .. aku kembali dulu ke kelas, ini sudah masuk jam pelajaran.. sampai jumpa sepulang sekolah ^^” minra mengangguk dan membetulkan posisi duduknya karena seonsaengnim sudah masuk kelas dan menerangkan materi pelajarannya.
**
Minra berdiri di depan kelasnya. Menunggu kedatangan jiyeon. Minra terus saja melirik kea rah kiri. Tak lama kemudian jiyeon muncul dengan seorang namja di belakangnya. Namja yang baru minra lihat.
Jiyeon dan namja itu tiba di hadapan minra. Minra menatap namja itu dari ujung kaki sampai ujung kepala. “ah ini baekhyun. Dia sepupuku. Kebetulan dia juga murid baru di kelasku” jiyeon mengenalkan baekhyun pada minra. “annyeong^^, baekhyun imnida” baekhyun mengulurkan tangannya pada minra, namun minra tak kunjung menyambut uluran tangan itu.
Minra membungkukkan badannya, “minra imnida”. Baekhyun menarik lagi tangannya dan memasukannya kedalam saku celana. Suasana terlihat sedikit canggung. “kajja kita pulang..” ajak jiyeon sambil menarik lengan baekhyun dan minra.
**
Baekhyun Pov
Minra. Yeoja yang sangat menarik perhatianku. Padahal aku baru pertama melihatnya. Aku rasa aku mengalami love at the first sight. Terlalu cepat mungkin. Namun inilah yang kurasakan saat ini.
Tapi, aku bingung dengan sikapnya tadi. Kenapa dia tidak menyambut uluran tanganku? Apa dia membenciku ? mana mungkin, dia kan baru melihatku. Apa memang sikapnya selalu seperti itu pada namja ? aku benar-benar penasaran padanya. Sikapnya itu, menurutku sedikit misterius. Aku benar-benar tertarik padanya.
Tapi, dilihat dari pengamatanku sejak pulang sekolah tadi, walaupun aku lihat secara fisik dia begitu kuat, namun aku bisa lihat dari sorot matanya, ia begitu lemah dan mungkin butuh perlindungan dari seseorang. Mungkinkah aku bisa ??
Author Pov
Jiyeon mematikan tv yang sama sekali tidak dilirik baekhyun. Baekhyun hanya menopang dagu di sofa. baekhyun tersadar dari lamunannya dan menyadari keberadaan jiyeon di sana. “ya~! Kenapa kau mematikan tv nya ?” jiyeon duduk di sebelah baekhyun. “aku matikan tv nya, daritadi kulihat kau hanya melamun, apa yang kau pikirkan ?”
“eng.. aku—“
“memikirkan minra ?” tebak jiyeon. Baekhyun menggaruk kepalanya. “ne~.. dia membuatku penasaran”
“hey~ kau jatuh cinta padanya ?”
“mollasseo~ bisa dibilang begitu..”
“yah~ sepertinya jika kau benar-benar menginginkan minra, kau harus berjuang keras.. karena sangat tidak mudah mendapatkan hati minra”
“waeyo ? aku baru menemukan yeoja sekeras itu..”
“hanya kejadian di masa lalu yang membuatnya seperti ini..”
Baekhyun menatap jiyeon berharap sepupunya itu mau menceritakan semua tentang minra kepadanya, namun jiyeon menggeleng keras. “tidak akan baekhyunnie, aku sudah berjanji pada minra untuk tidak menceritakannya kepada siapapun juga” tolak jiyeon.
Baekhyun hanya menghela nafasnya. Jiyeon berdiri dan meninggalkan baekhyun di ruang tv. “cepat tidur, besok harus sekolah dan kita ke rumah minra, berangkat bersamanya.” Ujar jiyeon lalu melanjutkan langkahnya ke kamar.
Baekhyun tersenyum lebar. Entah kenapa ia bisa tersenyum seperti itu. Ini pertama kalinya baekhyun merasakan hal seperti ini. walaupun ini bukan cinta pertama baekhyun, namun baekhyun tidak pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya. Ini begitu berbeda.
**
Minra terlentang di kasur dan menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kepalanya. Ia menatap langit-langit kamar dan pikirannya berputar dan terhenti pada satu objek, tepatnya pada baekhyun. Minra sedikit bingung pada sikap baekhyun.
Minra dan baekhyun baru bertemu hari ini, namun perlakuan baekhyun pada minra seolah-olah sudah mengenal minra sejak lama. Baekhyun begitu memberikan perhatian lebih pada minra.
Bahkan, sepulang sekolah tadi, saat berada didalam bus, baekhyun berdiri tepat di samping minra yang duduk. baekhyun terlihat seperti melindungi minra.
“byun baekhyun byun baekhyun.. nama yang lucu” gumam minra.
Minra Pov
Kenapa aku memikirkannya ? padahal dia itu namja yang baru aku kenal. Aku tidak boleh terkecoh oleh hal seperti ini lagi. Aku tidak mau terjatuh pada lubang yang sama untuk yang kedua kalinya. Aku tidak boleh gampang jatuh cinta pada orang yang baru kukenal. Aku tidak mau terjadi kejadian seperti dulu. Aku jatuh cinta pada song joongki, namja yang baru aku kenal, dan seenaknya dia menjadikanku sebagai bayaran taruhan. Menyebalkan.
Melihat baekhyun, selalu mengingatkanku pada joongki. Sejujurnya aku sangat mencintai joongki. Namun aku tahu ia tidak tulus padaku. Ia mengatakannya sendiri.
Mulai sekarang, aku harus berhati-hati dalam mengambil keputusan apapun. Aku harus tegas dalam menentukan keputusan. Aku tidak mau mengalami kegagalan untuk yang kedua kalinya.
Author Pov
Minra masih saja menatap langit-langit kamarnya. Padahal ini sudah larut malam. Ia terus saja memikirkan perlakuan baekhyun siang tadi padanya. Dan minra terus saja menyangkal pikirannya itu. “lebih baik aku tidur” ucap minra sambil memeluk guling kesayangannya dan menarik selimut, hingga menutupi badannya.
**
Minra memasukan sepotong roti dengan selai blueberry kedalam mulutnya. Tiba-tiba umma nya muncul dari arah ruang tamu. Di belakang umma nya, ada jiyeon yang melambaikan tangannya dan juga baekhyun yang hanya tersenyum manis. Minra mengerutkan keningnya. “kajja, sarapan dulu! Tidak baik pergi sekolah dengan perut kosong~!” umma minra menyuruh baekhyun dan jiyeon duduk di meja makan. “gamsahamnida~!” ucap baekhyun dan jiyeon.
Umma minra tersenyum kecil dan berjalan menuju halaman belakang.
---
“umma mu baik sekali minra~” puji jiyeon dan baekhyun mengangguk setuju.
Mereka berjalan bertiga menuju sekolah. Tiba-tiba ponsel jiyeon berbunyi. Jiyeon berjalan menjauhi baekhyun dan minra. Tak lama kemudian, jiyeon kembali berjalan mendekati baekhyun dan minra yang sedang sibuk dengan dunianya masing-masing. Namun canggung menyelimuti mereka, terutama baekhyun.
“waeyo jiyeon-a?” Tanya minra. Wajah jiyeon terlihat sangat gelisah. “hey~ kau kenapa ?” Tanya baekhyun.
“aduuh.. bagaimana ya~..” jiyeon terlihat bingung.
“kau sebenarnya kenapa ?” tanya baekhyun dan minra secara bersamaan. Jiyeon tersenyum kecil melihat itu, dan raut wajahnya kembali gelisah. “myungsoo oppa menyuruhku ke rumahnya.. dia sakit..” jiyeon menatap baekhyun dan minra bergantian berusaha meyakinkan keduanya.
“aku pergi ya~!” jiyeon berbalik dan berjalan meninggalkan minra dengan baekhyun.
Minra masih saja menatap punggung jiyeon sampai jiyeon hilang ditelan belokan jalan. Baekhyun terlihat bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Ponsel baekhyun bergetar.
From : jiyeon
Nikmati waktu kalian berdua xD. Kebetulan aku sedang ingin bolos sekolah .. haha.. baekhyunnie, jaga minra untukku ya^^
Baekhyun berdecak kesal setelah membaca pesan itu. Tapi sesaat kemudian senyuman mengembang di wajah tampannya. Ia membenarkan poni nya yang sedikit menutupi matanya. “kajja! Sebentar lagi kelas dimulai!” baekhyun memegang tangan minra, namun minra langsung menepis tangan baekhyun. “ah~ minahae” ujar baekhyun. “ne, gwenchana” sahut minra.
Mereka berjalan bersebelahan. Tidak banyak bicara sepanjang perjalanan. Hanya baekhyun yang bertanya-tanya soal minra. Dan minra pun hanya menjawab dengan jawaban, ‘ya’, ‘tidak’, atau hanya ‘oh’.
---
Jiyeon benar-benar bolos sekolah hari ini demi mendekatkan baekhyun dengan minra. Jiyeon ngin baekhyun bahagia dan juga ingin minra bisa melupakan kejadian di masa lalu dan mencari cinta yang baru.
Minra mengambil tas punggungnya yang ia taruh di meja, lalu keluar kelas. semua siswa di kelasnya sudah pulang karena jam pelajaran terakhir seonsaengnim tidak masuk. Namun minra masih tetap di sekolah karena seonsaengnim memberi tugas untuk jam pelajaran terakhir, namun semua temannya mengabaikan tugas itu dan memilih untuk pulang.
“minra!” panggil seseorang. Minra menoleh, ‘baekhyun?’ gumam minra. Baekhyun berdiri di hadapan minra. “waeyo ?” Tanya minra. “kajja, kita pulang bersama, aku akan mengantarkanmu ^^” baekhyun menarik tangan minra, namun minra menghentikan langkahnya yang ditarik baekhyun. “tapi—“
“sudahlah, tidak perlu menolaku minra~”
Minra menarik tangannya yang digenggam baekhyun. “tidak perlu memegang tanganku” baekhyun mengangkat kedua tangannya seperti sedang dikepung polisi dan memasang wajah innocent, “mianhae”.
“kajja, katanya tadi mau pulang ?” ajak minra. “kajja!” baekhyun berjalan di samping minra. ‘sederhana, aku hanya pulang bersama dengannya, tapi kenapa hatiku berdebar seperti ini..’ ucap baekhyun dalam hati.
‘sentuhannya tadi…’ pikir minra sambil menatap baekhyun di sampingnya. Baekhyun balas menatap minra. “waeyo ? kenapa menatapku seeperti itu ? aku tampan kan ?” baekhyun memuj dirinya sendiri sambil menunjuk-nunjuk wajahnya dengan telunjuk.
“aniyo~ aku hanya tertarik melihat tahi lalat di ibu jari tangan kirimu” jawab minra.
“hehe” baekhyun hanya tertawa renyah sambil menggaruk tengkuknya.
**
Beberapa hari berlalu. Baekhyun sudah terlihat terang terangan jika ia menginginkan minra. Kemana saja jiyeon dan minra pergi, baekhyun akan ada di sana.
Namun selalu saja, jika mereka bertiga sedang berjalan-jalan di hari libur, jiyeon selalu saja ada alasan untuk meninggalkan minra dan baekhyun. Dan jiyeon selalu saja menjadikan namjachingunya, myungsoo sebagai alasan.
“minra, besok kan hari libur. Kau mau tidak pergi denganku ke suatu tempat ?” Tanya baekhyun saat pulang sekolah. Jiyeon tidak ada di sana, karena gadis itu beralasan myungsoo oppa akan menjemputnya.
“kemana ?” Tanya minra.
“kau mau tidak ?”
“aku akan menjawabnya jika kau mengatakan mau mengajakku kemana”
“hanya pergi ke bukit di dekat sekolah kita ^^. Mau ya~?”
“baiklah”
**
Keesokan harinya..
“bukankah ini sangat indah..” gumam baekhyun.
“ne~ ternyata seleramu tidak buruk” sahut minra.
“kau tahu, sejak kecil aku selalu mempunyai keinginan untuk membawa yeoja yang benar-benar aku cintai kesini..”
“jinja ? lalu kenapa kau membawaku kemari ? kenapa tidak membawa yeoja mu itu kesini ?” Tanya minra sambil berbaring diatas rumput. Baekhyun ikut berbaring di samping minra.
“yeoja itu kau..” minra yang tadinya sedang memejamkan matanya, menikmati sinar matahari pagi, langsung membuka matanya. Minra bangun dan duduk memeluk lututnya. “apa yang kau katakan ? konyol~”
“aku serius minra~.. saranghae.. aku sudah merasakan ini sejak pertama aku melihatmu..”
“jinja ?” minra menatap baekhyun. Tepat ke bola matanya. Mencari titik kebohongan di mata baekhyun.
“ne~ jeongmal saranghae minra..”
“baiklah aku menerimamu baekhyun..” ucap minra dengan senyuman manisnya.
-end-
**
Boong end nya xD.. masih ada lanjutannya, baca terus xD
**
“yaaaaaahhhhh!!!!!!!!!!!!! Akhirnya kau menerimaku!!! Aku sangat senang ! gomawo chagiya~”
“jangan senang dulu” kata minra, kembali dengan cara bicaranya yang dingin. Baekhyun menatap minra bingung. “aku menerimamu dengan satu syarat” lanjut minra.
“apapun akan kuturuti!”
“jangan pernah menyentuhku! Jika kau menyentuhku, kita berakhir~”
“nn…ne..” baekhyun menerima dan menuruti apa yang diminta minra. Bagi baekhyun, yang penting kini minra menjadi miliknya. Baekhyun percaya minra mempunyai alasan berkata seperti itu.
“kau keberatan ?” Tanya minra.
“ani.. sama sekali tidak.. aku tahu kau berkata seperti itu, kau mempunyai alasan.. aku bisa memahamimu ^^”
**
Baekhyun kembali ke rumah. Ia tersenyum sepanjang jalan. Ia sangat bahagia karena hari ini ia berhasil mendapatkan yeoja yang sangat ia cintai. Yeoja yang dinilai sangat keras kepala dan dingin oleh orang lain itu, kini berhasil ia taklukkan.
“hey, kau sedang senang ya ? ada apa ?” tanya jiyeon sambil menyeruput susu cokelatnya. “aku berhasil mendapatkannya.. sekarang minra menjadi yeojachingu ku.. aku senang sekali~” susu cokelat yang belum sempat jiyeon telan, menyembur dan tepat mengenai wajah baekhyun. “aishh~ kau ini! untung saja suasana hatiku sedang baik, kalau tidak aku tidak akan mengampunimu !!”
“hehe.. mianhae baekhyunnie xD” jiyeon melangkahkan kakinya keluar dari kamar baekhyun. Sedangkan baekhyun masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk membersihkan wajahnya dari semburan susu cokelat tadi.
Jiyeon Pov
Minra menerima baekhyun semudah itu ? apa minra benar-benar serius pada baekhyun dan melupakan joongki ? apa minra sudah bisa mencintai namja lain sekarang ? apa kejadian pahit dulu sudah minra lupakan dan memutuskan untuk membuka lembaran baru ? aku bingung~.
**
“minra ? kau benar-benar menerima baekhyun sebagai namjachingu mu ?” tanyaku saat ia sedang duduk di kelas. dia memberiku isyarat untuk duduk di sebelahnya, aku pun duduk di sebelah minra untuk mendengar jawabannya.
“ne, waeyo ?”
“apa kau menyukainya ?” tanyaku. Jujur saja aku masih belum puas dengan jawabannya. Bukan karena apa-apa, aku hanya takut minra hanya mempermainkan baekhyun. Aku tidak mau sepupuku yang satu itu sakit hati karena cinta. Lihatlah, betapa baiknya aku memikirkan sepupuku.. kkk~
“aku~ aku selalu merasakan perasaan aneh, dan juga otakku selalu saja memikirkan baekhyun, itu tandanya aku menyukainya kan ? itu tandanya aku menerimanya untuk menjadi pengisi hatiku jiyeon-a~”
“kau benar-benar mencintainya ?” tanyaku lagi. Aku memang cerewet. Haha.
“ne.. tapi aku memberikan satu syarat padanya, dan dia pun menyanggupinya” bingo! Aku sudah bisa menebak. Minra tidak mungkin menerima seseorang tanpa syarat. Aku harap syarat yang diajukan minra tidak menyulitkan baekhyun. “syaratnya ?”
“dia tidak boleh menyentuhku sedikitpun, jika ia menyentuhku~ semuanya berakhir” jujur saja, aku benar-benar terkejut mendengar syarat yang diajukan minra pada baekhyun. Berarti itu tandanya minra masih belum bisa melupakan kejadian pahit dulu semasa smp. Yah, aku hanya bisa pasrah. Itu sudah keputusannya dan baekhyun pun menyanggupinya. Kalau baekhyun bahagia, aku tidak akan bertanya lagi pada minra dan juga berjanji tidak akan protes.
Author Pov
Jiyeon kembali ke kelasnya karena bel sudah berbunyi. Semua siswa kembali pada posisi duduknya masing-masing karena si mata sedih(?) alias suho seonsaengnim sudah masuk. “kita ulangan hari ini anak-anak!” seru suho seonsaengnim. “ne~” sahut semua murid. Karena menolak sedikit saja, suho seonsaengnim pasti akan memamerkan ekspresi wajahnya yang sedih.
**
Hari ini adalah kencan pertama baekhyun dengan minra. Baekhyun terlihat sangat tampan!, sedangkan minra, ia terlihat begitu cantik walaupun ia hanya memakai hotpants dan juga hoodie nekomimi.
Baekhyun menyanggupi syarat yang diajukan minra. Buktinya, sekarang dia hanya berdiri di samping minra. Tidak berpegangan, karena sudah berjanji tidak akan menyentuh minra sedikitpun. Mereka berdua tidak terlihat seperti pasangan, tapi lebih terlihat sebagai seorang nona muda yang sedang berjalan-jalan yang diawasi oleh bodyguard nya.
“kajja! Kita duduk di sana !” ajak minra dengan senyuman lebar. Baekhyun ikut tersemyum melihat minra sedikit berlari menuju kursi yang berada di bawah pohon. Taman benar-benar sepi di hari minggu.
Karena terlalu bersemangat, kaki minra tersandung batu dan minra jatuh dengan posisi tengkurap. Baekhyun ingin saja menolong minra, ingin membantu minra berdiri, namun ia sudah berjanji tidak akan menyentuh minra sedikitpun.
Baekhyun berjongkok di dekat minra yang masih bertahan dengan posisinya. “gwenchana ?” tanya baekhyun khawatir.
“aku tidak baik-baik saja.. kakiku sakit, kenapa tidak menolongku ?” minra mencoba berdiri. “aku tidak boleh menyentuhmu kan ? jika aku menyentuhmu maka kau akan meninggalkanku …” kata baekhyun dengan ekspresi yang… sedih?. Ya, jelas terlihat di wajah baekhyun. Ia ingin seperti pasangan yang lainnya. Baekhyun ingin mengenggam tangan minra saat mereka berkencan, baekhyun ingin membantu minra berdiri saat ia jatuh seperti saat ini. namun karena baekhyun benar-benar tidak ingin kehilangan minra, ia tidak menolong minra, karena itu akan membuat minra meninggalkannya, karena baekhyun melanggar syarat.
“kau benar-benar menyanggupi syarat itu ?” minra juga sebenarnya sangat terkejut.
“apapun akan kulakukan, agar kau tetap milikku^^ no problem..”
“ah gomawo~ .. apa aku boleh memanggilmu.. oppa ?” tanya minra sedikit ragu.
“tentu saja ! aku sangat senang ^^”
“hehe.. ternyata aku bisa membuatmu senang .. baekhyun oppa~ itu terdengar sangat lucu .. haha…”
“aku memang lucu, kau baru menyadarinya ? haha”
“ah sudahlah~ oppa, aku mau membeli makanan di mini market di seberang jalan”
“kajja, aku antar^^”
“gomawo~ kau memang yang terbaik oppa~” minra menjadi bersikap lebih lembut pada baekhyun karena ia benar-benar merasakan kesungguhan baekhyun padanya yang tidak ia rasakan pada saat ia bersama joongki dulu.
Minra berjalan seperti anak kecil. Baekhyun berjalan di belakang minra, mengawasi yeoja nya.
Minra sedang menyebrang jalan, namun baekhyun masih di pinggir jalan. Ketika minra sedang berada di tengah jalan, sebuah sepeda motor melaju kencang ke arahnya.
“minra!!!!!” teriak baekhyun sambil berlari. Baekhyun mendorong minra hingga ia dan minra tersungkur di pinggir jalan. Tubuh minra berada diatas tubuh baekhyun. Tangan baekhyun masih memegang tubuh minra. “aku menyentuhmu~ mian.. mianhae” minra berdiri dan membantu baekhyun berdiri.
Minra berlari menuju mini market dengan cepat dan kembali setelah membeli kapas, plester, dll. “kajja” minra memapah baekhyun menuju taman. Baekhyun hanya diam saat diperlakukan demikian oleh minra.
Baekhyun dan minra duduk di kursi dimana mereka tadi duduk. “omo~ kau memakai baju berlengan pendek.. tangamu terluka gara-gara aku” sesal minra sambil membersihkan luka baekhyun dengan obat antiseptic yang tadi ia beli di mini market.
“gwenchana..” kata baekhyun dengan senyuman tulus. Minra menempelkan plester pada tangan baekhyun yang terluka. “minra~ tadi aku menyentuhmu.. aku benar-benar minta maaf.. kumohon jangan tinggalkan aku”
“babo! Jika kau tadi tidak menyentuhku, mungkin aku sudah mati sekarang ! aku sangat berterima kasih padamu oppa..”
“jadi kau tidak akan meninggalkan aku ?”
“tidak akan.. dan satu lagi, lupakan syarat bodoh itu! Arraseo?” baekhyun tersenyum senang. Akhirnya waktu yang sangat ia nantikan terjadi juga.
“jinja ?”
“ne !” jawab minra. Baekhyun langsung mendekap minra kedalam pelukannya. Minra sedikit terkejut dengan perlakuan baekhyun. “chagiya~ sejujurnya, dari dulu aku ingin sekali memelukmu seperti ini.. aku selalu ingin melindungimu dengan tanganku.. selalu ingin menghangatkan tubuhmu yang selalu dingin dengan pelukanku…”
Minra tersenyum di dalam pelukan baekhyun. Baekhyun melepaskan pelukannya. Baekhyun memegang pundak minra. “saranghaeyo” ucap baekhyun.
Baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah minra dengan mata yang perlahan menutup hingga bibir mereka bertemu dan saling bertaut. Baekhyun mencium minra dengan lembut. Ia tidak ingin melakukannya dengan kasar, karena itu akan menyakiti minra.
Baekhyun melepaskan tautan bibirnya di bibir minra. “nado saranghae oppa” balas minra lalu memeluk tubuh baekhyun, dan tentu saja baekhyun membalas pelukan minra.
---
“ya! Itu tanganmu kenapa huh ??” tanya jiyeon khawatir setelah melihat keadaan sepupunya dengan tangan penuh plester.
“karena cinta aku seperti ini.. hahahaha.. sudahlah, aku sedang bahagia! Jangan menggangguku~” baekhyun masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.
“heh ? lengan penuh luka begitu dia bilang bahagia ?? ckck aneh~ kenapa dia jadi bodoh karena cinta ?” jiyeon menggelengkan kepalanya.
-END-
Author : Okky Oktavia
Rating : G
Genre : AU, Romance
Length : Oneshot
Main cast : Song MinRa, Byun BaekHyun
Support cast : Song Joongki, park jiyeon, Kim myungsoo
Disclaimer : ini ff milik author.
Warning : BadFic, OC, OOC, Typo[s]
[a/n] : tolong hargai BadFic ini hanya dengan RCL~
**
“mwo ? kau menjadikanku bayaran gara-gara kau kalah taruhan ?!! tega!” bentak seorang yeoja yang bername tag ‘song min ra’. Yang dibentak hanya bisa tersenyum licik dengan teman-temannya. “seharusnya kau sudah menyadarinya sejak awal minra.. aku tidak perah tulus padamu~” ucap Joongki santai sambil merangkul yeoja lain di sampingnya.
Minra hanya diam. Menyadari kebodohannya yang langsung percaya pada sosok Joongki. Tiba-tiba semua teman Joongki mendekati minra. “Joongki-ssi, pintar sekali kau memilih yeoja dan menjadikannya sebagai bayaran taruhan .. haha” ucap salah satu teman Joongki sambil memegang dagu minra dan langsung ditepis oleh minra. “oww~ dia ternyata bisa melawan juga ya.. hahaha”
“ne, tentu saja.. mencari yeoja itu sangat gampang, tinggal dibuat jatuh cinta, dan dia pasti akan menuruti apa yang kita katakana.. simple bukan ?”
BRAKK
Pintu gudang terbuka dan semua seonsaengnim masuk dan mengamankan ‘anak-anak nakal’ itu. Kecuali minra yang tentunya jadi korban.
.
.
“minra? Kenapa kau melamun ?” jiyeon menepuk pundak sahabatnya yang sedari tadi hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Minra hanya menggeleng pelan seraya tersenyum manis, “aniyo”. Jiyeon duduk di samping minra. “kau bisa ceritakan semuanya padaku”
“kau baik sekali jiyeon-a.. tapi kurasa aku tidak perlu menceritakannya” tolak minra halus dengan senyuman yang sedikit dipaksakan. “apa ini soal cintamu dulu saat smp ?” minra mengangguk. “kau belum melupakannya ?”
Minra menggeleng pelan, “itu kejadian yang paling menyakitkan. Aku tidak mungkin bisa melupakannya semudah itu”. Jiyeon menepuk pundak minra lagi, “kau pasti bisa mendapatkan cinta baru, yang tentunya lebih baik dari namja itu”.
“ne, gomawo^^”
“ne~ ah .. aku kembali dulu ke kelas, ini sudah masuk jam pelajaran.. sampai jumpa sepulang sekolah ^^” minra mengangguk dan membetulkan posisi duduknya karena seonsaengnim sudah masuk kelas dan menerangkan materi pelajarannya.
**
Minra berdiri di depan kelasnya. Menunggu kedatangan jiyeon. Minra terus saja melirik kea rah kiri. Tak lama kemudian jiyeon muncul dengan seorang namja di belakangnya. Namja yang baru minra lihat.
Jiyeon dan namja itu tiba di hadapan minra. Minra menatap namja itu dari ujung kaki sampai ujung kepala. “ah ini baekhyun. Dia sepupuku. Kebetulan dia juga murid baru di kelasku” jiyeon mengenalkan baekhyun pada minra. “annyeong^^, baekhyun imnida” baekhyun mengulurkan tangannya pada minra, namun minra tak kunjung menyambut uluran tangan itu.
Minra membungkukkan badannya, “minra imnida”. Baekhyun menarik lagi tangannya dan memasukannya kedalam saku celana. Suasana terlihat sedikit canggung. “kajja kita pulang..” ajak jiyeon sambil menarik lengan baekhyun dan minra.
**
Baekhyun Pov
Minra. Yeoja yang sangat menarik perhatianku. Padahal aku baru pertama melihatnya. Aku rasa aku mengalami love at the first sight. Terlalu cepat mungkin. Namun inilah yang kurasakan saat ini.
Tapi, aku bingung dengan sikapnya tadi. Kenapa dia tidak menyambut uluran tanganku? Apa dia membenciku ? mana mungkin, dia kan baru melihatku. Apa memang sikapnya selalu seperti itu pada namja ? aku benar-benar penasaran padanya. Sikapnya itu, menurutku sedikit misterius. Aku benar-benar tertarik padanya.
Tapi, dilihat dari pengamatanku sejak pulang sekolah tadi, walaupun aku lihat secara fisik dia begitu kuat, namun aku bisa lihat dari sorot matanya, ia begitu lemah dan mungkin butuh perlindungan dari seseorang. Mungkinkah aku bisa ??
Author Pov
Jiyeon mematikan tv yang sama sekali tidak dilirik baekhyun. Baekhyun hanya menopang dagu di sofa. baekhyun tersadar dari lamunannya dan menyadari keberadaan jiyeon di sana. “ya~! Kenapa kau mematikan tv nya ?” jiyeon duduk di sebelah baekhyun. “aku matikan tv nya, daritadi kulihat kau hanya melamun, apa yang kau pikirkan ?”
“eng.. aku—“
“memikirkan minra ?” tebak jiyeon. Baekhyun menggaruk kepalanya. “ne~.. dia membuatku penasaran”
“hey~ kau jatuh cinta padanya ?”
“mollasseo~ bisa dibilang begitu..”
“yah~ sepertinya jika kau benar-benar menginginkan minra, kau harus berjuang keras.. karena sangat tidak mudah mendapatkan hati minra”
“waeyo ? aku baru menemukan yeoja sekeras itu..”
“hanya kejadian di masa lalu yang membuatnya seperti ini..”
Baekhyun menatap jiyeon berharap sepupunya itu mau menceritakan semua tentang minra kepadanya, namun jiyeon menggeleng keras. “tidak akan baekhyunnie, aku sudah berjanji pada minra untuk tidak menceritakannya kepada siapapun juga” tolak jiyeon.
Baekhyun hanya menghela nafasnya. Jiyeon berdiri dan meninggalkan baekhyun di ruang tv. “cepat tidur, besok harus sekolah dan kita ke rumah minra, berangkat bersamanya.” Ujar jiyeon lalu melanjutkan langkahnya ke kamar.
Baekhyun tersenyum lebar. Entah kenapa ia bisa tersenyum seperti itu. Ini pertama kalinya baekhyun merasakan hal seperti ini. walaupun ini bukan cinta pertama baekhyun, namun baekhyun tidak pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya. Ini begitu berbeda.
**
Minra terlentang di kasur dan menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kepalanya. Ia menatap langit-langit kamar dan pikirannya berputar dan terhenti pada satu objek, tepatnya pada baekhyun. Minra sedikit bingung pada sikap baekhyun.
Minra dan baekhyun baru bertemu hari ini, namun perlakuan baekhyun pada minra seolah-olah sudah mengenal minra sejak lama. Baekhyun begitu memberikan perhatian lebih pada minra.
Bahkan, sepulang sekolah tadi, saat berada didalam bus, baekhyun berdiri tepat di samping minra yang duduk. baekhyun terlihat seperti melindungi minra.
“byun baekhyun byun baekhyun.. nama yang lucu” gumam minra.
Minra Pov
Kenapa aku memikirkannya ? padahal dia itu namja yang baru aku kenal. Aku tidak boleh terkecoh oleh hal seperti ini lagi. Aku tidak mau terjatuh pada lubang yang sama untuk yang kedua kalinya. Aku tidak boleh gampang jatuh cinta pada orang yang baru kukenal. Aku tidak mau terjadi kejadian seperti dulu. Aku jatuh cinta pada song joongki, namja yang baru aku kenal, dan seenaknya dia menjadikanku sebagai bayaran taruhan. Menyebalkan.
Melihat baekhyun, selalu mengingatkanku pada joongki. Sejujurnya aku sangat mencintai joongki. Namun aku tahu ia tidak tulus padaku. Ia mengatakannya sendiri.
Mulai sekarang, aku harus berhati-hati dalam mengambil keputusan apapun. Aku harus tegas dalam menentukan keputusan. Aku tidak mau mengalami kegagalan untuk yang kedua kalinya.
Author Pov
Minra masih saja menatap langit-langit kamarnya. Padahal ini sudah larut malam. Ia terus saja memikirkan perlakuan baekhyun siang tadi padanya. Dan minra terus saja menyangkal pikirannya itu. “lebih baik aku tidur” ucap minra sambil memeluk guling kesayangannya dan menarik selimut, hingga menutupi badannya.
**
Minra memasukan sepotong roti dengan selai blueberry kedalam mulutnya. Tiba-tiba umma nya muncul dari arah ruang tamu. Di belakang umma nya, ada jiyeon yang melambaikan tangannya dan juga baekhyun yang hanya tersenyum manis. Minra mengerutkan keningnya. “kajja, sarapan dulu! Tidak baik pergi sekolah dengan perut kosong~!” umma minra menyuruh baekhyun dan jiyeon duduk di meja makan. “gamsahamnida~!” ucap baekhyun dan jiyeon.
Umma minra tersenyum kecil dan berjalan menuju halaman belakang.
---
“umma mu baik sekali minra~” puji jiyeon dan baekhyun mengangguk setuju.
Mereka berjalan bertiga menuju sekolah. Tiba-tiba ponsel jiyeon berbunyi. Jiyeon berjalan menjauhi baekhyun dan minra. Tak lama kemudian, jiyeon kembali berjalan mendekati baekhyun dan minra yang sedang sibuk dengan dunianya masing-masing. Namun canggung menyelimuti mereka, terutama baekhyun.
“waeyo jiyeon-a?” Tanya minra. Wajah jiyeon terlihat sangat gelisah. “hey~ kau kenapa ?” Tanya baekhyun.
“aduuh.. bagaimana ya~..” jiyeon terlihat bingung.
“kau sebenarnya kenapa ?” tanya baekhyun dan minra secara bersamaan. Jiyeon tersenyum kecil melihat itu, dan raut wajahnya kembali gelisah. “myungsoo oppa menyuruhku ke rumahnya.. dia sakit..” jiyeon menatap baekhyun dan minra bergantian berusaha meyakinkan keduanya.
“aku pergi ya~!” jiyeon berbalik dan berjalan meninggalkan minra dengan baekhyun.
Minra masih saja menatap punggung jiyeon sampai jiyeon hilang ditelan belokan jalan. Baekhyun terlihat bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Ponsel baekhyun bergetar.
From : jiyeon
Nikmati waktu kalian berdua xD. Kebetulan aku sedang ingin bolos sekolah .. haha.. baekhyunnie, jaga minra untukku ya^^
Baekhyun berdecak kesal setelah membaca pesan itu. Tapi sesaat kemudian senyuman mengembang di wajah tampannya. Ia membenarkan poni nya yang sedikit menutupi matanya. “kajja! Sebentar lagi kelas dimulai!” baekhyun memegang tangan minra, namun minra langsung menepis tangan baekhyun. “ah~ minahae” ujar baekhyun. “ne, gwenchana” sahut minra.
Mereka berjalan bersebelahan. Tidak banyak bicara sepanjang perjalanan. Hanya baekhyun yang bertanya-tanya soal minra. Dan minra pun hanya menjawab dengan jawaban, ‘ya’, ‘tidak’, atau hanya ‘oh’.
---
Jiyeon benar-benar bolos sekolah hari ini demi mendekatkan baekhyun dengan minra. Jiyeon ngin baekhyun bahagia dan juga ingin minra bisa melupakan kejadian di masa lalu dan mencari cinta yang baru.
Minra mengambil tas punggungnya yang ia taruh di meja, lalu keluar kelas. semua siswa di kelasnya sudah pulang karena jam pelajaran terakhir seonsaengnim tidak masuk. Namun minra masih tetap di sekolah karena seonsaengnim memberi tugas untuk jam pelajaran terakhir, namun semua temannya mengabaikan tugas itu dan memilih untuk pulang.
“minra!” panggil seseorang. Minra menoleh, ‘baekhyun?’ gumam minra. Baekhyun berdiri di hadapan minra. “waeyo ?” Tanya minra. “kajja, kita pulang bersama, aku akan mengantarkanmu ^^” baekhyun menarik tangan minra, namun minra menghentikan langkahnya yang ditarik baekhyun. “tapi—“
“sudahlah, tidak perlu menolaku minra~”
Minra menarik tangannya yang digenggam baekhyun. “tidak perlu memegang tanganku” baekhyun mengangkat kedua tangannya seperti sedang dikepung polisi dan memasang wajah innocent, “mianhae”.
“kajja, katanya tadi mau pulang ?” ajak minra. “kajja!” baekhyun berjalan di samping minra. ‘sederhana, aku hanya pulang bersama dengannya, tapi kenapa hatiku berdebar seperti ini..’ ucap baekhyun dalam hati.
‘sentuhannya tadi…’ pikir minra sambil menatap baekhyun di sampingnya. Baekhyun balas menatap minra. “waeyo ? kenapa menatapku seeperti itu ? aku tampan kan ?” baekhyun memuj dirinya sendiri sambil menunjuk-nunjuk wajahnya dengan telunjuk.
“aniyo~ aku hanya tertarik melihat tahi lalat di ibu jari tangan kirimu” jawab minra.
“hehe” baekhyun hanya tertawa renyah sambil menggaruk tengkuknya.
**
Beberapa hari berlalu. Baekhyun sudah terlihat terang terangan jika ia menginginkan minra. Kemana saja jiyeon dan minra pergi, baekhyun akan ada di sana.
Namun selalu saja, jika mereka bertiga sedang berjalan-jalan di hari libur, jiyeon selalu saja ada alasan untuk meninggalkan minra dan baekhyun. Dan jiyeon selalu saja menjadikan namjachingunya, myungsoo sebagai alasan.
“minra, besok kan hari libur. Kau mau tidak pergi denganku ke suatu tempat ?” Tanya baekhyun saat pulang sekolah. Jiyeon tidak ada di sana, karena gadis itu beralasan myungsoo oppa akan menjemputnya.
“kemana ?” Tanya minra.
“kau mau tidak ?”
“aku akan menjawabnya jika kau mengatakan mau mengajakku kemana”
“hanya pergi ke bukit di dekat sekolah kita ^^. Mau ya~?”
“baiklah”
**
Keesokan harinya..
“bukankah ini sangat indah..” gumam baekhyun.
“ne~ ternyata seleramu tidak buruk” sahut minra.
“kau tahu, sejak kecil aku selalu mempunyai keinginan untuk membawa yeoja yang benar-benar aku cintai kesini..”
“jinja ? lalu kenapa kau membawaku kemari ? kenapa tidak membawa yeoja mu itu kesini ?” Tanya minra sambil berbaring diatas rumput. Baekhyun ikut berbaring di samping minra.
“yeoja itu kau..” minra yang tadinya sedang memejamkan matanya, menikmati sinar matahari pagi, langsung membuka matanya. Minra bangun dan duduk memeluk lututnya. “apa yang kau katakan ? konyol~”
“aku serius minra~.. saranghae.. aku sudah merasakan ini sejak pertama aku melihatmu..”
“jinja ?” minra menatap baekhyun. Tepat ke bola matanya. Mencari titik kebohongan di mata baekhyun.
“ne~ jeongmal saranghae minra..”
“baiklah aku menerimamu baekhyun..” ucap minra dengan senyuman manisnya.
-end-
**
Boong end nya xD.. masih ada lanjutannya, baca terus xD
**
“yaaaaaahhhhh!!!!!!!!!!!!! Akhirnya kau menerimaku!!! Aku sangat senang ! gomawo chagiya~”
“jangan senang dulu” kata minra, kembali dengan cara bicaranya yang dingin. Baekhyun menatap minra bingung. “aku menerimamu dengan satu syarat” lanjut minra.
“apapun akan kuturuti!”
“jangan pernah menyentuhku! Jika kau menyentuhku, kita berakhir~”
“nn…ne..” baekhyun menerima dan menuruti apa yang diminta minra. Bagi baekhyun, yang penting kini minra menjadi miliknya. Baekhyun percaya minra mempunyai alasan berkata seperti itu.
“kau keberatan ?” Tanya minra.
“ani.. sama sekali tidak.. aku tahu kau berkata seperti itu, kau mempunyai alasan.. aku bisa memahamimu ^^”
**
Baekhyun kembali ke rumah. Ia tersenyum sepanjang jalan. Ia sangat bahagia karena hari ini ia berhasil mendapatkan yeoja yang sangat ia cintai. Yeoja yang dinilai sangat keras kepala dan dingin oleh orang lain itu, kini berhasil ia taklukkan.
“hey, kau sedang senang ya ? ada apa ?” tanya jiyeon sambil menyeruput susu cokelatnya. “aku berhasil mendapatkannya.. sekarang minra menjadi yeojachingu ku.. aku senang sekali~” susu cokelat yang belum sempat jiyeon telan, menyembur dan tepat mengenai wajah baekhyun. “aishh~ kau ini! untung saja suasana hatiku sedang baik, kalau tidak aku tidak akan mengampunimu !!”
“hehe.. mianhae baekhyunnie xD” jiyeon melangkahkan kakinya keluar dari kamar baekhyun. Sedangkan baekhyun masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk membersihkan wajahnya dari semburan susu cokelat tadi.
Jiyeon Pov
Minra menerima baekhyun semudah itu ? apa minra benar-benar serius pada baekhyun dan melupakan joongki ? apa minra sudah bisa mencintai namja lain sekarang ? apa kejadian pahit dulu sudah minra lupakan dan memutuskan untuk membuka lembaran baru ? aku bingung~.
**
“minra ? kau benar-benar menerima baekhyun sebagai namjachingu mu ?” tanyaku saat ia sedang duduk di kelas. dia memberiku isyarat untuk duduk di sebelahnya, aku pun duduk di sebelah minra untuk mendengar jawabannya.
“ne, waeyo ?”
“apa kau menyukainya ?” tanyaku. Jujur saja aku masih belum puas dengan jawabannya. Bukan karena apa-apa, aku hanya takut minra hanya mempermainkan baekhyun. Aku tidak mau sepupuku yang satu itu sakit hati karena cinta. Lihatlah, betapa baiknya aku memikirkan sepupuku.. kkk~
“aku~ aku selalu merasakan perasaan aneh, dan juga otakku selalu saja memikirkan baekhyun, itu tandanya aku menyukainya kan ? itu tandanya aku menerimanya untuk menjadi pengisi hatiku jiyeon-a~”
“kau benar-benar mencintainya ?” tanyaku lagi. Aku memang cerewet. Haha.
“ne.. tapi aku memberikan satu syarat padanya, dan dia pun menyanggupinya” bingo! Aku sudah bisa menebak. Minra tidak mungkin menerima seseorang tanpa syarat. Aku harap syarat yang diajukan minra tidak menyulitkan baekhyun. “syaratnya ?”
“dia tidak boleh menyentuhku sedikitpun, jika ia menyentuhku~ semuanya berakhir” jujur saja, aku benar-benar terkejut mendengar syarat yang diajukan minra pada baekhyun. Berarti itu tandanya minra masih belum bisa melupakan kejadian pahit dulu semasa smp. Yah, aku hanya bisa pasrah. Itu sudah keputusannya dan baekhyun pun menyanggupinya. Kalau baekhyun bahagia, aku tidak akan bertanya lagi pada minra dan juga berjanji tidak akan protes.
Author Pov
Jiyeon kembali ke kelasnya karena bel sudah berbunyi. Semua siswa kembali pada posisi duduknya masing-masing karena si mata sedih(?) alias suho seonsaengnim sudah masuk. “kita ulangan hari ini anak-anak!” seru suho seonsaengnim. “ne~” sahut semua murid. Karena menolak sedikit saja, suho seonsaengnim pasti akan memamerkan ekspresi wajahnya yang sedih.
**
Hari ini adalah kencan pertama baekhyun dengan minra. Baekhyun terlihat sangat tampan!, sedangkan minra, ia terlihat begitu cantik walaupun ia hanya memakai hotpants dan juga hoodie nekomimi.
Baekhyun menyanggupi syarat yang diajukan minra. Buktinya, sekarang dia hanya berdiri di samping minra. Tidak berpegangan, karena sudah berjanji tidak akan menyentuh minra sedikitpun. Mereka berdua tidak terlihat seperti pasangan, tapi lebih terlihat sebagai seorang nona muda yang sedang berjalan-jalan yang diawasi oleh bodyguard nya.
“kajja! Kita duduk di sana !” ajak minra dengan senyuman lebar. Baekhyun ikut tersemyum melihat minra sedikit berlari menuju kursi yang berada di bawah pohon. Taman benar-benar sepi di hari minggu.
Karena terlalu bersemangat, kaki minra tersandung batu dan minra jatuh dengan posisi tengkurap. Baekhyun ingin saja menolong minra, ingin membantu minra berdiri, namun ia sudah berjanji tidak akan menyentuh minra sedikitpun.
Baekhyun berjongkok di dekat minra yang masih bertahan dengan posisinya. “gwenchana ?” tanya baekhyun khawatir.
“aku tidak baik-baik saja.. kakiku sakit, kenapa tidak menolongku ?” minra mencoba berdiri. “aku tidak boleh menyentuhmu kan ? jika aku menyentuhmu maka kau akan meninggalkanku …” kata baekhyun dengan ekspresi yang… sedih?. Ya, jelas terlihat di wajah baekhyun. Ia ingin seperti pasangan yang lainnya. Baekhyun ingin mengenggam tangan minra saat mereka berkencan, baekhyun ingin membantu minra berdiri saat ia jatuh seperti saat ini. namun karena baekhyun benar-benar tidak ingin kehilangan minra, ia tidak menolong minra, karena itu akan membuat minra meninggalkannya, karena baekhyun melanggar syarat.
“kau benar-benar menyanggupi syarat itu ?” minra juga sebenarnya sangat terkejut.
“apapun akan kulakukan, agar kau tetap milikku^^ no problem..”
“ah gomawo~ .. apa aku boleh memanggilmu.. oppa ?” tanya minra sedikit ragu.
“tentu saja ! aku sangat senang ^^”
“hehe.. ternyata aku bisa membuatmu senang .. baekhyun oppa~ itu terdengar sangat lucu .. haha…”
“aku memang lucu, kau baru menyadarinya ? haha”
“ah sudahlah~ oppa, aku mau membeli makanan di mini market di seberang jalan”
“kajja, aku antar^^”
“gomawo~ kau memang yang terbaik oppa~” minra menjadi bersikap lebih lembut pada baekhyun karena ia benar-benar merasakan kesungguhan baekhyun padanya yang tidak ia rasakan pada saat ia bersama joongki dulu.
Minra berjalan seperti anak kecil. Baekhyun berjalan di belakang minra, mengawasi yeoja nya.
Minra sedang menyebrang jalan, namun baekhyun masih di pinggir jalan. Ketika minra sedang berada di tengah jalan, sebuah sepeda motor melaju kencang ke arahnya.
“minra!!!!!” teriak baekhyun sambil berlari. Baekhyun mendorong minra hingga ia dan minra tersungkur di pinggir jalan. Tubuh minra berada diatas tubuh baekhyun. Tangan baekhyun masih memegang tubuh minra. “aku menyentuhmu~ mian.. mianhae” minra berdiri dan membantu baekhyun berdiri.
Minra berlari menuju mini market dengan cepat dan kembali setelah membeli kapas, plester, dll. “kajja” minra memapah baekhyun menuju taman. Baekhyun hanya diam saat diperlakukan demikian oleh minra.
Baekhyun dan minra duduk di kursi dimana mereka tadi duduk. “omo~ kau memakai baju berlengan pendek.. tangamu terluka gara-gara aku” sesal minra sambil membersihkan luka baekhyun dengan obat antiseptic yang tadi ia beli di mini market.
“gwenchana..” kata baekhyun dengan senyuman tulus. Minra menempelkan plester pada tangan baekhyun yang terluka. “minra~ tadi aku menyentuhmu.. aku benar-benar minta maaf.. kumohon jangan tinggalkan aku”
“babo! Jika kau tadi tidak menyentuhku, mungkin aku sudah mati sekarang ! aku sangat berterima kasih padamu oppa..”
“jadi kau tidak akan meninggalkan aku ?”
“tidak akan.. dan satu lagi, lupakan syarat bodoh itu! Arraseo?” baekhyun tersenyum senang. Akhirnya waktu yang sangat ia nantikan terjadi juga.
“jinja ?”
“ne !” jawab minra. Baekhyun langsung mendekap minra kedalam pelukannya. Minra sedikit terkejut dengan perlakuan baekhyun. “chagiya~ sejujurnya, dari dulu aku ingin sekali memelukmu seperti ini.. aku selalu ingin melindungimu dengan tanganku.. selalu ingin menghangatkan tubuhmu yang selalu dingin dengan pelukanku…”
Minra tersenyum di dalam pelukan baekhyun. Baekhyun melepaskan pelukannya. Baekhyun memegang pundak minra. “saranghaeyo” ucap baekhyun.
Baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah minra dengan mata yang perlahan menutup hingga bibir mereka bertemu dan saling bertaut. Baekhyun mencium minra dengan lembut. Ia tidak ingin melakukannya dengan kasar, karena itu akan menyakiti minra.
Baekhyun melepaskan tautan bibirnya di bibir minra. “nado saranghae oppa” balas minra lalu memeluk tubuh baekhyun, dan tentu saja baekhyun membalas pelukan minra.
---
“ya! Itu tanganmu kenapa huh ??” tanya jiyeon khawatir setelah melihat keadaan sepupunya dengan tangan penuh plester.
“karena cinta aku seperti ini.. hahahaha.. sudahlah, aku sedang bahagia! Jangan menggangguku~” baekhyun masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.
“heh ? lengan penuh luka begitu dia bilang bahagia ?? ckck aneh~ kenapa dia jadi bodoh karena cinta ?” jiyeon menggelengkan kepalanya.
-END-

wah sosweet :3
BalasHapus