Tittle : The day you went away
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : Sad(gagal)-Romance
Main cast : Jo KwangMin, Cho Sooyeon
Length : Drabble
Disclaimer : They was not my mine, they are belong to themeselves. YoungMin © Starship Entertainment and themselves. THIS STORY IS MINE ! LUHAN&BAEKHYUN(?) IS MINE!!!!!
Warning : OC, OOC, BADFIC, typo[s], (agak) lebay.
[a/n] : annyeong ^^. Mian Cuma bisa bikin FF drabble nan abal macem ini. soalnya author lagi mampet ide . Ini aja dapet ide abis dengerin ‘m2m-the day you went away’ yang pasti gak nyambung sama ff-nya xD. Author harap ff ini respons nya bagus ^^. Tapi, saran + kritik pasti author terima dengan senang hati. BASH ? author terima, terima BASH itu buat makan malem author sama Mie instan(??). ok, cukup sekian dan author capek xD. Happy reading all ^^
**
Cinta pertama yang sangat tidak berkesan. Cinta pertama yang sangat menyakitkan. Cinta pertama yang membuatku hampir mengakhiri hidupku. Cinta pertama yang membuatku masih enggan untuk membuka hatiku untuk namja manapun.
Aku tidak percaya pada namja yang mengatakan cinta dengan mudahnya. Aku tidak percaya namja hanya dengan senyuman lembutnya. Kurasa aku sudah sangat sulit memberikan kepercayaanku kepada siapapun, apalagi kepada seorang namja.
Namja. Satu kata itu sudah cukup tergambar di otakku. Namja itu adalah makhluk tuhan yang aku tahu sangat menyukai mempermainkan hati dan perasaan seorang yeoja. Jahat. Mungkin aku pantas disebut jahat. Karena menyamakan semua namja dengan seseorang dulu.
Memang semua namja tidak berengsek. Akan tetapi, jika aku mengenal seorang namja, satu kata untuknya, kata yang aku ucapkan tadi.
“sooyeon-ah~ aku mau jawaban darimu..” seorang namja yang tampan. Ya, tampan sangat tampan sedang berdiri di depan bangku ku sambil mengatupkan kedua tangannya dengan ekspresi yang aneh.
“apa aku pernah menanggapi pernyataanmu ? aku rasa aku tidak perlu memberimu jawaban, percuma saja” jawabku. Bohong. Ya~ semuanya bohong. Aku yang bertekad tidak akan mempercayai namja manapun, semua itu gagal. Kenapa namja ini, kwangmin, bisa meruntuhkan pertahanan hatiku ?
Aku tidak bisa jujur padanya. Karena aku terlalu takut untuk menjalin cinta dengan seseorang karena kegagalan di masa lalu. Namun, aku juga merasa tidak tega terus-menerus menolaknya seperti ini.
Ya~ ini bukan kali pertama kwangmin melakukannya padaku. Hampir setiap hari ia selalu meminta jawaban dariku. Apakah memang sebuah jawaban itu sangat penting baginya ? sangat berarti baginya ?
“ayolah sooyeon-ah~ kau tinggal mengatakan ‘iya’. Itu tidak sulit bukan?” katanya sedikit memaksa. Aku hanya menggelengkan kepalaku dan kembali menatap buku.
“sooyeon-ah, aku akan mati jika kau tidak membalas cintaku..” kutatap wajahnya dengan mata sedikit melotot. “jangan main-main dengan ucapanmu kwangmin-ah.. aku tidak mau bertanggung jawab jika kau mati” sesak. Itulah yang kurasakan. Bagaimana tidak, orang yang juga sebenarnya (aku benci mengakui ini) aku juga mencintainya, berkata ia akan mati jika ia aku tolak. Apa dia bercanda ? tidak lucu.
“hhh.. baiklah.. aku akan memberikan jawabanku padamu nanti sepulang sekolah.. tunggu aku di atap sekolah” kuputuskan untuk mengakui semuanya. Aku akan mengakui bahwa aku juga mencintainya, tidak peduli apakah dia sedang mempermainkanku atau tidak.
Kwangmin tersenyum lebar, terlihat senang mendengar jawabanku. Senyumannya membuat bibirku membentuk sebuah lengkungan tipis. Kwangmin, kau akan tahu sore nanti, kau akan tahu betapa aku mencintai dirimu.
**
Pulang sekolah
Aku duduk di atap sekolah. Membiarkan angin menerpa wajahku dan membuat rambut ku berantakan. Aku menikmatinya. Sangat menikmati udara sore ini. senyuman terus menempel di bibirku. Mungkin ini akan menjadi hari yang paling membahagiakanku.
Kupejamkan mataku, membuatku semakin merassakan semilir angin menerpa wajahku. Kurasakan ada seseorang menepuk bahuku. Aku menoleh dan mendapati kwangmin sedang tersenyum. Senyuman yang sangat indah.
Ia duduk di sampingku. Ia memejamkan matanya, kemudian membukanya kembali. “sooyeon-ah.. kau harus tahu, aku benar-benar mencintaimu.. aku tidak peduli dengan apapun yang mungkin memisahkan kita.. sebelum aku pergi, aku ingin kau benar-benar mempercayai perasaanku.. apapun yang terjadi setelah ini, aku mohon jangan menangis..” apa yang ia katakana ? pergi ? kemana ? aku tidak mengerti.
“kwangmin-ah.. aku—“
“ssstttt.. aku mohon jangan menolakku sekarang.. berikanlah aku sedikit waktu untuk melakukannya padamu, untuk yang terakhir kalinya..” katanya lirih. Aku mulai takut padanya. Tepatnya pada kata-kata yang ia lontarkan. Aku melihat bibirnya terus tersenyum, namun aku melihat wajahnya, kenapa ia sangat pucat ?
Kwangmin, dia memegang daguku. Didekatkan wajahnya ke wajahku. Aku tidak menolaknya, aku tidak tahu kenapa. Ia terus mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga bibir kami bertemu.
Kwangmin melepaskan kecupan manisnya, “apapun yang kulakukan saat ini, apapun yang terjadi setelah ini, aku hanya ingin kau tahu aku tidak main-main dengan perasaanku.. saranghae..” kwangmin menempelkan bibirnya di bibirku lagi. Aku hanya diam, membiarkan dia yang memegang permainan. aku tidak menolak ciumannya ataupun membalasnya. Karena aku tidak tahu cara melakukannya.
Tiba-tiba tangan kwangmin yang memegang pipiku terjatuh begitu saja. Ciumannya terlepas. Tubuh kwangmin terjatuh namun aku langsung memeluknya. “ya~ kau kenapa ?!” aku mengguncang tubuhnya yang tidak bergerak tiba-tiba.
Aku tidak mendengar hembusan nafas kwangmin. apakah mungkin ? andwae!! Kenapa seperti ini ?! kenapa ? kenapa disaat aku mulai membuka hatiku dan akan jujur pada diriku sendiri, kenapa kau pergi dengan cara seperti ini ?! bahkan aku belum menjawab pernyataanmu.. kenapa kau pergi begitu saja kwangmin-ah?!
“kenapa kau pergi ?!” air mataku mengalir deras membasahi pipi dan juga kwangmin yang berada di pangkuanku.
Semilir angin kembali menerpa wajahku yang basah. “kenapa kau pergi begitu saja?”
END
Gimana ? abal kan ? ½ jam lho buatnya xD. Oke, RCL sangat berarti(?). kritik dan saran author tunggu.

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^