
Tittle : Can’t Believe it | Chapter 1
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : Romance
Length : Chaptered
Main Cast : Xi Luhan, Park SunHee
Support cast : Byun BaekHyun
Disclaimer : luhan gege milik tuhan, keluarganya, SMEnt, dan author(?)
Warning : Badfic, OC, OOC, typo(s)
[a/n] sesuai permintaan readers, author jadiin ff can’t believe it ini jadi ff chaptered yang awalnya Cuma drabble :3. Yang kemaren, anggap aja itu teaser(?) ato prolog ato pengenalan(??). haha..
**
“kenapa harus aku ? haaahh.. meneyebalkan.. pokoknya jika ada uang kembalian itu milikku~” gerutu seorang yeoja sambil memasuki pasar tradisional. Yeoja itu berkeliling pasar, mencari barang sesuai dengan catatan yang dibuatkan oleh umma nya.
“kenapa harus ke pasar sih ? umma ada-ada saja~” yeoja itu masih bersungut sungut sendiri disaat ia mencari barang yang ia cari. “di mana yang menjual lobak ? kenapa aku tidak menemukannya ? aish~” sunhee, -yeoja itu- mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru pasar. Ada pemandangan yang menarik perhatiannya.
“mwo ? apa itu ?!” sunhee berlari menuju kerumunan orang. Sunhee berusaha menerobos kerumunan orang itu dan berhasil. Sunhee menatap dengan tatapan prihatin pada orang-orang yang sedang berkerumun itu karena membiarkan seorang bocah lelaki yang terduduk di tanah dengan sudut b ibir berdarah karena tamparan(?) dari preman.
Preman itu masih berusaha menampar bocah lelaki itu, namun dengan cepat, sunhee berdiri di depan bocah lelaki itu. “ya~! Kalian pengecut hah! Kalian hanya berani pada bocah kecil seperti dia! Kalian tidak punya hati hah! Apa salahnya ?!” seru sunhee pada seorang lelaki bertubuh besar dengan bau yag khas, bau ketiak.
“aku hanya meminta uang pajak jalan padanya! Kau yeoja, jangan ikut campur !” seru preman itu. “mwo ? uang pajak jalan ? kau tidak sekolah huh ? yang berhak menagih pajak itu hanya pemerintah, bukan dirimu !” bentak sunhee. Bocah lelaki itu berdiri dan bersembunyi di belakang tubuh sunhee yang ukurannya lebih kecil dari tubuhnya.
Preman itu tidak bisa menjawab. Dia hanya diam. Kerumunan orang pun bubar, dan preman itu ikut bubar bersama yang lain. Mungkin dia sudah sadar. Haha..
“kajja!” sunhee menarik tangan bocah lelaki itu. Bocah itu hanya menurut.
Setelah keluar dari area pasar, sunhee mengajak bocah itu ke apotek dan membeli plester.
“luka mu tidak terlalu parah, mungkin plester bisa membuatmu lebih baik..” ujar sunhee sambil menempelkan plester di sudut bibir bocah itu.
“gomawo~” ujar bocah lelaki itu. Sunhee hanya senyum kecil. ‘haa.. suaranya bocah sekali, wajah bocah sekali, tapi kenapa dia lebih tinggi dariku~ dasar bocah sekarang hobi nya makan tiang.. uwuwuwu~’ pikir sunhee.
.
.
“nawasseo~” sunhee masuk kedalam rumahnya dan memberikan semua belanjaannya pada umma nya.
“ya~ mana lobak dan juga uang kembaliannya ?” tanya umma sunhee.
“aku tidak menemukan penjual lobak.. mungkin lobak sudah punah jadi penjualnya pensiun, kalau uang kembaliannya, aku gunakan untuk membela kebenaran dan melindungi orang lemah~” jawab sunhee, lalu masuk kedalam kamarnya. Umma nya hanya mengangkat sebelah alisnya, karena tidak terlalu memahami apa yang jawab putrinya.
--
Tokk
Tokk
Tokk
“sunhee, cepat buka pintunya…” sunhee yang sedang tertdur terpaksa membuka kedua matanya akibat dari polusi suara yang ditimbulkan umma nya. “umma mengganggu saja~” umpat sunhee.
“waegeurae ?”
“ada tetangga baru sunhee..” ujar umma nya dengan nada yang sangat antusias.
“lalu ?” tanya sunhee cuek sambil mengucek matanya yang masih penuh dengan oleh-oleh dari dunia mimpi. “kita harus membantu mereka! Ppali~ umma tunggu di bawah.. kaau kau menolak, kau akan umma suruh lagi belanja ke pasar” mata sunhee terbuka sepenuhnya.
“aish~ ne…” ucap sunhee pasrah.
--
“gomawo sudah membantu kami^^..” kata seorang yeoja yang terlihat seumurn dengan umma sunhee. Sunhee dan umma nya hanya tersenyum simpul. “ah.. kalau begitu kami pulang dulu~” pamit sunhee sambil menarik tangan umma nya.
“ah tunggu dulu~ duduk saja dulu, sekalian makan malam di sini..”
“ng.. tapi~” sunhee hendak menolak, tapi ia disikut oleh umma nya. “sebagai ucapan terima kasih dari kami..” akhirnya sunhee mengangguk dan umma nya tersenyum senang.
Ajhuma itu mengajak sunhee dan umma nya ke ruang makan. Di meja makan belum ada makanan apapun. “luhan, apa makanannya sudah siap nak ?” tanya ajhuma itu pada anaknya yang bernama luhan.
“ah~ ne.. sebentar lagi umma~” jawab luhan dari dapur.
‘sepertinya aku mengenal suara itu ?’ pikir sunhee.
Sambil menunggu makanan datang, sunhee hanya menundukkan kepalanya, mengotak ngatik handphone nya. Menyelesaikan game di handphone nya. Sementara umma nya langsung bisa akrab dengan ajhuma tetangga baru yang seumuran dengannya.
“ini makanannya~” ucap luhan sambil menyimpan beberapa makanan di meja makan. Umma sunhee dan ajhuma tetangga baru itu tersenyum. “perkenalkan ini anakku, namanya luhan” ucap ajhuma itu. Sunhee masih saja bermain game di handphone nya. Umma nya menyikut lengan sunhee.
“annyeong, luhan imnida^^” sunhee mengangkat kepalanya, dan matanya membulat setelah melihat siapa yang ada si hadapannya. “kau yang tadi di pasar itu kan ?” umma sunhee dan umma luhan saling bertatapan. “kalian sudah saling mengenal ?” luhan hanya tersenyum sambil mengusap sudut bibirnya yang ditempel plester.
“ani~ dia yang menolongku tadi.. kami belum sempat berkenalan” ucap luhan. Sunhee mengangguk.
“namamu ?” tanya luhan dengan suaranya yang seperti anak kecil.
“sunhee imnida^^”
**
Setelah di rumah, umma sunhee terus saja tersenyum aneh pada sunhee. Sunhee merasa sedikit risih dengan senyuman umma nya yang begitu aneh. “umma kenapa ? umma jatuh cinta ya ? umma tidak boleh jatuh cinta~ ingat appa masih ada di jepang~”
“umma tidak jatuh cinta.. kau yang jatuh cinta” sunhee langsung menatap umma nya. “mwo ? aku ? jatu cinta ? pada siapa ?” tanya sunhee heran.
“ne~ kau jatuh cinta pada luhan kan ?”
“mwo ? kenapa umma bisa menyimpulkan seperti itu sih ? lagipula dia itu tidak cocok denganku~ umma, pikirkan saja.. aku kan sudah SMA, masa aku jatuh cinta pada dia yang berwajah seperti anak SMP.. umma ada-ada saja..”
“hey~ tahu darimana kalau luhan itu anak smp ? mm.. ternyata anak umma sudah mengetahui semua tentang luhan..”
“aish umma.. lihat saja wajahnya.. masih bocah” karena tidak ingin mendengan godaan umma nya, sunhee langsung masuk ke kamarnya yang berada di lantai 2.
Sunhee duduk di kursi yang berada di beranda kamanya. ‘la la la aku sayang sekali~ doraemon’ sunhee bersenandung kecil sambil membaca komik doraemon miliknya. Sunhee menutup komiknya karena ia mendengar suara seseorang yang sedang tertawa.
“ya~! Tunjukan wujud aslimu! Aku tidak takut !” seru sunhee. Lalu muncul seseorang di seberang balkon kamar sunhee. Luhan.
“ya~ kenapa kau tertawa seperti itu ?”
“ani.. aku hanya memastikan apa kau bernyanyi ost doraemon atau tidak, ternyata memang benar.. hihihi..”
“memangnya kenapa? Ada yang salah dengan doraemon ?” luhan menggeleng.
“namamu sunhee ?”
“ne..”
“boleh aku jadi temanmu ?” tanya luhan.
“kalau tidak boleh bagaimana ?” sunhee kembali membuka komik doraemon miliknya.
“ah.. arraseo~ kalau beitu aku jadi namjachingu mu saja ? bagaimana ? kau mau kan ?”
“mwo??? O_O” luhan tersenyum manis pada sunhee yang kini menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
TBC
aneh kan ? ga tanggung jawab ah~ *koplakluthor xD*

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^