Rabu, 11 Juli 2012

EXO Fanfiction | Can’t Believe it | Chapter 2 (ending)



Tittle : Can’t Believe it
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : Romance
Length : Chaptered
Main Cast : Xi Luhan, Park SunHee
Support cast : Byun BaekHyun
Disclaimer : luhan gege milik tuhan, keluarganya, SMEnt, dan author(?)
Warning : Badfic, OC, OOC, typo(s)
[a/n] chapter 2 nya udah ada.. hoho.. author mikir, ini bener-bener ff aneh –‘.. tapi walopun ini aneh bin gaje, RCL tetep wajib yak ^w^..

**


R/R

Previous chapter

“boleh aku jadi temanmu ?” tanya luhan.

“kalau tidak boleh bagaimana ?” sunhee kembali membuka komik doraemon miliknya.

“ah.. arraseo~ kalau beitu aku jadi namjachingu mu saja ? bagaimana ? kau mau kan ?”

“mwo??? O_O” luhan tersenyum manis pada sunhee yang kini menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.

Can’t believe it
In 2nd episode

Sunhee kembali merubah ekspresi wajahnya. Ia kembali dengan ekspresi yang tenang. Lalu menatap luhan yang berada di seberangnya. Sunhee tersenyum kecil lalu menjentikkan jari nya. “hey~ ucapanmu itu sungguh diluar dugaan dan juga sedikit mengejutkan.. kita baru saling mengenal, kau sudah seperti ini.. ckk.. lelucon yang aneh”

Sunhee berbalik hendak kembali masuk kedalam kamarnya. Sunhee menoleh pada luhan yang masih tetap setia di tempatnya, “teman? Itu tidak buruk juga” ujar sunhee lalu masuk dan menutup pintu kamarnya. Sementara luhan hanya tersenyum sambil memandang gelapnya langit malam.

“ini awal yang bagus~” gumamnya.

**

“tidak sekolah ?” tanya sebuah suara yang membuat sunhee menutup komiknya. Ditatapnya namja baby face di hadapannya. “ini libur semester~” jawab sunhee. Luhan hanya ber’oh’ ria.

Luhan duduk di ayunan di samping sunhee. “kenapa kau kemari ?” tanya sunhee yang sedikit merasa terganggu dengan keberadaan luhan. Luhan memang tidak bersuara, namun gerak-geriknya membuat mata sunhee sangat terganggu.

“wae ? tidak boleh ya ?”
 “aniyo~ hanya saja ini kan halaman rumahku, kenapa kau kemari tanpa ijin ?”

“hehe.. aku sudah minta ijin pada umma mu, dan katanya masuk saja, anggap saja rumah sendiri”

“umma~” gerutu sunhee.

Keheningan menyelimuti mereka berdua. Sunhee sibuk sendiri dengan komik serial cantik miliknya. Sedangkan luhan hanya duduk di ayunan sambil memerhatikan sunhee yang tengah sibuk sendiri.

Luhan tersenyum manis sambil memandangi wajah sunhee yang serus dengan komiknya.

Sunhee menutup komiknya dan balas menatap luhan yang kini masih menatapnya. “kau mengganggu sekali~ aishh..” gerutu sunhee. Sunhee berdiri dari ayunan dan berjalan memasuki rumah.

Luhan ikut berdiri dan mengejar sunhee. “ya~ kau marah ? jika iya, sebagai permintaan maafku, ku traktir makan ice cream. Kau mau?”

‘sunhee si maniak ice cream tidak mungkin menolak ini. kapan lagi bisa makan ice cream dengan gratis’ pikir sunhee. Sunhee berbalik dan tersenyum pada luhan. “kajja! Aku tahu tempat yang bagus !” sunhee manarik tangan luhan keluar dari halaman rumahnya.

--

“gomawo kau sudah mau mentraktirku^^” ucap sunhee sambil memasukan sesendok ice cream pada mulutnya. Luhan hanya tersenyum dan memakan ice cream miliknya.

“ckck.. ternyata kau memang masih bocah..” ujar sunhee. Luhan hanya menatap sunhe dengan tatapan tidak mengerti. Sunhee mengeluarkan tissue yang ia simpan di saku celana nya. Sunhee membersihkan lelehan ice cream di sudut bibir luhan. “gomawo~” ujar luhan sambil tersenyum. Bukan hanya bibirnya yang tersenyum, tapi mata luhan juga ikut tersenyum. Membuat sunhee sedikit tertarik pada sosok xi luhan yang dianggapnya sebagai bocah kecil.

“kalau kau bersikap seperti itu, aku serasa mempunyai adik.. haha” canda sunhee yang membuat bibir luhan mengerucut. “aigo~ bibirmu lucu mengerucut seperti itu xD” sunhee kembali mentertawakan kelakuan luhan yang memang sedikit kekanak-kanakan.

“ya~ aku bukan bocah.. aku sudah besar.. umurku melebihi umurmu” kata luhan yang membuat tawa sunhee terhenti. “mwo ? maksudmu kau lebih tua dariku ? jangan bercanda ..” luhan hanya mengangkat bahu nya seolah-olah bicara –terserah kau saja-.

**

Di saat masih libur, luhan selalu mengunjungi rumah sunhee dan mengajaknya pergi. Entah itu pergi ke kedai ice cream yang membuat luhan bangkrut karena harus mentraktir sunhee. Atau pergi ke taman bermain yang tak kalah membangkrutkan tabungan luhan. Namun luhan rela demi yeoja yang ia cintai sejak pandangan pertama, sejak kejadian di pasar beberapa hari kemarin.

Namun selama itu, sunhee tetap menganggap luhan seorang bocah yang umurnya dibawahnya. Walaupun luhan selalu mengatakan “aku ini lebih tua darimu~”. Namun sunhee tetap tidak percaya. Dasar yeoja kepala batu.

**

“sunhee, saranghae~” ungkap luhan di balkon kamarnya yang berhadapan dengan balkon kamar sunhee. Sunhee mengangkat sebelah alisnya.

“ya bocah~ ingat umurmu.. kita juga baru saling mengenal seminggu lalu.. kau juga masih bocah.. mana cocok dengan aku yang sudah SMA ini..” ujar sunhee datar, lalu masuk kedalam kamarnya meninggalkan luhan yang masih menatap punggungnya.

Luhan hanya terkikik mendengar perkataan yang dilontarkan sunhee. ‘dia masih saja tidak percaya padaku .. haha.. lihat saja nanti~’ ucap luhan dalam haatinya.

**

Sunhee berjalan menuju sekolah dengan senyuman yang menempel di wajahnya. Langkahnya terhenti karena luhan ada di hadapannya. “sunhee, mau sekolah ya ?” tanya luhan basa-basi yang tentu saja tidak dijawab oleh sunhee.

Sunhee melanjutkan langkahnya yang terhenti. Luhan mengikuti sunhee dan berjalan tepat di samping sunhee. “bagaimana dengan jawaban atas penyataanku semalam ?”

“kau serius ? kau kan masih bocah.. aku sudah SMA.. lebih baik kau sekolah dulu yang benar baru mengungkapkan semua padaku..”

“aku sudah pintar dan tidak perlu sekolah~ kkk~”

“ish.. sombong sekali kau..”

“aku memang sudah menyelesaikan kuliahku” ujar luhan yang membuat sunhee tertawa.

“haha.. aku tidak percaya~ sudah ya, aku mau sekolah..”

“hey~ tapi aku serius mencintaimu sunhee.. at the first sight..” sunhee menatap wajah luhan lekat. “jinja ?” tanya sunhee tidak percaya.

“ne! aku ini seorang namja, aku tidak main-main dengan ucapanku..”

Sunhee tersenyum manis kali ini, mau tidak mau luhan ikut tersenyum karena melihat senyuman yeoja yang sangat ia cintai sejak seminggu lalu. Sejak pertama ia bertemu dengan sunhee.

“aku akan menerimamu jika kau bisa membuktikan padaku kalau kau bukan seorang bocah.. dan juga bisa membuktikan bahwa kau telah menyelesaikan kuliahmu seperti yang kau katakan tadi..”

“itu gampang princess^^.. tapi kau harus menepati janjimu itu~”

“ne.. yaksokhae..” ucap sunhee lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju sekolah, seoul high school.

**

Keesokan harinya

“malas~” ujar baekhyun, teman sebangku sunhee. “waeyo ? tidak biasanya kau seperti ini.. pasti ada yang aneh..” tanya sunhee.

“lihat saja nanti..” kata baekhyun dengan tampangnya yang sangat suram. “omo~ fans ku pasti berkurang” gerutu baekhyun sambil membenamkan wajahnya pada tas nya yang berada di meja. Sunhee hanya menggelengkan kepalanya. ‘dasar bebek aneh’ gumam sunhee.

Sunhee merogoh hp nya yang bergetar di saku baju nya.

From : Luhan si bocah tengik
Kau harus menepati janjimu hari ini.. saranghae chagiya~

‘dasar bocah~’ gumam sunhee. Lalu kembali memasukan hp nya kedalam saku. Sunhee kembali memerhatikan baekhyun yang sedari tadi tidak diam karena memikirkan fansnya akan berkurang hari ini.

Beberapa saat kemudian, namja asing masuk kedalam kelas sunhee yang masih berisik bak pasar ikan yang sedang mengadakan discount besar-besaran.

“ekhm…” namja asing itu berdehem keras, mencari perhatian. Semua siswa langsung diam. Terutama para yeoja yang langsung membuat tatapan cinta. Sunhee tetap memerhatikan baekhyun yang kini memasang tampang –jangan tinggalkan aku fans ku..-.

Sunhee semakin mengeglengkan kepalanya gara-gara kelakuan aneh chairmate nya.

“boleh minta perhatiannya sebentar ? nama ku Luhan. aku seonsaengnim baru di sini.. aku juga merangkap(?) sebagai wali kelas kalian juga..” ujar namja itu. Sunhee langsung menatap kedepan dan matanya membulat tanda ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat di hadapannya saat ini.

“kau ???!!!!!!!!!!!” pekik sunhee, hingga seluruh siswa menatap kearahnya.

Luhan mengedipkan sebelah matanya, nakal. seolah-olah berkata –kau milikku sekarang-

Sunhee hanya bisa memegang kepalanya dengan kedua tangannya. “can’t believe it~” gumam sunhee.

“sunhee-a, kau mengenalnya ?” tanya teman sunhee dengan nada yang sangat antusias. “aniya, lupakan saja~” ucap sunhee datar, lalu ia kembali fokus pada baekhyun yang masih saja mengkhawatirkan fansnya.

“baiklah, kita mulai pelajarannya” seru luhan.

“ne, seonsaengnim” para siswa bersemangat, terutama yeoja.

>>skip

Pulang sekolah

Sunhee berjalan dengan langkah gontai keluar area sekolah. Ia merogoh hp nya yang ia simpan di saku bajunya. Tertera jelas di layar handphone nya. ‘message from luan si bocah tengik’. Sunhee menhela nafas beratnya. “aku rasa panggilan bocah itu harus aku ralat.. aishh~ sunhee babo” sunhee memukul kepalanya sendiri lalu membuka pesan dari luhan.

From : Luhan si bocah tengik
Kau harus menepati janjimu^^. Aku tunggu di halaman belakang rumah ku..

Sunhee kembali memasukan handphone nya. Sunhee memegangi dadanya yang terasa berdetak lebih cepat dari biasanya. “aduh.. kenapa aku jadi seperti ini setelah mengetahui kenyataannya.. aigo~ kendalikan perasaanmu park sunhee!” sunhee melanjutkan langkahnya yang terhenti.

--

Sunhee sudah dekat dengan rumah luhan. Dan yang membuat hatinya semakin tidak karuan adalah karena ia meliha luhan sedang menunggunya di depan rumahnya dengan senyuman yang merekah di bibir mungilnya. Luhan menyadari keberadaan sunhee lagsung tersenyum kearahnya, membuat sunhee menjadi salah tingkah.

“seharusnya aku percaya kalau dia memang lebih tua dariku” sesal sunhee dalam hatinya. “kajja, kau lambat sekali” luhan menarik sunhee ke halaman belakang rumahnya.

“nah, duduk di sini..” luhan menyuruh sunhee duduk di kursi yang ada di halaman belakang rumahnya. Luhan ikut duduk di samping sunhee. Sunhee hanya diam sambil memainkan ujung bajunya.

“kau tidak perlu menyesl seperti itu. Kekeke~” ledek luhan yang membuat sunhee melotot padanya. “aku tidak menyesal.. PD sekali kau ini~”

“lantas, kenapa kau diam saja hm ??”

“aku hanya tampak bodoh saja sekarang .. haha.. seharusnya aku percaya padamu sejak awal..”

“haha.. tu namanya menyesal.. tapi sekarang kau percaya kan ?” sunhee mengangguk. “lalu bagaimana dengan janjimu ?” sunhee kembali menundukan kepalanya. “hey~ aku serius..” luhan memegang dagu sunhee dan membuatnya menatap tepat ke mata luhan. Ekspresi luhan sekarang berubah. Kini ekspresi luhan penuh dengan keseriusan.

“aku .. emm.. aku .. hh… baiklah, kutepati janjiku padamu karena sepertinya aku memiliki perasaan yang sama denganmu… aish~ aku lebih terlihat konyol sekarang..”

“jinja ??!! aku bahagia sekali !!” saking bahagianya, luhan langsung menarik sunhee kedalam pelukannya. Sesaat kemudian, luhan melepas pelukannya dan menatap sunhee tepat ke bola matanya. Membuat wajah sunhee sedikit memanas karena terus ditatap seperti itu.

“hey~ kau kenapa ? ada yang salah ?” luhan menggeleng pelan.

Wajah luhan mendekat ke wajah sunhee, membuat sunhee memundurkan(?) kepalanya, namun tangan luhan menahan tubuh sunhee, dan akhirnya bibir luhan bersentuhan dengan bibir sunhee. Sunhee yang terkejut karena serangan luhan yang tiba-tiba itu hanya bisa memasang ekspresi ----> O_O.

‘click’

Ciuman luhan terlepas karena mendengar suara camera. Lalu sunhee dan luhan menoleh. Benar saja, sunhee dan luhan menemukan umma mereka yang tersenyum aneh.

“umma!!!!!!!!!!!!!”

-END-

oke.. ada 2 kesalahan author di sini.. ini ff akhirnya jadi 2 chapter .. harusnya lenghtnya doubleshot.. tapi author tanggung tulis chaptered di chapter 1 ..
kesalahan satu lagi, author yakin ini ff gagal T T.. mian ya~
author bikinnya ngebut pake banget.. cuma 2 jam-an aja T T..
tapi, walopun ff ini ff abal, tapi RCL ya~ biar author bisa bikin lagi ff baru ^^
gomawo ^^

0 komentar:

Posting Komentar

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template