Tittle : Ustedes son el future |
chapter 2
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : AU, Romance
Length : Chaptered (2 of ?)
Main cast : Byun Baekhyun, Cho
Sooyeon (OC)
Support cast : Find it by yourself
Disclaimer : baekhyun milik tuhan
agensinya, keluarganya. Cerita ini asli milik author
Warning : AU, Badfic, OC, OOC,
typo[s]
[a/n] annyeong ^^ author balik lagi
bawa ff. semoga ff ini bener-bener jadi ff chapter, bukan Cuma doubleshot xD.
Previous chap : Chapter 1
**
Previous
Chapter
“tinggal lah di sini.. aku
membutuhkanku.. jika kau tidak di sini, aku tidak bisa hidup..”
“eh ?”
Ustedes son el future
2nd episode
“aku ? di sini ? bersamamu ?” tanya
sooyeon sambil menunjuk-nunjuk wajahnya sendiri. Baekhyun mengangguk seraya
tersenyum manis. Senyuman yang membuat hati sooyeon sedikit bergetar.
“ne~ kau tinggal di sini saja..”
“mm.. baiklah.. lagipula aku tidak
mempunyai tempat tujuan..” sooyeon meng’iyakan permintaa baekhyun. baekhyun
tersenyum senang lalu memeluk sooyeon yang duduk di sampingnya.
“gomawo^^, dengan adanya kau di
sini, aku tidak akan kelaparan lagi karena kau akan memasak untukku, dan rumah
ini akan selalu tampak rapih ^^” baekhyun melepas pelukannya. Ia bangkit lalu
berjalan menuju kamarnya.
“kamarmu, ada di sebelah kamarku ^^”
ujar baekhyun lalu menutup pintu kamarnya sendiri. Sooyeon masih terpaku di
sofa.
‘mwo ? jadi aku hanya dianggap
sebagai pembatunya ?’ pikir sooyeon.
Sooyeon menghela nafas beratnya,
‘gwenchana.. ini balasan aku tinggal gratis di sini.. tapi aku kenapa ? kenapa
senyuman baekhyun membuatku…’ sooyeon memegangi dadanya sendiri yang berdetak
tidak beraturan.
Sooyeon menggelengkan kepalanya.
‘aniyo. Dia orang yang baru kukenal, mana mungkin aku ada perasaan padanya..’
.
.
.
.
.
“nakatsu ? kenapa kau di sini ? kau
baik-baik saja ? syukurlah!” sooyeon sedikit terkejut karena mendapati nakatsu,
harimau putih peliharaannya sedang meringkuk di sofa di rumah baekhyun.
Sooyeon mengelus leher nakatsu yang
membuat nakatsu menggeliat dalam tidurnya. Eraman-eraman kecil terdengar, tanda
nakatsu sedikit terganggu dengan perlakuan sooyeon padanya. Namun sooyeon terus
saja mengganggu nakatsu yang sedang meringkuk di sofa.
Tiba-tiba mata nakatsu terbuka
sepenuhnya. Sooyeon terlihat senang karena usahanya mengganggu nakatsu yang
sedang tertidur berhasil. Namun terlihat ada yang terlihat berbeda dari mata
nakatsu. Sooyeon menyadari itu. Ia melihat kilatan cahaya di mata nakatsu.
“sooyeon-ah, kau menggangguku~
padahal aku sedang bermimpi indah” tiba-tiba nakatsu bisa berbicara layaknya
manusia. Dan pendengaran sooyeon merasa tidak asing dengan suara itu.
“ka.. kau.. kau bisa bicara ?”
sooyeon sangat terkejut, dan menutupi bibirnya yang menganga(?).
Tiba-tiba seluruh tubuh mungil
nakatsu ditutupi oleh cahaya yang membuat sooyeon harus menutup matanya karena
silau. Beberapa detik kemudian, cahaya dari tubuh nakatsu sudah hilang. Sooyeon
membuka matanya. Namun bukan sosok nakatsu yang ia lihat.
Sooyeon melihat sosok baekhyun yang
mengenakan mantel dari bulu harimau putih. “ka.. kau ???!!!!!” sooyeon menunjuk
baekhyun yang sedang tersenyum manis.
“annyeong ^^, akulah sosok nakatsu
versi manusia^^, aku tampan bukan ??”
.
.
.
.
.
“andwaeeeee!!!!” sooyeon terbangun
dari mimpinya dan langsung melihat keadaan sekitar. Sooyeon menggaruk bagian
belakang kepalanya yang sedikit terasa gatal. “aku ketiduran di sofa~”
gumamnya.
Sooyeon berdiri dan melangkahkan
kakinya ke kamar mandi, sekedar untuk membersihkan badannya yang terasa
lengket. Walaupun jam dinding masih menunjukan pukul 5 pagi, sooyeon tetap
mandi, karena ia ingin merasa nyaman.
--
Setelah selesai mandi sooyeon
langsung memasak sesuatu untuknya dan juga untuk baekhyun. sooyeon melakukan
itu karena ia menyadari “posisinya” di rumah baekhyun. yaitu sebagai seseorang
yang sangat baekhyun butuhkan, karena jika ia tidak ada, baekhyun bisa mati
kelaparan. Kasarnya, sooyeon sadar akan posisinya sebagai pembantu secara tidak
langsung di rumah baekhyun.
“nakatsu..” tiba-tiba sooyeon
melontarkan nama nakatsu secara tidak sadar ketika ia sedang memasak beberapa
bahan makanan. Sepertinya ia memang sangat merindukan sosok harimau putih kecil
itu.
“nakatsu, kau dimana ?” sooyeon
kembali bergumam. Sooyeon merasa kaki kecilnya ada yang memeluk. Sooyeon
melirik kakinya yang sedang dipeluk seseorang. Baekhyun. ya, baekhyun memeluk
kaki sooyeon dengan mata yang masih terpejam.
Kelakuan baekhyun sungguh mirip
kelakuan anak kucing yang memeluk ibunya saat kedinginan. “ya~ apa yang kau
lakukan ? lepaskan, kau menggangguku” sooyeon berusaha melepaskan pelukan
baekhyun di kakinya. Namun baekhyun tetap pada posisinya.
“ya~ kalau kau tidak melepaskan
kakiku, aku tidak akan memberimu makan!” ancam sooyeon.
Baekhyun tetap memeluk kaki sooyeon,
ditambah dengan menggerak gerakan kepalanya di kaki sooyeon. Dibanding mirip
manusia, kelakuan baekhyun lebih mirip kucing. Sooyeon kembali teringat pada
mimpinya. Benarkah ? benarkah baekhyun adalah sosok nakatsu versi manusia ?
Sooyeon menarik paksa kakinya dari
pelukan baekhyun. membuat baekhyun menggerutu namun dengan mata yang menutup.
Sooyeon jongkok, menyamakan tingginya dengan baekhyun yang sedang duduk ala
putrid duyung di lantai dapur.
Tangan sooyeon yang kecil menangkup
wajah baekhyun. diperlakukan seperti itu, mata sipit baekhyun terbuka
sepenuhnya. “kau nakatsu ? benarkah itu ?” sooyeon langsung memeluk erat
baekhyun. yang dipeluk hanya memasang tampang penuh tanda tanya.
“nakatsu ?” tanya baekhyun.
“nakatsu bogoshipo~” ujar sooyeon
masih dengan memeluk baekhyun. baekhyun melepas paksa pelukan sooyeon. “ya~ apa
yang kau lakukan ? nakatsu ? siapa dia ? aku bukan nakatsu”
“kau nakatsu! Kau adalah nakatsu ku~
harimau putih ku yang hilang dibuang appa..”
“mwo ? kau masih tidur heh ? aku ini
manusia! Aish~ kenapa namja tampan sepertiku dibilang jelmaan harimau putih.
Apa aku terlihat belang, berbulu, dan bertaring tajam ?”
“tidak.. tapi di mimpiku—“ sooyeon
belum menyelesaikan perkataannya, karena baekhyun menempelkan telunjuknya di
bibir mungil sooyeon. Wajah sooyeon seketika berubah warna.
“itu hanya mimpi..” ujar baekyun
dengan senyuman manisnya. Baru kali ini sooyeon melihat senyuman baekhyun yang
seperti ini. karena kemarin, sooyeon sudah men-cap baekhyun itu adalah orang
paling aneh yang pernah ia temui.
“hey? Wajahmu kenapa ?” tanya
baekhyun saat menyadari perubahan warna wajah sooyeon, berwarna merah padam.
“kau sakit ?” jari telunjuk yang
menempel di bibir sooyeon kini digantikan oleh kesepuluh jari baekhyun yang
lentik yang kini menangkup wajahnya. Wajah sooyeon semakin memerah dan detak
jantungnya semakin cepat.
Sooyeon melepaskan tangkupan tangan
baekhyun di wajahnya lalu menggeleng kecil. “nan gwenchana..” sooyeon berdiri
dan kembali memasak. Baekhyun ikut berdiri dan berdiri di sebelah sooyeon yang sedang
memasak.
Satu yang dirasakan sooyeon,
perasaan gugup yang luar biasa. “kau sedang membuat apa ?” tanya baekhyun sambil
menatap wajah sooyeon yang sedang memasak dan juga sedang menyembunyikan
perasaan gugupnya.
“aku hanya membuat pancake..” jawab
sooyeon singkat. Baekhyun hanya membentuk mulutnya seperti huruf ‘O’.
--
Setelah selesai makan, baekhyun
hanya bermalas-malasan di sofa sembari menonton tv. Sooyeon yang duduk di
sebelahnya menjadi sedikit kesal. “ya~ kau bau sekali ! sana mandi!” seru
sooyeon sambil menutup hidungnya.
Baekhyun menatap sooyeon dengan
tatapan aneh. “aku mau mandi asalkan kau yang memandikanku~” baekhyun tersenyum
manis. Namun aura mesum lebih banyak pada senyuman baekhyun itu. Wajah sooyeon
kembali memerah.
“ya~!”
“kau kan bilang aku ini nakatsu mu,
jadi kau harus memandikanku” ujar baekhyun
sambil mendaratkan kepalanya di paha sooyeon, bermanja-manja layaknya
kucing. Sooyeon berdiri dengan cepat membuat kepala baekhyun jatuh begitu saja
ke sofa.
“mandi sekarang, atau tidak ada
makan siang !” ancam sooyeon. Dan itu berhasil.
Ustedes son el future
2nd episode
Keesokan harinya. .
Sooyeon sedang melakukan
rutinitasnya selama ia berada di rumah baekhyun. membersihkan rumah dan
mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Tiba-tiba baekhyun berjalan dengan
terburu-buru melewati sooyeon.
Sooyeon melihat baekhyun dengan
setelan rapi. “mau kemana ?” tanya sooyeon.
“aku mau pergi kerja” sahut baekhyun
sambil memasang sepatu pada kakinya.
“sudah sarapan ?” tanya sooyeon
lagi. Baekhyun hanya mengangguk. “aku baru tahu kau mempunyai pekerjaan” ledek
sooyeon.
Bibir baekhyun membentuk sebuah
senyuman. “aku harus kembali bekerja karena aku harus menghidupi diriku”
baekhyun membuat simpul pita pada tali sepatunya. Ia berdiri dihadapan sooyeon
dan memegang pundak sooyeon.
“dan juga menghidupi dirimu”
“eh ?”
TBC

I like it, continue pliss^^
BalasHapus