Jumat, 27 Juli 2012

EXO FanFiction | Ustedes son el future | chapter 2


Tittle : Ustedes son el future | chapter 2
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : AU, Romance
Length : Chaptered (2 of ?)
Main cast : Byun Baekhyun, Cho Sooyeon (OC)
Support cast : Find it by yourself
Disclaimer : baekhyun milik tuhan agensinya, keluarganya. Cerita ini asli milik author
Warning : AU, Badfic, OC, OOC, typo[s]
[a/n] annyeong ^^ author balik lagi bawa ff. semoga ff ini bener-bener jadi ff chapter, bukan Cuma doubleshot xD.
Previous chap : Chapter 1



**

Previous Chapter


“tinggal lah di sini.. aku membutuhkanku.. jika kau tidak di sini, aku tidak bisa hidup..”


“eh ?”


Ustedes son el future
2nd episode



“aku ? di sini ? bersamamu ?” tanya sooyeon sambil menunjuk-nunjuk wajahnya sendiri. Baekhyun mengangguk seraya tersenyum manis. Senyuman yang membuat hati sooyeon sedikit bergetar.


“ne~ kau tinggal di sini saja..”


“mm.. baiklah.. lagipula aku tidak mempunyai tempat tujuan..” sooyeon meng’iyakan permintaa baekhyun. baekhyun tersenyum senang lalu memeluk sooyeon yang duduk di sampingnya.


“gomawo^^, dengan adanya kau di sini, aku tidak akan kelaparan lagi karena kau akan memasak untukku, dan rumah ini akan selalu tampak rapih ^^” baekhyun melepas pelukannya. Ia bangkit lalu berjalan menuju kamarnya.


“kamarmu, ada di sebelah kamarku ^^” ujar baekhyun lalu menutup pintu kamarnya sendiri. Sooyeon masih terpaku di sofa.


‘mwo ? jadi aku hanya dianggap sebagai pembatunya ?’ pikir sooyeon.


Sooyeon menghela nafas beratnya, ‘gwenchana.. ini balasan aku tinggal gratis di sini.. tapi aku kenapa ? kenapa senyuman baekhyun membuatku…’ sooyeon memegangi dadanya sendiri yang berdetak tidak beraturan.


Sooyeon menggelengkan kepalanya. ‘aniyo. Dia orang yang baru kukenal, mana mungkin aku ada perasaan padanya..’
.
.
.
.
.
“nakatsu ? kenapa kau di sini ? kau baik-baik saja ? syukurlah!” sooyeon sedikit terkejut karena mendapati nakatsu, harimau putih peliharaannya sedang meringkuk di sofa di rumah baekhyun.


Sooyeon mengelus leher nakatsu yang membuat nakatsu menggeliat dalam tidurnya. Eraman-eraman kecil terdengar, tanda nakatsu sedikit terganggu dengan perlakuan sooyeon padanya. Namun sooyeon terus saja mengganggu nakatsu yang sedang meringkuk di sofa.


Tiba-tiba mata nakatsu terbuka sepenuhnya. Sooyeon terlihat senang karena usahanya mengganggu nakatsu yang sedang tertidur berhasil. Namun terlihat ada yang terlihat berbeda dari mata nakatsu. Sooyeon menyadari itu. Ia melihat kilatan cahaya di mata nakatsu.


“sooyeon-ah, kau menggangguku~ padahal aku sedang bermimpi indah” tiba-tiba nakatsu bisa berbicara layaknya manusia. Dan pendengaran sooyeon merasa tidak asing dengan suara itu.


“ka.. kau.. kau bisa bicara ?” sooyeon sangat terkejut, dan menutupi bibirnya yang menganga(?).


Tiba-tiba seluruh tubuh mungil nakatsu ditutupi oleh cahaya yang membuat sooyeon harus menutup matanya karena silau. Beberapa detik kemudian, cahaya dari tubuh nakatsu sudah hilang. Sooyeon membuka matanya. Namun bukan sosok nakatsu yang ia lihat.


Sooyeon melihat sosok baekhyun yang mengenakan mantel dari bulu harimau putih. “ka.. kau ???!!!!!” sooyeon menunjuk baekhyun yang sedang tersenyum manis.


“annyeong ^^, akulah sosok nakatsu versi manusia^^, aku tampan bukan ??”
.
.
.
.
.
“andwaeeeee!!!!” sooyeon terbangun dari mimpinya dan langsung melihat keadaan sekitar. Sooyeon menggaruk bagian belakang kepalanya yang sedikit terasa gatal. “aku ketiduran di sofa~” gumamnya.


Sooyeon berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi, sekedar untuk membersihkan badannya yang terasa lengket. Walaupun jam dinding masih menunjukan pukul 5 pagi, sooyeon tetap mandi, karena ia ingin merasa nyaman.


--


Setelah selesai mandi sooyeon langsung memasak sesuatu untuknya dan juga untuk baekhyun. sooyeon melakukan itu karena ia menyadari “posisinya” di rumah baekhyun. yaitu sebagai seseorang yang sangat baekhyun butuhkan, karena jika ia tidak ada, baekhyun bisa mati kelaparan. Kasarnya, sooyeon sadar akan posisinya sebagai pembantu secara tidak langsung di rumah baekhyun.


“nakatsu..” tiba-tiba sooyeon melontarkan nama nakatsu secara tidak sadar ketika ia sedang memasak beberapa bahan makanan. Sepertinya ia memang sangat merindukan sosok harimau putih kecil itu.


“nakatsu, kau dimana ?” sooyeon kembali bergumam. Sooyeon merasa kaki kecilnya ada yang memeluk. Sooyeon melirik kakinya yang sedang dipeluk seseorang. Baekhyun. ya, baekhyun memeluk kaki sooyeon dengan mata yang masih terpejam.


Kelakuan baekhyun sungguh mirip kelakuan anak kucing yang memeluk ibunya saat kedinginan. “ya~ apa yang kau lakukan ? lepaskan, kau menggangguku” sooyeon berusaha melepaskan pelukan baekhyun di kakinya. Namun baekhyun tetap pada posisinya.


“ya~ kalau kau tidak melepaskan kakiku, aku tidak akan memberimu makan!” ancam sooyeon.


Baekhyun tetap memeluk kaki sooyeon, ditambah dengan menggerak gerakan kepalanya di kaki sooyeon. Dibanding mirip manusia, kelakuan baekhyun lebih mirip kucing. Sooyeon kembali teringat pada mimpinya. Benarkah ? benarkah baekhyun adalah sosok nakatsu versi manusia ?


Sooyeon menarik paksa kakinya dari pelukan baekhyun. membuat baekhyun menggerutu namun dengan mata yang menutup. Sooyeon jongkok, menyamakan tingginya dengan baekhyun yang sedang duduk ala putrid duyung di lantai dapur.


Tangan sooyeon yang kecil menangkup wajah baekhyun. diperlakukan seperti itu, mata sipit baekhyun terbuka sepenuhnya. “kau nakatsu ? benarkah itu ?” sooyeon langsung memeluk erat baekhyun. yang dipeluk hanya memasang tampang penuh tanda tanya.


“nakatsu ?” tanya baekhyun.


“nakatsu bogoshipo~” ujar sooyeon masih dengan memeluk baekhyun. baekhyun melepas paksa pelukan sooyeon. “ya~ apa yang kau lakukan ? nakatsu ? siapa dia ? aku bukan nakatsu”


“kau nakatsu! Kau adalah nakatsu ku~ harimau putih ku yang hilang dibuang appa..”


“mwo ? kau masih tidur heh ? aku ini manusia! Aish~ kenapa namja tampan sepertiku dibilang jelmaan harimau putih. Apa aku terlihat belang, berbulu, dan bertaring tajam ?”


“tidak.. tapi di mimpiku—“ sooyeon belum menyelesaikan perkataannya, karena baekhyun menempelkan telunjuknya di bibir mungil sooyeon. Wajah sooyeon seketika berubah warna.


“itu hanya mimpi..” ujar baekyun dengan senyuman manisnya. Baru kali ini sooyeon melihat senyuman baekhyun yang seperti ini. karena kemarin, sooyeon sudah men-cap baekhyun itu adalah orang paling aneh yang pernah ia temui.


“hey? Wajahmu kenapa ?” tanya baekhyun saat menyadari perubahan warna wajah sooyeon, berwarna merah padam.


“kau sakit ?” jari telunjuk yang menempel di bibir sooyeon kini digantikan oleh kesepuluh jari baekhyun yang lentik yang kini menangkup wajahnya. Wajah sooyeon semakin memerah dan detak jantungnya semakin cepat.


Sooyeon melepaskan tangkupan tangan baekhyun di wajahnya lalu menggeleng kecil. “nan gwenchana..” sooyeon berdiri dan kembali memasak. Baekhyun ikut berdiri dan berdiri di sebelah sooyeon yang sedang memasak.


Satu yang dirasakan sooyeon, perasaan gugup yang luar biasa. “kau sedang membuat apa ?” tanya baekhyun sambil menatap wajah sooyeon yang sedang memasak dan juga sedang menyembunyikan perasaan gugupnya.


“aku hanya membuat pancake..” jawab sooyeon singkat. Baekhyun hanya membentuk mulutnya seperti huruf ‘O’.

--

Setelah selesai makan, baekhyun hanya bermalas-malasan di sofa sembari menonton tv. Sooyeon yang duduk di sebelahnya menjadi sedikit kesal. “ya~ kau bau sekali ! sana mandi!” seru sooyeon sambil menutup hidungnya.


Baekhyun menatap sooyeon dengan tatapan aneh. “aku mau mandi asalkan kau yang memandikanku~” baekhyun tersenyum manis. Namun aura mesum lebih banyak pada senyuman baekhyun itu. Wajah sooyeon kembali memerah.


“ya~!”


“kau kan bilang aku ini nakatsu mu, jadi kau harus memandikanku” ujar baekhyun  sambil mendaratkan kepalanya di paha sooyeon, bermanja-manja layaknya kucing. Sooyeon berdiri dengan cepat membuat kepala baekhyun jatuh begitu saja ke sofa.


“mandi sekarang, atau tidak ada makan siang !” ancam sooyeon. Dan itu berhasil.


Ustedes son el future
2nd episode


Keesokan harinya. .


Sooyeon sedang melakukan rutinitasnya selama ia berada di rumah baekhyun. membersihkan rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Tiba-tiba baekhyun berjalan dengan terburu-buru melewati sooyeon.


Sooyeon melihat baekhyun dengan setelan rapi. “mau kemana ?” tanya sooyeon.


“aku mau pergi kerja” sahut baekhyun sambil memasang sepatu pada kakinya.


“sudah sarapan ?” tanya sooyeon lagi. Baekhyun hanya mengangguk. “aku baru tahu kau mempunyai pekerjaan” ledek sooyeon.


Bibir baekhyun membentuk sebuah senyuman. “aku harus kembali bekerja karena aku harus menghidupi diriku” baekhyun membuat simpul pita pada tali sepatunya. Ia berdiri dihadapan sooyeon dan memegang pundak sooyeon.


“dan juga menghidupi dirimu”


“eh ?”


TBC

1 komentar:

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template