Sabtu, 18 Agustus 2012

EXO FanFiction | The Puzzle of Love - OneShot


Title : The Puzzle of Love
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : fluff, mistery, romance
Length : Oneshot
Cast : Oh Sehun (EXO-K), Jung JiHyun(OC)
Support Cast : find it by yourself
Disclaimer : all canon in my fic are belong to themselves
Warning : AU, typo(s), OOC, another ‘abal’ story
a/n : POV nya pikirin sendiri ya~ *pokoknya pikirin sendiri aja itu sudut pandang siapa xD*. Ah iya, ini FF autho yang dibikin author 2 hari kemaren .. kkk~ autho buat ff ini dalam 2 versi. Ff ini author buat dalam versi EXO yang akan di post di page EXO FanFiction. Dan dibuat dalam versi BOYFRIEND yang akan di post di page Fanfic Boyfriend.




**


“pecahkan teka-teki yang kuberikan padamu. Jika kau bisa memecahkannya, maka aku akan menerima cintamu”


**


Masih terngiang di telingaku ucapannya 2 tahun lalu, masih terbayang wajah ceria nya 2 tahun lalu saat kami masih duduk di kelas 10, saat dia memperkenalkan dirinya dan memberitahu apa yang paling dia suka.


“aku sangat suka teka-teki yang membuat otak ku berpikir!” ucapnya lantang. Sejak saat itu, aku sudah tertarik padanya. Aku baru menemukan yeoja seperti dia. Yeoja ceria yang suka pada hal-hal yang menyusahkan otaknya sendiri. Benar-benar tipe ku!.


Saat kenaikan ke kelas 11, kami sekelas lagi. Aku tetap memerhatikannya. Satu lagi yang aku tahu tentangnya, dia meyukai matematika. Matematika yang membuat otaknya bekerja lebih keras karena memikirkan pemecahan rumus pada pelajaran itu. Membuatku semakin kagum padanya. Membuat perasaanku padanya semakin dalam dan juga semakin nyata.


Namun tahun itu adalah tahun terburuk untukku. Kenapa ? karena dia –jihyun-, dia menjalin hubungan dengan salah seorang sunbae kami, byun baekhyun.


Disetiap aku melihat keduanya jalan bersama, hatiku sakit. Sangat sakit. Aku selalu mengharapkan hubungan mereka berakhir. Jahat ? memang jahat, tapi apa boleh buat, aku sudah dibutakan oleh cinta. Aku tidak tahu kenapa aku jadi seperti ini.


Dan harapanku terkabul setelah kami naik ke kelas 12. Baekhyun sunbae mengakhiri hubungannya dengan jihyun karena ia akan melanjutkan study di inggris dan dia tidak mau menjalani long distance relationship. Kalau menurutku, kalau memang cinta, jarak sejauh apapun itu tidak menjadi halangan ataupun rintangan. Tapi, hasil dari pemikiran baekhyun sunbae itu membuatku merasa bahagia karena kini aku mempunyai kesempatan lagi untuk mendapatkan jihyun.


--


Sehun menghentikan lamunannya. Kini pandangannya fokus menghadap kearah papan tulis. Walaupun sesekali manic matanya melirik yeoja yang duduk tenang di sebelahnya. ‘jihyun~ seandainya kau tahu perasaanku’ kata sehun dalam hati kecilnya.


“oh sehun!!!!!” teriak seorang namja paruh baya di depan.


“n..ne seonsaengnim ?” sahut sehun.


“fokus fokus !! sebentar lagi ujian!! Kau harus fokus pada pelajaranku, arra!!”


“ne~” kata sehun, lalu menunduk malu, karena hampir semua murid menatapnya.


“geurae, untuk tugas kali ini saya akan memberikan tugas kelompok. 1 kelompok 2 orang. Berhubung jumlah namja dan yeoja di kelas ini sama, jadi 1 kelompok terdiri dari 1 yeoja dan 1 namja” semua murid mengangguk mengerti.


“supaya tidak ada pihak yang diperlakukan tidak adil, pembagian kelompok dilakukan dengan cara diundi. Semua siswi harap maju satu persatu dan mengambil 1 buah kertas di meja, arraseo ?”


“ne seonsaengnim!” sahut semua murid.


“aku ingin satu kelompok dengan jihyun, tuhan~” sehun berharap di hati kecilnya.


--


“semua sudah mendapat 1 buah kertas kecil ?” tanya seonsaengnim dan semua siswi mengangguk.


“buka dan setelah kalian tahu siapa teman kelompok kalian, kalian pindah ke bangku teman kelompok kalian dan jadi teman sebangku mulai saat ini sampai dilaksanakan ujian! Arasseo ? saya tidak menerima penolakan!” lanjut jaehyo seonsaengnim saat melihat mulut murid-muridnya yang akan mengeluarkan kata-kata protes.


“ne~!”


--


Semua siswi melangkah ke bangku teman kelompoknya masing-masing. Dan sepertinya kalian juga bisa menebak seorang siswi yang bername tag jung jihyun melangkah ke bangku siapa. Yap, sepertinya keberuntungan sedang memihak pada diri oh sehun. Jihyun melangkah dengan semangat ke bangku sehun dan duduk disamping sehun.


Jihyun selalu semangat setiap saat. Jadi, dia bukan senang bisa satu kelompok dengan sehun atau apa, tapi dia selalu menerima semuanya dengan lapang dada(?). jihyun juga tidak menolak sekelompok dengan sehun, karena menurutnya satu kelompok dengan siapa saja itu sama saja, tergantung kerjasama antara anggota kelompok, itu yang membuatnya berbeda.


Sehun yang menyadari jihyun duduk disampingnya merasa senang setengah hidup. Akhirnya harapan “aku ingin satu kelompok dengan jihyun, tuhan~” terkabul.


“annyeong sehun^^” jihyun melambaikan tanganya pada sehun yang membuat sehun sedikit gugup karena jihyun dan juga senyuman manisnya. “ah.. annyeong ^^” sehun membalas lambaian tangan dan juga senyuman dari jihyun.


Takk
Takk
Takk


Jaehyo seonsaengnim memukul meja nya dengan sebuah tongkat kecil. Semua perhatian murid tertuju ke depan.


“sudah menemukan teman kelompok masing-masing ? jika sudah, jangan pernah jadikan ini sebagai kesempatan untuk melakukan ‘pdkt’, arasseo ?” tidak sedikit namja atau yeoja di kelas itu mengeluarkan suara protes mereka.



“kalian boleh melakukan itu jika tugas yang saya berikan telah kalian kerjakan! Arasseo ?”
 lanjut jaehyo seonsaengnim yang membuat senyuman orang yang protes tadi –termasuk sehun- kembali memamerkan senyuman mereka.


“nah tugasnya adalah . . .” jaehyo seonsaengnim mulai menjelaskan tugas apa yang akan ia berikan kepada semua anak didiknya di kelas 12 itu.


--


“tugasnya menarik~” gumam hampir semua murid saat jam pelajaran hari itu berakhir. Di dalam kelas hanya ada beberapa murid yang masih duduk di bangkunya masing-masing. Entah itu karena alasan masih betah di kelas atau apa. Sehun dan juga jihyun masih duduk di bangku mereka, mendiskusikan tugas menarik yang diberikan jaehyo seonsaengnim.


“kenapa tugas yang diberikan jaehyo seonsaengnim begitu sulit ?” keluh sehun yang terdengar jelas di telinga jihyun.


Satu persatu siswa di kelas itu keluar. Di dalam kelas hanya ada jihyun dan juga sehun. Jihyun membolak-balik amplop berwarna merah dari jaehyo seonsaengnim padanya. Bukan sebuah surat cinta atau apa, melainkan tugas yang harus di selesaikan oleh jihyun dan juga sehun.


“sehun, amplop  nya belum kita buka, kenapa kau sudah mengatakan kalau tugasnya sulit ?” tanya jihyun dengan ekspresi herannya. Sehun menatap jiyun yang duduk di sampingnya.


“tapi ini kan tugas biologi, kenapa tugasnya seperti itu ?” jihyun hanya tersenyum simpul melihat sehun terus mengeluh sedari tadi. “kita buka dulu amplopnya baru kau boleh mengeluh, arra ?” tentu saja sehun mengangguk. Namja yang sedang jatuh cinta pasti akan mendengarkan semua perkataan yeoja yang dicintainya.


Dengan perlahan jihyun merobek sisi atas amplop tersebut. Jihyun sebenarnya merasa aneh dengan gumpalan yang ada di dalam amplop tersebut. “apa isinya ?” tanya sehun.


“sebentar, aku belum melihatnya” sahut jihyun. dengan gerakan cepat, jihyun mengeluarkan benda yang ada di dalam amplop itu.


“mwo ? hanya sebuah kertas origami yang dibentuk bunga ?” sehun terlihat tidak percaya. Untuk apa jaehyo seonsaengnim memberikan benda seperti ini untuk tugas yang akan dikerjakannya dengan jihyun ?, itu yang ada di dalam pikiran sehun saat ini.


“sudah kuduga tugasnya seperti ini” gumam jihyun yang membuat sehun menatapnya.


“maksudmu ?” tanya sehun, karena belum mengerti dengan apa yang dikatakan jihyun. “dia sama sepertiku, sangat menyukai teka-teki” jawab jihyun.


“darimana kau tahu ?” tanya sehun curiga. Curiga pada jihyun yang mengetahui apa yang jaehyo seonsaengnim sukai. ‘jangan-jangan dia menyukai jaehyo seonsaengnim?’ pikir sehun.


“karena dia appa ku sehuna~” kaget. Itulah yang sehun rasakan saat ini. rasanya ia ingin mentertawakan dirinya sendiri karena tadi sempat berpikir kalau jihyun itu menyukai jaehyo seonsaengnim. ‘bodoh’ batin sehun.


Jihyun membolak balik kertas origami yang dibentuk bunga itu. “kau sudah mengetahui jawabannya ?” tanya sehun enteng. “sebentar, aku sedang berpikir.. kalau ini bunga, dan appa ku mengajar biolpgi. Berarti ini ada hubungannya dengan tumbuhan” jelas jihyun yang masih membolak-balik benda itu.


“jadi apa maksudnya ? arrgghh.. aku benar-benar tidak bisa menerka apa maksud teka-teki yang tersembunyi dibalik lipatan kertas itu” sehun mengacak rambutnya frustasi. Aneh memang, jihyun yang berpikir kenapa sehun yang jadi frustasi ?


Jihyun terlihat mendapatkan pencerahan setelah mendengar ucapan sehun tadi. Jihyun membongkar lipatan kertas itu. Kini lipatan kertas itu menjadi 1 lembar kertas. Benar apa yang dikatakan sehun tadi –walaupun sehun mengatakannya secara asal- ada sebuah teka-teki di kertas itu.


“kau hebat sehun, apa yag kau katakan tadi benar! Ada teka-teki dibalik bunga ini ^^” jihyun merasa senang karena sudah mendapatkan petunjuk yang pertama. Sehun tersenyum puas karena mendapatkan pujian dari seseorang yang special baginya.


“hehe~ terkadang aku memang—“


“ayo kita jawab teka-tekinya!” kata jihyun dengan semangatnya. Saking semangatnya, jihyun sampai tidak sadar memotong ucapan sehun yang belum selesai.


Sehun mendekatkan tubuhnya pada tubuh jihyun, karena ia juga ingin membaca teka-teki itu. Karena sedari tadi yang memegang kertas origami itu jihyun.


Keadaan tubuhku saat ini kurus kering. Itu bukan perumpamaan. Aku memang kurus dan juga kering. Aku haus, aku ingin melihat dunia luar. Aku benci bila terus berada dalam tempat gelap seperti ini. aku menderita. Aku ingin lepas dari penderitaan ini. aku butuh ruang yang besar agar aku juga dapat tumbuh. adakah yang mau membebaskanku? Jebal, tolong aku~ aku rapuh seperti kertas. Ya~ aku memang kertas. Temukan aku..


Sehun hanya bisa mengurut keningnya karena pusing dengan teka-teki yang ada di kertas itu. Jihyun memasukan kertas kecil itu kedalam sakunya dan berdiri dari kursinya. “kau mau kemana ?” tanya sehun.


“ini sudah sore, aku mau pulang” jihyun melangkahkan kakinya ke pintu keluar. “aku juga pulang, tunggu~” sehun menggenggam pergelangan tangan jihyun agar yeoja itu mau menunggunya.


Sehun melepas genggamannya di pergelangan tangan jihyun. kini sehun berjalan disamping jihyun keluar dari kelas. koridor terlihat sudah sangat sepi. Sepertinya hanya mereka berdua yang masih berada di dalam sekolah.


“kau sudah mengetahui jawabannya ?” tanya sehun. Jihyun menatap sehun dengan tatapan yang jahil. “tentu saja” jawab jihyun.


“jawabannya ?” tanya sehun lagi.


“aku tidak akan memeritahu mu~” sahut jihyun. sehun yang penasaran langsung saja menyenderkan tubuh jihyun di dinding dengan tangan sehun yang memegang erat kedua tangannya. Jarak tubuh mereka dekat sekali. Wajah sehun juga hanya beberapa centimeter dari wajah jihyun, hingga jihyun bisa merasakan deru nafas sehun.


“ekspresimu lucu sekali~ geurae, akan kuberitahu besok, sekarang lepaskan aku sehun. Ini sudah sore” sehun menurut dan melepas genggamannya di tangan jihyun. “harusnya kau bilang itu daritadi, kau membuatku penasaran~” ujar sehun sambil mengacak rambutnya sendiri.


“habisnya aku ingin melihat wajah penasaran seorang oh sehun, hahaha~”


“ckck.. dasar kau ini~ jika kau melakukannya lagi, aku bisa melakukan lebih dari yang tadi aku lakukan~”


“maksudmu ?” tanya jihyun tidak mengerti.


“pikirkanlah~” jawab sehun singkat yang membuat jihyun penasaran.


**


Keesokan harinya


Pagi yang kutunggu. Selain menunggu untuk mengetahui apa jawaban teka-teki itu dari jihyun, yang paling aku tunggu itu adalah sosok jihyun yang akan duduk di sampingku sampai ujian dilaksanakan.


Koridor sekolah sudah sedikit ramai. Aku berjalan dengan langkah gontai menuju kelas sambil membaca komik yang baru kemarin aku pinjam.


Brukk


Seseorang menabrakku, tapi dia yang jatuh. Merusak mood ku pagi ini. ingin rasanya aku maki orang yang menabrakku barusan. Kulihat sosok yeoja mungil terduduk di lantai sambil memegangi lututnya. Kenapa dia yang kesakitan ? padahal dia yang menabrakku.


Aku berjongkok di hadapan yeoja itu. Wajahnya tertutupi rambut panjangnya. Mungkin karena ia jatuh, rambutnya jadi menutupi wajahnya. “gwenchana ?” tanyaku lembut. Kalau saja yang menabrakku ini namja, aku sudah memakinya habis-habisan. Tapi ini yeoja, jadi lain lagi. Masa aku memaki yeoja hanay karena dia menabrakku ?


Dia merapihkan rambutnya. Dan kini wajahnya terlihat. 2 kata untuk yeoja yang menabrakku ini, neomu yeppeo. Namun pikiran itu segera kutepis. Menurutku yeoja yang paling cantik itu hanya jihyun!


“gwenchana ?” tanyaku lagi, karena sepertinya dia tidak mendengar pertanyaanku tadi. “ah ne.. nan gwenchana~” jawabnya dengan suaranya yang halus. “kau kelas berapa? Biar aku antar kau ke kelasmu, sepertinya lututmu memar” tawarku. Dia menggeleng kecil.


“aku oh hayoung dari kelas 10, kelasku sudah dekat. Sehun sunbae tidak usah mengantarkanku. Aku tidak mau merepotkanmu” jawabnya.


“kau tahu namaku ?”


“tentu saja, aku ini kan salah satu dari banyaknya yeoja di sekolah ini yang menyukaimu” ucapnya langsung menutup bibir mungilnya. Kurasa dia mengucapkan kata yang seharusnya tidak diucapkan.


Dia berusaha berdiri dengan cepat. Aku rasa dia malu karena ketahuan kalau dia menyukaiku. Saking terburu-burunya, dia jatuh lagi dan reflex aku memegang tangannya. “aku antaar, ne ?” tawarku lagi. Wajahnya semakin memerah. Dia menggeleng lagi. Kuberikan senyumanku padanya dan wajahnya semakin memerah.


“tidak usah sunbae..” tolaknya dengan nada yang gugup.


Aku mengelengkan kepalaku saat hayoung sudah berjalan meninggalkanku. Ternyata ada banyak yeoja yang menyukaiku.. kkk~.


Kulanjutkan langkahku yang terhenti. Aku harap saat masuk ke kelas, jihyun sudah ada di bangku kami.


--


Sehun masuk kedalam kelas, bibir nya mengukir sebuah senyuman saat matanya menangkap sosok seorang yeoja yang sedang duduk di bangkunya. Yeoja itu tengah sibuk dengan buku biologi nya. Wajahnya begitu tenang. Dengan langkah gontai, sehun menghampiri yeoja itu dan duduk di sebelahnya.


Yeoja itu –jihyun- tetap fokus pada buku biologi miliknya, tidak memperdulikan sehun yang duduk di sebelahnya, tidak memperdulikan sehun yang kini sedang menatap wajahnya. sehun berdehem sampai akhirnya jihyun menyadari keberadaan sehun.


“ah~ sejak kapan kau datang ?” tanya jihyun polos.


“ng.. baru saja. Kau sedang apa ?” jawab sekaligus tanya sehun.


“aku sedang mempelajari tentang perawatan bunga..”


Bibir sehun membentuk uruf o. mengingat tentang biologi, sehun masih penasaran dengan jawaban teka-teki yang diberika jaehyo seonsaengnim padanya dan jihyun. “ah iya, masalah teka-teki kemarin, kau belum memberitahuku jawabannya” ujar sehun. Jihyun hanya tersenyum tipis, lalu menunjukan satu gambar pada buku biologi yang sedang ia baca.


“Bougainvillea” ucap jihyun singkat.


“jadi jawabannya kembang kertas ?” tanya sehun dan jihyun mengangguk pasti. Jihyun mengurut keningnya. “tapi, aku belum menemukan tempatnya dimana”


Sehun terlihat sedang berpikir. Lalu dia menjentikkan jarinya dan senyuman merekah di wajah wampannya. “aku tahu dimana tempatnya!”


“benarkah ?? di mana ??” tanya jihyun dengan nada antusias.


“di—“


“kumpulkan tugas yang saya berikan minggu kemarin!” seru kahi seonsangnim. Mulut sehun tidak melanjutkan kata-katanya, karena berbicara saat pelajaran kahi seonsaengnim sama saja bunuh diri, batin sehun.


Kahi seonsaengnim menghampiri bangku sehun dan jihyun. “sehun, kau mengerjakan tugas yang kuberikan ?” sehun tersenyum manis lalu memberikan buku tugasnya pada kahi seonsaengnim. Kahi seonsaengnim membuka buku tugas sehun dan wajahnya terlihat bingung sambil terus membuka lembar demi lembar buku tugas sehun.


“buku tugasmu kosong oh sehun ?”


“ng, itu.. tulisannya tertinggal di rumah saem~” ujar sehun membela diri.


“jangan beralasan ! duduk di pojok, kenakan topi kerucut sampai waktu istirahat!” sehun menurut saja Karena ia tidak ingin memperpanjang hal ini.


--


-istirahat-


Sehun kembali ke bangkunya. Ia menghela nafas berat, “dasar kahi saem galak” umpat sehun. Jihyun yang mendengarnya hanya bisa tertawa kecil.


“ah iya sehun, katanya kau tahu tempat di mana kembang kertas itu ?”


“mm.. sebenarnya aku sedikit lupa~” jawab sehun dengan senyuman jahil di wajahnya. jihyun memanyunkan bibirnya. “ayolah oh sehun, aku ingin tugas ini cepat selesai~” rengek jihyun. sehun baru melihat jihyun merengek seperti ini. kkk~


“akan kuberitahu, tapi dengan satu syarat!” sehun memberikan tawaran pada jihyun yang kini menatapnya.


“syarat ?” tanya jihyun dan sehun mengangguk. ‘kurasa inilah saatnya’ batin sehun.


“apa syaratnya ?” tanya jihyun.


“syaratnya gampang, kau hanya menjadi yeojachingu ku, dan akan kuberitahu tempatnya” ekspresi sehun berubah menjadi serius.


“jangan bercanda oh sehun~ itu tidak lucu”


“aish~ nona jung, aku serius~ apa kau tidak bisa melihatnya ?” jihyun menundukan kepalanya sesaat lalu kembali menatap sehun.


“kau serius ya~?” sehun mengangguk pasti.


“geureom.. beritahu aku dulu tempat dimana kembang kertas itu, lalu aku akan menerima cintamu itu dengan satu syarat juga !”


“apa syaratnya ? apapun akan kulakukan untukmu !” sehun berusaha meyakinkan jihyun.


“beritahu aku dulu dimana kembang kertas itu oh sehun~”


“hh.. seingatku, minggu lalu saat aku dihukum, aku melihat pot kembang kertas di gudang” jihyun tersenyum seolah berkata –akhirnya-.


“lalu syaratnya ?” tanya sehun. Jihyun terlihat berpikir. di dalam hatinya, sehun takut jihyun akan mempersulitnya. Tapi apa boleh buat, sehun sudah mengatakan kalau ia akan melakukan apapun untuk jihyun.


“pecahkan teka-teki yang kuberikan padamu. Jika kau bisa memecahkannya, maka aku akan menerima cintamu” ujar jihyun. ‘ini pasti sulit~’ batin sehun.


Dengan ragu sehun menjawab, “baiklah~ tadi kan aku sudah mengatakan padamu kalau aku akan melakukan apapun demi dirimu”


“hey~ kau serius dengan pernyataan cintamu padaku ?” tanya jihyun tidak percaya. Saat sehun mengatakan kalau ia ingin jihyun menjadi yeojachingu nya, jihyun tidak percaya dan berencana akan mempersulitnya dengan syarat memecahkan teka-teki yang akan ia berikan pada sehun. Tapi sepertinya kini jihyun bisa menyadari kalau sehun serius padanya. Namun jihyun tidak bisa menarik lagi kata-katanya tetang syarat yang ia berikan pada sehun.


“tentu saja aku serius! Mana mungkin aku main main dengan cinta !” jawab sehun pasti disertai dengan senyuman manisnya. Mendengar jawaban sehun, jantung jihyun terasa berdetak lebih cepat. Dan senyuman sehun membuat wajah jihyun terasa panas. ‘aku kenapa ?’ tanya jihyun dalam hatinya.


‘apa aku mempunyai perasaan yang sama padanya ?’ batin jihyun.


“ah, kapan kau akan memberikan teka-teki mu padaku ?” tanya sehun.


“minggu depan, setelah tugas biologi kita selesai.. aku tidak mau membebanimu dengan teka-teki dariku hingga kau tidak fokus dalam mengerjakan tugas biologi denganku”


“ah~ arrasseo~”


--


Sepulang sekolah, sehun dan jihyun berjalan berdampingan menuju gudang sekolah setelah mendapatkan kuncinya.


Sehun membuka pintu gudang. Ia dan jihyun tersenyum saat mata mereka menangkap sosok pot berukuran sedang dengan pohon kembang kertas yang sudah kering. Sehun mengangkat pot itu dan membawanya keluar dari gudang.


Jihyun dan sehun berjongkok di depan pot berukuran sedang itu. “kenapa kau begitu kering ?” ujar jihyun. seolah mengerti apa maksud dari perkataan jihyun, sehun bangkit dan pergi meninggalkan jihyun. jihyun tersenyum karena sepertinya sehun mengerti apa maksuda dari perkataannya.


Tak perlu menunggu waktu lama, sehun kembali dengan membawa satu ember air lengkap dengan gayung kecil di tangan kanannya. Dan tangan kirinya memegang satu kantong kecil pupuk yang mungkin ia dapatkan di koprasi sekolah.


Sehun memberikan kantong pupuk itu pada jihyun. “gomawo~” sehun hanya tersenyum kecil.


Sehun mulai menyiram pohon kembang kertas yang sudah kering itu dengan air yang ia bawa. Lalu jihyun memberinya pupuk. “nah selesai ^^” ucap jihyun puas.


“jadi sebenarnya inti tugas biologi yang jaehyo seonsaengnim berikan pada kita itu merawat tanaman ini ?” tanya sehun. Jihyun mengangguk.


“dan penilaiannya adalah dalam waktu satu minggu ini apakah keadaan tanaman ini akan membaik atau tidak, itu yang akan menentukan berapa nilai yang akan kita dapatkan!” jihyun menambahkan. Sehun mengangguk mengerti.


**


Hari-hari berikutnya mereka lalui berdua dengan merawat kembang kertas yang hampir mati itu. Kini tanaman itu kembali segar walaupun belum berbunga. Itu membuat sehun dan jihyun merasa senang karena pasti nilai biologi mereka tidak akan mengecewakan.


Selama satu minggu itu, sehun tidak bertanya-tanya apapun mengenai teka-teki yang akan jihyun berikan padanya. Mungkin sehun sudah lupa dengan pernyataan cintanya, batin jihyun.


“nah, sekarang kumpulkan laporan hasil dari tugas kalian !” seru jaehyo seonsaengnim.


“ne~” sahut semua murid.


--


Apa jihyun sudah lupa dengan apa yang aku utarakan seminggu kemarin ? atau dia sengaja melupakannya karena dia tidak mau menerimaku ? aku bingung~.


Saat ini pun dia menghilang. Biasanya aku selalu pulang bersamanya walaupun hanya sampai gerbang karea arah rumah kami yang berbeda. Hari ini tugasku membersihkan kelas. sendiri. Ya~ aku melakukannya sendiri, padahal biasanya jihyun selalu menemaniku walaupun dia hanya menontonku membersihkan kelas.


Sehun mengambil penghapus dan mulai menghapus papan tulis yang penuh dengan coretan jaehyo seonsaengnim. ‘tulisannya tidak rapih~ mirip tulisan anak tk’ ledekku pada papan tulis ini.


Kusimpan kembali penghapus di tempatnya. Kurasa ini saatnya pulang.


--


Saat sehun akan mengambil tas punggung miliknya, di meja nya terdapat sebuah amplop putih dengan tulisan to : oh sehun di sudut kanan amplop itu. Sehun mengerutkan keningnya. Sejak tadi tidak ada siapa-siapa tapi sejak kapan amplop ini berada di meja nya ? sehun berusaha tidak peduli dari mana amplop itu. Sekarang yang sehun lakukan adalah membuka amplop itu dan melihat apa isi dari amplop misterius itu.


Sehun mengeluarkan secarik kertas kecil dari amplop itu. Sehun membuka lipatan-lipatan kertas itu dan menemukan sebuah tulisan. Sehun tersenyum senang karena ia mengenal tulisan itu. “ternyata kau tidak lupa jihyun~”. sehun mulai membaca tulisan di kertas itu dengan semangat, walaupun ia tidak yakin dapat memecahkan apa maksud dari tulisan itu.


Selama satu minggu kita merawatnya seperti merawat anak kita sendiri. Walaupun awalnya itu hanyalah tuntutan dari seseorang, namun kita begitu menikmati merawatnya selama sminggu itu. Berikan aku hasil dari apa yang kita rawat oh sehun. Aku menginginkan itu.


Sehun menggaruk kepalanya. ‘sejak kapan aku dan jihyun merawat seorang anak ? apa dia benar-benar ingin memiliki anak dariku sampai ia membawa masalah anak kedalam teka-teki nya ? kkk~’ sehun terkekeh sesaat. Namun beberapa detik kemudian ia menyadari apa yang dimaksud dari teka-teki itu dan merutuki dirinya yang begitu bodoh dalam mengartikan ‘anak’ dalam teka-teki itu. “oh sehun~ kau berpikir terlalu jauh~” sehun mentertawakan dirinya sendiri.


Sehun meraih tas punggungnya dan berjalan ke tempat yang dimaksud dari teka-teki itu.


Sesampainya sehun di depan gudang sekolah, ia melihat ‘anak’ yang dimaksud teka-teki itu. sehun membaca lagi amplop pertama. “berikan aku hasil dari apa yang kita rawat oh sehun. Aku menginginkan itu” sehun membaca bagian terakhir teka-teki itu.


“apa aku harus membawa dengan pot nya ?” tanya sehun pada dirinya sendiri. Lalu sehun mengangkat pot itu dan sehun kembali menemukan amplop. Kali ini berwarna kuning. Sehun menaruh pot bunga itu di tempat lain dan memungut amplop kuning itu. “kenapa warna kuning ? warna yang buruk”.


Sebelum sehun membuka amplop itu, ia memutuskan hanya mengambil pucuk daun kembang kertas itu karena pohon itu belum berbunga.


Sehun merobek sisi atas amplop itu dan mengeluarkan secarik kertas yang dilipat seperti yang ia temukan di amplop pertama. Sehun membuang amplop kuning itu karena ia tidak menyukai warna itu.


Jika kau sudah menemukan amplop kedua ini, kuakui kau hebat dalam menggunakan otakmu sehuna~ ^^. Aku akan mempertimbangkan jawabanku atas pernyataanmu padaku.
Hamparan karpet hijau yang hidup. Karpet yang indah dengan bermacam-macam bros bunga.
Aku ingin kau pergi menemukan karpet hidup itu dan menemukan amplop terakhir di sana. Amplop terakhir itu yang menentukan apa aku akan menerimamu atau aku akan membuatmu tidak memiliki perasaan cinta padaku lagi oh sehun. Good luck ^^


Sehun sedikit merasa putus asa saat membaca bagian terakhir. “aku pasti bisa! Aku sudah berjanji pada jihyun akan melakukan apapun untuknya !” sehun kembali bersemangat dan memikirkan dimana lokasi karpet hidup dengan bros bunga.


Sehun sedikit pusing dengan isi dari amplop nomor 2 ini. ia memutuskan untuk menenangkan pikirannya sejenak di taman belakang sekolah.


Sehun duduk di kursi yang ada di taman itu. sehun kembali membaca kertas yang ia keluarkan dari amplop yang berwarna kunin itu. “aku benci kuning, dan sudah kuduga apapun yang muncul dari yang berwarna kuning pasti akan menyusahkanku~ aaarrgghh” sehun meremas kertas itu dengan tangan kanannya. Lalu pikirannya kembali membayangkan jihyun yang tersenyum padanya.


Sehun membuka lagi kertas yang hampir rusak itu. “karpet hijau yang hidup dengan bermacam-macam bros bunga..” gumam sehun sambil mengedarkan pandangannya ke setiap arah di taman itu. namun yang ia temukan hanyalah hamparan rumput yang berwarna hijau dengan taman bunga kecil di dekat pohon ek.


“mungkinkah..” sehun berdiri dan berjalan kearah pohon ek itu. tepatnya pada kumpulan bunga yang indah itu. sehun menyibak beberapa bunga dengan hati-hati karena ia takut akan merusak bunga itu. bibir tipis sehun membuat sebuah lengkungan yang membuat paras namja itu semakin sempurna.


Sehun memungut amplop ke tiga. Dan amplop itu berwarna pink. “kenapa harus pink ?” keluh sehun. Sehun membuka amplop pink itu dan mengeluarkan kertas-kertas kecil dari amplop itu. sehun melihat ada 6 kertas kecil yang diberi nomor 1 sampai 6.


Sehun membuka lipatan kertas nomor 1 dan membaca isinya.


Ada  pertanyaan yang harus kau jawab dengan jujur oh sehun. Aku ingin kau menjawabnya dengan suara lantang^^. Kau bisa ? aku yakin kau bisa.. hehe..
1.      Benarkah kau menyukaiku ? sejak kapan dan aku ingin tahu apa alasanmu menyukaiku?”


Sehun menarik nafas panjang dan kembali menghembuskannya. Sesekali sehun berdehem.


“jihyun, aku benar benar menyukaimu. Bahkan lebih dari itu. aku mencintaimu, sangat. Aku merasakan ini sejak kita duduk di kelas 10. Dan aku masih merasakan itu sampai sekarang. Bahkan aku rasa rasa ini semakin besar. Bahkan saat kita duduk di kelas 11 dan kau menjalin hubungan dengan baekhyun sunbae, aku selalu berharap hubungan kalian berakhir agar aku bisa memilikimu.. alasan kenapa aku menyukaimu adalah saat perkenalan diri saat kelas 10, kau mengatakan kau menyukai teka-teki yang menyusahkan otakmu. Aku pikir kau yeoja yang sangat menarik. Itu alasanku..”


Sehun menarik nafas lagi sebelum ia melanjutkan kata-katanya. “tapi, aku rasa itu alasan yang bodoh. Karena sampai saat ini aku tidak tahu alasan kenapa aku masih mempertahankan dan juga masih menjaga rasa ini untukmu. Karena aku pikir cinta itu tidak perlu alasan. Aku mencintaimu karena aku tidak memiliki alasan apapun” lanjut sehun.


Sehun membuka kertas no.2 dan membaca pertanyaan yang tertulis di kertas kecil itu dengan teliti.


Ini pertanyaan nomor 2. Jawab dengan suara lantang dan juga jawab dengan jujur, ne ? aku lebih menyukai namja yang jujur ^^.
2.      Jika aku bertanya apa yang paling penting, hidupmu atau hidupku ?


“jika kau bertanya demikian dengan jelas aku akan menjawab hidupku lebih penting. Kau jangan salah paham. Bukan aku mementingkan diriku sendiri. Aku menjawab seperti itu karena jika hidupku tidak penting, mungkin aku akan mengabaikan hidupku dan aku pasti hancur karena mengabaikan hidupku sendiri. Jika aku lebih mementingkan hidupku, aku akan memperjuangkan dan mempertahankan apapun yang berkaitan dengan hidupku. Termasuk memperjuangkan dan mempertahankan perasaan cinta ini padamu. Karena hidupmu adalah hidupku..”


Sehun sedikit merasa lega karena ia mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya sekarang. Sehun tersenyum kecil lalu membuka kertas yang diberi tulisan no.3


3.      Apa yang kau rasakan minggu lalu aku berjalan kearahmu dan duduk di sampingmu ?


“kau tahu apa yang kurasakan saat itu ? aku sangat senang. Walaupun kau berjalan kearahku dan duduk di sampingku hanyalah tuntutan dari tugas yang diberikan jaehyo seonsaengnim tapi aku merasa senang mungkin kesempatanku mendapatkanmu akan lebih besar ketika kau berada di sampingku. Dan ada satu lagi yang kurasakan saat itu, aku sangat gugup saat kau duduk di sampingku. Dan wajahku selalu terasa panas saat kau tersenyum kearahku. Kuberitahu, senyumanmu itu adalah favoritku. Itu sangat indah^^” sehun menjawab itu dengan suara yang keras.


Merasa cukup dengan jawaban untuk pertanyaan nomor 3, sehun membuka kertas no.4 dan memaca pertanyaan itu.


4.      Jika ada yeoja yang lebih dari diriku dari sisi ‘cantik’. Apa kau akan tetap mencintaiku ?


“jujur, di hari dimana kau akan memberitahuku jawaban dari teka-teki jaehyo seonsaengnim, tubuhku ditubruk oleh yeoja kelas 10. Namanya oh hayoung. Wajahnya cantik. Sangat cantik. Namun aku berpikir, jika mencintai seseorang karena ia cantik, menurutku itu bukan cinta, tapi anya nafsu semata. Karena menurutku cinta itu tidak perlu alasan. Disbanding wajah yang cantik, menurutku pribadi yang baik itu lebih penting. Karena percuma saja memiliki wajah yang cantik tetapi pribadi yang buruk, perlahan kecantikan itu akan hancur dengan pribadi yang buruk itu”


Sehun membuka kertas kecil no.5. sehun sedikit terkejut dengan pertanyaan nomor 5.


5.      Jika aku berkata ‘aku mencintaimu’ apa kau percaya ?


Sehun memegang dadanya yang berdetak lebih cepat. Lalu ia menjawab pertanyaan no.5 itu dengan suara yang keras seperti halnya menjawab pertanyaan sebelumnya.


“aku tidak akan percaya. Aku akan percaya jika kau mengatakannya langsung di hadapanku. Aku tidak akan menanyakan alasan kau mengatakan cinta padaku. Karena sudah kukatakan, cinta tidak memerlukan alasan” sehun membuka kertas terakhir. Ini adalah kertas penentuan!, batin sehun.


6.      Berbaliklah dari posisimu saat ini. jika kau menemukanku saat kau berbalik, itu berarti aku menerimamu. Tetapi jika saat kau berbalik kau tidak menemukanku, itu artinya aku menolakmu dan lebih baik kau kubur perasaanmu padaku.


Dengan rasa takut dan keringat yang mengucur di pelipisnya, sehun berbalik sambil menutup matanya. Dengan perlahan sehun membuka matanya. Mata sehun belum sepenuhnya terbuka. Namun ia bisa melihat sosok manusia di hadapannya. Mata sehun terbuka sepenuhnya. Namun yang ia lihat bukan jihyun melainkan jaehyo seonsaengnim yang berjalan kearahnya.


“jangan bilang jihyun mau menjodohkanku dengan appa nya” batin sehun.


“aku percayakan jihyun padamu. Jaga dia baik-baik. Jangan pernah menyakitinya karena dibalik sosoknya yang kuat itu, dia sangat rapuh”kata jaehyo seonsaengnim. Sehun mengangguk pasti.


“tanpa disuruhpun aku akan melakukan semua itu” jaehyo seonsaengnim menepuk pundak sehun dan berjalan meninggalkan sehun di taman itu. sendirian.


“dimana jihyun ?” tanya sehun pada dirinya sendiri. Sehun mengedarkan pandangannya. Ia tidak menemukan siapapun, namun sehun merasakan ada sebuah tangan yang memeluknya dari belakang. Sehun memegang tangan itu dan melepaskan pelukannya. Sehun berbalik dan menemukan jihyun yang tersenyum padanya. Kali ini seun yang memeluk jihyun dan jihyun membalas pelukan sehun.


“katakan padaku sekarang~” pinta sehun.


“aku terkesan dengan jawabanmu.. saranghae” sehun semakin mempererat pelukannya. Sehun melepas pelukannya pada tubuh jihyun.


Sehun menangkup wajah jihyun dengan kedua tangannya. Wajah sehun semakin mendekat pada wajah jihyun. mempersempit jarak diantara mereka. Hingga bibir sehun bertemu dengan bibir lebut milik jihyun.


Sehun melepaskan ciumannya, “nado saranghae” ucap sehun lalu kembali memeluk tubuh jihyun. Matahari terbenam menjadi saksi bisu cinta mereka.


Cinta yang tidak mengenal alasan itu lebih baik daripada cinta yang lebih mementingkan keindahan tubuh. Cinta dari hati itu lebih berharga daripada cinta yang berdasarkan pada nafsu semata.


End


Ayooo!!! Koment ^^
Kritik & saran ditunggu, ne ^^

4 komentar:

  1. huaaaa ..... author lo harus tanggung jawab!!!

    aku jejeritan di tengah malem gara-gara ni ff ><

    ini keceh gile , mbah broo ~~~

    eh iya mampir ke wp ku juga ya , kimjong2elf.wordpress.com

    BalasHapus
  2. Keren banget author-nim.. suka banget karakter sehun disini

    BalasHapus

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template