Tittle : My Baby Loved | chapter 7 | Allow MinWoo remain with me even though briefly
Author : Okky Oktavia | Keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance, Angst
Length : chaptered (7 of ?)
Cast :
1. Han Minchan (OC)
2. Jo YoungMin
3. Han MinWoo (OC)
4. Lee ChanHee (ChunJi)
5. Lee Minjung (OC)
*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje
**
Previous Chapter …….
“hey, channie, eomma mu menitipkanmu padaku dan menyuruhku untuk menjagamu …”
“lalu ? kau tidak mau, begitu ?”
“bukan itu maksudku, maksudku, apa kau tidak mau dijaga olehku ?” minchan mengerti pembicaraan youngmin mengarah kemana. Namun minchan terus saja menepis pikirannya itu dan bertanya kepada youngmin, “maksudmu youngie ?”
Chapter 7 begins now !!
My Baby Loved | Allow MinWoo remain with me even though briefly
Youngmin tersenyum manis, sangat manis, seyuman yang tidak minchn mengerti. Minchan berpikir apa arti dibalik senyuman youngmin saat ini. mereka masih berada di ruang tamu, hanya youngmin, minchan dan minwoo kecil yang sedang bermain di kursi ruang tamu. Youngmin tersenyum sambil menatap wajah minchan. “youngie, kenapa kau tersenyum seperti itu ? apa aku terlihat seperti badut ?”, youngmin menggeleng cepat. “lalu ? kenapa kau tersenyum sepertii itu sambil menatap wajahku ?”
“kau sangat cantik chanie…”
“eh ? matamu rusak ya youngie ?”
“aniya .. kau memang selalu terlihat sempurna di mataku .. karena aku mencintaimu …”, youngmin yang sedang duduk disamping minchan, semakin mendekat pada tubuh minchan, semakin mempersempit jarak antara keduanya. Minchan mundur sedikit demi sedikit, dan youngmin semakin maju mendekati minchan. “a…apa yang mau kau lakukan ?” tanya minchan sedikit ketakutan dengan polah youngmin kali ini. youngmin tidak menjawab pertanyaan minchan, yang ia lakukan adalah memeluk tubuh minchan yang kecil. Mata minchan membulat, tidak percaya dengan apa yang dilakukan youngmin. “saranghae…..”, bisik youngmin di telinga minchan.
--
ChunJi Pov
Aku akan mengujungi minchan di apartemen nya bersama noona ku. Bukan untuk apa-apa, tapi aku berharap dengan membawa noona ke apartemen minchan dan menjelaskan semua yang terjadi setahun lalu, minchan dapat menerimaku kembali sebagai namjachingunya. “noona! Palliwa !” teriakku pada noona. “ne… !” noona membalas teriakanku. Noona ku, lee minjung, memang yeoja yanng sangat tegar. Setahun lalu kenapa aku memeluknya ? itu karena dia ditinggalkan kekasihnya dalam keadaan berbadan dua. Sungguh pada saat itu, hatiku ikut hancur mendengar kenyataannya, mendengar kenyataan bahwa minjung noona harus hidup sendiri dalam keadaan seperti itu. Namun, aku sangat kagum pada minjung noona, karena dia dapat menjaga kandungannya sampai ia melahirkan. Sayangnya, bayi minjung noona dibuang pada umur yang masih sangat kecil, 8 bulan. Bayi minjung noona di buang oleh appa, karena menurut appa, minjung noona sudah cukup membuat appa malu karena kehamilannya. Minjung noona selama kehamilannya hanya diam di rumah dan selalu dikontrololeh dokter keluarga. Yang aku pikirkan, aku hanya merasa, entah itu memang benar atau hanya mirip. Aku merasa bayi yang diurus oleh minchan sangat mirip dengan bayi minjung noona. Sangat mirip dengan keponakanku.
“chanie ?” minjung noona melambaikan tangannya didepan wajahku. “eh ? waeyo noona ?” tanyaku polos. “katanya tadi menyuruhku cepat, tapi kau malah melamun!”
“ah .. aku tidak melamun ..”
“ah .. sudah jelas kau melamun, noona ingatkan saja, kemarin ayam tetangga kita banyak yang mati karena banyak melamun !” minjung noona meninggalkanku sendiri di ruang tamu.
“chanie ! palliwa!” teriak minjung noona.
“ne!” teriakku. Aku sedikit mempercepat langkahku dan langsung menstarter motorku. Kulajukan motorku kencang sampai-sampai minjung noona memelukku.
ChunJi Pov End
--
Author Pov
“youngie?” tanya minchan halus pada namja yang sedang memeluk tubuhnya. “hmm?” youngmin makin mempererat pelukannya di tubuh minchan. “aku mau membereskan dapur..”, youngmin melepaskan pelukannya dan menatap minchan lekat-lekat. Youngmin mendekatkan wajahnya ke wajah minchan, hendak menempelkan bibir manisnya di bibir minchan, namun minchan dengan sigap menempelkan jari telunjuknya di bibir youngmin dan sedikit menggelengkan kepalanya seolah mengatakan –jangan lakukan itu youngie-. Youngmin mengangguk pelan dan kembali membuat jarak diantara mereka.
Minchan berdiri dan berjalan kearah dapur meninggalkan minwoo dan youngmin yang berada di ruang tamu. “chanie, saranghae …!” teriak youngmin pada minchan yang perlahan meninggalkan ruang tamu. “awas youngie, jaga minwoo! Jangan sampai di aterjatuh atau apa..” pesan minchan.
Youngmin mendekati minwoo yang sedang asyik dengan permainannya sendiri. “minwoo-a… sebenarnya apa kekurangan appa ? appa tampan bukan ?” tanya youngmin. Minwoo tidak peduli pada youngmin yang sedang mengajaknya bicara. Buktinya, minwoo tetap memainkan boneka mickey miliknya. Youngmin tidak peduli juga minwoo mau mendengarkannya atau tidak. Buktinya youngmin terus saja mengoceh walaupun minwoo tidak menjawabnya.
“kenapa eomma mu tidak membalas cinta appa, menjawabnya pun tidak .. apa susahnya sih mengatakan iya atau tidak.. appa sendiri juga merasa bingung dengan perasaan eomma mu yang tidak mudah ditebak.. apa eomma mu memang mencintai appa tau masih mencintai mantan namjachingunya .. aigo~ minwoo-a.. neri appa solusi.. appa bingung ….”, minwoo menatap youngmin seolah-olah berkata –kenapa appa menggangguku ? aku kan sedang bermain ?-, minwoo melempar youngmin dengan boneka mickey nya karena merasa terganggu oleh ocehan youngmin yang begitu cepat sampai-sampai mengalahkan kecepatan keretsa ekspress.
“minwoo-a, kau benci pada appa ya ?!” youngmin langsung menggendong tubuh mini minwoo. Minwoo bereaksi dengan menjambak kecil rambut youngmin dan mencubit pipi youngmin. “aigo~ anak appa ternyata sangat kuat dan lincah ya ^^…”.
‘ting tong ting ttong’
Youngmin yang sedang menggendong minwoo langsung membukakan pintu apartemennya. Ekspresii youngmin yang awalnya terlihat sangat gembira berubah menjadi suram(?) setelah melihat siapa yang ada di depan apartemennya. Youngmin melihat chunji bersama seorang yeoja. ‘huh, katanya mencintai minchan, tapi kenapa dia berani membawa yeoja yang terlihat lebih tua dibanding dia..’ pikir youngmin.
Youngmin mempersilahkan chunji dan yeoja yang berstatus noona nya chunji masuk dan juga mempersilahkan mereka duduk. youngmin melihat ekspresi noona yang dibawa chunji seperti terkejut saat youngmin membukakan pintu. Entah dia terkejut karena melihat youngmin atau melihat minwoo. “tunggu sebentar .. aku akan panggil minchan”, youngmin berlalu dari ruang tamu meninggalkan chunji dengan noona nya di ruang tamu.
“chanie, apa noona tidak salah lihat ….?”, chunji menoleh, “mwo ? salah lihat apa noona ?” tanya chunji. Minjung sedikit terdiam.
“bayi yang tadi digendong namja itu ..”
“wae noona ?”
“dia terlihat sangat mirip dengan anak noona, dia sangat mirip dengan minwoo.. dia sangat mirip dengan No MinWoo, keponakanmu …”, chunji menatap noona nya. “sebenarnya aku juga merasa seperti itu noona, aku memang melihatnya beberapa hari yang lalu.. aku selalu berpikir, bayi itu mirip dengan siapa, dan tadi, aku menemukan jawabannya, bayi itu memang mirip dengan no minwoo kita noona …”, minjung mengangguk.
Tak lama kemudian, minchan muncul di ruang tamu diikuti oleh youngmin yang seadang menggedong minwoo yang cemberut karena minwoo tidak digendong eomma nya, minchan. Minchan duduk di kursi ruang tamu dan youngmin yang sudah membiarkan minwoo bermain di lantai juga ikut duduk disamping minchan.
“ada perlu apa ?” tanya minchan. “begini chanie.. aku hanya ingin menjelaskan kesalah pahaman kita setahun yang lalu. Ini, noona ku, lee minjung.. dia yang kupeluk setahun lalu, yang kau lihat di taman .. aku memeluknya karena aku merasa sedih dengan keadaan noona.. noona, bisa bantu aku menjelaskannya pada minchan ?” jelas chunji yang juga menyuruh noona nya memberikan penjelasan yang lebih lengkap dan juga akurat(?) pada minchan yang memasang wajah masih tidak percaya.
“ne, minchan, percayalah pada dongsaengku ini .. dia tidak salah .. dia memelukku setahun lalu karena kau, karena aku yang ditinggalkan namjacinguku dalam keadaan berbadan dua …” minchan mengangguk pelan. “ne… aku percaya …” ucap minchan.
Minwoo yang sedang bermain di lantai berjalan dengan kaku ke arah minjung. Minwoo merasa mengenali yeoja itu. Minwoo berjalan semakin dekat, akan tetapi minwoo langsung terjatuh dan menangis. Tangisan minwoo saat ini begitu keras. Semua men oleh pada minwoo yang duduk karena terjatuh. Minjung, dia yang mempunyai posisi yang paling dekat dengan keberadaan minwoo. Minjung refleks langsung berdiri, menghampiri minwoo dan juga langsung menggendong minwoo. Dan yang membuat semua aneh kecuali minjung tentunya, minwoo yang menangis langsung diam setelah digendong oleh minjung.
Minchan mengerutkan keningnya. Ia berpikir, kenapa minwoo tangisan miknwoo berhenti dengan sangat cepat saat digendong oleh minjung ? biasanya minchan dapat mengentikan tangisan minwoo ketika minwoo diberi sebotol susu hangat. Minchan kembali berpikir keras, apakah minjung adalah eomma minwoo yang sebenarnya ?. bahkan sekarang terlihat jelas ekspresi minwoo yang begitu bahagia karena digendong minjung. “minchan, aku ingin menggendong bayimu, dan mengajaknya jalan-jalan sebentar .. boleh ?” minchan mengangguk. “aku akan segera kembali setelah selesai..” ucap minjung sambil membuka pintu apartemen dan menutupnya kembali meniggalkan minchan bersama youngmin dan chunji.
Youngmin berdiri dari duduknya, dan berjalan meninggalkan ruang taamu. “youngie, kau mau ?” tanya minchan. Langkah youngmin terhenti dan menoleh, “aku mau tidur, dan untuk apa aku disini .. ini tidak ada hubungannya denganku, lebih baik kalian bicaralah berdua ..” youngmin melajutkan langkahnya yang sempat terhenti. Minchan melihat ekspresi youngmin yang datar, terlihat jelas di wajah youngmin tersirat perasaan cemburu.
Hening. Suasana hening diantara minchan dan chunji setelah youngmin meninggalkan mereka. “minchan ….” Panggil chunji.
“ne ?”
“saranghae ….”
“aku …” minchan merasa bingung karena dalam sehari ini ada 2 namja yang mengatakan saranghae kepadanya. Minchan bingung harus memilih siapa diantara 2 namja itu. “aku …….” Belum sempat minchan melanjutkan perkataannya, chunji mendekat dan langsung menempelkan bibir mungil nan tipis miliknya di bibir minchan. Mata minchan membulat dan menutup dengan perlahan. Chunji mmencium bibir minchan sambil memeluk tubuh minchan.
Mata chunji terbuka, namun bibirnya masih bertaut dengan bibir minchan. Chunji melihat wajah cantik minchan dengan mata yang tertutup. Chunji melirik kearah pintu yang menghubungkan ruang tamu dengan ruang tengah. Di ambang pintu itu terlihat youngmin dengan wajah merah dan juga kesal, sangat kesal. Jangan lupakan satu lagi yang terlihat pada wajah youngmin, cemburu. Namun chunji menutup matanya kembali dan kembali fokus dengan apa yang ia lakukan. Youngmin yang melihat itu kembali meninggalkan ruang tamu.
Minchan mendorong pelan tubuh chunji. Chunji kembali duduk di sampingnya. Minchan mengusap bibirnya dengan tangannya. “mian …” ucap chunji. Minchan hanya tersenyum kecil. “bagaimana jawabanmu ? kau menerimaku atau tidak…?” tanya chunji.
Lagi-lagi minchan tersenyum membuat chunji semakin penasaran. “mian oppa, beri aku waktu untuk memikirkannya lagi .. aku anji aku ajkan menjawabnya .. tapi tidak sekarang ,,”. “baiklah .. aku akan menunggumu ..”
Pintu apartemen terbuka. Terlihat minjung menggendong minwoo. Minwoo terlihat sangat bahagia. Minjung duduk di samping chunji, masih menggendong minwoo. “minchan … aku boleh bicara padamu ?” tanya minjung dengan ekspresi serius. “ne eonnie, bicaralah..”
“setelah aku lihat-lihat .. anak ini …. Dia seperti no minwoo, anakku .. yang dibuang appa ku beberapa bulan kemarin …” minchan terkejut. Dugaannya ternyata benar. Minjung adalah eomma kandung minwoo. Minchan tertunduk lalu kembali menatap minjung.
“aku mau tanya pada eonnie hanya untuk memastikan .. kapan minwoo lahir ?”
“26 mei 2011..” jawab minjung pasti.
“berarti benar .. minwoo adalah anak kandung eonnie .. lalu, apa yang akan eonnie lakukan ? apa eonnie akan mengambil minwoo dariku ?”
Minjung mengangguk kecil. “ne .. aku akan membawanya kembali..”
“tapi, aku yang mengurusnya ..”
“kau boleh mengunjungi minwoo di rumah ku …”
“tapi eonnie ….”
“mianhae minchan .. tapi, minwoo anakku .. minwoo membutuhkanku …”
“baiklah …..” ucap minchan dengan air mata deras yang mengaliri pipinya. Minjung keluar dari apartemen minchan dengan ekspresi yang sedikit merasa bersalah. Chunji mengikuti noona nya keluar setelah memeluk dan mencium kening minchan. “jangan menangis chagi .. kau bisa mengunjunginya di rumahku kapanpun kau mau .. dan, pertimbangkan lah jawaban dari pernyataanku ..”
Pintu apartemen tertutup setelah minjung dan chunji keluar. Minchan menangis sambil memeluk lututnya di kursi ruang tamu. Minchan terus saja menangis. Menagis karena ia merasa sebagian dari hidupnya telah diambil begitu saja setelah ia merawatnya dengan penuh kasih sayang dan ketulusan.
--
Youngmi yang berada di kamarnya mendengar isakan tangis. Youngmin lagsung berjalan ke ruang tamu dimana ia mendengar isakan tangis itu. Di ruang tamu, youngmin menemukan minchan yang sedang menangis sambi memeluk lututnya. “chanie ? waeyo ?” tanya youngmin lembut. Rasa cemburunya terlupakan setelah melihat minchan sendiri dan juga sedang menangis.
“noona nya chunji oppa .. dia mengambil minwoo dariku .. memang dia itu adalah eomma kandung minwoo .. tapi .. kenapa dia mengambil minwoo begitu saja dariku … padahal aku sangat menyayangi minwoo seperti menyayangi diriku sendiri …”
Youngmin ikut sedih. Youngmin memeluk tubuh kecil minchan kedua kalinya untuk hari ini. “uljjima … kita bisa mengunjunginya kan ? kita bisa menengok anak kita kapan saja bukan ? uljjima … aku ikut sedih melihatmu menangis..”
Minchan bukan berhenti setelah mendengar nasihat youngmin, tapi tangisan minchan semakin mengeras. “minwoo-a.. kenapa kau meninggalkan eomma ….”. youngmin mengeratkan pelukannya.
Tangisan minchan berhenti. Minchan tertidur dalam pelukan youngmin. Youngmin yang sadar itu, langsung menggendong minchan dan merebahkan tubuh minchan di kasur minchan. Mata minchan sembab karena terlalu lama menangis dan mengeluarkan air mata terlalu banyak. Youngmin memerhatikan wajah minchan dan entah dorongan darimana, youngmin mengecup bibir mungil minchan. Youngmin berbalik hendak meninggalkan minchan di kamarnya, namun langkahnya terhenti karena minchan memegang tangan youngmin. Youngmin menoleh.
“jangan tinggalkan aku ..” ucap minchan.
-TBC-

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^