Tittle : My Baby Loved | chapter 8 | Open up u’r heart for me, I’ll be there for u
Author : Okky Oktavia | Keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance, Angst
Length : chaptered (8 of ?)
Cast :
1. Han Minchan (OC)
2. Jo YoungMin
3. No MinWoo (OC)
4. Lee ChanHee (ChunJi)
5. Jung Il Woo (Jung Ajusshi)
*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje
**
Previous Chapter …….
Youngmin berbalik hendak meninggalkan minchan di kamarnya, namun langkahnya terhenti karena minchan memegang tangan youngmin. Youngmin menoleh.
“jangan tinggalkan aku ..” ucap minchan.
Chapter 8 begins Now !!
My Baby Loved | Open up u’r heart for me, I’ll be there for u
**
Satu laki-laki mencintaimu. Laki-laki yang mencintaimu dengan sepenuh hati. Ia mengikutimu seperti bayangan setiap hari. Laki-laki itu menangis dan tertawa. Betapa.. berapa lama lagi laki-laki itu harus tetap sendiri. Cinta ini datang seperti angin. Cinta ini seperti seorang pengemis. Jika dia terus seperti ini apa kau akan mencintai laki-laki itu ?. hanya datang sedikit lebih dekat, sedikit lebih. Jika laki-laki itu mengambil satu langkah lebih dekat denganmu, maka kau mengambil dua langkah mundur. Laki-laki yang mencintaimu adalah yang berada di sebelahmu, bahkan sampai sekarang. Laki-laki itu sebenarnya mempunyai pribadi yang pemalu. Jadi dia belajar bagaimana bisa tertawa. Hati laki-laki itu penuh dengan luka. Laki-laki itu ingin menjadi kekasihmu.
Aku berteriak bahwa laki-laki yang mencintaimu adalah aku.
**
“jangan tinggalkan aku ..” ucap minchan. Youngmin menoleh dan mendapati minchan menggenggam pegelangan tangannya dengan mata yang masih tertutup. Mungkin dia masih belum menerima bahwa minwoo sudah diambil dari pelukannya oleh orang tua nya. Youngmin mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar minchan. Youngmin menyeret kursi di meja rias minchan, meletakkannya dan duduk disamping tempat tidur minchan. Tangan minchan masih menggenggam pergelangan tangan youngmin. Youngmin mengelus punggung tangan minchan yang masih menggenggam pergelangan tangannya.
Rasa kantuk menyerang youngmin di siang itu. Youngmin tidur di kursi itu dengan kepala yang direbahkan di kasur minchan.
**
“hoahm …..” minchan mereganngkan otot-otot lengannya. Minchan melihat youngmin sedang tidur di kursi. Seulas garis yang membentuk sebuah senyuman terukir di wajah cantik minchan. Dengan tangannya, minchan mengelus puncak kepala youngmin. “kau namja terbaik bagiku youngie ..” ucap minchan. Youngmin sedikit bergerak, minchan buru-buru mengangkat tangannya yang sedang mengelus kepala youngmin.
Youngmin mengangkat kepalanya, dihadapannya sudah ada minchan yang sudah bangun. Youngmin tersenyum manis, merasa lega karena minchan terlihat agak baikan. “chanie, kau sudah bangunn daritadi ?” tanya youngmin sambil mengucek matanya. Minchan mengangguk. Youngmin melirik jam dinding yang menempel di dinding kamar minchan. “sudah sore” gumam youngmin. Youngmin berdiri dari kursi dimana tadi ia tidur. “chanie, aku mandi dulu …” youngmin keluar dari kamar minchan dan menutup pintunya kembali.
Minchan Pov
Youngie.. kau memang namja yang baik. Kau selalu ada di sisiku disaat aku membutuhkanmu atau tidak. Kau selalu ada di sisiku disaat senang atau sedih. Kau memang namja yang sangat baik. Terus berada di sisiku, selalu mengatakan ‘aku mencintaimmu’. Walaupun aku belum menjawabnya, kau tetap mengucapkannya padaku. Benar-benar namja yang pantang menyerah. Apa yang harus kulakukan ? haruskah aku memilih youngmin dan menolak chunji oppa ? tapi, jujur saja, aku masih mencintainya. Aku menyukai suara chunnji oppa, suaranya begitu lembut, aku selalu ingin mendengarnya setiap hari. Namun, chunji oppa tidak seperti youngmin yang selalu ada di saat aku membutuhkan seseorang untuk berbagi kesenangan atau kesedihan.
Aku bangkit dari kasur dan keluar kamar. Keadaan apartemen begitu sepi tanpa kehadiran minwoo. Minwoo-a.. bogoshipo… kapan kau akan kembali padaku… aku benar benar menyayangimu. Aku bisa saja stres memikirkan mu minwoo.
Kududukan diriku di sofa ruang tengah. mataku berkeliling ke seluruh apartemen. Benar-benar sepi. Tanpa kusadari, air mata mengalir di pipiku. Kuusap cepat air mataku, karena kulihat youngmin sudah keluar dari kamar mandi. Aku tidak mau dia khawatir padaku. Aku tidak mau merepotkannya terlalu banyak.
Minchan Pov end
“chanie, sana mandi, lihat wajahmu, mengkilap bagai kecoak.. kekeke~” ledek youngmin. Minchan berdiri dan memukul pundak youngmin pelan. “dasar beruang mini .. hahaha~” minchan balas meledek. “sekali lagi kau meledekku, kucium lagi kau chanie ..” ancam youngmin. “weekk.. memangnya kau berani, lagi pula, kau duluan mengejekku =3” blam, minchan menutup pintu kamar mandinya.
Youngmin ke kamarnya, berdandan serapih mungkin. Youngmin keluar dari kamarnya lalu duduk di sofa ruang tengah. minchan keluar dari kamar mandi heran melihat youngmin dengan setelan yang rapih. “youngie, mau kemana ? mau ke kondangan ya ? haha…”
“ani, aku akan melamarmu …”
“mwo ? jangan bercanda youngie … sungguh tidak lucu..”
“tahu saja aku sedang bercanda .. kekeke~”
Minchan masuk ke kamarnya untuk mengganti baju mandinya dengan setelan biasa, lalu keluar kamar dan duduk disamping youngmin. Youngmin melirik minchan. “aigo~ kau memakai baju seperti itu ? tidak ada gunanya aku berdandan serapih ini .. cepat ganti !”
“eh ? waeyo ? memangnya kita mau kemana sore ini ?”
“cepatlah ganti, nanti kau juga tahu kita akan kemana ..” minchan menurut saja dan kembali ke kamarnya. Mengganti balutan yang menempel di tubuhnya dengan dress biru selutut, dipadukan dengan high heels dan sepatu yang senada. Minchan menghampiri youngmin yang kini berdiri memunggunginya. “haruskah aku memakai baju seperti ini ?” tanya minchan sambil merapihkan dirinya. “aigo~ neomu yeppeo ^^” puji youngmin, minchan hanya tersipu malu hingga semburat merah muda terlukis di pipinya.
“kajja..” ajak youngmin sambil memegang tangan minchan, mengisi celah jari minchan dengan jarinya. Mereka keluar apartemen dan langsung masuk ke mobil yang sudah disediakan youngmin, juga jung ajusshi. Perjalanan mereka terhenti di depan sebuah rumah mewah nan elegan. Youngmin dan minchan keluar dari mobil. Youngmin menyuruh sopir nya pergi membawa mobilnya.
Minchan dan youngmin masuk ke pekarangan rumah mewah itu. Sampai di depan pintu, youngmin menekan bel. Belum ada yang membukakan pintu untuk mereka. “youngie, kenapa kau bisa tahu ?” tanya minchan penasaran. Youngmin tersenyum penuh misteri, “aku bisa mengetahui tempat seseorang sejauh apapun itu.. kekeke~” jawab youngmin. Minchan mencubit kecil tangan youngmin, “aww~ apa yang kau lakukan chanie..?” tanya youngmin sambil mengusap tangannya yang dicubit oleh minchan. “makannya jawab yang jelas!”
“hehe .. aku minta bantuan pada jung ajusshi… dan ternyata pemilik rumah ini adalah parter bisnis appaku..” minchan ber-oh- ria setelah puas mendengar jawaban dari youngmin. Saat itu, masih belum ada yang membukakan pintu. youngmin kembali menekan bel rumah itu. Pintu terbuka, diambang pintu youngmin dan minchan melihat yeoja yang berumur diatas mereka sambil menggendong bayinya. Bayi yang sangat minchan dan youngmin rindukan.
“annyeong ^^” sapa yeoja itu, yang tak lain adalah lee minjung, eomma minwoo. “annyeong ..” balas youngmin dan minchan serempak. “ada perlu apa minchan ?” tanya minjung lembut. “kami mau mengajak minwoo jalan-jalan.. boleh ? hanya sebentar.. nanti malam, kami antarkan minwoo pulang ..” youngmin yang menjelaskan, karena memang minchan tidak tahu alasan kenapa ia diajak oleh youngmin ke rumah chunji yang juga rumahnya minjung. Minjung tampak berpikir, kemudian mengangguk. “baiklah .. aku ijinkan .. lagipula, kalian sudah mengurus no minwoo ku dalam waktu yang cukup lama..” minjung menyerahkan minwoo ke pangkuan minchan. “gomawo ^^, kalau begitu, kami pamit dulu …” kata youngmin, lalu berbalik meninggalkan rumah itu.
--
Youngmin dan minchan berjalan bersebelahan di trotoar. Minchan terlihat begitu senang, setidaknya, kali ini rasa rindunya sedikit terobati. Minwoo pun terlihat senang, karena melihat kembali minchan, eomma nya, eomma sementara nya, yang telah mengurusnya beberapa bulan kemarin. “younge, kita mau kemana ?” tanya minchan, mereka masih berjalan. “kita pergi ke taman.. kita ajak minwoo bermain disana … setelah itu kita pergi ke restoran jepang untuk makan malam .. bagaimana ?”
“setuju !!” seru minchan sambil mengangkat tangan minwoo yang membuat orang-orang disekitar mereka memperhatikan seraya berkata, “keluarga kecil yang bahagia..”
Mereka yang kini berperan sebagai orang tua minwoo, walaupun hanya sebatas sampai malam hari, mereka sampai di taman yang mulai sepi. Minchan duduk di kursi taman itu, youngmin mengajarkan minwoo berjalan, agar minwoo bisa berjalan dengan lancar. Minchan memerhatikan mereka dan seulas senyum menghiasi wajahnya, “andai aku mempunyai suami seperti youngmin..” gumam minchan. ‘eh.. apa yang barusan aku katakan ? babo .. itu tidak mungkin !!!’ elak minchan.
Youngmin berjalan menghampiri minchan sambil menggendong minwoo yang kelelahann karena berjalan. “eomma.. appa sudah lapar .. bagaimana kalau kita makan saja sekarang ?” tanya youngmin. Jantung minchan berdegup kencang saat youngmin memanggilnya dengan sebutan eomma di depan minwoo. “nn.. ne .. kajja …” jawab minchan.
Youngmin menggendong minwoo dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menggenggam tangan minchan. Selama mereka berjalan menuju restoran jepang yang tidak jauh dari taman, minchan hanya tertunduk. Tidak ada diantara mereka yang memecah keheningan diantara mereka.
Sesampainya mereka di resto jepang, mereka memilih tempat yang berada di dekat jendela, agar bisa melihat keadaan sekitar. Mereka langsung memesankan pesanan mereka. “aku pesan yakitori dan takoyaki” ucap youngmin. “aku pesan sushi, sukiyaki, sashimi, dan onigiri” youngmin terkejut mendengar pesanan minchan yang begitu banyak. “chanie, kau tidak salah pesan sebanyak itu ?”, minchan menggeleng. “aku juga harus memberi makan minwoo, iya kan ?” youngmin mengangguk, “ne, tapi, kalau kau makan sebanyak itu, tubuhmu bisa jadi lebar lho …”
“lantas, kalau tubuhku menjadi lebar, perasaanmu padaku akan berubah ? begitu ?”
“andwe ! bagaimanapun dirimu, aku mencintaimu apa adanya, bukan ada apanya.. tapi, kapan kau akan memberikan jawaban cintaku chanie…”
Minchan tersenyum kecil, “pasti akan kujawab .. tapi tidak sekarang ..”. pesanan mereka datang. Karena laparnya, mereka langsung melahap kudapan yang berasal dari negeri sakura itu. Minchan menyuapi minwoo. Minwoo hanya makan onigiri.
Mereka berdiri dan keluar dari resto setelah membayar pesanan mereka. Youngmin mengajak minchan dan minwoo ke photo studio, untuk berfoto. Mereka akan mengambil foto keluarga, walaupun mereka bukan keluarga yang sesungguhnya. Namun, kata youngmin, itu dapat mengurangi sedikit rasa rindunya pada minwoo, dan itu disetujui minchan. Setelah sampai di photo studio, mereka langsung berfoto. Minchan duduk di kursi sambil menggendong minwoo yang sedang tersenyum manis, sedangkan youngmin berdiri di belakang minchan sambil memegang kedua pundak minchan dengan tangannya.
‘jpret(?)’. mereka difoto dengan berbagai pose. Beberapa saat kemudian, mereka selesai difoto dan keluar dari studio foto. Hasilnya mereka ambil 2 hari kemudian. youngmin dan minchan berjalan di trotoar sambil bercanda gurau. Mereka berjalan ke daerah dimana minwoo sekarang tinggal, karena sekarang hari sudah mulai malam.
Minchan sampai di rumah minwoo dan langsung menyerahkan minwoo ke pangkuan eomma nya. Dan mereka pamit pulag karena langit sudah gelap.
Minchan dan youngmin berjalan menyusuri trotoar. Mereka berjalan karena jarak dari rumah minwoo dengan apartemen mereka tidak terlalu jauh. Selama di perjalanan, youngmin memegang tangan minchan. Namun, diantara keduanya tidak ada yang memulai sebuah percakapan.
Sampai di apartemen, youngmin merogoh sakunya, mengambil kunci di sakunya dan langsung memasukan kunci itu ke lubang kunci. ‘cklek’. Pintu terbuka, minchan nyelonong(?) masuk kedalam apartemen mendahului youngmin. Youngmin merasa heran dengan sikap minchan. ‘dia kenapa ?’ pikir youngmin, lalu masuk dan mengunci pintu apartemen.
Youngmin melihat minchan duduk di sofa sambil memeluk lututnya. Youngmin tidak menghampiri minchan, tapi ia masuk kamar dan ganti baju terlebih dahulu. Setelah mengganti dengan baju setelan rumah(?), youngmin duduk disamping minchan. “chanie ? gwenchana ?” tanya youngmin dengan nada yang sedikit khawatir. Minchan mengangguk pelan. “chanie, bicaralah .. kau terlihat aneh bila diam seperti itu ..”. minchan menatap youngmin, tepat ke mata youngmin.
“hey, kenapa kau menatapku seperti itu ?”
“ani..” lagi-lagi minchan tersenyum.
“tapi senyummu itu membuatku penasaran chanie ..”
“aku sedang memikirkan sesuatu ..”
“oh … memikirkanku ? apakah iya ?”
“ani …”
“lalu ?” youngmin semakin penasaran dengan tingkah laku minchan yang tiba-tiba seperti ini. minchan semakin memeluk lututnya dan tertawa kecil. “aku mau ganti baju dulu …” minchan berdiri dan pergi ke kamarnya.
Selama minchan mengganti bajunya, youngmin terus berpikir, apakah minchan memikirkan dirinya, atau minchan akan membalas cintanya. Memikirkan itu membuat youngmin tersenyum sendiri. Tapi, senyuman itu tidak lama, karena youngmin berhenti memikirkan itu, ia takut kalau itu hanyalah harapan kosong. Tak lama kemudian, minchan kembali duduk disamping youngmin. “youngie, kau penasaran ?”
“ne .. ppali, katakan padaku ..”
“aku begitu senang hari ini …”
“karena apa ?”
“karena aku bisa menghabiskan sebagian waktuku bersama dengan minwoo .. dan ….”
“dan apa ?”
“dan aku juga senang bisa bersamamu …”. ‘DEG’. Jantung youngmin tiba-tiba saja berdegup lebih kencang setelah mendengar kata-kata yang terlontar dari bibir mungil minchan. “emm.. maksudnya chanie ?”. minchan kembali menatap youngmin. “aku senang bersamamu, karena kau adalah teman terbaikku youngie..”. ‘krakkkk’ patung hati youngmin terbelah menjadi dua. ‘teman ? aku hanya dianggapnya sebagai teman ?’.
“chanie, jadi kau hanya menganggapku sebagai teman ? hanya teman, begitu ?”
“ne .. lantas kau mau aku anggap sebagai apa ?”
“aishh.. chanie .. masa kau tidak mengerti sih ? aku ingin lebih dari itu ..” ucap youngmin dengan nada serius.
“contohnya ? ingin ‘lebih’ itu maksudnya bagaimana ?” goda minchan.
“aigo~ jangan menggodaku seperti itu chanie… aku tahu kau mengerti maksudku …”
“ahhaha.. geurae .. aku memang mengerti .. tapi, youngie, ini belum waktunya, ne ?”
“berapa lama lagi aku harus menunggumu ?”. minchan berdiri dari sofa, dan berjalan ke kamarnya.
“bersabarlah untukku …” ucap minchan sebelum menutup pintu kamarnya.
“harus berapa lama lagi aku bersabar ? chanie, bukalah hatimu untukku … aku janji aku tidak akan membuatmu menangis, aku janji aku akan menjagamu semampu aku melakukannya …!” seru youngmin.
Minchan Pov
“harus berapa lama lagi aku bersabar ? chanie, bukalah hatimu untukku … aku janji aku tidak akan membuatmu menangis, aku janji aku akan menjagamu semampu aku melakukannya …!”
Apa yang dia katakan ? apa dia benar-benar mencintaiku ?. aigo~ aku benar-benar bingung. Sebenarnya aku masih belum bisa mempercayai namja, setelah yang chunji oppa lakukan padaku, yah.. meski aku sudah tahu pasti kebenarannya, dan itu ternyata hanya salah paham, tapi, tidak tahu kenapa aku belum bisa sepenuhnya mempercayai namja. Dalam kehidupan ‘normal’, mugkin aku memang mempercayai seorang namja, tapi dalam kehidupan cinta, aku harus memperhitungkannnya dengan matang. Aku harus memikirkannya dengan benar, karena ini juga yang menentukan masa depanku selain dari pendidikan.
Tapi, aku merasa youngie, youngie berkata seperti itu dengan tulus. Apakah dia serius ? apakah dia serius mencintaiku ? apakah aku harus menerima cintanya ?. tapi, bagaimana dengan chunji oppa ? apa aku harus menolaknya ?. aku benar-benar bingung. Sebaikna aku tidur dan menenangkan diriku, mudah-mudahan besok aku menemukan solusinya.
Minchan Pov end
YoungMin Pov
Apakah dia mendengarkan seruanku tadi ? mudah-mudahan chanie mendengarkannya. Dan aku harap dia dapat mempertimbangkan cintaku. Aku harap dia membalas cintaku dan juga Aku harap dia dapat mencintaiku juga apa adanya.
Youngmin Pov end
**
Keesokan harinya…
Youngmin bangun dan keluar kamarnya. Ia belum melihat minchan. Youngmin berpikir, mungkin minchan masih tidur. Youngmin ingin menyiapkan masakan spesial untuk minchan, namun youngmin tidak bisa memasak ==’, youngmin memilih jalan pintas(?), menelepon jug ajusshi. “yeobseyo ?”
“…..”
“antarkan makanan ke apartemenku ajusshi ..”
“…..”
“mwo ? apa aku harus memanggilmu seperti itu ?”
“……”
“aisshh … baiklah … hyung, tolong antarkan makanan ke apartemenku …”
“…….”
“ne, gamsahamnida…”. Klik, sambungan terputus. “dasar tua-tua tukan menggerutu dan tukang menawar..”. tidak menunggu waktu yang begitu lama, makanan datang diantarkan oleh anak buah jung ajusshi. “tolong sekalian tata di meja makan, gamsahamnida..” suruh youngmin. Dan yang disuruh hanya mengangguk, kalau menolak, mungkin mereka sudah diberhentikan dari pekerjaan mereka oleh tuan muda nya ini.
Selesai menata, anak buah jung ajusshi pamit pulang. Yooungmin sudah segar karena ia sudah mandi dan kini waktunya youngmin membangunkan minchan. ‘tokk tokk tokk’. “masuklah ..” sahut minchan.
Cklek. Youngmin masuk kedalam kamar minchan. Dugaan youngmin salah mengenai minchan yang belum bangun dari tidurnya, buktinya, sekarang minchan sudah mandi dan mengenakan celana jeans panjangnya dan juga tanktop yang dibalut lagi dengan jaket yang berwarna biru muda.
“chanie, mau pergi kemana ?” tanya youngmin
“aku ada janji dengan seseorang ..”
“dengan chunji?” dengan ragu, minchan menganggukan kepalanya dan kembali merias dirinya.
“makan dulu sebelum pergi, aku sudah menyiapkan makanan di meja makan..”
“ne …” jawab minchan. Youngmin keluar dari kamar minchan dan menunggu minchan di ruang makan dengan ekspresi wajah datar. Tak lama menunggu, minchan muncul di ruang makan dan duduk di depan youngmin. “aku boleh pergi youngie ?”
“ne ..”
“jeongmal ?”
“ne, tapi makan dulu ..”. minchan menurut dan tersenyum. Youngmin membalas senyuman minchan. Sungguh senyuman youngmin adalah senyuman yang palsu. Senyuman yang menutupi sakit di hatinya. Ingin sekali youngmin menangis saat itu juga, tapi ia menahannya dengan sekuat mungkin, youngmin tidak mau minchan melihatnya menangis hanya karena cinta. Sungguh cengeng bukan ?
“aku sudah selesai makan..” minchan berdiri dan akan membersihkan piringnya. Youngmin memegang tangan minchan. “tidak usah, biar aku saja .. chanie, pergilah, mungkin chunji sudah menunggumu ..”. minchan menatap youngmin seolah-olah berkata –kau yakin ?-. “pergilah …”. “baiklah .. aku pergi dulu youngie…”
“ne, hati-hati di jalan … oh iya, bawa kunci duplikatnya, takut nanti kau pulang aku sedang tidur ..”
“ne ..”
Minchan keluar apartemen meninggalkan youngmin sendiri di apartemen. youngmin membereskan alat-alat makan dan mencucinya. ‘pranngggg’ piring meluncur dengan indahnnya dari tangan youngmin. “kenapa harus pecah …” youngmin berjongkok dan memunguti pecahan beling dan dimasukkannya kedalam kantung plastik. Youngmin memunguti pecahan beling itu dengan sangat hati-hati. Tapi, walaupun youngmin melakukannya dengan hati-hati, jari youngmin berdarah tertusuk pecahan beling itu. “aww.. neomu apeuda..” youngmin meniup jarinnya yang terluka dan membalutna sendiri dengan plester.
Karena sendirian di rumah, youngmin merasa sangat bosan. Youngmin meraih jaketnya dan memutuskan untuk mencari udara segar keluar di pagi menuju siang itu.
Youngmin memutuskan untuk pergi ke café neverland, hanya untuk memesan beberapa makanan dan juga yang lainnya. Youngmin masuk ke neverland café, dan memilih tempat di pojok, agar tidak bayak orang yang memerhatikannya, tapi dia jadi bisa memerhatikan orang lain dengan lebih leluasa.
Youngmin menyipitkan matanya memastikan apa yang dilihatnya itu adalah kenyataan atau hanya ilusi. Youngmin melihat yeojja yang sangat tidak asing baginya. Youngmin melihat yeoja itu, tangan yeoja itu dipegang oleh naja yang ada di hadapannya, namja itu mencium tangan yeoja yang tak lain adalah minchan.
Pesanan youngmin datang, youngmin dengan cepat menghabiskannya dan membayarnya, lalu keluar dari neverland café. Youngmin berjalan cepat ke apartemennya. Hawa cemburu terpancar(?) dari ekspresi dan gerak-gerik youngmin. Sampai di apartemen, youngmin berjalan menuju washtafel dan mencuci tangannya sekaligus membasuh wajahnya. Setelah itu, youngmin berjalan ke sofa dan merebahkan tubuhnya di sofa itu.
Youngmin Pov
Chanie terlihat begitu senang saat chunji mencium tangannya. Apa chanie menerima cinta chunji dan menolakku secara tidak langsung ?. entahlah .. mungkin saja benar. Sakit. Apakah sesakit ini ? kenapa hatiku begitu sakit ?. aigo~ chanie.. kau membuatku seperti ini….
Air mataku tiba-tiba mengalir dan kuusap langsung. Kenapa aku bisa secengeng ini hanya karena seorang yeoja ?.
Youngmin pov end
‘cklek’. Pintu apartemen terbuka. Minchan masuk ke apartemen dan melihat youngmin sedang duduk di sofa sambil sesekali mengusap pipinya yang basah karena air mata. Minchan duduk disamping youngmin. Youngmin terkejut menyadari minchan dsampingya. Minchan tersenyum padanya. “youngie, waeyo ?”
“ani … gwenchana …”
“baiklah jika kau tidak mau menceritakannya padaku ..” ucap minchan dan berdiri dari sofa, namun tagan youngmin menahannya, hingga minchan kembali duduk di sofa.
“chanie .. aku benar- benar cengeng …”
“wae ??”
“ini karenamu chanie …”
“aku ?” minchan menunjuk idungnya sendiri.
“ne, aku begitu rapuh karena menerima kenyataan kau sudah jadi milik chunji .. dan itu artinya sudah tidak ada kesempatan bagiku .. kau tidak membuka hatimu untukku …”
“kau salah paham youngie ..”
“salah paham bagaimana ? jelas-jelas aku meliatnya dengan mata kepalaku sendiri ..”
“ne .. tapi aku menolaknya … karena ada seseorang yang lebih penting dari chunji oppa, dan juga aku baru menyadarinya, tenyata aku juga mencintainya …”
“nuguya ?”
“kau ….” Saking terkejutnya, youngmin jadi tidak fokus. “youngie, apa tawaranmu padaku masih berlaku untuk hari ini ?”
“tentu !” jawab youngmin tegas dan langsung memeluk tubuh minchan. “saranghae chagi ….”
“nado saranghae youngie ..”
“panggil aku oopa, ne ?”
“ne oppa.. saranghae …” kedua insan itu semakin mengeratkan pelukan mereka.
-TBC-
Author : Okky Oktavia | Keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance, Angst
Length : chaptered (8 of ?)
Cast :
1. Han Minchan (OC)
2. Jo YoungMin
3. No MinWoo (OC)
4. Lee ChanHee (ChunJi)
5. Jung Il Woo (Jung Ajusshi)
*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje
**
Previous Chapter …….
Youngmin berbalik hendak meninggalkan minchan di kamarnya, namun langkahnya terhenti karena minchan memegang tangan youngmin. Youngmin menoleh.
“jangan tinggalkan aku ..” ucap minchan.
Chapter 8 begins Now !!
My Baby Loved | Open up u’r heart for me, I’ll be there for u
**
Satu laki-laki mencintaimu. Laki-laki yang mencintaimu dengan sepenuh hati. Ia mengikutimu seperti bayangan setiap hari. Laki-laki itu menangis dan tertawa. Betapa.. berapa lama lagi laki-laki itu harus tetap sendiri. Cinta ini datang seperti angin. Cinta ini seperti seorang pengemis. Jika dia terus seperti ini apa kau akan mencintai laki-laki itu ?. hanya datang sedikit lebih dekat, sedikit lebih. Jika laki-laki itu mengambil satu langkah lebih dekat denganmu, maka kau mengambil dua langkah mundur. Laki-laki yang mencintaimu adalah yang berada di sebelahmu, bahkan sampai sekarang. Laki-laki itu sebenarnya mempunyai pribadi yang pemalu. Jadi dia belajar bagaimana bisa tertawa. Hati laki-laki itu penuh dengan luka. Laki-laki itu ingin menjadi kekasihmu.
Aku berteriak bahwa laki-laki yang mencintaimu adalah aku.
**
“jangan tinggalkan aku ..” ucap minchan. Youngmin menoleh dan mendapati minchan menggenggam pegelangan tangannya dengan mata yang masih tertutup. Mungkin dia masih belum menerima bahwa minwoo sudah diambil dari pelukannya oleh orang tua nya. Youngmin mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar minchan. Youngmin menyeret kursi di meja rias minchan, meletakkannya dan duduk disamping tempat tidur minchan. Tangan minchan masih menggenggam pergelangan tangan youngmin. Youngmin mengelus punggung tangan minchan yang masih menggenggam pergelangan tangannya.
Rasa kantuk menyerang youngmin di siang itu. Youngmin tidur di kursi itu dengan kepala yang direbahkan di kasur minchan.
**
“hoahm …..” minchan mereganngkan otot-otot lengannya. Minchan melihat youngmin sedang tidur di kursi. Seulas garis yang membentuk sebuah senyuman terukir di wajah cantik minchan. Dengan tangannya, minchan mengelus puncak kepala youngmin. “kau namja terbaik bagiku youngie ..” ucap minchan. Youngmin sedikit bergerak, minchan buru-buru mengangkat tangannya yang sedang mengelus kepala youngmin.
Youngmin mengangkat kepalanya, dihadapannya sudah ada minchan yang sudah bangun. Youngmin tersenyum manis, merasa lega karena minchan terlihat agak baikan. “chanie, kau sudah bangunn daritadi ?” tanya youngmin sambil mengucek matanya. Minchan mengangguk. Youngmin melirik jam dinding yang menempel di dinding kamar minchan. “sudah sore” gumam youngmin. Youngmin berdiri dari kursi dimana tadi ia tidur. “chanie, aku mandi dulu …” youngmin keluar dari kamar minchan dan menutup pintunya kembali.
Minchan Pov
Youngie.. kau memang namja yang baik. Kau selalu ada di sisiku disaat aku membutuhkanmu atau tidak. Kau selalu ada di sisiku disaat senang atau sedih. Kau memang namja yang sangat baik. Terus berada di sisiku, selalu mengatakan ‘aku mencintaimmu’. Walaupun aku belum menjawabnya, kau tetap mengucapkannya padaku. Benar-benar namja yang pantang menyerah. Apa yang harus kulakukan ? haruskah aku memilih youngmin dan menolak chunji oppa ? tapi, jujur saja, aku masih mencintainya. Aku menyukai suara chunnji oppa, suaranya begitu lembut, aku selalu ingin mendengarnya setiap hari. Namun, chunji oppa tidak seperti youngmin yang selalu ada di saat aku membutuhkan seseorang untuk berbagi kesenangan atau kesedihan.
Aku bangkit dari kasur dan keluar kamar. Keadaan apartemen begitu sepi tanpa kehadiran minwoo. Minwoo-a.. bogoshipo… kapan kau akan kembali padaku… aku benar benar menyayangimu. Aku bisa saja stres memikirkan mu minwoo.
Kududukan diriku di sofa ruang tengah. mataku berkeliling ke seluruh apartemen. Benar-benar sepi. Tanpa kusadari, air mata mengalir di pipiku. Kuusap cepat air mataku, karena kulihat youngmin sudah keluar dari kamar mandi. Aku tidak mau dia khawatir padaku. Aku tidak mau merepotkannya terlalu banyak.
Minchan Pov end
“chanie, sana mandi, lihat wajahmu, mengkilap bagai kecoak.. kekeke~” ledek youngmin. Minchan berdiri dan memukul pundak youngmin pelan. “dasar beruang mini .. hahaha~” minchan balas meledek. “sekali lagi kau meledekku, kucium lagi kau chanie ..” ancam youngmin. “weekk.. memangnya kau berani, lagi pula, kau duluan mengejekku =3” blam, minchan menutup pintu kamar mandinya.
Youngmin ke kamarnya, berdandan serapih mungkin. Youngmin keluar dari kamarnya lalu duduk di sofa ruang tengah. minchan keluar dari kamar mandi heran melihat youngmin dengan setelan yang rapih. “youngie, mau kemana ? mau ke kondangan ya ? haha…”
“ani, aku akan melamarmu …”
“mwo ? jangan bercanda youngie … sungguh tidak lucu..”
“tahu saja aku sedang bercanda .. kekeke~”
Minchan masuk ke kamarnya untuk mengganti baju mandinya dengan setelan biasa, lalu keluar kamar dan duduk disamping youngmin. Youngmin melirik minchan. “aigo~ kau memakai baju seperti itu ? tidak ada gunanya aku berdandan serapih ini .. cepat ganti !”
“eh ? waeyo ? memangnya kita mau kemana sore ini ?”
“cepatlah ganti, nanti kau juga tahu kita akan kemana ..” minchan menurut saja dan kembali ke kamarnya. Mengganti balutan yang menempel di tubuhnya dengan dress biru selutut, dipadukan dengan high heels dan sepatu yang senada. Minchan menghampiri youngmin yang kini berdiri memunggunginya. “haruskah aku memakai baju seperti ini ?” tanya minchan sambil merapihkan dirinya. “aigo~ neomu yeppeo ^^” puji youngmin, minchan hanya tersipu malu hingga semburat merah muda terlukis di pipinya.
“kajja..” ajak youngmin sambil memegang tangan minchan, mengisi celah jari minchan dengan jarinya. Mereka keluar apartemen dan langsung masuk ke mobil yang sudah disediakan youngmin, juga jung ajusshi. Perjalanan mereka terhenti di depan sebuah rumah mewah nan elegan. Youngmin dan minchan keluar dari mobil. Youngmin menyuruh sopir nya pergi membawa mobilnya.
Minchan dan youngmin masuk ke pekarangan rumah mewah itu. Sampai di depan pintu, youngmin menekan bel. Belum ada yang membukakan pintu untuk mereka. “youngie, kenapa kau bisa tahu ?” tanya minchan penasaran. Youngmin tersenyum penuh misteri, “aku bisa mengetahui tempat seseorang sejauh apapun itu.. kekeke~” jawab youngmin. Minchan mencubit kecil tangan youngmin, “aww~ apa yang kau lakukan chanie..?” tanya youngmin sambil mengusap tangannya yang dicubit oleh minchan. “makannya jawab yang jelas!”
“hehe .. aku minta bantuan pada jung ajusshi… dan ternyata pemilik rumah ini adalah parter bisnis appaku..” minchan ber-oh- ria setelah puas mendengar jawaban dari youngmin. Saat itu, masih belum ada yang membukakan pintu. youngmin kembali menekan bel rumah itu. Pintu terbuka, diambang pintu youngmin dan minchan melihat yeoja yang berumur diatas mereka sambil menggendong bayinya. Bayi yang sangat minchan dan youngmin rindukan.
“annyeong ^^” sapa yeoja itu, yang tak lain adalah lee minjung, eomma minwoo. “annyeong ..” balas youngmin dan minchan serempak. “ada perlu apa minchan ?” tanya minjung lembut. “kami mau mengajak minwoo jalan-jalan.. boleh ? hanya sebentar.. nanti malam, kami antarkan minwoo pulang ..” youngmin yang menjelaskan, karena memang minchan tidak tahu alasan kenapa ia diajak oleh youngmin ke rumah chunji yang juga rumahnya minjung. Minjung tampak berpikir, kemudian mengangguk. “baiklah .. aku ijinkan .. lagipula, kalian sudah mengurus no minwoo ku dalam waktu yang cukup lama..” minjung menyerahkan minwoo ke pangkuan minchan. “gomawo ^^, kalau begitu, kami pamit dulu …” kata youngmin, lalu berbalik meninggalkan rumah itu.
--
Youngmin dan minchan berjalan bersebelahan di trotoar. Minchan terlihat begitu senang, setidaknya, kali ini rasa rindunya sedikit terobati. Minwoo pun terlihat senang, karena melihat kembali minchan, eomma nya, eomma sementara nya, yang telah mengurusnya beberapa bulan kemarin. “younge, kita mau kemana ?” tanya minchan, mereka masih berjalan. “kita pergi ke taman.. kita ajak minwoo bermain disana … setelah itu kita pergi ke restoran jepang untuk makan malam .. bagaimana ?”
“setuju !!” seru minchan sambil mengangkat tangan minwoo yang membuat orang-orang disekitar mereka memperhatikan seraya berkata, “keluarga kecil yang bahagia..”
Mereka yang kini berperan sebagai orang tua minwoo, walaupun hanya sebatas sampai malam hari, mereka sampai di taman yang mulai sepi. Minchan duduk di kursi taman itu, youngmin mengajarkan minwoo berjalan, agar minwoo bisa berjalan dengan lancar. Minchan memerhatikan mereka dan seulas senyum menghiasi wajahnya, “andai aku mempunyai suami seperti youngmin..” gumam minchan. ‘eh.. apa yang barusan aku katakan ? babo .. itu tidak mungkin !!!’ elak minchan.
Youngmin berjalan menghampiri minchan sambil menggendong minwoo yang kelelahann karena berjalan. “eomma.. appa sudah lapar .. bagaimana kalau kita makan saja sekarang ?” tanya youngmin. Jantung minchan berdegup kencang saat youngmin memanggilnya dengan sebutan eomma di depan minwoo. “nn.. ne .. kajja …” jawab minchan.
Youngmin menggendong minwoo dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menggenggam tangan minchan. Selama mereka berjalan menuju restoran jepang yang tidak jauh dari taman, minchan hanya tertunduk. Tidak ada diantara mereka yang memecah keheningan diantara mereka.
Sesampainya mereka di resto jepang, mereka memilih tempat yang berada di dekat jendela, agar bisa melihat keadaan sekitar. Mereka langsung memesankan pesanan mereka. “aku pesan yakitori dan takoyaki” ucap youngmin. “aku pesan sushi, sukiyaki, sashimi, dan onigiri” youngmin terkejut mendengar pesanan minchan yang begitu banyak. “chanie, kau tidak salah pesan sebanyak itu ?”, minchan menggeleng. “aku juga harus memberi makan minwoo, iya kan ?” youngmin mengangguk, “ne, tapi, kalau kau makan sebanyak itu, tubuhmu bisa jadi lebar lho …”
“lantas, kalau tubuhku menjadi lebar, perasaanmu padaku akan berubah ? begitu ?”
“andwe ! bagaimanapun dirimu, aku mencintaimu apa adanya, bukan ada apanya.. tapi, kapan kau akan memberikan jawaban cintaku chanie…”
Minchan tersenyum kecil, “pasti akan kujawab .. tapi tidak sekarang ..”. pesanan mereka datang. Karena laparnya, mereka langsung melahap kudapan yang berasal dari negeri sakura itu. Minchan menyuapi minwoo. Minwoo hanya makan onigiri.
Mereka berdiri dan keluar dari resto setelah membayar pesanan mereka. Youngmin mengajak minchan dan minwoo ke photo studio, untuk berfoto. Mereka akan mengambil foto keluarga, walaupun mereka bukan keluarga yang sesungguhnya. Namun, kata youngmin, itu dapat mengurangi sedikit rasa rindunya pada minwoo, dan itu disetujui minchan. Setelah sampai di photo studio, mereka langsung berfoto. Minchan duduk di kursi sambil menggendong minwoo yang sedang tersenyum manis, sedangkan youngmin berdiri di belakang minchan sambil memegang kedua pundak minchan dengan tangannya.
‘jpret(?)’. mereka difoto dengan berbagai pose. Beberapa saat kemudian, mereka selesai difoto dan keluar dari studio foto. Hasilnya mereka ambil 2 hari kemudian. youngmin dan minchan berjalan di trotoar sambil bercanda gurau. Mereka berjalan ke daerah dimana minwoo sekarang tinggal, karena sekarang hari sudah mulai malam.
Minchan sampai di rumah minwoo dan langsung menyerahkan minwoo ke pangkuan eomma nya. Dan mereka pamit pulag karena langit sudah gelap.
Minchan dan youngmin berjalan menyusuri trotoar. Mereka berjalan karena jarak dari rumah minwoo dengan apartemen mereka tidak terlalu jauh. Selama di perjalanan, youngmin memegang tangan minchan. Namun, diantara keduanya tidak ada yang memulai sebuah percakapan.
Sampai di apartemen, youngmin merogoh sakunya, mengambil kunci di sakunya dan langsung memasukan kunci itu ke lubang kunci. ‘cklek’. Pintu terbuka, minchan nyelonong(?) masuk kedalam apartemen mendahului youngmin. Youngmin merasa heran dengan sikap minchan. ‘dia kenapa ?’ pikir youngmin, lalu masuk dan mengunci pintu apartemen.
Youngmin melihat minchan duduk di sofa sambil memeluk lututnya. Youngmin tidak menghampiri minchan, tapi ia masuk kamar dan ganti baju terlebih dahulu. Setelah mengganti dengan baju setelan rumah(?), youngmin duduk disamping minchan. “chanie ? gwenchana ?” tanya youngmin dengan nada yang sedikit khawatir. Minchan mengangguk pelan. “chanie, bicaralah .. kau terlihat aneh bila diam seperti itu ..”. minchan menatap youngmin, tepat ke mata youngmin.
“hey, kenapa kau menatapku seperti itu ?”
“ani..” lagi-lagi minchan tersenyum.
“tapi senyummu itu membuatku penasaran chanie ..”
“aku sedang memikirkan sesuatu ..”
“oh … memikirkanku ? apakah iya ?”
“ani …”
“lalu ?” youngmin semakin penasaran dengan tingkah laku minchan yang tiba-tiba seperti ini. minchan semakin memeluk lututnya dan tertawa kecil. “aku mau ganti baju dulu …” minchan berdiri dan pergi ke kamarnya.
Selama minchan mengganti bajunya, youngmin terus berpikir, apakah minchan memikirkan dirinya, atau minchan akan membalas cintanya. Memikirkan itu membuat youngmin tersenyum sendiri. Tapi, senyuman itu tidak lama, karena youngmin berhenti memikirkan itu, ia takut kalau itu hanyalah harapan kosong. Tak lama kemudian, minchan kembali duduk disamping youngmin. “youngie, kau penasaran ?”
“ne .. ppali, katakan padaku ..”
“aku begitu senang hari ini …”
“karena apa ?”
“karena aku bisa menghabiskan sebagian waktuku bersama dengan minwoo .. dan ….”
“dan apa ?”
“dan aku juga senang bisa bersamamu …”. ‘DEG’. Jantung youngmin tiba-tiba saja berdegup lebih kencang setelah mendengar kata-kata yang terlontar dari bibir mungil minchan. “emm.. maksudnya chanie ?”. minchan kembali menatap youngmin. “aku senang bersamamu, karena kau adalah teman terbaikku youngie..”. ‘krakkkk’ patung hati youngmin terbelah menjadi dua. ‘teman ? aku hanya dianggapnya sebagai teman ?’.
“chanie, jadi kau hanya menganggapku sebagai teman ? hanya teman, begitu ?”
“ne .. lantas kau mau aku anggap sebagai apa ?”
“aishh.. chanie .. masa kau tidak mengerti sih ? aku ingin lebih dari itu ..” ucap youngmin dengan nada serius.
“contohnya ? ingin ‘lebih’ itu maksudnya bagaimana ?” goda minchan.
“aigo~ jangan menggodaku seperti itu chanie… aku tahu kau mengerti maksudku …”
“ahhaha.. geurae .. aku memang mengerti .. tapi, youngie, ini belum waktunya, ne ?”
“berapa lama lagi aku harus menunggumu ?”. minchan berdiri dari sofa, dan berjalan ke kamarnya.
“bersabarlah untukku …” ucap minchan sebelum menutup pintu kamarnya.
“harus berapa lama lagi aku bersabar ? chanie, bukalah hatimu untukku … aku janji aku tidak akan membuatmu menangis, aku janji aku akan menjagamu semampu aku melakukannya …!” seru youngmin.
Minchan Pov
“harus berapa lama lagi aku bersabar ? chanie, bukalah hatimu untukku … aku janji aku tidak akan membuatmu menangis, aku janji aku akan menjagamu semampu aku melakukannya …!”
Apa yang dia katakan ? apa dia benar-benar mencintaiku ?. aigo~ aku benar-benar bingung. Sebenarnya aku masih belum bisa mempercayai namja, setelah yang chunji oppa lakukan padaku, yah.. meski aku sudah tahu pasti kebenarannya, dan itu ternyata hanya salah paham, tapi, tidak tahu kenapa aku belum bisa sepenuhnya mempercayai namja. Dalam kehidupan ‘normal’, mugkin aku memang mempercayai seorang namja, tapi dalam kehidupan cinta, aku harus memperhitungkannnya dengan matang. Aku harus memikirkannya dengan benar, karena ini juga yang menentukan masa depanku selain dari pendidikan.
Tapi, aku merasa youngie, youngie berkata seperti itu dengan tulus. Apakah dia serius ? apakah dia serius mencintaiku ? apakah aku harus menerima cintanya ?. tapi, bagaimana dengan chunji oppa ? apa aku harus menolaknya ?. aku benar-benar bingung. Sebaikna aku tidur dan menenangkan diriku, mudah-mudahan besok aku menemukan solusinya.
Minchan Pov end
YoungMin Pov
Apakah dia mendengarkan seruanku tadi ? mudah-mudahan chanie mendengarkannya. Dan aku harap dia dapat mempertimbangkan cintaku. Aku harap dia membalas cintaku dan juga Aku harap dia dapat mencintaiku juga apa adanya.
Youngmin Pov end
**
Keesokan harinya…
Youngmin bangun dan keluar kamarnya. Ia belum melihat minchan. Youngmin berpikir, mungkin minchan masih tidur. Youngmin ingin menyiapkan masakan spesial untuk minchan, namun youngmin tidak bisa memasak ==’, youngmin memilih jalan pintas(?), menelepon jug ajusshi. “yeobseyo ?”
“…..”
“antarkan makanan ke apartemenku ajusshi ..”
“…..”
“mwo ? apa aku harus memanggilmu seperti itu ?”
“……”
“aisshh … baiklah … hyung, tolong antarkan makanan ke apartemenku …”
“…….”
“ne, gamsahamnida…”. Klik, sambungan terputus. “dasar tua-tua tukan menggerutu dan tukang menawar..”. tidak menunggu waktu yang begitu lama, makanan datang diantarkan oleh anak buah jung ajusshi. “tolong sekalian tata di meja makan, gamsahamnida..” suruh youngmin. Dan yang disuruh hanya mengangguk, kalau menolak, mungkin mereka sudah diberhentikan dari pekerjaan mereka oleh tuan muda nya ini.
Selesai menata, anak buah jung ajusshi pamit pulang. Yooungmin sudah segar karena ia sudah mandi dan kini waktunya youngmin membangunkan minchan. ‘tokk tokk tokk’. “masuklah ..” sahut minchan.
Cklek. Youngmin masuk kedalam kamar minchan. Dugaan youngmin salah mengenai minchan yang belum bangun dari tidurnya, buktinya, sekarang minchan sudah mandi dan mengenakan celana jeans panjangnya dan juga tanktop yang dibalut lagi dengan jaket yang berwarna biru muda.
“chanie, mau pergi kemana ?” tanya youngmin
“aku ada janji dengan seseorang ..”
“dengan chunji?” dengan ragu, minchan menganggukan kepalanya dan kembali merias dirinya.
“makan dulu sebelum pergi, aku sudah menyiapkan makanan di meja makan..”
“ne …” jawab minchan. Youngmin keluar dari kamar minchan dan menunggu minchan di ruang makan dengan ekspresi wajah datar. Tak lama menunggu, minchan muncul di ruang makan dan duduk di depan youngmin. “aku boleh pergi youngie ?”
“ne ..”
“jeongmal ?”
“ne, tapi makan dulu ..”. minchan menurut dan tersenyum. Youngmin membalas senyuman minchan. Sungguh senyuman youngmin adalah senyuman yang palsu. Senyuman yang menutupi sakit di hatinya. Ingin sekali youngmin menangis saat itu juga, tapi ia menahannya dengan sekuat mungkin, youngmin tidak mau minchan melihatnya menangis hanya karena cinta. Sungguh cengeng bukan ?
“aku sudah selesai makan..” minchan berdiri dan akan membersihkan piringnya. Youngmin memegang tangan minchan. “tidak usah, biar aku saja .. chanie, pergilah, mungkin chunji sudah menunggumu ..”. minchan menatap youngmin seolah-olah berkata –kau yakin ?-. “pergilah …”. “baiklah .. aku pergi dulu youngie…”
“ne, hati-hati di jalan … oh iya, bawa kunci duplikatnya, takut nanti kau pulang aku sedang tidur ..”
“ne ..”
Minchan keluar apartemen meninggalkan youngmin sendiri di apartemen. youngmin membereskan alat-alat makan dan mencucinya. ‘pranngggg’ piring meluncur dengan indahnnya dari tangan youngmin. “kenapa harus pecah …” youngmin berjongkok dan memunguti pecahan beling dan dimasukkannya kedalam kantung plastik. Youngmin memunguti pecahan beling itu dengan sangat hati-hati. Tapi, walaupun youngmin melakukannya dengan hati-hati, jari youngmin berdarah tertusuk pecahan beling itu. “aww.. neomu apeuda..” youngmin meniup jarinnya yang terluka dan membalutna sendiri dengan plester.
Karena sendirian di rumah, youngmin merasa sangat bosan. Youngmin meraih jaketnya dan memutuskan untuk mencari udara segar keluar di pagi menuju siang itu.
Youngmin memutuskan untuk pergi ke café neverland, hanya untuk memesan beberapa makanan dan juga yang lainnya. Youngmin masuk ke neverland café, dan memilih tempat di pojok, agar tidak bayak orang yang memerhatikannya, tapi dia jadi bisa memerhatikan orang lain dengan lebih leluasa.
Youngmin menyipitkan matanya memastikan apa yang dilihatnya itu adalah kenyataan atau hanya ilusi. Youngmin melihat yeojja yang sangat tidak asing baginya. Youngmin melihat yeoja itu, tangan yeoja itu dipegang oleh naja yang ada di hadapannya, namja itu mencium tangan yeoja yang tak lain adalah minchan.
Pesanan youngmin datang, youngmin dengan cepat menghabiskannya dan membayarnya, lalu keluar dari neverland café. Youngmin berjalan cepat ke apartemennya. Hawa cemburu terpancar(?) dari ekspresi dan gerak-gerik youngmin. Sampai di apartemen, youngmin berjalan menuju washtafel dan mencuci tangannya sekaligus membasuh wajahnya. Setelah itu, youngmin berjalan ke sofa dan merebahkan tubuhnya di sofa itu.
Youngmin Pov
Chanie terlihat begitu senang saat chunji mencium tangannya. Apa chanie menerima cinta chunji dan menolakku secara tidak langsung ?. entahlah .. mungkin saja benar. Sakit. Apakah sesakit ini ? kenapa hatiku begitu sakit ?. aigo~ chanie.. kau membuatku seperti ini….
Air mataku tiba-tiba mengalir dan kuusap langsung. Kenapa aku bisa secengeng ini hanya karena seorang yeoja ?.
Youngmin pov end
‘cklek’. Pintu apartemen terbuka. Minchan masuk ke apartemen dan melihat youngmin sedang duduk di sofa sambil sesekali mengusap pipinya yang basah karena air mata. Minchan duduk disamping youngmin. Youngmin terkejut menyadari minchan dsampingya. Minchan tersenyum padanya. “youngie, waeyo ?”
“ani … gwenchana …”
“baiklah jika kau tidak mau menceritakannya padaku ..” ucap minchan dan berdiri dari sofa, namun tagan youngmin menahannya, hingga minchan kembali duduk di sofa.
“chanie .. aku benar- benar cengeng …”
“wae ??”
“ini karenamu chanie …”
“aku ?” minchan menunjuk idungnya sendiri.
“ne, aku begitu rapuh karena menerima kenyataan kau sudah jadi milik chunji .. dan itu artinya sudah tidak ada kesempatan bagiku .. kau tidak membuka hatimu untukku …”
“kau salah paham youngie ..”
“salah paham bagaimana ? jelas-jelas aku meliatnya dengan mata kepalaku sendiri ..”
“ne .. tapi aku menolaknya … karena ada seseorang yang lebih penting dari chunji oppa, dan juga aku baru menyadarinya, tenyata aku juga mencintainya …”
“nuguya ?”
“kau ….” Saking terkejutnya, youngmin jadi tidak fokus. “youngie, apa tawaranmu padaku masih berlaku untuk hari ini ?”
“tentu !” jawab youngmin tegas dan langsung memeluk tubuh minchan. “saranghae chagi ….”
“nado saranghae youngie ..”
“panggil aku oopa, ne ?”
“ne oppa.. saranghae …” kedua insan itu semakin mengeratkan pelukan mereka.
-TBC-

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^