Kamis, 16 Februari 2012

My Baby Loved | chapter 9 | Trials in My Love Story

Tittle : My Baby Loved | chapter 9 | Trials in My Love Story
Author : Okky Oktavia | Keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance, Angst
Length : chaptered (9 of ?)
Cast :
1.      Han Minchan (OC)
2.      Jo YoungMin
3.      No MinWoo
4.      Lee ChanHee (Chunji)
5.      Hong YooKyung
6.      Lee MinJung


*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje


**

Previous Chapter …….

“kau ….” Saking terkejutnya, youngmin jadi tidak fokus. “youngie, apa tawaranmu padaku masih berlaku untuk hari ini ?”

“tentu !” jawab youngmin tegas dan langsung memeluk tubuh minchan. “saranghae chagi ….”


“nado saranghae youngie ..”

“panggil aku oopa, ne ?”

“ne oppa.. saranghae …” kedua insan itu semakin mengeratkan pelukan mereka.


Chapter 9 begins Now !!
My Baby Loved | Trials in My Love Story

“oppa, ireona … ini sudah pagi….” Minchan mengguncang pelah tubuh youngmin yang masih tergeletak(?) tidak berdaya(?) di kasurnya. Youngmin tidak bergerak dari posisinya, tetap saja tidur. “oppa, palli ! ireona !”. youngmin dengan sangat terpaksa membuka matanya karena ocehan yeojachingunya itu. “ne.. aku bangun..” youngmin duduk di kasurnya. “cepat mandi …..” titah minchan. Youngmin menggelengkan kepalanya. Minchan mengerutkan alisnya. “waeyo ? palli-a…. aku sudah memasak dan juga membersihkan apartemen … hargai aku oppa..”. kepala youngmin mendongkak, karena dia duduk dan minchan berdiri dihadapannya. Youngmin tersenyum aneh. “eh ? wae ??”

“morning kiss chagi ..”

“mwo ?! shireo …!”

Youngmin bangun dari duduknya dan dengan secepat kilat(?) youngmin mengecup pipi minchan dan langsung ngacir(?) ke kamar mandi. Sedangkan minchan tetap pada posisinya dengan muka memerah dan juga sedikit senyuman telukis di wajahnya.

--

Minchan sudah duduk manis di meja makan, menunggu youngmin muncul dari kamar mandi. Beberapa saat kemudian, muncul youngmin dengan setelan rumah nya. Mereka makan dengan keheningan menyelimuti. Setelah selesai, minchan membereskan semua yang ada di meja makan, sedangkan youngmin pergi menonton tv. Minchan duduk di samping youngmin dengan menyandarkan kepalanya di bahu youngmin. “waeyo chagi ? kau sakit ?” minchan menggeleng pelan.. “ lalu, kenapa ?”

“aku merindukan minwoo…”. Youngmin mengelus pelan kepala minchan. “kemarin lusa kan kita sudah menghabiskan waktu bersamanya.. biarkanlah dia bersama eomma nya..”. “geurae …”

‘ting tong ting tong’. minchan mengangkat kepalanya yang tadi tersandar di bahu youngmin dan berdiri untuk membuka pintu. ‘minchan memegang knop pintu dan membuka nya. Dihadapannya ada seorang yeoja cantik dan juga mempunyai tubuh yang ideal untuk seorang yeoja. “mianhae, agashi, mencari siapa ?” tanya minchan sopan. Yeoja itu tersenyum layaknya anak kecil yang masih polos. “apa benar ini apartemen youngmin oppa ?” tanyanya, itu membuat minchan heran dan juga hatinya bertanya-tanya siapa yeoja ini?. dengaan ragu minchan menjawab, “ne.. kau siapanya youngmin ?” tanya minchan lagi. “aku yeojachingu youngmin oppa ^^, youngmin oppa ada ?”. sesak, itu yang minchan rasakan. “dia ada di dalam. Masuk saja..” yeoja itu masuk kedalam apartemen meninggalkan minchan yang terpaku disana.

Minchan menutup pintu dan berjalan dengan perlahan ke tempat youngmin dan juga yeoja itu. Minchan melihat yeoja itu memeluk lengan youngmin dan youngmin terlihat seperti tidak mau diperlakukan seperti itu. Wajah minchan memerah, kesal, sesak juga tentunya. Youngmin melihat minchan sudah ada di dekatnya. Youngmin berusaha melepaskan pelukan yeoja itu di tangannya. “yookyung-a, lepaskan !”, pelukan yeoja yang bernama yookyung itu terlepas. Minchan duduk di kursi kecil yang ada di sana, sedangkan yookyung duduk disamping youngmin. Youngmin menatap minchan, ia merasa minchan sedang merasakan yang namanya cemburu. Terlihat jelas di wajah minchan, wajahnya tidak sesumringah biasanya.

“chagi-a, perkenalkan, ini yookyung.. anak teman umma ku .. dia sudah aku anggap sebagai dongsaengku …” yookyung tersenyum manis, manis sekali. “annyeong unnie ^^, nan yookyung imnida..”

“annyeong, nan minchan imnida..” minchan berdiri dari duduknya. “aku ingat, aku mempunyai janji dengan seseorang siang ini .. aku pergi dulu..” minchan berlalu dari hadapan youngmin dan yookyung. Youngmin hendak mencegahnnya, tapi gagal karena yookyung menempel terus padanya, sehingga membuat youngmin agak susah bergerak. Youngmin pasrah dengan sikap manja yookyung padanya. ‘dasar anak kecil’ batin youngmin.

--

Minchan Pov

Apa-apaan mereka itu. Dengan sengaja mengumbar kemesraan mereka didepan mataku. Apa youngmin tidak mempunyai rasa peka ? dasar babo ! aku yang kini sudah sangat mencintainya, kini dia sendiri yang membuatku merasa ragu padanya. Sudah 2 kali, 2 kali aku mengalami yang namanya disakiti oleh seorang namja. Sakit, sangat sakit.. kalau aku sudah tahu akan seperti ini jadinya, aku tidak akan mencintai namja lagi.

Aku harus kemana sekarang ?ke taman saja, mencari udara segar. Taman begitu sepi. Syukurlah.. aku ingin mendapatkan ketenangan. Aku duduk di kursi yang berada dibawah pohon yang sangat rindang. Siang ini jadi terasa sejuk. Kepalaku tertunduk. Aku berpikir, entah apa yang akan mereka lakukan di apartemen kalau aku tidak ada. Sungguh sedih membayangkannya. Baru sehari saja dia menjadi namjachinguku, dia sudah membuatku seperti ini. great ! kau hebat jo youngmin. Sudah membuatku takluk padamu, sekarang, kau menjatuhkanku dengan sekali pukulan. Tck. Menyebalkan, menyedihkan ! semua menjadi satu.

Minchan Pov end

Minchan merasa bahunya ada yang menepuk. Minchan mendongkakan kepalanya. Senyum lebar langsung menghiasi wajah minchan, karena minchan melihat chunji, chunji yang sedang menggendong minwoo. “chanie ? sedang apa disini ?” tanya chunji dengan suara halusnya. “aku hanya menenangkan diri dan juga mencari udara segar..” jawab minchan. Chunji duduk disamping minchan dan membiarkan minwoo berjalan-jalan sendiri di rumput taman.

“waktu kau menolakku, aku kecewa..” chunji mulai berbicara. “mianhae oppa…”. Chunji tersenyum kecil. “gwenchana .. aku hormati keputusanmu chanie..” tatapan minchan menuju pada minwoo yang sedang berjalan mendekatinya. Minchan langsung mengangkat tubuh minwoo dan menggendongnya, lalu mendudukkannya di pahanya. “minwoo-a… bogoshipo ….” Minchan memeluk tubuh kecil minwoo dan melepaskannya kembali. Minwoo mencium pipi ‘eomma’ nya. Minchan tersenyum senang. “kau masih menganggapku eomma mu minwoo-a ?”. minwoo kecil hanya terkekeh dan memegang jari-jari tangan minchan. Chunji tersenyum manis melihat keakraban keponakannya dengan yeoja yang masih sangat ia cintai.

“oppa, sudah makan ?” tanya minchan. Chunji menggeleng pelan. “kalau begitu temani aku makan, ne ?” chunji mengangguk.

Mereka berjalan ke restoran, minchan menggendong minwoo, karena ia masih sangat merindukan bayi kecilnya itu.

--

“yookyung-a, kenapa kau bisa tahu aku tinggal disini ?” tanya youngmin yang kini sudah menjaga jarak dari yookyung. “aku diberitahu oleh jung ajhuma setelah aku kembali dari kanada.. wae ? oppa tidak suka ?” youngmin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “bukannya tidak suka, kau membuat yeoja ku salah paham..”. “jadi yeoja tadi itu yeojachingumu oppa ? kenapa kau memilihnya ? bukankan aku lebih cantik daripada dia ?”

“dia mencintaiku bukan karena aku tampan atau harta, dia mencintaiku begitu tulus, begitupun aku padanya.. dia tidak sepertimu yookyung-a, yang mencintaiku hanya karena tampilan luarku saja..”. yookyung yang merasa sedikit tidak terima dengan apa yang dikatakan youngmin barusan, terlintas di kepalanya untuk mengerjai minchan ‘sedikit’.

Yookyung berjalan mendekati youngmin. Dan terus mendekatkan wajahnya ke wajah youngmin. ‘cklek’ pintu ruang tamu yang terhubung langsung dengan ruang tengah dimana youngmin berada terbuka. Minchan dan juga chunji kaget dengan apa yang mereka lihat. “mian, aku mengganggu, kalau begitu aku di ruang tamu saja, kalian silahkan lanjutkan..” minchan kembali berbalik, begitupun juga chunji yang sedang menggendong minwoo, dia mengikuti minchan. Pintu ruang tengah ditutup kembali. Youngmin ingin mecegah minchan untuk tidak pergi, tapi yookyung memegang tangannya erat, jadi youngmin tidak bisa bergerak dari posisinya. Chunji dan minchan duduk di kursi ruang tamu. Minwoo kecil hanya bermain dilantai, sudah lama ia tidak bermain seperti ini di apartemen minchan.

Tatapan minchan menghadap kedepan, tatapan kosong. Chunji merasa khawatir dengan keadaan minchan sekarang. “chanie ? gwenchana ?” tanya chunji. “nan gwenchana…” jawab minchan lirih. “tapi kelihatannya kau tidak sebaik yang kau katakan… menangislah jika kau mau chanie… aku bisa pinjamkan dadaku untukmu..” chunji mengulurkan kedua tangannya. Minchan menyambutnya dan langsung memeluk chunji. Minchan menangis dipelukan chunji. “aku mencintainya .. tapi kenapa ia tega melakukan hal seperti itu padaku … hikks…”

--

“yookyung-a! lepas ! lebih baik kau pergi saja dari sini, kau membuat keadaan semakin buruk saja !” yookyung melepaskan pegangan nya di tangan youngmin. “mian oppa… apa sebaiknya aku pergi dari sini sekarang juga oppa ?” yookyung menebak apa yang aka dikatan youngmin padanya. “ne, sebaiknya begitu, kau sangat mengganggu !”.

“begitukah yang kau inginkan oppa ?”

“ne ..”

“tapi, kenapa kau tidak memilihku sebagai pendampingmu ?”

“aku tidak menyukaimu..”

“wae ? aku cantik, sexy, kenapa oppa tidak suka padaku dan suka pada minchan unnie ?”

“aku suka cara minchan mencintaiku, aku suka padanya, menyukainya juga mencintainya semampu aku bisa..”

“ah .. geurae .. arraseo .. kalau begitu aku pergi saja..”

“ne, sebaiknya begitu .. kajja, aku antar sampai depan..”

Youngmin membuka pintu ruang tengah yang terhubung langsung dengan ruang tamu. Youngmin kaget, melihat minchan sedang memeluk chunji dan juga chunji membalas pelukan minchan. “Ehmm”  youngmin berdehem agak keras. Minchan melepaskan pelukannya dan duduk seperi semula, namun sekarang dengan keadaan kepala tertunduk. “aku mau mengantakan yookyung sampai bawah.. aku segera kembali” pamit youngmn. Youngmin min membuka pintu dan menutupnya dengan sedikit keras, hingga membuat chunji dan minchan kaget, begitupun dengan minwoo yang sedang bermain sendiri di lanti.

“chanie, aku pulang dulu .. mungkin minjung noona sudah menungguku di rumah .. aku doakan semoga hubunganmu dengan youngmin berjalan dengan lancar.. jika kau perlu sesuatu, kau  bisa hubungi aku”chunji pamit pulang, ia membuka pintu dan menutupnya kembali. Minchan berjalan dengan perlahan ke kamarnya. Ia merasa sangat lelah hari ini. lelah karena menangis.

Minchan duduk di kaurnya sambil menangis dan juga memeluk lututnya. ‘cklek’ ‘blam’. Minchan mendengar suara pintu dibuka dan ditutup kembali, mungkin itu youngmin, pikirnya. Benar saja, kini youngmin sedang berdiri dipintu kamar minchan. Youngmin menatap minchan dengan tatapan kesal. “kenapa kau menatapku seperti itu ?apa aku punya salah padamu, huh ?” minchan mulai membuka suara.

Youngmin berjalan mendekati kasur minchan. Youngmin duduk di dekat minchan. “jadi, kau merasa tidak mempunyai salah padaku chagi ? hm ?”

“apa salahku ? bukannya kau yang salah ? baru sehari menjadi namjachinguku, kau sudah menggoreskan luka di hatiku ..”

“apa karena yookyung ? aku tidak melakukan apapun dengannya..”

“lalu tadi apa ? berciuman ? iya kan ? kau begitu santai saat dia menyentuhmu, bahkan didepan mataku sendiri”

“kami tidak berciuman, aku mencegahnya, karena aku mengatakan padanya kalau aku begitu mencintaimu, tapi, nyatanya, kau pergi dengan namja lain, dan juga berpelukan, didepan mataku sendiri !”

“tadi, aku hanya keluar untuk mencari udara segar, di taman, aku bertemu dengan chunji oppa dan juga minwoo.. dia mengantarku pulang ke apartemen, dan setelah aku melihatmu hampir berciuman, aku merasa sedih, dan chunji oppa menawarkan dirinya untuk tempatku menangis..” jelas minchan.

“ck.. bahkan kau memanggilnya oppa, dan sekarang kau memanggilku dengan sebutan ‘kau’”

Minchan menyerah, ia tidak mau ini berlangsung lama. “geurae .. mianhae .. aku yang salah.. aku terlalu berlebihan menanggapinya, dan aku terlalu cemburu, mianhae karena tadi aku sudah memeluk namja lain, tapi aku cemburu padamu ! jujur saja, aku sangat cemburu.. apakah salah jika aku cemburu padamu oppa ?”

“ani, kau tidak salah .. aku senang kau cemburu padaku chagi..” youngmin semakin mendekat pada minchan. Dengan segali gerakan, youngmin berhasil memeluk tubuh minchan. Minchan menangis dalam pelukan youngmin. “mianhae aku telah membuatmu menangis seperti ini chagi…”. Minchan terus saja menangis dalam pelukan youngmin. Youngmin melepas pelukannya. Youngmin memegang kedua pipi minchan, mengusap air mata minchan yang mengalir dengan kedua ibu jarinya. “mianhae chagi… saranghaeyo…” youngmin menutup matanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah minchan hingga bibir mereka bertemu dan saling bertaut.

Youngmin menggigit kecil bibir bawah minchan. Minchan langsung melepas kontak diantara mereka. “ah mian oppa, ini sudah mau sore, oppa belum makan dari siang tadi kan ? aku akan memasak dulu .. aku tidak mau oppa sampai sakit gara-gara aku…” minchan bangkit dari duduknya dan pergi ke dapur.

--

Minchan memasak makanan kesukaan youngmin. Tanpa minchan sadari, youngmin sudah ada dibelakang minchan. Youngmin berjalan mendekati minchan, lalu memeluk tubuh minchan dari belakang dan juga meletakkan dagu nya di pundak minchan, “saranghae..” bisik youngmin. Minchan hanya membalasnya dengan senyuman.

**

“minchan ?” panggil minjung lembut. “ne eonni .. ada apa, tumben eonnie kesini bersama minwoo ..” minjung tersenyum. “aniyo .. aku hanya ingin menitipkan minwoo lagi padamu .. boleh ?” tanya minjung.

“ne ? tentu saja boleh .. tapi eonnie mau kemana sebenarnya ?” tanya minchan penasaran.

“eonnie.. eonnie akan pergi .. tapi eonnie akan selalu berusaha berada disekitar kalian ..” ucap minjung yang sama sekali minchan tidak paham dengan ucapan minjung tadi.

“maksud eonnie apa ? aku tidak mengerti ..”

“sssttt.. pokoknya kalau eonnie pergi, eonnie mau minwoo bersamamu lagi, eonnie hanya percaya padamu.. karena eonnie tahu kau sangat menyayangi minwoo, iya kan ?” minchan mengangguk.

“eonnie takut kalau meninggalkan minwoo bersama keluarga eonnie yang sedikit tidak menyayangi minwoo, eonnie hanya percaya padamu ..”

“ne, baiklah eonnie … aku akan menjaga minwoo kembali jika eonnie pergi.. tapi, eonnie mau pergi kemana ?”

Minjung berdiri dari duduknya, “kau tidak perlu tahu …” minjung menghilang dari hadapan minchan setelah memberikan senyumnya, untuk terakhir kalinya.
.
.
.
.
.
.

Minchan Pov

Astaga, mimpi apa sebenarnya tadi ? kenapa minjung eonnie mengatakan akan pergi dan akan mengembalikan minwoo padaku ? sebenarnya minjung eonnie mau pergi kemana ?

Sudahlah, yang barusan hanya mimpi, kemungkinan besar itu tidak akan terjadi. Mudah-mudahan saja. Sebenarnya, jam berapa sekarang ?. kulirik jam dinding, tepat pukul 09:00. Astaga… kenapa aku bangun siang sekali ? apa youngmin oppa juga masih tidur ?

‘cklek’ kuedarkan pandanganku keseluruh ruang tengah. tidak ada orang. Youngmin oppa kemana sebenarnya ? kubuka kamarnya, aku tidak melihat sosoknya di tempat tidurnya. Tempat tidurnya sudah rapi. Kemana dia ? apa dia meninggalkanku ? ah.. tidak mungkin !

Minchan Pov end

Minchan berjalan ke dapur. Dia juga tidak melihat youngmin disana. Minchan menyerah, minchan masuk ke kamar mandi, untuk mandi tentunya xD. Minchan berharap, setelah ia selesai mandi, ia melihat youngmin lagi dihadapannya.

Minchan kelur dari kamar mandi dan ia masih belum melihat batang hidung youngmin. ‘kemana namjaku ya ? kenapa dia hilang begitu saja ?’.

“oppa ? kau dimana ??” teriak minchan di apartemennya. Hening, tidak ada jawaban. ‘cklek’ terdengar pintu apartemen terbuka. Minchan berlari kearah pintu dan ia tersenyum lega. “oppa, kau dari mana ?” tanya minchan khawatir. “aku baru saja pulang dari rumah, dan juga membeli makanan..” jawab youngmin sambil memperlihatkan 2 kantong keresek berisi makanan pada minchan.

“ah ne.. palli, masuklah.. diluar sangat dingin ..”titah minchan.

**

“chagi-a, oppa bosan.. kita jalan-jalan, mau ya ?” pinta youngmin. Minchan terlihat seperti sedang menimbang-nimbang permintaan youngmin. “bagaimana ya …. Emm……”

“ayolah chagi …” youngmin memohon.

“emm .. baiklah .. aku akan menuruti semua yang namjachinguku inginkan…” ucap minchan yang membuat youngmin kegirangan.

Youngmin menunjuk bibirnya sendiri. “mwo ?”

“kisseu …”

“shireo ! katanya mau jalan-jalan ? cepat ! sebelum aku berubah pikiran..”

“ah .. baiklah … kajja …!” youngmin menarik minchan keluar dari apartemen.

**

Sampai di pusat perbelanjaan, mereka belanja berbagai keperluan rumah, terutama bahan makanan. Sepanjang jalan, youngmin terus menggenggam tangan minchan. Seolah-olah ia tidak mau minchan jauh sedikitpun darinya. Semua orang memangdang mereka, mereka terlihat seperti pengantin baru. Sangat lengket(?) tentunya.

Disaat mereka sedang asyik berjalan-jalan, mereka melihat kerumunan orang. Minchan dan youngmin penasaran, lalu mendekati kerumunan orang itu. Minchan mencoba menyelip(?) diantara kerumunan orang itu, karena ingin tahu apa yang sedang orang-orang lihat. “mian ajusshi, ada apa sebenarnya ini ?” tanya minchan pada ajusshi yang juga sedang menonton(?).

“ini, ada kejadian tabrak lari..” jawab ajusshi itu.

“siapa korbannya ?” tanya youngmin

“seorang yeoja dan juga anaknya, anaknya tidak apa-apa, tapi ibunya, sepertinya ia terluka sangat parah..” jawab ajusshi itu.

Semakin penasaran, youngmin dan minchan mencoba menerobos kerumunan orang itu. Akhirnya mereka bisa melihat, siapa korban tabrak lari itu. Minchan menutup mulutnya yang sedikit terbuka dengan tangannya. “minjung eonnie !!” teriak minchan lalu berjongkok dan mengguncang guncang tubuh minjung. Namun minjung tak kunjung membuka matanya. Minchan menunjuk youngmin dan menyuruhnya untuk menelepon ambulance. Tak lama kemudian ambulance datang dan langsung membawa tubuh minjung ke rumah sakit. Minwoo ? dia selamat, tidak ada segores pun luka di tubuhnya. Youngmin menggendong minwoo yang tidak mengerti apa-apa dengan apa yang terjadi. Kemudian minchan, youngmin dan juga minwoo menyusul ambulance ke rumah sakit dengan taksi.

**

@hospital

Minchan telah menghubungi chunji. Hanya chunji lah keluarga minjung yang berada di korea, orang tuanya terlalu sibuk di luar negri mengurusi perusahaan mereka. Chunji datang dengat wajah yang sangat khawatir. “bagaimana keadaan noona ku ?” minchan menggeleng pelan. “aku belum tahu … dokter belum keluar memberitahu hasilnya.. semoga saja minjung eonnie baik-baik saja..”

“aku harap juga begitu ..”

“tenanglah chunji, noona mu pasti akan baik-baik saja ..” hibur youngmin.

“akan kucoba tenang..” kata chunji sambil duduk di kursi tunggu sambil memejamkan matanya dan berdoa pada tuhan agar noona nya selamat.

Dokter keluar dari ruangan dimana minjung dirawat. Chunji langsung menghampiri dokter. “bagaimana keadaan noona saya dok ?” tanya chunji. “anda keluarganya ?”

“ne .. saya dongsaengnya….”

“noona anda keadaannya sudah sangat kritis, ia kehabisan banyak darah, dan kecil kemungkinan untuk selamat..”

“tapi, noona saya sekarang masih hidup ?”

“ne …”

“apa kami boleh melihatnya ?” tanya minchan. Dan dokter pun mengangguk. Dengan langkah besarnya, chunji masuk ke ruangan noona nya diikuti minchan dan juga youngmin yang sedang menggendong minwoo.


Chunji terlihat sangat sedih melihat di tubuh noona nya banyak dipasang alat-alat dokter yang ia sendiri tidak tahu namanya. Chunji menangis melihat keadaan noona nya. Begitupun dengan youngmin dan juga minchan.

Mata minjung terbuka, membuat harapan kecil di hati kecil chunji. “noona, gwenchana ? noona pasti sembuh kan ?!”. minjung hanya tersenyum. “mmiin…. Chan …” panggil minjung. Minchan mendekat. “wae eonnie ?” tanya minchan

“ah.. mung..kin ini … ko.. konyol …. Taa.. tapi… aku ingin… kau merawat min….wo kemba…kembali jika aku sudah…. Jika aku meninggal…..” pinta minjung dengan terbata-bata.

“apa yang eonnie katakan ? eonnie pasti sembuh..”

“ani .. pokoknya…. Aku ….. aku ingin.. kkaa…kau berjanji padaku…. Jagalah minwoo…. Demi aku …” minchan menggenggam tangan minjung erat seraya menganggukkan kepalanya. Perlahan mata minjung menutup.

Youngmin ikut meneteskan air matanya karena suasana begitu menyedihkan saat ini. “noonaaaaaaa!!!!!!” teriak chunji histeris dengan air mata yang membanjiri wajah tampannya.

**

Setelah selesai acara pemakaman minjung, minchan mengajak chunji untuk tinggal sementara di apartemennya, chunji menurut. Karena minchan dan youngmin mau mampir dulu ke studio foto, untuk mengambil hasil foto mereka kemarin-kemarin, youngmin menyerahkan kunci apartemen pada chunji agar chunji bisa pergi ke apartemen duluan.

--

Youngmin Pov

Kami sedang dalam perjalanan ke studio foto ntuk mengambil hasil foto kami. “chagi, kenapa kau mengajak chunji untuk tinggal bersama kita ?” tanyaku.

“aku hanya kasihan kepadanya oppa, karena orang tuanya terlalu sibuk, mungkin dia jadi sangat kesepian… tenanglah oppa, ini hanya sementara…”

“tapi……” ucapku, tapi langsung dipotong yeoja ku.

“sssttt… aku tidak akan macam-macam oppa, arra ?”

Akupun mengangguk. Karena memang aku sepenuhnya percaya pada yeojachinguku ini.

Youngmin Pov end

**

Sudah beberapa hari dari kematian minjung, chunji dan minwoo tinggal bersama  minchan dan youngmin. Selama hari-hari itu juga chunji tidak mau makan, namun minchan terus memaksanya.

--

Pagi ini, minchan memasak makanan banyak. Chunji, youngmin, dan minwoo yang duduk di kursi miliknya sudah menunggu makanan di meja makanan. “makanan siap ^^” minchan menghidangkan makanan di meja makan. Sedangkan minchan sendiri melakukan ritualnya, mengurus minwoo terlebih dahulu.

Selesai makan, youngmin membereskan semua cucian di meja makan dibantu oleh chunji. Setelah selesai, youngmin menonton tv sedangkan chunji pergi ke ruang tamu, merenung sambil memeluk lututnya.

“oppa, chunji oppa mana ?” tanya minchan, karena ia tidak melihat sosok chunji disana. “sekarang kau lebih perhatian padanya.. apa kau mulai mencintainya lagi ?” tanya youngmin dengan nada yang datar.

“mwo ? mana mungkin begitu ! aku hanya mencintaimu… sudahlah, oppa tidak perlu khawatir, bukankah sudah kubilang aku tidak akan macam-macam? Ini kan hanya sementara.. nah, bisa beritahu aku chunji oppa dimana ?”

“dia tadi ke ruang tamu ..” youngmin akhirnya memberitahu minchan. Minchan pun meninggalkan minwoo di pangkuan youngmin dan berjalan ke ruang tamu.

“appa…!” panggil minwoo.

“ne ? apa sayang ? mau apa ? mau main bersama appa ?” tawar youngmin sambil memamerkan eyesmilenya.

--

Minchan menemukan chunji yang sedang meringkuk di kursi ruang tamu. Nasibnya seperti anak terlantar, kasihan. Minchan mengguncang tubuh chunji. “oppa, ireona.. jangan tidur disini …. Nanti badanmu bisa sakit oppa….”

“shireo .. biarkan aku disini ..”

“tapi oppa….”

“noona sudah pergi, orang tua ku terlalu sibuk .. kini tidak ada yang menyayangiku lagi.. untuk apa aku hidup ? tidak ada gunanya..”

“apa yang kau katakan oppa ? aku, youngmin dan minwoo menyayangimu .. kami sudah menganggapmu seperti keluarga kami .. oppa jangan pernah berkata seperti itu lagi, ne ?”

Chunji mengangguk dan menarik lengan minchan hingga minchan jatuh pada pelukan chunji. “oppa….”

“sebentar saja .. biarkan seperti ini ….”. minchan menurut. Tanpa minchan sadari, sepasang mata memerhatikan mereka dicelah pintu yang sedikit terbuka.

-malam hari-

Chunji sudah tidur di kamar youngmin. Tentu saja chunji akan tidur bersama youngmin, karena tidak mungkin chunji tidur bersama minchan. Minwoo juga sudah tertidur di kamar minchan. Di ruang tengah, kini hanya ada minchan dan youngmin.

Tatapan youngmin lurus melihat ke tv, tidak memperdulikan minchan yang duduk disampingnya. Minchan tidak tahan dengan keadaan seperti ini. “oppa, kau kenapa lagi sih ?”

“menurutmu ?” youngmin malah balik bertanya.

“hh… baiklah, katakan saja apa salahku ..”

“aku mengerti chagi, memang chunji sedang membutuhkan kasih sayang, tapi, bisa kah kau jangan terlalu dekat dengannya ? pikirkan perasaanku chagi ..”

“ne .. takkan kuulangi .. mianhae …”

“aku juga minta maaf padamu chagi, aku, aku memang terlihat selalu berlebihan bila melihatmu dengan namja lain, aku.. aku begini karena aku sangat mencintaimmu ….”

Minchan tersenyum manis. “ne.. gwenchana oppa… aku senang jika oppa begitu mencintaiku …” ucap minchan lalu memeluk tubuh youngmin.

Sepasang mata memerhatikan kedekatan minchan dan youngmin. Chunji, chunji tersenyum pahit melihat kedekatan minchan dengan namjachingunya. ‘tak sepantasnya aku disini..’ gumam chunji.

**

Paginya, chunji sudah mengemas barangnya. “oppa, mau kemana ?” tanya minchan, heran, karena melihat chunji sudah mengemasi barang-barangnya. “orang tuaku menyuruhku menyusul mereka di swiss..” ucap chunji.

“jeongmal ?” tanya minchan. Chunji mengangguk. “apa perlu kami antar ke bandara ?” tanya youngmin. Chunji menggeleng pelan. “tidak usah .. aku tidak mau merepotkan kalian lebih jauh lagi..”

“baiklah kalau begitu… hati-hati di jalan oppa…” ucap minchan.

Youngmin mengantarkan chunji sampai pintu depan, sedangkan minchan, kembali pada rutinitasnya dulu, mengurusi minwoo.

“youngmin.. aku merelakan minchan untukmu …”

“lalu ?”

“aku akan merebutnya darimu kalau sampai aku dengar kau membuatnya sakit hati..”

“tenang saja chunji .. aku tidak akan berbuat seperti itu … yaksokhae…”

Chunji tersenyum, senyum perpisahan. “syukurlah … kalau begitu aku pergi dulu… maaf sudah merepotkanmu..”

“gwenchana….” Jawab youngmin sambil tersenyum dan menutup pintu apartemennya saat chunji suda pergi dari sana.



Chunji Pov

Lihat saja youngmin, kalau kau berani membuat minchan menangis, aku benar-benar akan merebutnya darimu!

Walaupun kau tidak menyakitinya, aku tetap akan memperjuangkan kembali perasaanku pada minchan. Lihat saja ! saat aku kembali dari swiss, aku akan kembali mengejar minchan tanpa kau sadari itu !

Chunji Pov end

--

Youngmin Pov

Perasaanku tidak enak ya ..? ada apa ini ? aisshh …. Mudah-mudahan semuanya baik-baik saja….

Youngmin Pov end

--

Minchan Pov

Kenapa kupingku panas ya? ==’

Minchan Pov end


-TBC-

0 komentar:

Posting Komentar

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template