Tittle : Shy Boy~
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : Romance, AU
Length : OneShot
Main cast : Jo KwangMin, Jung
Jihyun(OC)
Support Cast : BaekHyun, Youngmin,
Disclaimer :
Summary :
Warning[!!] : badfic, OC, OOC
**
KwangMin Pov
Aku hanya bisa menyimpan perasaan
ini sendirian. Aku tidak bisa mengungkapkannya kepadamu. Aku terlalu pengecut
untuk mengatakan semua itu padamu. Andaikan jika ku berada di sisimu, kau bisa
menyadari betapa besarnya rasa cintaku padamu. Sayang hati tak dapat berbicara
lebih keras lagi, jika bisa, mungkin hatiku sudah menjerit-jerit mengatakan
padamu, “JiHyun, saranghae!”
Kulihat dirimu tertawa begitu lepas.
Aku sangat suka melihat yeoja yang kucintai tertawa begitu lepas. Aku selalu
mempunyai keinginan unutk tertawa bersamamu, tapi, apakah mungkin ? kurasa itu
hal yang tidak mungkin terjadi. Karena aku terlalu gugup bila aku berada di
sisimu. Kenapa aku selalu merasakan hal seperti ini ? kurasa hanya satu jawaban
yang simple, semua karena aku sangat mencintaimu, jung jihyun.
Yang kusuka dari sosokmu adalah
senyummu yang begitu manis, bukan hanya itu saja, pribadimu juga luar biasa.
Kau baik pada siapa saja, itu yang membuatku lebih kagum padamu. Kenapa tuhan
menciptakan yeoja sesempurna dirimu ?. sebelum tidur, aku selalu memohon pada
tuhan, selalu memohon agar kau ditakdirkan untukku, aku sangat ingin
memilikimu. Tapi, permintaanku itu belum terkabul. Mungkin aku belum berusaha,
belum berusaha untuk mengungkapkan semuanya kepadamu.
Kutopang daguku dan kuperhatikan
sosokmu dari sudut kelas dimana aku duduk. sangat menyenangkan memerhatikanmu. Tapi,
tidak menyenangkan melihat namja yang duduk di sebelahmu, namja yang sedang
tertawa bersamamu. Jujur, aku cemburu meihatmu dengannya, dengan baekhyun
sunbae. Mungkin bukan cemburu, karena kau masih bukan siapa-siapa untukku. Kata
yang tepat adalah iri.
Author Pov
GREPP
Kwangmin menoleh dan mendapati
seseorang yang menepuk bahunya, youngmin. Kwangmin menggeser posisi tubuhnya,
member sedikit tempat agar youngmin, hyungnya, duduk di sampingnya. “ya~ kau
melamun ?” Tanya youngmin, itu pertanyaan yang kurang tepat sebenarnya. “ani..”
jawab kwangmin sambil tersenyum simpul. “lantas ?” tanya youngmin lagi. Youngmin
megikuti kemana mata kwangmin memandang. “hey~ kau menyukainya?” mendengar
ucapa youngmin, kwangmin langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
“sudahlah, kau bisa cerita semuanya
padaku..” youngmin dengan sukarela menjadikan dirinya sendiri sebagai tempat
menampung curhat dongsaengnya itu. Kwangmin menatap youngmin, “he.. apa jelas
kelihatan ya ?”
Youngmin menghembuskan nafasnya,
“tatapanmu itu beda.. aku tahu kau menyukainya, lalu, apa rencanamu ?”
“rencanaku ? kurasa aku akan tetap
menyimpan rasa ini di dalam hatiku..”
“yak! Bagaimana kau akan mendapatkan
cintamu kalau ka uterus mempertahankan pribadimu yang sangat pemalu itu ?!”
“aku kira aku sudah cukup
memerhatikannya dari jauh, lagipula, jika aku mengatakan padanya, aku sudah
pasti ditolak, aku kan tidak lebih baik dari baekhyun sunbae..”
“memang kau tahu baekhyun sunbae itu
siapanya jihyun ?”
“namjachingunya”
“mwo ? kata siapa ?”
“itu menurut pengamatanku selama
ini..”
“kenapa kau mengambil kesimpulan
seperti itu ? itu kan belum tentu benar!”
“sudahlah, aku lebih nyaman seperti
ini..”
“aish, jangan seperti itu, aku akan
carikan info tentangnya ^^, untukmu” kwangmin tersenyum, sedikit memamerkan
deretan gigi putih dan rapih miliknya. “gomawo, hyung..” timpal kwangmin.
kwangmin melihat namja itu, baekhyun, pergi meninggalkan jihyun sendirian di
bangkunya. “ya~ cepat kau kesana, ajak dia bicara, ini kesempatanmu !” perintah
youngmin sambil mendorong tubuh kwangmin ke bangku jihyun.
Jihyun Pov
Aku merasakan seseorang
memandangiku, aku sedikit melirik ke sudut kelas. bingo, mataku menangkap kwangmin
di sudut sedang memerhatikanku. Kenapa dia memandangiku seperti itu ? kurasa
dia terlalu fokus memandangiku sampai-sampai ia tidak sadar kalau dia sudah
tertangkap basah memandangiku seperti itu.
“jihyun-ah, kau mendengarkanku kan
?” Tanya baekhyun oppa menyadarkanku dari membalas tatapan kwangmin. aku
kembali menghadap ke baekhyun oppa. “ah ne, mian oppa..tadi oppa bicara apa ?”
Baekhyun oppa itu anak dari kakak eomma, itulah kenapa aku memanggil baekhyun
oppa dengan embel-embel oppa.
Author Pov
Baekhyun menceritakan kembali
pengalannya ‘menembak’ seorang yeoja dengan gaya aneh, yang membuat jihyun
tertawa lepas mendengar cerita oppanya. Wajar saja jihyun tertawa karena
oppanya, karena oppanya menyatakan cintanya pada yeoja yang dicintainya dengan
memakai kostum kodok, hijau, besar, dan terlihat aneh. Dan itu disaksikan
seluruh murid sekolah, di smp nya dulu.
Baekhyun
berdiri dan mengacak rambut jihyun pelan, “nanti aku ceritakan lagi di rumah,
aku kembali dulu ke kelas^^” jihyun hanya tersenyum menanggapi tingkah oppa nya
itu. Satu lagi, di rumah jihyun terdapat 2 keluarga, keluarganya dan keluarga
oppanya. Baekhyun berjalan meninggalkan jihyun sendirian di bangkunya.
“ya~ cepat kau kesana, ajak dia
bicara, ini kesempatanmu !” terdengar suara tidak jelas dari arah belakang.
Jihyun menoleh dan mendapati kwangmin yang didorong oleh youngmin. Jihyun
kembali menghadap ke depan, berusaha tidak mempedulikan keadaan sekitar. Jihyun
mengeluarkan ipod dan juga headsetnya, kemudian disumpal telinganya menggunakan
headset itu, dan memutar sebuah lagu yang sesuai dengan keadaannya saat ini.
now playing : boyfriend – boyfriend.
Youngmin terus mendorong kwangmin
hingga tubuh kwangmin lebih mendekat ke bangku jihyun. youngmin mundur setelah
kwangmin benar-benar dekat dengan bangku jihyun. dari jauh, youngmin terus
memerhatikan perkembangan kwangmin. ‘babo’ gumam youngmin, karena youngmin
melihat kwangmin tetap pada posisinya dan tidak melakukan apapun selain berdiri
mematung. Youngmin berjalan menghampiri kwangmin, menarik tangan kwangmin
sampai mereka berada di depan bangku jihyun.
Jihyun menyadari itu dan melepas
sumpalan headset di telinganya. Jihyun tersenyum pada youngmin dan kwangmin
yang ada di hadapannya. Itu membuat wajah kwangmin sedikit memanas, ia terlalu
gugup dalam keadaan seperti ini. “ada apa, youngmin, kwangmin ?” tanya jihyun
dengan senyuman yang tidak memudar sedikitpun. Youngmin membalas senyuman
jihyun, sedangkan kwangmin tetap terdiam, karena ia merasakan gugup luar biasa.
Benar-benar shy boy.
“jihyun-ah, katanya kwangmin mau
ngobrol denganmu^^” ucap youngmin, yang sukses membuat kwangmin menatap tajam
kearahnya. Youngmin kemudian merogoh ponselnya dan berpura-pura berlaga sedang
menerima pesan. “ah..” keluh youngmin. “waeyo ?” tanya kwangmin dan jihyun
serentak. Youngmin cengengesan, “yeojachinguku sudah menungguku di kantin,
kalian mengobrol lah, aku pergi dulu ya~ bye~” youngmin meninggalkan kwangmin
dan jihyun berdua di kelas. youngmin berbohong, ia sama sekli tidak mempunyai
yeojachingu, jomblongenes. kwangmin menunduk dan menggaruk tengkuknya.
“kwangmin-ah, mau bicara apa ?”
Tanya jihyun. “ani, itu tadi youngmin yang mengerjaiku, mian mengganggumu..”
sahut kwangmin dengan kepala tertunduk dan kembali berjalan ke bangkunya.
Dengan sigap, jihyun meraih pergelangan kwangmin, “di sini kita hanya berdua..”
ujar jihyun yang membuat presentasi gugup kwangmin naik berlipat-lipat. Kwangmin
menoleh, “temani aku di sini, ne ? aku ingin mengobrol denganmu ^^” kwangmin
tidak bisa menolak, ia duduk di samping jihyun, di mana baekhyun tadi duduk.
Mereka berbicara banyak sekali,
kwangmin juga sedikit melupakan rasa gugupnya, buktinya sekarang ia bisa
merasakan posisi baekhyun tadi. Sekarang kwangmin sudah banyak berbicada dan
tertawa bersama jihyun.
Di pintu kelas, menyembul kepala
seorang namja, ia mengintip jihyun dan kwangmin, “nah.. perkembangannya bagus,
excellent kwangmin !” youngmin tersenyum puas melihat dongsaengnya bisa lancar
berkomunikasi dengan yeoja yang dicintainya itu.
**
“bagaimana tadi ?hey~ dari tadi kau terus
tersenyum, sukses ya ?” Tanya youngmin disaat pulang sekolah. Kwangmin berhenti
berjalan dan menatap youngmin, “yeah~ begitulah” sahut kwangmin, lalu kembali
berjalan sebelum youngmin menjejalinya dengan pertanyaan yang tidak penting.
“ya~!! Aku belum selesai bicara !
chamkanman !” seru youngmin dengan mempercepat langkah kakinya dan
mensejajarkan langkahnya dengan langkah kwangmin yang sengaja dipercepat.
“ayolah kwang, sekali-kali kau berbagi kebahagiaan denganku! Selama ini kau kan
hanya berbagi keluhan, ayolah.. jebal..” pinta youngmin dengan puppy eyesnya.
Kwangmin sangat tidak tahan melihat ekspresi hhyungnya itu. “aish.. baiklah
jika kau memaksa, aku harus cerita dari mana dulu ?”
“umm.. terserah” youngmin tersenyum.
Mereka terus berjalan menuju halte bus. Sepanjang jalan menuju halte bus,
kwangmin menceritakan semuanya, tanpa terkecuali pada youngmin tentang apa yang
diobrolkannya tadi dengan jihyun. bahkan di dalam bus, kwangmin terus
bercerita, dan youngmin mendengarkannya dengan seksama. Sampai-sampai penumpang
bus yang lain, yang memerhatikan mereka mencibir, “namja tukang gosip”.
Mereka turun di halte bus yang
jaraknya sudah lumayan dekat dengan rumah mereka. Mereka berjalan berdampingan
dan kwangmin masih belum selesai bercerita. “ya, kwangmin-ah.. kau namja yang
beruntung, baru ngobrol dengannya tadi siang, sekarang kau sudah sangat dekat
dengannya, bahkan hari minggu pagi besok, kau mau jalan-jalan dengannya kan ?
kau beruntung sekali.. jangan lupakan aku sebagai hyungmu ini ya~”
“yah.. aku memang beruntung, ini
semua berkat kau youngmin, kau hyungku yang paling baik ! mana mungkin aku
melupakanmu !” youngmin tersenyum lebar setelah mendengar jawaban kwangmin.
“semoga kencanmu dengan jihyun besok sukses ya, kwangmin !” ucap youngmin lalu
mereka masuk ke dalam rumahnya yang sudah ada di depan mata.
**
Kwangmin merebahkan tubuhnya di
kasur king size miliknya dan menjadikan kedua tangannya sebagai bantal. “mimpi
apa aku semalam ?” ucap kwangmin. “ah.. ani, ini sudah malam, berarti ini
saatnya aku bermimpi lagi.. tuhan semoga esok adalah hari yang menyenangkan..
semoga hariku dan jihyun menyenangkan !” lanjut kwangmin lalu memejamkan
matanya.
Di mimpinya, kwangmin berjalan
berdua dengan yeoja yang sangat dicintainya, jung jihyun di taman yang sangat
indah, di taman itu ditumbuhi bunga yang bermacam-macam yang memamerkan
keindahan mereka masing-masing. Mereka berjalan berdampingan dengan tangan
saling bertaut. Dan juga senyuman yang selalu tersungging di bibir indah
kwangmin dan jihyun. “jihyun-ah, saranghae..” ungkap kwangmin pada jihyun dalam
mimpinya. Dalam mimpinya itu, jihyun tersenyum, “nado. Nado saranghae…” sahut
jihyun. kemudian kwangmin mendekatkan wajahnya ke wajah jihyun, beberapa
centimeter lagi, bibir kwangmin mendarat di bibir jihyun. mereka berdua sudah
memejamkan mata, sebagai tanda mereka akan menikmati apa yang akan mereka
lakukan saat itu. “jihyun-ah.. kajja!” seru seorang namja, yang ternyata adalah
baekhyun. Kemudian, di mimpi kwangmin, jihyun pergi menghampiri baekhyun dan
meninggalkan kwangmin yang menatapnya kecewa. Setelah itu jihyun dan baekhyun
pergi jauh entah kemana.
**
“mimpi buruk..” ucap kwangmin
singkat saat ia membuka matanya dan tersadar dari mimpi buruknya. Kemudian
kwangmin masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya.
--
‘dddrrttt ddrrttt’ hp kwangmin
bergetar dan kwangmin langsung membuka pesan yang masuk. Dari jihyun. senyuman
kwangmin langsung mengembang.
Kwangmin, kita jadi, kan jalan-jalan
di taman sekarang ? kau tidak lupa, kan ?
Kwangmin tersenyum lagi, “mana mungkin
aku lupa” gumam kwangmin lalu membalas pesan dari jihyun. sebentar lagi aku
kesana, aku tidak mungkin lupa ^^.
Kwangmin berjalan dengan cepat ke
lantai bawah dan meraih kunci motor yang ada di atas tv. “hyung, aku pinjam
motormu, jangan menolak !” youngmin yang sedang menonton tv hanya bisa
membulatkan mata dan bibirnya, “dasar bocah, di rumah dia lincah sekali,
giliran dengan yeoja, dia pemalu seperti siput” cibir youngmin lalu memindahkan
chanel tv dengan remote control di minggu pagi ini. maklum, youngmin jomblo,
jomblongenes, jadi dia senggang hari minggu ini. *plakk*
Kwangmin menghidupkan motor
sportnya, tepatnya motor pinjamannya. Lalu motor yang dikendarai kwangmin
melesat dengan cepat ke tujuan.
Beberapa menit, kwangmin sampai di
tujuan. Ia melihat gadis berambut sebahu sedang duduk di kursi taman sambil
sesekali melirik arlojinya. Dan yeoja itu tersenyum setelah melihat kwangmin
sudah ada di hadapannya. Kwangmin melepaskan helm yang membuat kepalanya
seperti lollipop lalu meletakkan helm itu di atas motornya. Motor pinjamannya J.
Jihyun tersenyum sedikit memamerkan
giginya. “mian, kau pasti menunggu lama..” sesal kwangmin dengan kepala sedikit
tertunduk. Ya, sepeti yang dikatakan youngmin tadi, sifat kwangmin akan berubah
menjadi pemalu apabila ia bersama dengan seorang yeoja, apalagi yeoja yang
dicintainya. Kwangmin seperti memiliki kepribadian ganda. Tapi itu tidak
mungkin, ia hanya memiliki kepribadian 4D, itupun hanya ditunjukkan pada
keluarganya saja.
Jihyun tetap tersenyum dan menepuk tempat
duduk di sampingnya, member isyarat pada kwangmin untuk duduk di sampignya. “ani,
belum lama ko’, tenang saja.. lagipula sekarang kau sudah di sini, untuk apa
aku marah karena kau terlambat^^” kwangmin duduk di samping jihyun dan ia
merasakan perasaan gugup luar biasa.
“ung.. gomawo” ucap kwangmin sedikit
kikuk. “untuk apa ?”
“karena kau tidak marah padaku..”
“kau namja yang baik, untuk apa aku
marah? Ah.. sudahlah, jangan bahas itu lagi, ne ? sekarang bahas tentang kita
saja”
“kita ?” Tanya kwangmin dengan mata
yang membulat, belum bisa menangkap apa yang dimaksud dengan perkataan jihyun
barusan. Jihyun terlihat gelagapan, “ahaha.. ani.. maksudku.. maksudku, kita
bahas yang lain saja, hobi misalnya, hari ulang tahun atau selain itu” ujar
jihyun sambil memainkan jari tangannya.
“ah.. ne..”
“geurae.. kalau begitu kapan kau
ulang tahun dan apa hobi mu ? ahaha.. aku seperti netizen saja” Tanya jihyun
dengan sedikit tawa mengiringi pertanyaannya itu. Kwangmin tersenyum melihat
yeoja yang dicintainya tersenyum saat ia berada di sampingnya. “baiklah, aku
berulang tahun tanggal 24 april, tahun sekarang aku berumur 18*tahun korea*,
dan hobi ku, kurasa yang paling kusuka adalah membaca… komik .. hehe..”
Jihyun terdiam dengan mata
memandangi wajah kwangmin, “waeyo ? apa ada yang salah dengan jawabanku ?”
“ah.. ani.. aku baru pertama kali
melihatmu tertawa seperti itu..” setelah itu hening menyelimuti mereka berdua.
“aku.. aku mau membeli ice cream dulu ya~” kata jihyun dengan nada sedikit
gugup sambil menunjuk pedagang ice cream yang ada di seberang jalan. Kwangmin
mengangguk dan memilih menunggu jihyun di tempatnya sekarang.
Jihyun berjalan menuju pedagang ice
cream, kwangmin terus memandangi yeoja itu. ‘bahkan melihat punggungnya saja,
dia sudah terlihat sangat cantik’ gumam kwangmin. kwangmin terus memperhatikan
jihyun hingga ada motor yang berhenti di dekat jihyun. awalnya kwangmin mengira
pengendara motor itu adalah salah satu pelanggan dari pedangang itu, tapi
ternyata, orang yang baru saja melepas helm dari kepalanya itu adalah baekhyun!
Kwangmin terus menatap mereka, jihyun dan baekhyun. Jihyun tersenyum manis pada
baekhyun begitu pula sebaliknya, lalu dalam pandangan kwangmin jihyun sedang
bercakap-cakap dengan baekhyun. ‘mimpiku jadi nyata, pasti sebentar lagi dia
akan pergi bersamanya.. lebih baik aku pulang..’ batin kwangmin.
Kwangmin mengeluarkan hp dari saku
celana nya dan mengetik lalu mengirimkan pesan itu pada jihyun. kwangmin
memakai helm nya, menaiki motornya dan melesat, meninggalkan taman yang kini
sudah lumayan ramai.
Jihyun Pov
Aku menyebrangi jalan dan membeli
ice cream yang sangat aku sukai. Lalu ketika aku sedang memesankan pesananku,
ada motor sport hitam berhenti di dekatku. Awalnya aku kira ia juga akan
membeli ice cream. Pengendara motor itu membuka helm nya. Dan, omona~ aku tidak
percaya, orang itu adalah oppaku yang babo -,-‘. Ia tersenyum padaku, dilihat
dari gelagatnya ia sepertinya mau pamer motor barunya.
“oppa, kenapa kau bisa di sini ?”
tanyaku.
“hehe.. kebetulan saja, lihat, ini
motor baruku, keren kan ?” pamernya sambil menyentuh body motornya. Sebenarnya
aku sama sekali tidak mengerti, dari mana sisi indahnya sebuah motor -,-. “ani,
motor punya kwangmin lebih bagus dari milikmu oppa!” sahutku. Ia terlihat
membulatkan mata sipitnya. “kwangmin ? siapa dia ?”
“err.. dia temanku..” jawabku gugup.
Ia tersenyum jahil, perasaanku tidak enak.
“teman apa teman ? iya dia temanmu,
teman hatimu, haha…” aku memukul pundaknya pelan. “mau pulang ?” tawarnya.
“ani, kwangmin sedang menungguku di taman” jawabku dan langsung merogoh hp-ku
yang bergetar yang kusimpan di saku jaketku. Dan membaca pesan dari kwangmin. aku
ada urusan mendadak, aku harus pulang.. mian meninggalkanmu sendiri. Aku
menghela nafasku. Kulihat baekhyun oppa sedang men-starter motornya,
bersiap-siap untuk pergi. “oppa, chamkanman, aku ikut, dan ini.. ice cream
untukmu !” aku memutuskan untuk ikut bersama baekhyun oppa, dan memberikan ice
ceam yang tadinya akan aku berikan kepada kwangmin.
“wae ? bukannya kwangmin menunggumu
?” tanyanya masih dengan senyuman anehnya, membuat wajahnya semakin aneh. Dasar
oppa jelek!*plakk*. “ani, dia ada urusan mendadak, jadi dia harus pulang..
sudahlah, kajja kita pulang! Di sini panas!”
“meman panas, apalagi kau, terlihat
begitu panas, kulihat ada aura kecewa yang tergambar di wajahmu karena kwangmin
pergi meninggalkanmu, kekeke~”
“aish, cepatlah oppa, katanya mau
pulang” aku merajuk sambil duduk di motor baekhyun oppa. “ppali!!” aku
memaksanya untuk bergerak cepat. “chamkanman, aku habiskan ice creamku dulu..”
“haisshh.. ne, setelah itu, bayar
pada ajusshi pedagang ice cream, aku belum membayarnya ..” ucapku santai.
“mwo?!!!”
**
Kwangmin Pov
Aku berjalan dengan langkah yang
tidak bersemangat. Aku letakkan kunci motor di atas tv dan buru-buru masuk ke
kamar sebelum youngmin hyung mencerca ku dengan banyak pertanyaan. Aku
mengganti pakaianku dengan pakaian yang lebih santai. Lalu kurebahkan tubuhku
di kursi meja belajar dan mengambil komik yang belum selesai kubaca. “kapan ya,
kisah cintaku akan seperti kisah cinta nakahara chisako dan asaomi..” yang aku
lakukan hanya bisa berandai-andai aku bisa memiliki jihyun hanya untukku.
Kututup komik yang sebenarnya tidak
aku baca sama sekali saat ini, karena melihat komik itu, aku akan semakin
tergiur dengan mulusnya jalan cerita cinta si tokoh, yang membuatku mengkhayal
lebih jauh lagi. Tidur lebih baik, pikirku. Aku berjalan ke tempat tidur dan
merebahkan tubuhku di atasnya. Kupeluk boneka phika yang berukuran besar.
“jihyun, saranghae” ucapku sambil mengeratkan pelukanku pada bonekaku ini.
**
Youngmin hyun sudah berangkat
duluan, syukurlah.. jadi aku tidak perlu menjawab pertanyannya yang pasti
menanyakan kenca gagalku kemarin. Aku dan youngmin hyun memang terlahir kembar
identik, tapi bukan berarti kami berdua memiliki pribadi dan jalan pikiran yang
berbeda. Aku berjalan menuju halte dan berharap aku tidak bertemu dengan youngmin
hyung di sana. Karena, jika aku bertemu dengannya di halte, pasti dia akan
memberiku pertanyaan yang sebenarnya sangat malas aku menjawabnya.
Mungkin memang nasibku sial, kulihat
youngmin hyung sedang duduk di halte sambil melambaikan tangannya kearahku. Aku
pasrah saja. “wajahmu kusut sekali” ejeknya, basa-basi, lihat saja setelah ini,
dia pasti akan bertanya dengan pertanyaan yang sudah ku prediksi dan aku masih
belum bisa menjawab pertanyaan itu.
“gwenchana.. aku hanya kurang tidur”
balasku.
“hey, waeyo ? kau terlihat tidak
begitu bersemangat hari ini, apa karena kelelahan kemarin setelah jalan-jalan dengan
jihyun ?” hah.. youngmin hyung, kau benar, aku lelah.. hatiku yang lelah. “ah
iya, bagaimana kencanmu kemarin ?” tanyanya, benar kan ? sesuai dengan
prediksiku! Belum sempat aku menjawab pertanyaannya yan pertama, dia sudah
mengajukan pertanyaan lain. “yah, begitulah..”
“begitu bagaimana ?” Tanya youngmin
lagi.
“aish.. sudahlah, aku sedang tidak
ingin membahas hal itu, mood ku sedang tidak bagus, lagi pula, bus sudah
berhenti, ayo kita naik! Aku tidak mau terlambat!” youngmin hyung menurut,
bagus.
Author Pov
Youngmin dan kwangmin memasuki kelas
mereka yang masih sepi. Hanya ada beberapa siswa di dalamnya. Kwangmin melirik
jihyun yang ternyata sudah datang dan sedang berbincang-bincang dengan siswa
lainnya. Jihyun menoleh dan melambaikan tangan pada kwangmin, kwangmin hanya
menanggapinya dengan senyuman tipis lalu berjalan ke bangunya yang terletak di
sudut.
Kwangmin mengeluarkan kacamata
minusnya dari dalam tas punggungnya, lalu memakainya dan membaca modul sastra
korea yang akan diulangankan hari ini. kwangmin begitu serius membaca sampai ia
tidak menyadari kalau jihyun sudah duduk di depan bangkunya. “kwangmin, mian
mengganggumu.. kemarin kau kemana ?” Tanya jihyun yang membuat kwangmin
menghentikan acara baca-membaca dan melepaskan kacamata yang bertengger di
wajah tampannya. Kwangmin tersenyum tipis, “hyung ku menyuruhku pulang, kemarin
kau tidak apa-apa kan ?”
“ne, aku tidak apa-apa.. untung
kemarin ada baekhyun oppa, jadi aku ikut dengannya..”
“oh..” sahut kwangmin, lalu memakai
lagi kacamatanya dan kembali membaca, sedangkan jihyun hanya tersenyum pahit
karena ia merasa ‘sedikit’ diabaikan. Tapi jihyun memakluminya karena ia tahu
kwangmin adalah namja pemalu. “kwangmin-ah, sudahlah jangan membaca terus, bel
masuk masih lama, mau ikut aku ke kantin ? ayolaah…” pinta jihyun sambil
menarik tangan kwangmin. kwangmin hanya tersenyum melihat tingkah jihyun yang
seperti anak kecil, “baiklah..” kata kwangmin.
Mereka sampai di kantin dan
memesankan pesanan mereka. Kantin masih kosong karena ini masih pagi. “oppa!”
seru jihyun sambil melambaikan tangannya pada baekhyun yang sedang sarapan di
kantin bersama teman-temannya. Wajah kwangmin kembali muram. “kwangmin-ah, kau
tahu dia adalah namja terbaik dalam hidupku” kwangmin terkejut. Kwangmin
berpikir kalau baekhyun adalah namjachingu jihyun. “nugu ?” Tanya kwangmin
pura-pura tidak tahu.
“itu, baekhyun oppa” tunjuk jihyun
dan kwangmin mengangguk pelan. “dia adalah namja terbaik dalam hidupku setelah
appa, dia adalah oppa terbaik yang pernah aku miliki, karena ia selalu
melindungiku sejak aku kecil” kata jihyun dengan mata menerawang. Kwangmin
memandang jihyun, “dia oppa mu ?” Tanya kwangmin tidak percaya. Jihyun
mengangguk, “ne, baekhyun oppa adalah anak dari kakanya eomma.. dia oppa yang
paling aku sayangi..” kini kwangmin bisa tersenyum lega.
“jihyun-ah, pulang sekolah nanti,
kau ada waktu kan ?” Tanya kwangmin. jihyun mengangguk.
**
Siang ini, kwangmin menunggu jihyun
di taman, mereka tidak pergi bersama karena jihyun ada sedikit urusan dengan
oppanya. Kwangmin memutuskan untuk menyatakan perasaannya sekarang pada jihyun.
walaupun ia gugup setengah hidup, tapi ia nekat akan menyatakan perasaannya
pada jihyun sebelum jihyun diikat oleh hubungan dengan namja lain. Kwangmin
tidak mau itu terjadi. Benar apa kata youngmin, kwangmin harus menyatakannya,
jika kwangmin ingin memiliki jihyun.
Dari kejauhan, mata bulat kwangmin
menangkap seorang yeoja yang sedang berlari kearahnya dengan membawa 1 kantung
keresek putih. “mianhae.. hh… hhh…. Kau sudah menunggu lama ?” kwangmin
menggeleng dan menyuruh jihyun untuk duduk di sisinya. “ini” jihyun menyerahkan
satu minuman kaleng pada kwangmin, kwangmin menerimanya dan menyimpannya di
kursi taman yang sedang ia duduki. Sedangkan jihyun langsung menegak habis
minuman itu. “oh iya, kau mau membicarakan apa ?” Tanya jihyun. kwangmin kini
kembali dikelilingi rasa gugup. “aku.. aku…..”
“ne ?”
“tapi kau jangan marah ya…”
“untuk apa aku marah ?”
“itu.. jihyun-ah.. aku.. aku… aku
menyukaimu.. saranghae.. ini sudah aku rasakan sejak lama..” kwangmin tertunduk
setelah mengungkapkan semuanya. “eung.. kwangmin… mianhae.. aku tidak bisa
menjawabnya sekarang.. aku.. aku harus berpikir..” kwangmin mengangguk kecil.
Kwangmin merasa lega karena ia telah mengatakan semuanya pada jihyun, tapi ia
merasa was-was dengan jawaban apa yang akan jihyun berikan padanya nanti. “aku
pulang dulu” pamit jihyun lalu membungkukkan badannya dan berjalan dengan
sedikit cepat. Kalau dilihat dari tingkahnya, jihyun terlihat sangat gugup.
Kwangmin menegak minuman yang tadi
diberikan jihyun. “semoga keberuntungan memihak padaku..” ujar kwangmin lalu
berjalan meninggalkan taman di siang itu.
**
Kira-kira sudah 3 hari jihyun belum
memberikan jawabannya pada kwangmin. kwangmin tidak mempermasalhkan hal itu,
karena ia tidak mau memaksa yeoja yang sangat dicintainya itu. Namun satu yang
kwangmin heran pada diri jihyun, setelah kwangmin menyatakan cintanya pada
jihyun, jihyun kini terlihat selalu menghindari kwangmin. jihyun terlihat
selalu bersama dengan baekhyun. Tapi, kwangmin tidak terlalu khawatir karena
kwangmin sudah tahu kalau baekhyun adalah oppa jihyun.
Youngmin duduk di samping kwangmin,
“ya~ kau melamun lagi hari ini ?” kwangmin menjawab pertanyaan youngmin dengan
seulas senyuman. “youngmin, ada yang mencarimu” seru salah satu siswa pada youngmin.
Youngmin berdiri dan keluar kelas untuk menemui seseorang yang mencarinya.
Karena kwangmin merasa sekarang
jihyun sulit untuk didekati apalagi diajak bicara, kwangmin memutuskan untuk
mengundang jihyun dan baekhyun lewat sms.
“Aku mengundangmu ke ulang tahunku
dan hyung ku nanti malam, aku juga mengundang baekhyun sunbae, kuharap kalian
bisa datang”
**
Malam itu keluarga kwangmin dan
youngmin mengadakan pesta ulang tahun, hanya pesta kecil di halaman belakang
rumah mereka. Di ulang tahunnnya kini, youngmin sudah tidak single lagi, ia
mendapatkan yeoja yang sangat ia cintai. Entah bagaimana nasib kwangmin.
kwangmin terus saja melirik jam tangannya, ia belum melihat kedatangan jihyun
dan baekhyun.
Tak lama kemudian, jihyun datang
bersama baekhyun. Mereka menghampiri kwangmin dan youngmin yang empunya pesta
dan mengucapkan selamat. Setelah itu mereka semua makan bersama dan berbincang-bincang
satu sama lain secara terpisah. Orang tua dengan para orang tua, youngmin
dengan yeojachingunya, baekhyun dengan seorang yeoja yang diduga adalah saudara
dari kwangmin dan youngmin, sedangkan kwangmin dan jihyun hanya terdiam, sibuk
dengan pikiran masing-masing.
Kwangmin memberanikan diri menarik
tangan jihyun dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Kwangmin mengajak jihyun
untuk menghirup udara malam di balkon kamarnya. “saengil chukka hamnida^^” ucap
jihyun. “gomawo kau sudah mau datang..” balas kwangmin. hening kembali
mengelilingi mereka. “kwangmin-ah..” panggil jihyun. “ne?”
“em.. apa tawaranmu padaku masih
berlaku ?” kwangmin mengerutkan dahinya, kemudian kwangmin berpikir dengan
keras. “ah.. tentu saja..”. mereka berdua kembali diselimuti oleh diam.
“aku mau jadi yeojachingumu..” ucap
jihyun sambil menggeser posisinya semakin mendekat ke tubuh kwangmin. jihyun
memeluk pinggang kwangmin dan menyandarkan tubuhnya ke tubuh kwangmin. kwangmin
memosisikan jihyun di hadapannya, “aku lebih menginginkanmu..” kata kwangmin.
jihyun tersenyum mendengar perkataan kwangmin.
Jihyun memegang pipi kwangmin lalu
dengan gerakan cepat mengecup bibir kwangmin, “saranghae!” ucap jihyun setelah
melepaskan bibirnya di bibir kwangmin. lalu jihyun berlari dari kamar kwangmin,
karena ia merasakan malu yang luar biasa.
“aku pulang dulu !”
Kwangmin mengikuti jihyun yang
ternyata berlari ke taman belakang dan menarik tangan baekhyun, memaksa
baekhyun untuk pulang. Dengan terpaksa baekhyun menurut. Kwangmin melihat
yeojachingunya bersama oppa nya berpamitan pada keluarganya lalu dengan cepat
pulang ke rumahnya.
“yeoja ceria dan agresif,
benar-benar tipe ku..” gumam kwangmin sambil melipat tangannya di dada.
end

Wahhhh,,,,
BalasHapuseon...eon..daebakkkkkkkk ^^^
suka banget FF'a eon,,,,
Good Job deh buat eon,,,
i like it,,,hehehe (^.^)
gomawo buat koment nya ^^
Hapus