Senin, 23 April 2012

FF | Jo Twins Birthday Project | Shy Boy~ | OneShot


Tittle : Shy Boy~
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : Romance, AU
Length : OneShot
Main cast : Jo KwangMin, Jung Jihyun(OC)
Support Cast : BaekHyun, Youngmin,
Disclaimer :
Summary :
Warning[!!] : badfic, OC, OOC

**


KwangMin Pov

Aku hanya bisa menyimpan perasaan ini sendirian. Aku tidak bisa mengungkapkannya kepadamu. Aku terlalu pengecut untuk mengatakan semua itu padamu. Andaikan jika ku berada di sisimu, kau bisa menyadari betapa besarnya rasa cintaku padamu. Sayang hati tak dapat berbicara lebih keras lagi, jika bisa, mungkin hatiku sudah menjerit-jerit mengatakan padamu, “JiHyun, saranghae!”

Kulihat dirimu tertawa begitu lepas. Aku sangat suka melihat yeoja yang kucintai tertawa begitu lepas. Aku selalu mempunyai keinginan unutk tertawa bersamamu, tapi, apakah mungkin ? kurasa itu hal yang tidak mungkin terjadi. Karena aku terlalu gugup bila aku berada di sisimu. Kenapa aku selalu merasakan hal seperti ini ? kurasa hanya satu jawaban yang simple, semua karena aku sangat mencintaimu, jung jihyun.

Yang kusuka dari sosokmu adalah senyummu yang begitu manis, bukan hanya itu saja, pribadimu juga luar biasa. Kau baik pada siapa saja, itu yang membuatku lebih kagum padamu. Kenapa tuhan menciptakan yeoja sesempurna dirimu ?. sebelum tidur, aku selalu memohon pada tuhan, selalu memohon agar kau ditakdirkan untukku, aku sangat ingin memilikimu. Tapi, permintaanku itu belum terkabul. Mungkin aku belum berusaha, belum berusaha untuk mengungkapkan semuanya kepadamu.

Kutopang daguku dan kuperhatikan sosokmu dari sudut kelas dimana aku duduk. sangat menyenangkan memerhatikanmu. Tapi, tidak menyenangkan melihat namja yang duduk di sebelahmu, namja yang sedang tertawa bersamamu. Jujur, aku cemburu meihatmu dengannya, dengan baekhyun sunbae. Mungkin bukan cemburu, karena kau masih bukan siapa-siapa untukku. Kata yang tepat adalah iri.

Author Pov

GREPP

Kwangmin menoleh dan mendapati seseorang yang menepuk bahunya, youngmin. Kwangmin menggeser posisi tubuhnya, member sedikit tempat agar youngmin, hyungnya, duduk di sampingnya. “ya~ kau melamun ?” Tanya youngmin, itu pertanyaan yang kurang tepat sebenarnya. “ani..” jawab kwangmin sambil tersenyum simpul. “lantas ?” tanya youngmin lagi. Youngmin megikuti kemana mata kwangmin memandang. “hey~ kau menyukainya?” mendengar ucapa youngmin, kwangmin langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.

“sudahlah, kau bisa cerita semuanya padaku..” youngmin dengan sukarela menjadikan dirinya sendiri sebagai tempat menampung curhat dongsaengnya itu. Kwangmin menatap youngmin, “he.. apa jelas kelihatan ya ?”

Youngmin menghembuskan nafasnya, “tatapanmu itu beda.. aku tahu kau menyukainya, lalu, apa rencanamu ?”

“rencanaku ? kurasa aku akan tetap menyimpan rasa ini di dalam hatiku..”

“yak! Bagaimana kau akan mendapatkan cintamu kalau ka uterus mempertahankan pribadimu yang sangat pemalu itu ?!”

“aku kira aku sudah cukup memerhatikannya dari jauh, lagipula, jika aku mengatakan padanya, aku sudah pasti ditolak, aku kan tidak lebih baik dari baekhyun sunbae..”

“memang kau tahu baekhyun sunbae itu siapanya jihyun ?”

“namjachingunya”

“mwo ? kata siapa ?”

“itu menurut pengamatanku selama ini..”

“kenapa kau mengambil kesimpulan seperti itu ? itu kan belum tentu benar!”

“sudahlah, aku lebih nyaman seperti ini..”

“aish, jangan seperti itu, aku akan carikan info tentangnya ^^, untukmu” kwangmin tersenyum, sedikit memamerkan deretan gigi putih dan rapih miliknya. “gomawo, hyung..” timpal kwangmin. kwangmin melihat namja itu, baekhyun, pergi meninggalkan jihyun sendirian di bangkunya. “ya~ cepat kau kesana, ajak dia bicara, ini kesempatanmu !” perintah youngmin sambil mendorong tubuh kwangmin ke bangku jihyun.

Jihyun Pov

Aku merasakan seseorang memandangiku, aku sedikit melirik ke sudut kelas. bingo, mataku menangkap kwangmin di sudut sedang memerhatikanku. Kenapa dia memandangiku seperti itu ? kurasa dia terlalu fokus memandangiku sampai-sampai ia tidak sadar kalau dia sudah tertangkap basah memandangiku seperti itu.

“jihyun-ah, kau mendengarkanku kan ?” Tanya baekhyun oppa menyadarkanku dari membalas tatapan kwangmin. aku kembali menghadap ke baekhyun oppa. “ah ne, mian oppa..tadi oppa bicara apa ?” Baekhyun oppa itu anak dari kakak eomma, itulah kenapa aku memanggil baekhyun oppa dengan embel-embel oppa.

Author Pov

Baekhyun menceritakan kembali pengalannya ‘menembak’ seorang yeoja dengan gaya aneh, yang membuat jihyun tertawa lepas mendengar cerita oppanya. Wajar saja jihyun tertawa karena oppanya, karena oppanya menyatakan cintanya pada yeoja yang dicintainya dengan memakai kostum kodok, hijau, besar, dan terlihat aneh. Dan itu disaksikan seluruh murid sekolah, di smp nya dulu.

 Baekhyun berdiri dan mengacak rambut jihyun pelan, “nanti aku ceritakan lagi di rumah, aku kembali dulu ke kelas^^” jihyun hanya tersenyum menanggapi tingkah oppa nya itu. Satu lagi, di rumah jihyun terdapat 2 keluarga, keluarganya dan keluarga oppanya. Baekhyun berjalan meninggalkan jihyun sendirian di bangkunya.

“ya~ cepat kau kesana, ajak dia bicara, ini kesempatanmu !” terdengar suara tidak jelas dari arah belakang. Jihyun menoleh dan mendapati kwangmin yang didorong oleh youngmin. Jihyun kembali menghadap ke depan, berusaha tidak mempedulikan keadaan sekitar. Jihyun mengeluarkan ipod dan juga headsetnya, kemudian disumpal telinganya menggunakan headset itu, dan memutar sebuah lagu yang sesuai dengan keadaannya saat ini. now playing : boyfriend – boyfriend.

Youngmin terus mendorong kwangmin hingga tubuh kwangmin lebih mendekat ke bangku jihyun. youngmin mundur setelah kwangmin benar-benar dekat dengan bangku jihyun. dari jauh, youngmin terus memerhatikan perkembangan kwangmin. ‘babo’ gumam youngmin, karena youngmin melihat kwangmin tetap pada posisinya dan tidak melakukan apapun selain berdiri mematung. Youngmin berjalan menghampiri kwangmin, menarik tangan kwangmin sampai mereka berada di depan bangku jihyun.

Jihyun menyadari itu dan melepas sumpalan headset di telinganya. Jihyun tersenyum pada youngmin dan kwangmin yang ada di hadapannya. Itu membuat wajah kwangmin sedikit memanas, ia terlalu gugup dalam keadaan seperti ini. “ada apa, youngmin, kwangmin ?” tanya jihyun dengan senyuman yang tidak memudar sedikitpun. Youngmin membalas senyuman jihyun, sedangkan kwangmin tetap terdiam, karena ia merasakan gugup luar biasa. Benar-benar shy boy.

“jihyun-ah, katanya kwangmin mau ngobrol denganmu^^” ucap youngmin, yang sukses membuat kwangmin menatap tajam kearahnya. Youngmin kemudian merogoh ponselnya dan berpura-pura berlaga sedang menerima pesan. “ah..” keluh youngmin. “waeyo ?” tanya kwangmin dan jihyun serentak. Youngmin cengengesan, “yeojachinguku sudah menungguku di kantin, kalian mengobrol lah, aku pergi dulu ya~ bye~” youngmin meninggalkan kwangmin dan jihyun berdua di kelas. youngmin berbohong, ia sama sekli tidak mempunyai yeojachingu, jomblongenes. kwangmin menunduk dan menggaruk tengkuknya.

“kwangmin-ah, mau bicara apa ?” Tanya jihyun. “ani, itu tadi youngmin yang mengerjaiku, mian mengganggumu..” sahut kwangmin dengan kepala tertunduk dan kembali berjalan ke bangkunya. Dengan sigap, jihyun meraih pergelangan kwangmin, “di sini kita hanya berdua..” ujar jihyun yang membuat presentasi gugup kwangmin naik berlipat-lipat. Kwangmin menoleh, “temani aku di sini, ne ? aku ingin mengobrol denganmu ^^” kwangmin tidak bisa menolak, ia duduk di samping jihyun, di mana baekhyun tadi duduk.

Mereka berbicara banyak sekali, kwangmin juga sedikit melupakan rasa gugupnya, buktinya sekarang ia bisa merasakan posisi baekhyun tadi. Sekarang kwangmin sudah banyak berbicada dan tertawa bersama jihyun.

Di pintu kelas, menyembul kepala seorang namja, ia mengintip jihyun dan kwangmin, “nah.. perkembangannya bagus, excellent kwangmin !” youngmin tersenyum puas melihat dongsaengnya bisa lancar berkomunikasi dengan yeoja yang dicintainya itu.

**

“bagaimana tadi ?hey~ dari tadi kau terus tersenyum, sukses ya ?” Tanya youngmin disaat pulang sekolah. Kwangmin berhenti berjalan dan menatap youngmin, “yeah~ begitulah” sahut kwangmin, lalu kembali berjalan sebelum youngmin menjejalinya dengan pertanyaan yang tidak penting.

“ya~!! Aku belum selesai bicara ! chamkanman !” seru youngmin dengan mempercepat langkah kakinya dan mensejajarkan langkahnya dengan langkah kwangmin yang sengaja dipercepat. “ayolah kwang, sekali-kali kau berbagi kebahagiaan denganku! Selama ini kau kan hanya berbagi keluhan, ayolah.. jebal..” pinta youngmin dengan puppy eyesnya. Kwangmin sangat tidak tahan melihat ekspresi hhyungnya itu. “aish.. baiklah jika kau memaksa, aku harus cerita dari mana dulu ?”

“umm.. terserah” youngmin tersenyum. Mereka terus berjalan menuju halte bus. Sepanjang jalan menuju halte bus, kwangmin menceritakan semuanya, tanpa terkecuali pada youngmin tentang apa yang diobrolkannya tadi dengan jihyun. bahkan di dalam bus, kwangmin terus bercerita, dan youngmin mendengarkannya dengan seksama. Sampai-sampai penumpang bus yang lain, yang memerhatikan mereka mencibir, “namja tukang gosip”.

Mereka turun di halte bus yang jaraknya sudah lumayan dekat dengan rumah mereka. Mereka berjalan berdampingan dan kwangmin masih belum selesai bercerita. “ya, kwangmin-ah.. kau namja yang beruntung, baru ngobrol dengannya tadi siang, sekarang kau sudah sangat dekat dengannya, bahkan hari minggu pagi besok, kau mau jalan-jalan dengannya kan ? kau beruntung sekali.. jangan lupakan aku sebagai hyungmu ini ya~”

“yah.. aku memang beruntung, ini semua berkat kau youngmin, kau hyungku yang paling baik ! mana mungkin aku melupakanmu !” youngmin tersenyum lebar setelah mendengar jawaban kwangmin. “semoga kencanmu dengan jihyun besok sukses ya, kwangmin !” ucap youngmin lalu mereka masuk ke dalam rumahnya yang sudah ada di depan mata.

**

Kwangmin merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya dan menjadikan kedua tangannya sebagai bantal. “mimpi apa aku semalam ?” ucap kwangmin. “ah.. ani, ini sudah malam, berarti ini saatnya aku bermimpi lagi.. tuhan semoga esok adalah hari yang menyenangkan.. semoga hariku dan jihyun menyenangkan !” lanjut kwangmin lalu memejamkan matanya.

Di mimpinya, kwangmin berjalan berdua dengan yeoja yang sangat dicintainya, jung jihyun di taman yang sangat indah, di taman itu ditumbuhi bunga yang bermacam-macam yang memamerkan keindahan mereka masing-masing. Mereka berjalan berdampingan dengan tangan saling bertaut. Dan juga senyuman yang selalu tersungging di bibir indah kwangmin dan jihyun. “jihyun-ah, saranghae..” ungkap kwangmin pada jihyun dalam mimpinya. Dalam mimpinya itu, jihyun tersenyum, “nado. Nado saranghae…” sahut jihyun. kemudian kwangmin mendekatkan wajahnya ke wajah jihyun, beberapa centimeter lagi, bibir kwangmin mendarat di bibir jihyun. mereka berdua sudah memejamkan mata, sebagai tanda mereka akan menikmati apa yang akan mereka lakukan saat itu. “jihyun-ah.. kajja!” seru seorang namja, yang ternyata adalah baekhyun. Kemudian, di mimpi kwangmin, jihyun pergi menghampiri baekhyun dan meninggalkan kwangmin yang menatapnya kecewa. Setelah itu jihyun dan baekhyun pergi jauh entah kemana.

**

“mimpi buruk..” ucap kwangmin singkat saat ia membuka matanya dan tersadar dari mimpi buruknya. Kemudian kwangmin masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya.

--

‘dddrrttt ddrrttt’ hp kwangmin bergetar dan kwangmin langsung membuka pesan yang masuk. Dari jihyun. senyuman kwangmin langsung mengembang.

Kwangmin, kita jadi, kan jalan-jalan di taman sekarang ? kau tidak lupa, kan ?

Kwangmin tersenyum lagi, “mana mungkin aku lupa” gumam kwangmin lalu membalas pesan dari jihyun. sebentar lagi aku kesana, aku tidak mungkin lupa ^^.

Kwangmin berjalan dengan cepat ke lantai bawah dan meraih kunci motor yang ada di atas tv. “hyung, aku pinjam motormu, jangan menolak !” youngmin yang sedang menonton tv hanya bisa membulatkan mata dan bibirnya, “dasar bocah, di rumah dia lincah sekali, giliran dengan yeoja, dia pemalu seperti siput” cibir youngmin lalu memindahkan chanel tv dengan remote control di minggu pagi ini. maklum, youngmin jomblo, jomblongenes, jadi dia senggang hari minggu ini. *plakk*

Kwangmin menghidupkan motor sportnya, tepatnya motor pinjamannya. Lalu motor yang dikendarai kwangmin melesat dengan cepat ke tujuan.

Beberapa menit, kwangmin sampai di tujuan. Ia melihat gadis berambut sebahu sedang duduk di kursi taman sambil sesekali melirik arlojinya. Dan yeoja itu tersenyum setelah melihat kwangmin sudah ada di hadapannya. Kwangmin melepaskan helm yang membuat kepalanya seperti lollipop lalu meletakkan helm itu di atas motornya. Motor pinjamannya J.

Jihyun tersenyum sedikit memamerkan giginya. “mian, kau pasti menunggu lama..” sesal kwangmin dengan kepala sedikit tertunduk. Ya, sepeti yang dikatakan youngmin tadi, sifat kwangmin akan berubah menjadi pemalu apabila ia bersama dengan seorang yeoja, apalagi yeoja yang dicintainya. Kwangmin seperti memiliki kepribadian ganda. Tapi itu tidak mungkin, ia hanya memiliki kepribadian 4D, itupun hanya ditunjukkan pada keluarganya saja.

Jihyun tetap tersenyum dan menepuk tempat duduk di sampingnya, member isyarat pada kwangmin untuk duduk di sampignya. “ani, belum lama ko’, tenang saja.. lagipula sekarang kau sudah di sini, untuk apa aku marah karena kau terlambat^^” kwangmin duduk di samping jihyun dan ia merasakan perasaan gugup luar biasa.

“ung.. gomawo” ucap kwangmin sedikit kikuk. “untuk apa ?”

“karena kau tidak marah padaku..”

“kau namja yang baik, untuk apa aku marah? Ah.. sudahlah, jangan bahas itu lagi, ne ? sekarang bahas tentang kita saja”

“kita ?” Tanya kwangmin dengan mata yang membulat, belum bisa menangkap apa yang dimaksud dengan perkataan jihyun barusan. Jihyun terlihat gelagapan, “ahaha.. ani.. maksudku.. maksudku, kita bahas yang lain saja, hobi misalnya, hari ulang tahun atau selain itu” ujar jihyun sambil memainkan jari tangannya.

“ah.. ne..”

“geurae.. kalau begitu kapan kau ulang tahun dan apa hobi mu ? ahaha.. aku seperti netizen saja” Tanya jihyun dengan sedikit tawa mengiringi pertanyaannya itu. Kwangmin tersenyum melihat yeoja yang dicintainya tersenyum saat ia berada di sampingnya. “baiklah, aku berulang tahun tanggal 24 april, tahun sekarang aku berumur 18*tahun korea*, dan hobi ku, kurasa yang paling kusuka adalah membaca… komik .. hehe..”

Jihyun terdiam dengan mata memandangi wajah kwangmin, “waeyo ? apa ada yang salah dengan jawabanku ?”

“ah.. ani.. aku baru pertama kali melihatmu tertawa seperti itu..” setelah itu hening menyelimuti mereka berdua. “aku.. aku mau membeli ice cream dulu ya~” kata jihyun dengan nada sedikit gugup sambil menunjuk pedagang ice cream yang ada di seberang jalan. Kwangmin mengangguk dan memilih menunggu jihyun di tempatnya sekarang.

Jihyun berjalan menuju pedagang ice cream, kwangmin terus memandangi yeoja itu. ‘bahkan melihat punggungnya saja, dia sudah terlihat sangat cantik’ gumam kwangmin. kwangmin terus memperhatikan jihyun hingga ada motor yang berhenti di dekat jihyun. awalnya kwangmin mengira pengendara motor itu adalah salah satu pelanggan dari pedangang itu, tapi ternyata, orang yang baru saja melepas helm dari kepalanya itu adalah baekhyun! Kwangmin terus menatap mereka, jihyun dan baekhyun. Jihyun tersenyum manis pada baekhyun begitu pula sebaliknya, lalu dalam pandangan kwangmin jihyun sedang bercakap-cakap dengan baekhyun. ‘mimpiku jadi nyata, pasti sebentar lagi dia akan pergi bersamanya.. lebih baik aku pulang..’ batin kwangmin.

Kwangmin mengeluarkan hp dari saku celana nya dan mengetik lalu mengirimkan pesan itu pada jihyun. kwangmin memakai helm nya, menaiki motornya dan melesat, meninggalkan taman yang kini sudah lumayan ramai.

Jihyun Pov

Aku menyebrangi jalan dan membeli ice cream yang sangat aku sukai. Lalu ketika aku sedang memesankan pesananku, ada motor sport hitam berhenti di dekatku. Awalnya aku kira ia juga akan membeli ice cream. Pengendara motor itu membuka helm nya. Dan, omona~ aku tidak percaya, orang itu adalah oppaku yang babo -,-‘. Ia tersenyum padaku, dilihat dari gelagatnya ia sepertinya mau pamer motor barunya.

“oppa, kenapa kau bisa di sini ?” tanyaku.

“hehe.. kebetulan saja, lihat, ini motor baruku, keren kan ?” pamernya sambil menyentuh body motornya. Sebenarnya aku sama sekali tidak mengerti, dari mana sisi indahnya sebuah motor -,-. “ani, motor punya kwangmin lebih bagus dari milikmu oppa!” sahutku. Ia terlihat membulatkan mata sipitnya. “kwangmin ? siapa dia ?”

“err.. dia temanku..” jawabku gugup. Ia tersenyum jahil, perasaanku tidak enak.

“teman apa teman ? iya dia temanmu, teman hatimu, haha…” aku memukul pundaknya pelan. “mau pulang ?” tawarnya. “ani, kwangmin sedang menungguku di taman” jawabku dan langsung merogoh hp-ku yang bergetar yang kusimpan di saku jaketku. Dan membaca pesan dari kwangmin. aku ada urusan mendadak, aku harus pulang.. mian meninggalkanmu sendiri. Aku menghela nafasku. Kulihat baekhyun oppa sedang men-starter motornya, bersiap-siap untuk pergi. “oppa, chamkanman, aku ikut, dan ini.. ice cream untukmu !” aku memutuskan untuk ikut bersama baekhyun oppa, dan memberikan ice ceam yang tadinya akan aku berikan kepada kwangmin.

“wae ? bukannya kwangmin menunggumu ?” tanyanya masih dengan senyuman anehnya, membuat wajahnya semakin aneh. Dasar oppa jelek!*plakk*. “ani, dia ada urusan mendadak, jadi dia harus pulang.. sudahlah, kajja kita pulang! Di sini panas!”

“meman panas, apalagi kau, terlihat begitu panas, kulihat ada aura kecewa yang tergambar di wajahmu karena kwangmin pergi meninggalkanmu, kekeke~”

“aish, cepatlah oppa, katanya mau pulang” aku merajuk sambil duduk di motor baekhyun oppa. “ppali!!” aku memaksanya untuk bergerak cepat. “chamkanman, aku habiskan ice creamku dulu..”

“haisshh.. ne, setelah itu, bayar pada ajusshi pedagang ice cream, aku belum membayarnya ..” ucapku santai.

“mwo?!!!”

**

Kwangmin Pov

Aku berjalan dengan langkah yang tidak bersemangat. Aku letakkan kunci motor di atas tv dan buru-buru masuk ke kamar sebelum youngmin hyung mencerca ku dengan banyak pertanyaan. Aku mengganti pakaianku dengan pakaian yang lebih santai. Lalu kurebahkan tubuhku di kursi meja belajar dan mengambil komik yang belum selesai kubaca. “kapan ya, kisah cintaku akan seperti kisah cinta nakahara chisako dan asaomi..” yang aku lakukan hanya bisa berandai-andai aku bisa memiliki jihyun hanya untukku.

Kututup komik yang sebenarnya tidak aku baca sama sekali saat ini, karena melihat komik itu, aku akan semakin tergiur dengan mulusnya jalan cerita cinta si tokoh, yang membuatku mengkhayal lebih jauh lagi. Tidur lebih baik, pikirku. Aku berjalan ke tempat tidur dan merebahkan tubuhku di atasnya. Kupeluk boneka phika yang berukuran besar. “jihyun, saranghae” ucapku sambil mengeratkan pelukanku pada bonekaku ini.

**

Youngmin hyun sudah berangkat duluan, syukurlah.. jadi aku tidak perlu menjawab pertanyannya yang pasti menanyakan kenca gagalku kemarin. Aku dan youngmin hyun memang terlahir kembar identik, tapi bukan berarti kami berdua memiliki pribadi dan jalan pikiran yang berbeda. Aku berjalan menuju halte dan berharap aku tidak bertemu dengan youngmin hyung di sana. Karena, jika aku bertemu dengannya di halte, pasti dia akan memberiku pertanyaan yang sebenarnya sangat malas aku menjawabnya.

Mungkin memang nasibku sial, kulihat youngmin hyung sedang duduk di halte sambil melambaikan tangannya kearahku. Aku pasrah saja. “wajahmu kusut sekali” ejeknya, basa-basi, lihat saja setelah ini, dia pasti akan bertanya dengan pertanyaan yang sudah ku prediksi dan aku masih belum bisa menjawab pertanyaan itu.

“gwenchana.. aku hanya kurang tidur” balasku.

“hey, waeyo ? kau terlihat tidak begitu bersemangat hari ini, apa karena kelelahan kemarin setelah jalan-jalan dengan jihyun ?” hah.. youngmin hyung, kau benar, aku lelah.. hatiku yang lelah. “ah iya, bagaimana kencanmu kemarin ?” tanyanya, benar kan ? sesuai dengan prediksiku! Belum sempat aku menjawab pertanyaannya yan pertama, dia sudah mengajukan pertanyaan lain. “yah, begitulah..”

“begitu bagaimana ?” Tanya youngmin lagi.

“aish.. sudahlah, aku sedang tidak ingin membahas hal itu, mood ku sedang tidak bagus, lagi pula, bus sudah berhenti, ayo kita naik! Aku tidak mau terlambat!” youngmin hyung menurut, bagus.

Author Pov

Youngmin dan kwangmin memasuki kelas mereka yang masih sepi. Hanya ada beberapa siswa di dalamnya. Kwangmin melirik jihyun yang ternyata sudah datang dan sedang berbincang-bincang dengan siswa lainnya. Jihyun menoleh dan melambaikan tangan pada kwangmin, kwangmin hanya menanggapinya dengan senyuman tipis lalu berjalan ke bangunya yang terletak di sudut.

Kwangmin mengeluarkan kacamata minusnya dari dalam tas punggungnya, lalu memakainya dan membaca modul sastra korea yang akan diulangankan hari ini. kwangmin begitu serius membaca sampai ia tidak menyadari kalau jihyun sudah duduk di depan bangkunya. “kwangmin, mian mengganggumu.. kemarin kau kemana ?” Tanya jihyun yang membuat kwangmin menghentikan acara baca-membaca dan melepaskan kacamata yang bertengger di wajah tampannya. Kwangmin tersenyum tipis, “hyung ku menyuruhku pulang, kemarin kau tidak apa-apa kan ?”

“ne, aku tidak apa-apa.. untung kemarin ada baekhyun oppa, jadi aku ikut dengannya..”

“oh..” sahut kwangmin, lalu memakai lagi kacamatanya dan kembali membaca, sedangkan jihyun hanya tersenyum pahit karena ia merasa ‘sedikit’ diabaikan. Tapi jihyun memakluminya karena ia tahu kwangmin adalah namja pemalu. “kwangmin-ah, sudahlah jangan membaca terus, bel masuk masih lama, mau ikut aku ke kantin ? ayolaah…” pinta jihyun sambil menarik tangan kwangmin. kwangmin hanya tersenyum melihat tingkah jihyun yang seperti anak kecil, “baiklah..” kata kwangmin.

Mereka sampai di kantin dan memesankan pesanan mereka. Kantin masih kosong karena ini masih pagi. “oppa!” seru jihyun sambil melambaikan tangannya pada baekhyun yang sedang sarapan di kantin bersama teman-temannya. Wajah kwangmin kembali muram. “kwangmin-ah, kau tahu dia adalah namja terbaik dalam hidupku” kwangmin terkejut. Kwangmin berpikir kalau baekhyun adalah namjachingu jihyun. “nugu ?” Tanya kwangmin pura-pura tidak tahu.

“itu, baekhyun oppa” tunjuk jihyun dan kwangmin mengangguk pelan. “dia adalah namja terbaik dalam hidupku setelah appa, dia adalah oppa terbaik yang pernah aku miliki, karena ia selalu melindungiku sejak aku kecil” kata jihyun dengan mata menerawang. Kwangmin memandang jihyun, “dia oppa mu ?” Tanya kwangmin tidak percaya. Jihyun mengangguk, “ne, baekhyun oppa adalah anak dari kakanya eomma.. dia oppa yang paling aku sayangi..” kini kwangmin bisa tersenyum lega.

“jihyun-ah, pulang sekolah nanti, kau ada waktu kan ?” Tanya kwangmin. jihyun mengangguk.

**

Siang ini, kwangmin menunggu jihyun di taman, mereka tidak pergi bersama karena jihyun ada sedikit urusan dengan oppanya. Kwangmin memutuskan untuk menyatakan perasaannya sekarang pada jihyun. walaupun ia gugup setengah hidup, tapi ia nekat akan menyatakan perasaannya pada jihyun sebelum jihyun diikat oleh hubungan dengan namja lain. Kwangmin tidak mau itu terjadi. Benar apa kata youngmin, kwangmin harus menyatakannya, jika kwangmin ingin memiliki jihyun.

Dari kejauhan, mata bulat kwangmin menangkap seorang yeoja yang sedang berlari kearahnya dengan membawa 1 kantung keresek putih. “mianhae.. hh… hhh…. Kau sudah menunggu lama ?” kwangmin menggeleng dan menyuruh jihyun untuk duduk di sisinya. “ini” jihyun menyerahkan satu minuman kaleng pada kwangmin, kwangmin menerimanya dan menyimpannya di kursi taman yang sedang ia duduki. Sedangkan jihyun langsung menegak habis minuman itu. “oh iya, kau mau membicarakan apa ?” Tanya jihyun. kwangmin kini kembali dikelilingi rasa gugup. “aku.. aku…..”

“ne ?”

“tapi kau jangan marah ya…”

“untuk apa aku marah ?”

“itu.. jihyun-ah.. aku.. aku… aku menyukaimu.. saranghae.. ini sudah aku rasakan sejak lama..” kwangmin tertunduk setelah mengungkapkan semuanya. “eung.. kwangmin… mianhae.. aku tidak bisa menjawabnya sekarang.. aku.. aku harus berpikir..” kwangmin mengangguk kecil. Kwangmin merasa lega karena ia telah mengatakan semuanya pada jihyun, tapi ia merasa was-was dengan jawaban apa yang akan jihyun berikan padanya nanti. “aku pulang dulu” pamit jihyun lalu membungkukkan badannya dan berjalan dengan sedikit cepat. Kalau dilihat dari tingkahnya, jihyun terlihat sangat gugup.

Kwangmin menegak minuman yang tadi diberikan jihyun. “semoga keberuntungan memihak padaku..” ujar kwangmin lalu berjalan meninggalkan taman di siang itu.

**

Kira-kira sudah 3 hari jihyun belum memberikan jawabannya pada kwangmin. kwangmin tidak mempermasalhkan hal itu, karena ia tidak mau memaksa yeoja yang sangat dicintainya itu. Namun satu yang kwangmin heran pada diri jihyun, setelah kwangmin menyatakan cintanya pada jihyun, jihyun kini terlihat selalu menghindari kwangmin. jihyun terlihat selalu bersama dengan baekhyun. Tapi, kwangmin tidak terlalu khawatir karena kwangmin sudah tahu kalau baekhyun adalah oppa jihyun.

Youngmin duduk di samping kwangmin, “ya~ kau melamun lagi hari ini ?” kwangmin menjawab pertanyaan youngmin dengan seulas senyuman. “youngmin, ada yang mencarimu” seru salah satu siswa pada youngmin. Youngmin berdiri dan keluar kelas untuk menemui seseorang yang mencarinya.

Karena kwangmin merasa sekarang jihyun sulit untuk didekati apalagi diajak bicara, kwangmin memutuskan untuk mengundang jihyun dan baekhyun lewat sms.

“Aku mengundangmu ke ulang tahunku dan hyung ku nanti malam, aku juga mengundang baekhyun sunbae, kuharap kalian bisa datang”

**

Malam itu keluarga kwangmin dan youngmin mengadakan pesta ulang tahun, hanya pesta kecil di halaman belakang rumah mereka. Di ulang tahunnnya kini, youngmin sudah tidak single lagi, ia mendapatkan yeoja yang sangat ia cintai. Entah bagaimana nasib kwangmin. kwangmin terus saja melirik jam tangannya, ia belum melihat kedatangan jihyun dan baekhyun.

Tak lama kemudian, jihyun datang bersama baekhyun. Mereka menghampiri kwangmin dan youngmin yang empunya pesta dan mengucapkan selamat. Setelah itu mereka semua makan bersama dan berbincang-bincang satu sama lain secara terpisah. Orang tua dengan para orang tua, youngmin dengan yeojachingunya, baekhyun dengan seorang yeoja yang diduga adalah saudara dari kwangmin dan youngmin, sedangkan kwangmin dan jihyun hanya terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.

Kwangmin memberanikan diri menarik tangan jihyun dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Kwangmin mengajak jihyun untuk menghirup udara malam di balkon kamarnya. “saengil chukka hamnida^^” ucap jihyun. “gomawo kau sudah mau datang..” balas kwangmin. hening kembali mengelilingi mereka. “kwangmin-ah..” panggil jihyun. “ne?”

“em.. apa tawaranmu padaku masih berlaku ?” kwangmin mengerutkan dahinya, kemudian kwangmin berpikir dengan keras. “ah.. tentu saja..”. mereka berdua kembali diselimuti oleh diam.

“aku mau jadi yeojachingumu..” ucap jihyun sambil menggeser posisinya semakin mendekat ke tubuh kwangmin. jihyun memeluk pinggang kwangmin dan menyandarkan tubuhnya ke tubuh kwangmin. kwangmin memosisikan jihyun di hadapannya, “aku lebih menginginkanmu..” kata kwangmin. jihyun tersenyum mendengar perkataan kwangmin.

Jihyun memegang pipi kwangmin lalu dengan gerakan cepat mengecup bibir kwangmin, “saranghae!” ucap jihyun setelah melepaskan bibirnya di bibir kwangmin. lalu jihyun berlari dari kamar kwangmin, karena ia merasakan malu yang luar biasa.

 “aku pulang dulu !”

Kwangmin mengikuti jihyun yang ternyata berlari ke taman belakang dan menarik tangan baekhyun, memaksa baekhyun untuk pulang. Dengan terpaksa baekhyun menurut. Kwangmin melihat yeojachingunya bersama oppa nya berpamitan pada keluarganya lalu dengan cepat pulang ke rumahnya.

“yeoja ceria dan agresif, benar-benar tipe ku..” gumam kwangmin sambil melipat tangannya di dada.

end

2 komentar:

  1. Wahhhh,,,,
    eon...eon..daebakkkkkkkk ^^^
    suka banget FF'a eon,,,,
    Good Job deh buat eon,,,
    i like it,,,hehehe (^.^)

    BalasHapus

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template