Tittle : The real meaning of love | Chapter 1
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : angst, AU, Romance, marriage life
Length : Chaptered (1 of ?)
Main Cast : Byun BaekHyun(EXO-K), Cho SooYeon (OC)
Support Cast : Kim JoonMyun/JoonMen/Suho (EXO-K)
Disclaimer : ff ini milik author u.u . baekhyun juga milik author(--‘), udah ada cap nya lho~ *abaikan
Warning : BadFic, OC, OOC, typo[s]
a/n : RCL ya readers ku tersayang *cium(?)*. Menerima kritik, menolak bash \m/
**
Pernahkah kamu merasakan saat kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu kalau dia tidak mencintaimu, dan meskipun kamu tahu bahwa cintamu tak mungkin terbalaskan, tetapi kamu tetap tulus mencintainya.
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu bahwa dia takkan pernah peduli apa yang kamu lakukan. Atau mungkin dia peduli dan mengerti tentang apa yang kamu lakukan tetapi dia tetap memilih pergi dan tak memperhatikanmu.
Pernahkah kamu merasakan hebatnya sebuah cinta, kamu tersenyum namun hatimu terluka, kamu menangis namun hatimu bahagia. Aku pernah merasakannya, aku pernah tersenyumm walaupun hati ini terluka, karena kuyakin tuhan tidak menjadikannya untukku. Dan aku juga pernah menangis ketika bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja.
**
Menikah dengan seseorang yang baru ku kenal. Sedikit menyebalkan karena ini pemaksaan. Tapi, jujur saja aku mencintainya sejak pandangan pertama. Dilihat dari parasnya, dia begitu tampan dan selebihnya aku tidak bisa menjabarkannya melalui kata-kata. Dia terlihat sempurna di mataku.
Senyuman selalu terpatri di bibir mungilnya. Seperti saat ini, setelah kami mengucap janji di altar dan menerima ucapan selamat dari teman-teman dan kerabat, kulihat senyuman tidak pernah luntur dari bibirnya. Sungguh tampan suamiku ini.
Sudah kukatakan sebelumnya, aku mencintainya sejak pandangan pertama, sejak orang tua kami mempertemukan kami. Perjodohan, ya itulah yang mempertemukan kami berdua. Aku dan baekhyun. Karena kami adalah anak yang penurut dan dilarang keras untuk membangkang perkataan orang tua, salah satu dari kami tidak ada yang menolak keputusan itu.
Tapi, satu yang aku tidak tahu. Apakah dia merasakan perasaan yang sama sepertiku ? apakah dia juga mencintaiku seperti aku mencintai dirinya ?. aku harap dia juga merasakan seperti yang aku rasakan.
“Sooyeon-ah, chukkae^^” MinAh mengucapkan selamat padaku. Kulihat baekhyun tersenyum. Senyuman yang indah. “ah ne, gomawo^^, kapan kau menyusul ?” wajah MinAh bersemu merah. “molla.. hehe.. tunggu saja kabar baiknya^^” aku mengangguk pasti.
**
“haah.. aku lelah sekali~” kurebahkan tubuhku di sofa di rumah baruku. Rumah baru kami maksudnya. Baekhyun, yang kini berstatus sebagai suamiku, dia tidak terlihat seperti siang tadi. Aku tidak melihat senyumannya saat ini. apa karena dia kelelahan ?
Baekhyun berjalan menuju kamar, “em.. kau terlihat lelah, mau aku siapkan air hangat untuk mandi ?” tawarku. Dia berhenti berjalan, dan menoleh, “ne, aku lelah dan butuh istrahat bukan butuh air hangat untuk mandi..” jawabnya dingin. Hey, ada apa dengannya? Apa aku salah berbicara ?
“tapi, tubuhmu akan merasa lebih baik jika mandi dulu lalu istirahat”
Kulihat dia menghela nafasnya. Apa dia kesal padaku yang mencoba untuk perhatian padanya ?. “sudah kubilang aku butuh istirahat! Jangan pernah perhatian ataupun peduli padaku!” mwo ? dia membentakku hanya karena aku perhatian padanya ? apa dia membenciku? Apa salahku ?. aku menunduk. Aku tidak akan menangis hanya karena hal sepele seperti ini. aku yakin baekhyun bersikap seperti ini hanya karena dia kelelahan. Mungkin besok dia akan kembali seperti tadi siang.
“mianhae..” kataku dengan suara pelan. Baekhyun kembali berjalan ke kamarnya, mungkin kamarku juga. Baekhyun menutup pintu kamar dan aku hanya bisa membiarkannya. Aku tidak mau dia sampai kesal padaku karena aku mengganggunya yang sedang istirahat.
Keupegang handle pintu, tapi.. apa ini ? pintunya terkunci ? kenapa pintunya terkunci ? apa baekhyun sengaja mengunci kamar karena aku dianggapnya pengganggu ?
“baekhyun-ah, buka pintunya.. aku mau mengganti bajuku..” tidak ada jawaban dari baekhyun. Apa dia sudah tidur ?. kuketuk pintu kamar berkali-kali. “kamar sebelah masih kosong, dan semua barangmu ada di sana !”
Kakiku melangkah menjauhi kamar baekhyun. Ya, kurasa aku tahu sekarang, kamar itu bukan kamarku juga. Kurasa mandi akan sedikit mengurangi beban di pundakku dan beban pikiranku saat ini.
--
Selesai mandi, kulihat pintu kamar baekhyun masih tertutup. Mungkin dia benar-benar tidak menyukaiku. Dan juga mungkin baekhyun membenciku.
Aniyo, mungkin baekhyun sedang kelelahan, jadi dia tidak bisa mengontrol emosinya. Aku harus berpikir positif, baekhyun itu suamiku. Seburuk apapun perlakuannya padaku saat ini, dia tetap suamiku. Dan mungkin besok sikapnya akan kembali seperti tadi. Aku harus tetap berpikir positif.
Kubuka pintu kamar yang akan menjadi kamarku. Luas, dan aku benar-benar suka dengan warna dinding kamarku ini. hijau. Membuatku tenang dan sedikit melupakan kejadian tadi. Tempat tidur medium size yang terlihat sangat nyaman. Meja rias di samping tempat tidur.
Kubuka jendela kamarku, lalu kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur dan membiarkan jendela kamar tebuka, karena aku ingin merasakan angin malam menerpa tubuhku saat ini.
**
Author Pov
Sooyeon bangun dari tidur nyenyaknya. Diliriknya jam dinding. Masih pukul 05.30. sesekali dia menguap dan merentangkan tangannya. Dai beranjak dari tempat tidurnya dan memutuskan untuk mandi dan membuat sarapan untuknya dan juga untuk baekhyun.
--
Sooyeon berkutat dengan peralatan dapur dan juga beberapa bahan makanan yang telah disediakan. sooyeon memutuskan akan membuat soup pagi ini. karena ini pagi yang sedikit dingin, dan mungkin soup akan membuat pagi ini sedikit hangat dan juga sedikit menghangatkan hati baekhyun yang tiba-tiba bersikap dingin pada sooyeon.
Sooyeon menata masakannya di meja makan. Sooyeon berniat membangunkan baekhyun, namun pintu kamar baekyun terbuka begitu saja saat ia akan mengetuk pintu. baekhun sudah mengenakan pakaian yang rapi. Kemeja berwarna putih yang akan ditutupinya dengan jas berwarna hitam. Baekhyun terlihat sedang berusaha memasang dasi di lehernya. “perlu aku bantu ?” tawar sooyeon. “tidak usah.. aku bisa melakukannya sendiri..” sooyeon mengangguk dan kembali ke meja makan.
Sooyeon mengira baekhyun akan mengikutinya ke meja makan, namun sooyeon salah. Baekhyun berjalan menuju pintu keluar, “setidaknya kau makan dulu sebelum bekerja.. walaupun hanya sedikit, tapi aku yakin itu akan menambah staminamu” ujar sooyeon lembut. Baekhyun berjalan menuju meja makan, dan duduk di depan sooyeon.
Baekhyun melahap makanan buatan sooyeon sampai habis. Baekhyun berdiri dan berjalan menuju pintu, “ah iya, lain kali kau tidak perlu melakukan semua ini” ucap baekhyun sebelum menutup pintunya.
Sooyeon hanya menghela nafasnya. Berusaha untuk tetap sabar dalam menghadapi semua ini. berusaha untuk bersabar dalam menghadapi sikap suaminya yang tiba-tiba berubah seperti ini. atau mungkin sikap baekhyun memang seperti ini sejak awal namun ia sembunyikan dengan senyuman manisnya saat ia berada di depan orang lain selain sooyeon.
Tapi kenapa ? kenapa baekhyun bersikap seperti ini pada sooyeon ?. kira-kira seperti itulah yang saat ini dipikirkan oleh sooyeon.
Sooyeon membereskan meja makan dan mencuci semua mangkuk kotor. “jika memang sejak awal dia tidak setuju dengan ini semua, kenapa dia tidak menolak ? apa dia menerima semua ini hanya untuk menyakitiku ? ani! Aku harus berpikir positif. Mungkin baekhyun belum bisa menerima semua ini! aku yakin lambat laun, dia akan menerima semua ini dan memperlakukanku layaknya seorang istri!” sooyeon berbicara sendiri pada mangkuk yang sedang ia cuci, karena tidak ada seorang pun yang biasa ia ajak bicara di rumah ini.
--
“datanglah ke rumahku~ jebal .. aku kesepian di sini..” pinta sooyeon pada seseorang di seberang sana.
‘…………’
“suamiku sedang sibuk bekerja..”
‘………..’
“ya! Aku hanya memintamu untuk menemaniku di rumah, hanya mengobrol seperti biasa.. aku tidak mungkin melakukan macam-macam di belakang suamiku!”
‘……….’
“gomawo joonmen xD”
‘!@#$%^&*()’
Klik. Sambungan terputus. Sooyeon menyalakan tv sambil menunggu kedatangan teman masa kecilnya itu. “ish~ kebiasaan buruk yang tidak pernah berubah ==’.. dasar joonmen” gerutu sooyeon sambil memindah-mindahkan chanel tv.
Terdengar suara bel, sooyeon bergegas membuakakn pintu dan sooyeon melihat seorang namja tinggi dengan senyuman manisnya yang selalu melekat di bibir tipisnya. “ya, kau lama sekali joonmen..” protes sooyeon sambil mengajak temannya yang dipanggilnya ‘joonmen’ untuk masuk kedalam rumah.
Mereka berdua duduk di ruang tamu. Sooyeon sudah menyediakan minuman dan juga beberapa makanan kecil di sana. “joonmen, kau terlihat berbeda sekarang.. kkk~”
“wae ? aku tampan kan ?”
“==’ ani, kau tampak bodoh joonmen..”
“ya~! Namaku joonmyun, bukan joonmen” protes joonmyun. “tapi aku suka memanggilmu seperti itu”
“panggil aku suho saja, ne ? aku malu jika ka uterus saja memangghilku dengan sebutan joonmen.. itu terdegar sangat konyol”
“ah.. geurae.. suho lebih baik.. hehe”
“dan juga panggil aku dengan embel-embel oppa, jangan pernah lupa, aku ini adalah sunbaemu saat sma dulu”
“jangan memaksa” tolak sooyeon.
Mereka berdua terus mengobrol sampai sore hari. Mereka berdua memang merindukan saat-saat seperti ini, karena ini pertama kali mereka bertemu sejak terpisah(?) selama 6 bulan lamanya.
“ah sudah sore, aku harus pulang.. mungkin eomma ku sudah menungguku di rumah” ucap suho sambil melihat jam tangannya. “makannya cepat menikah, dan yang menunggumu bukan eomma mu, tapi istrimu” goda sooyeon. “hehe… doakan saja..”
Suho hendak membuka pintu, namun pintu sudah ada yang membuka. Dan tampaklah baekhyun sedang berdiri di depan pintu dengan ekspresi dinginnya. Suho berjalan melewati baekhyun. “hati-hati!” seru sooyeon pada suho yang berjalan menjauhi rumahnya. Sedangkan baekhyun masuk kedalam rumah tanpa salam atau ucapan apapun. Tanpa kecupan di kening, apalagi di bibir pada istrinya.
Sooyeon menyiapkan makan malam untuknya dan juga untuk baekhyun. ia terus tersenyum ketika memasak. Ia ingin membuat baekhyun tersenyum karena memakan masakannya.
Sooyeon melihat baekhyun keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju kamar. “baekhyun-ah, makan malam dulu.. sehabis bekerja kau pasti lapar..”
“bukankan tadi pagi sudah kubilang kau tidak perlu bersikap seperti ini kepadaku. Dan juga aku sudah mengatakannya kepadamu, kau tidak usah memperdulikanku atau perhatian kepadaku!”
“tapi aku ini kan istri—“
“kau memang istriku, namun itu hanya sebatas status. Aku sama sekali tidak mempunyai perasaan padamu”
Sooyeon berusaha untuk tersenyum dan menahan air matanya, “kau marah gara-gara tadi ada temanku yang datang kemari ya ? jika kau marah, aku tidak akan mengu—“
“aku tidak marah soal itu. Aku tidak peduli siapa namja tadi dan apa hubungan diantara kalian, aku benar-benar tidak peduli.. apa kau tidak mendengar perkataanku barusan ? aku sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun kepadamu!”
“geurae.. aku mengerti ..” ucap sooyeon dengan suara lirih. Sooyeon duduk di meja makan, sedangkan baekhyun masuk kedalam kamarnya dan juga mengunci pintunya. Sendirian, sooyeon duduk sendirian di meja makan memakan makanan yang ia buat. Dan setelah selesai, sooyeon membuang makanan yang sama sekali tidak disentuh bahkan sama sekali tidak dilirik baekhyun.
“oh tuhan.. aku hanya meminta padamu untuk membuatku lebih sabar dalam menghadapi sikap suamiku.. dan harapanku adalah suamiku dapat bersikap lebih lembut padaku dan menghargai apa yang aku perbuat untuknya.. karena aku benar-benar mencintainya..” sooyeon menarik selimutnya hingga menutupi tubuhnya sebatas dada.
Sooyeon menutup matanya yang sudah basah karena air mata. “aku harap hari esok lebih baik dari hari ini..”
**
“omo~! Aku terlambat” sooyeon bangun dari tidurnya dan sedikit berlari menuju kamar mandi.
Setelah selesai menyegarkan tubuhnya yang sedikit lelah, sooyeon menemukan baekhyun sedang memakan mie instan di meja makan. “mianhae, aku terlambat bangun dan aku tidak sempat memasak..” sooyeon duduk di depan baekhyun dengan tangan yang memegang segelas susu hangat. “untukmu.. tidak baik memakan mie instan..” sooyeon memeberikan segelas susu hangat tadi kepada baekhyun, namun baekhyun tidak meliriknya sama sekali. Justru baekhyun memilih untuk meminum segelas air putih yang ia letakkan tak jauh darinya.
“untukmu saja, kau belum makan apapun” ujar baekhyun lalu berlalu dari hadapan sooyeon. Sooyeon tersenyum kecil dengan mata yang sudah sedikit berair. “gomawo..” ucap sooyeon lirih.
--
Sooyeon duduk di samping baekhyun yang sedang menonton tv. “tidak pergi ke kantor ?” tanya sooyeon hati-hati. Baekhyun tetap fokus pada acara yang dilihatnya. Entah baekhyun mendengarkan pertanyaan sooyeon atau tidak. Atau mungkin baekhyun mendengar perkataan sooyeon namun berpura-pura tidak mendengarnya.
“aku terlambat bangun..” jawab baekhyun. sooyeon sedikit merasa senang karena baekhyun terlihat sudah menganggap dirinya ada.
“ah iya, aku akan mengatakan sesuatu padamu.. kurasa ini waktu yang tepat, karena kulihat suasana hatimu sedang baik..”
“ne.. suasana hatiku sedang baik hari ini.. apa yang mau kau katakan, aku akan mendengarkan semuanya baik-baik”
“dengarkan aku. Jangan banyak bicara padaku jika itu tidak penting. Kenapa ? karena aku tidak suka melihatmu berbicara banyak padaku seolah-olah kau sudah mengenalku sangat lama.. dan sudah aku tegaskan beberapa kali kepadamu. Jangan pernah peduli padaku, jangan pernah bersikap kau perhatian kepadaku. KARENA AKU SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENGHARAPKAN SEMUA PERAKUAN ITU DARIMU”
Baekhyun masuk kedalam kamarnya. Meninggalkan sooyeon yang masih duduk terpaku di ruang tv. “waeyo ? apakah aku salah jika aku memberi perhatian lebih kepada suamiku sendiri ? kenapa dia terlihat begitu membenciku ? apa salahku ? apa kekuranganku ? jika aku tahu apa salahku, aku akanmeminta maaf, dan jika aku mempunyai banyak kekurangan, aku akan bebuat lebih baik lagi..”
Sooyeon hanya bisa duduk di lantai sambil memeluk lutunya. Ia menangis. Namun sooyeon tidak akan pernah menyerah menghadapi sikap suaminya yang seperti ini. sooyeon tahu ia akan bahagia bersama baekhyun. namun sooyeon tahu, ini belum saatnya. Dan sooyeon tahu hari dimana ia akan bahagia bersama baekhyun akan datang. Sooyeon akan terus bersabar hingga hari itu datang. Karena sooyeon percaya tuhan tidak mungkin selamanya membuat hambanya menderita.
Sooyeon juga yakin, suatu saat baekhyun akan mempunyai perasaan yang sama dengan yang ia rasakan. Sooyeon yakin ia akan hidup bagahia dengan baekhyun suatu hari nanti.
-TBC-
Lanjut nggak nih ? kalo dipikir-pikir.. ini ff gaje nya luar biasa =_=a.. a-yo, RCL ya~ walopun gaje bin aneh, tapi tetep kudu RCL *maksa xD*. Kalo respon nya bagus + yg like nyampe 50 lebih #Abaikan ini *ngarep banget sih elu thor *, bakal dilanjut..
Ok, C U next time ^^ *tarik baekhyun*
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : angst, AU, Romance, marriage life
Length : Chaptered (1 of ?)
Main Cast : Byun BaekHyun(EXO-K), Cho SooYeon (OC)
Support Cast : Kim JoonMyun/JoonMen/Suho (EXO-K)
Disclaimer : ff ini milik author u.u . baekhyun juga milik author(--‘), udah ada cap nya lho~ *abaikan
Warning : BadFic, OC, OOC, typo[s]
a/n : RCL ya readers ku tersayang *cium(?)*. Menerima kritik, menolak bash \m/
**
Pernahkah kamu merasakan saat kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu kalau dia tidak mencintaimu, dan meskipun kamu tahu bahwa cintamu tak mungkin terbalaskan, tetapi kamu tetap tulus mencintainya.
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu bahwa dia takkan pernah peduli apa yang kamu lakukan. Atau mungkin dia peduli dan mengerti tentang apa yang kamu lakukan tetapi dia tetap memilih pergi dan tak memperhatikanmu.
Pernahkah kamu merasakan hebatnya sebuah cinta, kamu tersenyum namun hatimu terluka, kamu menangis namun hatimu bahagia. Aku pernah merasakannya, aku pernah tersenyumm walaupun hati ini terluka, karena kuyakin tuhan tidak menjadikannya untukku. Dan aku juga pernah menangis ketika bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja.
**
Menikah dengan seseorang yang baru ku kenal. Sedikit menyebalkan karena ini pemaksaan. Tapi, jujur saja aku mencintainya sejak pandangan pertama. Dilihat dari parasnya, dia begitu tampan dan selebihnya aku tidak bisa menjabarkannya melalui kata-kata. Dia terlihat sempurna di mataku.
Senyuman selalu terpatri di bibir mungilnya. Seperti saat ini, setelah kami mengucap janji di altar dan menerima ucapan selamat dari teman-teman dan kerabat, kulihat senyuman tidak pernah luntur dari bibirnya. Sungguh tampan suamiku ini.
Sudah kukatakan sebelumnya, aku mencintainya sejak pandangan pertama, sejak orang tua kami mempertemukan kami. Perjodohan, ya itulah yang mempertemukan kami berdua. Aku dan baekhyun. Karena kami adalah anak yang penurut dan dilarang keras untuk membangkang perkataan orang tua, salah satu dari kami tidak ada yang menolak keputusan itu.
Tapi, satu yang aku tidak tahu. Apakah dia merasakan perasaan yang sama sepertiku ? apakah dia juga mencintaiku seperti aku mencintai dirinya ?. aku harap dia juga merasakan seperti yang aku rasakan.
“Sooyeon-ah, chukkae^^” MinAh mengucapkan selamat padaku. Kulihat baekhyun tersenyum. Senyuman yang indah. “ah ne, gomawo^^, kapan kau menyusul ?” wajah MinAh bersemu merah. “molla.. hehe.. tunggu saja kabar baiknya^^” aku mengangguk pasti.
**
“haah.. aku lelah sekali~” kurebahkan tubuhku di sofa di rumah baruku. Rumah baru kami maksudnya. Baekhyun, yang kini berstatus sebagai suamiku, dia tidak terlihat seperti siang tadi. Aku tidak melihat senyumannya saat ini. apa karena dia kelelahan ?
Baekhyun berjalan menuju kamar, “em.. kau terlihat lelah, mau aku siapkan air hangat untuk mandi ?” tawarku. Dia berhenti berjalan, dan menoleh, “ne, aku lelah dan butuh istrahat bukan butuh air hangat untuk mandi..” jawabnya dingin. Hey, ada apa dengannya? Apa aku salah berbicara ?
“tapi, tubuhmu akan merasa lebih baik jika mandi dulu lalu istirahat”
Kulihat dia menghela nafasnya. Apa dia kesal padaku yang mencoba untuk perhatian padanya ?. “sudah kubilang aku butuh istirahat! Jangan pernah perhatian ataupun peduli padaku!” mwo ? dia membentakku hanya karena aku perhatian padanya ? apa dia membenciku? Apa salahku ?. aku menunduk. Aku tidak akan menangis hanya karena hal sepele seperti ini. aku yakin baekhyun bersikap seperti ini hanya karena dia kelelahan. Mungkin besok dia akan kembali seperti tadi siang.
“mianhae..” kataku dengan suara pelan. Baekhyun kembali berjalan ke kamarnya, mungkin kamarku juga. Baekhyun menutup pintu kamar dan aku hanya bisa membiarkannya. Aku tidak mau dia sampai kesal padaku karena aku mengganggunya yang sedang istirahat.
Keupegang handle pintu, tapi.. apa ini ? pintunya terkunci ? kenapa pintunya terkunci ? apa baekhyun sengaja mengunci kamar karena aku dianggapnya pengganggu ?
“baekhyun-ah, buka pintunya.. aku mau mengganti bajuku..” tidak ada jawaban dari baekhyun. Apa dia sudah tidur ?. kuketuk pintu kamar berkali-kali. “kamar sebelah masih kosong, dan semua barangmu ada di sana !”
Kakiku melangkah menjauhi kamar baekhyun. Ya, kurasa aku tahu sekarang, kamar itu bukan kamarku juga. Kurasa mandi akan sedikit mengurangi beban di pundakku dan beban pikiranku saat ini.
--
Selesai mandi, kulihat pintu kamar baekhyun masih tertutup. Mungkin dia benar-benar tidak menyukaiku. Dan juga mungkin baekhyun membenciku.
Aniyo, mungkin baekhyun sedang kelelahan, jadi dia tidak bisa mengontrol emosinya. Aku harus berpikir positif, baekhyun itu suamiku. Seburuk apapun perlakuannya padaku saat ini, dia tetap suamiku. Dan mungkin besok sikapnya akan kembali seperti tadi. Aku harus tetap berpikir positif.
Kubuka pintu kamar yang akan menjadi kamarku. Luas, dan aku benar-benar suka dengan warna dinding kamarku ini. hijau. Membuatku tenang dan sedikit melupakan kejadian tadi. Tempat tidur medium size yang terlihat sangat nyaman. Meja rias di samping tempat tidur.
Kubuka jendela kamarku, lalu kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur dan membiarkan jendela kamar tebuka, karena aku ingin merasakan angin malam menerpa tubuhku saat ini.
**
Author Pov
Sooyeon bangun dari tidur nyenyaknya. Diliriknya jam dinding. Masih pukul 05.30. sesekali dia menguap dan merentangkan tangannya. Dai beranjak dari tempat tidurnya dan memutuskan untuk mandi dan membuat sarapan untuknya dan juga untuk baekhyun.
--
Sooyeon berkutat dengan peralatan dapur dan juga beberapa bahan makanan yang telah disediakan. sooyeon memutuskan akan membuat soup pagi ini. karena ini pagi yang sedikit dingin, dan mungkin soup akan membuat pagi ini sedikit hangat dan juga sedikit menghangatkan hati baekhyun yang tiba-tiba bersikap dingin pada sooyeon.
Sooyeon menata masakannya di meja makan. Sooyeon berniat membangunkan baekhyun, namun pintu kamar baekyun terbuka begitu saja saat ia akan mengetuk pintu. baekhun sudah mengenakan pakaian yang rapi. Kemeja berwarna putih yang akan ditutupinya dengan jas berwarna hitam. Baekhyun terlihat sedang berusaha memasang dasi di lehernya. “perlu aku bantu ?” tawar sooyeon. “tidak usah.. aku bisa melakukannya sendiri..” sooyeon mengangguk dan kembali ke meja makan.
Sooyeon mengira baekhyun akan mengikutinya ke meja makan, namun sooyeon salah. Baekhyun berjalan menuju pintu keluar, “setidaknya kau makan dulu sebelum bekerja.. walaupun hanya sedikit, tapi aku yakin itu akan menambah staminamu” ujar sooyeon lembut. Baekhyun berjalan menuju meja makan, dan duduk di depan sooyeon.
Baekhyun melahap makanan buatan sooyeon sampai habis. Baekhyun berdiri dan berjalan menuju pintu, “ah iya, lain kali kau tidak perlu melakukan semua ini” ucap baekhyun sebelum menutup pintunya.
Sooyeon hanya menghela nafasnya. Berusaha untuk tetap sabar dalam menghadapi semua ini. berusaha untuk bersabar dalam menghadapi sikap suaminya yang tiba-tiba berubah seperti ini. atau mungkin sikap baekhyun memang seperti ini sejak awal namun ia sembunyikan dengan senyuman manisnya saat ia berada di depan orang lain selain sooyeon.
Tapi kenapa ? kenapa baekhyun bersikap seperti ini pada sooyeon ?. kira-kira seperti itulah yang saat ini dipikirkan oleh sooyeon.
Sooyeon membereskan meja makan dan mencuci semua mangkuk kotor. “jika memang sejak awal dia tidak setuju dengan ini semua, kenapa dia tidak menolak ? apa dia menerima semua ini hanya untuk menyakitiku ? ani! Aku harus berpikir positif. Mungkin baekhyun belum bisa menerima semua ini! aku yakin lambat laun, dia akan menerima semua ini dan memperlakukanku layaknya seorang istri!” sooyeon berbicara sendiri pada mangkuk yang sedang ia cuci, karena tidak ada seorang pun yang biasa ia ajak bicara di rumah ini.
--
“datanglah ke rumahku~ jebal .. aku kesepian di sini..” pinta sooyeon pada seseorang di seberang sana.
‘…………’
“suamiku sedang sibuk bekerja..”
‘………..’
“ya! Aku hanya memintamu untuk menemaniku di rumah, hanya mengobrol seperti biasa.. aku tidak mungkin melakukan macam-macam di belakang suamiku!”
‘……….’
“gomawo joonmen xD”
‘!@#$%^&*()’
Klik. Sambungan terputus. Sooyeon menyalakan tv sambil menunggu kedatangan teman masa kecilnya itu. “ish~ kebiasaan buruk yang tidak pernah berubah ==’.. dasar joonmen” gerutu sooyeon sambil memindah-mindahkan chanel tv.
Terdengar suara bel, sooyeon bergegas membuakakn pintu dan sooyeon melihat seorang namja tinggi dengan senyuman manisnya yang selalu melekat di bibir tipisnya. “ya, kau lama sekali joonmen..” protes sooyeon sambil mengajak temannya yang dipanggilnya ‘joonmen’ untuk masuk kedalam rumah.
Mereka berdua duduk di ruang tamu. Sooyeon sudah menyediakan minuman dan juga beberapa makanan kecil di sana. “joonmen, kau terlihat berbeda sekarang.. kkk~”
“wae ? aku tampan kan ?”
“==’ ani, kau tampak bodoh joonmen..”
“ya~! Namaku joonmyun, bukan joonmen” protes joonmyun. “tapi aku suka memanggilmu seperti itu”
“panggil aku suho saja, ne ? aku malu jika ka uterus saja memangghilku dengan sebutan joonmen.. itu terdegar sangat konyol”
“ah.. geurae.. suho lebih baik.. hehe”
“dan juga panggil aku dengan embel-embel oppa, jangan pernah lupa, aku ini adalah sunbaemu saat sma dulu”
“jangan memaksa” tolak sooyeon.
Mereka berdua terus mengobrol sampai sore hari. Mereka berdua memang merindukan saat-saat seperti ini, karena ini pertama kali mereka bertemu sejak terpisah(?) selama 6 bulan lamanya.
“ah sudah sore, aku harus pulang.. mungkin eomma ku sudah menungguku di rumah” ucap suho sambil melihat jam tangannya. “makannya cepat menikah, dan yang menunggumu bukan eomma mu, tapi istrimu” goda sooyeon. “hehe… doakan saja..”
Suho hendak membuka pintu, namun pintu sudah ada yang membuka. Dan tampaklah baekhyun sedang berdiri di depan pintu dengan ekspresi dinginnya. Suho berjalan melewati baekhyun. “hati-hati!” seru sooyeon pada suho yang berjalan menjauhi rumahnya. Sedangkan baekhyun masuk kedalam rumah tanpa salam atau ucapan apapun. Tanpa kecupan di kening, apalagi di bibir pada istrinya.
Sooyeon menyiapkan makan malam untuknya dan juga untuk baekhyun. ia terus tersenyum ketika memasak. Ia ingin membuat baekhyun tersenyum karena memakan masakannya.
Sooyeon melihat baekhyun keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju kamar. “baekhyun-ah, makan malam dulu.. sehabis bekerja kau pasti lapar..”
“bukankan tadi pagi sudah kubilang kau tidak perlu bersikap seperti ini kepadaku. Dan juga aku sudah mengatakannya kepadamu, kau tidak usah memperdulikanku atau perhatian kepadaku!”
“tapi aku ini kan istri—“
“kau memang istriku, namun itu hanya sebatas status. Aku sama sekali tidak mempunyai perasaan padamu”
Sooyeon berusaha untuk tersenyum dan menahan air matanya, “kau marah gara-gara tadi ada temanku yang datang kemari ya ? jika kau marah, aku tidak akan mengu—“
“aku tidak marah soal itu. Aku tidak peduli siapa namja tadi dan apa hubungan diantara kalian, aku benar-benar tidak peduli.. apa kau tidak mendengar perkataanku barusan ? aku sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun kepadamu!”
“geurae.. aku mengerti ..” ucap sooyeon dengan suara lirih. Sooyeon duduk di meja makan, sedangkan baekhyun masuk kedalam kamarnya dan juga mengunci pintunya. Sendirian, sooyeon duduk sendirian di meja makan memakan makanan yang ia buat. Dan setelah selesai, sooyeon membuang makanan yang sama sekali tidak disentuh bahkan sama sekali tidak dilirik baekhyun.
“oh tuhan.. aku hanya meminta padamu untuk membuatku lebih sabar dalam menghadapi sikap suamiku.. dan harapanku adalah suamiku dapat bersikap lebih lembut padaku dan menghargai apa yang aku perbuat untuknya.. karena aku benar-benar mencintainya..” sooyeon menarik selimutnya hingga menutupi tubuhnya sebatas dada.
Sooyeon menutup matanya yang sudah basah karena air mata. “aku harap hari esok lebih baik dari hari ini..”
**
“omo~! Aku terlambat” sooyeon bangun dari tidurnya dan sedikit berlari menuju kamar mandi.
Setelah selesai menyegarkan tubuhnya yang sedikit lelah, sooyeon menemukan baekhyun sedang memakan mie instan di meja makan. “mianhae, aku terlambat bangun dan aku tidak sempat memasak..” sooyeon duduk di depan baekhyun dengan tangan yang memegang segelas susu hangat. “untukmu.. tidak baik memakan mie instan..” sooyeon memeberikan segelas susu hangat tadi kepada baekhyun, namun baekhyun tidak meliriknya sama sekali. Justru baekhyun memilih untuk meminum segelas air putih yang ia letakkan tak jauh darinya.
“untukmu saja, kau belum makan apapun” ujar baekhyun lalu berlalu dari hadapan sooyeon. Sooyeon tersenyum kecil dengan mata yang sudah sedikit berair. “gomawo..” ucap sooyeon lirih.
--
Sooyeon duduk di samping baekhyun yang sedang menonton tv. “tidak pergi ke kantor ?” tanya sooyeon hati-hati. Baekhyun tetap fokus pada acara yang dilihatnya. Entah baekhyun mendengarkan pertanyaan sooyeon atau tidak. Atau mungkin baekhyun mendengar perkataan sooyeon namun berpura-pura tidak mendengarnya.
“aku terlambat bangun..” jawab baekhyun. sooyeon sedikit merasa senang karena baekhyun terlihat sudah menganggap dirinya ada.
“ah iya, aku akan mengatakan sesuatu padamu.. kurasa ini waktu yang tepat, karena kulihat suasana hatimu sedang baik..”
“ne.. suasana hatiku sedang baik hari ini.. apa yang mau kau katakan, aku akan mendengarkan semuanya baik-baik”
“dengarkan aku. Jangan banyak bicara padaku jika itu tidak penting. Kenapa ? karena aku tidak suka melihatmu berbicara banyak padaku seolah-olah kau sudah mengenalku sangat lama.. dan sudah aku tegaskan beberapa kali kepadamu. Jangan pernah peduli padaku, jangan pernah bersikap kau perhatian kepadaku. KARENA AKU SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENGHARAPKAN SEMUA PERAKUAN ITU DARIMU”
Baekhyun masuk kedalam kamarnya. Meninggalkan sooyeon yang masih duduk terpaku di ruang tv. “waeyo ? apakah aku salah jika aku memberi perhatian lebih kepada suamiku sendiri ? kenapa dia terlihat begitu membenciku ? apa salahku ? apa kekuranganku ? jika aku tahu apa salahku, aku akanmeminta maaf, dan jika aku mempunyai banyak kekurangan, aku akan bebuat lebih baik lagi..”
Sooyeon hanya bisa duduk di lantai sambil memeluk lutunya. Ia menangis. Namun sooyeon tidak akan pernah menyerah menghadapi sikap suaminya yang seperti ini. sooyeon tahu ia akan bahagia bersama baekhyun. namun sooyeon tahu, ini belum saatnya. Dan sooyeon tahu hari dimana ia akan bahagia bersama baekhyun akan datang. Sooyeon akan terus bersabar hingga hari itu datang. Karena sooyeon percaya tuhan tidak mungkin selamanya membuat hambanya menderita.
Sooyeon juga yakin, suatu saat baekhyun akan mempunyai perasaan yang sama dengan yang ia rasakan. Sooyeon yakin ia akan hidup bagahia dengan baekhyun suatu hari nanti.
-TBC-
Lanjut nggak nih ? kalo dipikir-pikir.. ini ff gaje nya luar biasa =_=a.. a-yo, RCL ya~ walopun gaje bin aneh, tapi tetep kudu RCL *maksa xD*. Kalo respon nya bagus + yg like nyampe 50 lebih #Abaikan ini *ngarep banget sih elu thor *, bakal dilanjut..
Ok, C U next time ^^ *tarik baekhyun*

lanjut dong tjorrr jeball :D kok baekhyunnya jahat sih :(
BalasHapusudah ada lanjutannya ^^
BalasHapuscari aja di ff library ^^