Tittle : My Little Family
Author : Okky Oktavia
Rating : PG-15
Genre : AU, romance
Length : OneShot
Main cast : Byun Baekhyun, Lee Sunmi
Support cast : find it by yourself
Disclaimer : BAEKHYUN is MINE!! DON’T TOUCH BAEKHYUN #plakk. This story
is mine
Warning[!] : badfic, OC, OOC
**
“silahkan mencium pasangan”
ujar sang pastor. Dengan perlahan, Baekhyun,
sang mempelai pria mendekatkan wajahnya ke wajah mempelai wanita, lee Sunmi. Sunmi
memejamkan matanya, bukan ia menikmati, tapi ia sungguh tidak mau bibirnya
disentuh oleh namja yang menyebalkan, menurutnya.
“ya! Tenang saja, mana mau
aku mencium yeoja sepertimu!” bisik Baekhyun saat wajahnya dengan wajah Sunmi
hanya berjarak 1cm saja. Sunmi memeletkan lidahnya, “memangnya siapa juga yang
mau dicium olehmu! Lebih baik aku mencium anak ayam milik tetanggaku” balas Sunmi
dengan suara sepelan mungkin dan juga wajah yang memerah. “hey~ tapi wajahmu
merah, apa kau menyukaiku ?” goda Baekhyun masih berbisik. “mwo ? bab—“ Baekhyun
langsung menempelkan bibirnya yang membuat wajah Sunmi semakin memerah.
Semua orang yang melihat
kedua mempelai sedang berciuman, semuanya bertepuk tangan. karena semua acara
dilaksanakan dalam satu hari, dan tempat yang sama, dari pengucapan janji
hingga resepsi, semuanya dilakukan di halaman belakang rumah Sunmi yang sangat
luas. Banyak tamu yang datang, mulai dari rekan bisnis keluarga orang tua yang
menikah, teman-teman Sunmi dan Baekhyun, bahkan guru-guru pun datang.
Wajar saja, mereka kan baru
satu minggu lulus dari SMA. Semua orang tidak menyangka kalau tom and jery di
sekolah mereka, di seoul highschool, sepasang anak manusia yang jarang sekali
terlihat akur, akan menikah dalam waktu secepat ini. takdir kah ? atau, paksaan
?
**
“ah.. akhirnya semuanya selesai…” ujar Baekhyun sambil merebahkan
tubuhnya di tempat tidur di rumah barunya. Ya, dengan jahatnya, kedua orang tua
mereka langsung memberikan rumah untuk pengantin baru itu dan langsung
‘mengusir’ mereka untuk pergi ke rumah baru nya. Rumah sederhana yang cocok
untuk pengantin baru.
Sunmi yang masih mengenakan gaun pengantin yang super berat
berkacak pinggang di dekat tempat tidur. Memelototi Baekhyun yang sudah
berganti pakaian. “ya! Neo, keluar, aku mau ganti baju !” Baekhyun bangun dari
tidurannya. “mwo ? aku kan suamimu, untuk apa aku keluar”
“aish.. neo! Kalau bukan karena anak hilang itu, ini semua tidak
akan terjadi !”
“haha.. kau benar Sunmi, kalau bukan anak itu, ini tidak akan
terjadi, dan aku masih bisa bebas melakukan apapun sesuai yang kuinginkan..”
Flashback
Beberapa hari setelah kelulusan diumumkan, Sunmi dan Baekhyun pergi
berdua ke game center, catat, bukan untuk kencan, tapi untuk melakukan taruhan.
Siapa yang menang, boleh mejadikan yang kalah sebagai pembantu selama seminggu.
Ketika mereka sedang berdebat tentang game apa yang akan mereka mainkan,
seorang anak kecil, namja menarik ujung baju Sunmi dan Baekhyun. Otomatis, yang
empunya baju melirik ke bawah dan melihat si anak kecil yang sedang terisak.
Lalu Baekhyun dan Sunmi saling memandang, “kau yang urus!” ucap mereka berdua
serentak. Si anak kecil itu menangis dengan suara cemprengnya yang membuat
mereka menjadi pusat perhatian di game center.
Baekhyun dan Sunmi terus berdebat, dan anak kecil itu terus
menangis. “dasar anak muda, tidak kasihan apa pada anaknya, bertengkar di depan
anak sendiri, itu tidak baik..” cibir seorang ajushhi yang lewat di hadapan
mereka. Sunmi dan Baekhyun berhenti berdebat.
Baekhyun menggendong si anak hilang dengan satu tangannya dan
tangannya yang satu lagi menarik tangan Sunmi. Mereka masuk ke dalam mobil
milik Baekhyun, dan Baekhyun melajukan mobilnya ke rumahnya.
-rumah Baekhyun-
Di rumahnya, Baekhyun menurunkan anak kecil itu. Anak itu diam
memerhatikan orang dewasa yang sedang berdiri di hadapanya. Sunmi berjongkok,
sedangkan Baekhyun mengalihkan pandangannya kea rah lain.
“di mana rumahmu ?” Tanya Sunmi lembut. “aku dari panti asuhan di
busan” jawab anak itu. “kalau begitu ayo kita antarkan!” saran Baekhyun. Tap
tap tap. Terdengar suara langkah kaki yang menuruni tangga. Baekhyun dan Sunmi
menoleh kearah tangga. “umma!” seru Baekhyun dan Sunmi bersamaan setelah
melihat umma nya sedang mengobrol. Umma Sunmi dan Baekhyun langsung tersenyum
aneh. “sudah kubilang, mereka pacaran kan ?” ucap umma Baekhyun tegas. “ahah..
ne, sekarang aku percaya.. omo~ lihat mereka juga sudah mengurus seorang anak
kecil..” timpal umma Sunmi.
“ani umma~! Dia anak hilang, dan kami mau mengembalikannya ke
rumahnya..” sangkal Sunmi sambil menunjuk-nunjuk anak kecil yang lucu itu. Baekhyun
hanya diam. “berarti kita sepakat ya~!” kata umma Baekhyun pada umma Sunmi, dan
mereka bersalaman, entah apa yang mereka rencanakan.
Setelah kejadian itu, terjadilah hal yang tidak mereka inginkan, pernikahan.
Entah sejak kapan umma mereka merencanakan ini.
Flashback end
“aish.. semuanya gara-gara anak itu! Ah.. kau masih ingin bebas kan
? silahkan saja, aku tidak akan mengaturmu.. mau bersama yeoja atau namja, itu
terserah padamu”
“aku mau ganti baju, kau bisa keluar ?” kata Sunmi, lagi. Baekhyun
tersenyum seduktif. “tapi aku ingin bersama dengan istriku” ucap Baekhyun
manja. “shireo! Bukannya kau mau bebas tadi ? sana pergi bermain bersama teman
namja atau teman yeoja mu!”
“ya~! Kalau aku bermain bersama yeoja, apa kau tidak cemburu ?”
“untuk apa aku cemburu.. aku tidak mempunyai perasaan apapun
padamu, kau juga begitu kan ? sejak dulu, kita ini hanya saingan dalam hal
apapun, tentu kau ingat bukan ?”
“aish.. walaupun seperti itu, hargailah aku sebagai suamimu,
walaupun terpaksa..” Baekhyun merajuk sambil mengalihkan pandangannya ke arah
lain. Melihat Baekhyun ynag bersikap seperti itu, Sunmi menjadi sedikit merasa
bersalah. Sunmi berjalan mendekati Baekhyun yang kini duduk di pinggiran tempat
tidur. Sunmi memegang pundak Baekhyun yang memunggunginya. “mianhae, kurasa
kata-kataku barusan terlalu kasar, mianhae” Baekhyun tetap pada posisinya, ia
tidak menoleh sedikitpun pada Sunmi.
“aish.. geurae, yeobo, bisa keluar sebentar? Aku mau ganti baju
dulu.. kau tidak kasihan padaku, huh ?” ucap Sunmi yang langsung ingin menggaruk
bibirnya karena merasa aneh setelah melontarkan beberapa patah kata seperti
tadi. Baekhyun menoleh dan tersenyum aneh. “mwo ?” Tanya Sunmi heran. “coba
sekali lagi katakan ?” Baekhyun tersenyum jahil. “eh ? jadi kau pura-pura marah
tadi ? aish ! cepat keluaaarrr!” Baekhyun berdiri dan berlari keluar kamar,
sebelum benar-benar keluar, sebuah bantal jjinbang berhasil mendarat di kepala Baekhyun.
Untung hanya sebuah bantal, kalau batu ? bayangkan sendiri bagaimana rasa
sakitnya -__-“.
Sunmi mendekat ke pintu kamar, menutupnya rapat-rapat dan
menguncinya, berjaga-jaga kalau nanti ‘Baekhyun genit’ mengintip, itu panggilan
Sunmi pada Baekhyun saat mereka masih sekolah.
Sunmi mulai melepaskan balutan kain di tubuhnya. ‘mimpi kah aku
menikah dengannya ? ani.. ini nyata..’ gumam Sunmi.
Degg
Degg
‘apa ini ? ada apa denganku ? perasaan apa ini ?’ Tanya Sunmi dalam
hatinya sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang. ‘apa aku …..? ani! Itu
tidak mungkin!!’ sangkal Sunmi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sunmi
membuka koper dan mencari pakaian yang belum sempat ia bereskan. Sunmi memakai
celana selutut dan kaos lengan pajang. Sunmi melangkahkan kakinya keluar kamar.
Di ruang tengah, Sunmi melihat Baekhyun tertidur di sofa dan tv
masih menyala. Lalu ia melirik jam dinding. ‘pukul 19.45’ gumam Sunmi, lalu
melangkahkan kakinya ke dapur, berharap ada makanan atau bahan makanan di sana.
Sunmi tersenyum senang setelah melihat kulkas telah terisi penuh dengan bahan
makanan. Orang tua Sunmi dan Baekhyun ternyata sudah mempersiapkan semuanya
sampai sedetail itu. Saat ini Sunmi merasa berterimakasih karena mempunyai
orang tua seperti mereka yang begitu perhatian.
Sunmi mengeluarkan beberapa bahan makanan dan mengolahnya menjadi
makanan yang bergizi dan penuh nutrisi*apaini?*. Sunmi menatanya di meja makan.
“ya~ ireona, kau tidak lapar ?” Sunmi mengguncangkan pelan bahu
suaminya*cieee* yang sedang terlentang di sofa. “enghh…” lenguh Baekhyun lalu
bangun dan duduk di sofa sambil menatap kosong, pertanda nyawanya belum
berkumpul seluruhnya. Dengan langkah sedikit malas dan kantuk yang berat, Baekhyun
mengikuti Sunmi dan duduk di kursi meja makan.
“bagaimana ?” Tanya Sunmi pada Baekhyun yang sedang melahap makanan
buatannya. Baekhyun hanya memberikan 2 jempolnya, lalu kembali makan. Sunmi
tersenyum puas. Entah kenapa Sunmi merasakan seperti itu, bukankah Sunmi masih
sedikit tidak menyukai Baekhyun saat pernikahan mereka berlangsung ? buktinya,
di altar pun, mereka sempat saja berdebat hal yang tidak penting.
Tapi, sekarang Sunmi selalu merasakan perasaan aneh. Sebentar saja
ia tidak melihat Baekhyun, ia merasakan perasaan rindu, seperti sudah lama
tidak melihat. Aneh, pikir Sunmi.
Baekhyun berdiri dari meja makan dan berjalan menuju kamar. “ya!
Mau kemana ?” seru Sunmi. Baekhyun menoleh, “ke kamar.. aku masih ngantuk”
sahut Baekhyun. “mwo ? jadi aku yang harus membersihkan semua ini ?” protes Sunmi.
“ya tentu saja, kau kan sekarang ibu rumah tangga” ejek Baekhyun. “aish..
setidaknya kau menyikat gigimu sebelum tidur..”
Baekhyun berjalan mendekati Sunmi yang sedang membereskan
piring-piring kotor. “wae?” Tanya Sunmi, merasa heran dengan tingkah Baekhyun
yang aneh. “kau perhatian sekali padaku” ujar Baekhyun. Sunmi langsung menatap Baekhyun
dan memasang tampang datar. “wae ? kenapa wajahmu seperti itu ?” Tanya Baekhyun
dengan kerutan di dahinya. “gosok gigimu sana! Mulutmu bau” kata Sunmi sambil
menutup hidungnya. Baekhyun pun menyerah dan berjalan ke kamar mandi.
“tidak tidur ?” Tanya Baekhyun setelah selesai menggosok giginya
pada Sunmi ynag sedang menonton tv. “aku belum ngantuk..” sahut Sunmi tanpa
mengalihkan pandangannya dari layar tv. Mendengar jawaban Sunmi, Baekhyun
berjalan menuju satu-satunya kamar yang ada di rumah mereka. Baekhyun tidak
menutup pintu kamarnya, kalau saja Sunmi berubah pikiran dan akan tidur.
Sunmi sedang menonton tv dengan hati yang berdegup kencang. “aish..
kau kenapa Sunmi? Bukankah sejak dulu dia adalah sainganmu? Bukankah selama
sekolah kau dan Baekhyun tidak pernah akur ? tapi, kenapa sekarang sifatnya
melunak seperti itu ? kenapa dia jadi bersikap lembut padamu Sunmi ?” ujar Sunmi
dalam hatinya. Sunmi melirik kamarnya yang masih terbuka. Sunmi bisa melihat
sosok jangkung sedang terbaring di kasur. “apa aku harus tidur dengannya ?
aniyo!” Sunmi mengendap-ngendap masuk kedalam kamarnya dan Baekhyun, berusaha
tidak menimbulkan suara sedikitpun. Sunmi mengambil bantal jjinbang
kesayangannya di kasur dan juga mengambil selimut yang ada di kopernya. Lalu Sunmi
kembali keluar kamar dan memutuskan untuk tidur di sofa sambil menonton film
action kesukaannya.
Sunmi mematikan tv karena rasa kantuk sudah menyerangnya. “hhh..
semoga tidak ada maling” gumam Sunmi sebelum menutup matanya.
Baekhyun Pov
Aku mengerjapkan mataku beberapa kali untuk membiasakan mataku yang
baru terbuka dengan cahaya yang ditimbulkan oleh matahari? Tidak, kurasa ini
hanya lampu kamar yang terlalu terang. Kulirik di sebelahku, tidak ada
siapa-siapa. Kemana yeoja itu ?
Badanku pegal rasanya. Kulirik jam dinding di kamarku, ah..
ternyata baru pukul 23.25. aku haus. Dengan berat kulangkahkan kakiku ke dapur.
Di ruang tengah, tepatnya di sofa di depan tv, kulihat ada gumpalan di bawah
selimut. Dapat kupastikan itu adalah Sunmi. “ya~ kenapa tidur di sini ?” Tanya
ku sia-sia, karena ia tidak bergerak sama sekali, apalagi menjawab
pertanyaanku.
Kulanjutkan langkah kakiku menuju dapur dan meneguk segelas air
untuk menghilangkan rasa haus yang kurasakan. Aku akan kembali tidur di kamar,
tapi kulirik sesosok manusia sedang meringkuk di sofa dan di bawah selimut
tipis. Dan parahnya sesosok itu adalah seorang yeoja ynag berstatus sebagai
istriku.
“kenapa tidur di sini sih..” gumamku sambil mengangkat tubuhnya
dari sofa. aku tidak menyangka tubuhnya seringan ini. aku kira dia berat.
“maling… ngghhh…..” aku menatap wajahnya yang sedang tertidur. “aigo~ pasti kau
kelelahan sampai berbicara saat tidur”
Kurebahkan tubuhnya yang ringan itu di kasur. Aku pun ikut
merebahkan tubuhku di sampingnya, jangan berpikir macam-macam, aku membatasi
jarak diantara kami dengan guling. “aku tidak menyangka sainganku selama di
sekolah kini adalah istriku”. Kututup kembali mataku, karena kantuk sudah mulai
menyerangku kembali.
Author pov
Sunmi mengerjap-ngerjapkan matanya, bukan karena sinar matahari
yang mamaksa masuk ewat jendela kaca kamarnya, akan tetapi karena suara alarm
yang berasal dari handphone Baekhyun. “dasar, alarm sekeras itu tapi tidak
bangun juga” gerutu Sunmi. Sunmi baru sadar sepenuhnya, dan mata Sunmi langsung
terbuka seluruhnya. Sunmi menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan Sunmi
bernafas lega karena ia masih berpakaian lengkap. Akan tetapi Sunmi menemukan Baekhyun
yang memeluk pinggangnya dengan mata yang masih tertutup. Sunmi mencoba duduk
di kasurnya. Sunmi melirik jam dinding. “baru pukul 05.00” gumamnya. Tangan Baekhyun
masih melingkar di pinggang Sunmi. Sunmi menatap wajah suaminya yang sedang
tertidur. “neomu kyeopta” ujar Sunmi dengan suara pelan. ‘mwo ? apa yang aku
katakan barusan ? apa jangan-jangan, aku sudah mulai menyukainya ? apa benar?
Molla.. aku masih pusing…’.
Sunmi mengelus puncak kepala Baekhyun. “kurasa benar, aku sudah
mulai menyayangi suamiku ini. namun, yang masih tidak aku percaya, kenapa aku
merasakannya secepat ini.. bukankah saat pernikahan berlangsung, aku masih
tidak memiliki perasaan apapun padanya, tapi.. sekarang aku…” Sunmi memegangi
dadanya yang berdegup kencang.
Sunmi menghentikan aktifitasnya mengelus-ngelus rambut Baekhyun,
dan dengan perlahan ia melepaskan tangan Baekhyun yang meingkar di pinggangnya,
agar Baekhyun tidak terbangun dari tidurnya. Setelah berhasil menyingkirkan
tangan Baekhyun, Sunmi berdiri dan langsung mandi.
Tidak lama kemudian, Sunmi selesai mandi dan melihat Baekhyun masih
tertidur, “apa dia begitu kelelahan ?” Tanya Sunmi pada dirinya sendiri. “kalau
begitu aku harus memasak makanan yang special untuknya” Sunmi mengambil
mantelnya yang ia gantung di capstok di belakang pintu kamarnya. Sunmi pergi ke
super market setelah melihat jam, jam menunjukan pukul 06.00.
Sebelum pergi ke super market, Sunmi pergi ke rumah mertuanya
terlebih dahulu. Ia akan menanyakan apa yang Baekhyun sukai dan apa yang Baekhyun
benci. Sunmi memutuskan, ia akan berusaha menjadi istri yang baik.
Di super market Sunmi membeli bahan-bahan makanan yang ia butuhkan.
Setelah sekiranya cukup, Sunmi berjalan ke kasir dan membayar semua
belanjaannya.
“aku harus bergegas, ini sudah jam 8, mungkin Baekhyun sudah
menungguku, mungkin dia kebingungan karena aku sudah tidak berada di rumah” Sunmi
sedikit berlari menuju rumahnya.
Di teras rumahnya, Sunmi melihat sepasang sepatu yeoja. Sunmi
mengerutkan keningnya, “aku tidak pernah memiliki sepatu seperti itu, apa ada
tamu ?” untuk memastikan, Sunmi langsung masuk ke dalam rumah.
Sunguh, Sunmi enggan melihat suasana seperti ini. Sunmi melihat
suaminya, Baekhyun, sedang disuapi oleh seorang yeoja. Yeoja itu sangat cantik,
tubuhnya tinggi semampai, langsing dan juga rambut panjang indahnya dibiarkan
tergerai. Dengan perlahan Sunmi melangkahkan kakinya ke dapur. Baekhyun
menyadari keberadaan Sunmi. “ah.. kau dari mana ? saat bangun tadi, aku
mencarimu” Tanya Baekhyun dengan mulut penuh makanan yang disuapkan oleh yeoja
yang belum diketahui identitasnnya oleh Sunmi. Sunmi menjawab pertanyaan Baekhyun
dengan senyuman tipis. “aku baru dari super market”
“kenapa begitu lama ? aku hamper mati kelaparan..”
“banyak yang harus aku beli. Kau kan sedang makan, jadi kau sudah
tidak merasakan kelaparan lagi, kan ? kalian, lanjutkan saja, aku mau ke dapur
dulu, banyak sekali yang harus aku bereskan..” Sunmi berjalan dengan langkah
gontai menuju dapur.
Di dapur, Sunmi duduk di lantai sambil memeluk lututnya, “kenapa
begitu sakit ? padahal, aku sendiri yang membiarkannya bebas.. tapi, aku tidak
menyangka rasanya akan seaakit ini..” Sunmi memegangi dadanya, lalu menyeka air
matanya yang sempat membasahi wajah cantiknya.
Sunmi bangun dari duduknya dan membersihkan bajunya yang sedikit
kotor. “kenapa aku seperti ini ? bukankah itu keinginanku dan juga dia ? aku
harus mempertanggungjawabkan omonganku sendiri.. biarlah mereka
bersenang-senang.. I don’t care” ucap Sunmi panjang lebar di dalam hatinya. Dengan
sedikit kasar, Sunmi memotong-motong sayuran tanpa dosa itu.
Cukup lama Sunmi berkutat dengan pisau dan juga sayuran yang sudah
tidak berbentuk lagi. Masakan Sunmi tak kunlee selesai. Tanpa Sunmi duga, Baekhyun
sudah ada di hadapannya, memperhatikan Sunmi yang sedang memotong-motong
sayuran. “kau mau memasak, Sunmi-ah?” Sunmi mengangguk pelan tanpa memandang
wajah Baekhyun yang sedang memerhatikannya. “memasak apa ?”
“apa saja, yang penting aku bisa makan”
“mau kubantu?”
“ani.. tidak usah.. Baekhyun, meninggalkan tamu itu tidak baik lho”
ujar Sunmi dengan senyum yang dipaksakan. Baekhyun berjalan dan berhenti tepat
di samping Sunmi. “dia sudah pulang, suaminya menyuruhnya pulang, padahal aku
masih mau makan disuapi oleh bibiku yang satu itu..” Sunmi tetap pada
pekerjaannya dan tidak memperdulikan ucapan Baekhyun. “hey, kau kenapa Sunmi-a
? tidak biasanya seperti ini?” Tanya Baekhyun polos, sungguh polos. “gwenchana”
sahut Sunmi sambil memasukan sayuran yang tadi ia potong-potong ke dalam kulkas
dan mengambil sepotong buah apel.
Sunmi berjalan meninggalkan Baekhyun yang masih berdiri mematung di
dapur. Sunmi duduk di kursi yang ada di balkon rumahnya, Baekhyun mengikutinya
dan duduk di samping Sunmi. “kau… cemburu?” tukas Baekhyun. Sunmi langsung
menatap Baekhyun, “mwo? Tidak mungkin..” sahut Sunmi sambil memasukan potongan
apel ke dalam mulutnya. “jeongmal?” goda Baekhyun. Sunmi mengangguk. Baekhyun
terus menatap Sunmi, membuat Sunmi sedikit risih. “kenapa kau berubah seperti
ini? kau tahu, kau aneh… dulu, kau sainganku dan juga sering menjahiliku,
sering berdebat denganku, kenapa kau berubah ?”
“aku hanya ingin jadi pendamping yang pantas untukmu..” sahut Baekhyun
yang membuat membuat Sunmi balas menatapnya. “neomu isanghae..” ucap Sunmi
singkat. Baekhyun memegang pundak Sunmi erat. Memosisikan tubuh Sunmi menghadap
ke tubuhnya. “wae ? kau tidak suka aku berubah ? kau tidak suka aku berbuat
baik padamu ? apakah salah jika aku ingin menjadi suami yang baik untukmu?
Apakah salah ?” bentak Baekhyun yang membuat Sunmi menundukkan kepalanya.
“angkat kepalamu saat suamimu bicara Sunmi-a!” Sunmi mengangkat kepalanya,
cairan bening sudah memenuhi mata indah Sunmi.
“mian.. aku.. aku—“
“ani.. jangan minta maaf, aku yang salah.. tidak salah jika kau
ingin berubah.. dan kau sukses melakukannya secepat ini.. tapi, aku bukan menyalahkanmu,
bukan aku tidak menyukai perubahanmu, namun aku hanya sedikit belum terbiasa.. tapi
aku akan berusaha untuk membiasakan diriku dengan perubahanmu..”
“Sunmi-a.. kau juga berubah…”
“eh? Aku ?” Baekhyun mengangguk. “ne, kau pun sama, sekarang kau
selalu bersikap lembut padaku, aku semakin mencintaimu” ucap Baekhyun
keceplosan, kini ia menutup mulutnya sendiri. “mwo?!”
“hh.. baiklah aku ketahuan sekarang.. aku memang sudah mencintaimu
sejak lama.. aku bersikap buruk padamu agar aku selalu diingat olehmu, walaupun
aku hanya diingat sebagai namja yang buruk olehmu..” Baekhyun berdiri dan
hendak berjalan meninggalkan Sunmi sendirian, namun Sunmi menahan Baekhyun
dengan memegang erat pergelangan tangan Baekhyun. Baekhyun menoleh, “kalau aku
mengatakan aku juga sudah mengagumimu, mencintaimu, menyukaimu sejak dulu?
Sejak pertemuan kita saat masa orientasi” Baekhyun tersenyum setelah
mendengarkan perkataan Sunmi.
“jinja?” Sunmi mengangguk. Baekhyun menarik Sunmi ke dalam
pelukannya. “saranghae chagi..”
“nado saranghae oppa…” balas Sunmi dengan membalas pelukan Baekhyun.
Baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap istrinya lekat. “kenapa menatapku
seperti itu ? aku jelek ya ?”
Baekhyun menggeleng, “ani.. kau bahkan lebih cantik dibandingkan
dengan bidadari sekalipun, kau istriku yang paling cantik.. saranghae” Sunmi
menundukan kepalanya, ia merasa senang dengan Baekhyun yang seperti ini.
Baekhyun memegang dagu Sunmi dan membuat Sunmi menatapnya. “our
second kiss” kata Baekhyun dengan senyuman menggoda, lalu melumat bibir
istrinya. Tangan Baekhyun tidak tingal diam, jari-jari lentik Baekhyun mengelus
perut Sunmi, membuat Sunmi mendorong tubuh Baekhyun hingga tautan bibir mereka
terlepas, “oppa, apa yang kau lakukan?!” Tanya Sunmi dengan wajah memerah. “aku
hanya menginginkan kehadiran malaikat kecil di keluarga kita, aku ingin Baekhyun
junior”
“eh.. eh eh oppa! Ya~! Turunkan aku !!” Sunmi sedikit berteriak
ketika bakhyun menggendongnya dengan bridal style. Baekhyun menggendong Sunmi
dan masuk kedalam kamar mereka.
‘BLAMM’
Epilog
“oppa, ireona.. ini sudah siang, kau tidak pergi ke kantor umm?” Sunmi
membangunkan suaminya, Baekhyun dengan suara lembutnya. “ngghh… morning
chagi..” ucap Baekhyun dengan mata setengah terbuka. “morning oppa”
Baekhyun menyentuh bibirnya sendiri dengan jari telunjuknya,
“mwoya?”
“morning kiss” pinta Baekhyun. “shireo~!”
“kau berani menolakku, hemm? Sudah berani rupanya…” Baekhyun bangun
dan memegang pipi Sunmi, sedetik kemudian, bibir mereka bertaut.
‘BRAKK’
“eomma! Appa! Aku lupa mengerjakan pr mate—“ ucapan seonghyun, Baekhyun
junior, hasil dari cinta mereka, langsung membungkam mulutnya sendiri. Anak
lelaki yang baru menempati bangku sekolah dasar. Baekhyun dan Sunmi terkejut
dan melepaskan tautan bibir mereka. Seonghyun menutup kembali pintu kamar orang
tuanya.
“omo~ apa itu tadi =__=’ seharusnya aku mengetuk pintu dulu”
seonghyun berjalan dengan kaki gemetar ke kamarnya, karena mata sucinya telah
melihat scene berbahaya.
END

wah, bagus banget thor! ceritanya simpel tp menarik ^^ i like this.
BalasHapustapi masa saya gabisa ngebayangin baekhyun gara2 backgroundnya suho! jd kebayang2 suho muluuuu~ suho mengalihkan pikiranku #eaea mian thor, wkwk.
Haha.. Gwenchana xD .. Gomawo ya udah mau komen :D
Hapusbagus aku suka
BalasHapusHaha lucu banget ceritanya,, dan romantis
BalasHapuswkwkwkwkkw....
BalasHapuslucu bnget,,,coo cweeett :D
Waaaaaaa, keren. Pas baca ini, aku ketawa ketawa sendiri. Kaya org gila. Hahahahhaha
BalasHapusHaha
BalasHapusLucu pas bagian akhir nya. Keren ff nya ka😚
BalasHapus