Tittle : My Baby Loved | chapter 4 | hey, I'm jealous to see you like that .. do you not understand?
Rating : G
Genre : AU, Romance, Angst
Length : chaptered (4 of ?)
Cast :
1. Han Minchan (OC)
2. Jo YoungMin
3. Han MinWoo (OC)
4. Jo KwangMin
5. Lee Chanhee (ChunJi)
*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje
**
Previous Chapter …….
“biar aku saja yang membuka pintu…” kata minchan sambil mengikat rambut sebahu nya.
Minchan berjalan menuju pintu apartemen. Sedangkan youngmin dan kwangmin berjalan menuju ruang tv untuk menonton acara favorit mereka, pikachu vs winnie the pooh*haha*.
Minchan memegang handle pintu dan. ‘cklek’. Pintu apartemen terbuka. Minchan mendpati seorang namja yang sebenarnya masih ia cintai, tapi rasa sakit hati yang namja itu ukir di hati minchan lebih besar dari rasa cinta minchan yang begitu besar kepada namja itu.
“mau apa kau kesini ?!” tanya minchan sinis.
“aku ………….”
Chapter 4 begins now !!
My Baby Loved | hey, I'm jealous to see you like that .. do you not understand?
“kau mau apa ? tahu dari mana aku tinggal disini ?” tanya minchan memotong perkataan chunji. Chunji memasang wajah santai nya. “aku hanya ingin menyelesaikan apa yang belum selesai”.
“apanya yang belum selesai ? semuanya sudah berakhir setahun lalu !”
“tapi dulu kau belum mendengarkan penjelasanku!”
“untuk apa aku mendengarkan penjelasanmu, toh semuanya sudah jelas kan ?”
Orang yang berlalu lalang di depan apartemen minchan memerhatikan perdebatan mereka. Chunji memberi isyarat untuk masuk ke apartemen kepada minchan. Minchan dan chunji masuk, minchan langsung menutup rapat pintu apartemen. Mereka berdua duduk di ruang tamu.
“kenapa kau ikut masuk, sana pergi !”
“tapi chagi, aku masih sangat mencintaimu!”
“mwo ? chagi ?? masih berani memanggilku seperti itu ? kau tidak punya hak memanggilku seperti itu !”
“kau salah ! aku masih punya hak memanggilmu seperti itu, karena kau masih yeojachinguku sampai sekarang ! dulu kau memutuskan ku secara sepihak, dan sampai sekarang aku tidak bisa bersama yeoja lain selain kau !”
“mwo ? tidak bisa bersama yeoja lain selain aku ? lalu yang dulu ? cih, dasar pembohong !”
“yeoja itu adalah noona ku minchan .. dia sedang bersedih karena ditinggalkan namjachingunya ! wajar kan kalau aku memeluknya ?!”
“==’ terserah apa katamu lah !”
“hey, kau masih mencintaiku kan ?”
“anii!!” kata minchan dengan malu-malu dan juga sedikit senyuman.
“hey, terlihat sekali kau bohong!” chunji langsung memeluk minchan erat. Sangat erat.
“ya! Apa yang kau lakukan?!!! Lepaskan !!!” teriak minchan.
--
“hyung, sebenarnya kenapa minchan noona menangis ?” tanya kwangmin pada youngmin yang sedang asyik menonton acara favorit mereka. Youngmin langsung mmenoleh ke arah kwangmin. youngmin menatap kwangmin penuh misteri. “yaaa! Hyung kau kenapa?!” kwangmin agak takut dengan tatapan hyung nya saat ini. Youngmin terus menatap kwangmin dan terus mendekatkan dirinya pada kwangmin, kwangmin mundur sedikit demi sedikit. “hyung, aku takut padamu !” kata kwangmin pasrah. “hahahahahahahaha!!!!! Ekspresimu lucu sekali ! dasar dongsaeng, makanya pikiranmu itu berdihkan dari hal-hal yang bermacam-macam!” kwangmin memanyunkan bibirnya. “ehe.. mian, tadi kau mau tahu kenapa minchan menangis .. iya kan ?”
“tidak jadi !” kwangmin pura-pura marah
“ah .. jinja ? geurae .. takkan kuceritakan .. padahal ceritanya sangat menarik .. sayang sekali kau tidak tertarik sama sekali ..” sesal youngmin. Mata kwangmin yang belo semakin belo(?). kwangmin kembali duduk di dekat hyung nya. “ayo ceritakan hyung !” kwangmin kembali bersemangat.
“wani piro ?!”
“halah hyung, cepatlaah ….!”
“ahaha… ne,, dengarkan baik-baik ya ..” kwangmin mengangguk pasti.
“pada suatu hari …….” Youngmin mulai bercerita.
“ya … hyung serius dong !”
Youngmin memanyunkan bibirnya. “aku kan sedang bercerita ! dengarkan baik-baik!”
“ne,, ne.. ppali!”
“di hari itu, minchan sedang berlayar di kapal besar dengan namjachingu nya .. mereka sangat mesra! Jujur saja, Aku saja sedikit cemburu mendengarnya! Semua pasangan iri kepada mereka. Dan suatu malam.. kapal besar yang mereka tumpangi menabrak gunung es!” cerita youngmin dengan suara yang dibuat setegang mungkin.
‘kurasa aku mengetahui cerita itu … tapi , apa ya …?’ pikir kwangmin.
“kapal yang mereka tumpangi menabrak karang es dan kapalnya terbelah mencadi 2.. minchan selamat tapi namjachingunya.. dia tidak selamat, namjachingunya tenggelam karena tubuhnya membeku karena kedinginan .. jadilah minchan menangis… tamat ..” youngmin mengakhiri cerita konyolnya.
Kwangmin masih berpikir keras, kwangmin merasa itu cerita sangat familiar. “siapa nama namjachingu minchan noona ?” tanya kwangmin.
“leonardo DeCaprio” jawab youngmin singkat, dan langsung tertawa setelah meliihat kwangmin yang tertipu olehnya.
“hyuuunggg!!!”
“ah .. ne .. cerita sebenarnya, minchan itu setahun lalu punya namjachingu, saat minchan menunggu namjachingunya, minchan melihat namjachingunya memeluk yeoja lain dan minchan langsung meninggalkan tempat itu. Sore nya, namjachingu atau bisa disebut calon mantan namjachingu minchan itu, mengajak minchan untuk berkencan, namjachingunya akan menjemputnya, tapi minchan menolak. Sesampainya minchan di kafe dimana ia janjian, minchan langsung memutuskan namjachingunya itu secara sepihak tanpa mendengarkan penjelasan namjachingunya…. Begitulah …” youngmin bercerita panjang lebar.
Kwangmin manggut manggut. “begitu ya hyung … apa hyung cemburu mendengarnya ?” tanya kwangmin yang membuat youngmin terkejut.
“mwo ? untuk apa aku cemburu ?” wajah youngmin sedikit memerah. Sudah terlihat, youngmin memang menyukai minchan, namun youngmin selalu saja mengelak dan membantah hatinya sendiri kalau dirinya memang menyukai minchan, teman seapartemennya.
“hyung cemburu karena menyukai minchan noona .. iya kan ? apa hyung sudah melupakan ‘yeoja itu’ ?”
“he ? aku menyukai minchan ? babo, dia itu temanku, mungkin saja aku menyukainya, tapi …… tapi dia adalah teman yang berharga bagiku.. dan satu lagi, jangan bicarakan atau tanya lagi apapun soal ‘yeoja itu’, sejak dulu aku sudah melupakannya !”
“geurae…. Secepat itu kah hyung ? memang itu terjadi 2 tahun lalu, tapi, apakah itu terlalu cepat?”
“wae ? aku kan juga ingin hidup bahagia ! aku tidak mau hidup larut dalam kesedihan yang berlangsung lama! Sudahlah .. jangan membicarakan orang yang sudah tiada , itu tidak baik …”
“ah … baiklah hyung … aku tidak akan membicarakan ‘yeoja itu’ lagi dihadapanmu …”
“bagus kalau kau mengerti, kau memang dongsaeng yang pengertian ^^” kata youngmin sambil merangkul pundak kwangmin.
Mereka kembali menonton tv. “hyung ? minchan noona bukannya tadi membuka pintu ? tapi kenapa dia belum kembali ?”
“mungkin dia sedang mengobrol dengan tamu” jawab youngmin. Youngmin berdiri dan berjalan menuju dapur. “hyung ? mau kemana ?”
“aku mau mengantarkan minum untuk tamu ..”
Youngmin melanjutkan berjalan ke dapur dan menuangkan 2 gelas air putih di gelas. Dan youngmin langsung mengantarkannya ke ruang tamu.
--
Youngmin memasuki ruang tamu dengan membawa nampan dengan 2 gelas di atasnya. Langkah youngmin terhenti di ruang tamu karena melihat minchan sedang dipeluk oleh namja yang bertemu dengan mereka sore tadi. ‘apakah mereka sudah jadian lagi ?’ pikir youngmin. Youngmin melanjutkan kembali langkahnya ke meja yang ada di ruang tamu. Chunji melepaskan pelukannya dan langsung duduk seperti biasanya.
“ah .. mianhae, aku mengganggu kalian…” kata youngmin dingin dengan meletakkan 2 gelas air putih di meja. Youngmin berbalik, hendak kembali ke ruang tengah. Tapi tangan minchan memegang tangan youngmin, youngmin pun menoleh kearah minchan. “mwo ?” tanya youngmin dingin. “hey, kau kenapa youngie ? duduklah ….” Titah minchan sambil menepuk kursi di sebelah minchan. “ah .. aniyo .. aku takut mengganggumu dan juga namjachingu mu … lebih baik aku pergi dari sini saja .. kalian silahkan lanjutkan yang tadi ..” tolak youngmin, namun minchan menarik youngmin hingga namja berperawakan tinggi itu duduk di sampingnya. Chunji yang duduk dihadapan youngmin dan minchan hanya tersenyum dipaksakan, cemburu mungkin, melihat minchan begitu perhatian pada youngmin.
Youngmin menyerah. Minchan memaksanya terus untuk duduk disampingnya dan juga dihadapan namja yang bernama chunji itu. ‘untuk apa minchan menyuruhku duduk disini ? apa dia mau mengumbar kemesraan mereka dihadapanku ? membuat suasana menjadi panass saja ==’ !’ gerutu youngmin dalam hati. “chunji oppa, kenalkan, ini youngmin, teman seapartemenku ..” minchan memperkenalkan youngmin pada chunji. Chunji mengulurkan tangannya pada youngmin, “nan, lee chan hee, kau bisa memanggilku chunji, jika kau mau ..” youngmin menyambut uluran tangan chunji dengan senyum yang (sangat) dipaksakan. “geurae, aku akan memanggilmu chunji saja …” youngmin melepaskan tangannya yang sedang bersalaman dengan chunji.
Youngmin berdiri dari duduknya. “mannaseo bangapseumnida..” kata youngmin dengan nada datar dan sedikit membungkukkan badannya di hadapan chunji. “aku pergi dulu, kasihan dongsaengku, juga aku harus melihat minwoo, kasihan dia seperti anak terlantar di kamarku ..” youngmin berlalu dari hadapan minchan dan chunji.
“minchan, dia kenapa sih ?” tanya chunji.
“molla .. mungkin dia sedang ada masalah ..”
“oh .. begitu .. minchan …” chunji menggenggam tangan kanan minchan.
“ne ?”
“bagaimana jawabanmu ? aku masih mencintaimu … kau mau kan kembali menjadi yeojachingu ku ?”
“molla … aku bingung …” chunji tersenyum. “ne, gwenchana .. nanti aku akan menanyakannya lagi padamu, kuharap aku bisa mendengarkan jawaban yang aku ingin kan ..”
Chunji melepaskan genggamannya di tangan minchan dan berdiri dari duduknya. “minchan, aku pulang dulu, sudah malam ..” minchan ikut berdiri. Kini minchan dan chunji berdiri berhadapan. “ne, oppa hati-hati di jalan ya …” pesan minchan. Chunji memegang kedua tangan minchan dan mendekatkan wajah nya ke wajah minchan. 30cm………20cm………..10cm………5cm…....2cm………. dan …….
Wajah chunji kembali menjauh dari wajah minchan karena kwangmin masuk ke ruang tamu. Chunji dan minchan jadi salah tingkah. “mianhae noona, aku disuruh youngmin hyung untuk membereskan gelas yang ada di ruang tamu …” kata kwangmin dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Kwangmin mengambil 2 gelas di meja ruang tamu dan kembali masuk ke ruang tengah. “minchan, aku pulang dulu .. annyeong ….” Chunji keluar dari apartemen minchan. “hati-hati oppa…” chunji tersenyum manis.
Setelah chunji pergi dari apartemennya, minchan menutup kembali pintu apartemennya dan berjalan menuju ruang tengah. Di ruang tengah, minchan hanya melihat kwangmin yang sedang menonton pikachu. Minchan menghampiri kwangmin. “kwangmin-ah, youngmin mana ?” tanya minchan. “molla… di kamarnya mungkin …” jawab kwangmin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv.
Minchan berdiri dan berjalan menuju kamar youngmin. Minchan masuk ke kamar youngmin tanpa mengetuk pintu. Youngmin yang sedang mengajak bermain minwoo di kasurnya menyadari keberadaan minchan diambang pintu kamarnya. Youngmin menoleh pada minchan dan kembali bermain dengan minwoo. Kini youngmin tidak menganggap minchan ada di kamarnya, youngmin mengacuhkan minchan.
Minchan berjalan mendekati ranjang youngmin, dimana youngmin sedang mengajak minwoo bermain. Minchan duduk di ranjang youngmin. Walaupun minchan duduk tepat di sisi youngmin, youngmin tetap saja mengacuhkannya dan terus mengajak minwoo bermain.
Minchan menghembuskan nafasnya yang berat. “youngie, kau marah padaku ?” tanya minchan . “aniyo” jawab youngmin singkat tanpa menoleh sedikitpun pada minchan. “jika kau marah padaku, tidak apa-apa .. tapi, aku hanya ingin tahu kenapa kau marah padaku, aku hanya ingin tahu apa salahku padamu sampai kau jadi seperti ini …”
“sudah kubilang aku tidak marah !!”
“apa karena chunji oppa datang kesini ?”. youngmin tidak menjawabnya. Minchan mengerti, youngmin marah padanya karena chunji datang ke apartemen mereka. Mungkin youngmin tidak suka melihat minchan membawa orang asing masuk ke apartemennya. “youngie, aku mau masak.. kau mau makan apa ?” tanya minchan sekaligus mengganti topik. “aku tidak lapar ..” sahut youngmin.
Minchan berdiri dari ranjang youngmin dan mendekati minwoo. Minchan menggendong minwoo. “kajja, kita makan minwoo-a…” kata minchan halus. Lalu minchan keluar dari kamar youngmin sambil menggendong minwoo.
Minchan berjalan ke dapur dan memasak sesuatu untuk makan malam sambil menggendong minwoo. Karena minchan merasa kerepotan memasak sambil menggendong minwoo, minchan mendudukkan minwoo di lantai dapur dan memberi minwoo beberapa mainan agar minwoo diam.
Minchan kembali melanjutkan acara memasaknya yang tertunda. Setelah selesai memasak, minchan menata nya di meja makan. Di meja makan sudah ada youngmin dan juga kwangmin. ‘huh, katanya tidak lapar, dasar.. perut memang tidak bisa bohong .. hahaha …’ minchan tertawa dalam hatinya.
Minchan selesai menata makanan, dan langsung menggendong minwoo dan menyuapinya, padahal minchan belum makan sama sekali. Tapi ia lebih peduli pada minwoo. Karena ia sangat menyayangi minwoo.
Kwangmin selesai makan terlebih dahulu. “hyung, noona, aku sudah selesai.. aku mau tidur .. hehe …” kwangmin berjalan dan masuk ke kamar hyung nya. Minchan masih menyuapi minwoo padahal dirinya sendiri belum mengisi perutnya dengan apapun dari sore tadi.
Minchan selesai menyuapi minwoo dan mengayun-ngayunkan(?) minwoo di pangkuannya agar dia tertidur. Setelah minwoo tertidur minchan menidurkannya di ranjang minwoo di kamarnya. Kemudian minchan kembali ke meja makan, karena ia sangat lapar.
Di meja makan, youngmin masih duduk sambil memakan buah apel. Minchan menggeser kursi dan duduk di kursi itu, lalu memakan makanan jatahnya.
Minchan selesai makan dan langsung membereskan piring-piring kotor dan mencuci nya. Selama minchan makan dan minchan membereskan piring kotor, youngmin tidak berbicara sepatah kata pun. Minchan merasa khawatir, karena mungkin saja youngmin menjadi seperti itu karena ia punya salah pada youngmin. Tapi apa ? minchan bertanya-tanya dalam hatinya.
Minchan mencuci piring-piring kotor sambil melamun. Karena piring yang sedang di cuci minchan itu licin karena sabun, piring itu jatuh ke lantai, dan….. ‘praanngggg’. Minchan terkejut dan langsung mencuci tangannya, kemudian mengambil kantong keresek kecil lalu mulai memunnguti pecahan beling yang berserakan.
Di meja makan youngmin terkejut karena mendengar sesuatu yang pecah. Youngmin melangkahkan kakinya ke dapur. Youngmin melihat minchan yang sedang berusaha memunguti pecahan beling yang berserakan di lantai dapur. Youngmin berjalan mendekati minchan dan berjongkok dihadapan minchan. Youngmin memegang tangan minchan yang sedang memunguti beling itu. “biar aku saja..” kata youngmin lembut. Minchan membiarkan youngmin mengerjakan semua itu, dan minchan kembali melanjutkan mencuci piring.
“akkkh…” minchan yang kebetulan sudah selesai mencuci piring, menoleh kearah youngmin yang mengaduh karena jari tangannya tertusuk pecahan kaca itu. Minchan langsung menghampiri youngmin dan memegang jari youngmin yang terluka.
“gwenchana ?” tanya minchan sambil meniup jari youngmin yang terluka. Tanpa mendengar dulu jawaban dari youngmin, minchan melangkahkan kakinya cepat, mencari kotak p3k dan kembali ke tempat youngmin. Minchan memegang tangan youngmin, lalu membalut jari tangan youngmin yang terduka dengan handsaplast setelah mencucinya dengan antiseptic.
“gomawo ..” kata youngmin lirih. “ne, lain kali harus hati-hati, aku kan khawatir padamu ! kalau kau terluka lebih dari ini bagaimana ? mulai sekarang aku tidak akan membiarkan mu mengerjakan hal seperti ini ! lihat, jadinya kau terluka kan ? ini semua salahku .. mianhae ….” Youngmin tertegun.
“youngie, mianhae.. mianhae jika aku punya salah padamu.. kumohon maafkan aku ….. kau jangan menghindariku ataupun mengacuhkanku … aku… aku ….. hikkss …..” minchan mulai menangis. Kini youngmin yang merasa bersalah karena telah membuat minchan menangis.
“uljjima …” kata youngmin pelan sambil mengusap pipi minchan yang basah karena air mata dengan kedua tangannya. Minchan terus saja menangis. Minchan takut kalau youngmin marah padanya, padahal minchan tidak tahu apa salahnya , hingga youngmin menghindarinya dan juga mengacuhkannya seperti tadi.
Youngmin bingung karena minchan tidak berhenti menangis. Saking bingungnya, youngmin langsung mendekatkan wajahnya ke wajah minchan hingga bibir mereka bertemu dan saling bertaut. Mata minchan membulat sempurna.
‘youngmin……………!!!!!’ batin minchan.
TBC

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^