Tittle : My Baby Loved | chapter 6 | What’s wrong with our baby ? What’s with MinWoo ?
Author : Okky Oktavia | Keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance, Angst
Length : chaptered (6 of ?)
Cast :
1. Han Minchan (OC)
2. Jo YoungMin
3. Han MinWoo (OC)
4. Jo KwangMin
5. Lee ChanHee (ChunJi)
6. Song Xian (Eomma Minchan)
*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje
**
Previous Chapter …….
Youngmin menghela nafas dan menghembuskannya kembali. Menyiapkan mentalnya untuk berkata kembali. “baiklah, aku memberimu pilihan …. Kau memilihku atau memilih chunji ?”
Minchan sedikit bingung. Dalam hatinya, ia merasa kalau ia memang mencintai chunji, tapi dalam hati kecilnya, minchan merasa kalau ia juga mencintai youngmin, youngmin yang perhatian padanya, yang selalu ada di sisinya disaat bahagia ataupun tidak.
“aku…………”
Chapter 6 begins now !!
My Baby Loved | What’s wrong with our baby ? What’s with MinWoo ?
Minchan bingung, sangat bingung. Siapa yang harus ia pilih ? apakah chunji, mantan pacarnya yang dulu ia sangka berselingkuh di belakangnya ? ataukah youngmin, namja baru yang muncul di kehidupannya, namun selalu ada disisi minchan saat minchan membutuhkannya atau tidak.
Minchan tidak bergeming. Minchan terus melihat tepat ke wajah youngmin. “youngie, apa maksudmu ?”.
“ani ..”
“hey, youngie, yang kau katakan tadi itu sungguhan ?”
“molla, bohong mungkin ..” ucap youngmin dingin sembari membalikkan dirinya dan berjalan meninggalkan minchan. Minchan mengikuti youngmin ynag ternyata berjalan ke ruang tamu. Youngmin duduk di kursi ruang tamu dan minchan duduk di samping youngmin yang sedang membolak balikkan lembaran-lembaran majalah.
“youngie, kau marah padaku ?” tanya minchan sambil memegang lengan youngmin yang sedang membolak-balik majalah.
“ani.. katanya tadi mau pergi dengan chunji mu itu ? kenapa masih disini ? bukannya chunji mu itu tidak suka menunggu ?” youngmin masih membolak-balik lembar per lembar majalah itu, yang sebenarnya sama sekali tidak ia baca dan pahami isinya.
Tiba-tiba kwangmin muncul di ruang tamu sambil menggendong minwoo. “hyung, noona, aku mau pulang dulu.. katanya rumah sepi tanpa aku ^^” pamit kwangmin sambil menyerahkan minwoo ke pangkuan minchan. “ah ne.. hati-hati di jalan ya kwangmin-a ^^”. “be careful saeng .. sampaikan salamku pada eomma.. mungkin entah kapan, tapi sepertinya sebentar lagi aku akan pulang ..” kwangmin mengangguk dan langsung keluar dari apartemen. Sebenarnya perkataan youngmin barusan membuat minchan merasa sangat bersalah pada youngmin.
“kenapa masih disini ? mungkin chunji sudah menunggumu ?”
“aku tidak jadi pergi … lebih baik aku disini saja.. aku sedang malas keluar..” kata minchan sambil menurunkan minwoo di lantai dan membiarkannya berjalan, walaupun masih berpegangan pada meja di ruang tamu.
“ah ..? jinja ? tapi, kulihat kau sangat ingin pergi keluar, apalagi dengan chunji .. pergilah aku tidak apa-apa.. itu hak mu untuk pergi dengan siapa saja, aku tidak punya wewenang utuk melarangmu pergi.. aku ini bukan siapa-siapamu.. pergilah, biar minwoo bersamaku..”
“hey, kau mengusirku ? sebegitu bencinya kau padaku gara-gara telepon dari chunji oppa ? geurae .. aku akan pergi dan mungkin aku tidak akan muncul lagi di hadapanmu ..” ucap minchan dengan menahan air matanya. Minchan berbalik hendak meninggalkan youngmin dan minwoo di ruang tamu. Namun youngmin berdiri dari duduknya dan berhasil meraih pergelangan tangan minchan. “lepaskan, bukankah kau menginginkan aku pergi ?” air mata minchan sudah menglir indah di pipi minchan. “mianhae chanie.. aku hanya terbawa emosi saja .. mianhae .. jebal .. jangan tinggalkan aku …” pinta youngmin. Youngmin memeluk minchan dari belakang dan menaruh dagu nya di pundak minchan.
Youngmin membalikkan tubuh minchan agar berhadapan dengan tubuhnya. Minwoo kecil sedang berusaha berjalan sendiri dan kini dia memeluk kaki jenjang minchan, namun yang punya kaki masih saja sedikit mengabaikannya dan lebih mementingkan pasangannya. Youngmin mengusap pipi minchan yang basah karena air mata. “mianhae chanie.. aku membuatmu menangis .. aku memang babo namja ..” minchan menggeleng cepat. “aniyo .. kau bukan babo namja.. kau adalah namja yang paling baik yang pernah aku temui …”
“jinja ?” tanya youngmin, kini dengan senyuman yang terukir di wajah tampan nya.
Minchan menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk tubuh youngmin yang lebih tinggi dari tubuhnya. “hey ? waegeurae ? kenapa kau memelukku seperti ini ?”
“ani .. aku hanya ingin memeluk namja yang satu ini … bolehkah ?”
“tentu saja ..!” youngmin membalas pelukan minchan.
“eomma…. ppa!” minwoo terus memeluk kaki minchan. Youngmin dan minchan baru sadar akan keberadaan minwoo. Mereka berdua jongkok, mensejajarkan tubuh mereka dengan tubuh mungil minwoo. “appa lupa padamu minwoo-a ^^”. “mianhae chagi ..” ucap minchan pada minwoo. Sesaat kemudian minchan dan youngmin memeluk minwoo. Minwoo yang beada di tengah-tengah orang dewasa tersebut hanya tertawa bahagia karena kedua orang dewasa tersebut sudah menyadari keberadaannya dan sudah tidak sibuk sendiri dengan dunia dewasa, dunia yang belum minwoo kenal.
--
ChunJi Pov
Aissh .. kenapa sambungannya tiba-tia terputus ? apa ada sesuatu yang terjadi pada minchan ? sebaiknya aku langsung memastikan apakah dia baik-baik saja di apartemennya. Ku starter motor ninja ku dan melaju secepat mungkin. Saat mengendarai motor, yang kupikirkan hanyalah minchan. Minchan-a.. semoga kau baik-baik saja.
Sesampainya di depan apartemen minchan, kuparkirkan motorku dan langsung kuklangkahkan kakiku cepat. Setelah sampai, aku ragu untuk menekan bel, kuputuskan untuk membuka pintu nya, dan tidak terkunci. Pintunya kubuka dengan perlahan. Sedikit terbuka, aku terkejut melihat pemandangan di depanku. Minchan dan teman seapartemennya, youngmin kalau tidak salah, mereka berdua sedang melmeluk bayi yang sepertinya sekitar berumur 8 atau 9 bulanan. Mereka terlihat bahagia sekali seperti keluarga kecil yang baru terbentuk, jujur saja aku cemburu melihatnya, wajar saja aku masih mencintai minchan.
Kututup kembali pintu apartemen minchan dengan sangat perlahan. Kemudian kulajukan motorku, pergi kemanapun unttuk meredam rasa cemburu di hatiku yang terlalu besar.
ChunJi Pov end
--
Mereka melepaskan pelukannya pada tubuh minwoo karena minwoo mulai menggeliat merasa tidak nyaman karena terlalu lama di peluk ‘eomma dan appa’ nya itu. Minchan berdiri dan berjalan ke dapur, memasak untuk makan siang. Youngmin berjalan sambil menuntun minwoo yang masih belajar berjalan ke ruang tv. “kajja minwoo-a, kita menonton tv menunggu masakan eomma makan ..” minwoo yang ada dalam tuntunan(?)nya hanya tertawa ala bayi(?).
“Youngie, minwoo-a,, masakannya sudah matang ! cepat kemari dan makan ..!” teriak minchan dari dapur. Tanpa membalas teriakan minchan, youngmin menggendong minwoo ke ruang makan. Youngmin mendudukkan minwoo di kursi bayi di dekat meja makan, lalu youngmin duduk di kursi nya sendiri. Minchan melakukan rutinitasnya, menyuapi minwoo. Youngmin terus saja memerhatikan minchan yang sedang menyuapi minwooo. “hey, aku juga ingin disuapi seperti itu ..” ucap youngmin dengan nada manja.
“mwo ? kau kan sudah besar youngie, dan kau masih punya 2 tangan dan keduanya masih terlihat sangat layak pakai(?)…”
“ayolah chanie .. kali ini saja .. jebal …” youngmin terus memohon.
“ah .. baiklah .. tapi setelah aku menyuapi minwoo dan membuat minwoo tertidur .. otte ?”
“geurae .. aku akan menunggumu ..” youngmin mengedipkan sebelah matanya, membuat minchan sedikit salah tingkah dibuatnya. Youngmin berdiri dari kursi meja makan dan memutuskan menunggu minchan sambil menonton tv.
-500 jam kemudian *youngmin bulukan xD*-
Ralat
26 menit kemudian..
Youngmin tertidur di sofa dekat tv karena lelah menunggu minchan. Minchan yanng sudah selesai menyuapi dan menidurkan minwoo menghampiri youngmin. ‘omona .. kenapa dia tertidur disini ?’ pikir minchan. Minchan memerhatikan setiap inchi wajah tampan youngmin. Tanpa sadar, Dengan telunjuknya, minchan menelusuri wajah youngmin. Mulai dari dahi turun ke hidung, lalu telunjuk minchan sampai di bibir youngmin. ‘bibir yang menciumku …. Sungguh menggoda……. Eh ? anii… apa yang kupikirkan ?! >//
Minchan hendak bebalik dari situ dan akan kembali ke dapur, namun tangan youngmin berhasil meraih pergelangan tangan minchan. Minchan kaget, lalu menoleh pada youngmin yang terlentang di sofa. “pergi begitu saja setelah puas menatapku dan menelusuri wajahku …”
“ah .. mianhae..” ucap minchan sambil berusaha melepaskan genggaman tangan youngmin di pergelangan tangannya, namun semakin dipaksa untuk dilepas, pegangan youngmin semakin kuat. “apa hanya cukup dengan maaf ?” goda youngmin.
“lalu kau mau apa dariku ?” youngmin bangun dan duduk di sofa lalu menarik tangan minchan sehingga minchan duduk disampingnya. Youngmin memandang minchan seduktif, wajah youngmin mendekat ke wajah minchan, tidak, youngmin menempatkan bibirnya di telinga minchan dan berbisik, “katanya tadi kau mau menyuapiku ? aku sudah lapar ..”. minchan sedikit bernafas lega, karena tadi otak minchan sudah memikirkan hal yang tidak-tidak, memikirkan hal yang terlalu jauh, yang kecil sekali presentasinya untuk terwujudnya pikiran-pikiran minchan yang aneh itu.
Youngmin kembali membuat jarak diantara mereka. “aisshh… kau ini..” ucap minchan lalu berdiri dari sofa. tangan youngmin masih memegang erat pergelangan tangan minchan. Youngmin ikut berdiri dan langsung menarik tangan minchan ke ruang makan.
Youngmin melepaskan pegangannya, dan duduk di kursi meja makan. Tanpa ba bi bu, minchan menyuapi youngmin dengan beberapa sendok makanan. “chanie, senyumlah .. aku tidak suka melihatmu cemberut seperti itu..” titah youngmin.
“emhahahahahahahahahaha” minchan mengeluarkan tawa nya yang sangat dibuat buat.
“ya, aku kan hanya memintamu untuk tersenyum.. senyum manis seperti biasanya ..” minchan mulai tersenyum setelah mendengar perkataan youngmin barusan. Terkesan gagal gombal, tapi itu cukup membuat minchan tersenyum.
**
Hampir tengah malam, minchan tetap terjaga. Ia duduk di kasurnya sambil membaca novel yang baru ia beli. Sedangkan youngmin sudah melayang di alam mimpi. Minchan terus membaca novelnya sampai habis. “wah.. happy ending … senangnya dom mempunyai pangeran, walaupun hanya pangeran kodok macam benjamin .. tapi.. aigo~ aku ingin seperti dom …” ucap mincahn sambil menutup novelnya dan segera untuk tidur.
Minchan hendak menutup tubuh mungilnya dengan selimut hello kitty pemberian chunji, Ini sangat rahasia, karena kalau youngmin tahu selimut minchan pemberian dari chunji, mungkin saja sudah dibuang, bahkan bisa saja dibakar oleh youngmin. Chunji memberikan selimut kepada minchan ketika mereka masih pacaran. Hehe..
*back to story* minchan hendak menutup tubuh mungilnya dengan selimut hello kitty pemberian chunji, namun gerak-gerik(?) minwoo menarik perhatiannya. Minchan bangun dan langsung memastikan keadaan minwoo. Tubuh minwoo bergerak ke kiri dan kanan. Wajahnya berkeringat, dan juga terdengar lenuhan lenguhan kecil yang keluar dari mulut kecil minwoo. Minchan khawatir dan langsung menempelkan punggung tangannya ke dahi minwoo. “omo .. kenapa minwoo panas sekali ?” minchan menggendong tubuh minwoo yang panas, dan langsung mengecek suhu tubuh minwoo dengan termometer. “astaga, panas 37 derajat, kenapa bisa sepanas ini …. Tadi siang minwoo baik-baik saja..” minchan ke dapur sambil menggendong minwoo. Minchan membungkus es batu dengan kain untuk mengompres dahi minwoo, dan semoga dengan itu panas minwoo bisa turun. Tak lupa, minchan membuat sebotol susu hangat untuk minwoo.
Minchan menidurkan minwoo di ranjangnya sambil terus mengompres minwoo. “cepat sembuh minwoo-a, kalau ada apa-apa ini salah eomma …” ucap minchan sambil menyeka keringat di dahi nya dan air mata yang hampir keluar dari sudut mata nya. Minwoo terus meminum susu botolnya hingga botol itu kosong. Minwoo tertidur kembali di ranjang minchan namun panasnya belum turun sama sekali. Minchan sudah sangat mengantuk, tapi rasa khawatir minchan pada minwoo lebih besar. Minchan takluk dengan rasa kantuknya, dan tidur di ranjangnya sambil memeluk tubuh mungil minwoo.
**
Pagi-pagi sekali, minchan terbangun karena minwoo sudah bangun dan sedang bermain sendiri, tepatnya sedang memainkan(?) wajah minchan. Minchan tersenyum lega, karena hasil usahanya semalam itu tidak sia-sia, minwoo di pagi yang benar-benar pagi ini sudah bermmain seperti biasanya. Namun yang minchan bingung, kenapa minwoo bisa sakit panas tiba-tiba dan juga sembuh dengan sangat cepat. Minchan bangun, lalu duduk di kasurnya dan melirik jam dinding. 05.00 kst. Masih sangat pagi, gumam minchan.
Minchan mengambil ponselnya dan menekan beberapa digit angka di ponselnya lalu menekan tombol hijau. “yeobseyo , eomma ? mian, pagi-pagi aku sudah menelepon eomma..”
‘gwenchana, eomma sudah bangun daritadi, wae ?’
“eomma bisa nanti siang atau jam berapapun ke apartemenku ? ada sesuatu yang penting yang aku harus ceritakan pada eomma..”
‘ne, akan eomma usahakan…’
“gomawo eomma ^^, saranghaeyo ..”
“nado…”
Klik, sambungan terputus. Minchan menggendong minwoo dan berjalan ke dapur. Minchan mendudukkan minwoo di kursi khusus untuknya. Minchan masuk ke kamar mandi dan mandi. Minchan mandi dengan tergesa-gesa, karena meninggalkan minwoo sendirian duduk di kursi nya.
--
Youngmin Pov
‘hoahhmmm’ kududukan tubuhku di kasur dan melakukan sedikit gerakan yang biasa orang lakukan bila bangun tidur. Mulutku masih saja menguap dan juga mataku begitu berat. Ini sudah hampir jam ½ 6, tapi aku belum melihat minchan, mungkin dia di dapur. Aku langsung mengecek dapur. Di dapur, bukannya aku menemukan minchan, tapi aku menemukan malaikat kecilku, minwoo sedang duduk di kursinya, sendirian. Kemana minchan ? terdengar suara percikan air di kamar mandi, mungkin dia sedang mandi. Tapi kenapa dia tidak membangunkanku dan memintaku untuk menjaga minwoo ? ah.. mungkin minchan tidak mau mengangguku .. sungguh yeoja yang baik .. aku sangat ingin memilikinya.. namun, apa boleh buat, pernyataan cintaku belum dijawabnya.. aigoo~ mudah-mudahan disaat minchan menjawab pernyataan cintaku, bukan penolakan yang aku dengar.
“joheun achim minwoo-a ^^” sapaku pada malaikat kecilku ini. dia tertawa kecil seperti biasanya, sungguh anak yang lucu. Sungguh tega orang tua nya membuang minwoo, padahal minwoo begitu innocent, seperti kwangmin. omona ….
Cklek. Pintu kamar mandi terbuka, minchan keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya yang digerai. Pemandangan yang indah dipagi hari untuk mataku, lumayan, untuk cuci mata di pagi hari, makanan pembuka, kekeke~
Youngmin pov end
Author Pov
Youngmin terus menatap minchan dengan tatapan yang tidak biasa. Minchan sedikit risih dengan pandangan youngmin padanya. “youngie ? gwenchana ? cepatlah mandi, jangan menataku seperti itu terus..”
“ah ne, anything for you channie..” sahut youngmin, lalu masuk ke kamar mandi.
Selama youngmin di kamar mandi, minchan memasak untuk sarapan. Setelah itu menyuapi minwoo. Karena minchan merasa, minwoo sudah tidak nyaman dengan baju yang dikenakannya karena berkeringat semalaman, gara-gara suhu tubuh nya yang tinggi, minchan menggendong minwoo dari kursinya dan pergi ke kamarnya. Minchan mengelap tubuh minwoo dengan washlap yang telah direndam di air hangat, karena menurut minchan, mungkin tidak baik kalau minwo mandi hari ini, karena minwoo baru sembuh. Kemudian, minwoo memakaikan telon dan bedak di tubuh minwoo. Kemudian memakaikan minwoo baju panjang dan juga hoodie.
--
Youngmin keluar dari kamar mandi, hidung youngmin dapat mencium bau makanan enak dari arah dapur, karena lapar, youngmin langsunng memakan makanan yang telah disediakan oleh minchan. Ketika youngmin sedang makan minchan muncul sambil menggendong minwoo. Minchan duduk di kursi meja makan bergabung dengan youngmin, sedangkan minwoo sedang berjalan, walaupun sekali-kali terjatuh. Kali ini minwoo berjalan sudah lumayan lancar.
“channie, ada lingkaran hitam di bawah matamu, apa semalam tidak tidur ?” tanay youngmin.
“aku hanya tidur 4 jam tadi, karena tiba-tiba suhu tubuh minwoo naik, aku langsung merawatnya, an sekarang suhu tubuhnya kembali normal, tapi aku masih bingung kenapa minwoo bisa seperti itu..”
“lain kali, kalau terjadi hal seperti itu, bangukan aku, ne ? aku pasti membantumu, kalau kau terus seperti ini, bisa bisa kau yang sakit channie..”
“ne…”
‘ting tong ting tong’. youngmin berdiri dari kursinya. “biar aku saja..”. youngmin berjalan ke ruang tamu dan membuka pintu apartemen. Setelah dibuka, youngmin melihat wanita paruh baya dihadapannya, youngmin merasa wanita paruh baya itu sedikit mirip dengan minchan. “em, anda mencari siapa ajjhuma ?” tanya youngmin sopan.
“aku mencari minchan, apa benar ini apartemen minchan ?”
“ne, benar, silahkan masuk, biar aku panggilkan minchan dulu, tunggu sebentar. Youngmin pergi ke dapur untuk memanggil minchan meninggalkan ajjhuma yang ternyata adalah eomma nya minchan di ruang tamu. Tak butuh waktu yang lama, minchan sudah berada di ruang tamu. Minchan melihat ekspresi eommanya seperti meminta penjelasan. “aku tahu, eomma meminta penjelasan dariku kan ?” eomma minchan, song xian mengangguk. “begini ……” minchan menceritakan semuanya dengan detail, mulai dari youngmin yang menjadi teman seapartemennya, penemuan bayi kecil yang bernama minwoo di depan pintu apartemennya, dan juga minwoo yang tiba-tiba panas lalu tiba-tiba sembuh. “mungkin kalau bayi berumur seperti itu, panas sudah biasa, itu mungkin minwoo sedang dalam tahap tumbuh gigi, apa kau sudah mengeceknya ?” tanya eomma. Minchan menggeleng.
Youngmin muncul di ruang tamu dengan membawa 2 gelas minuman sambil menuntun minwoo. Kemudian youngmin dan minwoo ikut duduk di ruang tamu karena eomma minchan menyuruhnya duduk. Minchan memperkenalkan youngmin dan minwoo pada eomma nya. “youngmin-a, ajjhuma pesan padamu, tolong jaga anak ajjhuma ya … ajjhuma menitipkan anak ajjhuma padamu ..” kata eomma minchan. Youngmin mengangguk pasti. “ne, tanpa diminta pun, aku akan selalu menjaganya, ajjhuma tenang saja …”
Eomma minchan menggendong minwoo. “omo, kau sangat lucu minwoo-a, panggil aku halmeoni ya ^^” minwoo lagi-lagi tersenyum sambil menyentuh hidung eomma minchan. Eomma minchan menyerahkan minwoo ke pangkuan youngmin. “minchan-a, youngmin-a, eomma harus pulang dulu, masih ada urusan … kalian baik-baik ya ^^”.
“ne, eomma ^^” jawab minchan dan youngmin serempak. Eomma minchan keluar dari apartemen minchan dan youngmin. Minchan menatap youngmin, “hey, kenapa kau memanggil eomma ku dengan sebutan eomma?”
“karena aku ingin dan eomma mu setuju ^^, waeyo ?”
“aniyo ..”
“hey, channie, eomma mu menitipkanmu padaku dan menyuruhku untuk menjagamu …”
“lalu ? kau tidak mau, begitu ?”
“bukan itu maksudku, maksudku, apa kau tidak mau dijaga olehku ?” minchan mengerti pembicaraan youngmin mengarah kemana. Namun minchan terus saja menepis pikirannya itu dan bertanya kepada youngmin, “maksudmu youngie ?”
-TBC-
Sabtu, 28 Januari 2012
My Baby Loved | chapter 6 | What’s wrong with our baby ? What’s with MinWoo ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^