Tittle : My Baby Loved | chapter 5 | who should I choose? youngmin my best friend? or chunji ex-boyfriend?
Author : Okky Oktavia | Keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance, Angst
Length : chaptered (5 of ?)
Cast :
1. Han Minchan (OC)
2. Jo YoungMin
3. Han MinWoo (OC)
4. Jo KwangMin
5. Lee ChanHee (ChunJi)
*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje
**
Previous Chapter …….
Youngmin bingung karena minchan tidak berhenti menangis. Saking bingungnya, youngmin langsung mendekatkan wajahnya ke wajah minchan hingga bibir mereka bertemu dan saling bertaut. Mata minchan membulat sempurna.
‘youngmin……………!!!!!’ batin minchan.
Chapter 4 begins now !!
My Baby Loved | who should I choose? youngmin my best friend? or chunji ex-boyfriend?
Bibir youngmin masih menempel di bibir minchan. Youngmin membuka matanya dan menatap mata minchan yang tepat berada di depannya. Kemudian, youngmin kembali menutup matanya dan kembali menikmati suasana saat ini.
“mmaa….mmaaa… eommaaa !!” terdengar suara teriakan anak kecil dari kamar minchan. Minchan terkejut dan sadar akan apa yang sedang dilakukannya. Minchan melepaskan kontak yang terjadi antara dirinya dan youngmin dan melepaskan tangan youngmin yang memegang pipinya. “ah .. minwoo ..” kata minchan sambil bangkit dari (kubur xD) jongkoknya. Minchan berjalan cepat ke kamarnya, karena minchan takut minwoo jatuh dari ranjangnya.
--
Sedaangkan youngmin, dia masih tetap di tempatnya. Youngmin tersenyum tidak jelas sambil memegangi bibirnya. ‘apa yang kulakukan ? ini sudah yang kedua kali aku menciumnya, kenapa aku melakukannya ? apa karena aku ……..? aisshh… tidak mungkin!’ pikir youngmin.
Youngmin berdiri dan berjalan ke kamarnya untuk tidur. ‘cklek’ youngmin menutup pintu kamarnya setelah ia masuk. Youngmin merebahkan tubuhnya disamping kwangmin yang sudah melayang di alam mimpi. Youngmin menutup matanya perlahan mencoba untuk tidak mengingat kejadian tadi yang selalu terbayang di kepalanya.
--
Sementara itu, di kamarnya, minchan sedang mencoba menidurkan minwoo lagi dengan memberinya sebotol susu. Namun minwoo tidak tertidur, mengantuk pun tidak. Minchan melirik jam dinding. Waktu menunjukkan pukul 22.26. “minwoo-a … tidurlah .. eomma sudah ngantuk .. kau tidak kasihan pada eomma mu ini nak ?” kata minchan lembut pada minwoo yang sedang bermain di ranjangnya. “mma ..?” minwoo mengeluarkan suara lucu nya, dan itu membuat minchan sedikit tertawa. Minchan menggendong minwoo dari ranjangnya dan menurunkan minwoo di lantai, membiarkannya berjalan sendiri, toh memang sudah waktunya minwoo untuk berjalan.
Minchan menuntun minwoo dengan memegang kedua tangannya ke ruang tengah. Minchan membiarkan minwoo berdiri agak jauh dari sofa, sedangkan minchan duduk di sofa, memerhatikan minwoo. Dengan perlahan, minwoo berjalan, walaupun masih kaku, minwoo masih tetap berjalan mendekati sofa dimana minchan duduk. “kemarilah ^^.. ayo,, sedikit lagi kau sampai kesini ^^.. fighting minwoo ^^” minchan memberi semangat pada minwoo, minwoo terus berjalan hingga ia jatuh tepat dihadapan minchan. “gwenchana ?” minchan menggendong minwoo. Tangisan minwoo mulai pecah. Tangisannya tidak keras, namun di malam yang sepi seperti ini suara detik jarum jam pun terdengar jelas, apalagi tangisan minwoo.
“ssstttt.. minwoo-a, uljjima… nanti tangisanmu membangunkan appa … uljjima ..” minchan berusaha untuk meredakan tangisan minwoo. Minchan berusaha untuk mengajak minwoo bermain agar tangisannya berhenti. ‘aigoo… apa boleh buat … aku harus melakukan cara yang itu …..’ gumam minchan.
--
Youngmin pov
“unghh…” mataku terbuka karena mendengar tangisan bayi yang lumayan keras. Aku bangun dari tidurku, masih duduk di ranjang. Aku melihat kwangmin tertidur pulas. Dasar, kenapa dia memanggilku si raja tidur ? padahal dia yang lebih mirip kebo, dasar tukang tidur x3. Aku menggaruk kepalaku yang memang tidak gatal, tapi itulah yang selalu kulakukan bila sedang tertidur lalu terbangun karena sesuatu.
“ah.. tenggorokanku kering …” tanganku berhasil meraih gelas yang berada diatas meja. Kulihat gelas itu, kosong. Pasti kwangmin yang meminumnya .. aissh ….
Dengan langkah berat, aku keluar kamar. Saat berjalan ke dapur, aku melihat minchan sedang berdiri sambil menggendong minwoo. Terlihat minchan berusaha menghentikan tangisan minwoo. Aku terus memerhatikannya, tapi mincahn sama sekali tidak menyadari keberadaanku. Kulihat minchan menarik nafas panjang lalu mengembuskannya. Aku terus memerhatikannya, aku penasaran, apa yang akan ia lakukan setelah menarik nafas seperti itu.
‘imi orae .. jonaeneol tteona seoya haenunae .. naega baboyesseo.. yeahh .. neoi giog hankkobeo naeda moduda .. yeahh.. jiulae .. yeahaaeee … oohh .. I don’t wanna love again .. I don’t I don’t I don’t baby I don’t wanna love again can’t you see my darling … I don’t wanna love again neol jaeuji mothana … baby, just say, it’s over now .. I don’t need you anymore …’
Minchan menyanyi ? suaranya memang bagus, tapi kenapa dia menyanyikan lagu seperti yang sedang patah hati seperti itu ? ada-ada saja .. tapi usaha minchan menghentikan tangis minwoo berhasil. Kini tidak lagi terdengar tangisan minwoo. Rupanya minwoo sudaah tidur. Aku langsung ke dapur, menuangkan air ke gelas, dan langsung kembali ke kamar sebelum minchan menyadari keberadaanku.
Youngmin Pov End
Minchan Pov
Akhirnya aku berhasir membuat minwoo kembali tertidur dengan jurus ampuh ku. Kulirik jam dinding, sudah jam 00.26. aigoo .. pantas saja aku merasa mata ni begitu berat. Kulangkahkan kakiku ke kamar, merebahkan tubuh mungil minwoo di ranjangnya, kemudian kurebahkan tubuhku sendiri ke ranjangku. Ah .. aku sangat mengantuk.. mungkin inilah yang dialami eomma saat mengurusku ketika bayi, rela begadang demi anak. Aku tutup mataku perlahan dan semoga aku bermimpi indah.
Minchan Pov end
Kwangmin bangun terlebih dahulu. Kwangmin keluar dari kamar youngmin dan langsung mandi. “segarnya …” kata kwangmin. kwangmin melihat keadaan apartemen yang agak berantakan. Kwangmin menghela nafas. “sepertinya ini menjadi tugasku..” kwangmin pasrah. Lalu menyiapkan peralatan bersih-bersih.
30 menit kemudian
“huuh .. akhirnya selesai ….” Kwangmin menyeka keringatnya. Karena kwangmin berkeringat lagi, kwangmin memutuskan untuk mandi lagi.
Setelah selesai dengan mandi kedua nya, kwangmin mengambil handphone nya lalu menekan beberapa digit angka.
“yeobseyo ? jung ajusshi, tonlong antarkan makanan ke aparteemen youngmin hyung ya ^^”
‘ne .. nanti anak buah saya yang mengantarkannya kesana..’
Sambungan berakhir. Hanya 26 menit menunggu, anak buah jung ajusshi sudah mengantarkan banyak makanan ke apartemen youngmin. Anak buah jung ajusshi kembali ke markas(?) nya, dan kwangmn langsung menata makanan yang terlihat sangat enak dan bergizi di meja makan.
“yak, selesai ^^.. tinggal menunggu hyung, noona dan minwoo bangun” kwangmin bertepuk tangan sendiri karena melihat hasil kerja nya menata makanan di meja makan dengan sangat rapih. Kwangmin berjalan ke ruang tengah dan menonton tv sambil menunggu yang lainnya bangun.
--
Youngmin pov
‘hhoooaaaahhmmm-,-’
Setelah puas menguap, aku bangun dari tidurku dan saat menoleh ke samping, aku tidak menemukan kwangmin. kemana perginya anak itu ? apa dia pulang ke rumah ? ah .. tidak mungkin .. mana mungkin dia pulang tanpa pamit, dia kan masih punya etika .. tapi kemana perginya anak itu ? bangun tidur seharusnya membereskan tempat tidur, bukan menghilang seperti ini .. dasar kwangmin ..
Dengan langkah yang begitu berat, entah kenapa langkahku begitu berat padahal yang terasa lebih berat itu adalah mataku yang memintaku untuk terpejam lagi. Tapi ini sudah pagi, siang mungkin. Kulirik jam dinding, omona ,,,, ini sudah jam 8 pagi .. aishh .. aku kesiangan .. -,-
Langkahku masih terasa berat, apa ada hantu yang sengaja memberati langkahku ? aisshh.. tahayul(?). kulihat tv menyala, siapa yang menontn tv ? apa kwangmin ? atapi tidak terlihat kepala siapapun di sofa. aku melangkah semakin dekat ke ruang tengah dan melihat siapa yang sedang menonton tv. Dan ternyata memang kwangmin yang menonton tv. Tapi kwangmin terlentang di sofa dengan mata terpejam. Aishh.. ada apa dengan dongsaengku ? aku melihat dia masih sbernafas, syukurlah .. dia hidup(?) ternyata .. aku bisa bernafas lega.
Kumatikan tv dan kuperhatikan keadaan apartemen. Sangat bersih bahkan lebih bersih daripada biasanya. Apa kwang yang membersihkannya ? pantas saja dia kkelelahan sampai tidur seperti itu. Sebaiknya aku biarkan dia tertidur seperti ini dan aku harus cepat mandi aagar aku terlihat special di mata minchan.
Eh ? kenapa aku merasa aku harus menjadi yang special di mata minchan ? apa aku …. ? aisshh .. tidak mungkin !! aku menggeleng-geleng kepalaku, terus menyangkal apa yang dikatakan hatiku yang bertolak belakang dengan otakku. Sebaiknya aku mandi agar aku lebih tenang !
Youngmin Pov end
--
Minchan Pov
‘nggghhh’ mataku terbuka karena sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarku. Aisshh.. siapa yang membuka gorden nya ? aisshh… atau mungkin tadi malam aku lupa menutupnya.. kekeke~
Aku bangun dan duduk sejenak di kasur berusaha untuk mengumpulkan nyawaku yang masih berkeliaran (?). aku menggaruk kepalaku, padahal itu tidak gatal. Seperti orang gila saja. Kulihat ranjang minwoo. Dia sudah bangun dan sedang memainkan bantal nya. Kuhampiri minwoo dan langsung kugendong minwoo. “kajja , kita mandi .. sudah siang .. hehehe .. umma kesiangan ..”
Minchan Pov end
--
Author Pov
Youngmin keluar dari kamar mandi yang hanya memakai celana nya sepanjang lutut dan kaos putih polos. “segarnya^^”. Youngmin kembali mengecek kwangmin di sofa. kwangmin masih tertidur pulas. “saeng-a, ireona ..” youngmin mengguncang-guncangkan tubuh dongsaengnya. “shireo .. aku akan bangun kalau minchan noona yang membangunkanku ..” sahut kwangmin dengan mata yang masih tertutup.
“ya! Kau sudah bangun ternyata, ppali, ireona …!”
“aku mau minchan noona..” matanya masih terkatup.
Youngmin menghembuskan nafas beratnya. Ia melangkahkan kakinya ke kamar minchan. Baru saja youngmin akan mengetuk pintu kamar minchan, namun minchan sudah membuka pintu sambil menggendong minwoo dengan handuk yang bertengger(?) di bahu minchan.
“eh .. channie .. itu.. eng … tolong bangunkan kwang di sofa, dia tidak mau bangun kalau bukan kau yang membangunkannya ..” kata youngmin sedikit canggung sambil menyambat(?) minwoo dari pangkuan minchan. “minwoo bersama appa saja , ne ?”
“ah .. ne ..” jawab minchan tak kalah canggungnya. Minchan tidak berani menatap langsung wajah youngmin karena teringat kejadian kemarin. Minchan langsung berjalan ke tempat kwangmin tidur, sofa. youngmin mengikuti minchan sambil menggendong minwoo yang sedang menarik-narik rambut youngmin pelan.
“app.. ppa.. appa” ucap minwoo walaupun masih terbata, tapi cukup jelas di pendengaran youngmin. “aa.. neomu joha .. kau memanggilku appa ^^” youngmin mencium pipi minwoo.
Minchan mengguncang-guncang tubuh jangkung kwangmin pelan . “kwangmin-a.. ireona ….” Kata minchan lembut. Kwangmin membuka matanya perlahan dan langsung duduk di sofa. minchan masih berdiri dihadapan kwangmin. kwangmin mendongkakkan kepalanya dan melihat minchan. “wae?” tanya minchan sedikit khawatir. Kwangmin malah tersenyum. “ah .. aniyo … aku hanya ingin memeluk noona.. yah.. walau hanya sebentar .. boleh kah ?”.
Minchan yang baru sadar dan baru mengerti apa yang diucapkan kwangmin langsung membulatkan matanya, youngmin yang ada disana juga langsung memasang ekspresi terkejut dan sedikit bumbu cemburu. Cemburu ? mungkin saja.
“eh ?”.
“hanya sebentar noona .. aku yakin youngmin hyung tidak akan marah ^^, ya kan hyung ?” youngmin tidak menjawab, tapi terus mengajak minwoo bermain. Mungkin berusaha mengendalikan hatinya agar tidak merasakan satu hal di dalam hatinya, agar tidak merasakan rasa cemburu. Agar ia dapat meyakinkan hatinya kalau dia hanya menganggap minchan sebagai sahabatnya, tidak lebih. Namun hasilnya, dada youngmin terasa sesak.
“ah.. baiklah ..” kwangmin yang mendapat persetujuan dari minchan, langsung memeluk tubuh minchan yang lebih kecil daripada tubuhnya. Kwangmin memeluk minchan erat, sangat erat. Kwangmiin membisikan beberapa patah kata di telinga minchan. “psssssstttt.. pppsssssstttt”. “jinjayeo ? mungkin itu hanya perasaanmu saja ..” jawab minchan.
“ekkhhhmmmm”’ youngmin berdehem lumayan keras, tujuannya sih agar dongsaeng 6 menit nya itu melepaskan pelukannya dari tubuh minchan. Kwangmin menyadari signal(?) tersebut dan langsung melepaskan pelukannya. “gomawo noona.. ^^” “ah.. ne …”.
Minchan membawa minwoo dari pangkuan youngmin. “kajja.. kita mandi ^^”. Minchan dan minwoo masuk ke kamar mandi. ‘blam’. Pintu kamar mandi tertutup rapat.
Youngmin mendaratkan(?) bokong(?) nya di sofa dan menekan remote tv dengan kasar. Mengubah dari chanel 1 ke chanel lain, terus saja seperti itu. Youngmin melakukan itu dengan wajah tertekuk, bibir mengerucut, yah.. mirip badut *plakk*.
Kwangmin ikut duduk disamping youngmin. “hyung, kau cemburu kan ?”
“mwo ? anii.. itu tidak mungkin ..”
“jajaja~ jeongmal ? kau tidak cemburu ? kalau begitu minchan noona buatku saja ya hyung .. ^___^”
“he ? ne ! aku cemburu, sudah tahu mala nanya.. tapi aku belum yakin dengan perasaanku !”
“ahaha.. akhirnya kau mengakuinya setelah aku bersusah payah mengeluarkan aura(?) cemburu darimu hyung .. hehehe”
“mwo ? aisshhh .. dasar kau ya .. tapi, gomawo, setelah aku bilang padamu, sedikitnya beban di hatiku berkurang .. hehe .. gomawo saengie ..”
“anything for you hyung ^^”
Cklek. Minchan keluar dari kamar mandi dengan minwoo yang masih basah yang ada dalam pangkuannya. Minchan berjalan cepat ke kamarnya, karena takut minwoo masuk angin. ‘blamm’. Pintu kamar minchan tertutup.
Tak lama kemudian, minchan keluar dari kamarnya memakai hot pants dan baju berlengan panjang bergambar hello kitty(penjelasan kaga’ penting xD) dan juga minwoo yang memakai baju ala bayi normal seperti biasanya xD.
“kalian belum makan ?” tanay minchan yang sedang menuntun minwoo. Kedua namja kembar itu menganggukkan kepala mereka. “kami menunggumu noona ..”. “kajja kita makan” youngmin bangkit(?) dari duduknya dan berjalan ke meja makan diikuti kwangmin, minchan dan minwoo.
Minchan dan youngmin takjub melihat banyaknya makanan bergizi yang sudah tertata rapi di meja makan. “kwangmin-a.. kau menyipakan ini semua ? omona …. Kau baik sekali ..” puji minchan. “ah.. paling ini makanan dari jung ajusshi, ne ?” kwangmin nyengir dan menggaruk tengkuknya. “ne .. hehe …”.
“gwenchana kwangmin-ah .. aku tetap menghargaimu ^^”. Youngmin hanya tersenyum kecil. Kwangmin dan youngmin langsung melahap makanan yang ada di depan mereka. Kalau minchan, dia sedang melaksanakan ritual(?) nya setiap hari, menyuapi minwoo dan barulah ia makan.
**
Mereka selesai makan, kwangmin menggendong minwoo dan mengajaknya bermain di kamar hyung nya. Sedangkan minchan berdiri di balkon kamarnya memerhatikan jalanan di kota seoul yang sibuk di pagi menuju siang ini. tanpa minchan sadari, youngmin sudh berdiri disampingnya.
“kau sedang apa channie ?”
Minchan menghembuskan nafasnya. “hanya memerhatikan jalan ..” jawab minchan dengan senyum manisnya yang membuat hati youngmin sedikit bergemuruh(?) dan juga berdebar 2 kali lebih cepat daripada biasanya.
“channie….” Panggil youngmin
“ne ..?” jawab minchan tanpa melihat youngmin, ia terus saja memerhatikan mobil yang berlalu lalang di jalanan.
“channie, tatap aku..” titah youngmin. Minchan sedikit menghadapkan dirinya pada youngmin.
“channie, lihat aku ….” Titah youngmin sambil memegang bahu minchan.
Minchan mendongkakkan kepalanya, matanya tepat menatap mata youngmin yang indah. “channie, aku ini temanmu kan ?” minchan mengangguk. “tapi, kurasa aku teman yang kurang ajar ..” lanjut youngmin.
“eh.. waeyo ? kau tidak pernah berbuat kesalahan padaku ..”
“aku salah.. benar benar salah … aku mengotori kebun pertemanan kita..”
“youngie, bicaralah ke intinya..”
“naneun johahae .. ah .. anii .. naneun neol saranghae …” minchan menundukkan kepalanya. Ia merasa senang, bingung, dan juga perasaan lain yang bercampur(?) di hatinya.
Youngmin memegang dagu minchan aar minchan menatapnya. “channie, saranghae …..” youngmin menyatakan perasaannya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah minchan. Minchan menutup matanya , begitupun dengan youngmin.
‘honjaga anin dul dul dul, gaseumi tolyeo wa wa wa’ deringan handphone minchan yang berada di saku hot pants nya membuat mereka membuka kembali mata mereka dan menjaga jarak diantara mereka. Minchan merogoh saku nya dan melihat siapa yang menghubunginya. ‘chunji oppa’ begitu tertulis di layar handphone minchan.
Minchan meninggalkan youngmin di balkon dan berjalan menuju ke dapur untuk mengangkat telepon dari chunji. Tanpa minchan ketahui, youngmin mengikutinya dari belakang.
“yeobseyo oppa ?”
‘minchan, aku inin mengajakmu jalan-jalan, mau ?’
“emm.. bagaimana ya … memangnya kapan oppa ?”
‘sekarang bisa?’
Saat minchan mengangkat telepon, youngmin mengambil handphone minchan dan langsung memutuskan sambungan telepon.
“neon naekkeoya …” kata youngmin tegas.
Minchan memosisikan dirinya berhadapan dengan youngmin. “kau tidak boleh pergi dengannya, arra ?”
“wae ? kenapa aku tidak boleh pergi dengan chunji oppa ?”
Youngmin menghela nafas dan menghembuskannya kembali. Menyiapkan mentalnya untuk berkata kembali. “baiklah, aku memberimu pilihan …. Kau memilihku atau memilih chunji ?”
Minchan sedikit bingung. Dalam hatinya, ia merasa kalau ia memang mencintai chunji, tapi dalam hati kecilnya, minchan merasa kalau ia juga mencintai youngmin, youngmin yang perhatian padanya, yang selalu ada di sisinya disaat bahagia ataupun tidak.
“aku…………”
-TBC-
Sabtu, 28 Januari 2012
My Baby Loved | chapter 5 | who should I choose? youngmin my best friend? or chunji ex-boyfriend?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^