Tittle : My Baby Loved | chapter 2 | Starting Life as Father and Mother
Author : Okky Oktavia | Keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance
Length : chaptered (2 of ?)
Cast :
1. Han Minchan (OC)
2. Jo YoungMin
3. Han MinWoo (OC)
4. Jo KwangMin
5. Jung ilWoo (Jung Ajusshi)
*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje
**
Previous Chapter …….
“aku melahirkan … hhhh….” Jawab youngmin dengan suara terengah-engah, lalu youngmin pingsan.
“huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!!” bayi itu kembali menangis.
“mwooooooooo ??!!!!!! andweeeeeeeeeee!!!!!” teriak minchan dan keadaan sekitar langsung gelap.
Chapter 2 begins now !!
My Baby Loved | Starting Life as Father and Mother
Minchan bangun dari mimpi anehnya, dimana youngmin yang melahirkan bayi, bukan dirinya. Dimana dunia menjadi terbalik. Dunia mimpi memang bisa dikatakan dunia yang aneh. Seperti dunia khayalan.
Nafas minchan masih belum stabil. Tangannya meraih gelas air putih di meja kecil dipinggir ranjang. ‘glekk glekk’. ‘uhukk uhukk’ minchan tersedak karena meminum air dengan tergesa-gesa, seperti baru melihat hantu saja.
“huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!!” suara bayi itu kembali terngiang di telinga minchan, bahkan suara itu seperti nyata. Minchan menajamkan pendengarannya, memastikan suara itu hanya bayangan dari mimpinya atau suara itu memang benar suara bayi. Tapi, jika itu nyata, itu bayi siapa ? pikir minchan.
“huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!!” suara bayi itu kembali terdengar di telinga minchan. Minchan menyingkirkan selimut yang hanya meutupi kaki nya dan berjalan keluar dari kamarnya. “huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!!”. Minchan berusaha mencari suara bayi itu berasal. Minchan berjalan ke ruang tamu, tapi minchan tidak menemukan apapun. Minchan membuka pintu apartemennya dan mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan. Tidak ada apa-apa. Minchan menundukkan kepalanya, dan minchan menemukan keranjang kecil disana, diatas keset di depan pintu apartemennya. Dan terlihat bayi manis sedang tidur disana. Bayi kecil itu menggeliat, mungkin tidak nyaman karena tidur di keranjang kecil. Minchan mengangkat keranjang itu dan membawanya masuk ke dalam apartemen. Minchan membawa keranjang itu ke ruang tv dan meletakannya di karpet yang ada disitu. Minchan duduk di lantai sambil memerhatikan sosok bayi manis itu.
“omona .. tega sekali orang tuanya membuang bayi manis seperti ini ..” kata minchan lirih sambil mengangkat bayi dari keranjang itu. Minchan menggendong bayi kecil itu dengan hati hati dan berusaha membuat bayi itu nyaman dalam gendongannya. Minchan melirik jam dinding, dan sekarang jam menunjukkan pukul 05.00am.
Minchan masuk ke kamarnya, dia masih menggendong bayi yang baru ia temukan. Minchan meletakkan bayi itu dengan perlahan di kasurnya. Minchan kembali ke ruang tv untuk memeriksa keranjang bayi tadi, dan minchan berharap ia dapat menemukan petunjuk tentang orang tua bayi itu.
Di keranjang kecil itu, minchan menemukan beberapa stel baju bayi juga susu lengkap dengan botol minumnya. Minchan juga menemukan secarik kertas yang sudah lusuh. Minwoo, 26 mei 2011 jelas tertulis di kertas itu. ‘jadi itu bayi laki laki, namanya minwoo dan lahir tahun 2011, berarti umurnya baru 8 bulan .. baiklah, akan kuberi nama dia Han Minwoo..’ gumam minchan.
“minchan ? kau sedang apa ?” tanya youngmin yang berdiri di belakang punggung minchan. Youngmin masih mengucek-ngucek matanya dan juga menguap, terlihat bahwa dia baru bangun. Minchan menoleh ke belakang, tepatnya menoleh kearah youngmin. Mata minchan membulat karena melihat youngmin yang memakai piyama dengan motif winnie the pooh kecil-kecil yang bertebaran di piyama nya. “ah .. hehe .. aniyo .. aku hanya sedang melihat-lihat apa yang tadi kutemukan..” jawab minchan.
“melihat apa sih ?” kata youngmin lalu berjalan dan duduk di depan minchan sambil melihat-lihat benda-benda yang juga sedang diperhatikan oleh minchan. “ngggghhhh…. Nggghhh” terdengar lenguhan lenguhan kecil yang bersumber dari kamar minchan. Minchan berdiri dengan tangannya yang memegang susu dan botol minum bayi lalu berjalan cepat ke dapur. Youngmin yang melihat minchan seperti itu langsung penasaran dan langsung berjalan ke kamar minchan.
Di kamar minchan, youngmin melihat bayi kecil, lucu, sedang menggeliat di kasur. Awalnya youngmin terkejut, tapi sesaat kemudian Yongmin tersenyum dan mencoba menggendong bayi kecil itu agar kembali terlelap dalam tidurnya.
--
Minchan selesai membuat susu dan bergegas kembali ke kamarnya. Baru selangkah minchan masuk ke kamarnya, minchan terkejut melihat youngmin yang sedang menggendong minwoo yang baru ia temukan di depan apartemennya. Terlihat youngmin sedang berusaha membuat minwoo kembali terlelap. Youngmin menoleh pada minchan, dan meletakkan telunjuknya dibibirnya, mengisyaratkan untuk tidak bicara. Minchan tersenyum.
Minwoo sudah kembali terlelap, youngmin langsung menidurkannya di kasur minchan. Dan minchan yang berada di situ langsung memasukkan dot itu ke mulut minwoo. Tangan minwoo bergerak dan memegangi dot nya agar tidak jatuh.
Minchan keluar kamar, berjalan ke dapur dan disusul oleh youngmin. “kau perlu penjelasan youngmin ?” tanya minchan sambil memasang apron di badannya dan mulai memasak untuk sarapan. Youngmin mengangguk mantap. “sekitar pukul 5 tadi aku mendengar suara tangisan bayi, dan aku menemukannya di depan pintu apartemen kita, dan kuputuskan untuk membawanya masuk, karena dia terlihat kedinginan.. namanya minwoo, hanya minwoo, tapi aku rubah namanya menjadi han minwoo, cocok bukan ? hehe .. dia lahir tanggal 26 mei 2011, jadi umurnya baru 8 bulan dan dia perlu perhatian lebih ..” jelas minchan sambil melepas apronnya dan menunggu roti keluar dari toaster. ‘ting’. Roti keluar dari toaster dan diletakan di piring oleh minchan. Minchan menyerahkan piring berisi roti itu pada youngmin yang sedang berada di meja makan.
“jadi, kau mau merawatnya minchan ?” tanya youngmin sambil mengunyah roti nya. Minchan mengangguk pasti. “ne, aku pasti merawatnya, karena aku yang menemukannya, berarti aku yang bertanggung jawab atas minwoo..” jawab minchan penuh kepastian. “begitu ya .. tapi, aku juga tinggal disini, berarti aku juga harus merawat minwoo..” kata youngmin. “benarkah kau mau membantuku merawat minwoo ??” tanya minchan dengan mata berbinar. “hnn.. tentu saja ..” jawab youngmin.
Setelah selesai makan, minchan langsung mandi karena takut minwoo bangun. Selama minchan mandi, youngmin membereskan piring-piring kotor di meja makan dan mencucinya.
Minchan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi rambut basahnya. Minchan menghampiri youngmin yang sedang mencuci piring. “youngmin, biar aku saja ..” kata minchan, youngmin langsung menyahut “aniyo .. biar aku yang melakukannya, ne ? kau lihat saja minwoo, mungkin saja dia sudah bangun dan bermain sendiri di kasur mu..”. minchan mengangguk dan bergegas ke kamarnya.
Ternyata benar apa yang dikatakan youngmin, minwoo sedang duduk di kasurnya sambil memegangi dot yang sudah kosong. Minchan tengkurap di kasur disampin minwoo. “annyeong minwoo ^^” sapa minchan sambil mencium kening minwoo. Minwoo tertawa kecil memamerkan gusi nya. Minchan ikut tertawa, karena tawa minwoo yang lucu. Tangan mungil minwoo bergerak memegang pipi minchan.
“ne .. apa sayang ? kau lapar lagi . hemm ?” tanya minchan sambil memegangi tangan minwoo yang menyentuh pipi nya.
“mma… mma… ummaa…”
“minwoo-a ? kau memanggilku umma ? aigo … aku senang sekali … J..”
“youngmin-a, tolong panaskan air ya .. aku mau memandikan minwoo ..” teriak minchan. “ne ..” balas youngmin.
-30 menit kemudian-
“minchannie,, itu airnya sudah aku siapkan ..” kata youngmin. “ah , ne .. gomawo youngyoungie..” balas minchan.
“aku senang kau memanggilku seperti itu, channie”
“aku juga senang kau memanggilku seperti itu, youngie”
Minchan menggendong tubuh kecil minwoo ke kamar mandi. “youngie, tolong buatkan susu untuk minwoo ya .. susu dan botolnya ada di kamarku, jangan terlalu dingin dan jangan terlalu panas..” pesan minchan. “ne channie ..”
--
Minchan selesai memandikan minwoo dan membawa minwoo yang tubuhnya hanya dililit handuk ke kamarnya. Di kamar, minchan mendapati youngmin yang sedang tiduran di kasurnya. Minchan langsung memakaikan baju ke tubuh minwoo, baju yang ia dapat di keranjang dimana minwoo ditemukan. “eomm.. mma…” minwoo merentangkan tangannya, minta digendong pada minchan. “apa sayang .. mau umma gendong ya ?” minchan langsung menggendong minwoo. pertanyaan yang dilontarkan minchan pada minwoo membuat youngmin bangun dari tidurannya dan tetap duduk diatas kasur minchan.
“mwo ? umma ? channie, sejak kapan kau menjadi umma nya ?”
“sejak tadi pagi, sejak minwoo memanggilku umma J”
“benar begitu minwoo-a ? kalau begitu panggil aku appa, arra ?” kata youngmin pada minwoo yang ada di pangkuan minchan. Minwoo tertawa dan lagi lagi memamerkan gusi nya yang masih botak(?) itu pada youngmin. “kau setuju hmm ?? iya kan ,, iya kaann ….^^” kata youngmin sambil mencubit kecil hidung minwoo. Minchan hanya tersenyum kecil melihat youngmin yang sedang mengajak minwoo bermain. Minwoo tidak menjawab perkataan youngmin, tapi minwoo hanya tertawa khas bayi(?).
“aa… kau tidak setuju ya ? hnn… walaupun kau tidak setuju, mau tidak mau, mulai sekarang aku adalah appa mu .. ne ?” kata youngmin sambil mengelus puncak kepala minwoo.
“minwoo akan setuju jika appa mandi dulu… iya kan minwoo ?”
“ah.. ne umma.. appa mandi dulu yaa.. ^^” jawab youngmin lalu pergi ke kamar mandi.
Di kamar, minchan mengajak minwoo bermain. Minwoo selalu tertawa bila minchan mengajaknya bermain. Karena terlalu banyak tertawa, minwoo terlihat kelelahan. Minchan pun menidur kan minwoo di kasur. Minchan menyanyikan lagu nina bobo, dan minwoo langsung tertidur. “aaahh… lelah juga jadi ibu .. hhuh .. lumayan lah .. latihan sebelum menjadi ibu yang sesungguhnya..” gumam minchan.
Minchan melirik jam dinding di kamarnya. ‘omo … sudah jam 11….’ Minchan langsung pergi ke dapur dan menyiapkan makan siang. ‘kenapa youngmin belum keluar dari kamar mandi ? dia masuk ke kamar mandi itu jam 10, dan sekarang jam 11 ? aigoo’ pikir minchan.
Saat minchan menyiapkan makanan, youngmin keluar dari kamar mandi hanya memakai celananya yang selutut, dan handuk yang melingkar di lehernya, tepatnya youngmin topless. Youngmin berjalan ke arah minchan, minchan menyadarinya. Minchan jadi salah tingkah. Tapi ternyata youngmin membuka kulkas dan mengambil air minum, dan menegaknya langsung dari botolnya. Minchan salah paham dan hanya menunduk.
Youngmin pergi ke kamarnya dan memakai baju nya, lalu kembali lagi ke dapur, kali ini youngmin benar benar menghampiri minchan. Youngmin berdiri disamping minchan yang sedang memasak. “umma sedang apa ?” goda youngmin.
“mwo ? kau panggil aku apa ?”
“umma… umma….” Wajah minchan memerah. Karena youngmin berkata seperti itu sambil memeluk pinggangnya.
“ya..! lepaskan, makanannya sudah matang..! cepat makan..!” seru minchan. Youngmin melepaskan pelukannya.
“ahaha… kau lucu sekali channie…. ^▽^.. wajahmu sampai semerah itu .. ahaha…”
Minchan melepas apron yang tadi ia pakai dan berjalan meninggalkan youngmin, namun youngmin dengan sigap memegang pergelangan minchan. “apa ?!” seru minchan
“mianhae..”
“untuk apa meminta maaf ?”
“aku salah telah menggodamu tadi ..” kata youngmin sambil menunduk. Hati minchan yang tadinya kesal pada youngmin pun luluh.
“gwenchanayeo … kau tidak salah .. aku saja yang terlalu sensitif.. eng… bisa kau lepaskan aku ? aku mau pergi ..”
“mau pergi kemana ?”
“ke mall, mau membeli pakaian untuk minwoo dan perlengkapan bayi lainnya..” youngmin melepaskan pegangannya di tangan minchan.
“aishh.. bukannya sudah kubilang, kalau hal hal yang berhubungan dengan materi, kau tinggal minta padaku…”
“tapi, kau kan bukan siapa-siapaku, aku kan malu bila apapun harus minta padamu ..”
“kau kan temanku, bagiku, teman adalah keluargaku …”
“tapi, aku takut dinilai teman yang memanfaatkan temannya, teman yang tidak tulus, dan hanya menginginkan uang temannya..”
“aku percaya kau bukan orang seperti itu channie…”
Michan memeluk youngmin saking terharu nya. “gomawo… kau memang teman terbaik ..” youngmin membalas pelukan minchan. “cheonmaneyo, kau juga teman terbaikku ..”. youngmin melepaskan pelukan minchan. “tunggu sebentar ya.. biar aku yang mengurus perlengkapan minwoo …”. Minchan mengangguk. Youngmin pergi ke kamarnya dan menelepon seseorang.
“jung ajusshi, tolong belikan aku perlengkapan bayi umur 8 bulan, mulai dari ranjangnya sampai tetek bengeknya..!” perintah youngmin pada orang yang sedang diteleponnya.
‘itu untuk bayi siapa tuan muda ?’
“aishh.. jangan banyak tanya! Pokoknya belikan saja !”
‘kau tidak mau memberitahuku ya … jangan jangann ……. O,O’
“Jangan jangan apa ?! jangan berpikir macam macam tentangku !”
‘jangan jangan kau menghamili anak orang ya tuan muda ? ¬_¬ dan sekarang kau punya anak’
“mwo ?! aku kan baru pindah 1 bulan lebih, dan sebelum aku pindah kesini aku jarang keluar dari rumah kan ?! coba kau pikir dengan otak minim mu! Masa aku bisa punya anak dalam waktu sesingkat itu !”
‘ne.. ne.. aku percaya tuan muda ….’
“baguslah kalau kau percaya jung ajusshi..! belikan ya, aku tidak mau paket lelet, aku pesan paket kilat!”
‘aishh.. dasar tukan perintah’
“mwo??!! Apa yang kau katakan ?!!!!”
‘tuuuuuttttt tuuuutttttt tuuuuuutttttt…’
**
Keesokan hari nya (sore)
‘ting tong ting tong’. youngmin membuka pintu dan mendapati jung il woo, atau yang biasa dipanggil jung ajusshi dengan membawa banyak barang yang berhubungan dengan bayi. “cepat bawa masuk..” perintah youngmin. Jung ajusshi memerintahkan anak buahnya untuk membawa masuk semua yang dipesan youngmin.
Semua telah di masukkan ke dalam apartemen youngmin dan minchan yang lumayan luas. Anak buah jung ajusshi keluar dari apartemen, tapi jung ajusshi masih berada di dalam apartemen.
“ya, kenapa ajusshi masih disini ?” kata youngmin yang maksud sebenarnya adalah mengusir.
“ya, kau mengusirku ?” tanya jung ajusshi tengan tatapan malaikat maut pada youngmin.
Jung ajusshi duduk di ruang tamu, youngmin juga duduk disana. Lalu minchan datang menghampiri mereka dengan membawa 2 gelas minuman dingin. Minchan menyerahkan minuman itu pada jung ajusshi dan juga pada youngmin.
“gomawoyeo ..” jung ajusshi berterimakasih sambil tersenyum pada minchan. Sungguh bukan senyum yang biasa. Minchan kembali ke kamarnya, memastikan minwoo bangun atau tidak. Youngmin mendelik jung ajusshi. “ajusshi, senyummu itu sungguh tidak biasa .. ingat lee yo won ajjhuma di rumah .. =3=..”. ekspresi jung ajusshi kembali menjadi ekspresi bagaikan malaikat maut.
“ajusshi pulang sana! Mungkin appa membutuhkanmu sekarang..!” youngmin mencoba mengusir ajusshi nya itu. Jung ajusshi menepok(?) jidatnya sendiri. “kau benar tuan muda, tadi aku disuruh membeli makanan untuk peliharaan tuan besar !” jung ajusshi langsung pulang tanpa pamit. “huh .. akhirnya ajusshi pulang juga” youngmin menghembuskan nafas lega. Baru selangkah youngmin keluar dari ruang tamu. ‘BRAKKKKK’. Pintu apartemen terbuka lebar dan seorang makhluk sedang cengar cengir tidak jelas di ambang pintu, lalu masuk ke dalam apartemen dan menutup pintunya kembali.
“ya! Kenapa kau kemari ?” tanya youngmin
“aku kangen hyung …” ujar kwangmin lalu memeluk youngmin.
“hnn.. aku juga ….” Jawab youngmin dan membalas pelukan dongsaeng 6 menitnya itu.
--
Di kamar, minwoo terbangun gara gara suara pintu yang di buka dengan kasar. Tapi minwoo tidak menangis. Minwoo menatap minchan yang dianggapnya sebagai ibu dengan tatapan yang hangat. Minwoo tersenyum pada minwoo. “anak umma sudah bangun rupanya … ^^ .. minwoo memang pintar .. bangun tidur tidak menangis ^^.. kajja kita mandi dan setelah itu makan lalu jalan jalan, kau setuju minwoo-a ?”. minwoo merentangkan 2 tangannya kearah minchan, minta digendong.
Minchan yang mengerti keinginan minwoo pun langsung menggendong minwoo. “umm.. anak umma berat ya .. ^^” minwoo tertawa. Minchan membawa minwoo ke kamar mandi, dan langsung memandikan minwoo dengan air hangat.
Setelah selesai memandikan minwoo, minchan membawa minwoo ke kamarnya dan juga membawa banyak baju minwoo yang masih terletak di ruang tengah yang tadi dibawa jung ajusshi. “minwoo-a, baju baru untukmu ^^” kata minchan sambil memakaikan baju overall pada tubuh mungil minwoo.
Minchan menggendong minwoo dan mendudukkannya di kursi khusus bayi yang juga dibawakan oleh jung ajusshi. “tunggu sebentar ya minwoo-a.. umma mau membuat makanan untukmu ….”. minchan buru-buru ke dapur dan langsung membuat bubur bayi dan juga sebotol susu. Lalu kembali lagi ke ruang tengah dan menyuapi minwoo. “minwoo-a, ini, minum ya ..” minchan menyerahkan dot susu pada minwoo. Dan minoo langsung meminumnya.
Minchan mengangkat minwoo yang duduk di kursi khusus bayi, lalu mendudukkannya di kereta bayi pesanan youngmin yang juga dibawakan oleh jung ajusshi. Minwoo tiduran di kereta bayi sambil menghisap susu dari botolnya.
--
“hyung, aku ingin menginap disini .. sehari saja … boleh ya …..” pinta kwangmin pada hyung nya dengan wajah memelas setelah melepas pelukannya. Kwangmin tahu bahwa youngmin pasti luluh dengan tatapannya yang memelas. “aisshh … baiklah aku izinkan .. tapi hanya hari ini saja …” youngmin memberi ijin. “gomawo hyung ..!”. kwangmin dan youngmin duduk di kursi ruang tamu. Kwangmin menceritakan keadaan rumah selama youngmin tidak di rumah. Banyak yang terjadi di rumahnya selama youngmin pindah ke apartemen ini.
Ketika jo twins asyik mengobrol, minchan muncul dengan penampilan yang bisa dikatakan perfect sambil mendorong kereta bayi. “channie, kau mau pergi kemana ?” tanya youngmin sambil menghampiri minwoo yang berada di kereta bayi itu. “ah.. aku mau mengajak minwoo jalan jalan ke taman, menikmati pemandangan langit sore..” jawab minchan.
“hyung, jadi benar apa kata jung ajusshi ? kau punya bayi hyung ?” tanya kwangmin. youngmin dan minchan mengangguk. “tapi, dia bukan anakku, dia itu bayi yang ditemukan minchan di depan pintu apartemen” jelas youngmin. “ah .. ne .. aku percaya …..” youngmin dan minchan bisa bernafas lega. “aku percaya, mana mungkin hyung dan noona bermain ayah dan ibu lalu langsung mempunyai anak.. itu mustahil ..” lanjut kwangmin.
Kwangmin menghampiri minwoo. “annyeong bayi manis.. ^^ namamu siapa ?” tanya kwangmin.
Kriiikkkk….
.
.
Koakk
Koakk
Koakk
.
.
Hening, tidak ada yang menjawab. “ya! Hyung, noona, setidaknya walaupun aku bertanya pada bayi kecil ini, dai kan tidak bisa menjawabnya, jadi setidaknya kalian yang menjawab pertanyaanku …” keluh kwangmin. “hahahahahahaha…” youngmin dan minchan tertawa serempak. “kau ini ada da saja.. namanya minwoo..” kata youngmin.
“minwoo-a,, aku tidak mau dipanggil ajusshi, jadi, panggil aku hyung, oke ?^^” minwoo tertawa melihat ekspresi kwangmin.
“aishh .. sudahlah .. kwang, kau jaga apartemen ya .. aku dan minchan mau menemani minwoo jalan-jalan ..” perintah youngmin. “ne, walaupun kau memberi alasan ingin berduaan dengan minchan noona.. aku akan tetap menurutimu hyung ..”. “aishh kau ya ,,,” kata youngmin dengan ancang ancang akan menjitak kwangmin.
“youngie, sudahlah .. kajja, minwoo sudah bosan menunggu.. ^^” ajak minchan. “ah .. ne, kajja.. kereta minwoo, biar aku yang dorong.. ne ?”. “hemm .. boleh ..^^”.
Minchan, youngmin, dan minwoo keluar apartemen meninggalkan kwangmin dan langsung pergi ke taman menikmati indanya pemandangan matahari di sore hari. Sesampainya di taman, youngmin dan minchan duduk di bangku yang kosong yang menghadap ke arah barat. Kereta minwoo masih dipegang oleh youngmin. “hemm .. pemandangan yang benar benar indah ….” Kata youngmin dan disetujui dengan anggukan oleh minchan.
“minchan ?” panggil seorang namja yang melintas di depan minchan, youngmin dan minwoo. “minchan, kau sudah menikah ?” tanya namja itu lagi.
“aku ………”
Youngmin menatap namja itu penasaran. Youngmin tidak segan-segan memegang tangan minchan di depan namja itu. Namja itu terlihat tidak suka. Youngmin melakukan itu karena merasa namja itu mempunyai satu hubungan dengan minchan yang tidak diketahuinya.
-TBC-

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^