Rabu, 11 Januari 2012

My Baby Loved | chapter1 | Let’s Make a Baby !!



Tittle : My Baby Loved | chapter1 | Let’s Make a Baby !!
Author : Okky Oktavia | keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance
Length : chaptered (1 of ?)
Cast :
1.      Han Minchan (OC)
2.      Jo YoungMin
3.      Jo KwangMin
4.      Lee SooMan (appa tiri minchan)
5.      Song Xian (umma MinChan)


*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje


**

Chapter 1 begins Now !!
My Baby Loved | Let’s Make a Baby !!

‘pprraakkk’. Minchan tidak sengaja menyenggol remote tv diatas meja. “ya! Seharusnya kau lebih hati-hati !” bentak appa minchan, Lee sooman. Jangan tanya kenapa nama anak dan appa itu berbeda marga. Memang, minchan itu adalah anak tiri, karena umma nya menikah lagi setelah appa kandung minchan, hankyung, menelantarkan dirinya dan umma nya. Semenjak minchan mempunyai appa baru, ia tidak pernah merasakan lagi yang namanya kasih sayang dari seorang appa. Dan itu berlanjut sampai sekarang. Berlanjut sampai minchan tamat kuliah. Appa minchan hanya menyayangi umma, dan adik tiri nya. Minchan hanya mendelik appa nya, memungut remote yang terjatuh, menyimpannya kembali di meja dan langsung kembali ke kamarnya sambil bersungut-sungut. “dasar sooman tua temperamental ! shit!”. Umma minchan tidak pernah melerai mereka, karena percuma saja, sudah dilerai tapi beberapa saat kemudian pasti berdebat hal yang tidak penting.
Di kamar, minchan tidak diam. Dia mengemas semua barang-barangnya dan berniat untuk pergi dari rumahnya yang ber aura seperti neraka ini.
Minchan menyeret koper nya. Menghampiri umma nya yang sedang memasak. “umma, aku pergi sekarang ya ..” pamit minchan. “ne, hati-hati ya.. umma pesan padamu, jangan lupa bersihkan apartemenmu sendiri, arra ?” minchan mengangguk. “dan juga jangan lupa makan ! ini untuk makan malam mu..” lanjut umma, sambil memberikan sekotak makanan. “gomawo umma, aku akan mengunjungi umma paling tidak seminggu sekali, aku pasti merindukanmu umma…” kata minchan sambil memeluk umma nya. “nado, umma juga pasti merindukanmu..” umma membalas pelukan minchan. “umma, aku pergi dulu, annyeong ^^” pamit minchan lagi setelah cipika-cipiki dengan umma nya. Minchan pergi dari rumah bukan hanya karena ia tidak ingin melihat appa sialan nya itu, tapi juga untuk belajar mandiri, belajar hidup sendiri di dunia luar.
Minchan menyeret koper nya dengan tangan kiri nya, membuka pintu dan menutupnya kembali. Minchan merasakan semilir angin yang menyapu wajahnya. “em.. udaranya bagus.. sejuk.. tidak seperti di rumah.. hawa nya seperti neraka kalau orang itu masih di rumah” gumam minchan.
“taksi!!”. Seru minchan sambil melambai lambaikan tangannya. Taksi berhenti, dan minchan langsung masuk. “ajusshi, tolong antarkan aku ke xxxxxxxxxxx” titah minchan. “ne agasshi..”. taksi melaju dengan kecepatan normal. Tidak menunggu waktu yang lama, taksi yang ditumpangi minchan sampai di tujuan. Minchan turun dan memerhatikan bangunan sederhana di depan mata nya.
“walaupun hanya apartemen sederhana, setidaknya sekarang kupingku akan terasa nyaman dari omelan tak bermutu dari suami umma… ” kata minchan dalam hati. Minchan kembali menyeret kopernya dan masuk ke bangunan itu.
Minchan berjalan sambil memerhatikan nomor di pintu. Minchan berhenti di depan pintu nomor 26. Minchan merogoh saku nya dan langsung memasukan kunci ke lubang kunci. Pintu terbuka dan senyum langsung terukir di wajah manis minchan. “apartemenku sendiri, milikku sendiri” teriak minchan. Ia berlari kedalam apartemennya dan langsung menutup pintu rapat rapat, dan juga menguncinya.
Minchan langsung merebahkan dirinya ke sofa dekat tv. Minchan beruntung karena pindah ke apartemen yang sederhana namun lumayan mewah. Sudah tersedia perabotan rumah sampai tetek bengeknya, sewa nya pun terbilang murah bagi saku minchan yang seorang pekerja tetap di kafe everlast. ‘jangan lupa bersihkan apartemenmu sendiri, arra ?’ kata-kata umma minchan kembali terngiang di telinga minchan. Ia bangkit dari sofa, dan langsung membereskan barang-barangnya. ‘kenapa apartemenku ada 2 kamar ? padahal yang lain hanya satu kamar..’ pikir minchan, dan kembali membereskan barang-barangnya.
“hhhh…. Haaaahhhh…. Aku lelah ….!” Minchan mengatur nafasnya yang terpotong-potong. Ia berjalan ke dapur dan menuangkan air es untuk diminumnya. Setelah itu minchan langsung mandi karena badannya begitu lengket.
“huft .. segarnya ^^” gumam minchan dan berjalan menuju sofa. tapi ia melihat seorang namja dan pemilik apartemen. “eng .. mian, ada apa ya kalian disini ?” tanya minchan sambil menggaruk tengkuknya. ‘kenapa mereka bisa masuk ? ah .. mungkin pemilik apartemen punya kunci duplikatnya! Ah iya ! pasti itu!’ pikir minchan. “ah mianhae nona, karena apartemenku sudah penuh dan hanya apartemenmu yang mempunyai 2 kamar, jadi nona dan dia tinggal seapartemen..” kata pemilik apartemen. “mwo ? aishh.. baiklahh …” minchan langsung menyerah sebelum berperang kepada pemilik apartemen. Ia menurut saja daripada melawan dan langsung ditendang dari apartemen yang baru ditinggalinya itu.
Pemilik apartemen meninggalkannya dengan namja asing itu. “eung .. kamarku dimana ?” tanya namja itu datar. Minchan hanya memberi isyarat dengan menggerakkan jari telunjuknya ke arah samping kamarnya. Namja itu membawa barang barangnya dan langsung masuk kamar. Minchan menghela nafas panjang dan menghembuskannya, lalu duduk di sofa lalu menyalakan tv.
Namja itu keluar dari kamarnya hanya mengenakan celana selutut yang memamerkan betisnya yang ramping dan putih dan kaos polos berwarna hitam, lalu duduk di sebelah minchan dan ikut menonton tv.
“nama mu siapa ?” tanya namja itu.
“han minchan imnida, kau sendiri ?”
“jo youngmin imnida” kali ini namja yang bernama youngmin itu menjawab dengan senyumnya yang manis. Setelah berkenalan, mereka melanjutkan menonton tv, bahkan mereka sudah seperti kenal lama, mereka tertawa bersama karena melihat acara komedi di tv. “ah iya, youngmin-ah, ngomong-ngomong, kau terlihat masih sma, kenapa kau dibolehkan tinggal sendiri ?” tanya minchan. “mwo ? aku ? anak sma ? enak saja.. aku sudah tamat kuliah tau …” seru youngmin tidak terima dirinya dikatakan anak sma. “aku ingin tinggal sendiri karena aku terlalu dimanja oleh kedua orang tuaku, padahal aku ingin mandiri.. jadi, aku memutuskan untuk tinggal sendiri.. yah .. walaupun umma bilang, kalau butuh sesuatu harus menelepon..” lanjut youngmin. Minchan hanya mengangguk, mengerti.
‘kkkrrryyyuuuuuukkkkkk’. Youngmin memegangi perutnya, lalu menatap minchan. “hehe.. aku lapar.. kau punya makanan ?” tanya youngmin. Minchan terlihat seperti sedang berpikir. Ia ingat, ia masih mempunyai sekotak makanan dari umma nya. Minchan pergi ke dapur membawa kotak makanan itu. “ige, makanlah ..” minchan menyerahkan kotak makanan itu pada youngmin.
“kau bagaimana ? kau sudah makan ?”
“belum, tapi sepertinya kau lebih lapar dariku youngmin, jadi makanlah ^^”
Youngmin menghentikan makannya. “eh kenapa berhenti ?” tanya minchan khawatir. “apa makanannya tidak enak?” tanya minchan lagi. “ne, makanannya tidak enak, karena aku tidak membagi makanan ini denganmu .. aku yakin kalau kau ikut makan, makanannya akan jauh lebih enak ..” kata youngmin beralasan. “=3=.. dasar, kukira apa .. sudahlah kau makan saja .. aku bisa menahan lapar kok .. ^__^” kata minchan, namun youngmin langsung menyuapkan sesendok nasi ke mulut minchan. “nah, makan yang banyak ya.. biar aku suapi.. tubuhmu sudah kurus begitu masih saja menolak yang namanya makanan ..” youngmin mulai menceramahi minchan. Namun minchan mendengarkan apa yang dikatakan youngmin, dan itu memang ada benarnya.
Mereka selesai makan dan langsung menyandarkan tubuh mereka ke sofa. youngmin menyandarkan kepalanya di bahu minchan. “bagaimana ? kau kenyang ?” tanya youngmin sambil menatap minchan. “ne, aku kenyang, aku mau tidur .. angkat kepalamu, berat ..” youngmin mengangkat kepalanya dari bahu minchan. “tidurlah .. ^^.. kau pasti akan mimpi indah malam ini, karena kau telah melihatku, melihat namja tampan sepertiku sebelum tidur..” minchan hanya menjulurkan lidahnya setelah mendengarkan perkataan youngmin. Setelah youngmin melihat minchan benar-benar masuk ke kamarnya, youngmin pun masuk ke kamarnya, kamar sebelah kamar minchan.

**

06.00am

‘hoooaaaaahhhhmmmmm’. Minchan menguap lebar sekali, dan ternyata dugaan youngmin benar. Minchan mimpi (lumayan) indah, bahkan ia memimpikan ia dan youngmin mempunyai seorang anak yang lucu. Ada ada saja pikir minchan. Padahal kan mereka hanya berteman, dan tidak lebih dari itu.
Minchan berjalan ke dapur, dan berharap menemukan sesuatu yang bisa ia dan youngmin makan pagi ini. Minchan membuka kulkas, namun ia tidak mendapati apapun di kulkas itu. Minchan baru ingat , ia baru pindah kesini kemarin dan tidak sempat membeli bahan makanan. Minchan tertunduk lesu, lalu duduk di lantai dapur sambil memeluk lututnya. ‘eotteohkae…’ batin minchan. Kini kepalanya menunduk.
Suara langkah kaki berhasil membuat minchan menoleh ke sumber suara itu. “minchan, gwenchanayeo ?” tanya youngmin cemas. “ne .. tapi kita tidak punya bahan makanan sedikitpun .. eotteohkae …” kata minchan sambil mengigiti kuku jari nya. “tunggu sebentar disini ..” perintah youngmin, minchan pun menurut dan duduk di kursi meja makan.
Youngmin pergi entah kemana, mungkin ke kamarnya. Lalu youngmin kembali ke dapur dan duduk di kursi dihadapan minchan. “sebentar lagi bahan makanan akan dikirim kesini, jadi tidak usah khawatir .. ne ?” minchan mengangguk pelan.
‘ting tong ting tong’. youngmin berdiri untuk membuka pintu. ‘cklek’. “hyung !! ini barang yang kau pesan tadi !!” teriak namja yang berwajah serupa dengan youngmin dengan senyum lebar nya. “kenapa kau yang mengantarkan ini ? kemana jung ajusshi ?” tanya youngmin. “ah .. tadi aku yang memaksa ingin mengantarkannya kesini..” jelas namja itu.
Youngmin dan namja itu masuk ke apartemen dan langsung ke dapur. “minchan , ige .. buatlah sesuatu .. terserah kau mau buat apa..” kata youngmin sambil menyerahkan kantong belanjaan pada minchan. Minchan mengangkat kepalanya yang tadi tertunduk dan menatap youngmin dan juga namja di sebelahnya. Mata minchan langsung melotot. “kalian kembar ?!” seru minchan tidak percaya. “nan, jo kwangmin imnida ..” namja disebelah youngmin langsung memperkenalkan dirinya. “nan, han minchan imnida..”.
Minchan langsung memasak dengan bahan yang diberikan youngmin. Sedangkan youngmin dan kwangmin hanya duduk menunggu di meja makan di dapur. “hyung, ternyata disini kau tinggal bersama yeoja .. apakah kalian sudah bermain ‘ayah dan ibu’ ?” tanya kwangmin. “babo, aku kan baru mengenalnya, lagipula aku tidak mungkin melakukannya sebelum ada ikatan ..” jelas youngmin. Minchan yang mendengar itu hanya tersenyum simpul.
“ige, makanannya sudah jadi ..” kata minchan sambil meletakkan 3 piring kosong dan piring-piring lain yang berisi makanan. Youngmin akan mengisi piringnya dengan nasi, tapi dicegah oleh minchan. “waeyo ?” tanya youngmin heran. “biar aku saja ..” kata minchan sambil mengambil piring kosong youngmin  dan diisi dengan nasi dan juga lauknya, minchan juga melakukan hal yang sama pada kwangmin . “hemm .. kalian berdua memang terlihat seperti ‘ayah dan ibu’ ya … hemm .. kalian cocok ko’ .. hehe” youngmin langsung memarkirkan jitakannya tepat di kepala kwangmin. “kau ini, diam saja kalau mau makan , atau mau kuusir ?” ancam youngmin. “ahh… aku tahu ko’ .. hyung mau bermain ‘ayah dan ibu’ dengan minchan kan ..?” tebak kwangmin sambil terus mengunyah makanannya. Sontak wajah youngmin dan minchan berwarna merah.
“aku sudah selesai makan, hyung, noona, aku pulang dulu yaa” kata kwangmin. “eh noona, aku beritahu ya.. youngmin hyung itu pencium yang handal lho … kekeke~” lanjut kwangmin sebelum menutup pintu. Wajah youngmin dan minchan memerah seketika . “minchan, jangan dengarkan apa yang dikatakan si bodoh itu ..” perintah youngmin. “ne .. tentu saja ..” jawab minchan.
Minchan langsung membereskan perabotan makanan, lalu minchan langsung mandi karena sebentar lagi ia akan pergi kerja ke kafe everlast. Youngmin hanya duduk santai di depan tv. Minchan keluar dari kamar mandi dengan pakaian seragam pegawai. “minchan, kau mau kemana ?” tanya youngmin. Minchan tersenyum “aku mau kerja ..” jawab minchan. Youngmin berdiri dan berjalan mendekati minchan. “kau tidak perlu kerja .. ne ?” kata youngmin. “lalu bagaimana aku menghidupi diriku ? bagaimana aku membayar sewa apartemen ini ?” tanya minchan. “biar aku saja yang mengurus itu .. bagianmu hanya mengurus apartemen ini, dan juga mengurusku ..” jawab youngmin. “mm maksudmu ?” tanya minchan lagi. “eng, maksudku .. yaa.. kau hanya mengurus urusan rumah , biar aku yang mengurus hal hal berbau materi, ne ?” minchan mengangguk.

**

1 bulan kemudian

Minchan sedang memasak makanan untuk makan malam di dapur, ia sedang mengiris bawang. “awwww”’ teriak minchan. Youngmin yang sedang tiduran di sofa langsung berlari ke dapur, memastikan keadaan minchan. “gwenchanayo ?” tanya youngmin. “ne, jariku hanya teriris..” jawab minchan sambil meniup-niup jarinya yang teriris. Youngmin meraih jari minchan yang berdarah karena teriris pisau tajam, lalu memasukannya ke dalam mulutnya. Minchan terpaku dengan apa yang dilakukan youngmin padanya. Youngmin mengeluarkan tangan jari minchan dari mulutnya, youngmin menatap minchan lekat lekat. Tangan youngmin memegang kedua pipi minchan dan mendekatkan wajahnya ke wajah minchan. Bibir youngmin sudah berada di depan bibir minchan, namun minchan mengalihkan wajahnya dari hadapan youngmin. Tapi tangan youngmin yang masih memegang pipi minchan langsung mengarahkan wajah minchan tepat ke wajahnya, lalu sejurus kemudian, youngmin berhasil menempelkan bibirnya di bibir mungil minchan. Bukan hanya menempelkan, youngmin juga menghisap bibir atas dan bawah minchan bergantian, lalu menggigit pelan bibir bawah minchan pelan hingga bibir minchan terbuka, dan youngmin langsung memasukkan lidahnya ke rongga mulut minchan. Tangan youngmin mulai meraba raba punggung minchan. Lalu minchan melepaskan tautan bibirnya di bibir youngmin. “apa yang akan kau lakukan ?” tanya minchan. “em.. mianhae .. aku hanya terbawa suasana” kata youngmin lirih. Minchan mengangguk pelan. Lalu youngmin berjalan meninggalkan minchan sendirian di dapur.
Di dapur, minchan masih terdiam sambil memegangi bibirnya. ‘omo, first kiss ku … ternyata ciuman itu rasanya manis dan seperti di gigit’ pikir minchan. Youngmin yang berjalan menuju sofa dekat tv pun memegangi bibirnya. ‘apa yang kulakukan barusan ? bagaimana kalau dia berpikir macam-macam tentangku ? aigo~ aku tidak ingin dia berpikiran negative tentangku ..’ batin youngmin.
“youngmin-a ! kajja kita makan!” teriak minchan. Youngmin berjalan perlahan ke arah dapur dengan perasaan bersalah. Youngmin duduk di kursi meja makan, dan minchan masih menata makanan di meja. Seperti biasanya, minchan selalu menyiapkan piring yang berisi makanan untuk youngmin. “gomawo “ kata youngmin pelan namun masih dapat minchan dengar. Minchan hanya tersenyum.
Setelah mereka selesai makan, mereka duduk di dekat tv. “minchan, mianhae ..” kata youngmin lirih.
“ne, gwenchana..” jawab minchan sambil tersenyum
“hey minchan, tapi itu first kiss ku lho …” ujar youngmin dengan nada meledek. Minchan mengerucutkan bibirnya. “hey ! itu juga first kiss ku”. Suasana hening.
“aku…..” kata mereka serempak
“kau dulu..” suruh youngmin
“ah aniyo .. aku ke kamar dulu .. selamat malam youngmin..^^”
Youngmin memerhatikan punggung minchan yang berlalu di hadapannya dan menghilang setelah ditutupnya pintu kamar minchan.
Di kamar, minchan langsung merebahkan dirinya di kasurnya yang berukuran kecil.
.
.
“minchan, apa yang sedang kau lakukan disini ?” tanya youngmin setelah melihat minchan berada disampingnya. Minchan berada disamping Youngmin dan posisinya memeluk pinggang youngmin. Minchan berdiri dari kasur Youngmin dan langsung memosisikan dirinya berada di atas tubuh youngmin. “eng.. aa… apa.. yang mau kau .. kau lakukan ?” tanya youngmin sedikit tergagap.
“let’s make a baby !” kata minchan semangat.
“mm… mwoooo ?!!!!!!!!!!” youngmin membulatkan matanya.
“huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!!”
Minchan ikut membulatkan matanya dan langsung berdiri dari atas tubuh Youngmin. Mata belo minchan bertambah bulat setelah melihat makhluk disamping tubuh youngmin. “youngmin, itu,, itu bayi siapa ?” tanya minchan sambil menunjuk makhluk yang ternyata itu adalah bayi.
“aku melahirkan … hhhh….” Jawab youngmin dengan suara terengah-engah, lalu youngmin pingsan.
“huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!! huwwweeeeeee!!!!!” bayi itu kembali menangis.
“mwooooooooo ??!!!!!! andweeeeeeeeeee!!!!!” teriak minchan dan keadaan sekitar langsung gelap.

-TBC-

0 komentar:

Posting Komentar

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template