Sabtu, 30 Juni 2012

EXO Fanfiction | The real meaning of love | Chapter 2 (ending)




Annyeong ^^. Ketemu lagi sama author abal .. hehe..
Ini author bawa ff lanjutan the real meaning of love yang ternyata jadi last chapter pemirsah. Awalnya sih bakal dibikin panjang, tapi karena sesuatu, author jadiin 2 chapter aja… sebenernya, length nya nggak pantes ditulis ‘chaptered’. Pantesnya di tulis doubleshot. Tapi udah tanggung lah .. haha..
Itu juga *tunyuk2 gambar yang ceritanya cover ff*, itu author ngeditnya ngasal pake banget, jadi harap dimaklum kalo hasilnya nista kayak gitu~ *mian, suho nggak masuk di cover(?). selain nggak muat, gak pantes juga soalnya dia cuman support cast xD*
Oke, sekian bacot dari author, semoga bermanfaat, ditutup dengan salam,, wassalamu’alaikum wr.wb *pidato*

Tittle : The real meaning of love | Chapter 2 (ending)
Author : Okky Oktavia
Rating : T
Genre : angst, AU, Romance, marriage life
Length : Chaptered (2 of 2)
Main Cast : Byun BaekHyun(EXO-K), Cho SooYeon (OC)
Support Cast : Kim Joonmyun/Suho/Joonmen
Disclaimer : ff ini milik author u.u . baekhyun juga milik author(--‘), udah ada cap nya lho~ *abaikan
Warning : BadFic, OC, OOC, typo[s]
a/n : RCL ya readers ku tersayang *cium(?)*. Menerima kritik, menolak bash \m/

**

Previous chapter

“dengarkan aku. Jangan banyak bicara padaku jika itu tidak penting. Kenapa ? karena aku tidak suka melihatmu berbicara banyak padaku seolah-olah kau sudah mengenalku sangat lama.. dan sudah aku tegaskan beberapa kali kepadamu. Jangan pernah peduli padaku, jangan pernah bersikap kau perhatian kepadaku. KARENA AKU SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENGHARAPKAN SEMUA PERAKUAN ITU DARIMU”

The real meaning of love | Chapter 2

Pagi yang tenang, sangat tenang. Ditambah dengan cuaca yang cerah. Terdengar kicauan burung di luar menandakan hari baru telah dimulai dan saatnya untuk semua makhluk mengawali semua kegiatannya.

Sooyeon keluar dari kamarnya. Ya, dari kamarnya sendiri. Ia berjalan ke kamar mandi. Sooyeon berjalan melewati baekhyun yang sedang meminum kopi nya di meja makan. Sooyeon hanya diam setelah melihat baekhyun dan kembali berjalan ke kamar mandi. Sooyeon tidak menyapa baekhyun karena ia ingat perkataan baekhyun kemarin yang membuat hatinya sesak. Sedangkan baekhyun hanya duduk tenang tanpa memerhatikan sooyeon yang berjalan di hadapanya.

Setelah selesai membersihkan diri, sooyeon duduk di meja makan. Tentu saja baekhyun sudah tidak duduk di sana. Karena sooyeon pikir berada di dekat baekhyun hanya akan membuat baekhyun semakin tidak menyukainya.

Sooyeon meminum menuangkan air putih kedalam gelas lalu meneguknya dengan perlahan. Sooyeon masuk kedalam kamarnya tanpa menutup pintunya. sooyeon duduk di meja kerja nya. Ia kembali dengan rutinitasnya dulu sebelum menikah. Sebelum menikah, sooyeon adalah seorang penulis muda. Kini ia kembali memulai rutinitasnya seperti dulu karena tidak ada yang harus dikerjakannya di rumah.

Sooyeon mulai mengetik kata demi kata di ms.word. ia rasa apa yang sedang dialaminya sekarang bisa menjadi sebuah karya.

Di dekat pintu kamar, baekhyun mengintip sooyeon yang sedang serius dengan laptopnya. ‘sedang apa dia?’ pikir baekhyun. lalu baekhyun melirik jam dinding. ‘omo~ aku terlambat’ dengan langkah cepat baekhyun keluar rumah karena ia sudah sangat terlambat untuk pergi ke kantor.

--

Sooyeon mematikan laptopnya dan diam sejenak. Lalu ia memegangi perutnya sambil melihat jam dinding di kamarnya. “pantas saja perutku lapar, ini sudah sore” gumam sooyeon. Sooyeon berjalan dengan malas ke dapur. Sooyeon menghela nafasnya, “masak sendiri, makan pun sendiri.. sampai kapan aku harus seperti ini? apakah ini semua akan berakhir ? apakah aku akan bahagia dengan semua ini ?” pikir sooyeon.

Sooyeon membuka kulkas dan tidak ada bahan bakanan yang dibutuhkan sooyeon. “sepertinya memang takdirku untuk makan di luar dan menghabiskan uangku” umpat sooyeon.

Ia berjalan ke kamarnya dan mengambil cardigan yang digantung di capstok.

--

“gomawo ajusshi” ucap sooyeon sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada sopir taksi.

Sooyeon masuk kedalam restoran dan memesankan beberapa makanan. Sooyeon memainkan handphone nya sambil menunggu pesanannya datang. Tak lama kemudian, pesanan sooyeon datang dan sooyeon langsung memakannya.

Sooyeon keluar dari restoran, tentunya setelah membayar semuanya. Sebelum pulang, sepertinya sooyeon harus pergi ke mall dan membeli beberapa bahan makanan.

--

Hari sudah menjelang malam. Sooyeon baru kembali ke rumah setelah membeli beberapa bahan makanan. Dipegangnya handle pintu, dan pintu terbuka begitu saja. Berarti baekhyun sudah pulang, pikir sooyeon. Sooyeon melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dan mendapati baekhyun di ruang tengah sedang berkutat dengan laptop dan berkas-berkas kantornya.

Sooyeon berjalan melewati baekhyun tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Sooyeon melangkahkan kakinya ke dapur dan menyimpan semua belanjaannya di kulkas. Dan memasak sebagian dari bahan makanan itu.
.
.
Sooyeon membuat 2 porsi makanan. ia meletakan keduanya di meja makan dan hanya memakan 1 porsi makanan saja. Tentu saja 1 porsi yang tidak dimakan sooyeon adalah jatah baekhyun. walaupun sooyeon tidak yakin baekhyun akan memakan masakannya. Namun sooyeon akan terus berlaku sebagai istri yang baik.

Setelah selesai dengan makanannya, sooyeon kembali ke kamarnya. Ia melirik baekhyun sebentar. Dilihatnya baekhyun sedang mengurut keningnya dan sesekali menghela nafas panjang. apa baekhyun begitu lelah ? itu yang ada di pikiran sooyeon. “ba—“ sooyeon mengurungkan niatnya memanggil baekhyun. ia tidak mau membuat baekhyun marah. Sooyeon masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya.

Baekhyun Pov

Pekerjaanku banyak sekali. Dan aku rasa malam ini aku tidak akan tidur untuk mengerjakan semua ini. perutku juga lapar, aku belum makan sejak siang tadi. Sooyeon kemana ? aku belum melihatnya lagi setelah ia pulang tadi ? apa dia sudah makan ? kenapa dia tidak banyak bicara seperti biasanya ? apa dia sakit ?

Kenapa aku memikirkannya ? pekerjaanku masih banyak. Tapi kenapa pikiranku dipenuhi oleh sooyeon bukannya dengan pekerjaan ini ? . sejujurnya, aku ini bukan membencinya. Aku hanya kurang menyukai pada orang yang bersikap so’ akrab, padahal belum mengenalku lama.

Aku ini bukan tipe lelaki yang bermulut manis kepada setiap wanita. Seperti saat ini, walaupun aku kurang menyukai istriku itu, aku tidak pernah ‘bermain’ di belakangnya. Aku baik bukan ? kkk~

Aku tahu dia mencintaiku, aku dapat melihatnya dengan jelas dengan mataku dari sikapnya yang begitu tulus padaku. tapi entah mengapa aku belum bisa membuka hati ini untuk siapapun. Mungkin belum waktunya. Tapi aku tidak tahu kapan waktu itu akan datang.

Kubiarkan sejenak semua pekerjaanku di meja ruang tengah. perutku sudah menagih untuk diisi. Aku lapar.

Dengan malas kulangkahkan kakiku menuju meja makan. Aku sedikit terkejut karena di meja makan terdapat semangkuk makanan beserta pelengkapnya. Kurasa, ini saatnya aku bersyukur mempunyai istri seperti sooyeon. Tapi garis bawahi, aku belum membuka hati ini untuknya.  

--

Author Pov

Ddddrrrtttt dddrrrtttt

Terdengar jelas suara getaran hp yang diletakkan di atas meja. Dengan malas karena rasa kantuk masih sangat terasa, sooyeon bangun dan mengambil hp nya.

Setelah melihat isi pesan yang masuk, mata sooyeon membuka sepenuhnya. Lalu sooyeon melirik kalender yang terdapat di meja nya. “tanggal 8” gumam sooyeon. “kenapa aku bisa lupa seperti ini -,-‘.. aku harus menyerahkan naskah novel ku tanggal 11 dan aku belum menyelesaikannya sekarang.. astaga~” rutuk sooyeon.

Sooyeon melangkahkan kakinya keluar kamar. Dilihatnya jam dinding, “ini masih tengah malam..” gumam sooyeon. Sooyeon melanjutkan langkahnya ke dapur dan meneguk segelas air putih. Sooyeon tersenyum setelah melihat mangkuk yang asalnya masih penuh dengan makanan, kini hanya tinggal mangkuk kosong.

Saat sooyeon akan kemali ke kamarnya, sudut mata sooyeon melihat seseorang yang sedang tertidur di sofa ruang tengah. tanpa selimut di malam sedingin ini. sooyeon masuk ke kamarnya utnuk mengambil selimut dan kembali ke ruang tengah.

“seharusnya kau jangan terlalu keras bekerja.. kau bisa sakit..” ujar sooyeon sambil menyelimuti tubuh baekhyun dengan selimutnya. Sooyeon berjongkok di depan baekhyun. dengan telunjuknya, sooyeon menelusuri setiap lekuk wajah tampan baekhyun. “kau suami yang sempurna untukku..” ujar sooyeon sambil membenarkan poni yang sedikit menutupi mata sipit baekhyun.

“walaupun aku tahu kau tidak memiliki perasaan yang sama denganmu, aku akan tetap mencintaimu sampai kapan pun.. walaupun jika suatu hari nanti takdir menentukan kau pergi meninggalkanku dan berbahagia dengan yang lain, aku akan tetap menjaga rasa ini.. karena aku tahu makna cinta itu seperti apa.. karena aku tahu cinta itu tidak harus memiliki” sooyeon mendekatkan wajahnya ke wajah baekhyun yang sedang terlelap. Beberapa centi lagi, bibir mereka bersentuhan. Sooyeon menggeleng pelan. “apa yang kulakukan ?” pikir sooyeon.

Sooyeon menjauhkan wajahnya dari wajah baekhyun dan kembali ke kamarnya untuk mengerjakan naskah novel yang belum diselesaikannya. Walaupun ini masih tengah malam, sooyeon tetap ingin mengerjakannya, karena selain waktunya tinggal sebentar lagi, sooyeon sedang mendapatkan pemikiran bagus untuk kelanjutan karyanya.

**

Baekhyun mengerjapkan matanya, sesekali ia mengucek matanya sendiri. “sudah siang..” ujarnya sambil berusaha membuka matanya yang sesekali terpejam. Baekhyun baru sadar ada selimut yang menyelimuti dirinya. “apa dia yang melakukannya ?” entah kenapa, kali ini baekhyun tersenyum dengan apa yang dilakukan sooyeon padanya.

Baekhyun menyingkapkan selimut itu dan melipatnya dengan rapi. Kemudian ia membereskan ruang tengah yang berantakan akibat ulahnya dengan pekerjaannya yang belum selesai sepenuhnya.

Setelah selesai, baekhyun mengintip kamar sooyeon. Baekhyun melihat sooyeon yang tertidur di meja kerja nya, dengan menjadikan tangan sebagai bantalan kepalanya. Melihat sooyeon yang terlihat sangat kelelahan, baekhyun mengerjakan semua pekerjaan rumah. Dan juga ini hari minggu, jadi baekhyun menggunakan hari minggu ini untuk membersihkan rumah, kapan lagi ia bisa melakukan pekerjaan seperti ini selain hari minggu.

Walau kenyataannya baekhyun tidak mencintai sooyeon, baekhyun masih mempunyai perasaan mengasihani seseorang. Garis bawahi, hanya mengasihi tidak berarti mencintai.

Baekhyun pergi ke dapur. Ia memakaikan apron di tubuhnya. Kemudian baekhyun mengambil buku saku kumpulan resep di dalam saku celananya yang sengaja ia beli kemarin. “sepertinya pasta cocok untuk sarapan kali ini”

--

Sooyeon bangun dan sebuah lengkungan di bibirnya terbentuk. Ia sangat senang karena naskan novelnya telah selesai dikerjakannya semalaman.

Sooyeon bergegas mandi. Setelah selesai, sooyeon mengenakan celana jeans dan t-shirt putihnya yang ia balut dengan jaket.

Sooyeon berjalan menuju pintu keluar, ia melewati baekhyun yang sedang menonton tv di ruang tengah. sooyeon tidak menyapa atau berpamitan kepada baekhyun. karena percuma saja sooyeon melakukan itu semua kalau ia tidak mendapatkan respon apapun dari baekhyun.

“kau mau kemana ?” tanya baekhyun yang membuat langkah sooyeon terhenti. Sooyeon diam. Bukan ia tidak bisa menjawab, tapi karena ia terlalu kaget karena baru kali ini baekhyun bertanya kemana ia akan pergi. “aku tanya kau mau kemana, kau tidak mendengarkanku ?”

Sooyeon menoleh, “aku mau menyerahkan naskah novel ku pada editorku..” jawab sooyeon akhirnya. Baekhyun menatap sooyeon dengan tatapan menyelidik. “wajahmu pucat. Makanlah dulu. Aku menyimpannya di lemari makanan..” ujar baekhyun dengan mata yang masih fokus pada tv.

“kau tidak mau ya ? kalau memang tidak mau, pergi saja” ujar baekhyun. sooyeon tersenyum kecil dan berjalan menuju dapur.

--

“gomawo, kau sudah menyiapkan sarapan untukku.. aku berangkat” pamit sooyeon yang dibalas hanya dengan sebuah anggukan dari baekhyun.

.
.

“joonmen, nsakah novelnya sudah aku selesaikan.. ini, bawalah laptopku, dan koreksi jika ada kesalahan yang kubuat..”

“aish~ ini di luar sooyeon-ah.. sudah kubilang panggil aku suho” protes suho sambil melihat sekeliling caffe. Sooyeon mengerucutkan bibirnya, lalu tersenyum terpaksa “ne, suho-ssi”

“aish~ itu terdengar buruk sekali -,-‘.. coba kau mengucapkan itu dengan tulus… kekeke~..” suho mengacak rambut sooyeon, dan sooyeon langsung menyingkirkan tangan suho yang tak berpendidikan(?) dari kepalanya.

Tanpa mereka sadari seseorang yang tak jauh dari mereka memerhatikan apa ynag suho lakukan pada sooyeon dengan tatapan tidak suka.

“aku tulus..” ucap sooyeon bohong. Suho hanya tersenyum kecil, “panggil oppa saja, itu lebih pantas..”

“eh, wae ? aku rasa memanggilmu dengan panggilan joonmen lebih pantas” ujar sooyeon dengan cengiran khasnya.

Suho mengerucutkan bibirnya, “karena aku lebih tua darimu, sudah jelas bukan ? apa kau baru mau memanggilku oppa jika aku mengatakan kalau aku mencintaimu ?”

“eh ? apa maksudmu itu ? hey~ jangan lupa, aku ini sudah mempunyai suami, kau jangan macam-macam padaku”

“tapi sepertinya kau tidak terlihat bahagia ?” tebak suho yang memang sedikit mengenai sasaran.

Sooyeon merasa bahagia karena ia dapat memiliki seorang suami seperti baekhyun, namun yang membuat sooyeon seperti akan kehilangan kebahagiaan adalah menerima kenyataan kalau baekhyun tidak akan membalas perasaannya sampai kapanpun.

Sooyeon memelototi suho, “sembarangan kau~ sudahlah, kenapa jadi membahas rumah tanggaku. Ini, periksa semuanya dan koreksi semua kesalahannya.. aku pulang” sooyeon menyerahkan laptopnya pada suho. Suho terus memandang sooyeon hingga yeoja itu masuk kedalam taksi.

“hey~ aku tidak main-main dengan ucapanku tadi..” ucap suho. “jika kau merasa tidak bahagia dengannya, aku akan menjadikan diriku sebagai sandaranmu.. aku akan tetap menunggumu..”

**

Sooyeon membuka pintu rumahnya, “nawasseo~” sooyeon kembali menutup pintunya. Saat ia berbalik, sooyeon mendapati baekhyun berdiri tepat di hadapannya. “kau dari mana ?” tanya  baekhyun dingin.

“aku dari caffe di dekat persimpangan jalan. Menyerahkan naskah novel ku pada editorku.. waeyo ?”

“aku percaya, tapi sepertinya kau mempunyai hubungan khusus dengannya.. kalian terlihat sangat akrab..” sooyeon sedikit terkejut, apa baekhyun membuntutinya ?

“ia teman kecilku dan juga dia sunbaeku saat aku sma”

“kau terlihat bahagia saat bersamanya, berbeda dengan saat kau sedang bersamaku. Jika kau memang bahagia dengannya, kenapa masih bertahan denganku dan tidak memilihnya ?” ucapan baekhyun tersebut membuat hati sooyeon sedikit sakit.

Sooyeon menunduk, mengumpulkan seluruh keberaniannya, lalu kembali menatap baekhyun.

“bukankah kau mengatakan kalau kau tidak menyukaiku karena aku terlalu banyak bicara padamu seperti aku sudah megenalmu sejak lama? Bukankah kau juga membenciku karena aku selalu memberikan perhatianku padamu dan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu, menjadi istri yang baik untukmu agar kau bisa menerimaku sebagai istrimu, agar kau bisa mempunyai perasaan yang sama denganku?!! APA KAU SUDAH LUPA DENGAN SEMUA YANG KAU KATAKAN PADAKU ? APAKAH KAU TIDAK TAHU KALAU PERKATAANMU TEMPO HARI MEMBUATKU SEDIKIT KEHILANGAN HARAPAN BAHWA KAU MUNGKIN AKAN MEMILIKI PERASAAN YANG SAMA DENGANKU!!!!!!??”

Sooyeon ambruk. Ia duduk di lantai dengan menutupi wajahnya yang kini sudah basah dengan air mata. Baekhyun duduk di depan sooyeon dan memeluk tubuh mungil sooyeon. “mianhae..” ujar baekhyun. kali ini dengan suara yang lembut, Namun sooyeon tetap menangis dalam pelukan baekhyun.

**

Keesokan harinya…

Saat pagi hari, baekhyun berjalan ke dapur karena ia merasa perutnya sangat lapar. Baekhyun berharap, sooyeon memasakkan sesuatu untuknya. Dan ternyata tepat dugaan baekhyun. di meja makan sudah terdapat beberapa macam makanan dan juga sepucuk surat dengan amplop berwarna ungu.

Baekhyun duduk di kursi meja makan dan meraih amplop itu. Di sampul depan tertulis dengan tulisan yang sangat bagus. ‘Dear my love, Baekhyun’.

Baekhyun membuka surat itu dengan senyuman yang menempel di wajah tampannya.

Good morning^^. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, semoga rasanya sesuai seleramu. Soal kemarin, maaf karena aku membentakmu. Aku benar-benar istri yang buruk karena membentak suami sendiri. Sekali lagi, mianhae..

Dan juga, kurasa apa yang akan kusampaikan lewat surat ini mungkin akan membuatmu bahagia. Sebelum aku mengatakan apa yang ingin kusampaikan, kau harus tahu dulu, kalau aku sangat mencintaimu. Aku sangat menyayangimu byun baekhyun. dan rasa ini akan selalu ada dalam hatiku walaupun sedikit demi sedikit perasaan itu memudar seiring berjalannya waktu, namun aku berjanji akan selalu memelihara perasaan itu padamu walaupun nantinya perasaan itu hanya akan menjadi sebuah kenangan yang akan selalu kuingat.

Aku akan merasa bahagia jika kau bahagia. Dan kulihat kau tidak bahagia saat bersamaku, jadi aku sudah memutuskan semuanya… walau sebenarnya ini keputusan yang sangat berat..

Aku ingin bercerai darimu. Semua sudah aku uruskan, surat perceraian sudah kuletakkan di meja kerjamu..

Setelah aku pergi dari kehidupanmu, aku akan selalu berharap kau bisa menemukan yeoja lain yang membuatmu benar-benar bahagia.

Cho Sooyeon

Tangan baekhyun seolah tidak bertenaga. Surat dari sooyeon yang ia pegang jatuh begitu saja. Dengan langkah cepat, baekhyun melangkahkan kakinya menuju kamar sooyeon.

Baekhyun membuka lemari pakaian sooyeon dan ia tidak menemukan sehelai pakaian di lemari sooyeon. Baekhyun duduk di lantai kamar sooyeon dan menjambak rambutnya sendiri. “kenapa kau pergi begitu saja disaat rasa ini mulai tumbuh ?”

**

Beberapa bulan kemudian

Seorang namja memasuki toko buku dan meneruskan langkahnya menuju tempat kumpulan novel. Ada satu novel yang menarik perhatiannya.

“the real meaning of love created by Cho sooyeon” gumam namja itu. Namja itu memutuskan untuk membeli novel itu karena mulai dari cover, judul dan nama pengarang sangat menarik perhatiannya.

--

-namja itu- baekhyun, membuka plastic tipis yang membungkus novel itu. Ia tidak membaca isi novelnya. Baekhyun langsung membuka halaman belakang dan langsung membaca bagian ‘author note’.

Annyeong pembaca sekalian^^. Aku kembali hadir dengan karya keduaku ini. sedikit bocoran dariku, aku menulis cerita ini sesuai dengan apa yang aku rasakan. Singkatnya ini adalah kisah nyata. Hehe.. jadi itu kisahku yang aku tuangkan dalam sebuah karya.  Apa kalian suka ? aku harap jawabannya iya.. hoho..

Sedikit, aku ingin menyampaikan salamku pada ‘seseorang’ -> sejujurnya, rasa itu masih aku simpan sampai sekarang walau aku sudah menemukan penggantimu. Aku tetap mencintaiamu walaupun cintaku tidak sebesar dulu.. aku percaya, namja tampan seperti dirimu akan mudah mendapatkan penggantiku.. <-

Ini memang kisah nyata. Kisahku bersama seseorang di masa lalu. Namun kata editor ku yang kini jadi suamiku ^//^, dia bilang harus menambah ‘bumbu’ di sana-sini. Karena katanya jika tidak ditambah demikian, ceritanya akan terlalu menyedihkan dan mungkin semua orang akan mengetahui betapa menyedihkannya kisahku xD.

Namun walaupun kisahku dulu sangat menyedihkan, aku akan selalu mengingat kisah itu. Aku akan selalu mengenangnya. Aku tidak akan melupakan, bahwa aku pernah bahagia dengan memiliki kenangan yang menyedihkan itu(?).

Oke, sudah cukup .. hehe.. nantikan karyaku selanjutnya. Mungkin karyaku selanjutnya adalah kisahku sekarang bersama editor ku XD .. haha ..

Nb : Pernahkah kamu merasakan saat kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu kalau dia tidak mencintaimu, dan meskipun kamu tahu bahwa cintamu tak mungkin terbalaskan, tetapi kamu tetap tulus mencintainya. Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu bahwa dia takkan pernah peduli apa yang kamu lakukan. Atau mungkin dia peduli dan mengerti tentang apa yang kamu lakukan tetapi dia tetap memilih pergi dan tak memperhatikanmu. Pernahkah kamu merasakan hebatnya sebuah cinta, kamu tersenyum namun hatimu terluka, kamu menangis namun hatimu bahagia. Aku pernah merasakannya, aku pernah tersenyumm walaupun hati ini terluka, karena kuyakin tuhan tidak menjadikannya untukku. Dan aku juga pernah menangis ketika bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja.

Itulah arti cinta yang sebenarnya *menurut versi-ku.. hahaha*

Bye ^^

Baekhyun mencoba tersenyum. Namun itu gagal dan air matanya tidak dapat ia bendung.

“mianhae sooyeon-ah….”

END

*angkat kolor baekhyun* gimana ,, gimana ?? mengecewakan kah akhirnya ?? hehe.. apa ini akhir yang kalian prediksikan ?? *colek dagu readers*. Oke, walaupun ini karya yang abal, tapi hargai ya~ nggak mahal ko’ *pasang muka imut(?)* Cuma RCL doang .. hehe..
Terus,,terus,, setelah kalian baca ff ini, author harap kalian jangan benci suami author *baca: baekhyun* ya T T.
Mau nanya sekali lagi ah~ apa ini sesuai prediksi kalian ? apa ini sesuai dengan apa yang kalian pikirkan ? kekeke~

5 komentar:

  1. thor keren banget ff nya! tapi kenapa sad ending.. saya sampe banjir air mata bacanya ;_; apalagi pas baca nb hehe. keren thor! pokonya daebak!

    BalasHapus
  2. akhirannya menyayat hati -.- kata2nya setajam silet*ngomong kaya feni rose* aih sungguh... ini sebenernya bgs tapi akirannya sedih banget... tapi tetep jjang (y)

    BalasHapus
  3. Cerita nya keren tp ending nya ko sedih banget, knpa happy ending ny ga sama baekki aja.. tp keren kok ff ny. Gomawoo^^

    BalasHapus
  4. huhuhuh,,,,
    gmna trus baekki sama siapa thor,,
    aku bersedia (?)
    kereenn banget thor :)

    BalasHapus
  5. Author mah gitu.-. banjir air mata deh..wkwk.. keren thor.. buat sequelnya dong thor.. haqhaq..

    BalasHapus

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template