Annyeong ^^. Ketemu lagi sama author abal .. hehe..
Ini author bawa
ff lanjutan the real meaning of love yang ternyata jadi last chapter pemirsah.
Awalnya sih bakal dibikin panjang, tapi karena sesuatu, author jadiin 2 chapter
aja… sebenernya, length nya nggak pantes ditulis ‘chaptered’. Pantesnya di
tulis doubleshot. Tapi udah tanggung lah .. haha..
Oke, sekian
bacot dari author, semoga bermanfaat, ditutup dengan salam,, wassalamu’alaikum
wr.wb *pidato*
Tittle : The real
meaning of love | Chapter 2 (ending)
Rating : T
Genre : angst,
AU, Romance, marriage life
Length :
Chaptered (2 of 2)
Main Cast :
Byun BaekHyun(EXO-K), Cho SooYeon (OC)
Support Cast : Kim
Joonmyun/Suho/Joonmen
Disclaimer : ff
ini milik author u.u . baekhyun juga milik author(--‘), udah ada cap nya lho~
*abaikan
Warning :
BadFic, OC, OOC, typo[s]
a/n : RCL ya
readers ku tersayang *cium(?)*. Menerima kritik, menolak bash \m/
**
Previous chapter
“dengarkan aku.
Jangan banyak bicara padaku jika itu tidak penting. Kenapa ? karena aku tidak
suka melihatmu berbicara banyak padaku seolah-olah kau sudah mengenalku sangat
lama.. dan sudah aku tegaskan beberapa kali kepadamu. Jangan pernah peduli padaku,
jangan pernah bersikap kau perhatian kepadaku. KARENA AKU SAMA SEKALI TIDAK
PERNAH MENGHARAPKAN SEMUA PERAKUAN ITU DARIMU”
The real
meaning of love | Chapter 2
Pagi yang
tenang, sangat tenang. Ditambah dengan cuaca yang cerah. Terdengar kicauan burung
di luar menandakan hari baru telah dimulai dan saatnya untuk semua makhluk
mengawali semua kegiatannya.
Sooyeon keluar
dari kamarnya. Ya, dari kamarnya sendiri. Ia berjalan ke kamar mandi. Sooyeon
berjalan melewati baekhyun yang sedang meminum kopi nya di meja makan. Sooyeon
hanya diam setelah melihat baekhyun dan kembali berjalan ke kamar mandi.
Sooyeon tidak menyapa baekhyun karena ia ingat perkataan baekhyun kemarin yang
membuat hatinya sesak. Sedangkan baekhyun hanya duduk tenang tanpa memerhatikan
sooyeon yang berjalan di hadapanya.
Setelah selesai
membersihkan diri, sooyeon duduk di meja makan. Tentu saja baekhyun sudah tidak
duduk di sana. Karena sooyeon pikir berada di dekat baekhyun hanya akan membuat
baekhyun semakin tidak menyukainya.
Sooyeon meminum
menuangkan air putih kedalam gelas lalu meneguknya dengan perlahan. Sooyeon
masuk kedalam kamarnya tanpa menutup pintunya. sooyeon duduk di meja kerja nya.
Ia kembali dengan rutinitasnya dulu sebelum menikah. Sebelum menikah, sooyeon
adalah seorang penulis muda. Kini ia kembali memulai rutinitasnya seperti dulu
karena tidak ada yang harus dikerjakannya di rumah.
Sooyeon mulai
mengetik kata demi kata di ms.word. ia rasa apa yang sedang dialaminya sekarang
bisa menjadi sebuah karya.
Di dekat pintu
kamar, baekhyun mengintip sooyeon yang sedang serius dengan laptopnya. ‘sedang
apa dia?’ pikir baekhyun. lalu baekhyun melirik jam dinding. ‘omo~ aku
terlambat’ dengan langkah cepat baekhyun keluar rumah karena ia sudah sangat
terlambat untuk pergi ke kantor.
--
Sooyeon
mematikan laptopnya dan diam sejenak. Lalu ia memegangi perutnya sambil melihat
jam dinding di kamarnya. “pantas saja perutku lapar, ini sudah sore” gumam
sooyeon. Sooyeon berjalan dengan malas ke dapur. Sooyeon menghela nafasnya,
“masak sendiri, makan pun sendiri.. sampai kapan aku harus seperti ini? apakah
ini semua akan berakhir ? apakah aku akan bahagia dengan semua ini ?” pikir
sooyeon.
Sooyeon membuka
kulkas dan tidak ada bahan bakanan yang dibutuhkan sooyeon. “sepertinya memang takdirku
untuk makan di luar dan menghabiskan uangku” umpat sooyeon.
Ia berjalan ke
kamarnya dan mengambil cardigan yang digantung di capstok.
--
“gomawo
ajusshi” ucap sooyeon sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada sopir taksi.
Sooyeon masuk
kedalam restoran dan memesankan beberapa makanan. Sooyeon memainkan handphone
nya sambil menunggu pesanannya datang. Tak lama kemudian, pesanan sooyeon
datang dan sooyeon langsung memakannya.
Sooyeon keluar
dari restoran, tentunya setelah membayar semuanya. Sebelum pulang, sepertinya
sooyeon harus pergi ke mall dan membeli beberapa bahan makanan.
--
Hari sudah
menjelang malam. Sooyeon baru kembali ke rumah setelah membeli beberapa bahan
makanan. Dipegangnya handle pintu, dan pintu terbuka begitu saja. Berarti
baekhyun sudah pulang, pikir sooyeon. Sooyeon melangkahkan kakinya masuk
kedalam rumah dan mendapati baekhyun di ruang tengah sedang berkutat dengan
laptop dan berkas-berkas kantornya.
Sooyeon
berjalan melewati baekhyun tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Sooyeon
melangkahkan kakinya ke dapur dan menyimpan semua belanjaannya di kulkas. Dan
memasak sebagian dari bahan makanan itu.
.
.
Sooyeon membuat
2 porsi makanan. ia meletakan keduanya di meja makan dan hanya memakan 1 porsi
makanan saja. Tentu saja 1 porsi yang tidak dimakan sooyeon adalah jatah
baekhyun. walaupun sooyeon tidak yakin baekhyun akan memakan masakannya. Namun
sooyeon akan terus berlaku sebagai istri yang baik.
Setelah selesai
dengan makanannya, sooyeon kembali ke kamarnya. Ia melirik baekhyun sebentar.
Dilihatnya baekhyun sedang mengurut keningnya dan sesekali menghela nafas
panjang. apa baekhyun begitu lelah ? itu yang ada di pikiran sooyeon. “ba—“ sooyeon
mengurungkan niatnya memanggil baekhyun. ia tidak mau membuat baekhyun marah.
Sooyeon masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya.
Baekhyun Pov
Pekerjaanku
banyak sekali. Dan aku rasa malam ini aku tidak akan tidur untuk mengerjakan
semua ini. perutku juga lapar, aku belum makan sejak siang tadi. Sooyeon kemana
? aku belum melihatnya lagi setelah ia pulang tadi ? apa dia sudah makan ?
kenapa dia tidak banyak bicara seperti biasanya ? apa dia sakit ?
Kenapa aku
memikirkannya ? pekerjaanku masih banyak. Tapi kenapa pikiranku dipenuhi oleh
sooyeon bukannya dengan pekerjaan ini ? . sejujurnya, aku ini bukan
membencinya. Aku hanya kurang menyukai pada orang yang bersikap so’ akrab,
padahal belum mengenalku lama.
Aku ini bukan
tipe lelaki yang bermulut manis kepada setiap wanita. Seperti saat ini,
walaupun aku kurang menyukai istriku itu, aku tidak pernah ‘bermain’ di
belakangnya. Aku baik bukan ? kkk~
Aku tahu dia
mencintaiku, aku dapat melihatnya dengan jelas dengan mataku dari sikapnya yang
begitu tulus padaku. tapi entah mengapa aku belum bisa membuka hati ini untuk
siapapun. Mungkin belum waktunya. Tapi aku tidak tahu kapan waktu itu akan
datang.
Kubiarkan
sejenak semua pekerjaanku di meja ruang tengah. perutku sudah menagih untuk
diisi. Aku lapar.
Dengan malas
kulangkahkan kakiku menuju meja makan. Aku sedikit terkejut karena di meja
makan terdapat semangkuk makanan beserta pelengkapnya. Kurasa, ini saatnya aku
bersyukur mempunyai istri seperti sooyeon. Tapi garis bawahi, aku belum membuka
hati ini untuknya.
--
Author Pov
Ddddrrrtttt
dddrrrtttt
Terdengar jelas
suara getaran hp yang diletakkan di atas meja. Dengan malas karena rasa kantuk
masih sangat terasa, sooyeon bangun dan mengambil hp nya.
Setelah melihat
isi pesan yang masuk, mata sooyeon membuka sepenuhnya. Lalu sooyeon melirik
kalender yang terdapat di meja nya. “tanggal 8” gumam sooyeon. “kenapa aku bisa
lupa seperti ini -,-‘.. aku harus menyerahkan naskah novel ku tanggal 11 dan
aku belum menyelesaikannya sekarang.. astaga~” rutuk sooyeon.
Sooyeon
melangkahkan kakinya keluar kamar. Dilihatnya jam dinding, “ini masih tengah
malam..” gumam sooyeon. Sooyeon melanjutkan langkahnya ke dapur dan meneguk
segelas air putih. Sooyeon tersenyum setelah melihat mangkuk yang asalnya masih
penuh dengan makanan, kini hanya tinggal mangkuk kosong.
Saat sooyeon
akan kemali ke kamarnya, sudut mata sooyeon melihat seseorang yang sedang
tertidur di sofa ruang tengah. tanpa selimut di malam sedingin ini. sooyeon
masuk ke kamarnya utnuk mengambil selimut dan kembali ke ruang tengah.
“seharusnya kau
jangan terlalu keras bekerja.. kau bisa sakit..” ujar sooyeon sambil
menyelimuti tubuh baekhyun dengan selimutnya. Sooyeon berjongkok di depan
baekhyun. dengan telunjuknya, sooyeon menelusuri setiap lekuk wajah tampan
baekhyun. “kau suami yang sempurna untukku..” ujar sooyeon sambil membenarkan
poni yang sedikit menutupi mata sipit baekhyun.
“walaupun aku
tahu kau tidak memiliki perasaan yang sama denganmu, aku akan tetap mencintaimu
sampai kapan pun.. walaupun jika suatu hari nanti takdir menentukan kau pergi
meninggalkanku dan berbahagia dengan yang lain, aku akan tetap menjaga rasa
ini.. karena aku tahu makna cinta itu seperti apa.. karena aku tahu cinta itu
tidak harus memiliki” sooyeon mendekatkan wajahnya ke wajah baekhyun yang
sedang terlelap. Beberapa centi lagi, bibir mereka bersentuhan. Sooyeon
menggeleng pelan. “apa yang kulakukan ?” pikir sooyeon.
Sooyeon
menjauhkan wajahnya dari wajah baekhyun dan kembali ke kamarnya untuk
mengerjakan naskah novel yang belum diselesaikannya. Walaupun ini masih tengah
malam, sooyeon tetap ingin mengerjakannya, karena selain waktunya tinggal
sebentar lagi, sooyeon sedang mendapatkan pemikiran bagus untuk kelanjutan
karyanya.
**
Baekhyun
mengerjapkan matanya, sesekali ia mengucek matanya sendiri. “sudah siang..”
ujarnya sambil berusaha membuka matanya yang sesekali terpejam. Baekhyun baru
sadar ada selimut yang menyelimuti dirinya. “apa dia yang melakukannya ?” entah
kenapa, kali ini baekhyun tersenyum dengan apa yang dilakukan sooyeon padanya.
Baekhyun
menyingkapkan selimut itu dan melipatnya dengan rapi. Kemudian ia membereskan
ruang tengah yang berantakan akibat ulahnya dengan pekerjaannya yang belum
selesai sepenuhnya.
Setelah
selesai, baekhyun mengintip kamar sooyeon. Baekhyun melihat sooyeon yang
tertidur di meja kerja nya, dengan menjadikan tangan sebagai bantalan
kepalanya. Melihat sooyeon yang terlihat sangat kelelahan, baekhyun mengerjakan
semua pekerjaan rumah. Dan juga ini hari minggu, jadi baekhyun menggunakan hari
minggu ini untuk membersihkan rumah, kapan lagi ia bisa melakukan pekerjaan
seperti ini selain hari minggu.
Walau
kenyataannya baekhyun tidak mencintai sooyeon, baekhyun masih mempunyai
perasaan mengasihani seseorang. Garis bawahi, hanya mengasihi tidak berarti
mencintai.
Baekhyun pergi
ke dapur. Ia memakaikan apron di tubuhnya. Kemudian baekhyun mengambil buku
saku kumpulan resep di dalam saku celananya yang sengaja ia beli kemarin.
“sepertinya pasta cocok untuk sarapan kali ini”
--
Sooyeon bangun
dan sebuah lengkungan di bibirnya terbentuk. Ia sangat senang karena naskan
novelnya telah selesai dikerjakannya semalaman.
Sooyeon
bergegas mandi. Setelah selesai, sooyeon mengenakan celana jeans dan t-shirt
putihnya yang ia balut dengan jaket.
Sooyeon berjalan
menuju pintu keluar, ia melewati baekhyun yang sedang menonton tv di ruang
tengah. sooyeon tidak menyapa atau berpamitan kepada baekhyun. karena percuma
saja sooyeon melakukan itu semua kalau ia tidak mendapatkan respon apapun dari
baekhyun.
“kau mau kemana
?” tanya baekhyun yang membuat langkah sooyeon terhenti. Sooyeon diam. Bukan ia
tidak bisa menjawab, tapi karena ia terlalu kaget karena baru kali ini baekhyun
bertanya kemana ia akan pergi. “aku tanya kau mau kemana, kau tidak
mendengarkanku ?”
Sooyeon
menoleh, “aku mau menyerahkan naskah novel ku pada editorku..” jawab sooyeon
akhirnya. Baekhyun menatap sooyeon dengan tatapan menyelidik. “wajahmu pucat.
Makanlah dulu. Aku menyimpannya di lemari makanan..” ujar baekhyun dengan mata
yang masih fokus pada tv.
“kau tidak mau
ya ? kalau memang tidak mau, pergi saja” ujar baekhyun. sooyeon tersenyum kecil
dan berjalan menuju dapur.
--
“gomawo, kau
sudah menyiapkan sarapan untukku.. aku berangkat” pamit sooyeon yang dibalas
hanya dengan sebuah anggukan dari baekhyun.
.
.
“joonmen, nsakah
novelnya sudah aku selesaikan.. ini, bawalah laptopku, dan koreksi jika ada
kesalahan yang kubuat..”
“aish~ ini di
luar sooyeon-ah.. sudah kubilang panggil aku suho” protes suho sambil melihat
sekeliling caffe. Sooyeon mengerucutkan bibirnya, lalu tersenyum terpaksa “ne,
suho-ssi”
“aish~ itu
terdengar buruk sekali -,-‘.. coba kau mengucapkan itu dengan tulus… kekeke~..”
suho mengacak rambut sooyeon, dan sooyeon langsung menyingkirkan tangan suho
yang tak berpendidikan(?) dari kepalanya.
Tanpa mereka
sadari seseorang yang tak jauh dari mereka memerhatikan apa ynag suho lakukan
pada sooyeon dengan tatapan tidak suka.
“aku tulus..”
ucap sooyeon bohong. Suho hanya tersenyum kecil, “panggil oppa saja, itu lebih
pantas..”
“eh, wae ? aku
rasa memanggilmu dengan panggilan joonmen lebih pantas” ujar sooyeon dengan
cengiran khasnya.
Suho
mengerucutkan bibirnya, “karena aku lebih tua darimu, sudah jelas bukan ? apa
kau baru mau memanggilku oppa jika aku mengatakan kalau aku mencintaimu ?”
“eh ? apa
maksudmu itu ? hey~ jangan lupa, aku ini sudah mempunyai suami, kau jangan
macam-macam padaku”
“tapi
sepertinya kau tidak terlihat bahagia ?” tebak suho yang memang sedikit
mengenai sasaran.
Sooyeon merasa
bahagia karena ia dapat memiliki seorang suami seperti baekhyun, namun yang
membuat sooyeon seperti akan kehilangan kebahagiaan adalah menerima kenyataan
kalau baekhyun tidak akan membalas perasaannya sampai kapanpun.
Sooyeon
memelototi suho, “sembarangan kau~ sudahlah, kenapa jadi membahas rumah
tanggaku. Ini, periksa semuanya dan koreksi semua kesalahannya.. aku pulang”
sooyeon menyerahkan laptopnya pada suho. Suho terus memandang sooyeon hingga yeoja
itu masuk kedalam taksi.
“hey~ aku tidak
main-main dengan ucapanku tadi..” ucap suho. “jika kau merasa tidak bahagia
dengannya, aku akan menjadikan diriku sebagai sandaranmu.. aku akan tetap menunggumu..”
**
Sooyeon membuka
pintu rumahnya, “nawasseo~” sooyeon kembali menutup pintunya. Saat ia berbalik,
sooyeon mendapati baekhyun berdiri tepat di hadapannya. “kau dari mana ?”
tanya baekhyun dingin.
“aku dari caffe
di dekat persimpangan jalan. Menyerahkan naskah novel ku pada editorku.. waeyo
?”
“aku percaya,
tapi sepertinya kau mempunyai hubungan khusus dengannya.. kalian terlihat
sangat akrab..” sooyeon sedikit terkejut, apa baekhyun membuntutinya ?
“ia teman
kecilku dan juga dia sunbaeku saat aku sma”
“kau terlihat
bahagia saat bersamanya, berbeda dengan saat kau sedang bersamaku. Jika kau
memang bahagia dengannya, kenapa masih bertahan denganku dan tidak memilihnya
?” ucapan baekhyun tersebut membuat hati sooyeon sedikit sakit.
Sooyeon
menunduk, mengumpulkan seluruh keberaniannya, lalu kembali menatap baekhyun.
“bukankah kau
mengatakan kalau kau tidak menyukaiku karena aku terlalu banyak bicara padamu
seperti aku sudah megenalmu sejak lama? Bukankah kau juga membenciku karena aku
selalu memberikan perhatianku padamu dan selalu berusaha untuk menjadi yang
terbaik untukmu, menjadi istri yang baik untukmu agar kau bisa menerimaku
sebagai istrimu, agar kau bisa mempunyai perasaan yang sama denganku?!! APA KAU
SUDAH LUPA DENGAN SEMUA YANG KAU KATAKAN PADAKU ? APAKAH KAU TIDAK TAHU KALAU
PERKATAANMU TEMPO HARI MEMBUATKU SEDIKIT KEHILANGAN HARAPAN BAHWA KAU MUNGKIN
AKAN MEMILIKI PERASAAN YANG SAMA DENGANKU!!!!!!??”
Sooyeon ambruk.
Ia duduk di lantai dengan menutupi wajahnya yang kini sudah basah dengan air
mata. Baekhyun duduk di depan sooyeon dan memeluk tubuh mungil sooyeon.
“mianhae..” ujar baekhyun. kali ini dengan suara yang lembut, Namun sooyeon
tetap menangis dalam pelukan baekhyun.
**
Keesokan
harinya…
Saat pagi hari,
baekhyun berjalan ke dapur karena ia merasa perutnya sangat lapar. Baekhyun
berharap, sooyeon memasakkan sesuatu untuknya. Dan ternyata tepat dugaan
baekhyun. di meja makan sudah terdapat beberapa macam makanan dan juga sepucuk
surat dengan amplop berwarna ungu.
Baekhyun duduk
di kursi meja makan dan meraih amplop itu. Di sampul depan tertulis dengan
tulisan yang sangat bagus. ‘Dear my love, Baekhyun’.
Baekhyun
membuka surat itu dengan senyuman yang menempel di wajah tampannya.
Good morning^^.
Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, semoga rasanya sesuai seleramu. Soal
kemarin, maaf karena aku membentakmu. Aku benar-benar istri yang buruk karena
membentak suami sendiri. Sekali lagi, mianhae..
Dan juga,
kurasa apa yang akan kusampaikan lewat surat ini mungkin akan membuatmu
bahagia. Sebelum aku mengatakan apa yang ingin kusampaikan, kau harus tahu
dulu, kalau aku sangat mencintaimu. Aku sangat menyayangimu byun baekhyun. dan
rasa ini akan selalu ada dalam hatiku walaupun sedikit demi sedikit perasaan
itu memudar seiring berjalannya waktu, namun aku berjanji akan selalu memelihara
perasaan itu padamu walaupun nantinya perasaan itu hanya akan menjadi sebuah
kenangan yang akan selalu kuingat.
Aku akan merasa
bahagia jika kau bahagia. Dan kulihat kau tidak bahagia saat bersamaku, jadi
aku sudah memutuskan semuanya… walau sebenarnya ini keputusan yang sangat
berat..
Aku ingin
bercerai darimu. Semua sudah aku uruskan, surat perceraian sudah kuletakkan di
meja kerjamu..
Setelah aku
pergi dari kehidupanmu, aku akan selalu berharap kau bisa menemukan yeoja lain
yang membuatmu benar-benar bahagia.
Cho Sooyeon
Tangan baekhyun
seolah tidak bertenaga. Surat dari sooyeon yang ia pegang jatuh begitu saja.
Dengan langkah cepat, baekhyun melangkahkan kakinya menuju kamar sooyeon.
Baekhyun
membuka lemari pakaian sooyeon dan ia tidak menemukan sehelai pakaian di lemari
sooyeon. Baekhyun duduk di lantai kamar sooyeon dan menjambak rambutnya
sendiri. “kenapa kau pergi begitu saja disaat rasa ini mulai tumbuh ?”
**
Beberapa bulan
kemudian
Seorang namja
memasuki toko buku dan meneruskan langkahnya menuju tempat kumpulan novel. Ada
satu novel yang menarik perhatiannya.
“the real
meaning of love created by Cho sooyeon” gumam namja itu. Namja itu memutuskan
untuk membeli novel itu karena mulai dari cover, judul dan nama pengarang
sangat menarik perhatiannya.
--
-namja itu-
baekhyun, membuka plastic tipis yang membungkus novel itu. Ia tidak membaca isi
novelnya. Baekhyun langsung membuka halaman belakang dan langsung membaca
bagian ‘author note’.
Annyeong
pembaca sekalian^^. Aku kembali hadir dengan karya keduaku ini. sedikit bocoran
dariku, aku menulis cerita ini sesuai dengan apa yang aku rasakan. Singkatnya
ini adalah kisah nyata. Hehe.. jadi itu kisahku yang aku tuangkan dalam sebuah
karya. Apa kalian suka ? aku harap
jawabannya iya.. hoho..
Sedikit, aku
ingin menyampaikan salamku pada ‘seseorang’ -> sejujurnya, rasa itu masih
aku simpan sampai sekarang walau aku sudah menemukan penggantimu. Aku tetap
mencintaiamu walaupun cintaku tidak sebesar dulu.. aku percaya, namja tampan
seperti dirimu akan mudah mendapatkan penggantiku.. <-
Ini memang
kisah nyata. Kisahku bersama seseorang di masa lalu. Namun kata editor ku yang
kini jadi suamiku ^//^, dia bilang harus menambah ‘bumbu’ di sana-sini. Karena
katanya jika tidak ditambah demikian, ceritanya akan terlalu menyedihkan dan
mungkin semua orang akan mengetahui betapa menyedihkannya kisahku xD.
Namun walaupun
kisahku dulu sangat menyedihkan, aku akan selalu mengingat kisah itu. Aku akan
selalu mengenangnya. Aku tidak akan melupakan, bahwa aku pernah bahagia dengan
memiliki kenangan yang menyedihkan itu(?).
Oke, sudah
cukup .. hehe.. nantikan karyaku selanjutnya. Mungkin karyaku selanjutnya
adalah kisahku sekarang bersama editor ku XD .. haha ..
Nb : Pernahkah
kamu merasakan saat kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu kalau dia tidak
mencintaimu, dan meskipun kamu tahu bahwa cintamu tak mungkin terbalaskan,
tetapi kamu tetap tulus mencintainya. Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu
sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu
bahwa dia takkan pernah peduli apa yang kamu lakukan. Atau mungkin dia peduli
dan mengerti tentang apa yang kamu lakukan tetapi dia tetap memilih pergi dan
tak memperhatikanmu. Pernahkah kamu merasakan hebatnya sebuah cinta, kamu
tersenyum namun hatimu terluka, kamu menangis namun hatimu bahagia. Aku pernah
merasakannya, aku pernah tersenyumm walaupun hati ini terluka, karena kuyakin
tuhan tidak menjadikannya untukku. Dan aku juga pernah menangis ketika bahagia,
karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja.
Itulah arti
cinta yang sebenarnya *menurut versi-ku.. hahaha*
Bye ^^
Baekhyun
mencoba tersenyum. Namun itu gagal dan air matanya tidak dapat ia bendung.
“mianhae
sooyeon-ah….”
END
*angkat kolor
baekhyun* gimana ,, gimana ?? mengecewakan kah akhirnya ?? hehe.. apa ini akhir
yang kalian prediksikan ?? *colek dagu readers*. Oke, walaupun ini karya yang
abal, tapi hargai ya~ nggak mahal ko’ *pasang muka imut(?)* Cuma RCL doang ..
hehe..
Terus,,terus,,
setelah kalian baca ff ini, author harap kalian jangan benci suami author
*baca: baekhyun* ya T T.
Mau nanya
sekali lagi ah~ apa ini sesuai prediksi kalian ? apa ini sesuai dengan apa yang
kalian pikirkan ? kekeke~


thor keren banget ff nya! tapi kenapa sad ending.. saya sampe banjir air mata bacanya ;_; apalagi pas baca nb hehe. keren thor! pokonya daebak!
BalasHapusakhirannya menyayat hati -.- kata2nya setajam silet*ngomong kaya feni rose* aih sungguh... ini sebenernya bgs tapi akirannya sedih banget... tapi tetep jjang (y)
BalasHapusCerita nya keren tp ending nya ko sedih banget, knpa happy ending ny ga sama baekki aja.. tp keren kok ff ny. Gomawoo^^
BalasHapushuhuhuh,,,,
BalasHapusgmna trus baekki sama siapa thor,,
aku bersedia (?)
kereenn banget thor :)
Author mah gitu.-. banjir air mata deh..wkwk.. keren thor.. buat sequelnya dong thor.. haqhaq..
BalasHapus