Tittle : My Baby Loved | chapter 10 | This is not goodbye, but this is the beginning
Author : Okky Oktavia | Keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance, Angst
Length : chaptered (10 of ?)
Cast :
1. Han Minchan (OC)
2. Jo YoungMin
3. No MinWoo
4. Lee SooMan
5. Song Xian
*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje
**
Chapter 10 begins Now !!
My Baby Loved | This is not goodbye, but this is the beginning
each meeting there must be separation. I knew from the beginning, this is sure to happen. however, this separation I did not call the actual separation. This is just the beginning. more opportunities to get you. get yourself to be the companion of my life forever.
**
‘ting tong’. “aigo~ siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini ?” minchan berhenti menyuapi minwoo. “oppa, toling suapi minwoo ya ~ aku mau membuka pintu dulu ..”. “oke chagi”
Dibukanya pintu apartemen. minchan terkejut melihat siapa yang datang. 2 orang yang sangat ia kenali. “eomma, ada apa ?” tanya minchan. Eomma minchan, song xian, mengerutkan keningnya. “waeyo eomma ?”
“bogoshipo minchan-a …” kata eomma sambil memeluk tubuh minchan. “nado bogoshipo eomma …” minchan membalas pelukan eomma nya. “ekhm ..” pria yang sudah berumur yang tadi berada disamping eomma minchan berdehem. Minchan dan eommanya melepaskan pelukan mereka. “ah.. silahkan masuk..” minchan mempersilahkan kedua orang tuanya masuk ke apartemennya.
Orang tua minchan masuk dan duduk di ruang tengah. “sebentar, aku mau mengambil minuman dan juga makanan ..” minchan melangkahkan kakinya ke dapur.
“chagi, siapa yang datang ?” tanya youngmin yang ternyata sudah selesai menyuapi minwoo. “orang tuaku …” jawab minchan sambil menyimpan 2 minuman dan juga makanan di baki yang hendak ia suguhkan pada orang tuanya. “ah.. jinja ? aku mau menemui mereka, boleh ..?” pinta youngmin. “tidak boleh” jawab minchan tegas. “mwo ? aku kan hanya ingin menemui calon mertuaku, mengapa tidak boleh ?”
“hehe .. aku hanya bercanda oppa, temui saja mereka oppa..” minchan menyerahkan baki tadi pada youngmin. “sekalian berikan ini .. hehe ..” setelah memberikan baki, youngmin langsung berjalan dengan perasaan gembira karena bisa bertemu dengan orang tua yeojachingunya.
--
Lee sooman, appa tiri minchan terkejut karena kemunculan seorang namja di apartemen anaknya. Ia tampak melihat youngmin dari ujung kaki sampai ujung kepala. youngmin menyimpan baki dan menata(?) makanan dan minuman di meja kecil yang terdapat disana. Sooman makin bertanya-tanya siapa namja ini. apakah pembantu minchan ? mana mungkin minchan sanggup membayar pembantu, pikir sooman. Song xian hanya tersenyum melihat youngmin, karena memang mereka sudah kenal dengan youngmin.
Youngmin duduk di kursi, didepan orang tua minchan. “youngmin-a, bagaimana kabarmu ?” tanya eomma minchan ramah. Youngmin tersenyum. “aku baik-baik saja eommoni..” jawab youngmin yang membuat sooman semakin heran, kenapa youngmin memanggil istrinya dengan sebutan eomma ?.
Youngmin melihat ekspresi wajah appa minchan, seperti sedang menuntut penjelasan darinya. “ah.. sepertinya ajusshi belum mengenalku, nan jo youngmin imnida, namjachingu minchan..” youngmin memperkenalkan dirinya dan membungkukkan badannya beberapa derajat. “panggil aku abeoji saja .. kau memanggil istriku dengan sebutan eommeoni jadi panggi aku abeoji, ne ?”. youngmin tersenyum kemenangan, karena ini sama saja ia sudah mendapatkan lampu hijau atau mendapatkan restu dari orang tua minchan. “gamsahamnida abeoji …”.
“ah .. namamu jo youngmin ya ? aku punya teman bisnis, namanya jo jinyoung, apa dia appamu ?” sooman memastikan, apakah youngmin ini anak teman bisnisnya atau bukan.
“ah .. ne, bagaimana abeoji bisa tahu ?”
“kami berteman baik ..” youngmin semkin memamerkan senyumnya karena ia pasti mendapatkan restu dari orang tuanya, karena restu dari orang tua minchan sudah digenggamnya.
Minchan berjalan menuntun minwoo dari dapur dan duduk disebelah youngmin. Minchan membiarkan minwoo berjalan sendiri. Minwoo berjalan mendekati song xian, eomma minchan yang statusnya(?) adalah halmeoni nya. “minwoo-a… kau sudah besar nak ! halmeoni merindukanmu ..” kata eomma minchan sambil mencium pipi minwoo. Kening sooman yang sudah penuh dengan kerutan kini semakin mengerut karena melihat anak kecil yang dibawa minchan. “minchan, dia anakmu ?” tanya sooman akhirnya, minchan heran dengan sikap appa nya sekarang. Appa nya bertaya pada minchan dengan nada yang bersahabat(?). mungkin dia sudah berubah sekarang, pikir minchan. “dia sudah aku anggap sebagai anakku, aku menemukannya di depan pintu apartemenku sewaktu aku pindah kesini..” jelas minchan.
Sooman mengangguk, mengerti. Minwoo yang tadi berada didekat song xian, kini sudah berjalan mengitari(?) seluruh ruangan di apartemen. “chagi..” panggil song xian pada anaknya, minchan. “ne , waeyo eomma ?”
“rumah sepi tanpamu .. kami ingin kau kembali ke rumah …”
Youngmin dan minchan terkejut. “mwo ? lalu siapa yang mengurus minwoo jika aku pulang ke rumah ?” tanya minchan, sebenarnya ia sangat tidak mau pergi, karena kalau ia kembali ke rumahnya, kemungkinannya ia tidak akan melihat youngmin setiap hari. “kau boleh membawa minwoo juga ke rumah..” sooman bersuara.
‘bagaimana dengan namjachingu ku ?!!’ minchan berteriak didalam hatinya. Minchan menunduk. Youngmin mengelus punggung yeojachingunya. “gwenchana.. pulanglah chagi, aku akan berkunjung ke rumahmu..” hibur youngmin.
Sooman dan song xian berdiri dan pamit untuk pulang. “pertimbangkan lagi permintaan kami chagi .. eomma harap, kau tidak mengecewakan eomma.. eomma dan appa pulang dulu..” pamit keduanya lalu keluar dari apartemen minchan setelah mereka berpamitan juga pada si kecil minwoo.
“aku tidak mau pergi …” gumam minchan. Minchan masih duduk di kursi yang ada di ruang tengah. “pulanglah chagi .. aku masih bisa mengunjungimu kapan saja aku mau dan kapan saja kau memintaku untuk menemuimu ..”
“tapi, aku takut kehilanganmu ..”
“kau kan hanya pulang chagi .. aku tidak akan meninggalkanmu walaupun kau tidak didekatku .. aku janji ..”
“jeongmalyeo oppa ?”
“ne.. aku tidak mungkin meninggalkanmu..”
**
Keesokan harinya, minchan mengemas barang-barangnya dan minwoo dibantu youngmin. Minchan benar-benar akan kembali ke rumahnya setelah dibujuk oleh youngmin. “yak, selesai ..” ujar youngmin. “oppa..” panggil minchan. “ne chagi ?”
“aniyo .. aku .. aku hanya tidak ingin jauh darimu …”
“tenaglah chagi.. walaupun kita berjauhan, aku tetap dalam hatimu, ne ?”
“ne arraseo ..” minchan menghambur ke pelukan youngmin. Awalnya youngmin hanya diam, kemudian youngmin membalas pelukan minchan. “eomma !” panggil minwoo ddengan suara kecilny yang lucu. Minchan melepas pelukannya pada tubuh youngmin. “ne ? apa sayang ?” minwoo tidak menjawab, tapi tubuh kecil minwoo memeluk minchan.
Youngmin merasakan sedih. Ya .. walaupun ini bukanlah perpisahan. Tapi youngmin pasti akan merasa kesepian bila sendirian di apartemen. “chagi, sebelum kau pulang, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan ? kau mau ?” minchan langsung mengangguk. “aku mau, iya kan minwoo-a ?” minchan berdiri dan menggendong minwoo. “kajja, kita berangkat !”
**
-taman kota-
Mereka beristirahat setelah menaiki seluruh wahana di lotte world, wahana yang masih bisa dinaiki minchan, youngmin dan minwoo tentunya. Keadaan taman di sore hari itu begitu sepi, hanya ada mereka bertiga. Tapi keadaan seperti itu membuat rasa lelah mereka cepat hilang. “chagi, kau senang..” tanya youngmin. “ne .. aku sangat senang ..” jawab minchan sambil memerhatikan gerak-gerik minwoo yang berjalan kesana kemari di taman. Youngmin memegang tangan minchan. “aku ikut senang kalau kau senan…”
“gomawo oppa ..” minchan tersenyum begitu manis. Baru kali ini youngmin melihat senyum minchan yang seperti ini. minchan terlihat lebih cantik dari biasanya. Saking terpesonanya, youngmin terus menatap minchan dengan mata yang tidak berkedip dan juga mulut sedikit terbuka.
“oppa ? gwenchana ?” tanya minchan. Youngmin tidak menjawab, yang ia lakukan adalah memegan pundak minchann dengan kedua tangannya. Dengan perlahan, youngmin mendekatkan wajahnya ke wajah minchan, mempertipis jarak diantara mereka. Keadaan taman yang sepi membuat mereka terus fokus pada apa yang mereka lakukan, tanpa khawatir ada yang mengganggu.
Semakin dekat wajah youngmin, minchan menutup matanya dan pasrah dengan apa yang akan terjadi. Awalnya bibir youngmin hanya menempel pada bibir mungil minchan, tapi lambat laun, youngmin memperdalam ciumannya. Minchan mendorong kecil tubuh namjachingunya itu, “aku butuh oksigen oppa..” kata minchan dengan wajah semerah tomat.
“chagi, wajahmu merah ..” goda youngmin pada minchan yang terus memerhatikan minwoo. “neottaemune!” balas minchan. “jeongmal ?”
Minchan mengangguk. “memangnya apa yang kulakukan ?” youngmin terus menggoda minchan. “molla, apa oppa tahu, tadi oppa melakukan apa padaku ?” minchan meladeni youngmin yang menggodanya.
“hehe.. aku hanya menciummu, kau tidak tahu ya ?”
“ah.. ne.. aku tidak tahu oppa…” jawab minchan dengan nada yang dibuat-buat.
“apa perlu aku ulangi chagi ?”
“mwo ? tidak usah, sudahlah oppa, kau terus menggodaku dari tadi ..” minchan mengerucutkan bibirnya. Tatapan minchan lurus kedepan sambil memerhatikan minwoo yang asik bermain sendiri. Youngmin berdiri dari duduknya dan berdiri tepat didepan minchan. Youngmin memegang pundak minchan dan mensejajarkan dirinya dengan minchan. Minchan mendongkak, dengan sekali gerakan, youngmin berhasil memberikan bibir mungil minchan sebuah kecupan manis. “saranghae …” ujar youngmin. Minchan berdiri dan langsung memeluk youngmin, “nado..” balas minchan.
“kajja.. kita pulang …” ajak youngmin
--
Sore itu, Minchan, youngmin dan minwoo sampai di rumah minchan yang lumayan megah. “ini rumahmu chagi ?” tanya youngmin, minchan mengiyakan dengan mengangguk saja. Minchan mnuntun minwoo sedangkan youngmin menyeret(?) koper yang berisi barang-barang minchan dan minwoo.
“kajja, kita masuk oppa..” ajak minchan.
Youngmin mengikuti minchan masuk ke rumahnya. Sebelum youngmin masuk ke rumah minchan, ia mengirim pesan pada jung ajusshi, isinya intinya youngmin meminta jung ajusshi untuk memindahkan seluruh barang diapartemennya ke rumahnya, karena youngmin penakut dan tidak bisa tinggal di satu bangunan sendirian.
Youngmin masuk ke rumah minchan, lalu duduk di ruang tamu karena youngmin disuruh duduk disana oleh minchan. Sedangkan minchan, ia masuk ke kamarnya yang berada di lantai 2 untuk menyimpan barang-barangnya dan juga menidurkan minwoo di kamarnya.
Di rumah minchan tidak ada siapa-siapa, orang tua minchan mengirim pesan pada anaknya, kalau mereka sedang liburan ke jeju island, honeymoon kedua katanya. ‘ck .. untuk apa menyuruhku pulang ?’ minchan berdecak kesal, lalu keluar dari kamarnya setelah ia mengganti bajunya.
“oppa, mau minum apa ?” tanya minchan. “apa saja …” jawab youngmin. Minchan pergi ke dapur di rumahnya dan mengambil satu minuman kaleng. Minuman sari buah jambu. “ini oppa” minchan menyerahkan 1 minuman kaleng itu pada youngmin sedangkan dirinya meminum cokelat panas, karena hari begitu dingin.
Youngmin meminum minuman yang diberikan minchan padanya sampai habis. Minchan menyeruput cokelat panasnya. Dipinggiran bibir minchan terdapat cokelaat yang menempel. “yeoja cantik sepertimu kenapa bibirnya belepotan cokelat begitu ?” ujar youngmin. “ah.. jinja ?” tanya minchan dan langsung memastikaannya dengan mengeluarkan cermin yang selalu ia bawa kemana-mana dari saku hotpants nya dan langsung melihat bibirnya. Dan benar saja, memang bibir minchan belepotan cokelat. Minchan hendak menghapus(?) cokelat itu dengan tangannya namun youngmin menahannya.
“waeyo oppa ?” tanya minchan penasaran dengan tingkah youngmin. Youngmi mendekatkan wajahnya ke wajah minchan. Wajah youngmin sangat dekat dengan wajah minchan. Hidung mereka sudah bersentuhan, namun tidak dengan bibir mereka.
“jangan bersihkan dengan tanganmu ..” kata youngmin sambil menyingkirkan tangan minchn yang akan membersihkan bibirnya dengan tangannya. Youngmin berbicara dengan wajahnya yang begitu dekat dengan wajah minchan. “lalu, aku harus bagaimana oppa ?” tanay minchan gugup, karena wajah youngmin yang sangat dekat dengan wajahnya. “bersihkan di kamar mandi, pakai washlap..” titah youngmin sambil menjauhkan wajahnya dari wajah minchan.
“ah .. ne ..” minchan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan bibirnya.
Minchan kembali dari kamar mandi dengan bibir yang sudah bersih dari cokelat. “sudh bersih oppa ?” tanya minchan sambil memerlihatkan bibirnya yang memang sudah bersih dari cokelat. “ne, eh chagi, oppa mau tanya sesuatu, boleh ?”
“oppa mau nanya apa ?”
“apa ya ? hehe … oppa hanya ingin memastikan, chagi kau mencintaiku ?”
“aku kira apa, kalau masalah itu, oppa jangan ragu, aku mencintaimu setulus hatiku…”
“jeongmal ?”
“ne !”
“kalau begitu, would you marry me ?”
“eh ?? aku memang mencintaimu oppa, tapi kurasa itu masih jauh, aku ingin menikmati masa-masa kita berpacaran seperti ini ..”
“ah .. haha .. kau betul juga chagi … ahahaha .. mianhae .. aku melamun sejauh itu ..”
“aku yakin apa yang oppa katakan tadi pasti terwujud J”
“ah .. jeongmal ?”
“ne, aku pastikan itu pasti terwujud ! aku janji ! kalau tidak, oppa potong saja leherku .. kekeke~”
“aku takkan memotong lehermu, kalau aku memotong lehermu, nanti aku menikah dengan siapa ?”
Dua insan itu terus saja melantur yang aneh-aneh, hingga membuat keduanya tertawa terpingkal-pingkal. “aih oppa, sudah berhenti, perutku sakit .. ahahahahaha..”
Youngmin berhenti melantur dan menatap minchan dengan tatapan yang serius. “hee .. kenapa tatapan oppaa berubah jadi serius seperti itu ?”. “aniyo .. oppa hanya sedang ingin memandangimu chagi .. boleh ?”
“itu tidak gratis oppa, di dunia ini sudah tidak ada yang gratis oppa….”
“baiklah, aku akan memberimu imbalan..” dengan gerakan yang cepat youngmin mengecup pipi kiri minchan. Lalu dengan gerakan perlahan, youngmin mendekatkan wajahnya ke wajah minchan. Bibir youngmin baru menempel di bibir minchan.
“brakkkkk” pintu rumah minchan terbuka dengan kasar, refleks, keduanya melepaskan kontak yang terjadi. “minchan, kami dataannnnggg !!!!!!” teriak 2 orang namja tampan. Mereka berteriak seenak jidat mereka, serasa di habitat(?) sendiri.
Youngmin mengerutkan dahinya. ‘siapa mereka ?’ pikir youngmin. “aiiihh .. oppa, kenapa kalian datang disaat seperti ini ??!!” bentak minchan pada kedua namja yang datang tanpa diundang itu. “kami sedang berlibur, jadi kami memutuskan untuk berlibur ke rumah appa, wae ? tidak boleh ? ini kan juga rumah kami :D”
--
Youngmin kembali ke rumahnya setelah merasa lega kalau 2 namja yang terlihat aneh tadi adalah anak dari sooman abeoji, mereka adalah oppa tiri minchan. Youngmin kembali ke rumahnya karena seluruh barang-barangnya sudah dipindahkan ke rumahnya oleh jung ajusshi dan juga anak buahnya. Satu lagi yang membuat youngmin ingin cepat pulang, itu karena youngmin merasa aneh dengan kelakuan kedua oppa minchan. Yang satu sifatnya lebih cerewet dari minchan, yang satu lagi, lebih pendiam, tapi sorotan matanya seolah-olah ingin memakan youngmin hidup-hidup.
--
“oppa, berapa lama kalian akan disini ?” tanya minchan. “entahlah .. mungkin sampai kami merasa bosan …” jawab oppa minchan yang terlihat cuek, tapi entah bagaimana sikap aslinya. “jjanjjanjjan .. sampai kita bosan, iya kan hyung ?” tanya satu lagi oppa minchan pada hyungnya. Mereka tersenyum penuh misteri, tepatnya senyuman jahil yang menempel di bibir mereka.
--
Youngmin Pov
Baru sehari ini aku tidak bersama yeojachinguku.. rasanya hampa.. hah .. biarlah, toh ini memang bukan perpisahan, ini baru permulaan. Aku tidak khawatir pada minchan, karena sudah ada kedua oppanya yang menjaganya.
Youngmin Pov end
--
@minchan home
Minchan pov
Pusing kepalaku, kenapa 2 makhluk ini tiba-tiba muncul ? aigoo~ kenapa mereka datang disaat umma dan appa tidak ada di rumah ? bagaimana nasibku ? mungkin aku bisa mati berdiri akibat ulah jahil dari oppa-oppaku yang jahil ini .. -,-‘
“minchan, ini anak siapa ?” tanya oppaku. Aku buru-buru naik ke kamar, karena takut minwoo jadi korban kejahilan dari oppa-oppaku itu. “anak angkatku ..wae ?”
“omo~ neomu kyeopta .. siapa namanya?” tanya oppaku yang satunya lagi, “minwoo, no minwoo..” jawabku.
Minchan Pov end
-TBC-

0 komentar:
Posting Komentar
coment please ^^