Tittle : My Baby Loved | chapter 11 | oh GOD, strengthen your servantㄒ,ㄒ
Author : Okky Oktavia | Keii’s
Rating : G
Genre : AU, Romance
Length : chaptered (11 of ?)
Cast :
1. Han Minchan (OC)
2. Jo YoungMin
3. No MinWoo
4. Lee JinKi
5. Lee JeongMin
*cast akan bertambah atau berkurang (?) di chapter yang lain*
Warning : OOC, typo(s), gaje
**
Chapter 11 begins Now !!
My Baby Loved | oh GOD, strengthen your servantㄒÇㄒ
Sudah seminggu minchan tinggal di rumah orang tua nya. Bukannya merasa tenang, hari-harinya selalu dipenuhi dengan ocehan dari kedua oppa tirinya yang sangat cerewet. Selalu saja minchan jadi korban kejahilan kedua oppa nya. Sebagai contoh, lusa kemarin minchan bangun dari tidurnya mendapati wajahnya penuh dengan coretan spidol. Untung saja hanya spidol mainan kepunyaan minwoo. Bayangkan saja jika itu spidol permanent.
“oppa ! kau letakkan dimana high heels ku ?” teriak minchan dari kamarnya. “molla, tanyakan saja pada jinki hyung !!” sahut jeongmin dari lantai dasar. “eomma!!” terdengan suara teriakan minwoo. “oppa, kau apakan minwoo ? jangan menjahilinya !” teriak minchan lagi. “aniyo, oppa hanya sedang bercanda dengan minwoo, iya kan minwoo-a?” timpal jeongmin. Minchan keluar kamarnya tanpa mengenakan alas kaki, karena heels nya disembunyikan salah satu oppa nya. Padahal dia sedang buru-buru karena ada janji kencan bersama youngmin.
Minchan berjalan ke kamar sebelahnya. Tertulis jelas di daun pintu itu, “jinki pecinta ayam”. Tokk tokk tokk. “oppa! High heels ku dimana ?” tanya minchan. “molla ! tanyakan saja pada jeongmin!” sahut jinki dari dalam kamarnya. “mwo ? tadi kata jeongmin oppa, kau yang mengambilnya! Cepat kembalikan, aku sedang ada janji !”
“oh .. high heels mu ya .. tadi kata jeongmin itu sudah tidak terpakai lagi, jadi aku jadikan high heels mu hiasan kandang ayamku..”
“mwo ???!!” pekik minchan tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Minchan langsung bergegas menuju kandang ayam super mewah milik jinki di halaman belakang. Sesampainya di halaman belakang, minchan langsung mengambil high heels nya yang diletakkan oppa nya sebagai hiasan atap rumah ayam. “dasar oppa babo x3” minchan langsung mencuci high heels nya dan langsung memakainya.
--
Youngmin pov
‘Ting tong’ aku menekan bel rumah megah minchan namun masih belum ada yang membukakan pintu untukku. Kutekan lagi bel rumahnya. ‘cklek’ pintu terbuka. Kulihat namja yang seminggu lalu tiba-tiba datang di rumah minchan dan mengganggu kami. Kulihat wajahnya begitu konyol, mungkin selera humornya tinggi.
“cari siapa ?” tanya namja yang belum kuketahui namanya itu, namun aku tahu dia adalah anak dari sooman abeoji. “aku mencari minchan .. minchan ada ?” aku bertanya balik padanya. “apa kau sudah punya janji dengannya ? bukan kah setiap ada tamu itu harus lapor ?”
“ne, aku sudah punya janji dengannya..” jawabku santai.
“jinja ? kalau begitu masuk lah dulu..” aku masuk kedalam rumah minchan dan duduk di ruang tamu setelah dipersilahkan duduk oleh oppa nya minchan. Namja itu pergi ke dapur, mungkin akan menyuguhiku minuman, kebetulan sekali, aku sedang haus. Namja itu kembali dan benar saja dia membawa minuman dan juga tangan satunya lagi menuntun minwoo. Omo.. sudah seminggu ini aku baru melihatnya.. aku sangat merindukannya. Mungkin aku memang sudah benar-benar menganggapnya sebagai anakku sendiri^^.
Minwoo yang sedang berjalan, melihatku dan langsung meronta minta tangannya dilepaskan dari namja itu. Setelah lepas. Minwoo berjalan kecil kearahku dan memelukku. Kubalas saja pelukan anakku ini, aku sudah sangat merindukannya. “appa!” seru minwoo. “appa merindukanmu minwoo-a….” kataku sambil mencubit kecil pipi minwoo.
Namja itu duduk di kursi di depanku. “namamu siapa ?” tanya namja itu dengan senyum dan juga memamerkan eyesmilenya. “nan jo youngmin imnida..” jawabku sambil tersenyum juga. “nan jeongmin, lee jeongmin imnida, namja tertampan di dunia ini ..” jelas namja itu, sebenarnya menurutku ada beberapa hal yang harusnya tidak dijelaskan. Benar-benar narsis manusia satu ini. “em.. boleh kupanggil hyung ?” tanyaku hati-hati.
“emm .. bagaimana ya .. boleh lah .. kau kan namjachingu dongsaengku.. iya kan ?” aku mengangguk mantap. “oiya, minchan itu bagaimana menurutmu ?” tanya jeongmin hyung.
“minchan itu benar-benar sempurna dimataku…”
“ah.. jinja ?? tapi, kau belum pernah melihat atau memerhatikan jari kakinya kan ?”
“memangnya kenapa dengan jari kaki minchan ?” tanya ku penasaran.
“jarinya…….”
“iya, kenapa ?”
“jarinya ada enam!” jawab jeongmin hyung dengan nada yang berlebihan. Tunggu, jari kaki minchan ada enam ? benarkah ? aku tidak pernah memerhatikannya.
“jinja ??” tanya ku tidak percaya.
“ne.. selain itu, kakinya juga bau ! dia itu benar-benar tidak seperti yeoja! Dia tidak pernah merawat tubuhnya! Kalau kau melihat tubuhnya, wah … daki nya begitu tebal !”
“mwo ? benarkah itu ?” aku masih belum percaya. Tiba-tiba minchan mucul dihadapan kami. Tubuhnya tampak bersih, dan langsung kulirik jari kakinya yang katanya ada enam itu. Jari kakinya keduanya ada lima, layak manusia normal lainnya. Dan juga kulit minchan tampak putih bersih tidak tampak satu noda sedikitpun.
“hyung.. minchan…”
“haha.. aku hanya bercanda….. hahahahaha” kata jeongmin hyung lalu dia berjalan kedalam rumah meninggalkanku, minchan dan minwoo.
“oppa, memang tadi apa yang dikatakan jeongmin oppa padamu ?” tanya minchan padaku. Bagaimana ini ? apa kujawab yang sebenarnya saja ? ah… sebaiknya jangan, aku tidak mau merusak moodnya dihari ini. aku ingin kencanku dengannya sangat berkesan !
“oppa ?” tanyanya lagi.
“ah .. aniyeo .. tadi jeongmin hyung memberikan lelucon yang sangat garing .. hehe …”
“jeongmin oppa tidak bicara yang aneh-aneh kan ?” tanya minchan memastikan. “aniyo chagi … dia tidak bicara apapun …” jawabku, syukurlah.. kini dia sudah tenang dan tidak bertanya-tanya lagi tentang apa yang tadi jeongmin hyung katakan padaku. Tapi apa yang kudengar dari jeongmin hyung tadi sudah tidak menjadi masalah buatku, karena kau sudah melihat sendiri keadaan minchan yang baik-baik saja.
“kajja! Kita jadi kan jalan-jalan ?” ajakku. “kajja!” yeojachinguku yang sangat aku cintai ini menarik tangan kananku karena tangan kananku menggendong minwoo.
Youngmin pov end
Minchan dan youngmin tentunya juga beserta si kecil minwoo, mereka berjalan-jalan ke taman bermain, ke tempat karaoke, dan tempat terakhir yang mereka kungjungi tentunya adalah restoran prancis, karena mereka sudah sangat lapar dan juga mereka sangat menggemari masakan prancis.
Seorang waiter menyerahkan buku menu pada minchan dan youngmin. Minwoo didudukannya di kursi sebelah minchan. “aku memesan coq au vin” kata youngmin. “kalau aku .. eum …. Coq au vin dan juga chocolate mousse” minchan memesan pada si waiter itu. “tunggu sebentar, kami akan segera mengantarkannya…” ujar waiter itu lalu kembali ke dapur restoran.
Tak lama menunggu, pesanan datang dan mereka langsung melahap habis makanan mereka.
“oppa, setelah ini kita mau kemana ?” tanya minchan saat mereka sedang berjalan di trotoar. “kita ke rumahku, bagaimana ? kau kan belum bertemu dengan orang tuaku…” ajak youngmin.
“ah .. baiklah .. aku mau .. tapi ..” minchan menggantung kata-katanya.
“waeyo chagi ?”
“aku gugup oppa ..”
“tenanglah .. orang tuaku baik..” sahut youngmin, mencoba menenangkan minchan.
“ehm .. baiklah … oh iya oppa, eomma mu suka masakan apa ?” tanya minchan.
“eomma ku sangat suka makanan jepang, waeyo ?”
“ani.. mungkin saja sesampainya di rumahmu, eomma mu menyuruhku untuk memasakan sesuatu untuknya.. kekeke~”
“memangnya kau bisa memasak masakan jepang chagi ?” tanya younmgin dengan nada sedikit meremehkan.
“selalu saja meragukan kemampuanku..”
“ahaha… ani .. aku percaya padamu, kau pasti bisa!”
Setelah beberapa waktu mereka berjalan, akhirnya pasangan kekasih itu dan juga anak angkat mereka sampai di rumah youngmin yang tak kalah megah dengan rumah minchan. “kajja, masuk ..” ajak youngmin. Pintu gerbang terbuka dengan sendirinya. Karena memang sudah di desain terbuka otomatis, tentunya setelah menekan remote kontrol.
Pintu rumah youngmin terbuka. Dibukakan oleh beberapa pelayan wanita dengan seragam seperti maid. “selamat datang tuan muda…” sapa seluruh pelayan. Youngmin hanya tersenyum kecil, lalu menarik tangan minchan. “kajja ! kita ke ruang keluarga, semuanya seudah menunggumu!”
“ah .. ne …” jawab minchan dengan perasaan gugup yang menyelimuti dirinya. Bagaimana ia tidak gugup, ia sekarang akan bertemu dengan orang tua dari namjachingunya. Minchan berpikir, hubungannya dengan youngmin pasti akan terus berlanjut kedepannya apabila orang tua kedua belah pihak sudah mengetahui dan juga merestui hubungan mereka.
Di ruang keluarga, ada kedua orang tua youngmin dan juga ada kwangmin disana bersama seorang yeoja. Sepertiya yeoja itu adalah yeojachingunya kwangmin, karena mereka duduk bersebelahan dan juga, memang terlihat mereka adalah sepasang kekasih.
“annyeonghaseyo..” sapa youngmin dan juga minchan sambil menundukkan badan mereka beberapa derajat. Untuk menunjukkan kesopanan pada yang lebih tua. Kedua orang tua youngmin tersenyum hangat pada youngmin dan minchan. Orang tua youngmin tidak kaget melihat youngmin sudah mengais seorang anak laki-laki yang begitu tampan. Karena, youngmin sendiri sudah menceritakan semuanya tanpa terkecuali pada keluarganya.
Youngmin dan minchan duduk di sofa. “eomma, ini minchan, yeojachinguku..”. eomma youngmin memerhatikan minchan dari ujung kepala hingga ujung kaki. “annyeonghaseyo^^, nan han minchan imnida ^^” minchan berdiri dan membungkukan badannya lalu kembali duduk. “minchan, neomu yeppeo.. kau begitu mirip soojung…” puji eomma youngmin. Minchan tampak mengerutkan keningnya, ‘soojung?’ batinnya bertanya-tanya, siapakah yeoja yang bernama soojung itu ?. minchan kembali memamerkan senyumannya untuk menghilangkan anggapan kalau dia sedang memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak dipikirkan.
“itu minwoo kan ?” tebak eomma youngmin sambil menunjuk minwoo dengan tatapannya. “ne ajhuma …” jawab minchan. Diturunkannya minwoo dari pangkuan minchan dan dibiarkannya minwoo berjalan menghampiri setiap orang yang ada disana. Semua orang di ruangan itu lagsung menyukai minwoo, karen minwoo sangat mudah akrab dengan orang yang baru ia kenal.
“minchan, kau bisa menjaga youngmin untukku kan ?” appa youngmin yang minchan sudah ketahui namanya, jo jinyoung mulai angkat bicara. “ne ajusshi.. aku akan menjaganya semampuku..” jawab minchan pasti. “emm .. karena kau sudah menyanggupi permintaanku, kau boleh memanggilku dan istriku seperti memanggil orang tuamu sendiri..” ujar appa youngmiin dengan senyum manisnya.
Eomma youngmin berdiri dan berjalan menghampiri minchan. “kajja minchan, eomma akan memintamu melakukan sesuatu..” ajak eomma youngmin. Micnhan menurut saja dan mengikuti eomma youngmin dari belakang.
Mereka berjalan kearah dapur. Sedangkan di ruang keluarga hanya ada youngmin dan appa nya. Karena kwangmin dan yeojachingunya sudah pergi entah kemana. “youngmin-a, kau serius menjalin hubungan dengan minchan ?” tanya appanya. “ne.. tentu saja, waeyo appa ?”
“kau tidak memanfaatkannya kan ?”
“maksud appa ?”
“maksud appa, kau tidak menjadikannya pelarian karena kau sudah ditinggal mati oleh soojung ?”
“te… tentu tidak appa ! aku benar-benar mencintai minchan!” jawab youngmin. Youngmin menjawabnya dengan sedikit keraguan antara ia memang benar-benar mencintai minchan atau hanya menjadikan minchan sebagai pelarian saja karena ia sudah ditinggal mati kekasihnya yang dulu, soojung.
“syukurlah kalau memang itu yang sebenarnya.. appa senang karena kau sudah bisa melupakan seseorang yang sangat berarti bagimu dulu..” ujar appa youngmin sambil menepuk pundak anaknya dan pergi meninggalkan anaknya di ruang keluarga sendirian.
“gara-gara appa, aku jadi kembali mengingat soojung” gumam youngmin. “ah.. ani! Aku hanya mencintai mincha sekarang dan selamanya !!” tekad youngmin.
--
“channie, eomma mau kau memasakan sesuatu untuk eomma.. masakan apa saja .. yang kau bisa..” pinta eomma youngmin. Minchan sangat senang karena eomma youngmin memanggilnya dengan nama kecilnya ‘channie’. “ne, eommoni…” minchan menyanggupi permintaan eomma youngmin.
Minchan langsung mengeluarkan bahan-bahan dari kulkas dan mengeluarkan peralatan dapur yang diperlukan. Minchan akan memasak onigiri, sashimi, sukiyaki, sud=shi, dan takoyaki untuk menyenangkan eomma nya youngmin.
Eomma youngmin hanya memerhatikannya sambil duduk di meja makan. Keahlian memasak minchan memang luar biasa. Tak perlu menunggu waktu yang terlalu lama, minchan sudah menyajikan semua makanan dari negeri sakura itu dihadapan eomma youngmin. “ige eommoni .. silahkan menikmati..” kata minchan. Minchan merasa was-was dengan apa yang akan dikatakan oleh eomma youngmin mengenai masakannya. Ia seolah-olah sedang mengikuti perlombaan masak internasional*apadah-_-‘*.
“neomu mashita ^^” puji eomma youngmin.
“gomawo eommoni ..” minchan menundukkan badannya.
“kau benar-benar mirip soojung, selain cantik, keibuan, kau juga pandai memasak makanan favoritku..” soojung lagi? Batin minhan. Sebenarnya soojung itu siapa ? apa dia anak dari eommoni? Atau dia adalah seseorang yang mempunyai hubungan khusus dengan youngmin oppa ? . itulah kata-kata yang kini melayang-layang dengan indahnya di kepala minchan. Minchan menghirup nafas panjang dan kembali menghembuskannya. ‘sabar han minchan …. Soojung itu bukan siapa-siapa youngmin oppa.. sabar..’ ujar minchan dalam hati.
Setelah selesai ‘memuaskan’ eomma youngmin yang terus saja memujinya dan juga membanding-bandingkannya dengan yeoja yang bernama soojung itu, minchan kembali ke ruang keluarga. “oppa, minwoo mana ?” tanya minchan karena ia tidak melihat sosok minwoo disana. “dibawa appa ku.. mungkin mereka sedang bermain di halaman depan.. appa ku sangat menyukai minwoo..”
“oh .. aku ingin pulang oppa..” pinta minchan.
“eh .. waeyo ?”
“ani.. aku hanya ingin pulang saja .. boleh ?”
“tentu…”
Minchan bersama youngmin berjalan keluar rumah. Di halaman, benar saja, appa youngmin sedang tertawa dan bermain bersama minwoo. Minwoo berlari kecil mendekati minchan. Dgendongnya minwoo oleh minchan. “abeoji, aku pulang dulu….” Pamit minchan dengan suara yang lembut. “kenapa cepat-cepat ?”.
“ah.. aku hanya sedang ingin pulang ..”
“baiklah.. sering-sering kemari bersama minwoo ya..” pesan appa youngmin.
“ne^^” jawab minchan dengan memamerkan eyesmile nya. Youngmin mengantarkan minchan dan minwoo ke gerbang depan. “kuantar ?” tawar youngmin. Minchan tersenyum, “aniyo oppa, aku tidak mau merepotkanmu.. kau terlihat begitu lelah.. istirahatlah oppa, aku tidak mau kau sakit..”
Youngmin membalas senyuman minchan, “baiklah kalau itu maumu, hati-hati di jalan.. langsung pulang, ne ? aku tidak mau kau keluyuran kemana-mana, arra ?”
“ne arraseo …”. Minchan berjalan meninggalkan kediaman youngmin dan berjalan kaki menuju rumahnya sendiri. Minchan memilih berjalan kaki untuk meregangkan otot-otot kaki nya.
Minchan sampai di rumahnya dengan peluh yang mengalir di pelipisnya. Wajar saja, jarak rumah youngmin dengan rumahnya lumayan jauh, ditambah lagi, ia mengenakan high heels dan juga menggendong minwoo.
Minchan memasuki rumahnya dan mendapati kedua oppa nya sedang duduk menghadap tv. Jeongmin dan jinki melihat minchan melewati mereka dengan wajah yang sedikit kusut. “ya, minchan, buatlah makanan untuk kami.. dari pagi kami belum makan …” ucap jinki dengan wajah memelas. “haiih .. oppa tidak lihat ya ? aku kan capek, baru datang, aku juga sedang bad mood !!”
“ayolaah minchan .. kalau kau memasakkan sesuatu untuk kami, kami akan mengurus minwoo untukmu, dan kau bisa istirahat seharian ini…” kali ini jeongmin yang berbicara.
“yaksok ?”
“neee….” Jawab jinki dan jeongmin serentak.
Minchan menyerahkan minwoo pada jeongmin dan jinki. Lalu melesat ke dapur untuk membuatkan makanan untuk kedua oppa nya.
“oppa, itu makanannya sudah siap, aku letakkan semuanya di meja makan ! kalau sudah selesai makan, jangan lupa cuci lagi piringnya ! lalu, nanti sore tolong mandikan minwoo!”
“ah.. baiklah .. lagipula kalau kami menolak, kau pasti akan terus saja memaksa kami ..” timapal jinki.
“kalau sudah tahu, jangan coba-coba untuk menolak! Arra ??” ancam minchan.
“ne ..”
“jangan lupa suapi minwoo!”
“baiklah.. dasar cerewet..” sahut jinki.
Minchan memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur. Ia sangat lelah. Hatinya juga sudah sangat lelah menanggapi eomma youngmin yang selalu saja memujinya tak lupa dengan embel-embel membanding-bandingkannya dengan yeoja yang bernama soojung. “hah … bukan tubuhku saja yang lelah…. Hatiku lebih dari itu…” ujar minchan lalu menutup matanya.
**
“oppa, aku titip minwoo ya, kalian sedang senggang kan ?”
“ne …” sahut jinki dan jeongmin serentak. Hah,.. dunia begitu damai. Karena jinki dan jeongmin tidak secerewet biasanya. Kuping minchan berasa tenang sekarang.
“gomawo oppa, aku pergi dulu sebentar..” pamit minchan
Minchan berjalan menuju taman dimana ia dan youngmin selalu bertemu disana. Minchan duduk di kursi panjang yang terdapat di taman itu. Sesekali, minchan melirik jam tangannya. “jam 10.26” gumam minchan, “kau telat oppa…”.
Beberapa menit kemudian youngmin muncul dengan nafas berburu, dan juga keringat yang membasahi wajahnya. “mianhae chagi ..” ucap youngmin lalu duduk disamping minchan. “kenapa kau memanggilku kemari ?” tanya youngmin setelah keadaannya tidak selelah tadi.
“aku mau oppa menceritakan kepadaku siapa itu soojung..” titah minchan. Mata youngmin langsung tertuju pada wajah minchan yang menatap lurus kedepan. “waeyo ?” tanya youngmin
“aku hanya ingin mengetahui siapa yeoja yang bernama soojung itu.. karena sepertinya eomma mu sangat menyayangi soojung sampai-sampai dia memujiku dengan embel-embel membanding-bandingkanku dengan soojung..” jelas minchan.
Youngmin terdiam. “bukan untuk apa-apa, tapi aku hanya ingin menjadi lebih baik dari yeoja yang bernama soojung itu, agar eomma mu tidak membnding-bandingkanku dengan yeoja itu..” tambah minchan.
“benar kau ingin tahu siapa soojung itu ?”. minchan mengangguk.
“baiklah .. soojung itu .. dia cinta pertamaku” youngmin mulai menceritakan siapa soojung sebenarnya. Baru satu kalimat yang meluncur dari mulut youngmin, hati minchan terasa sesak setelah mengetahui siapa soojung sebenarnya.
“tapi….—“
“tapi apa ? kau masih mencintainya ?!” tukas minchan.
“siapa yang mengatakan seperti itu huh ? aku hanya mencintaimu ! now and forever…!” seru youngmin. “tapi, dia sudah meninggal ...” lanjut youngmin.
“omo… mianhae oppa, aku sudah mengingatkanmu padanya..” sesal minchan.
“gwenchana.. aku sudah melupakannya”
“kalau boleh tahu, kenapa dia meninggal ?”
“dia meninggal karena ia mengidap penyakit yang sangat parah, ia mengidap HIV Aids gara-gara jarum suntik yang dipakai dokter untuk menyuntiknya saat ia sedang demam..”
“apakah.. apakah soojung itu memang mirip denganku sampai-sampai eomma mu membanding-bandingkanku dengan soojung ?”
“ani .. secara fisik kau tidak mirip, tapi yang mirip adalah sifat kalian… itu yang membuat eomma ku selalu mengingatnya”
“oh… jadi oppa juga menyukaiku karena sifat kami sama ?” tukas michan. Youngmin menghembuskan nafas panjangnya. “haisshh.. sudah berapa kali aku katakan padamu, aku hanya mencintaimu.. aku mencintaimu karena pesonamu yang merayuku. Tidak sedikitpun dalam hatiku terbesit niat mencintaimu karena kau mirip dengannya..”
“geurae.. aku percaya … mian aku terlalu berlebihan menanggapinya..”
“gwenchana.. itu membuktikan, kalau kau begitu menyayangiku…” youngmin tersenyum lalu memeluk tubuh minchan yang berada disampingnya. Sudah lama juga youngmin tidak memeluk minchan seperti ini.
“oppa…”
“waeyo ?” youngmin balik bertanya. Keadaannya masih memeluk minchan.
“aku malu, lihat lah sekeliling, semua orang yang berlalu lalang memerhatikan kita..”
“ah .. aku tidak peduli.. mereka mungkin hanya iri pada kita .. sudahlah abaikan saja …”
Youngmin pov
Senangnya. Yeojachingu ku sudah mengerti semuanya. Sudah tidak salah paham lagi. Dan juga sekarang aku merasa sedikit beban di pudakku berkurang. Aku benar-benar mencintainya, mencintai minchan. Aku tidak pernah sedikitpun ada niat untuk memanfaatkan minchan sebagai pelarianku karena soojung. Aku harap, minchan selalu ada disampingku dalam keadaan susah maupun senang.
Youngmin pov end
Minchan pov
Namjachingu ku ini sangat tidak mempunyai rasa malu sedikitpun. Memelukku di tempat umum seperti ini. tapi, itu sudah cukup membuktikan kalau dia benar-benar serius padaku. Sekarang aku sudah mengetahui siapa soojung sebenarnya. Awalnya dadaku terasa sesak karena kenyataannya soojung itu cinta pertama youngmin oppa. Tapi, sudahlah itu hanya masa lalu. Masa lalu hanya dijadikan sebagai pelajaran untuk menghadapi masa depan. Mulai sekarang aku akan berusaha lebih baik dan lebih baik lagi agar aku diakui sebagai han minchan ! han minchan yang tidak mirip dengan jung soojung. Aku akan lebih berusaha agar aku diakui eommoni sebagai diriku sendiri, bukan sebagai jung soojung.
Minchan pov end
Mereka masih berpelukan sampai semua orang yang melewati mereka merasa bosan melihat mereka yang masih berpelukan. Tapi kedua insan itu tidak peduli dengan keadaan sekitar. Seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua(yng laen ngontrak xD).
--
Jeongmin dan jinki merasa sangat kelelahan karena minwoo yang sangat lincah. Minwoo berlari kesana kemari, karena jinki dan jeongmin takut sesuatu terjadi pada minwoo, jadilah mereka mengikuti minwoo kemana minwoo berlari. “hyung, sepertinya anak ini akan jadi seperti kita deh hyung .. tingkahnya sangat aktif .. aku saja sampai kewalahan….” Ujar jeongmin sambil menstabilkan nafasnya.
“kau benar jeongmin-ah, hyung juga sangat lelah ! minchan kemana lagi, katanya sebentar, tapi ini sudah berjam-jam dari saat dia pergi.. awas saja, kalau dia pulang, tunggu sejuta kejahilan dariku …” jinki menyeringai penuh misteri.
“ne … aku setuju denganmu hyung….” Jeongmin ikut menyeringai seperti jinki.
“ahehehehehehe…” tiba-tiba minwoo berada di tengah mereka berdua sambil cengengesan. “anak ini ikut ikutan saja…” ujar jinki.
TBC

Kyaaa >_< eonni daebak..
BalasHapusBener2 keren bisa buat jalan cerita kaya gini..
Oiya ditunggu next part nya ya ^_^
Mian leave commment nya lngsung di part ini :(
Thanks For sharinng :)
BalasHapus