Senin, 26 Maret 2012

FF : You’re Mine, You’re Just for Me, You Created for Me | OneShot

Tittle : You’re Mine, You’re Just for Me, You Created for Me


Author : okky oktavia
Rating : PG-13
Genre : romance, fluff, friendship
Main cast : Jo YoungMin, Lee SunMi
Support cast : Lee SungMin
Length : Oneshot
Summary : “It’s just that I love you, and I was right beside you until I die”
Disclaimer : They was not my mine, they are belong to themeselves. This story is mine
Warning : BadFic, OC, OOC, typo(s), this fluff fanfic(fanfic sweet, short, no conflict. Who don’t like, don’t read this^^)
a/n : mianhae, author bikin ff baru lagi & belom bisa nerusin ff chapter, tapi pasti di lanjutin ko’.

R/R


**

Good times I spent with you, portray a love story in my heart. Lost in love that you release your breath, until I diealso can’t forget you. And when the time will prove that promise, I give you whatever I can. I must say I love you, I love you. Just to yourself, I want you to be able to accept me, would love to receive. I must say I love you, only to you.

**

Entah sejak kapan rasa ini muncul, aku sama sekali tidak menyadarinya. Aku tidak peduli sejak kapan rasa ini muncul, yang terpenting adalah mempertahankan dan memperjuangkan rasa ini sampai akhir. Aku tidak tahu kenapa ada rasa seperti ini, dan aku tidak tahu kenapa rasa ini pasti akan menghampiri setiap manusia. Rasa yang mudah datang dan sulit untuk pergi. Cinta. Aku masih tidak percaya bisa merasakan yang namanya cinta.

**

Aku menghampiri seorang yeoja yang sedang duduk sambil memeluk lututnya di depan gerbang sekolah. “lee—“ ucapanku terpotong.

“aku bukan orang bodoh yang terlalu baik!!” serunya sambil menundukkan kepalanya. Aku mengelus kepalanya, dia mendongkak dan menatapku, “aku tahu, kau lee sunmi kan ? aku jo youngmin” dia berdiri dan membersihkan baju belakangnya dengan kedua telapak tangannya. “ne, kenapa bisa tahu namaku ?” tanyanya heran, aku hanya tersenyum padanya. “kau populer di sekolah”

Dia memalingkan wajahnya, “aku populer karena sifatku yang bodoh dan terlalu baik pada orang, kan ?” tukasnya. Aku menggeleng cepat. “ani, aku hanya taahu kau anak dari sungmin seonsaengnim” jawabku. Ia kembali memandangku. “mau jadi shabatku ?” tanyaku. Ia tersenyum manis, aku suka senyum itu. “ne ^^” jawabnya.

‘grepp’ ada sepasang tangan yang hinggap di bahu kananku. Aku menoleh dan mendapati sunmi yang tersenyum kemenangan karena berhasil mengagetkanaku. “aish ku mengagetkanku saja” ujarku pura-pura kesal. “mian, haha.. lagipula, kenapa kau melamun siang-siang begini? Memikirkan apa ?” tanyanya. “aku hanya memikirkan ujian sekolah yang akan menghampiri kita nanti, bukankah sebentar lagi kita akan ujian kelulusan ?” jawabku bohong. Padahal aku melamunkan saat pertemuan pertamaku dengannya. Kenapa aku harus bohong ? ah, molla.

“kau benar youngmin, tapi aku merasa menghadapi ujian kali ini aku merasa tidak terbebani sama sekali, hehe” aku menatapnya, “bukankah setiap akan menghadapi ujian kau selalu seperti itu ?” sindirku. Ia hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya.

**

“youngminnie!!!” teriak seorang yeoja yang sangaat aku kenali, apalagi suara emprengnya ini. “aish.. kau tidak perlu berteriak seperti itu kan ?”

“habisnya kau berjalan cepat dan terlihat seperti orang budek saja”

“mwo ? kau bilang apa ?”

“ani, aku hanya bilang, jo youngmin adalah namja tertampan”

“jinja ?” aku menatapnya tak yakin.

“tertampan seantero kebun binatang” lanjutnya, membuatku sedikit naik darah. Namun tidak pernah ada niat di dalam hatiku untuk marah padanya. Aku sangat tidak bisa memarahi sahabatku ini. Aku selalu luluh dengan senyumannya yang manis, sikap polos nya. Aku rasa, anak ini sifatnya berbalik dengan sifatnya saat sd dulu, yang selalu dikucilkan dan selalu disuruh-suruh. Makannya saat sd dulu, dia mendapatkan gelar permanen ‘si bodoh yang terlalu baik’.

Kujitak pelan kepalanya, “gomawo kau sudah mau bersahabat denganku yang tampan seantero kebun binatang, kau memang babon yang paling baik sunmi-a” ujarku balas meledeknya. Dan benar saja, dia mengerucutkan bibir mungilnya itu. Haha, lucu sekali. “jika aku babon, maka kau itu beruk youngmin-ah” dia balas meledekku dan langsung berlari meninggalkanku di koridor sekolah yang sudah sepi.

“ya ! sunmi-a ! chakkaman !!”

“tidak bisa mengejarku, berarti kau mempertahankan julukan beruk dariku youngmin-a !!” teriaknya sambil berlari dan melirikku. Ia tidak memperhatikan ke depan. ‘brukk’ dan benar saja, faktanya sahabatku ini adalah yeoja ter-ceroboh yang aku kenal. Kalau tidak terjatuh karena menubruk orang, ia pasti terjatuh sendiri, entah apa yang membuatnya sering terjatuh. Apa kakinya selalu terbelit ? hha, aku tidak tahu.

Aku berlari dan menghampirinya yang sedang duduk di lantai koridor. “gwenchana ?” tanyaku khawatir sambil memerhatikannya, memastikan kalau sunmi baik-baik saja. “ne..” sahut sunmi. “kenapa bisa jatuh ?”

“tali sepatuku lepas” rengeknya.

Kulihat sepatunya, benar, talinya lepas sebelah. Bagaimana ia tidak jatuh ? ia tidak benar membuat simpul dengan tali sepatu tersebut. Kutarik kakinya dan aku mengikat tali sepatunya. “begini baru benar” ucapku. “ne, mr.jo” sahutnya.

Aku berdiri dan mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri. Dia berdiri dengan susah payah, dan kembali terjatuh, “gwenchana ?”

“ani, kurasa kakiku terkilir” jawabnya. Aku kasihan pada sahabatku ini. Malang sekali nasibnya. Coba saja kalau aku bukan sahabatnya, mungkin sudah kutinggalkan anak ini dari tadi. Tapi itu tidak mungkin, aku akan selalu di sisinya, karena aku sahabatnya dan juga karena umma nya berpesan padaku untuk menjaga sunmi, ini sudah hampi 6 tahun aku beralih profesi menjad baby sitter sunmi. Tapi, tidak apa-apa, aku senang.

Aku berongkok di depannya, “cepat naik” dia masih diam, dia malah menatapku dengan tatapan meminta penjelasan yang lebih jelas. “kakimu kan sakit, cepat naik, aku menggendongmu sampai ke rumah, cepat, sebelum aku berubah pikiran” dia berusaha berdiri, kemudian menempelkan tubuh mungilnya di punggungku. Ia mengalungkan tangannya di leherku. Aku berdiri dan menggendongnya sampai ke rumah.

Rumah kami berdua bersebelahan dan juga dekat dari sekolah. Sepanjang jalan, semua orang memerhatikan kami. Wajar saja, mungkin orang-orang mengira sunmi adalah seorang adik yang sedang bermanja-manja pada oppa nya.

Tidak terasa, kami sudah sampai di rumah. Aku mengantar sunmi pulang. Dia belum turun dari gendonganku. “sunmi-a, tolong tekan bel rumahmu” dengan keadaan tanganku yang masih menggendongnya, tak mungkin aku bisa menekan bel. Kudekatkan tubuh kami ke pintu agar sunmi mudah menekan bel rumah.

Ting tong

‘cklek’. Aku tersenyum sedangkan sunmi hanya cengengesan melihat ekspresi umma nya yang meminta penjelasan. Aku masuk ke rumah sunmi dan mendudukkannya di sofa ruang tamu. “ada apa sebenarnya ?” tanya umma sunmi, “aku terjatuh umma, jadi youngmin menggendongku dari sekolah sampai rumah” jelasnya. “aigo~ dasar ceroboh.. youngmin-a, gomawo” ujar umma sunmi, “ne, cheonma^^”

Aku ditahan umma sunmi, aku tidak boleh pulang dan harus makan siang bersama mereka. Aku tidak menolaknya. Kenapa menolak rejeki ? haha, kebetulan orang tuaku sedang tidak berada di rumah, jadi kemungkinan besar di rumah tidak ada makanan.

**

Author Pov

Di kamarnya, youngmin memegangi dada nya yang tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. “aigo~ sebenarnya aku kenapa ?” tanya youngmin pda dirinya sendiri. Memang youngmin sejak tadi siang menggendong sunmi, youngmin merasakan dadanya seperti itu. “apa aku sakit ?” tanya youngmin pada dirinya sendiri. “apa mungkin.....” ucapan youngmin terhenti, “ani ! ini tidak mungkin... menyingkirlah pikiran-pikiran bodoh~” lanjut youngmin.

Ting tong ting tong

Youngmin beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan untuk membukakan pintu. “ya ! lama sekali membukakan pintu” seru sunmi. “masih untung aku bukakan pintu unutkmu” canda youngmin. “ada apa mengunjungiku malam-malam? malam minggu lagi, sebegitu rindunya kau padaku, padahal tadi sepanjang jalan kau menempel denganku, kekeke~” ujar youngmin yang dibalas dengan pukulan pelan pada bahu youngmin. “babo, kalau tidak dipaksa umma, aku juga tidak mau kemari..”

“yasudah, cepat pergi sana kalau kau terpaksa !”

“ani, aku hanya bercanda, sensitif sekali sahabatku ini, sedang pms ya ?”

“heu, ne .. aku sedang pms, jangan ganggu aku.. ada apa ?” youngmin meladeni candaan sunmi.

“ini, umma memberimu makanan, kau belum makan, iya kan ? orang tuamu baru kembali besok kan ? ini makanan untukmu” jawab sunmi lalu menyerahkan sekotak makanan lengkap pada youngmin. “sudah ya, aku pulang” sunmi berbalik dan youngmin menahannya. “ada apa ?”

“temani aku makan, ne ? aku paling tidak bisa makan sendirian, hehe..” pinta yougmin dan melepaskan pegangan tangannya di pergelangan tangan sunmi. “tidak bisa makan sendirian, atau kau memang takut sendirian di rumah ?” ejek sunmi.

“dua-dua nya” jawab youngmin sambil menarik tangan sunmi kedalam rumah.

Mereka makan di ruang tv berdua. Dan makan satu untuk berdua, karena memang hanya ada satu kotak makanan. “youngmin-a, bosan.. nonton dvd yu~” pinta sunmi setelah mereka selesai makan. “eoh ? nonton apa ? aku hanya punya dvd cartoon, hehe”

“kalau begitu aku pulang dulu, aku hanya akan mengambil kaset film nya, aku akan segera kembali” ujar sunmi.

Sunmi berjalan dengan cepat ke rumahnya, berlari ke kamarnya dan mengambil kaset dengan asal. Lalu dengan cepat ia kembali ke rumah youngmin. “ige, cepat mainkan” perintah sunmi. “kau ini, menyuruhku saja”

“haha.. ppali” pinta sunmi.

“baiklah, tapi katakan dulu kata-kata sanjungan” pinta youngmin dengan ekspresi jahil. “mwo ? shireo~” tolak sunmi. “hanya menyebutkan kata sanjungan seperti biasanya, itu tidak sulit, mau katakan atau kita tidak jadi nonton ?” ancam youngmin.

“aishh.. geurae.. kumohon jo youngmin, tolong putarkan filmnya, kau memang namja paling tampan yang pernah aku temui”

“baiklah, sesuai permintaanmu..” youngmin tersenyum senang. Dan langsung memutar filmnya. Ternyata itu adalah kaset drama taiwan. Rating nya 17 tahun keatas. Sunmi tidak sadar ia membawa kaset summer desire, karena ia mengambilnya dengan asal.

Mereka menonton drama summer desire dengan fokus. Episode pertama memang mereka fokus pada drama yang mereka tonton. Tapi, episode kedua, mereka mulai tidak fokus, karena ada kissing scene disana. Dan itu cukup panas. Membuat atmosfer diantara mereka menjadi canggung. Tatapan mereka tertuju pada layar tv yang menampilkan tokoh xia mo dicium oleh saudara tiri nya yang sekaligus adalah calon kekasihnya.

Youngmin melirik sunmi yang sedang fokus menatap layar tv. Kemudian youngmin kembali menatap layar tv. Dan kissing scene masih tetap berjalan. Dalam pikirannya, youngmin membayangkan kalau yang berada dalam scene itu adalah dirinya dengan sunmi. Namun dengan cepat youngmin menggelengkan kepalanya.

Sunmi memang terlihat fokus, tapi dalam hati dan pikirannya sunmi sama saja seperti youngmin, membayangkan kalau yang melakukan scene itu adalah dirinya bersama youngmin. Kissing scene berakhir dan episode dua tamat. “andwae!!!” teriak sunmi yang membuat youngmin menatapnya dengan tatapn heran. “waeyo ?” tanya youngmin.

“ani.. a..a....aniyo...” youngmin tersenyum jahil. “kau pasti berpikir macam-macam kan ?” tuduh youngmin dan memang tepat sasaran. “mwo ? berpikiran apa ? apa maksudmu ?” tanya sunmi sambil menatap youngmin dengan wajah bersemu merah. Youngmin mendekati tubuh sunmi yang perlahan mundur menjauhi tubuhnya. “ahahahaha...” suara gelak tawa youngmin langsung terdengar dan sunmi memukulnya pelan. “tidak lucu !” bentak sunmi.

“ahaha.. mianhae, tapi pikiranmu itu mudah sekali ditebak” ujar youngmin yang masih saja tertawa. Sunmi kembali fokus ke layar tv. Youngmin juga sudah berhenti tertawa. Youngmin kembali menatap layar tv dan wajah sunmi bergantian.  “berhenti memerhatikanku” ucap sunmi yang masih menatap layar tv. “mianhae, aku kan hanya bercanda tadi, kau benar-benar marah padaku ya ?”

“kau memang seperti ou-chan, tidak bisa memerlakukan yeoja dengan baik” ucap sunmi. “aku adalah diriku, aku bukan karakter ou-chan dalam drama itu! Aku punya gaya tersendiri untuk memperlakukan yeoja ku” seru youngmin. Sunmi tidak memperdulikan ucapan youngmin barusan. Ia terus saja fokus pada layar tv. “aissh.. dasar tidak peka” ucap youngmin. Sunmi menoleh, “siapa yang kau panggil tidak peka ?”

“neo!” sahut youngmin. Sunmi berdiri dari sofa, “hari ini kau menyebalkan youngmin.. aku pulang !” sunmi berjalan meninggalkan youngmin. “sunmi-a, chakkaman!” sunmi berhenti dan menoleh, “mwo ?!”

“kasetmu ketinggalan” jawab youngmin sambil mengeluarkan kaset dari dvd player dan memasukannya kedalam kemasannya(?). “untukmu saja !!” seru sunmi lalu melanjutkan berjalan. Kemudian sunmi berhenti dan berbalik menghampiri youngmin, “aku bawa ini, aku membelinya dengan susah” sunmi meraih kaset dari tangan youngmin dan kembali pulang ke rumahnya.

**

Minggu pagi ini, youngmin sudah berdandan dengan rapih. Ia terlihat lebih tampan dari biasanya. Ia melirik jam dinding. “pukul 09.30” gumamnya. Ia berjalan meninggalkan rumahnya dan berjalan ke rumah tetangganya. Youngmin menekan bel rumah tetangganya itu, yang tepatnya dalah rumah sunmi.

Tak lama kemudian, sunmi membukakan pintu. Sunmi yang masih mengenakan piyama dengan rambut yang masih acak-acakan. Sunmi mempersilahkan youngmin masuk kedalam rumahnya. Youngmin duduk di sofa ruang tamu, sedangkan sunmi masih berdiri karena ia masih belum sadar dari tidurnya. “baru bangun ?” tanya youngmin basa-basi. Sunmi mengangguk. “kemana orang tuamu ?”

“sewaktu aku kembali dari rumahmu, di rumah sudah tidak ada siapa-siapa, hanya ada secarik kertas di meja belajar kamarku, mereka pergi ke pulau jeju untuk berlibur, dan tidak mengajakku, katanya aku berlibur saja dengan dirimu, malangnya nasibku” jelas sunmi panjang lebar.

“aish, kau ini.. seharusnya kau beruntung bisa berlibur dengan namja setampan diriku. Kau tidak perlu memaksaku untuk menemanimu, padahal masih banyak yeoja di luar sana yang ingin berada di sisiku, seharusnya kau merasa beruntung..”

“hah.. baiklah mr.jo yang tampan, ada apa kau kemari dengan setelan rapi begitu ? mau melamarku ya ?” tanya sunmi sambil sedikit memberikan tawanya di pagi hari ini.

“mwo ? melamarmu ? haha,, belum waktunya..”

“maksudmu ?” tanya sunmi tidak mengerti. “a...ani..aniyo.. maksudku aku kemari hanya untuk mengajakmu bermain ke lotte world, kau mau ?”

“ne !!” jawab sunmi semangat. Sunmi langsung bergegas mandi dan juga bersolek apa adanya. Memakai celana jeans cokelat susu dan t-shirt dengan warna yang senada namun lebih gelap yang kemudian dibalutnya dengan cardigan warna putihnya.

“kajja!” ajak sunmi.

**

(lotte world, skip >>)

“youngmin-a.. pusing..” ucap sunmi sambil memegangi kepalanya dan berjalan dengan terhuyung-huyung. Youngmin langsung memegang tangan sunmi dan pinggang sunmi agar sunmi tidak jatuh. “sudah kubilang kan, kau masih saja ngotot ingin menaiki wahana roller coaster”

“sudah cukup ceramahnya youngmin-a, aku semakin pusing mendengarnya..”

“aish, sekarang mau bagaimana ? mau pulang atau makan dulu ?”

“makan!!”

“huh, soal makanan, kau memang semangat, tapi syukurlah, sekarang kau terlihat sudah baikan..”

“haha .. ne, aku sudah baikan, dan sekarang kau bisa melepaskan tanganmu dari pinggangku, sebenarnya aku merasa sedikit.. ya.. bagaimana ya ..” youngmin melepaskan tangannya dari pinggang sunmi. “mian”.

Mereka berdua membeli makanan dan memakannya di rumah sunmi.

(skip>>)

Setelah selesai makan, tidak ada yang berbicara. Suasana hening. Canggung, itu yang mereka rasakan. Entah  sejak kapan canggung selalu menghampiri mereka. Padahal biasanya, mereka tidak pernah ada rasa canggung sama sekali. “sunmi”, “youngmin”

“kau dulu” ucap sunmi.

“ani, kau dulu”

“baiklah, eum.. tadi aku mau bicara apa ya ? aku lupa, aigo~”

“baiklah kalau begitu aku saja yang bicara sekarang”

“geurae, mau bicara apa ? aku akan mendengarkannya baik-baik” sahut sunmi.

“eung, sunmi.. aku... aku.... aduh, bagaimana mengatakannya ya~.. aku, sebenarnya aku, aku menyukaimu...”

“ah.. jinja ?” tanya sunmi tidak percaya. Youngmin mengangguk. “aku juga menyukaimu youngmin-a ! kau sahabat terbaikku!” sunmi memeluk youngmin dan dengan perlahan youngmin membalas pelukan sunmi. ‘bukan itu maksudku, aku ingin lebih dari sekedar bersahabat..’ ucap youngmin dalam hati.

**

Waktu bergulir begitu cepat. Sangat tidak terasa ujian kelulusan sekolah sudah di depan mata. Selama proses ujian, semua siswa mengerjakannya dengan sungguh-sungguh demi mendapatkan hasil terbaik. Begitupun juga dengan youngmin dan sunmi.

Setelah kejadian di hari minggu itu, youngmin jadi sedikit pendiam dan juga jarang bercanda dengan sunmi seperti dulu. Sunmi juga sebenarnya merasa aneh dengan sifat youngmin yang mendadak berubh seperti ini. sunmi selalu mengingat-ingat, apakah ia pernah melakukan kesalahan pada youngmin ?

Ini adalah hari terakhir ujian, dengan tekad yang sudah bulat, sunmi menyusul youngmin yang sudah berjalan jauh di depannya. “ya! Chakkaman !” teriak sunmi. Youngmin berhenti dan menoleh. Sunmi sudah ada di dekat youngmin. “ya! Kau ini sebenarnya kenapa sih ?” youngmin mengerutkan dahi nya, “aku ? aku kenapa ?” youngmin bertanya balik.

“iya kau, aku rasa akhir-akhir ini kau selalu diam dan juga terlihat seperti sedang menghindariku, aku pernah melakukan salah padamu ya ?”

“mwo ? menghindarimu ? kenapa kau mengambil kesimpulan seperti itu ?”

“eung.. aku hanya .. aku.. ya.. aku hanya merasa kau sekarang selalu jauh dariku” youngmin tersenyum jahil.

“jadi, kau ingin aku selalu di sisimu hmm ??” Tanya youngmin dengan nada jahil.

“mm… mwoo ?? ani! Kata siapa aku ingin kau ada di sisiku ?!” sunmi berjalan cepat meninggalkan youngmin. Youngmin mengikuti sunmi dan berhasil menggenggam tangan sunmi. “chakkaman”

“mwo ? untuk apa aku menunggumu ?”

“aish, kau ingin tahu kenapa sifatku berubah kan ??” sunmi mengangguk semangat. “tell me now jo youngmin!” ucap sunmi tidak sabaran. “aku… sebenarnya aku……”

“ne, kau kenapa ?”

“aku hanya ingin fokus menghadapi ujian, dan aku sudah berjanji tidak akan main-main dalam menghadapi ujian yang sangat penting ini, karena aku ingin mendapatkan hasil terbaik dan bisa membanggakan kesua orang tuaku, sekaligus bisa menjadi kebanggaan negeri ini” jelas youngmin panjang lebar.

“mimpimu itu terlalu muluk” ejek sunmi.

“kalau begitu, aku ingin menjadi seseorang yang kau banggakan” kata youngmin.

“mwo ? kau tidak perlu berbuat seperti itu agar aku bangga padamu, aku sudah bangga memiliki sahabat baik sepertimu” timpal sunmi lalu kembali melanjutkan berjalan. “ya~ bukan itu maksudku.. kenapa kau selalu menafsirkan seperti itu” sunmi tidak mendengar apa yang youngmin katakan. Entah sunmi tidak mendengarnya atau sunmi memang mendengarnya tapi pura-pura tidak mendengarnya. Sunmi terus berjalan meninggalkan youngmin di sekolah yang sudah mulai sepi. Youngmin mengikuti sunmi dan berusaha menyamakan langkahnya.

**

Sunmi Pov

ingin rasanya menutup mataku dan tidur dengan nyenyak. Tapi entah kenapa sulit sekali rasanya untuk tidur malam ini. ada sesuatu yang sedikit mengganjal di pikiranku dan juga.. err.. di hatiku. Belakangan ini aku selalu merasakan debaran yang aneh. Apa jantungku bermasalah ? aku memegangi dadaku dan kurasakan debaran itu lagi. Aku mengambil fotoku bersama youngmin yang terpajang di meja belajar. Debaran itu semakin menjadi. Aku sebenarnya kenapa ? aku menggaruk rambutku, aku bingung. Aku tak kunjung mendapatkan jawabannya.

Kupandangi fotoku dengan youngmin. Tangan kami saling merangkul, dan kulihat, kuperhatikan wajah youngmin. Aku baru menyadarinya kalau youngmin itu benar-benar tampan. Selama ini aku selalu di sisinya dan baru saat ini aku menyadari kalau dia itu benar-benar terlihat sempurna. Sungguh waktu yang lama yang telah kusia-siakan.

Eh ? kenapa aku berpikiran seperti itu ? kenapa setiap memandangi foto youngmin, setiap kali aku memikirkan youngmin, debaran itu selalu terasa ? apakah ini… cinta ? tapi, mana mungkin ! youngmin sahabatku, dan itu tidak akan berubah, tapi aku sedikit tidak yakin akan hal itu. Hatiku semakin berdebar. Apa memang aku benar-benar jatuh cinta pada youngmin ? apa yang harus kulakukan ? apa aku harus mengatakanya ? atau aku harus memendamnya sendiri ? tapi aku sangat tersiksa! Sebenarnya aku sudah sering merasakan debaran ini, namun dulu aku selalu mengabaikannya.

Jika aku mengatakannya pada youngmin, mungkin dia akan tertawa terpingkal-pingkal karena kekonyolanku itu. Dan juga dengan perlahan dia akan menolak perasaanku karena ia lebih menginginkanku sebagai sahabatnya. Aduh .. bagaimana ini..

Author Pov

Sunmi terus saja berusaha menutup matanya, namun tidak berhasil juga. Ia menutup wajahnya dengan bantal jjinbang yang baru ia beli dan berteriak sekencang-kencangnya. Walaupun wajahnya ditutupi dengan bantal, teriakan sunmi masih bisa terdengar ke bawah. “silent !!” teriak sungmin, appa sunmi, maklum dia adalah guru bahasa inggris.

Youngmin Pov

aku membuka lembar demi lembar novel yang baru saja dibelikan eomma. Ceritanya begitu menyentuh, sangat. Sepasang anak manusia yang bersahabat dan lambat laun perasaan mereka berubah menjadi perasaan cinta. Dan mereka akhirnya bisa hidup berdampingan sebagai sepasang kekasih. Aku menutup novelnya dan menerawang. “kapan ya aku dan sunmi bisa seperti tokoh di novel ini ?” gumamku, lalu menyimpan novel itu di meja belajarku.

Ah.. aku semakin bingung dengan perasaanku. Apa yang harus kulakukan ? apa aku harus memberitahu sunmi perasaanku yang sebenarnya ? tapi, pasti dia akan salah menanggapinya. Tapi, ika aku terus memendamnya, mungkin saja ada yang akan merebut sunmi dariku. Kebetulan besok adalah hari untuk beristirahat setelah ujian, aku harus bicara dengannya ! harus.

Author Pov

Pagi yang cerah. Pagi ini youngmin memutuskan untuk mengatakan, lebih tepatnya menyatakan perasaannya kepada sunmi. Ia sudah tidak peduli dengan jawaban apa yang akan sunmi berikan kepadanya. Yang terpenting ia bisa mengungkapkan perasaannya.

Di kamarnya, sunmi mondar-mandir di depan cermin. Ia sangat terlihat bingung. ‘aku harus bagaimana ? apakah aku harus mengatakannya ? tapi aku kan yeoja, mana mungkin aku mengatakannya duluan>,<’

Dddrrrrrttt dddrrrttt. Sunmi melihat handphone nya yang bergetar.

From : mr. jo
Ada yang perlu aku bicarakan, temui aku di bukit dekat sekolah. Aku tunggu.

“kebetulan sekali” gumam sunmi. Sunmi meraih hoodie nya yang ia letakkan di meja belajarnya. Ia berjalan dengan tergesa-gesa sampai ia hampir terpeleset di tangga. “untung saja” ucap sunmi sambil memegangi dadanya.

Sunmi berjalan dengan cepat ke tempat yang ditujukan youngmin. Ia sampai di bukit dekat sekolah. Suasana di sana begitu sejuk, karena lumayan jauh dari jalan raya. Dan juga sejauh mata memandang, yang sunmi lihat adalah pepohonan yang masih terjaga. Ia mencari youngmin. Sunmi sampai di sebuah kolah kecil yang terbentuk alami. Disana ia melihat youngmin sedang duduk dipinggiran kolam sambil sesekali melempar kerikil kecil kedalam kolam itu.

“sudah lama ?” Tanya sunmi basa-basi dan duduk di sebelah youngmin. “ani aku hanya menunggumu emm sekitar..” youngmin melihat jam tangannya. “20 menit” lanjut youngmin. “umm, mianhae.. ah iya, kau mau bicara apa ?” youngmin terlihat gugup. Youngmin bingung darimana dulu ia harus berbicara, dan kata-kata apa yang harus dikatakannya. Youngmin tidak pandai merangkai kata. “umm.. sunmi-a, aku mau bertanya padamu”

“apa ?” sunmi berusaha menjawab sekaligus bertanya setenang mungkin, padahal sebenarnya ia sangat gugup. “apa kau sudah mempunyai namjachingu ?” Tanya youngmin.

“mana mungkin aku mempunyai namjachingu, hanya kau satu-satunya namja yang dekat denganku”

“kalau begitu, boleh aku menjadi namjachingu mu ?”

“eh ?” sunmi membulatkan matanya, tidak percaya mendengar apa yang ducapkan youngmin barusan.

“emm.. aku memang tidak pandai merangkai kata-kata romantis, tapi mungkin kau sudah mengerti apa maksudku”

“aku mengerti”

“lalu, apa jawabanmu ?”

“eung, aku bingung.. sebenarnya aku masih belum yakin, aku ingin bukti yang real, aku bukan menginginkan kat-kata yang romantis, tapi aku ingin kau membuktikannya padaku”

“aku mencintaimu sunmi-a, dan itu sudah lama.. apa itu belum cukup untukmu?” sunmi menggeleng.

“beri aku bukti..” pinta sunmi.

“kau ingin aku berbuat apa untukmu ?”

“simple, aku hanya ingin kau menemui umma dan appa, dan katakan kalau kau serius padaku..” kata sunmi sambil tersenyum. “it’s easy!” youngmin menjentikkan jarinya.

“tapi, aku ingin tahu perasaanmu padaku bagaimana ?” Tanya youngmin.

“aku juga merasakan hal yang sama denganmu”

“ah , jinja ? kalau begitu, kau mau kan jadi yeojachingu ku ?”

“baiklah, aku mau jadi yeojachingu mu, tapi lakukan yang aku minta tadi”

“arra, itu masalah gampang, aku akan melakukannya ketika kita sudah lulus, bukankah kelulusan itu minggu depan?”

“ne, ah iya, youngmin-a, aku mau Tanya, kenapa kau bisa menyukaiku ?”

“eung.. aku akan menjawabnya jika kau memanggilkku oppa dan juga mengatakan kata-kata sanjungan J” sunmi mengerucutkan bibirnya. “baiklah, aku tidak akan mengatakannya” ancam youngmin.

“heuh…. Baiklah, youngmin oppa, namjachingu ku yang paling tampan, aku ingin tahu kenapa kau bisa menyukai yeoja sepertiku ? maukah kau memberitahuku ? kau mohon”

“anak pintar^^, baiklah, sebenarnya aku mencintaimu itu tidak ada alasan.. rasa itu muncul tiba-tiba. Aku merasakannya disaat aku berada di sisimu, aku pikir itu adalah saat yang paling indah..”

**

Kelulusan..

Siswa angkatan youngmin dan sunnmi lulus 100% setelah mengikuti berbagai macam ujian di sekolah. Dan sesuai janjinya, youngmi akan menemui orang tua sunmi untuk membuktikan keseriusannya. Namun sayangnya sunmi tidak bisa menemani youngmin, karena sunmi masih ada urusan di sekolah. Youngmin pergi sendiri menemui orang tua yeojachingunya itu, walaupun ia diselimuti dengan rasa gugup dan takut yang luar biasa.

**

Malam hari..

Tokk tokk

Sunmi mendengar suara ketukan. Namun itu  bukan berasal dari pintu kamarnya, namu itu berasal dari pintu menuju balkon kamarnya. Sunmi membuka pintu dan mendapati youngmin sedang menggosok-gosokkan tangannya, kedinginan mungkin.

“aigo~ masuk, sepertinya kau kedinginan..” youngmin masuk ke dalam kamar sunmi yang di cat dengan warna biru langit. “ada apa ? kau sudah bicara pada appa kan ?”

Youngmin diam, kepalanya tertunduk. Lalu youngmin memegang pundak yeojachingunya itu dan menatap sunmi tepat ke mata nya. “dengarkan baik-baik..” kata youngmin. Sunmi sedikit merasa takut, mungkin saja youngmin bersikap seperti ini karena ia tidak diberi izin oleh appa. Sunmi akhirnya mengangguk kecil. “chagi, dengarkan aku, apapun yang kulakukan, itu tanda aku mencintaimu.. aku janji aku akan kembali secepatnya, aku tidak akan meninggalkanmu setelah aku kembali, arasseo ?” sunmi menatap youngmin.

“tapi… tapi oppa mau pergi kemana ?” Tanya sunmi dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. “aku akan pergi ke Australia, aku akan kuliah di sana” mata sunmi yang sedari tadi menahan agar air matanya tidak mengalir, sekarang pertahanannya sudah roboh. Air mata sunmi mengalir indah di pipi sunmi yang mulus.

“uljjima.. aku tidak suka melihatmu menangis..”

“ani, aku tidak bisa berhenti menangis, kenapa kau meninggalkanku ?”

“aku akan kembali secepatnya.. aku melakukan ini karena aku benar-benar mencintaimu sunmi-a..”

“kau bohong! Kalau oppa mencintaiku, oppa tidak akan meninggalkanku, iya kan ?” pipi sunmi semakin basah oleh air matanya yang terus mengalir. Youngmin semakin bingung dengan kelakuan yeojachingu nya ini. “sssttt sssttt.. uljjima, nanti appa mu kemari dan akan marah kalau melihatmu sedang berduaan denganku di kamar!”

“aku tidak peduli ! biarkan saja appa tahu ! biarkan appa—“ tegas sunmi dengan suara yang lantang namun terhenti karena youngmin mendorongnya hingga punggung sunmi menempel di pintu kamarnya dan membungkam bibir sunmi dengan bibirnya. Dan ternyata berhasil, sunmi diam dan tidak menangis lagi. ‘mungkin aku bisa melakukannya lagi jika dia menangis’ pikir youngmin.

Youngmin melepaskan tautan bibirnya dengan bibir sunmi. Lalu youngmin memeluk tubuh sunmi. “dengarkan aku chagi, aku hanya pergi selama 4 tahun, dan aku akan kembali setelah itu, aku janji !”

“apa appa yang memintamu pergi oppa ?” youngmin tidak menjawabnya, ia hanya tersenyum, namun sunmi tidak tahu kalau youngmin tersenyum karena youngmin sedang memeluknya. “ani..”

“kalau begitu, bisa beritahu aku apa yang dikatakan appa padamu ?”

Youngmin menggeleng, “kau tidak perlu tahu chagi, nanti juga kau akan tahu sendiri, jangan tanaykan ini lagi pada appa mu ya?” sunmi mengangguk pelan. “oppa janji akan kembali ?” youngmin mengangguk pasti. “ne, yaksok!”

**

Keesokan harinya, youngmin pergi ke Australia untuk meneruskan pendidikan di sana. Ia sebenarnya sangat berat meninggalkan korea, lebih tepatnya ia sangat tidak mau meninggalkan sunmi. “see you, korea” ucap youngmin setelah pesawat lepas landas.

**

5 years later

Sunmi Pov

Dasar oppa bodoh, katanya hanya pergi 4 tahun, dan akan kembali setelah itu. Tapi, ini sudah 5 tahun dan dia belum kembali. Menyebalkan! Nomornya juga susah untuk dihubungi, aku curiga, jangan-jangan dia sudah mempunyai yeoja baru di sana. Lihat saja! Kalau itu sampai terjadi, kau akan menyesal seumur hidupmu jo youngmin!

Apa aku harus menyusulnya kesana ? ya! Itu yang harus kulakukan.

Author Pov

Sunmi yang sudah lulus kuliah di fakultas kedokteran dan sekarang ia sudah menjadi dokter spesialis anak *author : mian ya kalo salah, author Cuma ngarang ga indah xD*. Ia sudah mempunyai penghasilan sendiri, makannya ia bisa mempunyai rencana menyusul youngmin ke Australia.

Informasi yang sunmi tahu, itu pun youngmin yang memberitahunnya ketika sudah sampai di Australia, youngmi kuliah di Macquarie university. ‘perguruan tinggi yang sangat berkualitas’ pikir sunmi. Ia langsung pergi ke incheon airport dan berangkat ke Australia pada waktu itu juga.

**

Youngmin Pov

“so, you won M.B.A (master of business administration)for a girl ?” Tanya temanku. Aku mengangguk, “of course, I Love him. And this is proof of that, I earned it^^” jawabku.

“geureom ije yeogieissneun dareun yeojagaissda ?(jadi, sekarang kau sudah memiliki gadis lain di sini?)” seru seorang yeoja. “Korean language?” gumam cedrick. Kami berdua menoleh. Mataku menangkap seorang yeoja yang sangat aku rindukan. Temanku itu pergi begitu saja, karena ia memang sudah ada jdengan dosen sore ini.

Aku menghampiri yeoja itu. Aku tersenyum padanya, tapi ia tidak membalas senyumanku ? wae geurae ? apa dia marah ?. aku berjalan menghampirinya. Kupegang pundaknya, kupeluk tubuh mungilnya itu. “bogoshipo…” ucapku. Dia mendorong tubbuhku. “kau bohong! Bukankah kau sudah mempunyai yeoja di sini ?” tukasnya.

“ani,, yeoja ku hanyalah dirimu..”

“kau bohong !”

“kapan aku bohong padamu chagi ?”

“kau sudah membohongiku! Ini sudah 5 tahun berlalu, katamu kau hanya pergi 4 tahun, tapi apa buktinya ?”

“aku memang sudah tamat kuliah tahun lalu, tapi dosenku mempercayakan perusahannya padaku, jadi aku menjalankan perusahaan yang sudah hampir bangkrut itu, dan sekarang dosenku itu memberikan perusahaannya padaku, inilah yang akan menjadi bukti pada appa mu chagi..”

“maksudmu ?” tanyanya tidak mengerti. Aku memang belum memberitahunya sejak awal. Kutarik tangannya dan kami berdua duduk di bawah pohon ek yang ada di halaman kammpus. “kau ingin tahu kana pa yang appa mu katakana kepadaku ?” ia mengangguk namun pandangannya masih lurus kedepan, ia tidak menatapku. Mungkin sunmi ku masih marah.

Flashback

“ajusshi, aku mencintai sunmi, bisa kau menyerahkannya padaku?”

“tidak bisa !” jawab sungmin ajusshi ketika aku menyampaikan maksudku ketika aku menemuinya seusai kelulusan. “wae ? apa aku tak cukup baik di matamu ajusshi ?” tanyaku. Ia mengangguk. “kalau begitu, apa yang harus aku lakukan agar aku layak memiliki anakmu ?”

“lakukanlah yang terbaik youngmin-a, dan buuktikan kepadaku, kepada sunmi juga kalau kau bisa menghidupi sunmi dengan layak, kau mengerti kan ?” aku mengangguk.

Flashback end

“begitu, dan sekarang aku bisa membuktikan padamu dan juga appa mu, aku berhasil…” kini ia berani menatapku. “memang oppa masih mencintaiku ?” tanyanya. Pertanyaan bodoh, menurutku.

Aku tidak menjawabnya, aku menarik tubuhnya dan kukecup bibirnya. “oppa…”

Author Pov

“It’s just that I love you, and I was right beside you until I die” ucap youngmin sambil memegang pundak sunmi, lalu memeluknya. “nado saranghae oppa..”

**

Staring at the beautiful smile on your face makes me speechless and stunned. Understand the presence of beautiful love, when you hug me tenderly. Many words are not able to reveal to you. I want you to always be present and accompany me in every step that convinced you created for me. Although time will be able to call all my body. I want you to know I was always yours, who loved you, all my life. It’s just that I love you, and I was right beside you until I die.

END

3 komentar:

coment please ^^

 
keiiko territory (Keii's Fanfiction) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template